Di banyak laboratorium QA/QC, IPAL (WWTP), WTP air minum, hingga fasilitas akuakultur dan hidroponik, angka amonium (NH₄⁺) sering jadi “angka krusial” yang sulit dijaga. Begitu konsentrasi NH₄ naik sedikit saja, air minum bisa gagal uji, kolam ikan bisa mengalami stres bahkan kematian massal, proses biologis di reaktor lumpur aktif menjadi tidak stabil, dan sistem nutrisi tanaman berubah asam secara tiba-tiba.
Masalahnya, pengukuran amonium tidak selalu sesederhana mengukur pH. Banyak laboratorium masih bergantung pada metode kolorimetri berbasis reagen. Secara teori sederhana: tambahkan reagen, tunggu warna terbentuk, lalu baca dengan spektrofotometer atau visual. Di lapangan, ceritanya lain:
-
Reagen habis di tengah jadwal pengujian.
-
Warna sampel keruh atau berwarna pekat (misalnya air limbah industri atau digestat biogas) yang membuat pembacaan warna sulit.
-
Proses preparasi memakan waktu: pengenceran berulang, penambahan reagen, inkubasi, lalu pembacaan—untuk puluhan sampel per hari, teknisi bisa kehabisan waktu.
-
Setiap langkah manual membuka peluang kesalahan: salah pipet, salah pengenceran, lupa waktu inkubasi.
Di unit produksi minuman dan dairy, angka NH₄ dalam air proses jadi indikator kebersihan dan performa sistem pengolahan air. Data yang melenceng bisa berujung pada batch produk yang terpaksa dibuang. Di IPAL dan WTP, kesalahan data menyebabkan dosing bahan kimia atau aerasi tidak optimal: terlalu rendah, proses gagal; terlalu tinggi, boros energi dan bahan kimia.
Di akuakultur dan perikanan, amonium adalah toksikan “diam-diam”: ikan masih tampak normal pagi hari, padahal NH₄ sudah naik, dan malamnya terjadi kematian mendadak karena perubahan pH dan suhu. Tanpa alat yang mampu memonitor konsentrasi amonium dengan cepat dan cukup akurat, teknisi hanya bisa “menebak” melalui bau atau warna air.
Kampus dan teaching lab juga menghadapi tantangan serupa: praktikum tentang siklus nitrogen atau kualitas air membutuhkan instrumen yang mudah digunakan mahasiswa, tetapi tetap memberikan data yang bisa dipercaya. Menggunakan metode manual yang panjang sering berujung pada praktikum yang molor dan data yang tidak konsisten antar kelompok.
Di tengah kebutuhan data NH₄ yang cepat, berulang, dan dapat diaudit, banyak pengguna mulai mencari solusi yang lebih praktis dari sekadar metode kolorimetri: meter ion amonium berbasis elektroda selektif ion (ISE) yang bisa langsung memberikan pembacaan konsentrasi. Di sinilah Bante931-NH4 menjadi solusi.
Teknologi Elektroda Selektif Ion Amonium: Cara Kerja
Bante931-NH4 memanfaatkan teknologi Ion Selective Electrode (ISE) untuk mengukur konsentrasi ion amonium secara langsung. Intinya, ISE adalah elektroda yang memiliki membran khusus yang “sensitif” hanya terhadap satu jenis ion—inilah yang membedakan pengukuran ion dengan pengukuran konduktivitas umum.
Pada konfigurasi NH₄⁺, Bante 931 dipasangkan dengan electrode ISE-NH4 yang secara resmi tercantum sebagai elektroda amonium dengan rentang pengukuran 0,1 hingga 18.000 ppm . Membran ion-selective pada ujung elektroda berinteraksi dengan ion amonium di dalam larutan. Perbedaan aktivitas ion di permukaan membran kemudian menghasilkan perubahan potensial listrik (mV) yang sebanding dengan log konsentrasi ion. Meter Bante 931 mengubah sinyal mV ini menjadi konsentrasi langsung dalam satuan ppm, mg/L, mol/L, atau mmol/L sesuai pilihan pengguna .
Agar respons elektroda stabil, larutan sampel biasanya ditambahkan ISA (Ionic Strength Adjuster) khusus amonium. Bante menyediakan ISA-NH4 sebagai aksesori resmi, sehingga kekuatan ion total di sampel menjadi konstan dan membantu mengurangi efek interferensi ion lain .
Dibanding metode kolorimetri konvensional, pendekatan ISE memberikan beberapa keunggulan nyata:
-
Lebih cepat: setelah kalibrasi, pembacaan langsung; tidak perlu menunggu reaksi warna.
-
Minim reagen harian: cukup standar dan ISA, tanpa rangkaian reagen bertahap setiap pengukuran.
-
Cocok untuk tren jangka panjang: karena Bante 931 bisa menyimpan hingga 500 data set dan mentransfer ke PC, memantau tren NH₄ per jam atau per hari menjadi jauh lebih praktis .
-
Mengurangi variabilitas operator: dengan auto-read dan auto-hold, meter yang menentukan kapan nilai stabil, bukan mata manusia yang menilai “warna sudah pas atau belum”.
Dalam jangka panjang, penggunaan teknologi ISE untuk amonium berarti: data lebih konsisten dari waktu ke waktu, proses kalibrasi terstruktur, dan lebih mudah memenuhi tuntutan audit (misalnya SNI, ISO/IEC 17025, HACCP, atau standard internal perusahaan). Untuk unit WWTP dan WTP, ini berarti kontrol proses nitrifikasi dan pengolahan biologis menjadi lebih terukur; untuk akuakultur, lebih mudah menetapkan batas aman NH₄ yang realistis berdasarkan data, bukan sekadar intuisi.
Bante931-NH4: Sistem Ion Amonium
Secara resmi, Bante 931 adalah benchtop ion meter yang mengukur konsentrasi ion, mV, dan suhu . Ketika dikonfigurasi dengan elektroda ISE-NH4, standar amonium (misalnya 100 dan 1000 ppm), dan ISA-NH4, kombinasi ini menjadi sistem lengkap Bante931-NH4 untuk pengujian amonium di laboratorium.
Menurut brosur pabrikan, Bante 931 mendukung:
-
Rentang konsentrasi 0,001 hingga 19.999 (ppm, mg/L, mol/L, atau mmol/L tergantung satuan) dengan resolusi 0,001; 0,01; 0,1; atau 1 .
-
Akurasi tipikal ±0,5% dari full scale untuk ion monovalen seperti NH₄⁺ .
-
Kalibrasi 2 sampai 5 titik dengan pilihan standar 0,001; 0,01; 0,1; 1; 10; 100; 1000; sampai 10.000 (dalam satuan yang dipilih) .
Apa yang membuat Bante931-NH4 menarik dibanding banyak meter ion lain adalah kombinasi fitur laboratorium modern yang sudah terintegrasi:
-
Automatic Temperature Compensation (ATC) dari 0–100 °C ketika probe temperatur terhubung .
-
Electrode diagnostics dan calibration log: meter dapat menampilkan titik kalibrasi serta nilai mV masing-masing, membantu mengecek apakah elektroda amonium masih sehat atau mulai menurun performanya .
-
Setup menu yang fleksibel: pengguna dapat mengatur satuan, jumlah titik kalibrasi, valensi ion (mono/divalen), resolusi, sampai kriteria stabilitas pembacaan .
Bante931 juga dikirim sebagai paket lengkap: meter, elektroda ion selektif, temperature probe, standard solution 100 dan 1000 ppm, ionic strength adjuster, electrode holder, serta adaptor daya . Bagi laboratorium yang baru mulai membangun metode ion amonium, ini mengurangi kerumitan pengadaan komponen satu per satu.
Untuk laboratorium QA/QC air, F&B, farmasi, hingga teaching lab di kampus, kombinasi fitur ini membuat Bante931-NH4 bukan sekadar “alat ukur”, tetapi sistem kerja yang cukup lengkap: dari kalibrasi, pengukuran, penyimpanan data, hingga integrasi dengan komputer untuk analisis lebih lanjut.
Desain dan Ergonomi: Nyaman Dipakai Seharian di Meja Laboratorium
Secara fisik, Bante 931 menggunakan desain yang sama dengan seri 9 lainnya: casing benchtop berprofil rendah dengan permukaan depan sedikit miring sehingga layar mudah dibaca ketika ditempatkan di meja lab. Dimensi resmi meter adalah 210 × 188 × 60 mm dengan berat sekitar 1,5 kg . Ukuran ini cukup ringkas untuk meja praktikum yang sempit, tetapi masih stabil saat digunakan bersama electrode arm penuh.
Layar LCD berukuran besar 125 × 100 mm, menampilkan nilai konsentrasi, suhu, ikon status (mode, stabilitas, ATC, memori) dan informasi kalibrasi . Tombol disusun dalam baris yang rapi: tombol Meas, Mode, Cal, MI (store), MR (recall), tombol panah, dan Enter. Layout ini memudahkan teknisi baru untuk belajar dalam waktu singkat tanpa harus membaca manual berlembar-lembar.
Bante931 menggunakan catu daya DC 5 V dari adaptor, bukan baterai. Dari sisi laboratorium, hal ini justru menguntungkan: tidak ada kekhawatiran meter tiba-tiba mati di tengah kalibrasi karena baterai habis. Konsumsi daya tipikal sekitar 400 mA, cocok untuk digunakan di bench secara permanen .
Lingkungan operasi yang direkomendasikan adalah suhu 0–50 °C dan kelembaban relatif <80% tanpa kondensasi . Artinya, meter aman digunakan di ruang lab ber-AC standar Indonesia maupun ruang kontrol proses di pabrik selama tidak ada kondensasi atau cipratan air langsung ke unit.
Electrode arm yang disertakan memudahkan pengaturan posisi elektroda NH₄ dan probe temperatur. Ketinggian dan sudut dapat diatur, sehingga teknisi tidak perlu terus memegang elektroda selama pengukuran—penting terutama saat melakukan kalibrasi multipoint yang bisa memakan waktu beberapa menit.
Dari sisi saran penggunaan, Bante931-NH4 paling ideal ditempatkan di:
-
Laboratorium pusat (central lab) WTP/WWTP.
-
Laboratorium mutu air di pabrik F&B, dairy, atau farmasi.
-
Teaching lab kimia analitik/kualitas air di kampus.
Dengan desain yang relatif kokoh dan antarmuka yang sederhana, meter ini juga cukup “ramah” untuk praktikum mahasiswa yang sering kali intensif dan melibatkan banyak pengguna berbeda.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna: Semua Informasi Penting di Satu Layar
Salah satu keunggulan praktis Bante 931 adalah tampilan LCD besar yang menampilkan hampir semua informasi penting sekaligus: nilai ion (misalnya ppm NH₄⁺), suhu, ikon ATC, status stabilitas (ikon “stabil”), indikator Auto-Hold, serta mode operasi (ion, mV) .
Navigasi dilakukan dengan kombinasi tombol:
-
Mode untuk berpindah antara mode ion, mV, dan temperatur.
-
Cal untuk masuk ke mode kalibrasi.
-
MI untuk menyimpan hasil ke memori.
-
MR untuk melihat log data atau log kalibrasi.
-
Tombol panah (▲/▼) untuk memilih menu atau mengubah nilai.
-
Enter untuk konfirmasi.
Menu pengaturan (setup) dapat diakses dengan menekan dan menahan tombol tertentu (Cal/Mode, sesuai instruksi manual). Di dalamnya, pengguna bisa: mengatur unit konsentrasi (ppm, mg/L, mol/L, mmol/L), menentukan jumlah titik kalibrasi (2–5), memilih valensi ion (monovalen/divalen), kriteria stabilitas (standard/strict), serta mengaktifkan calibration due reminder untuk mengingatkan kapan elektrode perlu dikalibrasi ulang .
Fitur Auto-Read/Auto-Hold sangat membantu di lab yang sibuk: meter akan mendeteksi saat pembacaan sudah stabil, lalu otomatis “mengunci” nilai tersebut. Operator tidak perlu terus menerus memperhatikan angka yang fluktuatif; cukup menunggu ikon hold muncul, lalu mencatat atau menyimpan hasilnya. Bila ingin kembali ke mode pembacaan kontinu, teknisi tinggal menekan tombol yang sama.
Bante 931 juga memiliki memori internal hingga 500 data set, lengkap dengan tanggal dan waktu jika diatur sebelumnya . Data ini bisa ditinjau kembali di meter melalui fungsi MR, atau dikirim ke komputer melalui USB untuk analisis lebih lanjut. Untuk laboratorium yang perlu menyiapkan laporan berkala (misalnya laporan harian kualitas air), fitur ini mengurangi beban pencatatan manual dan mencegah data hilang di buku catatan yang tercecer.
Secara keseluruhan, antarmuka Bante931 dirancang agar teknisi yang sudah terbiasa dengan pH meter modern bisa langsung merasa familiar tanpa kurva belajar yang curam.
Fitur Kunci Bante931-NH4 untuk Pengujian Amonium yang Andal
Bila dilihat lebih dekat, ada beberapa fitur Bante931 yang sangat relevan untuk pengukuran NH₄ di berbagai industri:
-
Kalibrasi Multi-Titik (2–5 Titik)
Meter mendukung kalibrasi antara 2 hingga 5 titik menggunakan standar konsentrasi 0,001 hingga 10.000 (ppm/mg/L/mol/L) tergantung satuan . Untuk aplikasi air limbah atau WTP yang biasanya bekerja pada kisaran 0,1–50 mg/L, dua atau tiga titik kalibrasi (misalnya 0,1; 1; 10 ppm) sudah cukup. Untuk proses industri atau kolam equalization dengan beban tinggi, titik kalibrasi bisa diperluas hingga 100 atau 1000 ppm. -
Pemilihan Satuan dan Valensi Ion
Tidak semua laboratorium menggunakan satuan yang sama; beberapa lebih nyaman dengan ppm, yang lain mg/L, atau bahkan molaritas. Bante 931 memungkinkan pengguna memilih satuan sesuai kebutuhan, dengan opsi valensi ion monovalen atau divalen . Untuk NH₄⁺, cukup pilih monovalen, sehingga perhitungan internal meter menjadi konsisten. -
Automatic Temperature Compensation (ATC)
Karena respons elektroda ISE terhadap NH₄⁺ dipengaruhi suhu, Bante 931 menyediakan kompensasi temperatur otomatis 0–100 °C bila probe temperatur TP-10K terhubung . Dalam praktik, ini berarti operator tidak perlu mengoreksi manual perubahan suhu antara standar dan sampel—sangat penting bagi WWTP yang mengukur air limbah hangat dan WTP yang bekerja pada air dingin. -
Auto-Read dan Kriteria Stabilitas
Fitur Auto-Read/Auto-Hold mengurangi risiko salah baca akibat fluktuasi angka. Kriteria stabilitas bahkan bisa dipilih (standard atau high accuracy/strict) untuk menyesuaikan kebutuhan: mode strict untuk laboratorium yang menuntut presisi tinggi, mode standard untuk aplikasi rutin dengan throughput sampel besar . -
Kalibrasi Due Reminder dan Log Kalibrasi
Meter dapat diatur agar mengingatkan setelah beberapa hari sejak kalibrasi terakhir. Log kalibrasi yang dapat ditinjau (tanggal, titik kalibrasi, nilai mV) membantu memastikan prosedur kalibrasi dilakukan dan terdokumentasi dengan baik—nilai tambah besar untuk laboratorium yang diaudit secara rutin .
Fitur-fitur ini jika digabungkan menghasilkan workflow pengukuran yang lebih tenang: teknisi tidak perlu bertanya lagi “sudah dikalibrasi kapan?”, “ini bacaannya sudah stabil atau belum?”, atau “kenapa data hari ini tidak cocok dengan minggu lalu?”.
Integrasi Data dan Konektivitas ke PC
Dalam banyak organisasi, data kualitas air tidak berhenti di lab. Angka NH₄ dari Bante931-NH4 biasanya akan masuk ke sistem yang lebih besar: laporan harian, dashboard proses, atau bahkan sistem LIMS.
Bante 931 menyediakan port USB-B sebagai antarmuka komunikasi standar ke komputer . Pabrikan menyediakan DAS software yang mampu:
-
Menerima data yang disimpan di memori meter.
-
Melakukan interval recording—pengambilan data otomatis pada interval tertentu (10/30/60 detik atau 10/30 menit) dan menuliskannya langsung ke lembar data di komputer .
-
Mengekspor data ke format Excel untuk analisis lanjutan dan pembuatan grafik tren.
Untuk WTP/WWTP, fitur interval recording sangat berguna ketika melakukan uji respon proses—misalnya melihat bagaimana konsentrasi NH₄ turun di outlet reaktor nitrifikasi setelah penyesuaian udara atau recycle sludge. Di akuakultur, teknik ini bisa digunakan untuk memantau perubahan NH₄ selama pemberian pakan intensif.
Pendekatan “meter + PC” ini memberikan fleksibilitas tinggi: laboratorium yang belum punya LIMS tetap bisa menyimpan histori panjang dalam file Excel; sementara yang sudah punya sistem data terpusat dapat mengimpor file tersebut ke dalam database mereka.
Spesifikasi Teknis Bante931-NH4
Tabel Spesifikasi Utama
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Parameter utama | Ion concentration, mV, temperatur |
| Rentang konsentrasi ion | 0,001 – 19.999 (ppm, mg/L, mol/L, mmol/L) |
| Resolusi | 0,001; 0,01; 0,1; 1 (tergantung rentang) |
| Akurasi ion (monovalen) | ±0,5% F.S. |
| Titik kalibrasi ion | 2 – 5 titik |
| Standar kalibrasi | 0,001; 0,01; 0,1; 1; 10; 100; 1000; 10.000 |
| Unit konsentrasi | ppm, mg/L, mol/L, mmol/L |
| Rentang temperatur | 0 – 105 °C |
| Akurasi temperatur | ±0,5 °C |
| Kompensasi temperatur | 0 – 100 °C, manual atau otomatis (ATC) |
| Memori | 500 data set |
| Antarmuka komunikasi | USB-B |
| Ukuran layar | LCD 125 × 100 mm |
| Dimensi meter | 210 × 188 × 60 mm |
| Berat | ±1,5 kg |
| Catu daya | Adaptor DC 5 V |
| Rentang kerja lingkungan | 0 – 50 °C; RH <80% non-kondensasi |
| Elektroda NH₄ opsional | ISE-NH4, 0,1 – 18.000 ppm |
Penjelasan Singkat untuk Pemula
Secara sederhana, angka-angka di atas bisa dibaca seperti ini:
-
Rentang 0,001–19.999 ppm berarti meter bisa dipakai untuk jejak amonium sangat rendah (misalnya studi lingkungan di sungai) hingga konsentrasi tinggi di proses industri.
-
Akurasi ±0,5% dari full scale cukup untuk QA/QC air dan pemantauan proses, selama prosedur kalibrasi dan perawatan elektroda dijalankan dengan benar.
-
Memori 500 data set memberi ruang cukup untuk menyimpan hasil uji beberapa hari atau minggu sebelum data dipindah ke PC.
-
Rentang suhu dan lingkungan kerja memastikan meter tetap dapat digunakan di laboratorium tropis seperti di Indonesia tanpa masalah berarti.
Panduan Memilih Komponen Tambahan untuk Aplikasi NH₄⁺
Tabel Rentang Konsentrasi dan Contoh Aplikasi
| Rentang NH₄⁺ (ppm) | Contoh Aplikasi | Rekomendasi Standar Kalibrasi |
|---|---|---|
| 0,01 – 0,5 | Air permukaan, studi ekologi, air minum sangat bersih | 0,01; 0,1; 1 ppm |
| 0,1 – 10 | Air minum, effluent WTP, akuakultur intensif | 0,1; 1; 10 ppm |
| 1 – 100 | Air limbah domestik, outlet proses biologis WWTP | 1; 10; 100 ppm |
| 10 – 1000 | Air limbah industri, tangki equalization, digestat | 10; 100; 1000 ppm |
| 100 – 10.000 | Larutan stok nutrisi, riset khusus, uji ketahanan proses | 100; 1000; 10.000 ppm |
Aksesori Penting
Berdasarkan daftar aksesori resmi ion selective pada manual:
-
Electrode ISE-NH4 – elektroda selektif amonium dengan rentang 0,1–18.000 ppm .
-
Standar ION-NH4 1000 ppm – larutan standar amonium 1000 ppm, 480 mL, untuk pembuatan standar kalibrasi lain dengan pengenceran .
-
ISA-NH4 – ionic strength adjuster khusus amonium, 480 mL .
-
TP-10K Temperature Probe – probe temperatur 0–100 °C untuk ATC .
-
USB-B cable & adaptor DC 5V – untuk komunikasi data dan suplai daya.
Faktor yang Mempengaruhi Hasil
Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil NH₄ konsisten:
-
Suhu: bedakan antara suhu standar dan sampel; gunakan ATC agar meter mengkompensasi otomatis.
-
Ionic strength dan pH: penambahan ISA sangat penting, terutama pada konsentrasi rendah; pH terlalu tinggi dapat menggeser NH₄⁺ menjadi NH₃ (amonia bebas).
-
Interferensi ion lain: kation kuat seperti K⁺ atau Na⁺ pada konsentrasi tinggi dapat mempengaruhi respons elektroda; ISA membantu mengurangi efek ini.
-
Perawatan elektroda: elektroda yang jarang dibersihkan atau jarang dicelupkan dalam larutan standar akan merespons lebih lambat dan kurang stabil.
Penerapan di Lapangan: Studi Kasus Bante931-NH4
Studi Kasus 1 – IPAL Industri Makanan: Downtime Turun 20%
Sebuah pabrik minuman di Indonesia menghadapi masalah fluktuasi NH₄ di outlet IPAL biologis mereka. Selama ini, pengukuran NH₄ dilakukan dengan metode kolorimetri sekali sehari. Ketika angka NH₄ di laporan harian naik, baru tim operasi melakukan investigasi—sayangnya, kondisi proses sudah terlambat dikoreksi, dan beberapa kali perusahaan mendapat teguran karena melampaui baku mutu.
Setelah menggunakan Bante931-NH4 di laboratorium IPAL, tim memutuskan untuk melakukan pengukuran setiap 3 jam pada beberapa titik kunci: inlet reaktor, outlet nitrifikasi, dan effluent akhir. Dengan bantuan memori internal dan transfer data USB ke Excel, mereka dapat membuat grafik tren harian NH₄ dan mengaitkannya dengan perubahan operasi (blower, recycle sludge, beban organik).
Dalam beberapa minggu, pola mulai terlihat: lonjakan NH₄ di pagi hari ternyata terkait dengan pelepasan batch CIP dari produksi. Dengan data yang lebih rapat, tim dapat memodifikasi strategi equalization dan aerasi sebelum effluent melampaui baku mutu. Secara internal, mereka mencatat penurunan downtime IPAL sekitar 20%, karena proses troubleshooting bisa dilakukan cepat begitu tren NH₄ mulai naik, bukan setelah laporan harian keluar.
Studi Kasus 2 – Akuakultur Udang: Mengurangi Risiko Lonjakan NH₄
Di sebuah tambak udang intensif, pengelola awalnya hanya mengandalkan pH meter dan pengamatan visual (warna air, bau) untuk menilai kualitas kolam. Ketika terjadi kematian udang mendadak setelah hujan lebat, hasil uji laboratorium beberapa hari kemudian menunjukkan NH₄ tinggi—sayangnya, informasi ini datang terlambat.
Pengelola kemudian bekerja sama dengan laboratorium lokal yang menggunakan Bante931-NH4. Sampel air dari tambak diukur di laboratorium dua kali sehari (pagi dan malam), dan hasilnya dikirim dalam bentuk file Excel. Dalam beberapa minggu, mereka menyadari bahwa lonjakan NH₄ sering terjadi setelah periode pakan berat dan saat aerasi dikurangi.
Dengan memahami pola ini, pengelola menerapkan jadwal pakan yang lebih moderat dan memastikan aerasi tetap stabil setelah hujan. NH₄ di kolam tetap berada di bawah batas aman yang disepakati, dan mereka melaporkan penurunan insiden stres udang secara signifikan. Bagi laboratorium, penggunaan Bante931-NH4 memudahkan mereka melayani beberapa tambak sekaligus tanpa kewalahan oleh prosedur reagen yang panjang.
Panduan Langkah demi Langkah Menggunakan Bante931-NH4
Berikut contoh skenario penggunaan untuk laboratorium WTP/WWTP yang rutin menguji amonium pada sampel air baku, proses, dan effluent.
1. Persiapan Awal
-
Pasang electrode arm dan letakkan meter di meja yang datar.
-
Hubungkan ISE-NH4 ke soket BNC bertanda pH/ISE di belakang meter, dan hubungkan probe temperatur TP-10K ke soket ATC .
-
Nyalakan meter dengan tombol Meas. Pastikan ikon ATC muncul di layar.
2. Kondisioning dan Kalibrasi Elektroda
-
Lepas penutup pelindung elektroda NH₄ dan rendam elektroda dalam larutan standar 100 ppm selama ±10 menit sebelum digunakan, sebagaimana disarankan manual untuk ISE sebelum pengukuran .
-
Siapkan rangkaian standar, misalnya 0,1; 1; dan 10 ppm (buat dari standar stok 100 atau 1000 ppm dengan pengenceran). Tambahkan volume ISA-NH4 yang sama ke setiap standar dan sampel (misalnya 2 mL ISA per 100 mL larutan).
-
Tekan Mode hingga ikon ion concentration muncul.
-
Tekan Cal, pilih jumlah titik kalibrasi (misalnya 3 titik). Meter akan meminta standar pertama (0,1 ppm atau 1 ppm sesuai pengaturan).
-
Bilas elektroda dengan air suling, keringkan secara lembut, lalu masukkan ke standar pertama. Aduk perlahan hingga pembacaan stabil; tekan Enter untuk mengkonfirmasi. Meter akan berpindah ke standar berikutnya (CAL2, CAL3, dan seterusnya) .
-
Ulangi untuk semua standar. Setelah selesai, meter akan menampilkan “End” dan kembali ke mode pengukuran.
3. Pengukuran Sampel
-
Siapkan sampel air (air baku, air proses, effluent). Bila perlu, lakukan pengenceran agar masuk dalam rentang standar kalibrasi. Tambahkan ISA dalam rasio yang sama seperti standar.
-
Bilas elektroda dengan air suling, kemudian sedikit sampel. Tempatkan elektroda dan probe temperatur ke dalam gelas beaker sampel, aduk perlahan.
-
Jika Auto-Hold diaktifkan, tunggu hingga ikon hold muncul di layar—ini menandakan nilai telah stabil.
-
Catat hasil atau tekan MI untuk menyimpan ke memori.
-
Ulangi untuk sampel lain.
4. Setelah Penggunaan
-
Bilas elektroda dengan air suling, keringkan dengan tisu bebas serat.
-
Simpan elektroda sesuai rekomendasi (umumnya kering dengan penutup pelindung setelah dibilas, atau mengikuti petunjuk khusus dari pabrikan elektroda NH₄).
-
Secara berkala, gunakan menu MR → Electrode log di meter untuk mengecek log kalibrasi dan memastikan slope elektroda masih wajar .
Dengan mengikuti langkah ini, laboratorium dapat menjaga konsistensi pengukuran dan meminimalkan variasi antar operator.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Bante931-NH4 menggabungkan meter ion benchtop yang matang secara desain dengan elektroda selektif amonium dan ekosistem aksesori resmi (standar, ISA, probe temperatur). Berbasis spesifikasi pabrikan, alat ini memberikan:
-
Rentang pengukuran yang luas (jejak hingga ribuan ppm) dengan akurasi memadai untuk QA/QC air dan pemantauan proses.
-
Fitur laboratorium modern: ATC, multi-point calibration, auto-read, log kalibrasi, memori 500 data, dan konektivitas USB ke PC.
-
Desain benchtop stabil dengan layar lebar, mudah dibaca, dan antarmuka menu yang cukup intuitif.
Alat ini sangat cocok untuk:
-
Laboratorium WTP/WWTP yang membutuhkan monitoring NH₄ rutin untuk mengendalikan proses biologis dan memastikan baku mutu.
-
Pabrik F&B, dairy, dan minuman yang memantau mutu air baku dan air proses.
-
Akuakultur dan perikanan yang ingin memantau NH₄ secara teratur untuk menjaga kesehatan ikan/udang.
-
Teaching lab & riset kampus di bidang kimia lingkungan, teknik lingkungan, perikanan, dan agronomi.
Bagi laboratorium yang saat ini masih mengandalkan metode kolorimetri penuh reagen, Bante931-NH4 menawarkan transisi menuju sistem pengukuran amonium yang lebih cepat, terstruktur, dan siap diaudit—tanpa mengorbankan akurasi yang dibutuhkan dalam praktik sehari-hari.
FAQ Singkat
1. Apakah Bante931-NH4 bisa digunakan untuk air minum dengan konsentrasi NH₄ sangat rendah?
Ya, rentang pengukuran meter mulai dari 0,001 tergantung satuan yang dipilih, sementara elektroda ISE-NH4 mencakup kisaran 0,1–18.000 ppm . Dengan kalibrasi yang tepat dan penambahan ISA, alat ini dapat digunakan untuk air minum dan studi lingkungan, asalkan prosedur pengenceran dan penanganan sampel dilakukan dengan hati-hati.
2. Seberapa sering elektroda amonium perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi tergantung frekuensi penggunaan dan tuntutan akurasi. Umumnya, kalibrasi dilakukan setiap hari kerja atau setiap kali rangkaian pengujian baru dimulai. Bante 931 memiliki calibration due reminder yang bisa diatur 1–31 hari untuk membantu menjaga disiplin kalibrasi .
3. Apakah Bante931-NH4 bisa digunakan langsung di lapangan?
Secara desain, Bante 931 adalah benchtop meter yang membutuhkan adaptor daya dan lingkungan relatif kering. Untuk pengukuran di lapangan, sampel biasanya dibawa ke laboratorium atau ruangan semi-portabel yang memiliki sumber listrik. Jika perlu alat benar-benar portabel, biasanya digunakan seri meter lain yang khusus dirancang untuk itu.
4. Apakah data dari Bante931 dapat langsung masuk ke sistem LIMS?
Meter menyediakan USB-B dan software DAS yang dapat mengekspor data ke file Excel . File ini kemudian bisa diimpor ke LIMS atau sistem data lain. Integrasi langsung akan tergantung pada konfigurasi LIMS di masing-masing organisasi.
5. Bagaimana cara menangani sampel dengan NH₄ sangat tinggi (ribuan ppm)?
Sampel konsentrasi tinggi dapat diencerkan menggunakan air bebas NH₄, lalu dikoreksi kembali dengan faktor pengenceran. Pastikan rentang konsentrasi setelah pengenceran masih berada dalam rentang kalibrasi elektroda dan meter. Standar 1000 ppm dari pabrikan dapat digunakan sebagai acuan untuk memastikan akurasi di rentang tinggi.
6. Apakah elektroda NH₄ sensitif terhadap pH?
Ya, sistem NH₄⁺/NH₃ sangat dipengaruhi pH. Pada pH tinggi, lebih banyak amonia bebas (NH₃) terbentuk, yang dapat mengubah hasil. Karena itu, penggunaan ISA dan pengaturan pH sampel sesuai rekomendasi metode sangat dianjurkan agar elektroda merespons terutama terhadap NH₄⁺.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan amonium dalam berbagai proses pengolahan air, akuakultur, riset lingkungan, serta industri makanan dan minuman. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti Bante931-NH4 Benchtop Ammonium Ion Meter dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, menjaga stabilitas proses biologis, dan memenuhi standar regulasi yang berlaku.
Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian amonium pada utilitas maupun proses produksi, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi instrumen yang paling sesuai dengan aplikasi di lapangan.
Rekomendasi Ion Meters Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Bante931-S Benchtop Sulfide Ion Meter
Rp20.970.000Lihat produk★★★★★ -

Bante931-Pb Benchtop Lead Ion Meter
Rp20.970.000Lihat produk★★★★★ -

Bante931-NO3 Benchtop Nitrate Ion Meter
Rp20.970.000Lihat produk★★★★★ -

Bante931-NH4 Benchtop Ammonium Ion Meter
Rp20.970.000Lihat produk★★★★★ -

Bante931-NH3 Benchtop Ammonia Ion Meter
Rp20.970.000Lihat produk★★★★★ -

Bante931-Na Benchtop Sodium Ion Meter
Rp20.970.000Lihat produk★★★★★ -

Bante931-K Benchtop Potassium Ion Meter
Rp20.970.000Lihat produk★★★★★ -

Bante931-I Benchtop Iodide Ion Meter
Rp20.970.000Lihat produk★★★★★
Referensi
-
Ngibad, K. (2019). Penentuan Konsentrasi Ammonium dalam Air Sungai Pelayaran Ngelom. Medicra (Journal of Medical Laboratory Science Technology), 2(1), 37–42. Retrieved from https://medicra.umsida.ac.id/index.php/medicra/article/download/1601/1799
-
Hikmah, F. N., Mulyono, T., & Zulfikar. (2021). Analisis Kadar Ion Amonium dan Nitrat Secara Simultan dengan Metode Sistem Alir Multi-commutation Potensiometri. Jurnal Ilmu Dasar, 22(1), 69–74. Retrieved from https://jid.jurnal.unej.ac.id/index.php/JID/article/download/17767/9148













