Analis laboratorium Indonesia sedang mengukur konduktivitas sampel air menggunakan A151-DH Laboratory Conductivity/TDS/Salinity/Resistivity Meter di meja laboratorium pengolahan air.

A151-DH: Meter Konduktivitas Laboratorium Untuk Kontrol Kualitas Air Proses Dan Laboratorium

Daftar Isi

Di banyak fasilitas pengolahan air, laboratorium kampus, hingga pabrik minuman, konduktivitas dan TDS air sering kali baru diperiksa ketika sudah muncul masalah: kerak di boiler, korosi di pipa stainless, batch produk ditolak karena melewati batas spesifikasi, atau hasil riset yang sulit direproduksi. Di WTP/WWTP, sedikit perubahan konduktivitas bisa menjadi indikasi adanya intrusi air laut, kebocoran kimia, atau gangguan proses flokulasi. Di sisi lain, di farmasi dan biotek, resistivitas air murni menjadi salah satu indikator paling awal untuk memastikan sistem pemurnian air masih bekerja dengan baik.

Masalahnya, pengukuran parameter-parameter ini sering dilakukan dengan alat portabel sederhana, tanpa log data, tanpa kompensasi suhu yang tepat, dan kalibrasi yang tidak terdokumentasi. Hasilnya: data sulit dipertanggungjawabkan saat audit, tren kualitas air tidak bisa dianalisis, serta teknisi QC harus berkali-kali mengulang pengukuran karena hasilnya tidak konsisten. Untuk teaching lab di kampus, situasinya mirip: mahasiswa membutuhkan alat yang cukup presisi dan stabil, tetapi juga mudah dipahami dan dioperasikan.

A151-DH Laboratory Conductivity/TDS/Salinity/Resistivity Meter hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut. Ia dirancang sebagai meter benchtop laboratorium multi-parameter yang fokus pada kualitas data: kalibrasi bertahap, kompensasi suhu, pemilihan konstanta sel, memori 1000 data, dan integrasi USB ke PC. Bukan sekadar angka di layar, tetapi sebuah sistem yang mendukung rutinitas QA/QC sehari-hari maupun penelitian di berbagai sektor pengelolaan air dan proses industri.

Prinsip Pengukuran Konduktivitas Modern di A151-DH

Secara sederhana, konduktivitas adalah kemampuan larutan untuk menghantarkan arus listrik. Semakin banyak ion terlarut (seperti Na⁺, Cl⁻, Ca²⁺), semakin tinggi kemampuan hantar listriknya. A151-DH bekerja dengan mengalirkan arus AC dengan frekuensi terkontrol melalui elektroda konduktivitas. Elektroda ini memiliki konstanta sel (K) yang merepresentasikan geometri sensor; kombinasi arus, tegangan, dan konstanta sel inilah yang kemudian dihitung menjadi nilai konduktivitas dalam µS/cm atau mS/cm.

Keunggulan A151-DH adalah kemampuannya menggunakan tiga konstanta sel: K=0,1; 1; dan 10, baik untuk elektroda dua kutub maupun empat kutub. Pengguna dapat mengkalibrasi 1–3 titik menggunakan larutan standar 10 µS/cm, 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm, dan 111,8 mS/cm. Rentang pengukuran resmi meter ini mencapai 0,01 µS/cm hingga 200,0 mS/cm dengan akurasi ±0,5% dari full scale.

Dari konduktivitas inilah A151-DH menghitung TDS (Total Dissolved Solids) menggunakan faktor konversi yang dapat diatur antara 0,01 hingga 1,00 (default 0,50). Modul salinitasnya mampu menampilkan satuan ppt, psu, dan persen, sementara resistivitas dihitung sebagai kebalikan dari konduktivitas dan dinyatakan hingga 30,00 MΩ.

Dalam jangka panjang, pendekatan ini jauh lebih praktis dan ekonomis dibanding metode gravimetri yang memerlukan penguapan dan penimbangan residu padat, atau uji kimia manual yang menghabiskan banyak reagen. Konduktivitas memberikan indikator cepat untuk perubahan kualitas air, sangat berguna untuk:

  • Pemantauan online harian WTP/WWTP.

  • Deteksi dini intrusi ionik di CIP farmasi dan F&B.

  • Validasi air deionisasi dan reverse osmosis di laboratorium riset.

Dengan linear, non-linear, serta pure-water temperature compensation di rentang 0–100°C, A151-DH menjaga agar pembacaan antara sampel dingin dan hangat tetap dapat dibandingkan pada suhu referensi 20°C atau 25°C.

A151-DH sebagai Pusat Kontrol Konduktivitas di Laboratorium

A151-DH adalah varian paket dari seri A151 yang dikirim lengkap dengan elektroda CON-1 (umum) dan CON-10 (konduktivitas tinggi), probe suhu, larutan standar, electrode holder, dan adaptor daya. Artinya, sejak keluar dari dus, laboratorium sudah bisa mengukur air proses dari skala µS/cm hingga ratusan mS/cm tanpa harus membeli elektroda tambahan.

Yang membuat A151-DH menarik dibanding banyak meter sekelas adalah kombinasi beberapa hal:

  • Multi-parameter dalam satu basis: konduktivitas, TDS, salinitas, resistivitas, dan suhu, tanpa modul tambahan.

  • Memori internal hingga 1000 set data, yang bisa ditransfer ke komputer melalui USB-B dan diolah dengan DAS software menjadi file Excel.

  • Pengaturan yang sangat fleksibel: TDS factor, reference temperature, mode salinitas, alarm batas ukur, dan reminder kalibrasi 1–31 hari.

  • Desain benchtop yang stabil untuk kerja intensif, sangat cocok bagi lab QC industri, teaching lab, maupun fasilitas WTP yang memiliki ruang kontrol.

Berbeda dengan meter portabel yang lebih cocok untuk spot check, A151-DH lebih pas diletakkan di meja laboratorium sebagai “stasiun referensi” tempat sampel-sampel penting diuji ulang dengan akurasi dan dokumentasi yang lebih kuat.

Desain dan Ergonomi

Secara fisik, A151-DH menggunakan bodi benchtop dengan dimensi sekitar 240 × 220 × 80 mm dan berat 1,7 kg. Ukuran ini membuatnya cukup kokoh di meja tanpa mudah tersenggol ketika elektroda dan kabel terpasang.

Di sisi kanan terdapat sederet konektor: BNC untuk pH/ISE (tidak digunakan pada A151, tetapi sama housing), DIN 6-pin untuk elektroda konduktivitas dua dan empat kutub, jack 3,5 mm untuk probe suhu, serta port USB-B ke komputer dan soket adaptor 12 V DC. Susunan ini digambarkan jelas pada skema “Meter Overview” di manual, sehingga teknisi baru bisa belajar orientasi panel dengan cepat.

Panel atas menampilkan layar TFT LCD 7 inci di bagian tengah, dengan keypad membran di bagian depan. Tombol dibuat cukup besar dan datar, memudahkan pembersihan setelah kontak dengan cipratan sampel atau reagen. Electrode arm dengan base plate terpasang di sisi kiri/kanan, dapat diatur ketinggiannya dan diputar untuk mengakomodasi beaker kecil hingga Erlenmeyer.

A151-DH ditenagai adaptor 12 V DC; tidak menggunakan baterai internal. Dari sisi operasional, ini berarti alat sangat cocok untuk laboratorium stasioner dengan suplai listrik stabil, sementara untuk sampling lapangan bisa dipasangkan pada meja di ruang kontrol atau ruang sample receiving.

Lingkungan operasi yang direkomendasikan adalah suhu 0–50°C dengan kelembapan relatif di bawah 80% tanpa kondensasi. Informasi rating IP tidak disebutkan secara spesifik pada dokumen resmi, sehingga A151-DH sebaiknya diperlakukan sebagai instrumen laboratorium indoor, bukan alat tahan cipratan berat di area terbuka atau lingkungan yang sangat lembap.

Antarmuka dan Pengalaman Pengguna

Layar TFT 7 inci adalah salah satu bagian yang paling terasa “modern” pada A151-DH dibanding meter konduktivitas klasik dengan display segment. Di layar ini pengguna dapat melihat:

  • Nilai utama (konduktivitas/TDS/salinitas/resistivitas/suhu) dengan font besar.

  • Ikon status seperti ATC/MTC, mode Auto-Read, indikator memori, dan batas alarm.

  • Menu pengaturan yang cukup intuitif: pemilihan cell constant, TDS factor, sampai pengaturan password.

Navigasi dilakukan melalui keypad membran: tombol Mode untuk berpindah parameter, Cal untuk kalibrasi, MI/MR untuk menyimpan dan memanggil data, panah atas/bawah untuk mengubah nilai, serta Enter untuk konfirmasi. Struktur menu dijelaskan langkah demi langkah di manual, misalnya untuk mengatur tanggal, jam, interval logging, atau password empat digit.

Fitur Auto-Read membantu teknisi pemula: ketika diaktifkan, meter akan otomatis mendeteksi kapan pembacaan sudah stabil dan mengunci nilai (ikon Hold muncul), sehingga pengguna tidak perlu menebak kapan angka sudah “tenang”. Untuk monitoring kontinu, Auto-Read bisa dimatikan sehingga angka terus diperbarui.

Memori internal 1000 set data memudahkan pelacakan tren, misalnya konduktivitas air umpan boiler harian atau TDS air limbah sebelum dan sesudah unit treatment. Dengan kombinasi interval readings 10–60 detik atau 10–30 menit, A151-DH juga bisa dipakai untuk pencatatan semi-otomatis tanpa harus menekan tombol MI setiap kali.

Fitur Kunci yang Meningkatkan Produktivitas QC

Beberapa fitur A151-DH terasa sangat relevan untuk lab QA/QC dan pengolahan air, di antaranya:

  1. Kalibrasi 1–3 titik dengan auto-recognition
    Meter mengenali standar konduktivitas 10 µS/cm hingga 111,8 mS/cm secara otomatis. Pengguna cukup memasukkan elektroda ke larutan standar yang sesuai, menunggu stabil, lalu menekan Enter. Pendekatan multipoint ini membantu menjaga linearitas pada rentang luas dan meminimalkan bias di titik tengah.

  2. Pilihan cell constant dan pure-water coefficient
    A151-DH memungkinkan pemilihan K=0,1; 1; atau 10 serta mode pure-water coefficient untuk konduktivitas sangat rendah (<5 µS/cm). Ini penting untuk laboratorium farmasi atau elektronik yang memonitor air ultrapure, di mana sedikit perubahan saja sudah signifikan.

  3. Kompensasi suhu yang fleksibel
    Pengguna dapat memilih linear (0,0–10,0%/°C), non-linear (untuk air alami), atau mode khusus ultra-pure. Praktiknya, ini berarti A151-DH bisa dipakai baik di WTP/WWTP dengan fluktuasi suhu harian, maupun di ruang produksi ber-AC dengan suhu lebih stabil.

  4. Alarm batas dan pengingat kalibrasi
    Fitur alarm membantu teknisi mendeteksi jika hasil melewati batas spesifikasi (misalnya TDS air minum > 500 mg/L). Reminder kalibrasi 1–31 hari membantu disiplin perawatan alat, sehingga data tetap dapat diandalkan saat audit.

  5. Password protection
    Pengaturan penting dan kalibrasi bisa dikunci dengan password empat digit. Ini mengurangi risiko parameter diubah sembarangan oleh operator yang kurang berpengalaman.

Secara keseluruhan, fitur-fitur ini berkontribusi langsung pada penghematan waktu sampling, konsistensi data, dan kemudahan pelacakan saat investigasi deviasi.

Integrasi Data ke PC dan Sistem Laboratorium

A151-DH dilengkapi port USB-B yang bisa dihubungkan ke komputer menggunakan kabel khusus USB-2303B. Dengan DAS software resmi dari Bante, data yang tersimpan di memori meter dapat “diambil” ke komputer, lalu diekspor menjadi file Excel dengan satu klik.

Bagi laboratorium yang belum memiliki LIMS penuh, format Excel ini sudah sangat membantu:

  • Pembuatan grafik tren konduktivitas harian.

  • Rekap data bulanan untuk laporan manajemen atau regulator.

  • Pelacakan kembali data historis saat terjadi keluhan atau penyimpangan produk.

Untuk fasilitas yang sudah menggunakan LIMS, file Excel dapat dijadikan sumber input manual; skrip sederhana bisa ditulis untuk mengimpor data secara rutin. Dalam jangka panjang, keberadaan rekam jejak digital membuat proses audit dan investigasi menjadi jauh lebih mudah.

Spesifikasi Teknis A151-DH

Parameter Spesifikasi utama A151-DH
Parameter ukur Konduktivitas, TDS, salinitas, resistivitas, suhu
Rentang konduktivitas 0,01 µS/cm – 200,0 mS/cm
Resolusi konduktivitas 0,001 / 0,01 / 0,1 / 1 µS/cm atau mS/cm
Akurasi konduktivitas ±0,5% dari full scale
Kalibrasi konduktivitas 1–3 titik, auto-recognition standar 10 µS/cm, 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm, 111,8 mS/cm
TDS range 0,00 – 200,0 g/L
TDS resolution 0,01 / 0,1 / 1
TDS accuracy ±1% F.S.
TDS factor 0,01 – 1,00 (default 0,50)
Salinity range 0,00 – 80,00 ppt; 0,00 – 42,00 psu; 0,00 – 8,00%
Salinity resolution 0,01
Salinity accuracy ±1% F.S.
Resistivity range 0,00 – 30,00 MΩ
Resistivity resolution 0,01 / 0,1
Akurasi resistivitas ±1% F.S.
Rentang suhu 0 – 105°C
Resolusi suhu 0,1°C
Akurasi suhu ±0,5°C
Kompensasi suhu Manual/otomatis 0–100°C, linear/non-linear/pure water; referensi 20°C atau 25°C
Cell constant 2-pole K=0,1; K=1; K=10; elektroda 4-pole
Memori 1000 set data
Interface USB-B ke PC/printer
Display Layar TFT LCD 7 inci
Catu daya Adaptor DC 12 V/2 A
Dimensi 240 × 220 × 80 mm
Berat 1,7 kg
Paket A151-DH Meter, elektroda CON-1 dan CON-10, probe suhu, larutan standar konduktivitas, electrode holder, adaptor daya

Bagi pengguna baru, angka-angka ini bisa dipahami dengan analogi sederhana: rentang 0,01 µS/cm setara dengan air ultrapure, sementara 200 mS/cm mendekati larutan garam pekat. Dengan satu instrumen, A151-DH mampu “melihat” dari air deionisasi farmasi hingga air limbah industri yang sangat konduktif.

Memilih Elektroda dan Aksesori Tambahan

Meskipun paket A151-DH sudah memasukkan elektroda CON-1 dan CON-10, ada kalanya laboratorium membutuhkan fleksibilitas lebih, terutama untuk air ultrapure.

Tabel pemilihan elektroda konduktivitas

Kode elektroda Rentang efektif Aplikasi umum
CON-0.1 0,5 – 100 µS/cm Air ultrapure, air deionisasi farmasi, kondensat boiler yang sangat bersih
CON-1 10 µS/cm – 20 mS/cm Air minum, air proses umum, air limbah terolah, hidroponik
CON-10 100 µS/cm – 200 mS/cm Air laut, brine, larutan kimia proses, bak pickling atau plating

Rentang di atas diambil dari tabel pemilihan elektroda pada manual A150/151.

Aksesori yang relevan

  • Standar konduktivitas botolan (84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm, 111,8 mS/cm).

  • Kabel USB-2303B untuk transfer data ke komputer.

  • Larutan pencuci elektroda jika sering berhadapan dengan sampel yang mengandung minyak atau solid tinggi.

  • Beaker plastik atau kaca dengan volume 100–250 mL untuk konsistensi kedalaman elektroda.

Faktor yang memengaruhi hasil

Beberapa hal penting untuk menjaga keandalan pengukuran:

  • Gelembung udara di sekitar sensor konduktivitas.

  • Suhu sampel yang sangat berbeda dari suhu ruang.

  • Kontaminasi elektroda oleh kerak, minyak, atau biofilm.

  • Tidak menunggu cukup lama hingga pembacaan stabil, terutama pada sampel dengan viskositas tinggi.

Dengan prosedur perawatan sederhana—membilas dengan air demin, merendam sebentar di air keran bersih untuk CON-10, dan kalibrasi rutin—elektroda dapat bertahan relatif lama.

Studi Kasus Product A151-DH

1. WTP air minum: menurunkan downtime dan keluhan kualitas

Bayangkan sebuah instalasi pengolahan air minum yang sebelumnya hanya menggunakan alat portabel untuk memantau konduktivitas dan TDS di beberapa titik proses: outlet RO, air produk, dan blowdown filter. Data dicatat manual di buku log, sering kali dengan angka yang tidak konsisten antar shift.

Setelah mengadopsi A151-DH sebagai “station” di laboratorium WTP, seluruh sampel rutin dibawa ke lab dan diukur pada alat yang sama, dengan kalibrasi yang terdokumentasi dan kompensasi suhu seragam. Data disimpan ke memori, kemudian tiap minggu diekspor ke Excel dan divisualisasikan dalam bentuk grafik tren.

Dalam beberapa bulan, operator menyadari pola: ketika konduktivitas produk mulai naik pelan-pelan, beberapa hari kemudian alarm di RO sering berbunyi dan perlu CIP. Dengan pola ini, mereka mengubah strategi pemeliharaan menjadi lebih prediktif. Hasilnya, frekuensi downtime mendadak berkurang (misalnya sekitar 15–20%), dan keluhan terkait rasa air yang “agak asin” dari pelanggan menurun karena tindakan korektif dilakukan lebih awal.

2. Pabrik minuman: menjaga konsistensi air proses dan CIP

Di pabrik minuman, air tidak hanya digunakan sebagai bahan baku, tetapi juga sebagai media pencuci botol, CIP tangki, hingga pendingin. Sebelumnya, QC hanya memantau TDS air baku dan air produk akhir. Setelah audit eksternal menyoroti minimnya data pendukung, pabrik memutuskan menggunakan A151-DH di laboratorium QC.

Kini, selain air baku dan produk, tim juga memonitor:

  • Konduktivitas air bilasan CIP terakhir (untuk memastikan sisa deterjen sudah hilang).

  • Salinitas air baku musiman yang terpengaruh intrusi air payau.

  • Resistivitas air RO yang digunakan untuk produk premium.

Dengan alarm batas konduktivitas yang diatur di meter, teknisi dapat segera mengetahui bila air bilasan CIP masih terlalu tinggi kadar ionnya. Hal ini membantu mencegah kontaminasi rasa dan meminimalkan risiko deposit kimia di jalur produk. Data historis juga membantu bagian produksi menyusun argumen teknis saat menyusun laporan ketidaksesuaian atau pengembangan produk baru.

Langkah Demi Langkah Menggunakan A151-DH di Pengolahan Air

Sebagai ilustrasi, berikut langkah penggunaan A151-DH untuk memantau kualitas air di WTP sebelum didistribusikan ke jaringan:

  1. Siapkan sampel
    Ambil sampel air pada titik yang ingin dimonitor (mis. outlet RO atau reservoir akhir) menggunakan botol bersih. Usahakan meminimalkan gelembung udara.

  2. Hidupkan meter dan pastikan sudah terkalibrasi
    Nyalakan A151-DH, periksa tanggal kalibrasi terakhir pada menu calibration log. Jika sudah melewati interval yang disepakati, lakukan kalibrasi 1–3 titik dengan standar yang sesuai.

  3. Pilih mode pengukuran
    Tekan Mode, pilih Conductivity atau TDS tergantung parameter yang dipantau di SOP WTP.

  4. Siapkan elektroda
    Bilas elektroda dengan air demin, lalu sedikit sampel. Pastikan tidak ada kerak atau kotoran di slot elektroda. Untuk CON-10, pastikan sensor tetap basah sebelum penggunaan.

  5. Lakukan pengukuran
    Masukkan elektroda dan probe suhu ke dalam sampel. Aduk perlahan dengan menggerakkan elektroda naik turun atau menggunakan stirrer magnetik pelan. Tunggu ikon Hold muncul (jika Auto-Read aktif) atau hingga angka tampak stabil.

  6. Simpan dan labeli data
    Tekan MI untuk menyimpan pembacaan. Catat Sample ID pada menu (mis. “RO_OUT_01”) sehingga nantinya data mudah ditelusuri.

  7. Ulangi untuk titik lain
    Bilas elektroda setiap kali berganti sampel. Lanjutkan ke titik proses lain (air baku, intermediate, air produk) dengan prosedur yang sama.

  8. Unduh data secara berkala
    Mingguan atau bulanan, hubungkan meter ke PC dan gunakan DAS software untuk mengambil data dan menyimpannya sebagai file Excel. Gunakan file ini untuk analisis tren, misalnya sebelum rapat tinjauan mutu.

Dengan siklus seperti ini, A151-DH bukan sekadar alat ukur sesaat, tetapi bagian dari sistem pemantauan kualitas air yang berkelanjutan.

Kesimpulan dan Rekomendasi

A151-DH Laboratory Conductivity/TDS/Salinity/Resistivity Meter memposisikan dirinya sebagai meter benchtop serbaguna bagi berbagai sektor yang bergantung pada kualitas air: WTP/WWTP, farmasi, biotek, F&B, laboratorium kampus, hingga industri kimia dan plating. Keunggulannya terletak pada rentang ukur yang luas, fleksibilitas elektroda, kompensasi suhu beragam, memori besar, serta integrasi USB yang memudahkan dokumentasi.

Untuk organisasi yang:

  • Membutuhkan data konduktivitas/TDS yang dapat dipertanggungjawabkan saat audit.

  • Ingin melihat tren kualitas air dari waktu ke waktu, bukan hanya angka sesaat.

  • Mengelola air ultrapure hingga air proses yang sangat konduktif dalam satu fasilitas.

A151-DH adalah pilihan yang rasional dan berkelanjutan. Jika kebutuhan Anda juga mencakup pengukuran pH atau DO dalam satu unit, Bante memiliki model lain (misalnya seri multi-parameter), tetapi jika fokus utama adalah konduktivitas/TDS/salinitas/resistivitas dengan kualitas data yang baik, A151-DH sudah sangat memadai sebagai “workhorse” di laboratorium.

FAQ Singkat

  1. Apakah A151-DH bisa digunakan di area produksi, bukan hanya laboratorium?
    Secara desain, A151-DH ditujukan sebagai meter benchtop dengan adaptor listrik, sehingga paling ideal ditempatkan di laboratorium atau ruang kontrol dengan lingkungan kering dan stabil. Untuk area produksi yang lebih keras, biasanya dipasangkan dengan sistem sampling yang membawa air ke lab.

  2. Seberapa sering A151-DH perlu dikalibrasi?
    Interval kalibrasi sangat bergantung pada frekuensi pemakaian dan persyaratan regulasi. Praktik umum adalah harian untuk laboratorium kritis (farmasi, F&B), atau mingguan untuk pengolahan air. Fitur calibration due alarm (1–31 hari) bisa diatur sesuai SOP internal.

  3. Apakah alat ini cocok untuk air ultrapure di sistem farmasi?
    Ya, dengan elektroda CON-0.1 (opsional) dan pure-water coefficient yang diaktifkan, A151-DH dapat menangani konduktivitas sangat rendah yang umum pada sistem DI/RO di industri farmasi dan biotek.

  4. Bisakah A151-DH langsung terhubung ke LIMS?
    Secara langsung tidak, karena interface yang tersedia adalah USB-B dan ekspor ke Excel melalui software DAS. Namun file Excel ini dapat diimpor ke LIMS menggunakan modul atau skrip tambahan di sisi sistem informasi.

  5. Apakah A151-DH juga mengukur pH atau DO?
    Tidak. A151-DH khusus untuk konduktivitas, TDS, salinitas, resistivitas, dan suhu. Untuk pH atau DO, Bante menyediakan model lain dalam seri yang sama.

  6. Berapa lama umur pakai elektroda konduktivitas?
    Umur elektroda sangat tergantung pada jenis sampel dan perawatan. Dengan pembilasan setelah pemakaian, penyimpanan yang benar, dan menghindari kerusakan mekanis, elektroda bisa bertahan dari satu hingga beberapa tahun.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan konduktivitas, TDS, salinitas, dan resistivitas dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti A151-DH Laboratory Conductivity/TDS/Salinity/Resistivity Meter dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan kontrol kualitas air, memastikan konsistensi proses, dan memenuhi standar yang ditetapkan.

Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian kualitas air di utilitas, proses industri, maupun laboratorium pendidikan, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Conductivity Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.