Teknisi Indonesia mengukur konduktivitas air tambak udang dengan meter portabel dan elektroda konduktivitas CON-10 di pinggir kolam air payau.

CON-10: Elektroda Konduktivitas Untuk Kontrol Air Bersalinitas Tinggi Di Budidaya Ikan

Daftar Isi

Di banyak tambak dan keramba jaring apung di Indonesia, kualitas air masih sering dipantau “sekadarnya”. Petani ikan laut, bandeng, atau udang kerap mengandalkan rasa asin, warna air, dan pengalaman visual untuk menilai kondisi kolam. Padahal, salinitas yang berubah drastis, campuran air laut dan air tawar yang tidak seimbang, atau akumulasi ion terlarut dapat langsung memengaruhi kesehatan ikan, nafsu makan, dan tingkat sintasan.

Konduktivitas listrik air adalah parameter sederhana yang mampu merangkum banyak informasi tentang kadar garam dan jumlah zat terlarut. Namun di lapangan, muncul beberapa masalah:

  • Pengukuran hanya sesekali, bukan pemantauan rutin.

  • Alat ukur yang dipakai kurang sesuai untuk air bersalinitas tinggi, sehingga cepat jenuh dan hasil bacaan tidak stabil.

  • Elektroda cepat rusak karena tidak tahan terhadap lingkungan laut atau tidak dirawat dengan benar.

  • Data konduktivitas sulit dibandingkan dari waktu ke waktu karena kalibrasi dan jenis sensor berbeda.

Akibatnya, keputusan penting—seperti kapan menambah air laut, mengganti air, atau menurunkan kepadatan tebar—sering diambil berdasarkan intuisi, bukan data. Di sinilah elektroda konduktivitas yang memang dirancang untuk cairan dengan konduktivitas tinggi, seperti Bante CON-10, menjadi sangat relevan untuk budidaya ikan dan udang modern yang ingin lebih terukur dan efisien.

Prinsip Kerja Pengukuran Konduktivitas pada Cairan Bersalinitas Tinggi

Konduktivitas listrik adalah kemampuan larutan untuk menghantarkan arus listrik. Dalam air laut atau air payau, arus ini dibawa oleh ion-ion terlarut seperti natrium, klorida, magnesium, dan berbagai mineral lain. Semakin banyak ion, semakin tinggi nilai konduktivitas.

Elektroda konduktivitas seperti CON-10 bekerja dengan menerapkan tegangan kecil di antara dua permukaan elektroda platinum yang terendam dalam sampel. Arus yang mengalir melalui larutan kemudian diukur dan dikonversi menjadi nilai konduktivitas, dengan mempertimbangkan konstanta sel (cell constant, K) yang menggambarkan geometri dan jarak antar elektroda. Pada CON-10, konstanta selnya adalah K = 10, yang membuatnya ideal untuk larutan dengan konduktivitas tinggi.

Untuk tambak atau hatchery yang rutin mencampur air laut dan air tawar, teknologi ini menawarkan beberapa kelebihan jangka panjang:

  • Pengukuran berlangsung cepat, dalam hitungan detik, sehingga praktis untuk pemantauan rutin.

  • Tidak destruktif dan membutuhkan volume sampel yang kecil.

  • Bisa dikombinasikan dengan kompensasi suhu pada meter, sehingga hasil lebih konsisten meskipun suhu air berubah.

  • Mudah dikalibrasi dengan larutan standar yang tersedia secara komersial.

Dibandingkan metode konvensional seperti pengukuran salinitas dengan refraktometer saja, pendekatan konduktivitas memberi gambaran yang lebih luas tentang total zat terlarut, bukan hanya kadar garam. Ini berguna untuk memonitor perubahan kualitas air seiring pemberian pakan, penambahan pupuk, maupun masuknya polutan dari luar.

CON-10 sebagai Elektroda Khusus High Conductivity untuk Budidaya dan Proses Industri

CON-10 adalah elektroda konduktivitas laboratorium dari seri CON buatan Bante Instruments, dirancang khusus untuk mengukur cairan dengan konduktivitas tinggi. Dalam brosur resmi, CON-10 digambarkan sebagai platinum conductivity electrode yang cocok untuk mengukur high conductivity liquids dengan rentang 100 µS/cm hingga 200 mS/cm, konstanta sel K = 10, dan badan kaca.

Ada beberapa hal yang membuat CON-10 menarik bagi pengelola tambak, operator sistem resirkulasi, maupun laboratorium yang menguji sampel air laut atau air limbah dengan konduktivitas tinggi:

  • Rentang pengukuran lebar hingga 200 mS/cm, sehingga masih dapat digunakan untuk air laut pekat, brine, atau larutan proses.

  • Sensor platinum memberikan stabilitas dan ketahanan kimia yang baik untuk banyak jenis ion dan senyawa terlarut.

  • Desainnya kompatibel dengan berbagai conductivity meter Bante yang menggunakan konektor 6-pin mini-DIN, sehingga mudah diintegrasikan ke sistem yang sudah ada.

  • Perawatan rutin jelas dan sederhana: sebelum digunakan, sensor cukup direndam dalam air keran ±10 menit untuk menghilangkan kotoran dan minyak di permukaan; setelah itu dibilas dengan air suling.

Dibandingkan elektroda konduktivitas umum dengan konstanta sel lebih kecil (misalnya K=1 untuk air tawar atau air proses biasa), CON-10 lebih stabil ketika harus menghadapi larutan sangat pekat yang bisa membuat elektroda lain cepat jenuh.

Desain dan Ergonomi

Secara fisik, CON-10 mengikuti desain elektroda laboratorium yang ringkas dan mudah ditangani. Panjang badannya sekitar 120 mm dengan diameter 12 mm, menggunakan body kaca yang ramping sehingga pas dengan kebanyakan beaker dan botol sampel standar di laboratorium.

Di bagian ujung bekerja sensor platinum dengan lapisan platinum black yang meningkatkan luas permukaan efektif dan respons sensor. Pada user guide, produsen menekankan agar permukaan platinum black ini tidak disentuh langsung dan selalu dijaga kebersihannya. Hal ini penting untuk mempertahankan sensitivitas jangka panjang, terutama bila elektroda sering dipakai di air tambak yang kaya organik atau penuh padatan tersuspensi.

Beberapa aspek desain yang relevan untuk penggunaan lapangan:

  • Kabel sepanjang 1 meter memudahkan pergerakan antara sampel dan meter, baik di laboratorium maupun di pinggir kolam.

  • Konektor 6-pin mini-DIN memberikan sambungan yang kokoh namun mudah dilepas-pasang ke conductivity meter Bante.

  • Rentang suhu operasi 0–80 °C memungkinkan penggunaan pada air bersuhu rendah (misalnya sistem resirkulasi di daerah pegunungan) hingga proses industri yang lebih panas.

CON-10 tidak memiliki catu daya sendiri karena merupakan sensor pasif. Semua suplai daya dan pengolahan sinyal dilakukan oleh conductivity meter yang terhubung. Dari sisi ergonomi, fokus pengguna adalah memegang batang elektroda dan mengatur kedalaman celup dengan nyaman tanpa khawatir kabel terlalu pendek atau kepala konektor mudah terlepas.

Antarmuka dan Pengalaman Pengguna

Karena CON-10 adalah elektroda, bukan meter mandiri, antarmuka utamanya bergantung pada instrumen yang digunakan—misalnya bench-top atau portable conductivity meter Bante. Elektroda ini berperan sebagai “mata” yang berinteraksi langsung dengan sampel, sementara layar, tombol, dan menu berada di unit meter.

Meski demikian, beberapa aspek pengalaman pengguna dipengaruhi langsung oleh desain elektroda:

  • Konektor mini-DIN yang jelas polanya meminimalkan risiko salah pasang.

  • Bentuk silindris yang seragam memudahkan penempatan pada holder elektroda atau clamp di laboratorium.

  • Ujung sensor yang relatif kompak memudahkan pengukuran di wadah sempit, seperti tabung sampel atau botol kecil.

Di lapangan, misalnya di tambak, operator biasanya membawa meter portabel yang sudah terpasang CON-10. Prosesnya sederhana: bilas elektroda, celupkan ke air kolam di beberapa titik, tunggu pembacaan stabil, lalu catat nilai konduktivitas yang muncul di layar. Beberapa meter Bante memiliki fitur auto-hold atau pengenalan pembacaan stabil, sehingga pengguna tidak harus menebak-nebak kapan nilai “sudah berhenti bergerak”. Fitur-fitur tersebut bukan bagian dari elektroda, tetapi kemampuan CON-10 memberikan sinyal yang stabil mendukung fungsi ini agar bekerja optimal.

Keunggulan Kunci CON-10 untuk Aplikasi High Conductivity

Dalam praktik budidaya ikan dan udang di air payau atau laut, serta di banyak proses industri, ada beberapa alasan mengapa CON-10 layak dipertimbangkan:

  • Rentang tinggi dengan konstanta sel K=10
    Elektroda umum dengan K=1 kadang kehilangan sensitivitas di larutan sangat pekat. Dengan K=10, CON-10 dirancang untuk menjaga linearitas dan resolusi pada rentang 100 µS/cm hingga 200 mS/cm. Ini berarti satu elektroda bisa menangani berbagai kondisi, dari air payau hingga hampir air laut pekat.

  • Material platinum dan body kaca
    Platinum dikenal tahan terhadap korosi dan reaksi kimia di banyak larutan ionik. Body kaca memberikan inersia kimia yang baik, sehingga elektroda aman digunakan pada banyak jenis cairan proses selama tidak ada risiko benturan mekanik yang besar.

  • Prosedur perawatan yang jelas
    Pabrikan merekomendasikan agar sebelum digunakan, elektroda direndam selama sekitar 10 menit dalam air keran untuk menghilangkan kotoran dan minyak, lalu dibilas dengan air suling. Jika ada endapan padat di dalam sensor, dapat dibersihkan hati-hati dan kemudian dikalibrasi ulang. Untuk penyimpanan jangka panjang, CON-10 perlu disimpan dengan air keran di dalam pelindungnya, bukan dalam keadaan kering.

  • Kompatibilitas tinggi
    Karena menggunakan konektor standar di seri Bante, CON-10 bisa dijadikan satu komponen dalam ekosistem instrumen konduktivitas: dari meter portable untuk tambak sampai bench-top meter di laboratorium universitas atau laboratorium pengujian air.

Keunggulan-keunggulan ini berujung pada manfaat praktis: hasil ukur yang dapat diandalkan untuk pengambilan keputusan, umur pakai sensor yang panjang bila dirawat dengan benar, serta fleksibilitas penggunaan di berbagai lokasi dan jenis air.

Kontrol Eksternal dan Integrasi Sistem

Elektroda tidak memiliki kemampuan transfer data sendiri, tetapi ketika dipasangkan dengan meter yang mendukung USB atau antarmuka lain, CON-10 berperan sebagai sensor depan dari sebuah sistem akuisisi data yang lengkap. Banyak laboratorium dan instalasi pengolahan air menggunakan konfigurasi seperti ini:

  • CON-10 sebagai elektroda konduktivitas high-range.

  • Meter konduktivitas bench-top atau portable dengan fungsi logging, penyimpanan memori, dan output USB/RS232.

  • Komputer atau laptop dengan software untuk mengimpor data ke spreadsheet atau LIMS (Laboratory Information Management System).

Dengan setup tersebut, tren konduktivitas air tambak atau air proses dapat dianalisis dari hari ke hari, memudahkan deteksi dini perubahan kualitas air dan dokumentasi untuk audit maupun sertifikasi.

Spesifikasi Teknis Lengkap

Parameter Nilai
Model CON-10
Jenis Platinum conductivity electrode
Aplikasi utama High conductivity liquids
Rentang pengukuran 100 µS/cm – 200 mS/cm
Konstanta sel (K) 10
Suhu operasi 0 – 80 °C (32 – 176 °F)
Material body Kaca
Panjang elektroda 120 mm
Diameter 12 mm
Panjang kabel 1 m
Jenis konektor 6-pin mini-DIN
Rekomendasi penyimpanan Disimpan dengan air keran di pelindung elektroda

Data rentang, konstanta sel, body kaca, dimensi, panjang kabel, dan konektor diambil dari brosur resmi seri CON. Rekomendasi perawatan dan penyimpanan diperoleh dari user guide elektroda konduktivitas.

Bagi pengguna pemula, bisa dibayangkan seperti ini: konduktivitas air tawar biasanya masih di kisaran ratusan hingga beberapa ribu µS/cm. Air laut berada di kisaran puluhan mS/cm. Kapasitas hingga 200 mS/cm berarti CON-10 masih sanggup mengukur larutan yang jauh lebih pekat dari air laut, misalnya brine atau beberapa larutan kimia dalam proses industri.

Panduan Memilih Komponen Tambahan

Dalam praktiknya, CON-10 jarang berdiri sendiri. Elektrode ini biasanya menjadi bagian dari sistem pengukuran konduktivitas yang mencakup meter dan aksesori lain. Tabel berikut memberikan gambaran pemilihan rentang elektroda seri CON untuk berbagai aplikasi:

Model elektroda Rentang konduktivitas Contoh aplikasi utama
CON-0.1 0 – 100 µS/cm Air murni, deionized water, kondensat boiler
CON-1 10 µS/cm – 20 mS/cm Air proses umum, air minum, air limbah ringan
CON-10 100 µS/cm – 200 mS/cm Air laut, air payau, brine, larutan kimia pekat

Untuk budidaya ikan dan udang di air payau atau laut, CON-10 adalah pilihan alami karena rentangnya memang mencakup kisaran konduktivitas air laut dan variasinya. Sementara itu, laboratorium yang mengerjakan banyak jenis sampel sering memiliki lebih dari satu elektroda, misalnya CON-0.1 untuk air murni dan CON-10 untuk air laut.

Aksesori yang sering menyertai sistem ini di lapangan maupun laboratorium:

  • Meter konduktivitas portable atau bench-top Bante.

  • Beaker atau gelas ukur untuk pengambilan sampel.

  • Termometer atau sensor suhu bila meter tidak memiliki kompensasi suhu otomatis.

  • Magnetic stirrer untuk memastikan homogenitas sampel di laboratorium.

Faktor-faktor yang dapat memengaruhi hasil pengukuran:

  • Suhu air: perubahan suhu akan mengubah konduktivitas, sehingga penting melakukan kompensasi atau mengukur pada suhu yang relatif konstan.

  • Adanya gelembung udara di sekitar sensor.

  • Endapan atau biofilm yang menempel pada permukaan platinum black.

  • Kalibrasi yang jarang dilakukan atau penggunaan larutan standar yang sudah kedaluwarsa.

Manfaat Nyata CON-10: Ilustrasi Kasus di Lapangan

1. Stasiun Pembenihan Ikan Laut yang Mengurangi Mortalitas Larva

Sebuah hatchery ikan laut di pesisir Jawa sebelumnya hanya menggunakan refraktometer untuk memonitor salinitas. Nilai salinitas memang tercatat, tetapi variasi total zat terlarut lain dari pakan, pupuk, dan air make-up sulit dilacak. Puncaknya, mereka mengalami episode mortalitas larva di beberapa bak pemeliharaan setelah hujan lebat berhari-hari.

Setelah menambahkan sistem pengukuran konduktivitas dengan meter portable dan elektroda CON-10, teknisi hatchery mulai memantau konduktivitas di beberapa titik secara harian. Mereka menemukan bahwa pada beberapa bak, konduktivitas turun drastis akibat masuknya air tawar dari limpasan, meskipun salinitas “masih terlihat” normal di refraktometer. Dengan data ini, tim memperbaiki prosedur penambahan air laut dan memperketat pemantauan setelah hujan.

Dalam beberapa siklus produksi, tingkat sintasan larva meningkat karena perubahan kualitas air ekstrem dapat terdeteksi dan dikoreksi lebih cepat. CON-10 berperan sebagai sensor yang mampu menangani air laut pekat maupun campurannya dengan air tawar tanpa kehilangan sensitivitas.

2. Tambak Udang Intensif dengan Kontrol Brine untuk Manajemen Osmotik

Di tambak udang intensif, operator sering menambahkan brine atau air laut pekat untuk menyesuaikan salinitas dan osmotik lingkungan. Sebelumnya, penambahan brine dilakukan berdasarkan “feeling” dan pengalaman senior. Kadang terlalu banyak, membuat udang stres; kadang terlalu sedikit sehingga tidak efektif.

Dengan memasang sistem pengukuran konduktivitas berbasis CON-10 di laboratorium kecil tambak, mereka mulai mengukur konduktivitas air kolam sebelum dan sesudah penambahan brine. Karena rentang hingga 200 mS/cm, elektroda tetap mampu membaca larutan brine pekat maupun air kolam setelah pencampuran.

Dalam beberapa bulan, operator punya grafik sederhana yang menunjukkan bagaimana konduktivitas berubah terhadap volume brine yang ditambahkan. Dari sana, mereka menyusun panduan praktis: berapa liter brine per hektar untuk mencapai kenaikan konduktivitas tertentu. Hasilnya, proses penyesuaian salinitas menjadi lebih terprediksi, penggunaan brine lebih efisien, dan udang mengalami lebih sedikit episode stres akibat perubahan lingkungan mendadak.

Panduan Cara Menggunakan CON-10 di Lokasi Budidaya Ikan

Berikut langkah penggunaan CON-10 yang disesuaikan untuk skenario budidaya ikan atau udang di air payau hingga air laut:

  1. Persiapan awal

    • Pastikan CON-10 sudah terpasang pada conductivity meter yang kompatibel.

    • Sebelum pengukuran pertama hari itu, rendam elektroda sekitar 10 menit dalam air keran untuk menghilangkan kotoran dan minyak di permukaan sensor.

    • Bilas dengan air suling atau air deionisasi.

  2. Kalibrasi

    • Siapkan larutan standar konduktivitas mendekati rentang yang sering diukur (misalnya 12.88 mS/cm atau standar lain sesuai kebutuhan).

    • Ikuti prosedur kalibrasi pada meter sampai pembacaan sesuai nilai standar.

    • Ulangi bila perlu untuk beberapa titik kalibrasi, tergantung spesifikasi meter.

  3. Pengambilan sampel di tambak

    • Ambil sampel air dari beberapa titik berbeda (dekat inlet, tengah kolam, dekat outlet) ke dalam beaker bersih, atau langsung celupkan elektroda ke kolam jika meter portabel memungkinkan.

    • Hindari gelembung udara di sekitar sensor dengan mengayunkan elektroda perlahan di dalam air.

  4. Pengukuran

    • Celupkan elektroda secara vertikal hingga permukaan sensor terendam sepenuhnya.

    • Tunggu hingga nilai di layar stabil; beberapa meter akan memberikan indikator stabil.

    • Catat nilai konduktivitas, suhu, serta lokasi dan waktu pengambilan sampel.

  5. Setelah pengukuran

    • Bilas elektroda dengan air bersih atau air suling untuk menghindari penumpukan garam.

    • Jika tidak digunakan lagi untuk sementara, simpan elektroda dalam pelindung yang berisi air keran, sesuai rekomendasi pabrikan.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, data yang dihasilkan akan lebih konsisten dan bisa dijadikan dasar perhitungan penambahan air laut, brine, atau pencairan dengan air tawar.

Kesimpulan dan Rekomendasi

CON-10 adalah elektroda konduktivitas laboratorium yang dirancang untuk cairan dengan konduktivitas tinggi, dengan rentang hingga 200 mS/cm, konstanta sel K=10, sensor platinum, dan body kaca ringkas. Dalam konteks budidaya ikan dan udang di air payau atau laut, sensor ini membantu mengubah praktik yang sebelumnya berbasis perkiraan menjadi lebih terukur dan terdokumentasi.

Bagi hatchery, tambak intensif, dan unit riset yang banyak berurusan dengan air laut, CON-10 membantu:

  • Mendapatkan gambaran kuantitatif perubahan kualitas air.

  • Menyusun prosedur penambahan air laut/brine yang lebih terprediksi.

  • Mendukung sistem pemantauan jangka panjang bersama meter yang mampu menyimpan dan mengekspor data.

Selain budidaya, CON-10 juga relevan untuk laboratorium yang menganalisis air limbah bersalinitas tinggi, larutan proses industri, maupun aplikasi lain di mana konduktivitas tinggi menjadi parameter kunci.

Jika kebutuhan Anda lebih banyak pada air murni atau air minum, pasangan elektroda lain seperti CON-0.1 atau CON-1 mungkin lebih tepat. Namun begitu masuk ke wilayah air laut, brackish, dan larutan kimia pekat, CON-10 menjadi komponen penting dalam sistem pengukuran yang andal.

FAQ Singkat

  1. Apakah CON-10 bisa dipakai untuk air tawar?
    Bisa, tetapi desainnya dioptimalkan untuk rentang konduktivitas tinggi. Untuk air tawar atau air murni, model CON-0.1 atau CON-1 biasanya memberikan resolusi yang lebih baik.

  2. Seberapa sering elektroda perlu dikalibrasi?
    Frekuensi kalibrasi tergantung intensitas penggunaan dan tingkat akurasi yang dibutuhkan. Untuk pemantauan harian di tambak, kalibrasi mingguan dengan larutan standar yang baik biasanya sudah memadai. Laboratorium yang mengerjakan analisis resmi mungkin memilih kalibrasi lebih sering.

  3. Apa yang terjadi jika elektroda disimpan dalam keadaan kering?
    Penyimpanan kering berpotensi mempercepat kerusakan lapisan platinum black dan mempengaruhi respons sensor. Untuk CON-10, pabrikan merekomendasikan penyimpanan dengan air keran di pelindung elektroda.

  4. Bisakah CON-10 digunakan di luar rentang suhu 0–80 °C?
    Tidak disarankan. Suhu di luar rentang ini dapat memengaruhi stabilitas fisik dan kimia elektroda serta merusak material body kaca atau komponen internal.

  5. Apa tanda elektroda perlu diganti?
    Beberapa indikasi antara lain waktu respon yang jauh lebih lama, hasil kalibrasi yang tidak stabil, atau perbedaan signifikan dengan elektroda referensi lain meskipun larutan standar sama.

  6. Apakah CON-10 memiliki sensor suhu bawaan?
    Berdasarkan dokumen yang tersedia, CON-10 adalah elektroda konduktivitas platinum tanpa disebutkan adanya sensor suhu internal. Untuk kompensasi suhu, biasanya meter menggunakan sensor terpisah atau konfigurasi lain.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium dan instrumen pengolahan air, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan konduktivitas dalam mendukung keberhasilan budidaya ikan, pengolahan air laut dan air limbah, serta berbagai proses industri. Kami melayani klien bisnis, instansi pendidikan, dan laboratorium pengujian dengan menyediakan instrumen berkualitas seperti elektroda konduktivitas Bante CON-10 dan perangkat pendukung lainnya untuk membantu Anda menjaga kualitas air tetap terkendali.

Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pengukuran konduktivitas—baik di tambak, WTP/WWTP, maupun laboratorium riset—mari diskusikan kebutuhan perusahaan atau institusi Anda bersama kami untuk menemukan konfigurasi meter dan elektroda yang paling sesuai.

Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

  • Iskandar, A., Ichwan Mushthofa, Y. T., Wiyoto, W., Hakim, L., & Kusumanti, I. (2025). Dinamika Kualitas Air dan Pertumbuhan Udang Vaname Litopenaeus vannamei pada Tambak Semi-Intensif di Lampung Selatan. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 12(2), 102–114. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/maquares/article/download/51097/34724
  • Cahyani, A. P. R., Afifa, F. H., & Hafiludin, H. (2023). Manajemen Kualitas Air Pada Kolam Budidaya Pembesaran Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah. Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, 4(4), 381–388. Retrieved from https://journal.trunojoyo.ac.id/juvenil/article/download/23115/8861

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.