Di banyak instalasi pengolahan air, laboratorium QA/QC, hingga lini produksi minuman dan farmasi, angka konduktivitas bukan sekadar “angka di layar”. Nilai ini menentukan apakah air baku sudah cukup murni untuk dipakai sebagai bahan baku, apakah proses pencucian pipa sudah tuntas, hingga apakah sistem RO masih bekerja efisien. Sayangnya, di lapangan pengukuran konduktivitas masih sering bermasalah.
Beberapa keluhan yang sering muncul:
Hasil pengukuran antar operator tidak konsisten karena cara baca dan waktu pencatatan berbeda.
Meter lama tidak memiliki kompensasi suhu yang memadai, sehingga hasil di lapangan berbeda jauh dengan hasil di laboratorium.
Data lapangan masih ditulis manual di buku log, kemudian diketik ulang ke Excel atau LIMS—rawan salah tulis, dan menyita waktu.
Kalibrasi sering terlambat karena tidak ada pengingat yang jelas; tiba-tiba alat “ngambek”, hasil lari jauh, dan audit internal pun terhambat.
Di teaching lab kampus, satu alat konduktivitas dipakai bergantian banyak mahasiswa. Tanpa proteksi dan log yang rapi, sulit menelusuri siapa mengubah setting atau kapan terakhir dikalibrasi.
Di sisi lain, regulasi dan standar internal makin ketat. Pabrik minuman kemasan harus membuktikan kualitas air prosesnya stabil dari batch ke batch. Instalasi air minum dan air limbah harus menunjukkan tren data yang jelas saat inspeksi. Laboratorium farmasi dan biotek dituntut menjaga jejak audit hingga ke level satu sampel.
Di sinilah kebutuhan muncul: alat konduktivitas yang ringkas, mudah dibawa ke lapangan, tetapi tetap punya akurasi dan dokumentasi data setara alat benchtop—serta bisa terhubung ke sistem digital tanpa ribet. S50-M hadir tepat untuk menjawab permasalahan ini.
Pengukuran Konduktivitas Modern: Dari Sel Konduktivitas hingga Kompensasi Suhu
S50-M bekerja dengan prinsip konduktivitas listrik: seberapa mudah arus listrik mengalir melalui larutan. Di ujung alat terdapat sel konduktivitas berbasis plat platinum dengan konstanta sel K=1 yang dioptimasi untuk rentang 10 µS/cm hingga 20 mS/cm. Semakin tinggi jumlah ion terlarut (misalnya Na⁺, Cl⁻, Ca²⁺, dan lain-lain), semakin besar konduktivitasnya.
Alat ini mengukur tahanan listrik larutan, lalu mengkonversinya menjadi nilai konduktivitas menggunakan faktor konstanta sel. Itulah mengapa pemilihan K=1 cocok untuk aplikasi air minum, boiler feed, air proses industri, dan berbagai sampel dengan TDS rendah hingga menengah.
Yang sering dilupakan adalah pengaruh suhu. Konduktivitas sangat sensitif terhadap temperatur—kenaikan 1 °C bisa mengubah nilai sekitar 2% untuk banyak larutan. S50-M dibekali sensor suhu internal dan kompensasi suhu otomatis dari 0–100 °C. Melalui aplikasi BanteLab, pengguna bisa memilih beberapa mode kompensasi:
Linear, dengan koefisien 0,0–10,0%/°C (default 2,1%/°C)
Non-linear untuk air alami (air tanah, air sungai)
Mode khusus USP dan EP untuk air farmasi berkemurnian tinggi, termasuk opsi pure water compensation
Dengan cara ini, pembacaan konduktivitas selalu dinormalisasi ke 20 atau 25 °C sesuai kebutuhan sehingga data dari shift pagi dan malam, atau antara lab dan lapangan, tetap bisa dibandingkan secara adil.
Dibanding metode konvensional seperti titrasi manual untuk memantau kadar garam atau kesadahan, pendekatan konduktivitas jauh lebih:
Cepat: cukup celup sensor, tunggu stabil, data langsung muncul.
Reproducible: tidak bergantung ke kejelian operator saat meneteskan titran atau membaca perubahan warna.
Mudah diotomasi: data dapat dicatat berkala dan dianalisis tren-nya.
Untuk sektor seperti pengolahan air, industri proses, hingga teaching lab, teknologi konduktivitas digital seperti S50-M menjadi “jembatan” praktis antara kebutuhan kecepatan di lapangan dan tuntutan ketertelusuran data modern.
S50-M sebagai Mitra Kerja: Apa yang Menjadikan Alat Ini Menonjol?
S50-M adalah seri konduktivitas dari seri S Series Bluetooth Water Quality Tester keluaran Bante Instruments. Seri ini memang dirancang untuk bekerja terintegrasi dengan aplikasi Android BanteLab.
Secara fungsi, S50-M mengukur:
Konduktivitas: 0–2000 µS/cm dan 0–20,00 mS/cm
TDS: 0–1000 mg/L dan hingga 20,00 g/L
Salinitas: 0,00–10,00 PSU/ppt/1,00%
Resistivitas: 0,00–10,00 MΩ·cm
Conductivity ash (abu konduktivitas) untuk analisis gula menurut metode ICUMSA
Beberapa hal yang membuat S50-M menarik untuk pengguna profesional:
Bluetooth + App bawaan
Meter ini tidak memakai layar besar dengan menu rumit di bodi, melainkan “mengandalkan” aplikasi BanteLab di ponsel/tablet Android. Aplikasi inilah yang mengatur kalibrasi, menampilkan kurva, menyimpan data log, hingga mengekspor atau mencetak hasil.Kalibrasi 1–3 titik dengan pengenalan otomatis standar
S50-M mengenali larutan standar 84 µS/cm, 1413 µS/cm, dan 12,88 mS/cm secara otomatis. Pengguna cukup mencelupkan sensor, tekan Calibrate, dan sistem akan mengarahkan ke titik kalibrasi yang tepat.Dikemas lengkap untuk langsung pakai
Paket S50-M sudah termasuk larutan standar konduktivitas (84, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm), kabel USB, adaptor 5 V, dan carrying case. Ini penting untuk lab yang ingin langsung mengoperasikan alat tanpa repot mencari standar terpisah.Pure water compensation dan mode farmasi
Banyak portable meter “umum” kurang akurat di rentang konduktivitas sangat rendah (air murni farmasi, kondensat boiler kritis). S50-M menyediakan pure water compensation dan mode USP/EP sehingga lebih relevan untuk QA/QC farmasi, boiler high-purity, dan air demin.
Singkatnya, S50-M berada di posisi menarik: bentuknya sederhana seperti tester genggam, tetapi fungsi dan dokumentasi datanya mendekati instrumen laboratorium kelas menengah.
Desain & Ergonomi: Kecil, Ringkas, dan Tahan Lapangan
Dari sisi fisik, S50-M mengusung bentuk “pen tester” memanjang dengan kepala sensor di bawah dan bodi plastik tahan percikan di atas. Dimensi untuk model S50 adalah sekitar 185 mm panjang dan diameter 40 mm, dengan berat hanya sekitar 120 g. Ukuran ini pas digenggam dengan satu tangan, sekaligus cukup kokoh untuk penggunaan rutin di lapangan.
Beberapa aspek desain yang relevan untuk pengguna:
Material & konstruksi
Bodi terbuat dari plastik keras dengan rating proteksi IP54, artinya tahan debu ringan dan percikan air—cukup aman untuk area WTP, ruang produksi, atau pinggir kolam aerasi selama tidak benar-benar direndam.Berat & keseimbangan
Dengan 120 g, alat terasa ringan namun tidak “mainan”. Beratnya terkonsentrasi di bagian bawah sehingga nyaman ketika dicelup ke beaker atau sample bottle; tangan tidak cepat pegal saat pengukuran berulang.Sumber daya & pengisian
S50-M memakai baterai isi ulang 3,7 V yang di-charge melalui port USB pada bagian belakang (dalam kompartemen). Pabrikan merekomendasikan adaptor 5 V 500 mA; waktu pengisian penuh sekitar 2 jam. Dalam praktik, satu kali charge cukup untuk satu hari kerja penuh pengukuran berkala.Lingkungan operasi
Alat dirancang bekerja pada 0–50 °C dengan kelembapan relatif < 80% tanpa kondensasi. Ini mencakup sebagian besar kondisi lab dan area proses di Indonesia, sepanjang tidak berada tepat di atas boiler atau freezer.
Di bagian sensor, terdapat sel konduktivitas berlapis platinum. Pengguna disarankan tidak menyentuh lapisan platinum hitam agar tidak rusak dan selalu membilas dengan air suling setelah penggunaan.
Desain yang ringkas ini menjadikan S50-M cocok digantung di samping panel WTP, dibawa dalam tas sampling ke kolam equalizing, atau disimpan di teaching lab untuk praktikum tanpa makan banyak ruang.
Antarmuka & Pengalaman Pengguna: Main di Aplikasi, Bukan di Tombol Kecil
Tidak seperti meter konvensional yang penuh tombol fisik, S50-M hanya memiliki satu tombol di bodi—untuk menyalakan dan mematikan. Semua interaksi lanjutan terjadi di aplikasi Android BanteLab yang terhubung melalui Bluetooth 4.0 dengan jangkauan hingga 10 m.
Di dalam aplikasi, pengguna akan menemukan:
Tampilan utama dengan nilai konduktivitas/TDS/salinitas/resistivitas, suhu, status stabilitas, serta grafik tren waktu nyata.
Menu Measure – Calibrate – Settings yang rapi; perpindahan mode cukup dengan mengetuk ikon parameter (EC, TDS, Salinity, Resistivity, Conductivity Ash).
Auto-Read dan Continuous
Auto-Read: aplikasi akan otomatis mendeteksi saat bacaan stabil dan mengunci nilai (ikon HOLD muncul). Cocok untuk dokumentasi resmi.
Continuous: bacaan terus berubah mengikuti kondisi sampel; berguna untuk titrasi atau pemantauan dinamis.
Timed interval readings: pengukuran bisa diset untuk otomatis dikirim ke memori atau printer setiap 10, 30, 60, atau 300 detik. Fitur ini sangat membantu untuk studi tren, misalnya memantau stabilisasi konduktivitas setelah penambahan bahan kimia.
Data log & manajemen
Setiap hasil dapat disimpan dengan sekali sentuh. Pengguna bisa memberi Sample ID 4 digit sehingga mudah menelusur sampel berdasarkan shift, jam, atau titik sampling. Data log dapat dilihat kembali, disaring, atau dihapus per entri maupun sekaligus.
Pengaturan bahasa aplikasi tidak disebutkan secara spesifik di dokumen, tetapi antarmuka berbasis ikon dan istilah teknis sederhana (Conductivity, TDS, Salinity, Temperature) sehingga mudah dipahami operator yang sudah terbiasa dengan pengujian air.
Secara keseluruhan, pengalaman pengguna terasa seperti memakai “alat lab di layar smartphone”: tampilan bersih, menu jelas, dan proses kalibrasi/measurement mengikuti alur yang mudah diikuti teknisi baru sekalipun.
Fitur Kunci yang Mendukung QA/QC dan Audit
Beberapa fitur S50-M terasa kecil di atas kertas, tetapi sangat membantu dalam praktik sehari-hari:
Kalibrasi 1–3 titik dengan auto recognition
Meter mengenali standar 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm, dan (pada model lain) 111,8 mS/cm. Untuk S50-M, standar 84 µS/cm adalah titik penting untuk aplikasi air murni, sedangkan 1413 µS/cm dan 12,88 mS/cm menutup rentang aplikasi air proses umum.Temperature compensation yang dapat disesuaikan
Pengguna bisa mengatur jenis kompensasi (linear, non-linear, USP, EP, pure water), koefisien %/°C, dan suhu referensi (20 atau 25 °C). Ini memudahkan lab yang harus patuh ke protokol tertentu.Alarm batas tinggi/rendah
Opsi Alarm Limits memungkinkan pengguna menentukan batas atas dan bawah. Saat nilai melewati batas, aplikasi menampilkan peringatan. Cocok untuk operator lapangan yang perlu tahu secara cepat apakah air sudah “on spec” tanpa menghitung sendiri.Calibration due alarm
Aplikasi dapat diatur agar mengingatkan setiap 1–99 hari jika alat belum dikalibrasi. Ini membantu menjaga kedisiplinan QA dan mempermudah persiapan audit.Password protection
Untuk mencegah operator sembarang mengubah setting atau melakukan kalibrasi, BanteLab menyediakan proteksi 6 digit. Hanya user berotoritas yang dapat membuka mode kalibrasi dan pengaturan lanjutan.Multiparameter display
App mampu menampilkan hingga tiga tester S-series secara bersamaan. Misalnya, S50-M (konduktivitas) dihubungkan bersama S10 (pH) dan S60 (DO) untuk pemantauan kualitas air budidaya ikan.
Kumpulan fitur ini membuat S50-M bukan sekadar “alat ukur”, tetapi bagian dari sistem dokumentasi QA/QC yang mempermudah pengendalian proses sekaligus memenuhi kebutuhan pelaporan.
Integrasi Data: Dari Meter ke Printer dan Sistem Digital
Karena semua konfigurasi dan penyimpanan berada di aplikasi BanteLab, S50-M secara praktis sudah terintegrasi ke ekosistem digital. Beberapa opsi integrasi:
Penyimpanan di memori aplikasi
Mode Save to memory menyimpan hasil pengukuran beserta informasi waktu, suhu, dan Sample ID. Data ini bisa diekspor dari perangkat Android (misalnya ke file CSV) untuk kemudian diolah di Excel atau diimpor ke LIMS.Cetak langsung ke printer Bluetooth
Bante menyediakan printer termal ZJ5890C khusus yang dapat dipasangkan via Bluetooth. Setelah dipairing dengan PIN standar, setiap pembacaan bisa langsung dicetak sebagai strip kertas untuk ditempel di lembar kerja atau disertakan di berkas batch.Timed interval logging
Pengaturan Timed Interval Readings memungkinkan aplikasi mengirim data berkala ke memori atau printer. Untuk operator yang memantau kestabilan proses (misalnya CIP, pencucian resin penukar ion), fitur ini mengurangi kebutuhan pencatatan manual setiap beberapa menit.
Dengan arsitektur seperti ini, teknisi cukup membawa sebuah tablet Android di area proses; seluruh data dari beberapa meter S-series bisa dikumpulkan di satu perangkat kemudian dipindahkan ke jaringan kantor melalui email, cloud storage, atau koneksi kabel.
Spesifikasi Teknis S50-M dalam Tabel
Parameter Pengukuran Utama
| Parameter | Rentang S50-M | Resolusi (pilihan) | Akurasi* | Keterangan utama |
|---|---|---|---|---|
| Konduktivitas | 0–20,00 mS/cm; 0–2000 µS/cm | 0,01 / 0,1 / 1 | ±0,5% F.S. | K=1, sel platinum |
| TDS | 0–1000 mg/L; 0–20,00 g/L | 0,01 / 0,1 / 1 | ±1% F.S. | Faktor TDS 0,01–1,00 (default 0,5) |
| Salinitas | 0,00–10,00 PSU; 0,00–10,00 ppt; 0,00–1,00% | 0,01 | ±1% F.S. | Cocok untuk air payau & laut rendah |
| Resistivitas | 0,00–10,00 MΩ·cm | 0,01 / 0,1 / 1 | ±1% F.S. | Berguna untuk air murni & demin |
| Conductivity ash | 0–100% | 0,01 / 0,1 / 1 | ±1% F.S. | Metode ICUMSA GS2/3-17 & GS1/3/4/7/8-13 |
*F.S. = full scale
Pengaturan & Lingkungan
| Aspek | Nilai / Opsi | Sumber |
|---|---|---|
| Kalibrasi | 1–3 titik; standar 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm | |
| Kompensasi suhu | 0–100 °C otomatis; linear, non-linear, USP, EP, pure water | |
| Koefisien suhu linear | 0,0–10,0 %/°C (default 2,10 %/°C) | |
| Suhu referensi | 20 °C atau 25 °C | |
| Pure water compensation | Ya | |
| Catu daya | Baterai isi ulang 3,7 V; pengisian via USB 5 V / 500 mA | |
| Dimensi | 185 × 40 mm (model S10/S20/S50) | |
| Berat | ±120 g | |
| Lingkungan operasi | 0–50 °C; RH < 80% (non-kondensasi) | |
| IP rating | IP54 | |
| Konektivitas | Bluetooth 4.0 atau lebih baru, jangkauan hingga 10 m |
Bagi pengguna pemula, angka-angka di atas bisa dibayangkan seperti ini:
Rentang 0–2000 µS/cm mencakup air minum, air RO, air boiler feed, hingga air proses industri ringan.
Rentang 0–20 mS/cm cukup untuk air limbah industri sedang atau larutan proses yang tidak terlalu pekat.
Resistivitas 10 MΩ·cm berada di wilayah air sangat murni, misalnya untuk elektronik atau farmasi.
Salinitas hingga 10 PSU/ppt cocok untuk kolam payau, air payau untuk budidaya ikan, atau pengujian air laut yang diencerkan.
Dengan satu alat, pengguna bisa “melihat” air dari sisi kemurnian (resistivitas), kandungan garam (salinitas/TDS), dan performa proses (konduktivitas).
Panduan Memilih Rentang & Aksesori
Tabel Rentang Konduktivitas vs Aplikasi
| Rentang Konduktivitas (25 °C) | Contoh Aplikasi | Catatan Praktis |
|---|---|---|
| 0–20 µS/cm | Air demin/RO untuk boiler high pressure, air injeksi farmasi | Gunakan standar 84 µS/cm dan mode pure water; kalibrasi sering |
| 20–500 µS/cm | Air minum, air proses F&B, air make-up cooling tower | Mode linear 2,1%/°C biasanya cukup |
| 500–2000 µS/cm | Air limbah terolah, air tanah mineral sedang, larutan pupuk hidroponik | Perhatikan faktor TDS untuk konversi ke mg/L |
| 2–20 mS/cm | Air limbah industri, larutan CIP encer, brine ringan | Pastikan larutan tidak merusak sel platinum |
Aksesori yang Relevan
Beberapa aksesori resmi yang dapat dipertimbangkan:
Larutan standar konduktivitas 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm, 111,8 mS/cm (seri ECCS-xx)
Elektroda konduktivitas pengganti tipe E-ECscan-C1-10K (K=1)
Printer Bluetooth ZJ5890C untuk cetak data di lapangan
Faktor yang paling memengaruhi hasil pengukuran:
Temperatur sampel – selalu tunggu hingga bacaan suhu stabil sebelum mencatat nilai.
Kebersihan sensor – endapan padat atau biofilm di celah sensor akan menurunkan akurasi; bilas dan bersihkan secara berkala.
Kalibrasi – gunakan standar segar; jangan menuang balik larutan standar yang sudah dipakai ke botol aslinya.
Gerakan pengadukan – aduk perlahan; gelembung udara yang menempel di sensor dapat mengacaukan bacaan.
Penerapan di Lapangan: Dua Skenario Penggunaan
1. WTP Pabrik Minuman: Menjaga Konsistensi Air Proses
Sebuah pabrik minuman di Jawa bagian barat mengoperasikan instalasi pengolahan air (WTP) dengan tahapan filtrasi, softener, dan RO. Sebelumnya, pengukuran konduktivitas hanya dilakukan di laboratorium menggunakan bench meter sekali per shift. Akibatnya, kebocoran membran RO atau gangguan resin sering baru terdeteksi ketika kualitas produk sudah terpengaruh.
Setelah mengadopsi beberapa unit S50-M, tim QC mengubah workflow:
Operator utility melakukan pengecekan konduktivitas feed dan permeate RO setiap 2 jam langsung di panel WTP.
Data tersimpan di ponsel Android dengan Sample ID yang mewakili titik sampling (misalnya FEED, PERM, CIP-RINSE).
Alarm batas atas diset pada 30 µS/cm untuk permeate; begitu nilai terlewati, supervisor mendapat laporan dan dapat menjadwalkan CIP atau pemeriksaan membran lebih cepat.
Hasilnya, downtime akibat masalah kualitas air proses turun signifikan, dan tren data konduktivitas bisa ditunjukkan dengan mudah saat audit pelanggan.
2. Teaching Lab Kampus: Mengajarkan Konsep TDS & Konduktivitas
Di laboratorium pengajaran kimia lingkungan, dosen sering kesulitan menjelaskan hubungan antara TDS, konduktivitas, dan kualitas air minum hanya menggunakan teori. Dengan S50-M dan aplikasinya, praktikum menjadi lebih visual:
Mahasiswa mengukur konduktivitas air sumur, air hujan, air minum kemasan, dan air limbah domestik yang sudah diolah.
Aplikasi menampilkan grafik perubahan konduktivitas saat sampel diencerkan; mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana TDS turun seiring pengenceran.
Data log diekspor sebagai file untuk dianalisis di kelas menggunakan Excel, misalnya membuat kurva kalibrasi TDS vs konduktivitas.
Pendekatan ini membantu mahasiswa memahami bahwa angka µS/cm bukan sekadar data, tetapi representasi nyata jumlah ion dalam air dan kaitannya dengan standar kualitas.
Langkah-Langkah Menggunakan S50-M di Instalasi Pengolahan Air
Misalkan konteksnya adalah pengawasan kualitas air di WTP yang memasok air proses untuk pabrik minuman:
Persiapan awal
Pastikan baterai terisi. Jika indikator lemah, isi ulang melalui USB.
Siapkan larutan standar 84 µS/cm dan 1413 µS/cm dalam beaker bersih untuk kalibrasi.
Koneksikan ke aplikasi BanteLab
Nyalakan S50-M dengan menekan tombol.
Buka aplikasi BanteLab di ponsel Android.
Pilih sensor dengan ID bertuliskan EC/S50. Tunggu hingga ikon koneksi muncul.
Kalibrasi (disarankan tiap hari kerja atau saat kondisi penting)
Pada menu Conductivity, pilih Calibrate.
Celupkan sensor ke standar 84 µS/cm, aduk perlahan, lalu pilih Confirm ketika pembacaan stabil.
Lanjutkan ke standar 1413 µS/cm (dan 12,88 mS/cm bila perlu) mengikuti panduan aplikasi.
Pengaturan kompensasi suhu & TDS (jika diperlukan)
Di Settings, pilih mode kompensasi suhu (linear atau non-linear) dan atur koefisien sesuai jenis air.
Atur faktor TDS bila ingin menampilkan mg/L yang selaras dengan hasil gravimetri atau referensi internal.
Pengukuran di titik sampling
Bilas sensor dengan air sampel atau air suling.
Celupkan ke sample point (misalnya permeate RO atau air baku) menggunakan beaker bersih.
Tunggu ikon stabil (atau gunakan Auto-Read). Simpan hasil dengan memberi Sample ID (misalnya 0101 untuk “permeate pagi”).
Pencatatan & pelaporan
Ulangi untuk setiap titik sampling yang dibutuhkan.
Pada akhir shift, buka Data Log dan ekspor hasil ke file (atau cetak via printer Bluetooth jika tersedia).
Dengan prosedur ini, operator tidak lagi harus membawa buku catatan ke lapangan. Data konduktivitas tersimpan rapi, siap dianalisis untuk melihat tren kinerja WTP dari hari ke hari.
Kesimpulan & Rekomendasi
S50-M memadukan kepraktisan tester genggam dengan kecanggihan pengelolaan data berbasis aplikasi. Dari segi spesifikasi, rentang 0–2000 µS/cm dan 0–20 mS/cm, akurasi ±0,5% F.S., serta dukungan TDS, salinitas, dan resistivitas membuatnya serbaguna untuk:
Laboratorium QA/QC di pabrik minuman, dairy, dan F&B lain
Instalasi pengolahan air minum, air limbah, dan utilitas industri
Laboratorium farmasi & biotek yang membutuhkan kontrol konduktivitas air murni
Teaching lab di kampus untuk pengajaran kimia lingkungan dan teknologi air
Aplikasi akuakultur, hidroponik, dan pertanian yang memerlukan monitoring konduktivitas larutan nutrisi
Jika organisasi Anda membutuhkan alat konduktivitas yang:
Ringkas dan mudah dibawa ke lapangan
Mampu menyimpan dan mengelola data secara digital
Mendukung standar farmasi (USP/EP) dan air murni
Memiliki opsi multiparameter bersama pH, DO, dan ion lain
maka S50-M layak dipertimbangkan sebagai “workhorse” sehari-hari. Untuk aplikasi dengan konduktivitas sangat tinggi (>20 mS/cm), barulah Anda mungkin mempertimbangkan model saudara S50-H yang memiliki sel K=10 dan rentang hingga 200 mS/cm.
FAQ Singkat
1. Apakah S50-M bisa dipakai untuk air laut penuh?
Rentang salinitas S50-M sampai 10 PSU/ppt/1% sehingga cocok untuk air payau atau air laut yang diencerkan. Untuk air laut murni (sekitar 35 PSU), rentangnya kurang; di situ S50-H lebih relevan.
2. Seberapa sering S50-M perlu dikalibrasi?
Minimal sekali seminggu untuk penggunaan ringan, atau setiap hari kerja untuk QA/QC kritis. Fitur Calibration Due Alarm memudahkan penjadwalan sesuai SOP masing-masing instalasi.
3. Apakah alat ini bisa digunakan tanpa aplikasi BanteLab?
Tidak praktis. Tombol di bodi hanya untuk on/off; pengaturan mode, kalibrasi, dan penyimpanan data seluruhnya dilakukan melalui aplikasi Android.
4. Bagaimana perawatan sensor konduktivitasnya?
Selalu bilas dengan air suling setelah pengukuran, hindari menggosok lapisan platinum, dan bersihkan endapan padat secara hati-hati. Jika respons melambat atau kalibrasi sulit diterima, pertimbangkan mengganti elektroda.
5. Apakah S50-M tahan jika jatuh ke dalam air?
Alat memiliki rating IP54—tahan percikan, bukan untuk direndam penuh. Jika terjatuh ke dalam air, segera keringkan dan jangan menyalakan sebelum benar-benar kering.
6. Bisakah data dari S50-M diintegrasikan ke sistem LIMS?
Secara tidak langsung, ya. Data dapat diekspor dari perangkat Android sebagai file (misalnya CSV) lalu diimpor ke LIMS atau sistem pelaporan lain sesuai workflow IT di perusahaan Anda.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami betapa pentingnya pemantauan konduktivitas untuk menjamin kualitas air proses, utilitas, maupun produk akhir Anda. Kami berfokus melayani klien bisnis dan industri—mulai dari WTP/WWTP, pabrik makanan dan minuman, farmasi, hingga laboratorium penelitian—dengan menyediakan instrumen berkualitas seperti Bante S50-M Bluetooth Conductivity Tester dan perangkat laboratorium lainnya. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi, efisiensi, dan keterlacakan data dalam pengujian konduktivitas, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan konfigurasi alat dan solusi yang paling sesuai.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat Produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★
Referensi
Hindayani, A., & Hamim, N. (2022). Akurasi dan presisi metode sekunder pengukuran konduktivitas menggunakan Sel Jones tipe E untuk pemantauan kualitas air minum. Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA), 5(1), 41–51. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/IJCA/article/view/21508
Lumban Toruan, P., Margareta, B., Jumarni, A., Pratiwi, S. S., & Atina. (2023). Pengaruh temperatur air terhadap konduktivitas dan total dissolved solid. Jurnal Kumparan Fisika, 6(1), 11–16. Retrieved from https://ejournal.unib.ac.id/kumparan_fisika/article/download/26415/12160
























