Teknisi Indonesia sedang mengukur konduktivitas air limbah menggunakan ECscan30 dengan elektroda E-ECSCAN-C1-10K di instalasi pengolahan air, sebagai ilustrasi penggunaan elektroda konduktivitas presisi untuk kontrol kualitas air industri.

E-ECSCAN-C1-10K: Elektroda Konduktivitas Presisi Untuk Kualitas Air Laboratorium & Industri

Daftar Isi

Di banyak laboratorium dan instalasi pengolahan air, angka konduktivitas bukan sekadar angka di layar. Di balik satu data yang meleset, sering ada konsekuensi besar: batch produk yang harus dibuang, konsumsi bahan kimia berlebih, hingga kegagalan memenuhi regulasi. Masalah ini dirasakan oleh berbagai sektor:

  • Laboratorium QA/QC dan riset di kampus

  • WTP/WWTP (air minum dan air limbah)

  • Industri farmasi & biotek

  • Pabrik makanan dan minuman (minuman ringan, dairy, brewery)

  • Industri kimia & proses (plating, galvanis, bath monitoring)

  • Akuakultur & perikanan (kontrol kualitas air & kesehatan ikan)

  • Hidroponik & pertanian (nutrisi larutan & pH tanah)

  • Kosmetik (uji pH & konduktivitas formulasi)

Di lapangan, masalahnya sering sangat praktis. Elektroda lama yang mulai aus membuat angka naik-turun tak jelas. Di WWTP, operator melihat nilai konduktivitas aeration tank mendadak “melompat” tanpa sebab jelas—padahal prosesnya stabil. Di pabrik minuman, teknisi CIP sulit menentukan kapan siklus pembilasan cukup bersih karena pembacaan konduktivitas tidak stabil. Di lab kampus, mahasiswa sering kebingungan karena alat yang satu dengan yang lain memberikan hasil berbeda untuk sampel yang sama.

Akar masalahnya hampir selalu bermuara pada kualitas sensor: elektroda yang kotor, lapisan aktif yang rusak, atau desain sensor yang tidak tahan terhadap aplikasi berulang. Konsekuensinya:

  • Validasi proses jadi sulit

  • Audit internal maupun eksternal berlarut-larut karena data meragukan

  • Pemakaian bahan kimia (misalnya NaOH, HCl, desinfektan) tidak optimal

  • Energi terbuang karena sistem kontrol tidak merespons kondisi aktual

Dalam konteks inilah elektroda konduktivitas yang stabil, mudah diganti, dan dirancang khusus untuk sistem menjadi kunci. Bukan hanya “supaya alat menyala”, tapi agar setiap data yang keluar dapat dipercaya untuk pengambilan keputusan—baik di bench lab kecil maupun di instalasi pengolahan air skala kota. E-ECSCAN-C1-10K hadir untuk menjawab kebutuhan itu, terutama bagi pengguna seri ECscan20/30/40 yang membutuhkan pengukuran konduktivitas, TDS, dan salinitas secara rutin di berbagai titik proses.

Cara Kerja Elektroda Konduktivitas dalam Sistem ECscan

Untuk memahami kenapa elektroda seperti E-ECSCAN-C1-10K penting, kita perlu melihat dulu prinsip dasarnya. Pada dasarnya, konduktivitas menggambarkan seberapa baik larutan menghantarkan listrik. Semakin banyak ion terlarut (seperti Na⁺, Cl⁻, Ca²⁺, dll.), semakin tinggi konduktivitasnya.

E-ECSCAN-C1-10K adalah 2-pole conductivity cell yang bekerja dengan dua elektroda logam yang dicelupkan ke dalam sampel. Alat ukur (ECscan20/30/40) mengirim arus listrik kecil melalui elektroda tersebut. Kemudian, dari respons larutan (perubahan tegangan), instrumen menghitung berapa besar konduktivitas larutan. Sederhananya:

  • Instrumen mengirim sinyal →

  • Larutan merespons sesuai jumlah ion →

  • Elektroda “menangkap” respons →

  • Instrumen menghitung nilai konduktivitas (µS/cm atau mS/cm)

Di dalam sistem ECscan, cell constant (K = 1) digunakan sebagai faktor pengali agar nilai yang terbaca mewakili kondisi fisik jarak antar elektroda dan luas permukaan sensornya. Inilah yang membuat satuan konduktivitas yang kita lihat di layar bukan sekadar angka mentah, melainkan angka yang sudah dikoreksi berdasarkan geometri elektroda.

Dalam praktik, pengukuran konduktivitas sangat dipengaruhi suhu. Karena itu, ECscan20/30/40 dilengkapi automatic temperature compensation (ATC) 0–60°C yang mengoreksi nilai konduktivitas ke suhu referensi (umumnya 25°C). Elektroda E-ECSCAN-C1-10K bekerja sebagai “mata dan telinga” sistem ini, memastikan perubahan suhu yang normal di lapangan (misalnya sampel air limbah yang hangat atau air minum dari jaringan distribusi yang dingin) tetap menghasilkan bacaan yang konsisten.

Dibandingkan metode konvensional seperti titrasi manual atau pengujian berbasis reagen, pengukuran konduktivitas dengan elektroda:

  • Jauh lebih cepat (hitungan detik)

  • Minim penggunaan bahan kimia

  • Dapat dilakukan langsung di lapangan

  • Lebih mudah diotomasi dan diintegrasikan ke SOP pemantauan rutin

Karena itu, investasi pada elektroda yang andal bukan sekadar urusan “spare part”, tapi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kualitas data dan mengurangi beban kerja operator.

E-ECSCAN-C1-10K sebagai Elektroda Pengganti Presisi untuk ECscan20/30/40

E-ECSCAN-C1-10K dirancang sebagai elektroda pengganti khusus untuk seri ECscan20, ECscan30, dan ECscan40 dari Bante Instruments. elektroda ini disebut sebagai 2-pole conductivity cell yang cocok untuk ECscan20/30/40 testers. Ini berarti, bila Anda sudah menggunakan salah satu seri ECscan tersebut dan mulai merasakan:

  • Kalibrasi sering gagal

  • Hasil tidak stabil atau berbeda jauh dengan standar

  • Waktu respon melambat

…maka mengganti modul sensor dengan E-ECSCAN-C1-10K adalah solusi yang jauh lebih ekonomis dibanding membeli unit baru.

Keistimewaan sistem ECscan sendiri adalah konsep modular: instrumen utama (bodinya) dapat dipertahankan, sementara elektroda diganti saat performanya mulai menurun. Pada level biaya, ini menurunkan total cost of ownership (TCO) karena Anda hanya mengganti bagian yang benar-benar aus.

Dibandingkan elektroda generik yang kadang dipaksakan untuk dipasang ke berbagai meter, E-ECSCAN-C1-10K menawarkan beberapa keuntungan:

  • Kompatibilitas penuh dengan elektronik dan algoritma kompensasi ECscan20/30/40

  • Dimensi dan sistem konektor yang sudah tepat, sehingga pemasangan dan penggantian minim risiko salah kontak

  • Kalibrasi dan pengoperasian mengikuti panduan standard ECscan, tanpa perlu penyesuaian rumit

Bagi laboratorium kampus, teaching lab, atau WWTP yang menggunakan ECscan sebagai alat kerja harian, modul pengganti seperti ini mempermudah manajemen aset: cukup menjaga stok elektroda pengganti, tanpa harus menumpuk meter baru yang mahal.

Desain dan ergonomi

Meski sering diabaikan, desain fisik elektroda berpengaruh besar pada kemudahan kerja sehari-hari. E-ECSCAN-C1-10K mengikuti desain modular khas seri ECscan: elektroda berbentuk silinder yang terpasang di bagian bawah bodi meter ECscan20/30/40. Konstruksi 2-pole cell memberikan ruang sensor yang cukup untuk aliran cairan, sambil tetap mempertahankan bentuk yang ramping sehingga mudah dicelupkan ke berbagai wadah, mulai dari beaker kecil hingga sampling bottle di lapangan.

Dimensi keseluruhan sistem ECscan20/30/40 (termasuk elektroda terpasang) adalah sekitar 185 mm panjang dengan diameter sekitar 40 mm, dan bobot sekitar 120 g. Artinya, saat Anda mengganti modul sensor dengan E-ECSCAN-C1-10K, keseimbangan dan kenyamanan genggaman alat tidak berubah. Ini penting ketika operator harus melakukan banyak pengukuran dalam satu shift, misalnya:

  • Operator WWTP yang berpindah dari inlet, aeration, secondary clarifier, hingga effluent

  • Teknisi QA pabrik minuman yang harus mengecek konduktivitas di line berbeda dan tangki CIP

  • Dosen atau asisten lab yang mendampingi praktikum dengan banyak sampel

Sistem konektor E-ECSCAN-C1-10K dirancang agar pemasangan cukup dengan memutar collar pengunci di bagian bawah meter hingga kencang (mekanisme serupa ditunjukkan pada panduan penggantian elektroda di manual ECscan10, dengan cara twist and pull/insert). Hal ini mengurangi risiko pemasangan miring atau longgar yang bisa menyebabkan kontak listrik tidak stabil.

Dari sisi lingkungan kerja, sistem ECscan dengan elektroda ini didesain untuk operating temperature 0–50°C dan kelembapan relatif <80% non-condensing. Rating proteksi sistem ECscan10 adalah IP54 (tahan percikan), dan karakteristik ketahanan fisik seri ECscan sangat mirip karena memakai bodi dan konsep sealing yang sama. Artinya, alat cukup aman untuk penggunaan lapangan seperti:

  • Area pengolahan air yang cenderung lembap

  • Tepi kolam budidaya ikan atau tambak

  • Area proses produksi yang tidak sepenuhnya kering

Selama tidak direndam seluruh bodinya, elektroda dan meter mampu bekerja andal di kondisi tersebut.

Antarmuka dan pengalaman pengguna

Secara teknis, E-ECSCAN-C1-10K tidak memiliki layar atau tombol—semua antarmuka berada di meter ECscan20/30/40 yang menjadi “otak” sistem. Namun kualitas pengalaman pengguna sangat dipengaruhi oleh cara elektroda ini berinteraksi dengan meter.

Seri ECscan20/30/40 memiliki dual-line LCD 21 × 21 mm yang menampilkan parameter utama (konduktivitas/TDS/salinitas) dan suhu secara bersamaan. Saat E-ECSCAN-C1-10K terpasang dengan baik dan kondisi elektrodanya sehat, pengguna akan merasakan:

  • Waktu respon yang cepat saat elektroda dicelup ke sampel

  • Nilai yang stabil (tidak “berjalan” terus-menerus) sehingga mudah dibaca

  • Pergantian mode ukur (EC, TDS, salinity – tergantung model) berlangsung mulus

Navigasi tombol di ECscan20/30/40 memungkinkan:

  • Kalibrasi 1 hingga 3 titik dengan pengenalan otomatis larutan standar 84 µS/cm, 1413 µS/cm, dan 12.88 mS/cm.

  • Pengaturan unit suhu, faktor konversi TDS, dan auto-power off melalui menu setup

  • Fungsi auto-read atau manual hold yang mengunci pembacaan begitu stabil

Elektroda yang baik menentukan seberapa efektif semua fitur ini bekerja. Elektroda yang aus membuat auto-read sulit mendeteksi endpoint; layar akan terus menunjukkan angka yang berubah. Sebaliknya, E-ECSCAN-C1-10K yang masih segar akan menghasilkan kurva stabil sehingga meter cepat “percaya diri” mengunci angka. Hal ini penting terutama:

  • Saat operator harus mengukur banyak titik sampling

  • Ketika pengukuran dilakukan di area dengan pencahayaan terbatas atau bergerak (misal di atas bak aerasi)

  • Dalam praktikum, ketika mahasiswa masih belajar membaca data dengan benar

Singkatnya, meski E-ECSCAN-C1-10K adalah komponen “tidak kelihatan bekerja”, ia menentukan apakah seluruh pengalaman penggunaan ECscan terasa mulus atau justru melelahkan.

Keunggulan Kunci E-ECSCAN-C1-10K untuk Kualitas Data yang Konsisten

Kalau dirangkum, apa saja yang menjadikan E-ECSCAN-C1-10K menarik bagi pengguna profesional?

Pertama, struktur 2-pole conductivity cell dengan cell constant K=1 sesuai spesifikasi sistem ECscan. Konfigurasi ini sangat umum digunakan untuk aplikasi air murni hingga air proses umum, sehingga memudahkan interpretasi data lintas industri. Bagi QA/QC, ini berarti:

  • Hasil pengukuran lebih mudah dibandingkan dengan alat atau standar lain

  • Konsistensi antar unit ECscan tetap terjaga selama elektroda dikalibrasi dengan benar

Kedua, elektroda ini dirancang sebagai modul replaceable. Ketika performa menurun, Anda tidak perlu melakukan servis besar—cukup melepas modul lama dan memasang yang baru. Konsep ini mengurangi downtime alat dan membantu:

  • WTP/WWTP yang harus menjaga pemantauan 24/7

  • Pabrik makanan & minuman yang memiliki jadwal produksi padat

  • Teaching lab yang harus memastikan alat siap pakai di setiap sesi praktikum

Ketiga, E-ECSCAN-C1-10K bekerja optimal dalam sistem yang memiliki akurasi ±1% F.S untuk konduktivitas, dengan rentang pengukuran total hingga 20.00 mS/cm pada ECscan20/30/40. Artinya, dari air sangat murni (ratusan µS/cm) hingga larutan proses yang cukup konduktif, satu set alat dengan elektroda ini sudah mencakup sebagian besar kebutuhan aplikasi:

  • Air minum, air demin, dan air boiler

  • Air limbah industri

  • Larutan nutrisi hidroponik

  • Proses CIP dan sanitasi di industri F&B

Terakhir, sifat mudah dibersihkan dari cell 2-pole membuat perawatan harian relatif sederhana: bilas dengan air suling, sesekali bersihkan deposit padat, lalu kalibrasi ulang bila perlu. Hal-hal kecil seperti ini yang pada akhirnya menghemat waktu operator dan menjaga konsistensi data dalam jangka panjang.

Kontrol eksternal dan integrasi sistem

Walau E-ECSCAN-C1-10K sendiri adalah komponen sensor, ia berfungsi sebagai penghubung antara dunia fisik (air, larutan, proses) dengan sistem dokumentasi data di laboratorium atau pabrik. Menggunakan elektroda yang benar dan terkalibrasi dengan baik membuat data dari ECscan20/30/40 dapat:

  • Dicatat secara manual dalam form QC

  • Dimasukkan ke sistem LIMS atau spreadsheet Excel

  • Digunakan sebagai titik referensi saat mengevaluasi tren kualitas air dari waktu ke waktu

Seri ECscan20/30/40 dalam paket tertentu (ECscan20/30/40 dengan aksesori) disertai kabel USB dan adaptor daya untuk pengisian ulang, sehingga memudahkan integrasi dengan workflow harian. Meskipun perangkat ini tidak melakukan transfer data otomatis seperti beberapa sistem benchtop, penggunaan elektroda presisi memastikan bahwa angka yang Anda tuliskan di log sheet dapat diandalkan.

Untuk banyak lab kecil dan WTP menengah, kombinasi ECscan + E-ECSCAN-C1-10K + pencatatan sistematis sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan:

  • Pelaporan berkala ke regulator

  • Validasi sistem (misalnya pada farmasi dan F&B)

  • Audit internal ISO 9001/14001 atau sertifikasi laboratorium

Di sinilah elektroda yang stabil menjadi “fondasi” integrasi sistem data, meskipun tidak terlihat langsung di laporan akhir.

Spesifikasi teknis lengkap

Spesifikasi utama elektroda E-ECSCAN-C1-10K

Parameter Nilai / Keterangan
Model E-ECSCAN-C1-10K
Tipe sensor 2-pole conductivity cell
Cell constant K = 1 (mengikuti sistem ECscan20/30/40)
Kompatibilitas ECscan20, ECscan30, ECscan40 testers
Aplikasi umum Pengukuran konduktivitas, TDS dan salinitas (via meter)
Cara pemasangan Modul elektroda replaceable, dipasang pada ujung meter

Spesifikasi singkat sistem ECscan20/30/40 saat menggunakan elektroda ini

Parameter ECscan20/30/40 (dengan E-ECSCAN-C1-10K)
Rentang konduktivitas 0–20.00; 200.0; 2000 µS/cm; 20.00 mS/cm
Resolusi konduktivitas 0.01; 0.1; 1 (tergantung range)
Akurasi konduktivitas ±1% F.S
Titik kalibrasi 1–3 titik
Larutan standar 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12.88 mS/cm
Rentang TDS (ECscan30/40) 0–10.00, 100.0, 1000 ppm; 20.00 ppt
Rentang salinitas (ECscan40) 0.00–10.00 ppt
Rentang suhu 0–60°C (pengukuran), kompensasi suhu otomatis
Resolusi suhu 0.1°C
Akurasi suhu ±1°C
Koefisien suhu 2%/°C; referensi 25°C
Fungsi hold/auto-read Manual atau auto-lock endpoint
Auto-off 8 menit setelah tombol terakhir ditekan
Tampilan Dual-line LCD 21 × 21 mm
Sumber daya Baterai isi ulang 3.7 V
Lama pakai baterai ±200 jam penggunaan kontinu
Dimensi alat lengkap 185 × 40 mm
Berat alat 120 g

Bagi pengguna pemula, bisa dibayangkan begini: angka µS/cm dan mS/cm itu ibarat “kepadatan lalu lintas ion” di dalam air. Pada air sangat murni, “jalan” masih lengang (nilai rendah), sementara pada air limbah industri yang kaya garam, “jalan” sangat ramai (nilai tinggi). E-ECSCAN-C1-10K membantu meter membaca kepadatan ini dengan tepat dan stabil, sehingga Anda tahu kapan air sudah cukup bersih, kapan nutrisi di larutan hidroponik tepat, atau kapan CIP sudah selesai.

Panduan memilih komponen tambahan

Untuk memaksimalkan penggunaan E-ECSCAN-C1-10K dan sistem ECscan, berikut panduan pemilihan rentang dan aksesori.

Tabel rentang konduktivitas dan contoh aplikasi

Rentang Konduktivitas (µS/cm – mS/cm) Contoh Aplikasi
0–200 µS/cm Air murni, air demin, air boiler
200–2000 µS/cm Air minum, air proses umum, akuakultur
2–20 mS/cm Air limbah industri, CIP, larutan nutrisi

Dengan kombinasi range ECscan20/30/40, sebagian besar aplikasi di atas sudah tercakup, selama elektroda E-ECSCAN-C1-10K berada dalam kondisi baik dan terkalibrasi.

Aksesori yang disarankan

Beberapa aksesori penting (mengacu pada keluarga produk ECscan dan standar yang umum digunakan):

  • Larutan standar konduktivitas: 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12.88 mS/cm

  • Air suling/deionisasi untuk pembilasan elektroda

  • Beaker kecil (50–100 mL) untuk kalibrasi dan pengukuran

  • Kain/tisu bebas serat untuk mengeringkan badan alat (bukan permukaan sensor)

Faktor yang memengaruhi hasil

Beberapa hal yang sering membuat hasil pengukuran menyimpang:

  • Suhu sampel sangat berbeda dengan suhu lingkungan

  • Gelembung udara terperangkap di sekitar sensor

  • Endapan padat menutupi permukaan elektroda

  • Larutan standar sudah terkontaminasi atau kadaluarsa

  • Waktu stabilisasi terlalu singkat, terutama untuk sampel viskos atau keruh

Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, E-ECSCAN-C1-10K dan ECscan dapat menghasilkan data yang jauh lebih repeatable dan kredibel.

Penerapan Nyata E-ECSCAN-C1-10K di Lapangan

Studi Kasus 1 – WWTP Industri Makanan: Downtime Turun 20%

Sebuah instalasi pengolahan air limbah pada pabrik minuman menggunakan ECscan30 sebagai alat utama untuk memonitor konduktivitas di inlet dan effluent. Seiring waktu, operator mengeluhkan:

  • Bacaan konduktivitas di bak aerasi sering melonjak tiba-tiba

  • Kalibrasi menggunakan larutan 1413 µS/cm mulai sulit tercapai

  • Waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan pembacaan stabil makin lama

Setelah evaluasi, ditemukan bahwa elektroda yang digunakan sudah berusia lebih dari dua tahun dengan beban kerja harian yang cukup berat. Tim kemudian mengganti modul lama dengan E-ECSCAN-C1-10K dan menyusun ulang SOP:

  • Kalibrasi rutin 2 titik (84 dan 1413 µS/cm)

  • Pembersihan elektroda mingguan dari deposit padat

Hasilnya, dalam beberapa minggu:

  • Waktu yang dibutuhkan untuk satu sesi pemantauan berkala berkurang sekitar 20%

  • Operator tidak lagi perlu mengulang pengukuran karena data ragu-ragu

  • Tren konduktivitas harian menjadi lebih “halus” sehingga mudah dianalisis

Secara tidak langsung, pengurangan waktu sampling dan pengukuran membantu menurunkan downtime proses—karena operator bisa fokus pada tindakan korektif, bukan bergelut dengan alat.

Studi Kasus 2 – Pabrik Dairy: Kontrol CIP yang Lebih Konsisten

Di pabrik susu, proses cleaning-in-place (CIP) sangat bergantung pada pengukuran konduktivitas untuk memastikan:

  • Konsentrasi deterjen alkali/asam sesuai

  • Tahap pembilasan benar-benar menghilangkan sisa bahan kimia

Sebelumnya, pabrik ini mengandalkan titrasi manual untuk memeriksa konsentrasi larutan CIP. Metode ini memakan waktu, dan sering menyebabkan keterlambatan start-up produksi di pagi hari.

Pabrik kemudian mengimplementasikan ECscan40 dengan elektroda E-ECSCAN-C1-10K untuk mengukur konduktivitas larutan CIP dan pembilas akhir. Setelah beberapa bulan:

  • Waktu verifikasi CIP per line turun drastis karena pengukuran cukup dilakukan dengan mencelupkan sensor

  • Variasi konsentrasi bahan kimia antar batch lebih terkendali

  • Laporan audit internal menunjukkan tren konduktivitas yang konsisten dengan catatan penggunaan bahan kimia

Kualitas elektroda menjadi krusial di sini: jika sensor tidak stabil, teknisi akan cenderung “mengambil margin aman” dengan menambah bahan kimia lebih banyak, yang ujung-ujungnya meningkatkan biaya operasional. Dengan pembacaan yang dapat dipercaya, pabrik bisa mengontrol CIP secara lebih presisi.

Panduan cara menggunakan produk langkah demi langkah

Sebagai contoh praktik, bayangkan Anda adalah operator di instalasi pengolahan air minum yang ingin memantau kualitas air di outlet WTP dan beberapa titik jaringan distribusi. Anda menggunakan ECscan30 dengan elektroda baru E-ECSCAN-C1-10K.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Persiapan awal

    • Pastikan elektroda E-ECSCAN-C1-10K terpasang kuat pada meter (collar sudah diputar hingga kencang).

    • Isi baterai ECscan30 hingga cukup (alat menggunakan baterai isi ulang).

    • Siapkan beaker bersih, air demin untuk bilas, dan larutan standar (mis. 84 dan 1413 µS/cm).

  2. Kalibrasi

    • Bilas elektroda dengan air demin.

    • Celupkan ke larutan standar pertama (mis. 84 µS/cm), goyangkan pelan agar gelembung udara hilang.

    • Nyalakan alat, pilih mode kalibrasi, dan biarkan alat mengenali standar sesuai panduan ECscan.

    • Ulangi untuk larutan 1413 µS/cm jika ingin kalibrasi 2 titik.

    • Setelah selesai, bilas elektroda dan siap digunakan.

  3. Pengukuran di outlet WTP

    • Ambil sampel air outlet ke dalam beaker bersih.

    • Celupkan elektroda, hindari menyentuh dasar beaker secara kasar.

    • Tunggu hingga pembacaan stabil, gunakan fungsi auto-read/hold jika tersedia.

    • Catat nilai konduktivitas dan suhu pada form QC atau spreadsheet.

  4. Pengukuran di jaringan distribusi

    • Ulangi langkah serupa di beberapa titik hydrant atau sampling point.

    • Bilas elektroda dengan air demin di antara sampel untuk menghindari kontaminasi silang.

  5. Setelah selesai pengukuran

    • Bilas elektroda dengan air demin dan keringkan badan alat dengan tisu (jangan menggosok permukaan sensor terlalu keras).

    • Simpan alat di tempat kering dan terlindung dari panas.

Dengan langkah-langkah ini, E-ECSCAN-C1-10K dapat digunakan secara konsisten untuk memantau kualitas air, baik untuk memenuhi standar air minum maupun pemantauan tren di jaringan distribusi.

Kesimpulan dan rekomendasi

E-ECSCAN-C1-10K bukan sekadar “aksesori tambahan”, melainkan komponen kunci dalam menjaga kualitas data konduktivitas di berbagai aplikasi air dan proses industri. Dirancang sebagai 2-pole conductivity cell dengan cell constant K=1 dan kompatibel khusus dengan ECscan20/30/40, elektroda ini memungkinkan:

  • Pengukuran konduktivitas, TDS, dan salinitas yang stabil dan akurat

  • Proses kalibrasi yang mengikuti standar dan menu ECscan yang sudah familiar

  • Pengelolaan aset yang lebih efisien melalui konsep elektroda replaceable

Bagi siapa elektroda ini paling cocok?

  • Laboratorium QA/QC & teaching lab yang menggunakan ECscan20/30/40 sebagai alat rutin

  • WTP/WWTP yang membutuhkan pemantauan konduktivitas air mentah, proses, dan effluent

  • Industri F&B dan dairy yang mengandalkan pengukuran konduktivitas untuk CIP dan pengawasan kualitas produk

  • Farmasi, biotek, kosmetik yang perlu menjaga akuntabilitas dan jejak audit data kualitas air

  • Akuakultur, hidroponik, dan pertanian yang ingin pemantauan EC harian yang praktis dan repeatable

Jika saat ini Anda sudah memiliki ECscan20/30/40 dan mulai merasa hasil pengukuran tidak lagi konsisten, mengganti modul sensor dengan E-ECSCAN-C1-10K adalah langkah logis sebelum mempertimbangkan pembelian alat baru. Dengan perawatan dan kalibrasi yang baik, elektroda ini membantu menjadikan data konduktivitas Anda lebih dapat dipercaya—dan pada akhirnya mendukung keputusan proses yang lebih tepat.

FAQ singkat

1. Berapa lama umur pakai elektroda E-ECSCAN-C1-10K?
Umur pakai sangat bergantung pada frekuensi pemakaian, jenis sampel (misalnya air bersih vs air limbah berat), dan cara perawatan. Dengan pemakaian normal dan pembersihan rutin, banyak lab yang menggunakan elektroda konduktivitas selama 1–2 tahun sebelum kinerjanya menurun signifikan.

2. Apakah perlu kalibrasi setiap hari?
Untuk aplikasi kritis (farmasi, F&B, penelitian), kalibrasi harian atau setiap sesi kerja sangat dianjurkan. Untuk aplikasi pemantauan rutin di lapangan, kalibrasi bisa dilakukan secara berkala (misalnya mingguan), selama hasil pengukuran tetap konsisten dan tidak ada indikasi drift.

3. Apa yang harus dilakukan jika pembacaan tidak stabil?
Periksa beberapa hal: apakah elektroda kotor, ada gelembung udara yang menempel, larutan standar sudah lama atau terkontaminasi, dan apakah suhu sampel sangat bervariasi. Bila setelah pembersihan dan kalibrasi ulang hasil masih buruk, pertimbangkan mengganti elektroda.

4. Apakah E-ECSCAN-C1-10K cocok untuk air sangat murni?
Dengan cell constant K=1, sistem ECscan lebih optimal di rentang konduktivitas rendah sampai menengah (puluhan hingga ribuan µS/cm). Untuk air ultramurni (sub-µS/cm), biasanya digunakan cell dengan K yang lebih kecil. Namun untuk air minum, air demin umum, dan air boiler ringan, kombinasi ECscan + E-ECSCAN-C1-10K sudah memadai.

5. Kesalahan umum apa yang perlu dihindari saat menggunakan elektroda ini?
Beberapa di antaranya: tidak membilas elektroda antar sampel, menggunakan larutan standar yang sudah lama terbuka, menyentuh permukaan sensor secara kasar, serta mengabaikan suhu sampel. Hal-hal kecil ini dapat menurunkan akurasi dan memperpendek umur elektroda.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan konduktivitas yang andal dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti seri ECscan Pocket Conductivity Tester, elektroda pengganti E-ECSCAN-C1-10K, dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, memastikan kontrol yang konsisten, dan memenuhi standar tertinggi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian konduktivitas pada utilitas maupun proses produksi, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

  • Hindayani, A., & Hamim, N. (2022). Akurasi dan Presisi Metode Sekunder Pengukuran Konduktivitas Menggunakan Sel Jones Tipe E untuk Pemantauan Kualitas Air Minum. Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA), 5(1), 41–51. Retrieved from https://doi.org/10.20885/ijca.vol5.iss1.art5
  • Irwan, F., & Afdal. (2024). Analisis Hubungan Konduktivitas Listrik dengan Total Dissolved Solid (TDS) dan Temperatur pada Beberapa Jenis Air. Jurnal Fisika Universitas Andalas, vol. dan nomor (lihat artikel). Retrieved from https://jfu.fmipa.unand.ac.id/index.php/jfu/article/download/192/172

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.