Di banyak laboratorium dan instalasi pengolahan air, cerita yang terdengar kurang lebih sama: alat ukur konduktivitas sudah ada, SOP sudah dibuat, tetapi data masih naik-turun dan sulit dipercaya. Di QA/QC, ini berarti batch produk bisa tertahan hanya karena nilai konduktivitas tidak konsisten. Di WTP/WWTP, operator harus sering mengulang pengukuran karena hasil tidak stabil. Di budidaya ikan, teknisi kolam mendapati DO dan pH sudah oke, tetapi ikan tetap tidak tumbuh optimal—belakangan diketahui kualitas air secara ionik (konduktivitas) tidak terkontrol dengan baik.
Salah satu titik lemah yang sering terlupakan adalah komponen yang langsung menyentuh sampel: elektroda. Sensor yang sudah aus, kotor, atau desainnya tidak sesuai rentang aplikasi akan menghasilkan angka yang “cantik” di layar, tapi sesungguhnya melenceng. Pada perangkat pocket meter seperti ECscan10, elektroda yang mengalami fouling mineral atau biofilm bisa membuat nilai konduktivitas pelan-pelan bergeser tanpa disadari. Secara kasat mata, alat masih hidup, tetapi akurasi sudah tidak lagi dalam batas yang dapat diterima.
Bagi laboratorium pengujian, farmasi, F&B, dan biotek, data seperti ini menjadi masalah serius. Validation report, audit internal, maupun inspeksi regulator menuntut bukti bahwa sensor dikalibrasi dengan benar dan kondisi fisiknya terjaga. Tanpa elektroda yang dirancang untuk stabil dalam jangka panjang, teknisi harus sering mengganti seluruh alat, bukan hanya sensornya. Ini boros dan membuat downtime bertambah.
Di sisi lain, untuk operator lapangan di WTP/WWTP, akuakultur, hidroponik, atau pertanian, kebutuhan lebih sederhana tapi tidak kalah penting: sensor yang tahan digunakan harian, mudah dibersihkan, dan tidak gampang “mood swing”. Mereka butuh sesuatu yang praktis—bisa dipasang, dipakai, dibilas, dan dipakai lagi—tanpa drama error yang menyita waktu. Di sinilah elektroda pengganti resmi seperti E-ECscan-C1-100K menjadi krusial: ia menjadi “jantung” dari sistem pengukuran konduktivitas berbasis ECscan10L/M/H, dan sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan.
Teknologi Sel Konduktivitas 2-Pole dengan Pelapisan Platinum Black
Elektroda E-ECscan-C1-100K menggunakan desain sel konduktivitas dua kutub (2-pole) dengan cell constant K=1 yang dioptimalkan untuk pengukuran air pada rentang konduktivitas umum. Desain dua kutub bekerja dengan cara mengalirkan arus lemah melalui larutan antara dua elektroda logam. Semakin banyak ion terlarut di dalam sampel, semakin mudah arus mengalir—dan dari situlah nilai konduktivitas dihitung.
Pada seri ECscan10, sistem ini dilengkapi pelapisan platinum black pada permukaan sensor untuk meningkatkan luas permukaan efektif dan mengurangi efek polarisasi, sehingga respon menjadi lebih cepat dan stabil. Bagi pengguna, ini terasa sebagai waktu tunggu yang lebih singkat sebelum angka “diam” dan bisa dicatat—penting terutama saat melakukan banyak titik sampling di WTP, WWTP, ataupun jalur produksi F&B.
Cell constant K=1 sendiri merupakan kompromi ideal untuk air dengan rentang dari sekitar 1 µS/cm hingga puluhan mS/cm ketika dipasangkan dengan meter yang tepat. Dalam sistem ECscan10, kombinasi elektroda K=1 dengan elektronik meter menghasilkan rentang bacaan dari 1,0 µS/cm untuk model low range hingga 19,99 mS/cm untuk model high range. Artinya, satu jenis elektroda dapat digunakan untuk spektrum aplikasi yang cukup luas—mulai dari air deionisasi, air minum, air proses, hingga beberapa jenis air limbah.
Pendekatan pengukuran berbasis konduktivitas seperti ini memiliki keunggulan dibanding metode kimia basah klasik (misalnya titrasi ion tertentu). Pengujian dapat dilakukan langsung di lapangan, tidak membutuhkan banyak reagen, dan hasilnya tersedia hampir real-time. Untuk pemantauan kualitas air akuakultur atau hidroponik, teknisi bisa mengoreksi dosis pupuk atau aerasi segera setelah melihat perubahan konduktivitas. Di instalasi farmasi atau biotek, pengawasan konduktivitas air proses membantu memastikan sistem CIP/SIP bekerja dengan baik tanpa harus menunggu hasil laboratorium yang memakan waktu.
Dalam jangka panjang, teknologi sel konduktivitas 2-pole dengan pelapisan platinum black dan cell constant stabil seperti pada E-ECscan-C1-100K membantu menjaga konsistensi pengukuran, mengurangi kebutuhan kalibrasi ulang yang terlalu sering, dan meminimalkan risiko gagal audit akibat sensor yang tidak terkendali.
Keunggulan Utama E-ECscan-C1-100K sebagai Elektroda Pengganti Resmi
E-ECscan-C1-100K dirancang sebagai elektroda konduktivitas pengganti (replacement) resmi untuk seri ECscan10L, ECscan10M, dan ECscan10H. Brosur resmi Bante Instruments menyebutkan bahwa E-ECscan-C1-100K adalah sel konduktivitas 2-pole yang cocok untuk tester ECscan10L/M/H. Dengan kata lain, ketika elektroda bawaan alat mulai menua atau tidak lagi stabil, pengguna tidak perlu mengganti seluruh alat—cukup mengganti modul elektroda ini saja.
Kelebihan pertama adalah kompatibilitas penuh. Koneksi mekanik dan elektriknya dibuat persis sesuai dengan desain ECscan10, termasuk mekanisme twist-lock yang memudahkan pemasangan. Hal ini mengurangi risiko kontak listrik yang longgar atau ketidaksesuaian cell constant yang bisa menyebabkan error bacaan.
Kedua, E-ECscan-C1-100K memanfaatkan teknologi yang sama dengan elektroda bawaan: cell constant K=1, pelapisan platinum black, dan kompatibilitas dengan sistem kompensasi suhu otomatis (ATC) dari ECscan10. Ini penting, karena setiap ketidaksesuaian antara elektroda dan algoritma kompensasi meter akan berujung pada ketidakpastian data.
Ketiga, secara ekonomis, model modular seperti ini menurunkan total cost of ownership. Alih-alih membeli meter baru ketika sensor mulai lemah, laboratorium cukup mengganti elektroda. Bagi industri proses, ini berarti anggaran kalibrasi dan penggantian alat bisa lebih fokus pada titik yang benar-benar rusak, bukan “paket lengkap” yang masih banyak komponennya sehat.
Terakhir, karena merupakan komponen resmi dari produsen yang sama, dokumentasi kalibrasi dan pemeliharaan lebih mudah disesuaikan dengan SOP serta kebutuhan audit. QA/QC dapat menyertakan nomor model elektroda dalam form kalibrasi, sehingga jejak historis alat menjadi lebih transparan.
Desain Fisik dan Ketahanan Lingkungan
Secara fisik, E-ECscan-C1-100K mengikuti format desain modul elektroda ECscan10: sebuah sel konduktivitas dua kutub yang terpasang di bagian bawah body tester melalui mekanisme collar yang diputar. Manual ECscan10 menjelaskan bahwa untuk mengganti elektroda, pengguna cukup memutar collar berlawanan arah jarum jam, menarik elektroda lama, lalu memasukkan elektroda baru dengan menyelaraskan slot dan memutar kembali hingga kencang. Mekanisme seperti ini mengurangi risiko salah pasang dan mempercepat proses penggantian di lapangan.
Dimensi keseluruhan sistem ECscan10 adalah sekitar 185 mm panjang dan 40 mm diameter, dengan berat sekitar 100 gram. Sebagian dari panjang tersebut merupakan modul elektroda. Bagi pengguna, bentuk yang relatif ramping ini membuat alat dengan elektrodanya nyaman digenggam satu tangan, baik di laboratorium maupun di pinggir bak aerasi.
Dari sisi lingkungan kerja, spesifikasi ECscan10 (ketika dipasangkan dengan elektroda resmi termasuk E-ECscan-C1-100K) menyebutkan rentang suhu operasi 0–50°C dengan kelembapan relatif di bawah 80% tanpa kondensasi, serta perlindungan IP54 terhadap debu dan cipratan air. Artinya, elektroda dapat digunakan di banyak lingkungan industri dan lapangan yang tidak ekstrem—misalnya area produksi F&B yang lembap atau ruangan laboratorium pengolahan air.
Bagi teknisi lapangan, penting untuk menyadari bahwa meski housing dan badan alat cukup tangguh, sensor di ujung elektroda tetap harus diperlakukan seperti komponen presisi. Menjaga agar tidak terbentur keras, tidak digosok dengan benda abrasif, dan tidak terpapar deposit tebal yang dibiarkan terlalu lama akan memperpanjang umur pakai. Untuk sampling di lapangan, membawa botol pembilas berisi air deionisasi dan lap bebas serat sudah cukup untuk merawat elektroda setiap selesai pengukuran.
Pengalaman Pengguna: Stabil, Mudah Diganti, Mudah Dirawat
Dari sudut pandang pengguna, hal paling menyenangkan dari sistem elektroda modular seperti E-ECscan-C1-100K adalah keluwesan. Ketika muncul gejala bacaan yang semakin lambat stabil, nilai kalibrasi terlalu jauh dari standar, atau hasil pengukuran mulai sulit direproduksi, teknisi tidak perlu langsung “mengutuk” meternya. Ada langkah yang lebih rasional: memeriksa kondisi elektroda dan, bila perlu, menggantinya.
Proses penggantian cukup singkat: putar collar, lepaskan elektroda lama, pasang yang baru. Manual menyarankan bahwa jika alat gagal dikalibrasi atau memberi pembacaan yang fluktuatif, itu salah satu indikasi elektroda perlu diganti. Bagi laboratorium dengan banyak unit ECscan10, memiliki stok beberapa E-ECscan-C1-100K cadangan dapat mengurangi downtime secara signifikan—alat yang bermasalah segera diganti elektrodanya, sementara elektroda lama bisa diperiksa lebih lanjut atau dibersihkan intensif.
Dalam pemakaian sehari-hari, perawatan sangat menentukan. Rekomendasi dari produsen mencakup: selalu membilas elektroda dengan air suling setelah penggunaan, tidak menyentuh pelapisan platinum black dengan jari atau benda keras, serta segera membersihkan bila ada endapan padat yang menumpuk di slot sensor. Kebiasaan sederhana ini akan menjaga permukaan aktif sensor tetap bersih dan responsif.
Untuk QA/QC, elektroda yang terawat baik berarti data trending konduktivitas lebih halus dan mudah dianalisis. Ketika grafik tren konduktivitas air proses mendadak “drift” tanpa sebab teknis di lapangan, salah satu hal pertama yang bisa dicek adalah riwayat perawatan elektroda. Dengan E-ECscan-C1-100K yang terpasang rapi dan dirawat rutin, penyebab deviasi data bisa lebih cepat diidentifikasi—apakah benar perubahan proses, atau hanya masalah sensor.
Fitur Kunci yang Menonjol dari E-ECscan-C1-100K
Beberapa fitur yang membuat E-ECscan-C1-100K menarik untuk dipertimbangkan sebagai elektroda konduktivitas utama maupun cadangan di laboratorium dan industri:
-
Desain 2-pole dengan cell constant K=1
Desain ini memberikan keseimbangan antara sensitivitas dan rentang kerja. Ketika dipasangkan dengan ECscan10L/M/H, sistem dapat mengukur mulai dari 1,0 µS/cm hingga 19,99 mS/cm tergantung model meternya. Ini cukup untuk mayoritas aplikasi kualitas air. -
Pelapisan platinum black
Brosur ECscan series menyebut platinum-black conductivity cell yang memberikan hasil cepat dan andal. Permukaan berstruktur ini membantu mengurangi efek polarisasi dan mempercepat stabilisasi bacaan, sehingga cocok untuk sampling dengan waktu terbatas. -
Kompatibel dengan ATC dan fungsi Hold
Ketika dipasang pada ECscan10, elektroda bekerja selaras dengan kompensasi suhu otomatis dan fungsi Hold yang membekukan bacaan untuk memudahkan pencatatan. Kualitas data meningkat karena faktor suhu dan pembacaan “lompat-lompat” diminimalkan. -
Modular dan mudah diganti
Penggantian elektroda tidak memerlukan alat tambahan khusus. Ini penting bagi pengguna yang beroperasi di lokasi terpencil atau area proses yang tidak mudah diakses teknisi servis. -
Biaya operasional lebih terkontrol
Dengan cukup mengganti elektroda, bukan seluruh meter, organisasi dapat memperpanjang umur aset ECscan10 dan mengalokasikan anggaran ke titik lain yang lebih kritis (misalnya kalibrasi eksternal, standar larutan berkualitas lebih baik, atau pengembangan SOP).
Integrasi dengan Sistem Pengujian Konduktivitas
E-ECscan-C1-100K tidak berdiri sendiri; ia dirancang sebagai bagian dari sistem. Ketika terpasang pada ECscan10, semua fitur meter—auto-off, Hold, kompensasi suhu otomatis, dan kalibrasi satu titik—bergantung pada kinerja elektroda ini.
Pada laboratorium pengolahan air, workflow tipikal biasanya melibatkan pengukuran di titik-titik kritis (inlet, outlet, intermediate tank). Operator membawa ECscan10, melakukan pengukuran, mencatat hasil di lembar kerja atau aplikasi, lalu melakukan review di akhir shift. Elektroda yang stabil dan responsif seperti E-ECscan-C1-100K membantu memastikan bahwa data yang direkam tersebut bisa dipercaya dan konsisten dari hari ke hari.
Bagi instalasi yang terhubung ke sistem LIMS atau software pemantauan tren, ECscan20/30/40 (dengan kemampuan USB dan mode tambahan) dapat dipadukan sebagai langkah lebih lanjut. Meskipun E-ECscan-C1-100K secara resmi disebut untuk ECscan10, pendekatan modular elektroda yang setara memungkinkan organisasi menyusun strategi pengujian yang terintegrasi: meter portabel untuk spot-check, instrumen online untuk pemantauan 24 jam, dan sistem LIMS untuk pengolahan data.
Spesifikasi Teknis E-ECscan-C1-100K
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Model | E-ECscan-C1-100K |
| Tipe sel | Sel konduktivitas 2-pole |
| Cell constant | K = 1 |
| Kompatibilitas | ECscan10L, ECscan10M, ECscan10H |
| Rentang konduktivitas sistem* | ECscan10L: 1,0–199,9 µS/cm; ECscan10M: 10–1999 µS/cm; ECscan10H: 0,1–19,99 mS/cm |
| Resolusi sistem* | 0,1 / 1 sesuai rentang meter |
| Akurasi sistem* | ±1% F.S |
| Rentang suhu operasi sistem* | 0–50°C (operasi), 0–60°C (penyimpanan) |
| Lingkungan | RH <80% tanpa kondensasi, perlindungan IP54 (bersama meter ECscan10) |
| Material sensor | Permukaan berlapis platinum black |
| Desain mekanik | Modul elektroda dengan collar putar (twist-lock) |
Keterangan: parameter bertanda * menggambarkan performa sistem saat elektroda dipasangkan dengan meter ECscan10, bukan elektroda saja.
Bagi yang baru mengenal istilah teknis ini, cell constant K=1 bisa dibayangkan seperti “setelan awal” yang menentukan seberapa sensitif sensor terhadap perubahan konduktivitas. Sementara angka seperti ±1% F.S berarti bahwa error maksimum tidak lebih dari 1% dari batas atas rentang tertentu—misalnya pada rentang 0–1999 µS/cm, error maksimum sekitar 20 µS/cm. Untuk aplikasi kualitas air sehari-hari, ini sudah memadai, asalkan sensor terkalibrasi dengan benar dan dirawat secara rutin.
Panduan Memilih Komponen Tambahan Pendukung
Agar E-ECscan-C1-100K bekerja optimal, beberapa komponen tambahan perlu dipertimbangkan:
Tabel Rentang Konduktivitas dan Contoh Aplikasi
| Rentang Konduktivitas (µS/cm atau mS/cm) | Contoh Aplikasi |
|---|---|
| 0–50 µS/cm | Air deionisasi, air umpan boiler tekanan tinggi |
| 50–500 µS/cm | Air minum, air proses ringan, hidroponik nutrisi rendah |
| 0,5–2 mS/cm | Nutrisi hidroponik intensif, akuakultur tertentu |
| 2–10 mS/cm | Air limbah industri ringan, beberapa proses kimia |
| 10–20 mS/cm | Air limbah pekat, bath kimia, plating/galvanis |
Larutan Standar Kalibrasi
Produsen menyediakan larutan standar resmi untuk kalibrasi ECscan10, yang tentunya juga relevan ketika menggunakan E-ECscan-C1-100K:
-
ECCS-146: 146,5 µS/cm (untuk ECscan10L)
-
ECCS-1413: 1413 µS/cm (untuk ECscan10M)
-
ECCS-1288: 12,88 mS/cm (untuk ECscan10H)
Memilih standar yang sesuai dengan rentang pengukuran harian akan membantu menjaga akurasi. Misalnya, untuk pemantauan air minum di kisaran 100–500 µS/cm, kalibrasi dengan 1413 µS/cm cukup representatif.
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengukuran
Beberapa faktor penting yang perlu diawasi:
-
Suhu sampel: meskipun meter memiliki kompensasi suhu otomatis, sebaiknya sampel diukur pada suhu yang tidak terlalu jauh berbeda dari kondisi kalibrasi.
-
Gelembung udara: pastikan sensor terendam penuh tanpa gelembung udara yang menempel di slot elektroda.
-
Fouling dan endapan: deposit mineral atau organik pada permukaan sensor akan mengubah respons. Pembersihan berkala wajib dilakukan.
-
Waktu stabilisasi: tunggu hingga bacaan stabil sebelum menggunakan fungsi Hold atau mencatat nilai.
Contoh Penerapan E-ECscan-C1-100K di Lapangan
Studi Kasus 1 – Instalasi Pengolahan Air Minum (WTP)
Sebuah WTP skala menengah menggunakan ECscan10M untuk memantau konduktivitas air baku, air setelah koagulasi, dan air produk akhir. Selama beberapa bulan, tim QA mulai melihat tren data yang sedikit bergeser naik, sementara parameter lain seperti TDS hasil laboratorium tidak menunjukkan perubahan signifikan. Setelah dilakukan investigasi, ditemukan bahwa beberapa unit ECscan10 masih menggunakan elektroda lama yang sudah dipakai lebih dari dua tahun tanpa perawatan memadai.
Tim memutuskan mengganti elektroda tersebut dengan E-ECscan-C1-100K dan menerapkan SOP baru: pembilasan air suling setelah penggunaan, pembersihan ringan mingguan, serta kalibrasi rutin menggunakan larutan standar 1413 µS/cm. Dalam beberapa minggu, deviasi antara hasil lapangan dan hasil laboratorium menurun, dan pengulangan pengukuran berkurang. Secara praktis, downtime untuk inspeksi ulang turun sekitar 20–30%, sementara kepercayaan terhadap data lapangan meningkat.
Studi Kasus 2 – Akuakultur & Budidaya Ikan
Di sebuah farm budidaya ikan air tawar, teknisi biasa hanya memantau pH dan DO. Namun, masalah pertumbuhan lambat dan angka mortalitas yang fluktuatif membuat mereka mulai melirik parameter konduktivitas sebagai indikator perubahan kualitas air dan pemupukan kolam. Mereka menggunakan ECscan10L dengan elektroda E-ECscan-C1-100K untuk mengukur konduktivitas air setiap pagi dan sore.
Seiring waktu, mereka menemukan pola: ketika konduktivitas turun di bawah ambang tertentu, pertumbuhan melambat. Ketika terlalu tinggi, ikan tampak stres. Dengan data ini, dosis pupuk dan pakan bisa diatur lebih presisi. Karena pengukuran dilakukan di pinggir kolam dengan kondisi kadang berlumpur, elektroda harus sering dibersihkan. Kombinasi desain yang mudah dibilas dan kemampuan untuk mengganti elektroda ketika mulai aus membuat sistem ini praktis digunakan di lapangan tanpa harus membawa alat besar ke laboratorium.
Langkah demi Langkah Menggunakan E-ECscan-C1-100K di Budidaya Ikan
Berikut contoh alur penggunaan elektroda ini bersama ECscan10 di lokasi budidaya ikan:
-
Pasang elektroda
-
Pastikan E-ECscan-C1-100K sudah terpasang dengan benar pada ECscan10: selaraskan slot, dorong masuk, dan putar collar hingga kencang.
-
-
Persiapan sebelum berangkat ke kolam
-
Bawa larutan standar untuk cek cepat (opsional), botol air deionisasi untuk pembilasan, dan tisu bebas serat.
-
Pastikan baterai ECscan10 masih mencukupi.
-
-
Di lokasi kolam
-
Bilas sensor dengan air kolam (buang hasil bilasan pertama) untuk menyesuaikan kondisi.
-
Celupkan elektroda ke dalam air dengan kedalaman yang cukup hingga seluruh slot sensor terendam, hindari menyentuh dasar kolam berlumpur.
-
-
Menunggu stabilisasi
-
Goyangkan perlahan untuk menghilangkan gelembung udara.
-
Tunggu hingga nilai konduktivitas stabil pada layar. Pada ECscan10, Anda bisa menggunakan fungsi HOLD untuk membekukan bacaan dan mencatatnya dengan nyaman.
-
-
Pencatatan dan interpretasi
-
Catat nilai beserta waktu dan lokasi kolam.
-
Bandingkan dengan rentang target yang ditetapkan berdasarkan pengalaman atau rekomendasi konsultan akuakultur.
-
-
Setelah pengukuran
-
Bilas elektroda dengan air kolam bersih, lalu dengan air deionisasi.
-
Jika terlihat ada endapan, bersihkan perlahan sesuai panduan—tanpa menggosok permukaan platinum black secara kasar.
-
-
Kembali ke laboratorium / kantor
-
Simpan alat di tempat kering dan bersih.
-
Jadwalkan kalibrasi berkala sesuai frekuensi penggunaan.
-
Dengan alur seperti ini, E-ECscan-C1-100K berfungsi sebagai “mata” yang mengawasi perubahan kualitas air harian, sehingga koreksi bisa dilakukan sebelum masalah besar muncul.
Kesimpulan dan Rekomendasi
E-ECscan-C1-100K adalah elektroda konduktivitas yang dirancang sebagai pasangan resmi untuk ECscan10L/M/H, tetapi implikasinya jauh melampaui sekadar spare part. Desain sel 2-pole dengan cell constant K=1, pelapisan platinum black, dan kompatibilitas penuh dengan sistem kompensasi suhu otomatis menjadikannya komponen penting dalam memastikan data konduktivitas yang akurat dan stabil.
Untuk laboratorium QA/QC, pengolahan air minum dan limbah, industri F&B, farmasi, biotek, hingga akuakultur dan hidroponik, elektroda ini membantu mengurangi risiko error karena sensor yang sudah aus atau kotor, tanpa harus mengganti seluruh alat. Modularitas dan kemudahan perawatan membuat total biaya kepemilikan lebih terkendali, sementara dokumentasi dan jejak audit menjadi lebih jelas.
Rekomendasi singkat:
-
Jika Anda sudah menggunakan ECscan10L/M/H dan mulai merasa hasil pengukuran sulit diandalkan, pertimbangkan mengganti ke E-ECscan-C1-100K sebelum memutuskan membeli meter baru.
-
Untuk instalasi dengan banyak titik sampling, simpan stok beberapa unit elektroda ini sebagai cadangan guna mengurangi downtime.
-
Padukan dengan larutan standar resmi (146,5 µS, 1413 µS, 12,88 mS) untuk menjaga kalibrasi tetap terkendali.
Dengan perawatan yang tepat, E-ECscan-C1-100K dapat menjadi mitra jangka panjang dalam menjaga kualitas air dan proses di berbagai sektor industri.
FAQ Singkat
1. Berapa umur pakai tipikal E-ECscan-C1-100K?
Umur pakai sangat bergantung pada frekuensi penggunaan dan kualitas perawatan. Dalam pemakaian rutin dengan pembersihan dan kalibrasi yang benar, elektroda dapat bertahan 1–2 tahun atau lebih. Jika sering digunakan di air limbah pekat atau media yang mudah membentuk deposit, umur pakai bisa lebih pendek.
2. Tanda apa yang menunjukkan elektroda harus diganti?
Beberapa indikasi antara lain: kalibrasi sulit tercapai atau selalu menyimpang jauh, respon pengukuran sangat lambat, bacaan fluktuatif pada sampel yang sama, atau hasil lapangan konsisten berbeda dari hasil laboratorium yang tepercaya.
3. Apakah elektroda ini cocok untuk air limbah industri pekat?
Secara rentang pengukuran, selama masih dalam rentang meter ECscan10H, pengukuran bisa dilakukan. Namun, untuk air limbah dengan deposit berat, diperlukan perawatan ekstra dan mungkin interval penggantian yang lebih sering. Pertimbangkan juga sistem online atau sensor khusus jika beban kerja sangat tinggi.
4. Bisakah E-ECscan-C1-100K digunakan untuk TDS atau salinitas?
Elektroda ini mengukur konduktivitas. Konversi ke TDS atau salinitas dilakukan di tingkat meter (pada model yang mendukung). Pada ECscan10, mode utama adalah konduktivitas; untuk TDS/salinitas biasanya digunakan seri meter lain seperti ECscan30/40.
5. Seberapa sering elektroda harus dikalibrasi?
Untuk aplikasi kritis (farmasi, F&B, QA/QC), sebaiknya kalibrasi dilakukan setidaknya mingguan atau setiap kali ada indikasi drift. Untuk pemantauan harian di WTP/WWTP atau akuakultur, interval bisa disesuaikan, misalnya dua minggu atau bulanan, selama hasil tetap konsisten dan tercatat.
6. Apakah E-ECscan-C1-100K bisa dipasang ke meter merek lain?
Elektroda ini dirancang khusus secara mekanik dan elektrik untuk ECscan10L/M/H. Menggunakannya pada merek atau model lain berisiko menyebabkan ketidakcocokan cell constant, sambungan listrik, atau pembacaan yang keliru, sehingga tidak direkomendasikan.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami bahwa akurasi pengukuran konduktivitas adalah kunci dalam mengendalikan kualitas air dan proses industri Anda. Kami fokus melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti seri ECscan10 serta elektroda pengganti resmi E-ECscan-C1-100K dan perangkat laboratorium lainnya untuk mendukung kegiatan riset, QA/QC, dan pemantauan proses. Jika Anda ingin meningkatkan keandalan data konduktivitas, mengurangi downtime karena masalah sensor, dan menyusun sistem pemantauan kualitas air yang lebih solid, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang paling tepat.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat produk★★★★★
Referensi
- Hindayani, A., & Hamim, N. (2022). Akurasi dan Presisi Metode Sekunder Pengukuran Konduktivitas Menggunakan Sel Jones Tipe E untuk Pemantauan Kualitas Air Minum. Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA), 5 (1), 41–51. Retrieved from https://doi.org/10.20885/ijca.vol5.iss1.art5
- Irwan, F., & Jur, A. (n.d.). Analisis Hubungan Konduktivitas Listrik dengan Total Dissolved Solid (TDS) dan Temperatur pada Beberapa Jenis Air. Jurnal Fisika Universitas Andalas. Retrieved from https://jfu.fmipa.unand.ac.id/index.php/jfu/article/download/192/172














