Teknisi laboratorium Indonesia mengoperasikan A150-S Laboratory Conductivity/TDS/Salinity/Conductivity Ash Meter untuk menguji konduktivitas dan TDS sampel air di meja laboratorium.

A150-S : Alat Ukur Kualitas Larutan Laboratorium

Daftar Isi

Di banyak laboratorium dan instalasi pengolahan air, persoalannya bukan sekadar “airnya jernih atau tidak”. Tim QA/QC harus menjawab pertanyaan yang jauh lebih spesifik: berapa konduktivitasnya, berapa TDS-nya, seberapa asin atau seberapa murni air itu, dan pada industri gula – berapa nilai conductivity ash yang mencerminkan kemurnian produk. Ketika angka-angka ini meleset, dampaknya bisa panjang: batch minuman yang ditolak, performa boiler turun, proses CIP menjadi tidak efisien, hingga deviasi audit yang menghabiskan waktu.

Di lapangan, masih banyak pengukuran yang dilakukan dengan alat sederhana, tanpa kompensasi suhu yang memadai atau tanpa jejak data yang rapi. Operator harus mencatat manual di buku log, mengira-ngira stabil atau tidaknya pembacaan, dan kebingungan saat auditor menanyakan histori kalibrasi. Di industri gula, misalnya, penentuan ash kadang masih mengandalkan perhitungan tidak langsung yang rawan kesalahan.

A150-S Laboratory Conductivity/TDS/Salinity/Resistivity/Conductivity Ash Meter hadir sebagai jawaban praktis atas problem ini. Meter laboratorium ini menggabungkan pengukuran konduktivitas, TDS, salinitas, resistivitas, suhu, dan conductivity ash dalam satu platform dengan kalibrasi 1–3 titik, kompensasi suhu otomatis, memori 1000 data, serta dukungan software untuk ekspor ke Excel. Bagi laboratorium yang ingin data rapi, mudah ditelusuri, dan bisa dipertanggungjawabkan, A150-S membuat proses pengujian lebih terstruktur dan jauh dari “tebak-tebakan”.

Konduktivitas, TDS, dan Conductivity Ash: Teknologi di Balik Angka

A150-S bekerja berdasarkan prinsip sederhana namun kuat: larutan yang mengandung ion akan menghantarkan listrik. Semakin banyak ion (misalnya Na⁺, Cl⁻, Ca²⁺), semakin tinggi kemampuan hantar listriknya, dan ini dibaca sebagai konduktivitas (µS/cm atau mS/cm). Elektroda konduktivitas dalam paket A150-S dihubungkan ke meter; meter memberikan tegangan kecil ke larutan dan mengukur arus yang mengalir. Dari sini, alat menghitung konduktivitas dan mengubahnya menjadi TDS, salinitas, atau resistivitas sesuai mode yang dipilih.

Keunggulan A150-S adalah fleksibilitas cell constant (K=0.1, 1, 10) dan dukungan elektroda 2-pole maupun 4-pole. Ini membuat satu meter bisa “loncat” dari air ultrapure (di bawah 10 µS/cm dengan CON-0.1) hingga larutan proses yang sangat konduktif (hingga 200 mS/cm dengan CON-10). Bagi WTP/WWTP, farmasi, dan F&B, kemampuan menjangkau rentang luas tanpa ganti meter adalah keuntungan nyata, apalagi jika rutin berpindah dari sampel air baku ke air olahan.

Bagian yang menarik bagi industri gula adalah mode conductivity ash. Alih-alih melakukan perhitungan rumit manual, A150-S menyediakan dua mode khusus: Refined Sugar dan Raw Sugar, mengikuti standar ICUMSA GS2/3-17 untuk gula rafinasi dan GS1/3/4/7/8-13 untuk gula mentah. Pengguna cukup memasukkan konduktivitas air pelarut, melakukan pengukuran larutan gula pada suhu 15–25 °C, dan meter menghitung ash (%) secara otomatis. Pendekatan ini mempersingkat waktu analisis dan mengurangi variasi antar-operator.

Dibanding metode konvensional yang mengandalkan pengukuran manual dan perhitungan Excel terpisah, pendekatan konduktivitas terintegrasi seperti A150-S memberikan konsistensi jangka panjang. Kalibrasi terdokumentasi, faktor TDS dikendalikan (0.01–1.00, default 0.50), dan kompensasi suhu sampai 100 °C menjaga kesetaraan data antar-hari dan antar-sampel.

A150-S di Laboratorium: Apa yang Membuatnya Berbeda?

Secara garis besar, A150-S adalah paket A150 yang dikombinasikan dengan elektroda konduktivitas CON-1, sensor suhu, larutan standar, holder elektroda, dan adaptor daya. Paket ini diberi kode A150/151-S oleh pabrikan. Artinya, begitu keluar dari boks, laboratorium sudah langsung siap mengkalibrasi dan mengukur tanpa perlu berburu aksesori tambahan.

Yang membuat A150-S istimewa dibanding banyak meter konduktivitas laboratorium lain adalah kombinasi beberapa hal:

  • Satu instrument, banyak parameter: Conductivity, TDS, salinity, resistivity, conductivity ash, dan suhu.

  • Rentang pengukuran luas: dari 0.01 µS/cm sampai 200.0 mS/cm dengan akurasi ±0.5% F.S.

  • Mode conductivity ash khusus gula (Refined dan Raw) yang jarang hadir di meter konduktivitas generik.

  • Memori hingga 1000 data dengan timestamp, plus ekspor via USB ke software DAS untuk dibuat file Excel.

Bagi teaching lab kampus, hal ini berarti satu meter bisa dipakai lintas praktikum: pengolahan air, analisis air minum/limbah, hingga simulasi proses industri gula. Bagi pabrik, artinya lebih sedikit peralatan yang harus dikalibrasi dan diaudit.

Desain dan Ergonomi: Meter Meja yang Serius tapi Bersahabat

Secara fisik, A150-S berbentuk meter meja (bench-top) dengan dimensi sekitar 240 × 220 × 80 mm dan berat sekitar 1,7 kg. Ukuran ini cukup kokoh untuk diletakkan permanen di meja laboratorium, tapi masih mudah dipindahkan ke meja lain jika perlu.

Di bagian atas, terdapat layar berwarna 7 inci tipe TFT LCD yang memudahkan pembacaan angka besar maupun informasi pendukung seperti status kalibrasi, suhu, dan ikon mode. Di sisi depan, baris tombol membran (membrane keypad) disusun sejajar: tombol Mode, Cal, Print, MI (memory), MR (recall), panah naik–turun, dan Enter. Layout ini membuat operator baru pun relatif cepat familiar setelah beberapa kali penggunaan.

Meter dilengkapi arm/holder elektroda yang dipasang pada base plate di sisi samping. Di manual dijelaskan cara pemasangan dan penyesuaian kekencangan arm, sehingga elektroda bisa berada di posisi stabil tanpa “turun sendiri” atau terlalu keras saat diatur. Bagi laboratorium dengan aktivitas pengukuran tinggi, detail ergonomi semacam ini mengurangi kelelahan operator dan meminimalkan risiko elektroda terbentur beaker.

Catu daya menggunakan adaptor DC 12 V, sehingga A150-S dirancang utama untuk penggunaan di meja laboratorium yang memiliki akses listrik stabil. Tidak disebutkan penggunaan baterai internal, jadi untuk aplikasi lapangan murni meter portabel tetap dibutuhkan. Namun untuk QA/QC rutin di lab, pendekatan adaptor justru menghilangkan kekhawatiran soal baterai habis saat tengah batch pengujian.

Lingkungan operasinya berada pada 0–50 °C dengan kelembapan relatif di bawah 80% non-kondensasi. Informasi IP rating tidak disebutkan pabrikan, sehingga alat ini sebaiknya diperlakukan sebagai instrumen laboratorium biasa: terhindar dari percikan berlebih, tidak diletakkan tepat di bawah kran, dan dibersihkan secara berkala.

Antarmuka dan Pengalaman Pengguna

Layar 7 inci TFT LCD pada A150-S adalah pusat kendali utama. Tampilan default memuat parameter utama (misalnya konduktivitas), suhu, status ATC/MTC, serta ikon hold bila Auto-Read aktif. Penggunaan angka besar membuat nilai mudah dibaca bahkan dari jarak sekitar satu meter, berguna ketika operator bekerja sambil mengelola beberapa gelas sampel sekaligus.

Navigasi menu dilakukan dengan kombinasi tombol Mode, panah, dan Enter. Tekan dan tahan tombol tertentu untuk masuk ke menu pengaturan umum, seperti unit suhu (°C/°F), Auto-Read, Auto-Power-Off, interval logging, dan password. Struktur menu cukup logis: parameter umum (misalnya Sample ID, cell constant, alarm limit) dikelompokkan per mode sehingga operator tidak perlu masuk terlalu dalam setiap kali mengganti jenis sampel.

Beberapa fitur “quality of life” yang langsung terasa manfaatnya:

  • Auto-Read: meter otomatis mengunci pembacaan ketika sudah stabil; cocok untuk operator yang harus mencatat manual atau memindahkan data ke LIMS.

  • Calibration Due Alarm: pengingat kalibrasi yang dapat diatur 1–31 hari, mendukung kepatuhan SOP dan audit ISO.

  • Limit Alarm: bila nilai melampaui rentang batas yang diset, meter akan memberi peringatan; berguna untuk screening cepat apakah sampel lolos spesifikasi.

  • Memori 1000 data: setiap pengukuran dapat disimpan dengan menekan tombol MI; data dapat ditinjau lewat MR.

Untuk laboratorium yang mulai mengurangi pencatatan manual, kehadiran memori internal ini merupakan transisi yang nyaman sebelum sepenuhnya beralih ke sistem data digital terintegrasi.

Fitur Kunci yang Membuat Pekerjaan QC Lebih Terkontrol

Jika dirangkum, A150-S membawa beberapa fitur yang langsung menyentuh rutinitas QA/QC dan riset sehari-hari:

  1. Rentang dan akurasi luas

    • Conductivity: 0.01 µS/cm hingga 200.0 mS/cm, akurasi ±0.5% F.S.

    • TDS: hingga 200.0 g/L, akurasi ±1% F.S.

    • Salinity: 0–80 ppt, 0–42 psu, 0–8%.

    • Resistivity: hingga 30.00 MΩ.
      Rentang ini membuat satu alat dapat menangani air minum, air limbah, air demin, larutan proses, hingga sirup gula.

  2. Kalibrasi fleksibel

    • 1–3 titik kalibrasi dengan pengenalan otomatis standar 10 µS/cm, 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12.88 mS/cm, dan 111.8 mS/cm.

    • Cell constant bisa dipilih (K=0.1, 1, 10) atau elektroda 4-pole, sehingga laboratorium dapat mengoptimalkan akurasi untuk masing-masing rentang.

  3. Kompensasi suhu canggih

    • Kompensasi linear (0.0–10.0%/°C), non-linear, dan mode pure-water untuk konduktivitas sangat rendah.

    • Reference temperature bisa diset ke 20 °C atau 25 °C, mengikuti kebiasaan standar yang digunakan di laboratorium.

  4. Mode conductivity ash terintegrasi ICUMSA

    • Dua mode: Refined Sugar dan Raw Sugar, dengan perhitungan otomatis berdasar konduktivitas larutan gula dan konduktivitas air pelarut.
      Untuk pabrik gula, ini memangkas pekerjaan manual dan menambah konsistensi antar-analis.

  5. Kontrol akses dan audit trail sederhana

    • Password 4 digit untuk mencegah kalibrasi atau pengubahan setting oleh orang yang tidak berwenang.

    • Calibration log yang merekam tanggal, titik kalibrasi, dan faktor koreksi, memudahkan saat audit atau saat menelusuri penyebab out-of-spec.

Semua fitur ini tidak sekadar “keren di brosur”, tetapi nyata membantu mengurangi variasi operator, menghemat waktu saat banyak sampel, dan memberi ketenangan saat audit kualitas.

Integrasi Data: Dari Meja Lab ke Excel dan Sistem Anda

A150-S dilengkapi antarmuka USB-B yang terhubung ke komputer atau printer. Dengan bantuan DAS Software resmi, pengguna dapat:

  • Menerima data hasil pengukuran yang tersimpan di meter.

  • Menyimpan data sebagai file Excel dengan sekali klik “Save as Excel”.

  • Mengaktifkan mode Interval Readings, di mana meter akan mengirim data otomatis ke PC atau printer pada interval 10, 30, 60 detik atau 10, 30 menit.

Bagi laboratorium yang sudah menggunakan LIMS, file Excel ini dapat dijadikan jembatan: cukup diimpor ke LIMS atau diolah terlebih dahulu sebagai batch report. Workflow ini lebih fleksibel daripada alat yang hanya menampilkan hasil di layar tanpa ekspor data, sekaligus tidak serumit sistem yang menuntut integrasi khusus.

Spesifikasi Teknis Utama A150-S

Berikut ringkasan spesifikasi teknis relevan untuk A150-S (model dasar A150):

Parameter Spesifikasi Utama A150-S (A150)
Parameter ukur Conductivity, TDS, salinity, resistivity, conductivity ash, suhu
Rentang conductivity 0.01 µS/cm – 200.0 mS/cm
Resolusi conductivity 0.001 / 0.01 / 0.1 / 1
Akurasi conductivity ±0.5% F.S.
Rentang TDS 0.00 – 200.0 g/L
Akurasi TDS ±1% F.S.
TDS factor 0.01 – 1.00 (default 0.50)
Rentang salinity 0.00–80.00 ppt; 0.00–42.00 psu; 0.00–8.00%
Rentang resistivity 0.00–30.00 MΩ
Conductivity ash 0–100%, mode Refined Sugar & Raw Sugar (ICUMSA)
Kompensasi suhu 0–100 °C, ATC atau MTC
Koefisien suhu Linear 0.0–10.0%/°C, non-linear, pure water
Reference temperature 20 °C atau 25 °C
Cell constant K=0.1, 1, 10; dukung elektroda 4-pole
Kalibrasi conductivity 1–3 titik, standar 10 µS/cm–111.8 mS/cm
Memori internal 1000 data
Interface komunikasi USB-B ke PC/printer
Layar 7 inci TFT LCD
Catu daya Adaptor DC 12 V
Dimensi 240 × 220 × 80 mm
Berat Sekitar 1.7 kg
Lingkungan operasi 0–50 °C, RH < 80% non-kondensasi

Bagi pemula, cara sederhana melihat angka-angka di atas adalah sebagai berikut: konduktivitas bisa dianalogikan seperti “kepadatan jalur tol” bagi ion di dalam air. Jika air sangat murni, jalurnya sepi (konduktivitas sangat rendah). Jika air sarat mineral atau garam, jalurnya padat. A150-S sanggup memantau kondisi dari “tol sepi” air ultrapure sampai “tol macet total” larutan proses konsentrat.

Panduan Memilih Elektroda dan Rentang Konduktivitas

Pabrikan menyediakan beberapa elektroda konduktivitas dengan cell constant berbeda.

Kode Elektroda Rentang Efektif Cocok untuk Aplikasi
CON-0.1 0.5 – 100 µS/cm Air ultrapure, air demin, farmasi, elektronik, boiler feed
CON-1 10 µS/cm – 20 mS/cm Air minum, WTP/WWTP, F&B, proses kimia umum
CON-10 100 µS/cm – 200 mS/cm Larutan proses konsentrat, sirup gula, larutan garam tinggi
Elektroda 4-pole ±100 µS/cm – 200 mS/cm Rentang luas, sampel dengan konduktivitas tinggi

Beberapa aksesori tambahan yang lazim dipilih lab:

  • Larutan standar konduktivitas: 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12.88 mS/cm, 111.8 mS/cm.

  • Temperature probe TP-10K untuk ATC.

  • Kabel USB-2303B dan software DAS untuk integrasi data dengan PC.

Faktor yang memengaruhi hasil pengukuran dan sering luput diperhatikan:

  • Pemilihan elektroda yang tidak sesuai rentang sampel (misalnya memakai CON-10 untuk air ultrapure).

  • Suhu sampel yang jauh dari suhu referensi tanpa kompensasi yang tepat.

  • Adanya gelembung udara yang menempel di sensor.

  • Kontaminasi atau kerak di dalam sel elektroda yang belum dibersihkan.

Mengatasi empat hal ini biasanya langsung meningkatkan stabilitas dan repeatability data, bahkan sebelum bicara soal penggantian alat.

Contoh Implementasi A150-S

Studi Kasus 1 – Pabrik Gula Mengurangi Variasi Nilai Ash

Sebuah pabrik gula rafinasi di Jawa menghadapi masalah variasi nilai ash antar batch. Secara sensorik produk terlihat baik, tetapi hasil analisis ash sering berbeda antara shift pagi dan malam. Auditor menyoroti kurangnya bukti kalibrasi dan perhitungan ash yang masih mengandalkan Excel manual.

Pabrik kemudian mengadopsi A150-S di laboratorium QA. Mereka menggunakan mode Refined Sugar, melakukan kalibrasi 3 titik untuk konduktivitas, dan memasang jadwal calibration due setiap 7 hari. Nilai konduktivitas air pelarut dicatat sekali di awal dan dimasukkan ke meter setiap kali sesi pengukuran conductivity ash dimulai.

Dalam beberapa minggu, variasi ash antar shift menurun signifikan karena:

  • Prosedur pengukuran distandarkan di satu alat dengan mode khusus.

  • Operator tidak lagi menghitung manual; semua menggunakan rumus bawaan ICUMSA di meter.

  • Data tersimpan di memori dan diekspor ke Excel sebagai bukti audit.

Akibatnya, diskusi dengan auditor menjadi jauh lebih tenang: pabrik bisa menampilkan log kalibrasi, log pengukuran, dan set analisis data yang jelas.

Studi Kasus 2 – WTP Kampus Menata Ulang Monitoring Kualitas Air

Sebuah universitas dengan teaching lab lingkungan mengelola instalasi pengolahan air minum skala kampus. Sebelumnya, pengukuran konduktivitas dan TDS hanya dilakukan dengan meter genggam sederhana tanpa penyimpanan data. Ketika ingin mengkorelasikan performa WTP dengan kualitas air keluaran, data yang tersedia sangat terbatas.

Mereka memasang A150-S di laboratorium sentral. Setiap hari, sampel diambil dari beberapa titik (raw water, setelah koagulasi, sebelum dan sesudah filter, air produk). Operator membuat Sample ID di meter, lalu menyimpan hasil tiap titik. Seminggu sekali, data diekspor ke Excel dan dijadikan bahan diskusi mahasiswa.

Hasilnya:

  • Mahasiswa bisa melihat tren nyata penurunan TDS dan konduktivitas sepanjang proses pengolahan.

  • Tim teknis kampus bisa memantau bila tiba-tiba konduktivitas air produk naik, sebagai indikasi perubahan kualitas air baku atau masalah di unit pengolahan.

  • Data yang rapi mempermudah penyesuaian dosis koagulan dan backwash filter.

A150-S di sini berperan sebagai “anchor” data laboratorium yang menghubungkan kebutuhan akademik dan operasional.

Langkah Praktis Menggunakan A150-S untuk QC Air dan Gula

Berikut contoh alur penggunaan yang menyambung dengan masalah di pendahuluan: kombinasi WTP (air minum) dan industri gula.

A. Uji Konduktivitas/TDS Air di WTP

  1. Siapkan meter

    • Nyalakan A150-S dan pastikan sudah dikalibrasi minimal satu titik dengan standar yang mendekati sampel (misalnya 1413 µS/cm untuk air minum).

    • Pastikan temperature probe terpasang untuk ATC.

  2. Pilih mode

    • Tekan Mode, pilih Conductivity atau TDS sesuai kebutuhan pemantauan.

  3. Siapkan elektroda

    • Gunakan CON-1 untuk rentang air minum dan air proses umum.

    • Bilas elektroda dengan air suling, lalu sedikit sampel.

  4. Lakukan pengukuran

    • Masukkan elektroda ke dalam beaker berisi sampel dari titik proses (misalnya outlet filter).

    • Aduk perlahan untuk menghindari gelembung.

    • Aktifkan Auto-Read bila ingin meter mengunci saat stabil; catat atau simpan datanya dengan tombol MI.

  5. Ulangi untuk titik lain

    • Dari raw water, koagulasi, filtrasi, hingga air produk.

    • Manfaatkan Sample ID untuk menandai titik sampling.

  6. Ekspor data

    • Secara berkala, sambungkan ke PC, terima data via DAS, dan simpan ke Excel untuk analisis tren.

B. Uji Conductivity Ash di Pabrik Gula

  1. Siapkan larutan gula

    • Siapkan larutan gula sesuai metode ICUMSA (konsentrasi dan prosedur sesuai SOP internal).

    • Ukur terlebih dahulu konduktivitas air pelarut dengan A150-S.

  2. Pilih mode conductivity ash

    • Tekan Mode, pilih Refined Sugar (untuk gula rafinasi) atau Raw Sugar (untuk raw sugar).

  3. Masukkan konduktivitas air pelarut

    • Saat diminta, masukkan nilai konduktivitas air pelarut (0.0–100.0 µS/cm).

  4. Ukur larutan gula

    • Bilas elektroda, lalu masukkan ke dalam larutan gula.

    • Biarkan suhu stabil di kisaran 15–25 °C (jika perlu gunakan water bath).

    • Tunggu hingga pembacaan stabil, simpan datanya.

  5. Interpretasi hasil

    • Meter akan menampilkan nilai conductivity ash (%) tanpa perhitungan manual tambahan.

    • Gunakan limit alarm untuk menandai bila ash melebihi spesifikasi.

Dengan alur seperti ini, baik operator WTP maupun analis gula memiliki langkah kerja yang jelas, dan data yang dihasilkan siap dipakai untuk keputusan harian maupun laporan resmi.

Kesimpulan dan Rekomendasi

A150-S bukan sekadar “alat ukur konduktivitas” biasa. Dengan kemampuan mengukur konduktivitas, TDS, salinitas, resistivitas, suhu, dan conductivity ash dalam satu perangkat, meter ini menjawab kebutuhan berbagai sektor: pengolahan air, industri gula, F&B, farmasi, hingga teaching lab. Rentang pengukuran yang luas, dukungan beberapa jenis elektroda, serta kompensasi suhu yang fleksibel menjadikannya cocok untuk laboratorium yang menangani sampel dari air ultrapure sampai larutan proses konsentrat.

Bagi organisasi yang menginginkan data yang mudah diaudit, fitur seperti calibration log, memori 1000 data, limit alarm, dan ekspor ke Excel sangat membantu menata ulang workflow dokumentasi. Di sisi lain, desain bench-top dengan layar 7 inci dan navigasi menu yang sederhana membuat alat ini nyaman digunakan sehari-hari oleh operator dengan berbagai tingkat pengalaman.

Secara praktis, A150-S paling menguntungkan untuk:

  • Laboratorium QC pabrik gula (refined maupun raw).

  • WTP/WWTP yang membutuhkan dokumentasi konduktivitas dan TDS yang tertata.

  • F&B, farmasi, dan kimia proses yang mau menggabungkan beberapa parameter listrik larutan pada satu meter.

  • Kampus dengan teaching lab yang ingin instrumen serbaguna dan mudah diajarkan.

Jika kebutuhan Anda melibatkan pH atau DO secara intensif, Anda bisa melengkapinya dengan meter seri A lain (misalnya A120 atau A180). Namun untuk urusan konduktivitas, TDS, salinitas, resistivitas, dan ash gula, A150-S sudah menjadi pusat pengujian yang lengkap.

FAQ Singkat

  1. Apakah A150-S bisa digunakan untuk air ultrapure di farmasi?

    • Bisa, dengan elektroda CON-0.1 dan pengaturan pure water coefficient yang diaktifkan untuk konduktivitas di bawah 5 µS/cm.

  2. Seberapa sering alat ini perlu dikalibrasi?

    • Tergantung SOP lab, tetapi A150-S menyediakan fitur calibration due alarm yang bisa diatur 1–31 hari. Banyak lab memilih interval mingguan atau dua mingguan.

  3. Apakah meter ini bisa dipakai langsung di lapangan?

    • Secara desain, A150-S adalah meter bench-top dengan adaptor listrik. Untuk lapangan tanpa meja/stop kontak, meter portabel akan lebih cocok, sedangkan A150-S ideal ditempatkan di lab sebagai referensi utama.

  4. Bagaimana jika rentang sampel saya sangat beragam?

    • Manfaatkan beberapa elektroda (CON-0.1, CON-1, CON-10) dan atur cell constant yang sesuai. Gunakan CON-0.1 untuk air sangat murni, CON-1 untuk air minum–limbah, dan CON-10 untuk larutan pekat atau sirup.

  5. Apakah data bisa langsung masuk ke LIMS?

    • A150-S mengirim data ke DAS Software lalu ke Excel. Dari Excel, data dapat diimpor ke LIMS sesuai sistem yang Anda gunakan. Integrasi langsung tergantung LIMS masing-masing, namun format Excel umumnya cukup fleksibel.

  6. Apa perawatan utama elektroda konduktivitas?

    • Bilas dengan air suling setelah pemakaian, hindari menyentuh platinum black coating, dan untuk CON-10 simpan elektroda dalam kondisi lembap/tetap basah sesuai petunjuk pabrikan.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran konduktivitas, TDS, salinitas, resistivitas, dan conductivity ash dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti A150-S Laboratory Conductivity/TDS/Salinity/Conductivity Ash Meter dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air dan produk berbasis gula, memastikan kontrol yang konsisten, dan memenuhi standar tertinggi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemantauan kualitas larutan di utilitas maupun proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Conductivity Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.