Mahasiswa Indonesia sedang mengukur dissolved oxygen dengan A181 Laboratory Dissolved Oxygen Meter di laboratorium kampus.

A181 Laboratory Dissolved Oxygen Meter: DO Meter Laboratorium Serbaguna untuk Teaching Lab dan Riset Kampus

Daftar Isi

Di banyak kampus dan teaching lab, praktikum kualitas air sering kali berjalan dengan peralatan terbatas, prosedur manual yang memakan waktu, dan instrumen yang tidak stabil. Mahasiswa diminta memahami konsep dissolved oxygen (DO), tetapi alat yang dipakai kadang lambat merespons, angka berubah-ubah, atau sulit dikalibrasi. Dosen dan teknisi lab akhirnya lebih sibuk menjaga alat daripada membimbing diskusi ilmiah.

Di sisi lain, riset lingkungan, akuakultur percobaan, hingga simulasi proses pengolahan air di laboratorium kampus membutuhkan data DO yang konsisten. Perbedaan 0,3–0,5 mg/L saja bisa mengubah interpretasi: apakah aerasi sudah cukup? apakah air limbah simulasi masih memenuhi batas? Ketika data DO tidak dapat dipercaya, laporan praktikum dan hasil riset ikut dipertanyakan.

A181 Laboratory Dissolved Oxygen Meter hadir untuk mengisi celah ini. Dirancang sebagai DO meter laboratorium dengan akurasi tinggi dan antarmuka modern, A181 membantu teaching lab menghasilkan data yang lebih stabil, mudah diajarkan, dan dapat diandalkan untuk tugas akhir maupun penelitian dosen. Dengan kombinasi elektroda DO khusus, kompensasi tekanan dan salinitas, serta memori internal, instrumen ini bukan sekadar alat ukur, tetapi platform pembelajaran dan riset DO di kampus.

Prinsip Kerja DO Meter Modern: Dari Membran hingga Kompensasi Tekanan

A181 menggunakan elektroda dissolved oxygen tipe DO100 yang bekerja dengan prinsip elektrokimia ber-membran. Di ujung sensor terdapat membran tipis yang memisahkan elektrolit internal dan elektroda dari sampel air. Molekul oksigen terlarut berdifusi menembus membran, lalu direduksi di katoda sehingga menimbulkan arus listrik yang sebanding dengan konsentrasi DO di sampel.

Di dalam elektroda terdapat larutan elektrolit dan sistem anoda–katoda yang harus dijaga kebersihan dan kejenuhan oksigennya. Karena laju difusi oksigen dipengaruhi temperatur, tekanan udara, dan salinitas, A181 menyediakan beberapa kompensasi penting:

  • Kompensasi temperatur otomatis 0–50 °C melalui sensor suhu terintegrasi di elektroda

  • Koreksi tekanan barometrik manual 60,0–113,3 kPa atau 450–850 mmHg

  • Koreksi salinitas 0,0–50,0 g/L

Semua parameter ini dapat diatur di menu dissolved oxygen settings sebelum kalibrasi dan pengukuran, sehingga pembacaan DO lebih representatif terhadap kondisi nyata.

Untuk jangka panjang, pendekatan ini jauh lebih rasional dibanding metode manual seperti titrasi Winkler di kelas dasar. Titrasi tetap penting secara konsep, tetapi:

  • Titrasi memakan waktu, bahan kimia, dan berisiko error manusia.

  • Data tidak real-time, sehingga sulit dipakai untuk memonitor perubahan DO dengan cepat.

  • Sulit diintegrasikan ke sistem pencatatan digital.

Dengan A181, mahasiswa dapat belajar konsep difusi, efek temperatur, hingga hukum Henry, sekaligus mendapatkan angka DO real-time yang dapat di-log dan dianalisis lebih lanjut di komputer. Pendekatan instrumentasi modern ini mencerminkan praktik di industri pengolahan air dan laboratorium profesional, sehingga lulusan lebih siap masuk dunia kerja.

Apa yang Membuat A181 Relevan untuk Laboratorium Kampus?

A181 adalah model khusus dari seri A yang fokus hanya pada parameter dissolved oxygen. Manual resmi menyebutkan bahwa A181 mengukur DO saja, sementara model A180 menambahkan fungsi BOD, OUR, dan SOUR. Fokus tunggal ini justru menarik untuk teaching lab: konfigurasi lebih sederhana, menu lebih ringkas, dan teknisi tidak perlu menjelaskan banyak mode yang jarang dipakai.

Beberapa karakter utama A181:

  • Rentang pengukuran 0,00–20,00 mg/L dan 0,0–200,0% saturasi, dengan resolusi 0,01 dan akurasi ±0,2 mg/L atau ±2%.

  • Kalibrasi 1–2 titik menggunakan larutan air jenuh udara dan larutan nol oksigen.

  • Auto-read yang dapat mengunci pembacaan saat sudah stabil, sehingga mahasiswa tidak bingung melihat angka yang terus bergerak.

  • Memori hingga 1000 data set dan antarmuka USB ke PC dengan software DAS untuk ekspor ke Excel.

Dibanding banyak DO meter meja generik, kombinasi layar besar 7 inci, menu yang konsisten dengan seri pH/konduktivitas A lainnya, dan fitur data logging membuat A181 nyaman dipakai di kelas besar. Dosen bisa menjelaskan prinsip alat, lalu menyerahkan sesi praktikum kepada asisten tanpa khawatir mahasiswa tersesat di menu. Untuk riset, parameter kompensasi cukup lengkap untuk eksperimen air tawar, air payau, maupun simulasi air limbah.

Desain Fisik dan Ergonomi di Meja Praktikum

Secara fisik, A181 menggunakan desain bodi meja dengan arm elektroda yang dapat diputar dan disetel ketinggiannya. Dimensi meter sekitar 240 × 220 × 80 mm dengan berat 1,7 kg, cukup kokoh untuk diletakkan permanen di meja laboratorium tanpa mudah tergeser.

Di bagian atas terdapat layar TFT LCD 7 inci yang miring ke arah pengguna, membuat tampilan angka dan status mudah dibaca bahkan saat beberapa mahasiswa mengelilingi alat. Di bagian depan, tombol membran disusun dalam satu baris dengan ikon yang jelas (Mode, Cal, Print, MI, MR, panah atas/bawah, Enter, dan tombol daya).

Panel belakang berisi:

  • Soket BNC dan jack untuk elektroda pH/ion (tidak digunakan di A181, tapi desain seri sama)

  • Soket 6-pin DIN untuk elektroda DO

  • Soket probe temperatur (jika dibutuhkan)

  • Port USB-B untuk koneksi ke komputer

  • Jack adaptor 12 V DC

A181 menggunakan adaptor DC 12 V sebagai sumber daya; tidak dirancang memakai baterai internal. Ini sejalan dengan fungsi utamanya sebagai instrumen laboratorium stasioner. Di teaching lab, adaptor biasanya permanen terpasang di meja dengan kabel diikat, sehingga meminimalkan risiko lepas saat praktikum ramai.

Lingkungan operasi yang direkomendasikan adalah temperatur 0–50 °C dengan kelembapan relatif di bawah 80% tanpa kondensasi. Informasi IP rating (perlindungan terhadap debu/air) tidak disebutkan, sehingga penggunaan di lapangan terbuka atau area yang sangat basah sebaiknya dihindari. A181 paling ideal ditempatkan di laboratorium kering dengan kontrol lingkungan yang wajar.

Elektroda DO ditempatkan pada arm yang dapat diswing ke beberapa gelas beaker atau botol sampel. Desain ini nyaman untuk praktikum seri, misalnya membandingkan DO pada beberapa variasi aerasi atau sampel dari titik yang berbeda.

Antarmuka dan Pengalaman Pengguna di Laboratorium

Antarmuka A181 mengikuti filosofi seri A lainnya. Layar TFT 7 inci menampilkan:

  • Nilai DO besar di tengah (mg/L atau % saturasi)

  • Nilai temperatur di sisi lain

  • Ikon status seperti ATC/MTC, Auto-Read/Hold, memori, dan mode yang aktif

Backlight dapat diatur tingkat kecerahannya, sehingga nyaman untuk ruangan terang maupun agak redup.

Navigasi menu dilakukan melalui kombinasi:

  • Tombol Mode untuk berganti antara pengukuran DO mg/L, % saturasi, dan mode lain (jika ada)

  • Tombol Cal untuk masuk ke kalibrasi

  • Tombol panah untuk memilih opsi dan mengatur angka (tekan lama untuk pergeseran cepat)

  • Tombol Enter untuk konfirmasi

Beberapa fitur kualitas hidup yang sangat terasa di lab:

  • Auto-Read: saat diaktifkan, meter otomatis mengenali ketika pembacaan sudah stabil dan mengunci nilai (ikon Hold muncul). Ini penting untuk praktikum, karena mahasiswa tinggal menunggu “angka berhenti” lalu mencatat.

  • Memory: hingga 1000 data set dapat disimpan dengan tombol MI, kemudian dipanggil kembali dengan MR. Cocok untuk sesi praktikum banyak kelompok yang berbagi satu alat.

  • Interval readings: pengaturan interval 10/30/60 detik atau 10/30 menit untuk mengirim data otomatis ke PC atau printer, berguna untuk eksperimen pemantauan DO selama proses aerasi atau respirasi mikroba.

  • Calibration due alarm: mengingatkan kapan meter perlu dikalibrasi ulang, menjaga konsistensi antar-sesi praktikum.

Secara keseluruhan, pengalaman pengguna dirancang agar teknisi bisa mengatur parameter di awal semester, lalu mahasiswa tinggal fokus pada langkah praktikum dan analisis data.

Fitur Kunci yang Menghemat Waktu di Teaching Lab dan Riset

Beberapa fitur A181 sangat terasa manfaatnya di lingkungan kampus:

  1. Kalibrasi 1–2 Titik
    Pengguna dapat memilih kalibrasi satu titik di air jenuh udara (100% saturasi) atau dua titik dengan zero oxygen solution. Pilihan ini membuat teaching lab fleksibel: praktikum dasar bisa memakai satu titik (lebih cepat), sedangkan riset atau praktikum lanjutan dapat memakai dua titik untuk akurasi lebih baik.

  2. Kompensasi Salinitas dan Tekanan
    Untuk simulasi air laut atau air payau di laboratorium oseanografi/akuakultur, salinitas yang berbeda akan mempengaruhi kelarutan oksigen. Dengan pengaturan salinity coefficient 0,0–50,0 g/L dan pressure correction, mahasiswa dapat secara langsung melihat pengaruh kedua faktor tersebut ke nilai DO tanpa harus menghitung manual.

  3. Auto-Read dan Kriteria Stabilitas
    Menu general settings menyediakan pilihan standard atau high-accuracy untuk kriteria stabilitas. Ketika high-accuracy dipilih, meter menunggu hingga fluktuasi benar-benar kecil sebelum mengunci pembacaan; cocok untuk riset yang membutuhkan angka sangat presisi. Untuk praktikum dasar, standard sudah cukup agar pembacaan lebih cepat.

  4. Password Protection
    Pengaturan kalibrasi dan setting dapat dikunci dengan password. Dosen atau teknisi dapat mengatur alat di awal, lalu menghindari risiko mahasiswa mengubah parameter secara tidak sengaja di tengah praktikum.

  5. Data Logging dan Ekspor ke Excel
    Kombinasi memori 1000 data set dan kemampuan transfer ke DAS software untuk diekspor ke Excel membuat A181 sangat ramah terhadap analisis statistik dasar di tugas akhir atau laporan praktikum. Mahasiswa dapat membuat grafik DO vs waktu, membandingkan perlakuan aerasi, atau melakukan regresi sederhana tanpa mengetik ulang data satu per satu.

Semua fitur ini secara langsung mengurangi beban administratif di laboratorium, meningkatkan konsistensi data, dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.

Integrasi dengan PC dan Workflow Data di Kampus

A181 dilengkapi port USB-B dan mendukung komunikasi dengan komputer menggunakan kabel USB-2303B dan software DAS resmi. Prosedur dasarnya:

  • Sambungkan USB-2303B dari meter ke PC.

  • Jalankan aplikasi Aseries_APP di Windows 10.

  • Klik Connect untuk menghubungkan, lalu Receive untuk menarik seluruh data dari memori meter.

  • Data kemudian dapat disimpan sebagai file Excel untuk diolah, di-plot, atau diimpor ke sistem lain (misalnya LIMS sederhana atau basis data lab).

Fitur interval readings memungkinkan meter mengirim data berkala, misalnya setiap 30 detik, untuk memonitor percobaan DO jangka panjang. Ini memberi fleksibilitas bagi teaching lab untuk:

  • Menampilkan grafik DO real-time di layar proyektor saat kuliah praktikum.

  • Mengarsipkan data percobaan beberapa tahun untuk perbandingan antar-angkatan.

  • Menyusun dataset untuk mata kuliah statistika/analisis data yang menggunakan data eksperimen asli dari lab kampus.

Bagi laboratorium riset, integrasi ini memudahkan dokumentasi untuk keperluan publikasi atau audit internal, tanpa harus memotret layar meter satu per satu.

Spesifikasi Teknis A181 Laboratory Dissolved Oxygen Meter

Parameter Nilai / Keterangan
Parameter utama Dissolved oxygen (DO)
Rentang DO 0,00–20,00 mg/L; 0,0–200,0 % saturasi
Resolusi 0,01 (mg/L atau %)
Akurasi ±0,2 mg/L; ±2,0%
Titik kalibrasi 1 atau 2 titik (zero oxygen & air-saturated water)
Kompensasi temperatur 0–50 °C otomatis (sensor bawaan elektroda)
Koreksi tekanan 60,0–113,3 kPa / 450–850 mmHg (manual)
Koreksi salinitas 0,0–50,0 g/L (manual)
Fungsi tambahan DO measurement; (BOD/OUR/SOUR hanya pada A180)
Kriteria stabilitas Standard atau high-accuracy
Alarm kalibrasi 1–31 hari atau off
Interval readings 10/30/60 detik; 10/30 menit; atau off
Memori 1000 data set
Antarmuka komunikasi USB-B ke PC/printer
Elektroda DO DO100 dissolved oxygen electrode, dengan membran & elektrolit
Layar TFT LCD 7 inci
Catu daya Adaptor 12 V DC
Dimensi meter 240 × 220 × 80 mm
Berat 1,7 kg
Suhu operasi 0–50 °C
Kelembapan operasi <80% RH, non-kondensasi

Secara sederhana, angka-angka di atas dapat dibaca seperti ini: rentang 0–20 mg/L sudah mencakup hampir semua aplikasi air tawar dan air limbah di laboratorium kampus. Resolusi 0,01 mg/L berarti perubahan kecil, misalnya dari 6,25 ke 6,32 mg/L, masih dapat terlihat jelas. Akurasi ±0,2 mg/L cukup untuk membedakan sampel teroksigenasi baik versus yang mulai kekurangan oksigen, sehingga cocok untuk percobaan aerasi, uji toksisitas sederhana, maupun simulasi reaktor biologis skala lab.

Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Faktor yang Mempengaruhi Hasil

Tabel rentang DO dan contoh aplikasi di laboratorium kampus

Rentang DO (mg/L) Contoh Aplikasi di Teaching Lab / Riset
0,0–2,0 Simulasi air limbah sangat beban, reaktor biologis kekurangan aerasi, studi respirasi mikroba intensif
2,0–5,0 Monitoring DO pada tanki aerasi kecil, uji toksisitas, percobaan konsumsi oksigen oleh tanaman air
5,0–8,0 Air sungai/air danau relatif sehat, akuarium percobaan, percobaan aerasi dasar
8,0–12,0 Air sangat jenuh oksigen (setelah aerasi kuat atau pada suhu rendah), percobaan pengaruh suhu terhadap kelarutan DO

Aksesori yang direkomendasikan

Berdasarkan daftar aksesori resmi:

  • DO100 dissolved oxygen electrode (cadangan)

  • DO-MEM membrane cap (2 pcs/set) untuk penggantian membran yang rusak

  • DO-ES electrolyte solution untuk mengisi ulang elektroda

  • DO-ZO zero oxygen solution untuk kalibrasi nol

  • USB-2303B kabel USB A–B untuk koneksi ke PC

  • DCPA-12V adaptor daya cadangan

Faktor yang memengaruhi keakuratan pengukuran

Beberapa hal yang perlu diperhatikan di kelas:

  • Temperatur: perubahan temperatur mengubah kelarutan oksigen; selalu aktifkan ATC dan beri waktu elektroda menyesuaikan suhu sampel.

  • Salinitas: untuk simulasi air payau/asam laut, set salinity coefficient yang mendekati konsentrasi garam.

  • Pengadukan: selama kalibrasi dan pengukuran, pastikan ada gerakan relatif antara sampel dan membran (sekitar 0,3 m/s) agar tidak terjadi oxygen starvation.

  • Kondisi membran: membran yang kotor, tergores, atau terdapat gelembung elektrolit akan membuat pembacaan tidak stabil.

  • Kontaminan gas: keberadaan gas seperti H₂S atau SO₂ dapat berdifusi dan mengganggu hasil; jelaskan hal ini pada mahasiswa saat percobaan.

Studi Kasus Penggunaan di Kampus

1. Teaching Lab Kualitas Air Mengurangi “Downtime Praktikum”

Sebuah laboratorium teknik lingkungan di kampus X sebelumnya menggunakan DO meter tua dengan layar kecil dan tombol analog. Setiap kali praktikum, asisten harus menghabiskan 20–30 menit hanya untuk memastikan alat menyala, respons elektroda normal, dan kalibrasi tidak “nyasar”. Sering kali salah satu dari dua alat rusak di tengah sesi, sehingga kelompok mahasiswa harus menunggu atau antre, mengurangi waktu diskusi.

Setelah beralih ke A181, praktikum dirancang ulang: teknisi mengisi elektrolit dan melakukan kalibrasi satu titik sebelum kelas dimulai. Auto-read diaktifkan, dan mahasiswa diminta mencatat DO saat ikon Hold muncul. Data disimpan di memori dan diekspor di akhir sesi. Hasilnya, hampir tidak ada lagi waktu hilang karena “alat ngadat”. Asisten melaporkan bahwa mereka bisa menambah satu variasi percobaan baru (misalnya pengaruh salinitas) dalam durasi praktikum yang sama, dan laporan mahasiswa menunjukkan variasi data yang lebih masuk akal.

2. Riset Mini di Teaching Lab Biologi: Memantau Respirasi Mikroba

Di jurusan biologi, seorang dosen memandu proyek riset mini untuk mahasiswa tingkat akhir: mempelajari pengaruh jenis substrat organik terhadap laju respirasi mikroba di air limbah sintetis. DO menjadi parameter kunci: mahasiswa harus memantau penurunan DO dalam beberapa reaktor kecil selama beberapa jam.

Dengan A181 yang terhubung ke PC melalui interval readings 60 detik, mahasiswa dapat mengumpulkan data DO otomatis tanpa harus mengamati meter setiap menit. Data yang terkumpul dalam Excel digunakan untuk menghitung laju konsumsi oksigen dan memodelkan kinetika sederhana. Dosen menilai bahwa proyek yang dulu sulit dilakukan karena keterbatasan pencatatan data sekarang menjadi jauh lebih realistis, dan beberapa hasil bahkan diajukan sebagai bahan skripsi.

Langkah Demi Langkah Menggunakan A181

Misalkan konteksnya praktikum kualitas air di teknik lingkungan: mahasiswa diminta membandingkan DO air sungai yang diambil dari tiga titik dan air limbah simulasi setelah aerasi.

  1. Persiapan Awal oleh Teknisi/Dosen

    • Pasang arm elektroda dan pastikan meter terhubung ke adaptor 12 V.

    • Isi ulang membran elektroda dengan electrolyte solution dan pastikan tidak ada gelembung.

    • Nyalakan meter dan biarkan elektroda terpolarisasi sekitar 10 menit.

  2. Pengaturan Parameter

    • Masuk ke menu DO settings: atur calibration points (1 atau 2 titik), pressure coefficient sesuai ketinggian lokasi, dan salinity coefficient (0 untuk air tawar).

    • Aktifkan Auto-Read dan, jika perlu, Calibration Due.

  3. Kalibrasi

    • Siapkan air-saturated water (distilasi yang diaerasi dengan pompa udara minimal 1 jam).

    • Untuk kalibrasi satu titik: pilih DO mg/L, tekan Cal, letakkan elektroda di air jenuh udara, aduk perlahan 10 menit, lalu tekan Enter saat diminta.

    • Jika memakai dua titik, lakukan kalibrasi nol terlebih dahulu dalam zero oxygen solution, baru kemudian di air jenuh udara.

  4. Pengukuran Sampel

    • Mahasiswa membawa sampel dari tiga titik sungai dan satu reaktor aerasi simulasi.

    • Untuk tiap sampel: bilas elektroda dengan air distilasi, masukkan ke beaker sampel, aduk perlahan, lalu tunggu sampai ikon Hold muncul (Auto-Read).

    • Tekan MI untuk menyimpan hasil tiap sampel. Catat pula ID sampel di buku atau gunakan Sample ID di meter jika diinginkan.

  5. Pengolahan Data

    • Setelah praktikum selesai, teknisi menghubungkan meter ke PC, membuka DAS software, dan menekan Receive untuk menarik data.

    • Data diekspor ke Excel, kemudian dibagikan ke mahasiswa untuk dianalisis (grafik DO antar titik, perbandingan air sungai vs air limbah simulasi, dan seterusnya).

Dengan alur ini, mahasiswa belajar konsep DO, melihat langsung perbedaan antar-sampel, dan mengenal workflow data yang mirip dengan praktik di industri.

Kesimpulan dan Rekomendasi

A181 Laboratory Dissolved Oxygen Meter menempatkan pengukuran DO pada posisi yang lebih modern dan terstruktur di laboratorium kampus. Dengan elektroda DO100 bermembran, kompensasi tekanan dan salinitas, serta Auto-Read dan memori 1000 data set, alat ini menjawab beberapa masalah klasik di teaching lab: data yang tidak stabil, proses kalibrasi yang membingungkan, dan pencatatan manual yang melelahkan.

Untuk siapa A181 paling cocok?

  • Teaching lab dan laboratorium pengujian di kampus yang rutin mengajarkan praktikum kualitas air, akuakultur, atau biologi lingkungan.

  • Laboratorium riset kecil yang membutuhkan data DO presisi tanpa kompleksitas multi-parameter.

  • Unit pengolahan air internal kampus (IPLT/IPAL kampus, WTP kecil) yang ingin memantau DO dengan alat yang bisa sekaligus dipakai mengajar.

Jika laboratorium membutuhkan BOD, OUR, atau SOUR otomatis, model A180 bisa dipertimbangkan. Namun jika fokus utama adalah DO yang presisi dengan antarmuka ramah pengajaran dan integrasi PC yang kuat, A181 sudah lebih dari cukup sebagai tulang punggung pengukuran DO di lingkungan pendidikan tinggi.

FAQ Singkat

  1. Apakah A181 bisa mengukur BOD, OUR, dan SOUR?
    Tidak. Fitur BOD/OUR/SOUR hanya tersedia pada model A180. A181 khusus untuk pengukuran DO (mg/L dan % saturasi).

  2. Seberapa sering A181 perlu dikalibrasi?
    Frekuensi kalibrasi tergantung kebijakan lab, tetapi untuk teaching lab yang intensif, umumnya dilakukan minimal sekali per hari pemakaian. Fitur calibration due alarm dapat diatur 1–31 hari untuk pengingat.

  3. Berapa lama elektroda DO harus dipolarisasi sebelum digunakan?
    Manual menyarankan sekitar 10 menit setelah meter dinyalakan dan elektroda terhubung, agar pembacaan stabil.

  4. Bisakah A181 digunakan untuk air laut atau air payau?
    Bisa. Set salinity coefficient sesuai kisaran salinitas sampel (hingga 50 g/L) dan lakukan kalibrasi dengan benar.

  5. Apakah A181 bisa digunakan di lapangan?
    Secara teknis bisa jika ada sumber listrik, tetapi karena tidak memiliki IP rating dan dirancang sebagai meter laboratorium dengan adaptor, lebih aman ditempatkan di laboratorium atau ruang yang terlindungi.

  6. Bagaimana jika memori 1000 data set sudah penuh?
    Data bisa dipindahkan ke PC menggunakan DAS software dan kabel USB-2303B, lalu memori dikosongkan melalui menu Clear Stored Data.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan dissolved oxygen dalam mendukung berbagai proses pembelajaran dan penelitian Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis, institusi pendidikan, dan laboratorium pengujian, menyediakan instrumen berkualitas seperti A181 Laboratory Dissolved Oxygen Meter dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu kampus dan lembaga Anda mengoptimalkan kontrol kualitas air, memastikan data yang konsisten, dan memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian DO di teaching lab, fasilitas pengolahan air internal, atau proyek riset mahasiswa, mari diskusikan kebutuhan institusi Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Dissolved Oxygen Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.