Di banyak laboratorium QA/QC dan instalasi pengolahan air, pengukuran konduktivitas, TDS, salinitas, hingga resistivitas sering dianggap “sekadar angka rutin”. Tapi di lapangan, konsekuensinya sangat nyata. Di WTP/WWTP, sedikit saja salah baca konduktivitas pada outlet bisa berujung teguran regulator karena kualitas effluent melewati baku mutu. Di pabrik minuman, air proses yang terlalu tinggi TDS-nya bisa mengubah rasa produk dan memaksa lini produksi berhenti untuk investigasi. Di industri gula, kesalahan perhitungan ash content akan memengaruhi klaim mutu dan harga jual batch gula.
Masalah lain muncul dari sisi praktis: banyak lab masih mengoperasikan beberapa instrumen terpisah untuk konduktivitas, TDS, salinitas, bahkan satu metode manual khusus untuk ash. Operator harus bolak-balik alat, mencatat hasil secara manual, lalu memasukkannya ke Excel atau LIMS. Semakin banyak langkah, semakin besar peluang salah tulis, salah satuan, atau salah pilih rentang pengukuran. Saat audit internal atau eksternal datang, data historis sering tersimpan dalam bentuk kertas yang tercecer, bukan log digital yang rapi.
Di sisi teknis, beberapa tantangan yang sering dikeluhkan teknisi dan analis:
-
Sulit mendapatkan pembacaan stabil di air murni maupun sampel dengan konduktivitas sangat tinggi.
-
Pengaturan kompensasi temperatur sering diabaikan, sehingga hasil antar shift tidak konsisten.
-
Meter lama tidak punya fitur alarm limit, sehingga hasil out of spec sering baru ketahuan saat review laporan.
-
Untuk industri gula, perhitungan conductivity ash masih dilakukan manual dari beberapa langkah perhitungan.
Kombinasi faktor di atas membuat proses monitoring kualitas air, larutan proses, dan gula tidak hanya memakan waktu, tetapi juga rawan error. Di titik inilah meter seperti A150-DH Laboratory Conductivity/TDS/Salinity/Resistivity/Conductivity Ash Meter menjadi relevan: satu platform yang menggabungkan fungsi pengukuran konduktivitas sampai conductivity ash, dengan rentang luas dan fitur pencatatan data digital yang memang dirancang untuk lingkungan QA/QC modern.
Teknologi Pengukuran Konduktivitas dan Conductivity Ash Berbasis Standar ICUMSA
A150-DH bekerja berdasarkan prinsip pengukuran konduktivitas listrik larutan. Secara sederhana, meter mengukur seberapa mudah arus listrik mengalir di antara dua elektroda dalam larutan. Semakin banyak ion terlarut (misalnya Na⁺, Cl⁻, Ca²⁺), semakin tinggi konduktivitasnya. Dari nilai inilah meter kemudian dapat menghitung parameter turunan seperti TDS (melalui faktor konversi), salinitas, resistivitas (kebalikan dari konduktivitas), hingga conductivity ash untuk sampel gula.
Dalam paket A150-DH, Anda mendapatkan dua elektroda konduktivitas:
-
CON-1 untuk air dan larutan umum (10 µS/cm hingga 20 mS/cm).
-
CON-10 untuk larutan dengan konduktivitas tinggi hingga 200 mS/cm, ideal untuk proses kimia pekat atau gula cair dengan kandungan ion tinggi.
Meter ini mendukung pemilihan cell constant 0,1 / 1 / 10 serta opsi elektroda 2-pole maupun 4-pole untuk mengoptimalkan linearitas dan akurasi pada berbagai rentang pengukuran.
Untuk aplikasi conductivity ash pada gula, A150 menggunakan mode pengukuran khusus yang mengikuti standar ICUMSA GS2/3-17 untuk refined sugar dan GS1/3/4/7/8-13 untuk raw sugar. Di sini pada dasarnya meter mengukur konduktivitas larutan gula yang telah disiapkan sesuai metode, lalu mengoreksinya dengan konduktivitas air pelarut. Hasil akhirnya dinyatakan dalam persen conductivity ash.
Kenapa pendekatan konduktivitas ini penting secara jangka panjang?
-
Mengurangi ketergantungan pada titrasi manual dan perhitungan panjang untuk ash, sehingga lebih sedikit langkah yang dapat menimbulkan error.
-
Memungkinkan pengulangan pengukuran dengan cepat saat diperlukan verifikasi tanpa menghabiskan banyak reagen.
-
Mengintegrasikan data ash dengan parameter lain seperti TDS dan salinitas dalam satu sistem data yang konsisten, memudahkan analisis tren.
Dibanding metode konvensional yang terpisah-pisah, pendekatan berbasis konduktivitas ini memberi jalur analitik yang lebih sederhana namun tetap terukur dan dapat ditelusuri, terutama ketika dikombinasikan dengan log kalibrasi, kompensasi temperatur linear/non-linear, dan koreksi pure water yang tersedia di A150.
A150-DH: Paket Lengkap Meter Konduktivitas untuk Air Proses, Limbah, dan Industri Gula
Secara produk, A150-DH adalah varian paket dari A150 series yang berisi:
-
Meter laboratorium A150 (konduktivitas, TDS, salinitas, resistivitas, conductivity ash, dan suhu).
-
Elektroda konduktivitas CON-1 dan CON-10.
-
Probe suhu.
-
Larutan standar konduktivitas (84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm, 111,8 mS/cm).
-
Electrode holder dan adaptor daya.
Yang membuat A150-DH menarik dibanding meter konduktivitas lain di kelasnya adalah kombinasi antara:
-
Rentang pengukuran yang sangat luas
-
Konduktivitas: 0,01 µS/cm hingga 200,0 mS/cm.
-
TDS: hingga 200 g/L.
-
Resistivitas: hingga 30,00 MΩ.
-
Conductivity ash: 0–100%.
-
-
Mode conductivity ash terintegrasi
Bukan sekadar “fitur tambahan”, mode refined sugar dan raw sugar sudah ada di menu utama, lengkap dengan koreksi konduktivitas air pelarut dan batas temperatur (15–25 °C) agar hasil tetap sesuai standar ICUMSA. -
Fleksibilitas kompensasi
-
Linear (0–10%/°C), non-linear (untuk air alami), dan koreksi khusus pure water (<5 µS/cm).
-
Reference temperature bisa dipilih 20 °C atau 25 °C, sehingga cocok untuk standar Eropa maupun spesifikasi internal pabrik.
-
-
Fitur manajemen data lengkap
-
Memori hingga 1000 data set.
-
Log kalibrasi (tanggal, waktu, titik kalibrasi, faktor).
-
Transfer data ke PC via USB dan software DAS untuk ekspor ke Excel.
-
Dengan kombinasi ini, A150-DH tidak hanya menarik untuk laboratorium pengujian air minum dan air limbah, tetapi juga relevan untuk:
-
Laboratorium QA/QC F&B (minuman, dairy, gula rafinasi).
-
Farmasi & biotek untuk kontrol proses CIP, WFI, dan media.
-
Industri kimia/proses (bath plating, galvanis, larutan elektrolit).
-
Teaching lab di kampus yang membutuhkan meter serbaguna dengan data logging.
Desain dan ergonomi
A150-DH menggunakan bodi meter A series dengan desain meja (bench-top) yang stabil dan cukup ringkas untuk ditempatkan di meja lab. Dimensi meter adalah sekitar 240 x 220 x 80 mm dengan berat sekitar 1,7 kg, sehingga cukup kokoh untuk pemakaian intensif tetapi masih mudah dipindahkan antar meja jika diperlukan.
Bodi utama dilengkapi dudukan arm elektroda yang dapat diputar dan dinaik-turunkan. Desain arm ini memudahkan penempatan elektroda konduktivitas dan probe suhu di berbagai jenis bejana: beker kaca, gelas ukur, maupun botol sampel. Tinggi arm dapat disetel sehingga operator dapat menghindari posisi tangan yang “nyeleneh” dan mengurangi risiko elektroda terbentur dasar bejana.
Panel depan menampilkan layar TFT LCD 7 inci yang lebar, dengan area tampilan angka utama besar di tengah, dan informasi pendukung seperti suhu, mode (conductivity/TDS/salinity/resistivity/ash), status ATC/MTC, dan ikon status lain di sekelilingnya.
Di bawah layar terdapat keypad membran dengan tombol fisik yang jelas terpisah, antara lain:
-
Tombol Power.
-
Mode (pemilihan parameter).
-
Cal (kalibrasi).
-
Tombol panah atas/bawah untuk navigasi menu dan pengaturan nilai.
-
Enter, ESC.
-
Tombol MI (store) dan MR (recall data).
-
Tombol Print.
Meter menggunakan adaptor DC 12 V (2 A) sebagai sumber daya, sehingga lebih stabil untuk operasi laboratorium jangka panjang dibanding perangkat baterai. Untuk aplikasi di ruang lab pengolahan air, pabrik gula, maupun laboratorium QC, pendekatan adaptor ini mengurangi risiko meter tiba-tiba mati di tengah pengukuran karena baterai habis.
Kondisi lingkungan operasi yang direkomendasikan:
-
Suhu ruangan 0–50 °C.
-
Kelembapan relatif <80% (non-kondensasi).
Meter belum mencantumkan rating IP tertentu, sehingga dalam praktik, sebaiknya ditempatkan di meja yang kering dan terlindungi dari percikan kuat. Untuk area yang dekat dengan bak atau sink, penggunaan pelindung tambahan (shield akrilik atau cover plastik) dapat dipertimbangkan.
Antarmuka dan pengalaman pengguna
Salah satu keunggulan A150-DH ada pada interfacenya yang konsisten di seluruh A series. Layar TFT 7 inci dengan backlight yang dapat diatur tingkat kecerahannya (low/mid/high) membuat angka terbaca jelas bahkan di ruang lab yang terang atau di ruang QC dengan pencahayaan minim.
Navigasi menu dilakukan dengan kombinasi tombol Mode, Cal, panah atas/bawah, Enter, dan ESC. Secara umum, alurnya seperti ini:
-
Mode: memilih jenis parameter (conductivity, TDS, salinity, resistivity, refined sugar ash, raw sugar ash).
-
Tekan lama tombol khusus (misalnya Mode atau °C) untuk masuk ke pengaturan mendalam seperti general settings atau kompensasi suhu.
-
Panah atas/bawah untuk memilih opsi; Enter untuk konfirmasi.
Untuk kualitas hidup, beberapa fitur antarmuka yang terasa membantu di operasi harian:
-
Auto-Read: saat diaktifkan, meter secara otomatis mendeteksi ketika pembacaan sudah stabil dan mengunci nilai (ikon HOLD muncul). Operator tidak perlu menebak-nebak kapan angka “sudah stabil”.
-
Auto-power off: dapat dinyalakan untuk mematikan meter otomatis setelah 3 jam tidak digunakan, mengurangi konsumsi listrik saat lupa mematikan.
-
Password protection: akses ke menu kalibrasi dan setting bisa dikunci 4 digit sehingga hanya personel berwenang yang bisa mengubah parameter penting. Ini berguna dalam lab dengan banyak pengguna.
Fungsi MI (Memory In) dan MR (Memory Recall) juga mudah dipahami. Saat pengukuran, satu tekan tombol MI menyimpan hasil ke memori internal; MR digunakan untuk melihat daftar data tersimpan dan juga log kalibrasi, yang menampilkan tanggal, waktu, titik kalibrasi, dan faktor. Dengan kapasitas 1000 data set, meter cukup untuk menampung data shift harian sebelum diekspor ke PC.
Fungsi Cerdas yang Mengurangi Human Error di Lab dan Lini Produksi
Di luar fungsi dasar pengukuran, A150-DH punya sederet fitur “cerdas” yang dirancang langsung menjawab kebutuhan QA/QC dan riset:
-
Auto-Read dan kriteria stabilitas ganda
Pengguna dapat memilih kriteria stabilitas “standard” atau “high-accuracy”. Pada mode high-accuracy, meter menunggu hingga perubahan nilai benar-benar minim sebelum mengunci hasil. Ini sangat berguna untuk pengukuran air murni di farmasi atau laboratorium referensi, di mana fluktuasi kecil pun penting. -
Multi-point calibration (1–3 titik)
Kalibrasi konduktivitas bisa dilakukan di 1 hingga 3 titik, dengan standar default 10 µS/cm, 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm, dan 111,8 mS/cm. Meter otomatis mengenali standar dan menyesuaikan cell constant. Bagi laboratorium yang sering mengukur dari air murni hingga larutan proses pekat, 3-point calibration membantu menjaga linearitas di seluruh rentang. -
Alarm limit
Pengguna bisa mengatur batas atas dan bawah. Jika hasil pengukuran melewati rentang tersebut, meter menampilkan peringatan. Fitur ini mempermudah pemeriksaan cepat apakah sampel pass/fail tanpa harus membandingkan manual dengan SOP. -
Calibration due alarm
Meter dapat diatur untuk mengingatkan kalibrasi berkala (1–31 hari). Di lab dengan banyak alat dan jadwal kalibrasi padat, fitur ini membantu memastikan setiap meter tetap dalam status terkalibrasi, penting untuk menghadapi audit GLP/GMP atau ISO 17025. -
Pilihan kompensasi temperatur lengkap
-
Linear: umum untuk sebagian besar larutan.
-
Non-linear: untuk air alami, misalnya air permukaan atau air tanah dalam studi lingkungan.
-
Pure water coefficient: otomasi koreksi untuk ultra-pure water di bawah 5 µS/cm.
-
-
Mode conductivity ash otomatis
Daripada menghitung manual dari konduktivitas dan faktor koreksi, operator cukup memilih mode “Refined Sugar” atau “Raw Sugar”, memasukkan nilai konduktivitas air pelarut, lalu meter mengerjakan sisanya. Ini meminimalkan salah hitung dan mempercepat analisis batch gula.
Semua fungsi ini, jika dipakai dengan benar, mengurangi waktu analisis, menekan kemungkinan salah baca/ salah tulis, dan membuat jejak data lebih jelas ketika harus menelusuri kembali penyebab deviasi.
Kontrol eksternal dan integrasi sistem
Dari sisi konektivitas, A150-DH dilengkapi port USB-B yang digunakan untuk komunikasi dengan PC atau printer. Dengan kabel USB-2303B dan software DAS (Data Acquisition System) resmi dari Bante, pengguna dapat:
-
Menerima seluruh data yang tersimpan di memori meter ke PC.
-
Melihat data dalam format list di software.
-
Menyimpan data sebagai file Excel (Save as Excel) untuk dianalisis lebih lanjut atau diimpor ke LIMS.
Ada pula mode “Interval Readings” yang memungkinkan meter mengirim data ke PC atau printer pada interval tertentu (10, 30, 60 detik, atau 10/30 menit). Untuk pemantauan tren konduktivitas air proses atau bath kimia yang berubah pelan, fitur ini sangat praktis: laboran tidak perlu berada di depan alat terus-menerus, cukup mengaktifkan interval logging dan membiarkan sistem mencatat data secara otomatis.
Dalam workflow modern, data dari A150-DH bisa:
-
Diintegrasikan ke laporan QA/QC rutin (misalnya laporan kualitas air boiler, air minum, atau effluent IPAL).
-
Diimpor ke spreadsheet kontrol proses untuk memonitor tren TDS larutan elektrolit.
-
Dikaitkan dengan data produksi (misalnya batch gula) untuk analisis korelasi antara conductivity ash dan parameter proses seperti suhu evaporator atau kualitas bahan baku.
Spesifikasi teknis lengkap
| Parameter | Spesifikasi utama A150 |
|---|---|
| Parameter ukur | Konduktivitas, TDS, salinitas, resistivitas, conductivity ash, suhu |
| Rentang konduktivitas | 0,01 µS/cm – 200,0 mS/cm |
| Resolusi konduktivitas | 0,001 / 0,01 / 0,1 / 1 (tergantung rentang) |
| Akurasi konduktivitas | ±0,5% F.S. |
| Kalibrasi konduktivitas | 1–3 titik |
| Standar kalibrasi default | 10 µS/cm, 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm, 111,8 mS/cm |
| Rentang TDS | 0,00 – 200,0 g/L |
| Resolusi TDS | 0,01 / 0,1 / 1 |
| Akurasi TDS | ±1% F.S. |
| Faktor konversi TDS | 0,01 – 1,00 (default 0,50) |
| Rentang salinitas | 0,00–80,00 ppt; 0,00–42,00 psu; 0,00–8,00% |
| Rentang resistivitas | 0,00 – 30,00 MΩ |
| Rentang conductivity ash | 0 – 100% (mode refined sugar/raw sugar) |
| Kompensasi suhu | 0–100 °C (otomatis/manual) |
| Koefisien suhu | Linear (0,0–10,0%/°C), non-linear, pure water |
| Suhu referensi | 20 °C atau 25 °C |
| Cell constant | K = 0,1 / 1 / 10 (2-pole) dan 4-pole |
| Memori | 1000 data set |
| Antarmuka komunikasi | USB-B ke PC/printer |
| Layar | TFT LCD 7 inci |
| Catu daya | Adaptor DC 12 V/2 A |
| Suhu operasi | 0–50 °C |
| Dimensi | 240 (L) × 220 (W) × 80 (H) mm |
| Berat | ±1,7 kg |
Untuk pengguna yang baru, angka-angka di atas bisa dibaca seperti ini: rentang yang sangat kecil (0,01 µS/cm) cocok untuk air demin/RO/WFI di farmasi, sedangkan sampai 200 mS/cm memungkinkan pengukuran larutan proses sangat pekat. Akurasi ±0,5% F.S berarti kesalahan maksimum adalah setengah persen dari skala penuh di rentang tertentu, cukup untuk mayoritas aplikasi QA/QC dan proses. TDS hingga 200 g/L menunjukkan bahwa alat ini tidak hanya untuk air, tetapi juga larutan gula atau kimia dengan konsentrasi tinggi.
Panduan memilih komponen tambahan
Karena A150-DH sudah dilengkapi elektroda CON-1 dan CON-10, sebagian besar aplikasi laboratorium sudah tercakup. Namun, pemilihan elektroda tetap perlu mempertimbangkan rentang konduktivitas tipikal sampel.
Tabel pemilihan rentang dan contoh aplikasi
| Elektroda | Rentang efektif | Contoh aplikasi |
|---|---|---|
| CON-0.1 | 0,5 – 100 µS/cm | Air murni farmasi, air demin, air boiler feed, riset air ultra-murni |
| CON-1 (paket) | 10 µS/cm – 20 mS/cm | Air minum, air proses F&B, air limbah kota, media kultur, larutan nutrisi hidroponik |
| CON-10 (paket) | 100 µS/cm – 200 mS/cm | Larutan gula pekat, bath plating/galvanis, larutan garam, air limbah industri dengan TDS tinggi |
Aksesori yang relevan
Beberapa aksesori yang dapat dipertimbangkan:
-
Larutan standar konduktivitas (84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm, 111,8 mS/cm) untuk kalibrasi rutin.
-
Termoprobe TP-10K untuk otomatisasi kompensasi suhu.
-
Kabel USB-2303B dan software DAS untuk integrasi ke PC.
Faktor yang memengaruhi hasil
Untuk mendapatkan data yang konsisten, perhatikan beberapa faktor berikut:
-
Temperatur sampel: selalu gunakan ATC atau set manual sesuai suhu real.
-
Kebersihan elektroda: deposit padatan atau biofilm akan mengubah respon sensor.
-
Gelembung udara: pastikan tidak ada bubble yang menempel di permukaan sensor.
-
Kesesuaian cell constant dengan rentang: gunakan CON-0.1 untuk air murni, dan CON-10 untuk larutan sangat konduktif.
Penerapan A150-DH di Lapangan: Pabrik Gula hingga IPAL Industri
Studi kasus 1 – Pabrik gula mengurangi rework batch melalui conductivity ash
Sebuah pabrik gula rafinasi di Jawa, sebut saja “Perusahaan A”, sebelumnya mengandalkan metode manual untuk pengukuran ash. Prosesnya melibatkan beberapa tahapan laboratorium dan perhitungan manual di spreadsheet. Setiap pengukuran satu batch bisa memakan waktu hingga 30–40 menit sejak sampel masuk sampai angka ash tercatat. Dalam situasi produksi peak season, hal ini menyulitkan pengambilan keputusan cepat: beberapa batch terlanjur dikemas sebelum hasil ash final keluar.
Setelah mengadopsi A150-DH dan mengintegrasikan mode “Refined Sugar” pada prosedur QC, laboratorium mengubah workflow:
-
Sampel gula segera dilarutkan sesuai metode ICUMSA GS2/3-17.
-
Konduktivitas air pelarut diukur sekali di awal shift.
-
Setiap batch baru, operator cukup mengukur konduktivitas larutan gula, memasukkan nilai konduktivitas air pelarut, dan mendapatkan conductivity ash langsung pada meter.
Waktu analisis per batch turun drastis, sehingga keputusan accept/reject bisa diambil sebelum produk dikemas. Dari catatan internal mereka, jumlah rework batch akibat deviasi ash turun lebih dari 20% dalam satu musim giling, karena deviasi bisa terdeteksi lebih dini di in-process sampling, bukan setelah produk jadi.
Studi kasus 2 – IPAL industri kimia memantau tren TDS dengan interval logging
Sebuah fasilitas IPAL industri kimia menggunakan A150-DH di laboratorium kontrol harian untuk memantau TDS dan konduktivitas pada beberapa titik proses: influent, mixed liquor, dan effluent akhir. Sebelumnya, operator hanya mengambil sampel dua kali sehari dan mengukur manual; hasil dicatat di buku lab, lalu dimasukkan ke Excel mingguan.
Dengan A150-DH dan fitur Interval Readings:
-
Operator menyiapkan sampel effluent di beker yang diletakkan permanen di dekat meter.
-
Elektroda CON-1 ditempatkan di dalam beker, dan mode interval logging diatur tiap 30 menit.
-
Data otomatis dikirim ke PC yang menjalankan software DAS dan disimpan sebagai file Excel.
Dalam beberapa minggu, tim proses menyadari pola bahwa lonjakan konduktivitas effluent selalu didahului kenaikan perlahan selama beberapa jam. Mereka kemudian menyesuaikan strategi dosing dan pengenceran, sehingga downtime akibat pelanggaran baku mutu bisa dikurangi sekitar 20%, karena koreksi proses dapat dilakukan sebelum nilai melewati batas regulasi.
Panduan cara menggunakan produk langkah demi langkah
Sebagai ilustrasi, bayangkan sebuah laboratorium QA/QC di pabrik minuman yang perlu memastikan air proses dan air minum siap konsumsi memenuhi spesifikasi konduktivitas dan TDS internal.
Persiapan awal
-
Tempatkan meter A150-DH di meja yang stabil dan kering, dekat dengan sumber listrik dan PC jika akan menggunakan logging.
-
Pasang arm elektroda pada base plate sesuai petunjuk, lalu pasang elektroda CON-1 dan probe suhu pada holder.
-
Hubungkan adaptor 12 V ke stop kontak dan ke meter, lalu nyalakan alat.
-
Pastikan suhu ruangan berada dalam rentang operasi 0–50 °C dan hindari sumber interferensi elektromagnetik kuat (motor besar, inverter, dsb.).
Kalibrasi konduktivitas
-
Pilih mode “Conductivity” dengan tombol Mode.
-
Tekan dan tahan tombol untuk masuk ke pengaturan, pilih cell constant sesuai elektroda (K=1 untuk CON-1).
-
Siapkan larutan standar, misalnya 1413 µS/cm dan 12,88 mS/cm.
-
Tekan tombol Cal, rendam elektroda dalam larutan standar pertama sambil mengaduk pelan untuk menghilangkan gelembung.
-
Setelah nilai stabil dan standar dikenali, tekan Enter untuk menyelesaikan titik pertama.
-
Ulangi untuk standar kedua (dan ketiga jika diperlukan).
Pengukuran air proses dan air minum
-
Bilas elektroda dengan air deionisasi, kemudian sedikit sampel agar tidak terjadi pengenceran.
-
Masukkan elektroda dan probe suhu ke dalam sampel. Pastikan volume cukup sehingga sensor terendam seluruhnya.
-
Aktifkan Auto-Read untuk mendapatkan nilai stabil otomatis.
-
Setelah nilai terkunci, catat pembacaan atau tekan MI untuk menyimpannya ke memori.
-
Ulangi untuk semua titik sampling (raw water, after filtration, after RO, produk akhir).
Pengukuran conductivity ash (untuk gula, jika lab F&B juga memproduksi minuman bergula)
-
Siapkan larutan gula sesuai metode ICUMSA (refined atau raw) dan ukur konduktivitas air pelarut terlebih dahulu.
-
Pilih mode “Refined Sugar” atau “Raw Sugar” pada meter.
-
Masukkan nilai konduktivitas air pelarut ketika diminta.
-
Ukur larutan gula, tunggu hingga Auto-Read selesai.
-
Catat hasil conductivity ash yang ditampilkan, atau simpan di memori.
Dengan rutinitas seperti ini, laboratorium mendapat data yang konsisten dan mudah ditelusuri, baik untuk keperluan internal maupun audit.
Kesimpulan dan rekomendasi
A150-DH Laboratory Conductivity/TDS/Salinity/Resistivity/Conductivity Ash Meter adalah solusi bench-top yang menggabungkan beberapa kebutuhan utama lab: pengukuran konduktivitas dan parameter turunannya dengan rentang sangat luas, fitur khusus conductivity ash untuk gula, kompensasi temperatur yang fleksibel, serta sistem manajemen data yang siap diintegrasikan ke PC.
Meter ini paling cocok untuk:
-
Laboratorium QA/QC F&B (terutama gula, minuman, dan dairy).
-
Instalasi pengolahan air dan IPAL industri yang butuh pemantauan tren konduktivitas/TDS.
-
Farmasi & biotek yang memerlukan akurasi baik di air murni maupun larutan proses.
-
Industri plating/galvanis dan kimia proses dengan larutan elektrolit konduktivitas tinggi.
-
Laboratorium pendidikan dan riset yang membutuhkan satu platform untuk berbagai jenis sampel.
Bagi organisasi yang masih memakai beberapa alat terpisah atau metode manual untuk ash, adopsi A150-DH dapat menyederhanakan workflow, menurunkan risiko human error, dan mempercepat pengambilan keputusan proses.
FAQ singkat
1. Apakah A150-DH bisa digunakan untuk air ultra-murni di farmasi?
Bisa. Dengan elektroda CON-0.1 (opsional) dan pure water coefficient, meter mampu mengukur hingga 0,01 µS/cm dengan kompensasi khusus untuk air ultra-murni. Untuk paket DH, CON-1 masih bisa menangani banyak aplikasi air murni dengan konduktivitas tidak terlalu rendah.
2. Seberapa sering meter perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi bergantung pada SOP lab, jenis sampel, dan intensitas pemakaian. Namun, fitur calibration due alarm memungkinkan Anda mengatur pengingat 1–31 hari sehingga jadwal kalibrasi lebih terkontrol.
3. Bisakah data A150-DH langsung dimasukkan ke LIMS?
Secara default, data dikirim ke PC melalui software DAS dan disimpan sebagai file Excel. Dari sana, file dapat diimpor ke LIMS. Integrasi langsung bergantung pada kemampuan LIMS dan skrip tambahan di sisi pengguna.
4. Apakah A150-DH mendukung bahasa Indonesia di menu?
Dokumen resmi tidak menyebutkan opsi bahasa Indonesia khusus pada menu; antarmuka umumnya menggunakan bahasa Inggris teknis yang cukup sederhana. Pengguna di Indonesia biasanya tidak mengalami kesulitan setelah familiar dengan ikon dan istilah dasarnya.
5. Bagaimana perawatan elektroda konduktivitas?
Setelah penggunaan, bilas dengan air deionisasi, hindari menggosok permukaan platinum black, dan simpan dalam kondisi lembap (khusus CON-10 disarankan disimpan dalam air keran). Jika ada deposit padatan, bersihkan perlahan dan lakukan kalibrasi ulang.
6. Apakah A150-DH bisa digunakan untuk on-line monitoring di proses?
Secara desain, A150-DH adalah bench-top meter laboratorium, bukan transmitter on-line. Namun, dengan interval logging dan protokol sampling yang disiplin, Anda dapat mendekati fungsi monitoring tren proses secara berkala.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran konduktivitas, TDS, salinitas, resistivitas, dan conductivity ash dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti A150-DH Laboratory Conductivity/TDS/Salinity/Conductivity Ash Meter dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, larutan proses, dan mutu gula secara konsisten. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemantauan kualitas air, kontrol proses kimia, maupun pengujian ash gula, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Conductivity Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
Referensi
- Irwan, F., & Afdal, A. (2016). Analisis hubungan konduktivitas listrik dengan Total Dissolved Solid (TDS) dan temperatur pada beberapa jenis air. Jurnal Fisika Unand, 5(1), 85–93. Retrieved from https://jfu.fmipa.unand.ac.id/index.php/jfu/article/download/192/172/0
- Lumban Toruan, P., Margareta, B., Jumarni, A., Pratiwi, S. S., & Atina. (2023). Pengaruh temperatur air terhadap konduktivitas dan Total Dissolved Solid. Kumparan Fisika, 6(1), 11–16. Retrieved from https://ejournal.unib.ac.id/index.php/kumparan_fisika/article/download/26415/12160

















