Di banyak fasilitas pengolahan air, laboratorium QA/QC, maupun teaching lab kampus, konduktivitas dan TDS sering diperlakukan sebagai “angka pendukung” saja. Padahal, begitu nilai ini melenceng, seluruh proses bisa ikut terganggu: resin ion exchange cepat jenuh, CIP kurang efektif, hingga produk akhir tidak lagi konsisten. Di instalasi pengolahan air minum (WTP) dan air limbah (WWTP), teknisi sering menghadapi dilema: data dari meter portabel berubah-ubah, sementara analisis gravimetri atau titrasi butuh waktu lama dan tidak praktis untuk pemantauan harian.
Situasi serupa juga terjadi di pabrik makanan/minuman, farmasi, dan industri proses. Operator butuh data konduktivitas/TDS yang stabil untuk mengatur dosis bahan kimia, memantau kekentalan larutan, atau memeriksa kebocoran heat exchanger. Namun, alat yang dipakai kadang tidak terkalibrasi dengan baik, tidak memiliki kompensasi suhu memadai, atau sulit ditelusuri riwayat kalibrasinya ketika audit datang.
A151-S Laboratory Conductivity/TDS/Salinity/Resistivity Meter hadir sebagai meter benchtop laboratorium yang dirancang untuk menjawab masalah-masalah praktis tersebut. Dengan satu instrumen, pengguna bisa memantau konduktivitas, TDS, salinitas, resistivitas, dan suhu secara presisi, sekaligus mempunyai jejak data dan kalibrasi yang rapi untuk kebutuhan audit dan pelaporan.
Konduktivitas sebagai Indikator Kualitas Air Modern
Secara prinsip, A151-S mengukur kemampuan larutan menghantarkan listrik. Semakin banyak ion terlarut (seperti Na⁺, Cl⁻, Ca²⁺, NO₃⁻), semakin tinggi konduktivitasnya. Di dalam sel konduktivitas, dua elektroda berada pada jarak dan luas permukaan tertentu; kombinasi ini disebut konstanta sel (cell constant, K). Instrumen kemudian mengukur arus yang mengalir pada tegangan tertentu dan mengonversinya menjadi nilai konduktivitas dalam µS/cm atau mS/cm.
A151-S mendukung pemilihan konstanta sel 0,1 / 1 / 10 dan juga elektroda 4-pole. Hal ini penting agar satu meter yang sama bisa digunakan untuk rentang sangat luas, mulai dari air ultra murni hingga larutan proses dengan konduktivitas sangat tinggi.
Selain itu, A151-S menyediakan beberapa pendekatan kompensasi suhu:
-
Linear (0,0–10,0 %/°C) dengan nilai baku 2,1 %/°C
-
Non-linear khusus air alami
-
Mode “pure water coefficient” untuk air dengan konduktivitas sangat rendah
Dengan cara ini, hasil yang terbaca dapat dinormalisasi ke suhu referensi 20 °C atau 25 °C sehingga mudah dibandingkan antar-batch atau antar-laporan.
Dibanding metode konvensional seperti penguapan untuk mengukur TDS atau titrasi untuk salinitas, pendekatan berbasis konduktivitas menawarkan:
-
Kecepatan: hasil dalam hitungan detik, bukan jam
-
Non-destruktif: sampel tidak berubah komposisi kimianya secara signifikan
-
Mudah diotomasi: bisa diintegrasikan ke sistem pencatatan data dan tren jangka panjang
Bagi WTP/WWTP, industri F&B, dan laboratorium riset, kombinasi ini memungkinkan pemantauan berkelanjutan tanpa membebani tim dengan prosedur analisis yang rumit.
Apa yang Membuat A151-S Menonjol di Laboratorium
A151-S adalah varian paket dari model A151 dalam A Series Laboratory Conductivity/TDS/Salinity/Resistivity Meter. Ia dirancang sebagai meter benchtop serbaguna untuk pengukuran:
-
Konduktivitas
-
TDS
-
Salinitas
-
Resistivitas
-
Suhu
Beberapa hal yang membuatnya menarik bagi laboratorium dan tim proses:
-
Kalibrasi 1–3 titik dengan pengenalan otomatis standar konduktivitas (10 µS/cm, 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm, 111,8 mS/cm).
-
Pemilihan konstanta sel dan tipe elektroda (CON-0.1, CON-1, CON-10, atau 4-pole) yang memudahkan adaptasi ke berbagai rentang sampel.
-
Mode pengukuran salinitas multi-satuan (ppt, psu, %) dan resistivitas hingga 30,00 MΩ, yang berguna untuk pemantauan air murni dan sistem utilitas.
-
Memori internal hingga 1000 set data, lengkap dengan tanggal dan waktu, ditambah log kalibrasi yang menyimpan informasi titik kalibrasi dan faktor koreksi.
Dibanding meter sederhana yang hanya menampilkan angka sesaat, A151-S membantu laboratorium membangun histori data yang rapi dan dapat ditelusuri—sangat penting bagi fasilitas yang menerapkan sistem mutu, akreditasi, atau sedang sering diaudit.
Desain Fisik dan Ergonomi untuk Meja Laboratorium
Secara fisik, A151-S adalah meter benchtop dengan bodi kokoh dan bentuk sedikit miring, sehingga layar dan tombol mudah dilihat dari posisi duduk. Dimensi unit sekitar 240 (L) × 220 (W) × 80 (H) mm dengan berat sekitar 1,7 kg, cukup stabil saat diletakkan di meja tanpa mudah bergeser ketika tombol ditekan atau elektroda dipindahkan.
Meter ini menggunakan adaptor DC 12 V (2 A) sebagai catu daya, sehingga lebih cocok untuk penggunaan laboratorium yang kontinu. Tidak ada ketergantungan pada baterai sekali pakai; teknisi dapat menjalankan pengukuran sepanjang hari selama listrik tersedia. Kondisi operasi yang dianjurkan berada di rentang suhu 0–50 °C dengan kelembapan relatif kurang dari 80% (non-kondensasi), tipikal lingkungan lab di Indonesia.
Di bagian belakang terdapat deretan konektor yang jelas:
-
Soket untuk elektroda konduktivitas (2-pole atau 4-pole)
-
Soket untuk probe suhu (TP-10K)
-
Port USB-B untuk koneksi ke komputer atau printer
-
Soket adaptor daya
Di sisi atas, A151-S dilengkapi lengan elektroda (electrode arm) yang kokoh dan bisa diatur tingginya. Hal ini memudahkan penempatan elektroda secara konsisten di dalam beaker tanpa perlu dipegang tangan, mengurangi variasi posisi sensor dan kelelahan operator pada pengukuran berulang.
Desain keypad berupa membran dengan beberapa tombol fungsi yang jelas (Mode, Cal, MI, MR, Print, panah atas/bawah, Enter). Layout ini meminimalkan risiko salah tekan, terutama saat operator menggunakan sarung tangan. Secara ergonomis, kombinasi layar miring, arm elektroda, dan tombol yang terpusat di depan membuat workflow pengukuran terasa natural: sampel di depan, angka di layar, tangan tinggal bergerak sedikit untuk menyimpan data atau beralih mode.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
A151-S menggunakan layar TFT LCD 7 inci yang cukup besar untuk menampilkan angka utama, suhu, status stabilitas, ikon kompensasi suhu (ATC atau MTC), serta informasi lain seperti mode pengukuran dan status memori. Backlight dapat diatur (low/mid/high) sehingga nyaman digunakan baik di laboratorium terang maupun ruang kontrol yang lebih redup.
Navigasi menu dilakukan lewat kombinasi tombol:
-
Mode: memilih parameter (Conductivity, TDS, Salinity, Resistivity)
-
Cal: masuk ke mode kalibrasi
-
MI (Memory In): menyimpan hasil pengukuran ke memori
-
MR (Memory Recall): melihat data log atau calibration log
-
Tombol panah: mengubah nilai atau berpindah item menu
-
Enter: mengonfirmasi pilihan
Di dalam menu pengaturan umum, tersedia beberapa opsi yang sangat membantu:
-
Auto-Read: meter akan mengunci hasil ketika bacaan sudah stabil, sehingga teknisi tidak perlu menebak-nebak kapan harus mencatat.
-
Auto-Power Off: dapat dinonaktifkan atau diaktifkan (3 jam) untuk menghemat energi.
-
Interval Readings: meter bisa mengirim data secara berkala ke PC/printer setiap 10, 30, 60 detik atau 10, 30 menit.
-
Password: melindungi pengaturan dan kalibrasi dari perubahan yang tidak diotorisasi—penting di teaching lab atau fasilitas dengan banyak pengguna.
Bagi pengguna, pengalaman sehari-hari terasa cukup bersahabat: tekan Mode untuk memilih parameter, celupkan elektroda, tunggu ikon stabilitas muncul atau Auto-Read mengunci nilai, lalu tekan MI jika ingin menyimpan. Saat audit atau perlu melacak masalah proses, tim cukup membuka MR dan menelusuri data beserta waktu pengukuran.
Fitur Kunci A151-S untuk Kontrol Proses yang Konsisten
Beberapa fitur A151-S yang sangat relevan untuk QA/QC dan riset:
-
Kalibrasi Multi-Titik Otomatis
A151-S mendukung 1–3 titik kalibrasi konduktivitas, dengan pengenalan otomatis standar 10 µS/cm, 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm, dan 111,8 mS/cm. Meter akan mengenali standar sesuai rentang dan membantu operator melakukan kalibrasi bertingkat—misalnya 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm—untuk mengoptimalkan akurasi sepanjang rentang kerja. -
Pilihan Cell Constant dan Tipe Elektroda
Dengan opsi K = 0,1 / 1 / 10 dan elektroda 4-pole, satu meter bisa melayani berbagai aplikasi: air sangat murni, air minum, hingga larutan plating yang sangat konduktif. Hal ini mengurangi kebutuhan memiliki banyak meter berbeda; cukup ganti elektrodanya saja. -
Mode Kompensasi Suhu Fleksibel
Pengguna dapat memilih linear, non-linear, atau pure water coefficient. Non-linear khususnya membantu ketika mengukur air alami (mis. sungai, air tanah) di mana hubungan konduktivitas–suhu tidak benar-benar linear. -
Alarm Batas dan Alarm Jatuh Tempo Kalibrasi
A151-S dapat diprogram untuk memberikan alarm jika nilai melebihi batas tertentu (high/low limit). Terdapat juga pengingat kalibrasi (1–31 hari) yang memastikan meter tidak “lupa” dikalibrasi di tengah kesibukan operasional. -
Penyimpanan Data dan Log Kalibrasi
Hingga 1000 data set dapat disimpan di memori internal. Log kalibrasi mencatat tanggal, waktu, titik, dan faktor kalibrasi, sehingga saat audit atau troubleshooting, tim bisa melihat apakah ada perubahan signifikan pada performa elektroda dari waktu ke waktu. -
Fungsi Auto-Read dan Hold
Auto-Read membantu memastikan nilai yang dicatat benar-benar sudah stabil. Bagi operator yang mengukur banyak sampel berturut-turut, ini mengurangi kesalahan akibat terburu-buru.
Secara praktis, fitur-fitur ini menghemat waktu teknisi, membantu konsistensi pencatatan, dan mengurangi peluang salah baca—semuanya sangat berharga ketika data pengukuran menjadi dasar keputusan proses atau pemenuhan regulasi.
Integrasi Data dan Konektivitas ke Sistem QC
Dalam banyak organisasi, tantangan besar bukan hanya mengukur, tetapi mengelola data. A151-S menyertakan port USB-B yang terhubung ke komputer atau printer. Dengan bantuan DAS software resmi, data yang disimpan di meter dapat ditransfer dan diekspor ke format Excel untuk dianalisis lebih lanjut atau diimpor ke sistem LIMS.
Beberapa skenario tipikal:
-
Laboratorium WTP mengunduh data harian konduktivitas air baku dan air hasil untuk memantau tren kualitas musiman.
-
Pabrik F&B merekap TDS larutan sirup dan air pembilas dari berbagai shift untuk dianalisis korelasinya dengan komplain konsumen.
-
Teaching lab di kampus menggunakan data logger dan fitur Interval Readings untuk memperlihatkan kepada mahasiswa bagaimana konduktivitas berubah selama proses titrasi atau pencampuran.
Bagi organisasi yang sedang membangun sistem mutu, kemampuan ini memudahkan pembuatan grafik tren, perhitungan statistik dasar (rata-rata, SD), dan penyusunan laporan berkala untuk manajemen atau regulator.
Spesifikasi Teknis A151-S
| Parameter | Spesifikasi Utama |
|---|---|
| Model | A151-S (berbasis meter A151) |
| Parameter ukur | Konduktivitas, TDS, salinitas, resistivitas, suhu |
| Rentang konduktivitas | 0,01 µS/cm – 200,0 mS/cm |
| Resolusi konduktivitas | 0,001 / 0,01 / 0,1 / 1 |
| Akurasi konduktivitas | ±0,5% F.S. |
| Kalibrasi konduktivitas | 1–3 titik, standar: 10 µS/cm, 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm, 111,8 mS/cm |
| Rentang TDS | 0,00 – 200,0 g/L |
| Resolusi TDS | 0,01 / 0,1 / 1 |
| Akurasi TDS | ±1% F.S. |
| Faktor TDS | 0,01 – 1,00 (default 0,50) |
| Rentang salinitas | 0,00 – 80,00 ppt; 0,00 – 42,00 psu; 0,00 – 8,00% |
| Akurasi salinitas | ±1% F.S. |
| Rentang resistivitas | 0,00 – 30,00 MΩ |
| Akurasi resistivitas | ±1% F.S. |
| Kompensasi suhu | 0–100 °C, manual atau otomatis (ATC) |
| Koefisien suhu | Linear (0,0–10,0 %/°C), non-linear, pure water |
| Suhu referensi | 20 °C atau 25 °C |
| Konstanta sel | 2-pole (K = 0,1; 1; 10) atau elektroda 4-pole |
| Memori data | 1000 set data |
| Interface komunikasi | USB-B |
| Layar | 7″ TFT LCD |
| Catu daya | Adaptor DC 12 V / 2 A |
| Suhu operasi | 0–50 °C |
| Kelembapan operasi | < 80% RH (non-kondensasi) |
| Dimensi | 240 × 220 × 80 mm |
| Berat | ±1,7 kg |
Secara sederhana, rentang konduktivitas 0,01 µS/cm hingga 200 mS/cm berarti meter ini mampu mengukur:
-
Air ultra murni untuk farmasi atau elektronik (di kisaran <1 µS/cm)
-
Air minum dan air proses umum (ratusan µS/cm hingga beberapa mS/cm)
-
Larutan kimia pekat atau bath plating (puluhan hingga ratusan mS/cm)
Rentang resistivitas hingga 30 MΩ sangat berguna untuk fasilitas yang memproduksi atau menggunakan air deionisasi/RO polish yang menuntut kemurnian tinggi.
Panduan Memilih Elektroda dan Aksesori Tambahan
A151-S dapat dipasangkan dengan beberapa tipe elektroda konduktivitas Bante. Brosur resmi menyebutkan tiga model utama:
| Elektroda | Rentang efektif (perkiraan) | Cell constant | Contoh aplikasi praktis |
|---|---|---|---|
| CON-0.1 | 0,5 – 100 µS/cm | K = 0,1 | Air ultra murni, air boiler, air injeksi |
| CON-1 | 10 µS/cm – 20 mS/cm | K = 1 | Air minum, WTP/WWTP, air proses umum |
| CON-10 | 100 µS/cm – 200 mS/cm | K = 10 | Larutan plating, larutan garam/kimia pekat |
| 4-pole | 100 µS/cm – 200 mS/cm (optimum) | — | Aplikasi konduktivitas tinggi dengan polarisasi rendah |
Selain elektroda, aksesori penting lain yang sering dibutuhkan:
-
Probe suhu TP-10K (0–100 °C)
-
Larutan standar konduktivitas ECCS-84, ECCS-1413, ECCS-1288, ECCS-1118 untuk kalibrasi berkala
-
Perangkat lunak DAS dan kabel USB-2303B untuk transfer data ke komputer
Beberapa faktor yang memengaruhi hasil pengukuran:
-
Pemilihan elektroda dan konstanta sel yang sesuai rentang sampel
-
Kebersihan elektroda dan tidak adanya gelembung udara di sekitar sensor
-
Suhu sampel dan aktivasi kompensasi suhu yang tepat
-
Pengadukan yang konsisten (stirring lembut) saat pengukuran
-
Kualitas larutan standar kalibrasi (harus masih valid dan tertutup rapat)
Dengan memperhatikan hal tersebut, A151-S dapat memberikan data yang stabil dan dapat dipercaya untuk keputusan proses.
Ilustrasi Penerapan A151-S di Lapangan
Studi Kasus 1 – WTP Industri: Mengurangi Downtime karena Fluktuasi Air Baku
Sebuah pabrik minuman dalam kemasan memiliki WTP internal yang mengambil air dari sumur dalam. Pada musim hujan, teknisi sering melihat peningkatan TDS dan konduktivitas air baku, yang menyebabkan beban kerja unit RO meningkat. Sebelum memakai A151-S, pemantauan hanya dilakukan dengan meter portabel sederhana, tanpa pencatatan rapi. Akibatnya, tim sulit menunjukkan tren kepada manajemen dan terlambat menyesuaikan frekuensi backwash atau regenerasi resin.
Setelah A151-S dipasang di laboratorium pengolahan air, teknisi mulai rutin melakukan kalibrasi 3 titik dan menyimpan hasil pengukuran harian ke memori, lalu mengekspor ke Excel setiap minggu. Dari grafik, terlihat jelas pola kenaikan konduktivitas saat curah hujan tinggi. Dengan informasi ini, tim proses mengatur strategi operasi RO (pressure setpoint, jadwal CIP) dan mengganti media filter sedikit lebih awal sebelum benar-benar jenuh.
Secara internal, mereka melaporkan penurunan downtime WTP sekitar 15–20% selama musim hujan karena tindakan korektif bisa dilakukan sebelum mutu air benar-benar di luar batas.
Studi Kasus 2 – Teaching Lab & Riset Lingkungan: Dokumentasi Salinitas Sungai dan Air Payau
Di sebuah fakultas teknik lingkungan, dosen ingin mahasiswa memahami hubungan antara salinitas, konduktivitas, dan dampaknya pada ekosistem perairan. A151-S digunakan sebagai meter referensi di laboratorium. Mahasiswa membawa sampel air sungai, air payau pesisir, dan air sumur dari berbagai titik di sekitar kampus. Di lab, elektroda CON-1 dipakai untuk air tawar dan air sumur, sementara CON-10 digunakan untuk air payau dengan salinitas lebih tinggi.
Dengan fitur Auto-Read dan penyimpanan 1000 data set, praktikum berjalan efektif: setiap kelompok mencatat ID sampel, mengukur konduktivitas, TDS, dan salinitas, lalu menyimpan hasil ke memori. Di akhir sesi, dosen mengunduh semua data dan menampilkan grafik hubungan konduktivitas–salinitas di kelas. Mahasiswa bisa melihat bagaimana air yang tampaknya “jernih” ternyata memiliki karakteristik ionik yang sangat berbeda.
Pengalaman praktis ini sangat membantu ketika mahasiswa kemudian melakukan riset skripsi terkait intrusi air laut atau perubahan kualitas air sungai.
Langkah Penggunaan A151-S untuk Uji Kualitas Air di WTP/WWTP
Berikut contoh alur penggunaan A151-S untuk menguji konduktivitas dan TDS di instalasi pengolahan air minum:
-
Persiapan awal
-
Pastikan meter tersambung ke adaptor 12 V dan lengan elektroda terpasang.
-
Pilih elektroda CON-1 untuk rentang air baku dan air hasil WTP.
-
Cek tanggal kalibrasi terakhir pada calibration log; jika sudah mendekati jatuh tempo, lakukan kalibrasi 2–3 titik.
-
-
Kalibrasi singkat
-
Bilas elektroda dengan air deionisasi.
-
Celupkan ke standar 84 µS/cm, tunggu stabil, lalu konfirmasikan titik pertama.
-
Bilas, lanjut ke standar 1413 µS/cm dan 12,88 mS/cm untuk memperluas rentang.
-
Simpan kalibrasi dan kembali ke mode pengukuran konduktivitas.
-
-
Pengukuran air baku
-
Ambil sampel air baku di beaker bersih.
-
Pilih Mode “Conductivity”, celupkan elektroda dan probe suhu, aduk perlahan.
-
Aktifkan Auto-Read; ketika ikon Hold muncul, catat atau tekan MI untuk menyimpan hasil.
-
Opsional: beralih ke mode TDS atau Salinity bila diperlukan.
-
-
Pengukuran air intermediate dan air hasil
-
Ulangi langkah yang sama untuk sampel setelah unit koagulasi, filtrasi, dan RO.
-
Gunakan Sample ID yang berbeda agar mudah ditelusuri (mis. 1001 = raw, 1002 = after filter, 1003 = RO permeate).
-
-
Pengolahan data
-
Setelah beberapa hari atau minggu, hubungkan meter ke PC via USB dan buka DAS software.
-
Transfer data, simpan sebagai file Excel.
-
Buat grafik tren konduktivitas dan TDS di setiap titik proses untuk mengevaluasi performa unit.
-
-
Perawatan setelah pemakaian
-
Bilas elektroda dengan air deionisasi. Untuk CON-10, simpan dengan sedikit air sesuai petunjuk pabrikan.
-
Matikan meter jika tidak digunakan, atau biarkan menyala jika ada jadwal pengukuran berurutan.
-
Dengan prosedur konsisten seperti ini, WTP/WWTP dapat membangun basis data kuat untuk analisis jangka panjang dan justifikasi teknis ketika memutuskan upgrade atau perubahan operasi.
Kesimpulan dan Rekomendasi
A151-S Laboratory Conductivity/TDS/Salinity/Resistivity Meter menawarkan kombinasi yang seimbang antara akurasi, fleksibilitas, dan kemudahan pengelolaan data. Rentang pengukuran yang luas, dukungan berbagai jenis elektroda, kompensasi suhu canggih, serta memori dan konektivitas USB menjadikannya cocok sebagai meter referensi di laboratorium maupun pusat kontrol kualitas.
Instrumen ini sangat relevan untuk:
-
Laboratorium QA/QC di WTP, WWTP, dan utilitas industri
-
Industri makanan dan minuman yang memantau kualitas air proses dan CIP
-
Farmasi dan biotek yang membutuhkan pemantauan air murni dan utilities
-
Teaching lab dan riset lingkungan yang mempelajari konduktivitas, TDS, dan salinitas
-
Industri kimia/proses (plating, galvanis, bath monitoring) yang bekerja dengan larutan konduktivitas tinggi
Jika organisasi Anda memerlukan pemantauan parameter ionik air yang lebih terstruktur dan mudah diaudit, A151-S layak dipertimbangkan sebagai “workhorse” di laboratorium—baik sebagai referensi kalibrasi untuk meter portabel maupun sebagai alat utama untuk verifikasi kualitas air.
FAQ Singkat
1. Apakah A151-S bisa digunakan untuk air ultra murni?
Ya, dengan elektroda CON-0.1 dan mengaktifkan pure water coefficient, A151-S mampu mengukur konduktivitas sangat rendah yang umum pada sistem air murni.
2. Seberapa sering kalibrasi perlu dilakukan?
Frekuensi kalibrasi tergantung kebijakan lab dan intensitas pemakaian. A151-S memiliki fitur calibration due alarm (1–31 hari) yang bisa diatur sesuai SOP internal sehingga teknisi tidak lupa menjadwalkan kalibrasi.
3. Apakah A151-S dapat menyimpan banyak data sekaligus?
Meter ini menyimpan hingga 1000 data set beserta informasi waktu dan ID sampel. Setelah penuh, data bisa dipindahkan ke komputer melalui USB.
4. Apakah salinitas yang ditampilkan setara dengan salinitas laut standar?
A151-S mendukung satuan ppt, psu, dan %. Selama pengaturan kompensasi suhu dan faktor konversi tepat, hasil dapat dibandingkan dengan data salinitas standar.
5. Bisa kah meter dihubungkan ke LIMS?
Secara langsung tidak, tetapi data dapat diekspor ke Excel melalui DAS software. Selanjutnya file tersebut dapat diimpor ke LIMS atau sistem data internal.
6. Apa perbedaan utama A151 dengan A150?
A150 memiliki tambahan mode conductivity ash untuk aplikasi gula menurut standar ICUMSA, sementara A151 (termasuk paket A151-S) fokus pada conductivity, TDS, salinity, resistivity, dan suhu saja.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan konduktivitas, TDS, salinitas, dan resistivitas dalam mendukung proses penelitian maupun produksi Anda. Kami berpengalaman melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti A151-S Laboratory Conductivity/TDS/Salinity/Resistivity Meter dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, menjaga konsistensi proses, serta memenuhi standar teknis yang berlaku.
Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemantauan parameter kualitas air di utilitas, WTP/WWTP, maupun laboratorium QA/QC, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Conductivity Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
Referensi
- Hindayani, A., & Hamim, N. (2022). AKURASI DAN PRESISI METODE SEKUNDER PENGUKURAN KONDUKTIVITAS MENGGUNAKAN SEL JONES TIPE E UNTUK PEMANTAUAN KUALITAS AIR MINUM. Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA), 5(1), 41–51. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/IJCA/article/download/21508/pdf
- Irwan, F., & Afdal, A. (2016). ANALISIS HUBUNGAN KONDUKTIVITAS LISTRIK DENGAN TOTAL DISSOLVED SOLID (TDS) DAN TEMPERATUR PADA BEBERAPA JENIS AIR. Jurnal Fisika Unand, 5(1), 85–93. Retrieved from https://jfu.fmipa.unand.ac.id/index.php/jfu/article/view/192

















