Teknisi laboratorium Indonesia sedang melakukan pengukuran sulfida dengan Bante931-S Benchtop Sulfide Ion Meter di ruang QA/QC.

Bante931-S: Benchtop Sulfide Ion Meter Untuk Kontrol Sulfida Di Air Limbah & Proses Industri

Daftar Isi

Di banyak instalasi pengolahan air limbah (WWTP), operator sangat akrab dengan bau menyengat “telur busuk” yang datang dari hidrogen sulfida (H₂S). Gas ini terbentuk dari ion sulfida (S²⁻) dalam kondisi anaerob, terutama pada saluran tertutup, bak penyangga, dan unit pengolahan tertentu. Selain bau yang mengganggu, H₂S bersifat korosif terhadap peralatan logam dan beracun bagi pekerja. Di sisi lain, regulasi lingkungan makin ketat, menuntut angka sulfida terlarut di efluen tetap di bawah batas yang diizinkan. Tanpa data yang andal, WWTP berisiko gagal uji berkala, menerima komplain warga, hingga sanksi regulator.

Di sektor makanan & minuman, khususnya industri minuman, dairy, dan pengolahan bahan organik lain, air limbah kaya senyawa organik mudah menyebabkan pembentukan sulfida. Departemen QA/QC harus memonitor parameter ini untuk memastikan kinerja sistem pretreatment maupun WWTP internal. Sulfida yang berlebihan bisa mengganggu proses biologis, menghambat pertumbuhan mikroorganisme pengolah, dan pada akhirnya menurunkan efisiensi pengolahan COD/BOD. Hal serupa juga dialami industri kimia dan plating/galvanis, di mana sulfida digunakan dalam proses tertentu atau muncul sebagai kontaminan; jika tidak dipantau, ia bisa menyerang pipa, pompa, dan struktur beton.

Bidang lain seperti akuakultur dan perikanan juga menghadapi tantangan sulfida. Di kolam intensif dengan loading pakan tinggi, lapisan sedimen yang anaerob dapat menghasilkan sulfida yang toksik bagi ikan atau udang. Petambak biasanya fokus ke DO dan pH, namun tanpa pemantauan sulfida, kematian mendadak masih bisa terjadi meskipun DO tampak “aman”. Demikian pula di pertanian hidroponik maupun pengelolaan tanah tergenang, sulfida dapat memengaruhi kesehatan akar tanaman. Laboratorium riset kampus, teaching lab, dan lab pengujian lingkungan kemudian mendapat tugas melakukan pengukuran yang akurat untuk berbagai matriks—air limbah, air permukaan, air laut, sampai sampel proses.

Masalah klasiknya muncul di tahap pengukuran. Banyak lab masih mengandalkan metode titrasi atau kolorimetri yang memakan waktu, membutuhkan reagen berbahaya, dan bergantung pada operator yang sangat terampil. Dalam kondisi beban sampel tinggi, seperti pada lab WWTP harian atau pabrik F&B yang memonitor beberapa titik kontrol, metode ini menjadi bottleneck. Risiko kesalahan manusia (pipetting, pembacaan warna, perhitungan) juga tinggi. Selain itu, dokumentasi data sering tersebar di kertas dan file Excel manual, menyulitkan audit dan penelusuran tren. Di sinilah sebuah benchtop sulfide ion meter yang stabil, mudah dikalibrasi, dan terintegrasi dengan PC menjadi kebutuhan praktis, bukan lagi kemewahan.

Pengukuran Ion Sulfida Berbasis Elektroda Selektif

Bante931-S bekerja dengan memadukan Bante931 benchtop ion meter dan elektroda ion selektif (ISE) khusus sulfida. Elektroda ini memiliki membran sensitif yang hanya merespons aktivitas ion sulfida (S²⁻) dalam larutan. Ketika ujung elektroda dicelupkan ke dalam sampel, perbedaan aktivitas ion antara permukaan membran dan larutan menghasilkan potensial listrik (dalam mV) sesuai persamaan Nernst. Meter kemudian mengkonversi potensial ini menjadi konsentrasi menggunakan kurva kalibrasi yang dibangun dari beberapa standar.

Pada Bante931, fungsi ion concentration memiliki rentang pengukuran 0.001 hingga 19999 untuk satuan ppm, mg/L, mol/L, atau mmol/L, dengan resolusi 0.001, 0.01, 0.1, atau 1 dan akurasi ±0.5% skala penuh untuk ion monovalen dan ±1% skala penuh untuk ion divalen. Elektroda sulfida yang direkomendasikan (ISE-S) memiliki rentang kerja 0.003 hingga 32000 ppm, sehingga cocok untuk aplikasi mulai dari air permukaan dengan sulfida rendah sampai air limbah proses dengan konsentrasi tinggi.

Karena respons elektroda bergantung pada suhu, Bante931-S menyediakan kompensasi suhu otomatis (ATC) melalui probe suhu TP-10K. Meter dapat mengompensasi suhu dari 0 sampai 100°C, baik secara otomatis maupun manual. Dalam praktik, ini penting untuk laboratorium yang mengukur sampel pada suhu ruang yang berubah-ubah atau sampel proses yang masih hangat. Perbedaan suhu antara standar dan sampel dapat menghasilkan error sekitar 2% per derajat; dengan ATC, variasi ini dikoreksi secara sistematis, sehingga tren data tetap konsisten dari hari ke hari.

Untuk mendapatkan kurva kalibrasi yang akurat, Bante931-S mendukung kalibrasi 2 hingga 5 titik dengan standar seperti 0.1, 1, 10, 100, 1000, hingga 10000 (bergantung satuan). Dalam paket Bante931 untuk ion, produsen menyertakan larutan standar 100 dan 1000 ppm serta ionic strength adjuster (ISA) yang ditambahkan ke standar dan sampel agar kekuatan ionik tetap konstan. Penambahan ISA mengurangi pengaruh ion lain dan fluktuasi matriks, sehingga respons elektroda lebih linear dan dapat diprediksi di sepanjang rentang.

Dibanding metode titrasi iodometri atau kolorimetri, pendekatan ISE menawarkan beberapa keuntungan nyata. Waktu analisis jauh lebih singkat: setelah kalibrasi, pengguna cukup menambahkan ISA, mencelupkan elektroda, menunggu stabil, dan membaca angka langsung dalam ppm atau mg/L. Tidak ada tahapan titrasi panjang, tidak perlu membandingkan warna terhadap standar, dan volume reagen yang digunakan jauh lebih sedikit. Ini mengurangi konsumsi bahan kimia, limbah berbahaya, dan ketergantungan terhadap kemampuan subjektif operator. Untuk laboratorium yang menjalankan banyak sampel harian, pendekatan berbasis ion meter seperti Bante931-S memberikan keseimbangan yang baik antara kecepatan, akurasi, dan kemudahan dokumentasi data.

Bante931-S: Solusi Lengkap Pengukuran Sulfida

Secara garis besar, Bante931 adalah benchtop ion meter yang dirancang khusus untuk mengukur konsentrasi ion dan potensial mV. Paket Bante931-S dapat dipahami sebagai konfigurasi Bante931 yang dilengkapi elektroda sulfida, probe suhu, larutan standar (misalnya 100 dan 1000 ppm) serta ionic strength adjuster untuk analisis S²⁻. Dalam konfigurasi ini, meter berfungsi sebagai “otak” yang melakukan perhitungan, sedangkan elektroda sulfida menjadi “mata” yang merasakan perubahan aktivitas ion di dalam sampel.

Meter Bante931 mampu membaca ion concentration dalam berbagai satuan: ppm, mg/L, mol/L, dan mmol/L, dengan pilihan valensi monovalen atau divalen untuk menyesuaikan jenis ion yang diukur. Untuk sulfida, yang secara formal adalah ion divalen (S²⁻), pengguna cukup mengatur valensi di menu sehingga kemiringan kurva kalibrasi sesuai dengan teori Nernst. Rentang pembacaan yang luas memungkinkan satu alat digunakan baik untuk efluen WWTP dengan sulfida di bawah 1 mg/L maupun untuk larutan proses yang mencapai ratusan atau ribuan mg/L.

Selain mode konsentrasi, Bante931 juga menawarkan mode mV biasa. Mode ini berguna untuk troubleshooting, validasi elektroda, atau riset yang lebih mendalam terhadap respons potensial elektroda terhadap komposisi matriks. Di sisi lain, fungsi-fungsi umum seperti automatic temperature compensation, auto-read (Auto-Hold), alarm “calibration due”, memori 500 data set, dan antarmuka USB membuatnya jauh lebih lengkap dibanding meter meja sederhana yang hanya menampilkan angka tanpa dukungan manajemen data.

Yang membuat Bante931-S menonjol dibanding sekadar “meter + elektroda” generik adalah kombinasi fitur analitik dan workflow. Dalam satu perangkat, pengguna bisa:

  • Melakukan kalibrasi multi-titik dengan pilihan standar yang fleksibel.

  • Menyimpan hasil pengukuran dan log kalibrasi secara terstruktur, lengkap dengan tanggal dan waktu.

  • Mengirim seluruh data ke PC melalui USB dan software DAS untuk analisis tren dan pelaporan.

  • Mengatur pengingat kalibrasi berkala agar kualitas data tetap terjaga.

Bagi lab QA/QC yang sering diaudit atau harus memenuhi standar seperti ISO 17025, kemampuan menelusuri kapan kalibrasi dilakukan, dengan berapa titik, dan bagaimana slope elektroda berubah dari waktu ke waktu menjadi nilai tambah nyata. Dengan kata lain, Bante931-S bukan hanya alat pembaca angka sulfida, tetapi platform pengukuran yang memudahkan pengendalian proses dan kepatuhan regulasi.

Desain Benchtop yang Stabil dan Ergonomis

Secara fisik, Bante931 mengusung desain benchtop yang kompak namun stabil. Dimensi meter sekitar 210 × 188 × 60 mm dengan berat sekitar 1.5 kg. Ukuran ini cukup besar untuk memberikan stabilitas di meja—tidak mudah bergeser ketika tombol ditekan atau saat elektroda digerakkan—namun tetap hemat ruang di bangku laboratorium yang seringkali padat dengan peralatan lain. Bobot yang moderat juga memudahkan pemindahan meter antar meja atau antar ruang tanpa terasa ringkih.

Pada bagian belakang, meter dilengkapi deretan konektor yang jelas penandaan fungsinya: BNC untuk elektroda ion/pH/ORP, jack 3.5 mm untuk probe suhu, serta port USB-B untuk koneksi ke adaptor daya atau komputer. Desain ini membuat jalur kabel lebih rapi, karena seluruh koneksi utama mengarah ke belakang, sementara bagian depan tetap bersih dan fokus pada layar serta keypad. Elektrode arm yang menyertai paket dapat dipasang di sisi meter dan diputar sesuai kebutuhan. Ketinggian dan posisi arm dapat disesuaikan, sehingga elektroda sulfida bisa ditempatkan stabil di atas beaker sampel tanpa perlu dipegang secara manual.

Untuk catu daya, Bante931 menggunakan adaptor DC 5V/400 mA, terhubung melalui port USB-B, sehingga cocok digunakan sebagai perangkat benchtop permanen di laboratorium. Meter ini dirancang beroperasi pada suhu 0 hingga 50°C dengan kelembapan relatif di bawah 80% (non-kondensasi). Artinya, alat paling ideal ditempatkan di ruang laboratorium tertutup dengan ventilasi memadai, bukan langsung di dekat bak aerasi yang lembap dan penuh percikan. Karena tidak ada keterangan resmi mengenai IP rating, pengguna sebaiknya menganggap meter ini bukan perangkat tahan percikan berat, sehingga disarankan:

  • Meletakkan meter di meja yang cukup jauh dari titik percikan.

  • Menggunakan tray atau alas anti tumpahan di bawah area kerja.

  • Menjaga tangan dan permukaan elektroda kering sebelum menyentuh keypad dan bodi meter.

Desain permukaan atas yang miring membantu visibilitas layar ketika pengguna duduk atau berdiri di depan meja. Keypad membran rata memudahkan pembersihan; tumpahan ringan dari larutan bisa segera dilap dengan tisu tanpa masuk ke sela tombol. Bagi laboratorium dengan jadwal kerja padat, aspek ergonomi seperti ini berkontribusi langsung pada kenyamanan operator dalam jangka panjang, karena pengukuran harian tidak terasa merepotkan secara fisik.

Layar, Menu, dan Pengalaman Pengguna Bante931-S

Salah satu keunggulan praktis Bante931 adalah layar LCD kustom berukuran besar, sekitar 125 × 100 mm. Di layar ini, pengguna dapat melihat nilai utama (misalnya konsentrasi sulfida dalam mg/L atau ppm), suhu, status mode (ion, mV), ikon ATC, indikator stabilitas, serta ikon memori dan kalibrasi. Struktur tampilan dibuat agar operator dapat menangkap kondisi pengukuran sekilas tanpa harus membuka menu tambahan. Misalnya, ikon berbentuk termometer menunjukkan bahwa kompensasi suhu otomatis sedang aktif, sementara ikon gembok tampil ketika fungsi Auto-Hold mengunci hasil yang stabil.

Keypad di bagian depan terdiri dari tombol-tombol dengan fungsi jelas: tombol Meas untuk menyalakan/mematikan meter dan keluar ke mode pengukuran, tombol Mode untuk berpindah antara mode ion/mV, tombol Cal untuk memulai kalibrasi, tombol panah atas/bawah untuk navigasi dan pengaturan nilai, tombol MR dan MI untuk mengakses dan menyimpan data log, serta tombol Enter untuk konfirmasi. Bagi pengguna yang terbiasa dengan meter laboratorium lain, layout ini terasa intuitif; kurva belajar biasanya singkat, terutama jika operator sudah familiar dengan konsep ISE.

Menu pengaturan umum mencakup berbagai opsi yang relevan dengan workflow harian: kriteria stabilitas (standard atau high accuracy), Auto-Hold, auto-power off, pengingat kalibrasi (1–31 hari), pengaturan tanggal dan waktu, serta fungsi reset ke setelan pabrik. Untuk mode ion, tersedia pengaturan jumlah titik kalibrasi, satuan konsentrasi, dan valensi ion. Navigasi menu dilakukan dengan kombinasi tombol panah dan Enter, dengan struktur yang cenderung linear sehingga mudah diikuti bahkan tanpa membaca manual secara rinci.

Dalam konteks penggunaan di QA/QC dan teaching lab, fitur Auto-Hold cukup membantu. Ketika diaktifkan, meter akan otomatis “membekukan” nilai ketika pembacaan sudah stabil; operator tak perlu menebak-nebak kapan angka dianggap final. Ini mengurangi risiko salah baca pada sampel yang sedikit berfluktuasi. Fitur auto-power off juga berguna untuk mencegah meter dibiarkan menyala seharian tanpa perlu, terutama di laboratorium yang bergantian shift. Sementara itu, log kalibrasi memungkinkan supervisor memeriksa kapan kalibrasi terakhir dilakukan dan berapa titik yang digunakan, tanpa harus mengandalkan catatan di kertas.

Fitur Kunci untuk Data Sulfida yang Konsisten

Untuk memastikan data sulfida yang dihasilkan dapat diandalkan dalam jangka panjang, Bante931-S dibekali beberapa fitur inti yang langsung menyasar kebutuhan QA/QC. Pertama, kemampuan kalibrasi 2 hingga 5 titik memungkinkan pengguna menyesuaikan kurva kalibrasi dengan rentang konsentrasi yang relevan bagi proses. Misalnya, lab WWTP yang fokus pada efluen di bawah 5 mg/L bisa menggunakan standar 0.1, 1, dan 10 mg/L. Sementara pabrik kimia yang mengukur larutan regenerasi dapat menambah titik di 100 dan 1000 mg/L. Meter akan menyimpan titik dan mV terkait di log kalibrasi sehingga bila suatu saat hasil terlihat janggal, penyebabnya dapat ditelusuri.

Kedua, Bante931 memungkinkan pemilihan satuan konsentrasi (ppm, mg/L, mol/L, mmol/L) serta valensi (monovalen/divalen). Ini penting untuk laboratorium riset dan kampus yang sering harus melaporkan hasil dalam berbagai format—misalnya mg/L untuk laporan lingkungan, dan mol/L untuk perhitungan kinetika reaksi di tugas akhir. Dengan pengaturan valensi yang benar, meter menjaga agar slope elektrode mendekati nilai teoritis, sehingga hasil perhitungan yang diturunkan dari data (seperti konstanta kesetimbangan) tetap konsisten.

Ketiga, automatic temperature compensation dan pilihan kriteria stabilitas membantu menjaga repeatability pengukuran. Dalam mode ATC, probe suhu membaca temperatur sampel dan meter mengoreksi pengaruhnya pada respons elektroda. Pengguna bisa memilih kriteria stabilitas “standard” untuk pengukuran cepat atau “high accuracy” bila mengutamakan presisi dan bersedia menunggu sedikit lebih lama. Fitur Auto-Read bekerja bersama kriteria stabilitas ini: meter akan mengunci pembacaan hanya setelah kondisi stabil terpenuhi, mengurangi efek noise dan fluktuasi kecil dalam potensial.

Keempat, fungsi pengingat kalibrasi (calibration due alarm) memberikan lapisan perlindungan ekstra untuk kualitas data. Pengguna dapat mengatur interval kalibrasi—misalnya setiap 7 hari untuk lab yang sibuk atau setiap 14 hari untuk penggunaan yang lebih jarang. Setelah lewat periode tersebut, ikon khusus muncul di layar untuk mengingatkan bahwa kalibrasi perlu diperbarui. Fitur ini membantu memastikan bahwa perubahan gradual pada sensitivitas elektroda (misalnya karena penuaan atau kontaminasi) tertangkap sebelum berdampak besar pada hasil pengukuran.

Terakhir, Bante931 menyediakan memori internal hingga 500 data set yang dapat menyimpan nilai pengukuran berikut informasi waktu. Bagi laboratorium yang menjalankan pengukuran harian pada titik-titik tetap (influent, intermediate, effluent), fitur ini memungkinkan pembuatan tren sederhana langsung dari meter atau setidaknya memastikan bahwa tidak ada nilai hasil uji yang “hilang” sebelum dipindahkan ke sistem pencatatan utama. Kombinasi fitur-fitur ini membuat Bante931-S cukup matang untuk digunakan di lingkungan yang menuntut traceability dan konsistensi jangka panjang.

Integrasi Data Bante931-S dengan PC dan Sistem QA/LIMS

Dalam banyak laboratorium modern—baik di industri, instansi pemerintah, maupun universitas—pengelolaan data menjadi aspek yang sama pentingnya dengan proses pengukuran itu sendiri. Bante931-S mendukung workflow tersebut dengan menyediakan sistem manajemen data lengkap yang memudahkan pelacakan historis, audit, serta integrasi dengan aplikasi analitik.

Meter ini dapat menyimpan hingga 500 set data di memori internal. Nilai yang disimpan mencakup hasil pengukuran utama (konsentrasi S²⁻ atau mV), suhu, serta timestamp dari tanggal dan waktu pengukuran. Dengan demikian, operator tidak perlu lagi mencatat data secara manual saat melakukan batch pengukuran; cukup tekan tombol MI (Memory Input), dan data langsung masuk ke log.

Ketika membutuhkan rekap hasil untuk analisis tren atau penyusunan laporan, pengguna dapat mengakses data melalui menu MR (Memory Recall). Meter menampilkan setiap set data beserta tanggal dan waktu sehingga memudahkan identifikasi dan pelacakan. Workflow ini sangat membantu di laboratorium QA/QC industri F&B atau farmasi, ketika pengujian harus dilakukan berkala dan hasilnya dilaporkan dalam format standar audit.

Untuk integrasi lebih lanjut, Bante931-S dilengkapi port USB-B yang memungkinkan transfer data ke komputer menggunakan DAS software (tersedia untuk Windows 10). Melalui software ini, pengguna dapat:

  • Menerima seluruh data dari meter ke lembar data digital.

  • Melakukan interval recording, yakni merekam nilai pengukuran otomatis dalam interval 10/30/60 detik atau 10/30 menit.

  • Ekspor langsung ke Excel, lengkap dengan time-stamp untuk keperluan dokumentasi atau analisis lanjutan.

  • Menyimpan file hasil uji dalam format kompatibel LIMS.

Untuk laboratorium yang sedang meningkatkan digitalisasi proses, Bante931-S menawarkan solusi sederhana namun efektif. Pengguna tidak perlu perangkat tambahan mahal atau sistem proprietary yang kompleks—cukup satu kabel USB dan aplikasi resmi bawaan. Alur kerja ini mempercepat proses audit, mengurangi risiko salah input, dan memudahkan supervisi kualitas data secara berkala.

Spesifikasi Teknis Bante931-S (Bante931 + ISE Sulfida)

Tabel Spesifikasi Bante931 (Benchtop Ion Meter)

Parameter Spesifikasi
Mode pengukuran Ion concentration, mV, suhu
Rentang ion 0.001–19999 (ppm, mg/L, mol/L, mmol/L)
Resolusi 0.001 / 0.01 / 0.1 / 1
Akurasi ±0.5% F.S. (monovalen), ±1% F.S. (divalen)
Titik kalibrasi 2–5 titik
Satuan ion ppm, mg/L, mol/L, mmol/L
Valensi ion Monovalen / divalen
Rentang mV –1999.9 hingga +1999.9 mV
Akurasi mV ±0.2 mV
Rentang suhu 0–105°C
ATC 0–100°C (otomatis/manual)
Memori 500 data
Interface USB-B
Layar LCD 125 × 100 mm
Dimensi 210 × 188 × 60 mm
Berat 1.5 kg
Power DC 5V adaptor

Elektroda Sulfida (ISE-S) – Data dari Lampiran ISE

Rentang kerja: 0.003–32000 ppm S²⁻

Penjelasan Awam

  • Rentang 0.003–32000 ppm berarti elektroda ini bisa digunakan untuk mendeteksi sulfida sangat rendah (perairan alami) hingga sangat tinggi (air limbah industri).

  • ATC membantu mengoreksi perubahan suhu sehingga hasil antarhari tetap konsisten.

  • Kalibrasi 5 titik memungkinkan grafik kalibrasi lebih akurat, terutama bila rentang sampel lebar.

  • 500 memori membantu lab yang memproses banyak sampel tanpa khawatir kehilangan data.

Panduan Memilih Komponen Tambahan

Tabel berikut membantu memilih konfigurasi yang tepat berdasarkan aplikasi:

Tabel Pemilihan Rentang & Aplikasi

Rentang S²⁻ (ppm) Contoh Aplikasi
0.003–0.5 Air permukaan, riset lingkungan
0.5–10 Air limbah domestik, akuakultur
10–500 Air limbah industri organik / kimia
500–2000 Proses kimia, scrubbing gas
>2000 Larutan proses khusus / riset kimia lanjut

Aksesori penting untuk Bante931-S

  • ISE-S sulfide electrode

  • Ionic Strength Adjuster (ISA-S)

  • Standar 100 ppm & 1000 ppm

  • Probe suhu TP-10K

  • USB-B cable

  • Software DAS

  • Larutan penyimpanan elektroda

Faktor yang memengaruhi akurasi

  • Suhu standar ≠ suhu sampel → aktifkan ATC

  • Matriks sampel kompleks → wajib tambahkan ISA

  • Elektroda kotor → waktu stabilisasi panjang

  • Kalibrasi kurang titik → kurva tidak linear

Studi Kasus Penerapan Bante931-S

1. Pabrik Minuman – WWTP Mengurangi Downtime 20%

Sebuah pabrik minuman berskala besar menghadapi lonjakan bau H₂S dari area equalization tank. Analisis laboratorium internal menunjukkan variasi hasil sulfida yang besar karena metode titrasi tradisional. Setelah beralih ke Bante931-S:

  • Pengukuran menjadi lebih cepat (kurang dari 1 menit/sampel).

  • Variasi data turun hingga 70%.

  • Operator dapat memantau tren sulfida setiap shift.

  • Overdosis bahan kimia de-sulfidation turun dan downtime aerasi berkurang 20% karena H₂S dapat dikendalikan lebih cepat.

2. Laboratorium Lingkungan Kampus – Teaching & Riset

Teaching lab sering membutuhkan alat yang mudah dipahami mahasiswa. Bante931-S digunakan untuk:

  • Praktikum analisis kualitas air (parameter sulfida).

  • Penelitian sungai dan estuari.

  • Eksperimen kinetika reaksi sulfidasi logam.

Menu yang intuitif dan adanya log kalibrasi membantu dosen mengevaluasi hasil kerja mahasiswa, memastikan instrumen digunakan dengan benar.

Cara Menggunakan Bante931-S

  1. Persiapan

    • Nyalakan meter, pasang elektroda sulfida dan probe suhu.

    • Siapkan standar (100 & 1000 ppm) dan tambahkan ISA.

  2. Kalibrasi

    • Pilih mode ion.

    • Tekan Cal, pilih titik pertama, masukkan elektroda ke standar.

    • Tunggu stabil → Enter → lanjut ke titik berikutnya.

    • Selesaikan hingga “End” muncul.

  3. Sampling

    • Ambil sampel air limbah di titik pemantauan (influent/effluent).

    • Tambahkan ISA 2% dari volume sampel.

  4. Pengukuran

    • Aduk perlahan, celupkan elektroda.

    • Tunggu ikon stabil muncul.

    • Catat nilai atau tekan MI untuk menyimpan.

  5. Interpretasi

    • Bandingkan dengan baku mutu H₂S lokal.

    • Jika tren naik → lakukan penyesuaian aerasi/chemical dosing.

Kesimpulan: Siapa Pengguna Ideal Bante931-S?

Bante931-S adalah solusi efisien untuk laboratorium yang membutuhkan pengukuran sulfida cepat, akurat, dan terdokumentasi. Pengguna paling cocok:

  • WWTP industri & domestik

  • QA/QC F&B & farmasi

  • Industri kimia & plating

  • Akuakultur intensif

  • Teaching & riset kampus

  • Pemantauan lingkungan

Keunggulan seperti kalibrasi multi-titik, memori besar, ATC, dan konektivitas PC menjadikannya alat yang andal untuk kebutuhan jangka panjang.

FAQ Singkat

1. Apakah Bante931-S bisa dipakai untuk air laut?
Bisa, tetapi tambahkan ISA dan pastikan elektroda cocok untuk matriks garam tinggi.

2. Berapa frekuensi kalibrasi yang disarankan?
Dalam penggunaan harian, 1–2 kali per minggu dengan 2–3 titik kalibrasi.

3. Apakah elektroda sulfida harus direndam saat tidak digunakan?
Tidak. Simpan kering sesuai instruksi pabrikan.

4. Bagaimana jika hasil berfluktuasi?
Periksa kebersihan elektroda, suhu sampel, dan keberadaan gas H₂S yang volatil.

5. Apakah Bante931-S cocok untuk pengukuran lapangan?
Dirancang sebagai benchtop; disarankan digunakan di laboratorium.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri menyediakan instrumen analisis berkualitas seperti Bante931-S Benchtop Sulfide Ion Meter, serta perlengkapan laboratorium lain untuk riset, QA/QC, pemantauan air limbah, dan kebutuhan industri.
Jika perusahaan Anda ingin meningkatkan keandalan data sulfida dan efisiensi operasional, mari diskusikan kebutuhan Anda bersama kami untuk menemukan solusi terbaik.

Rekomendasi Ion Meters Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.