Operator industri plating Indonesia menggunakan elektroda pH E201-BNC untuk mengukur pH bath kimia.

E201-BNC: Elektroda pH Serbaguna Untuk Kontrol Proses Di Industri Kimia & Plating

Daftar Isi

Di banyak pabrik kimia dan fasilitas electroplating, pH sering menjadi angka kecil di layar yang sebenarnya menentukan hidup-matinya proses. Di bak plating nikel, misalnya, pH yang bergeser hanya 0,3–0,5 unit bisa membuat deposit logam menjadi kusam, mudah terkelupas, atau ketebalannya tidak seragam. Di sisi lain, bath asam atau alkali yang terlalu ekstrem bukan hanya merusak permukaan produk, tapi juga mempercepat korosi tangki, mempersulit pengolahan limbah, dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Masalahnya, pengukuran pH di lapangan tidak selalu semudah di buku teks. Banyak operator masih mengandalkan kertas lakmus atau pH meter murah yang elektrodenya sudah lelah, tanpa ada prosedur perawatan yang jelas. Hasilnya? Angka pH sering “loncat-loncat”, reading lambat stabil, dan beda hasil antar-shift bisa jauh. Ketika produk plating mulai banyak reject, barulah semua mata tertuju pada pH, padahal akar masalahnya adalah instrumen pengukuran yang tidak dikelola dengan baik.

Di laboratorium QA/QC, situasinya tidak kalah menantang. Analis perlu mengukur puluhan sampel setiap hari: bath baru, bath bekas, bilasan, hingga limbah. Setiap sampel punya karakter kimia berbeda: sangat asam, mengandung logam berat, atau penuh surfaktan. Kalau elektroda pH tidak cukup tangguh dan mudah dibersihkan, produktivitas langsung turun karena terlalu banyak waktu dihabiskan hanya untuk menunggu angka stabil atau membersihkan sensor yang kotor.

Selain itu, tuntutan audit dan dokumentasi juga makin ketat. Banyak standar sistem manajemen mutu mewajibkan catatan kalibrasi dan bukti bahwa pH dikontrol di rentang tertentu. Kalau tiap kali mengukur pH hasilnya berbeda-beda karena elektroda yang tidak konsisten, tim QA/QC akan kesulitan mempertahankan rekam jejak data yang rapi. Di titik inilah pemilihan elektroda pH yang tepat—bukan hanya meter-nya—menjadi krusial. Elektroda adalah “mata” sistem pengukuran, dan kualitas data sangat bergantung pada seberapa baik “mata” ini bekerja.

Bagaimana Teknologi Elektroda pH Menjaga Proses Tetap Stabil

Elektroda pH modern, termasuk E201-BNC, sebenarnya adalah perangkat elektro-kimia yang cukup elegan. Di ujungnya terdapat membran kaca peka pH yang bereaksi terhadap konsentrasi ion hidrogen (H⁺) dalam larutan. Membran ini menghasilkan perbedaan potensial listrik kecil yang sebanding dengan pH larutan. Sinyal kecil tersebut lalu dibandingkan dengan elektroda referensi stabil—umumnya Ag/AgCl dalam larutan KCl—sehingga alat pH meter dapat mengubah beda potensial ini menjadi angka pH yang terbaca di layar.

Di antara ruang referensi dan sampel ada satu komponen penting: liquid junction. Pada E201-BNC, junction ini menggunakan bahan serat (fiber) yang berfungsi sebagai “jembatan ionik” antara larutan referensi dan sampel. Desain fiber junction membantu menjaga kontak ionik yang baik sekaligus mengurangi risiko tersumbat ketika digunakan pada larutan berpartikel halus atau mengandung endapan ringan. Brosur resmi mencantumkan bahwa E201-BNC menggunakan referensi AgCl single junction dengan liquid junction berbahan fiber, body epoxy, rentang 0–14 pH, dan suhu operasi 0–60 °C.

Dibandingkan metode konvensional seperti titrasi manual atau penggunaan indikator warna, elektroda pH memberikan beberapa keunggulan jelas. Pertama, hasilnya kuantitatif dan berkelanjutan—bisa dibaca per detik atau dihubungkan ke sistem monitoring. Kedua, kepekaannya tinggi; pergeseran kecil pH langsung terlihat tanpa perlu menebak-nebak warna larutan. Ketiga, pengukuran dapat dilakukan langsung di proses (in situ) atau di laboratorium dengan prosedur standar yang berulang.

Dalam jangka panjang, penggunaan elektroda pH yang andal sangat menentukan kestabilan kontrol proses. Dengan sensor yang responsif dan bisa diandalkan, operator dapat melakukan koreksi kimia tepat waktu, mengurangi konsumsi bahan kimia koreksi yang berlebihan, dan mencegah scrap produksi. Di industri plating, misalnya, kontrol pH yang konsisten membantu menjaga kualitas coating dari batch ke batch, sehingga mengurangi klaim pelanggan dan inspeksi ulang yang memakan waktu. Dengan kata lain, investasi pada elektroda yang tepat sebenarnya adalah investasi pada kestabilan proses dan ketenangan kepala tim produksi.

Mengenal E201-BNC: Elektroda pH Serbaguna untuk Larutan Aqueous

E201-BNC adalah salah satu anggota keluarga “E Series Laboratory pH Electrode” dari Bante Instruments. Dalam brosur resmi, E201-BNC digambarkan sebagai general purpose pH electrode yang cocok untuk mengukur larutan aqueous—artinya larutan berbasis air di berbagai konteks laboratorium dan proses. Dengan kata lain, ini bukan elektroda super spesifik yang hanya bisa dipakai di satu jenis aplikasi, melainkan “kuda kerja” serbaguna yang cocok untuk banyak tugas rutin mulai dari pengujian bath kimia, larutan bilasan, hingga pengolahan limbah.

Beberapa karakter utama E201-BNC adalah rentang pengukuran 0–14 pH, suhu operasi 0–60 °C, referensi AgCl dengan single junction, liquid junction berbahan fiber, body epoxy, dan konektor BNC dengan kabel sepanjang 1 meter. Kombinasi ini membuatnya cukup fleksibel untuk penggunaan di laboratorium sekaligus cukup tangguh untuk dibawa ke area proses selama tetap memperhatikan batas suhu dan kimia. Untuk banyak pabrik kimia dan plating, rentang pH dan suhu ini sudah mencakup sebagian besar proses rutin seperti bath asam, alkali, dan netralisasi limbah.

Apa yang membuat E201-BNC menarik dibanding elektroda pH generik? Pertama, desainnya yang general purpose dengan body epoxy memberi keseimbangan antara ketahanan mekanik dan performa analitis. Epoxy lebih tahan benturan dibanding body kaca murni, sebuah keuntungan nyata ketika elektroda sering berpindah tangan di antara operator atau digunakan dekat bak proses dan peralatan besi. Kedua, konektor BNC yang umum dipakai di banyak pH meter laboratorium dan panel meter membuat integrasinya relatif mudah tanpa perlu adaptor khusus.

Selain itu, kehadiran liquid junction berbahan fiber menjadikannya cukup toleran terhadap sampel yang tidak sepenuhnya “bersih”, seperti larutan plating yang mengandung aditif organik atau sedikit partikel. Selama perawatan rutin dilakukan, desain ini membantu menjaga respon yang stabil. Untuk lab QA/QC dan tim proses yang membutuhkan satu tipe elektroda yang bisa dipakai di banyak titik pengukuran tanpa terlalu banyak konfigurasi, E201-BNC menjadi pilihan yang praktis sekaligus ekonomis.

Desain Fisik dan Ketahanan untuk Lingkungan Pabrik

Secara fisik, E201-BNC mengikuti bentuk silindris elektroda pH standar dengan diameter sekitar 12 mm dan panjang 120 mm. Ukuran ini pas untuk sebagian besar beaker laboratorium, botol sampel, maupun port sampling kecil di dekat lini proses. Panjang 120 mm memungkinkan elektroda mencapai kedalaman larutan yang memadai tanpa membuatnya sulit dikendalikan oleh operator. Dari ujung sensor hingga konektor, elektroda dihubungkan dengan kabel sepanjang kurang lebih 1 meter, memberikan fleksibilitas gerak sekaligus tetap mudah dirapikan di meja kerja.

Body elektroda terbuat dari epoxy, bukan kaca murni. Bagi lingkungan pabrik, ini adalah nilai plus yang signifikan. Body epoxy cenderung lebih tahan terhadap benturan mekanik—misalnya ketika elektroda terbentur dinding beaker atau sisi bak plating—sehingga mengurangi risiko pecah. Ini bukan berarti elektroda kebal terhadap semua kerusakan, tetapi jelas lebih ramah untuk penggunaan rutin yang melibatkan banyak perpindahan dan operator berbeda.

Di ujung sensor, terdapat membran kaca peka pH yang bentuknya mengikuti desain standar pH-sensitive glass bulb. Informasi dimensi dan bentuk dasar membran ini juga dikonfirmasi pada panduan penggunaan E201/E203, yang menyebutkan diameter sekitar 12 mm dan panjang aktif 120 mm. Pengguna diminta untuk selalu menjaga agar membran kaca tetap terhidrasi dan terlindungi ketika tidak digunakan, misalnya dengan menutup kembali pelindung (protective cap) berisi larutan penyimpanan yang sesuai.

Rentang suhu operasi resmi E201-BNC adalah 0–60 °C (32–140 °F). Untuk industri kimia dan plating, rentang ini cukup untuk sebagian besar aplikasi, seperti kontrol pH bath yang umumnya berada di kisaran suhu ruang hingga sedikit hangat, serta pengukuran limbah sebelum atau sesudah netralisasi. Namun, untuk proses yang berjalan di suhu lebih tinggi dari 60 °C, sebaiknya sampel didinginkan dulu ke suhu yang aman bagi elektroda sebelum diukur agar umur pakai sensor tetap panjang.

Mengenai ketahanan lingkungan lain seperti debu dan air (IP rating), dokumen yang tersedia tidak mencantumkan kelas IP khusus untuk E201-BNC. Karena itu, perlindungan fisik lebih banyak bergantung pada cara pengguna menempatkan dan menyimpan elektroda. Prinsip amannya: hindari benturan keras, jangan biarkan kabel tertekuk tajam, dan simpan elektroda dalam larutan penyimpanan yang tepat ketika tidak digunakan. Dengan perlakuan seperti ini, body epoxy dan desain kompak E201-BNC dapat memberikan umur pakai yang cukup panjang di lingkungan pabrik yang sibuk.

Pengalaman Pengguna Saat Menggunakan E201-BNC di Laboratorium dan Lini Produksi

Walaupun E201-BNC “hanya” elektroda tanpa layar, pengalaman pengguna sangat ditentukan oleh bagaimana elektroda ini berinteraksi dengan pH meter yang digunakan. Konektor BNC di ujung kabel membuat pemasangannya cukup intuitif: operator cukup memasukkan dan memutar ring konektor sampai terkunci. Desain ini kompatibel dengan banyak pH meter meja (bench-top), portabel, maupun transmitter pH yang umum dipakai di laboratorium dan panel panel proses.

Saat digunakan di laboratorium, bentuk ramping elektroda memudahkan operator memegangnya seperti memegang spidol panjang. Panjang 120 mm cukup untuk dicelupkan dalam beaker 100–250 mL tanpa membuat tangan menyentuh larutan. Operator bisa dengan mudah mengaduk ringan atau menggerakkan elektroda untuk mempercepat homogenisasi sampel. Panduan penggunaan E201/E203 menyarankan agar elektroda ditempatkan dalam sampel dan diaduk lembut, lalu menunggu hingga pembacaan stabil—praktik standar untuk mendapatkan hasil pH yang konsisten.

Di area proses, misalnya di dekat bak plating atau unit netralisasi limbah, kabel 1 meter memberi ruang gerak yang cukup untuk menjangkau sampel di bak atau mengambil sampel dalam beaker tanpa menarik-narik pH meter. Operator bisa menempatkan meter di meja atau rak yang relatif kering dan aman, sementara elektroda dipegang dan dicelupkan ke titik sampling. Ini penting untuk menjaga keawetan instrumen sekaligus kenyamanan kerja.

Alur penggunaan di layar sepenuhnya bergantung pada pH meter yang dipakai—misalnya apakah meter tersebut memiliki fitur auto-hold, auto-read, atau fungsi logging internal. E201-BNC sendiri tidak memuat fungsi elektronik “pintar”, tetapi bekerja sebagai sensor yang memberikan sinyal stabil agar fungsi-fungsi tersebut di meter bisa bekerja optimal. Kalau elektroda cepat stabil, fitur auto-read akan lebih sering berhasil mendeteksi titik stabil dengan tepat, sehingga mengurangi waktu tunggu operator.

Dengan perawatan yang tepat, elektroda ini memberikan pengalaman “plug and measure” yang cukup sederhana: bilas, celup, tunggu stabil, catat, lalu bilas lagi. Bagi tim QA/QC yang berhadapan dengan banyak sampel harian, kesederhanaan proses ini menjadi nilai tambah yang nyata, karena mengurangi beban mental operator dan meminimalkan risiko salah langkah dalam prosedur pengukuran.

Keunggulan Fungsional yang Membuat E201-BNC Efisien di Proses Kimia

Jika dilihat dari spesifikasinya, E201-BNC mungkin tampak sederhana: rentang 0–14 pH, suhu 0–60 °C, single junction AgCl, liquid junction fiber, body epoxy, konektor BNC, dan panjang 120 mm. Namun kombinasi parameter inilah yang membuatnya menjadi elektroda pH yang efisien dan praktis untuk tugas sehari-hari di industri kimia dan plating.

Rentang 0–14 pH berarti elektroda ini sanggup menangani hampir semua kebutuhan pengukuran pH dasar, dari larutan sangat asam hingga basa kuat, selama masih dalam batas suhu operasi. Untuk pabrik plating, ini mencakup bath asam untuk pickling, bath elektrolit netral sampai sedikit asam, serta larutan pembersih alkali. Di unit pengolahan limbah, rentang ini cukup untuk memantau proses netralisasi dari pH awal yang ekstrem sampai pH target yang ramah lingkungan.

Single junction AgCl dengan liquid junction fiber menawarkan keseimbangan antara stabilitas dan kemudahan perawatan. Single junction berarti hanya ada satu titik pertemuan antara elektroda referensi dan sampel, sehingga konstruksinya lebih sederhana dan biasanya lebih tahan terhadap kontaminasi silang dalam penggunaan rutin. Liquid junction berbahan fiber membantu menjaga aliran elektrolit yang stabil sekaligus mengurangi risiko tersumbat ketika menghadapi sampel yang tidak sepenuhnya jernih.

Body epoxy menjadikan E201-BNC lebih tahan terhadap benturan dan handling sehari-hari dibanding banyak elektroda kaca konvensional. Di lingkungan pabrik, di mana sampling sering dilakukan dengan cepat di antara aktivitas lain, ketahanan mekanik ini sangat berharga. Kabel 1 meter dengan konektor BNC membuat elektroda mudah dipasang dan dipindah antar instrumen selama tetap memperhatikan kebersihan dan kalibrasi.

Bagi tim QA/QC, keunggulan fungsional ini bermuara pada beberapa manfaat praktis: waktu stabil yang umumnya singkat, risiko kerusakan mekanik yang lebih rendah, dan fleksibilitas untuk digunakan di berbagai titik pengukuran. Semua ini membantu mengurangi downtime akibat alat rusak, meminimalkan kebutuhan memiliki terlalu banyak tipe elektroda berbeda, dan menjaga konsistensi data pH di seluruh lini proses.

Integrasi E201-BNC ke Sistem Kontrol dan Monitoring Proses

Dalam banyak fasilitas kimia dan electroplating, pH bukan sekadar angka yang dibaca sesekali di laboratorium, tetapi bagian dari workflow kontrol proses yang terintegrasi. Di titik inilah konektor BNC pada E201-BNC menjadi sangat relevan. Standar konektor ini sudah digunakan secara luas di pH meter meja, pH meter portabel, transmitter industri, hingga modul konversi sinyal untuk SCADA atau DCS. Dengan kata lain, E201-BNC dapat langsung dipasangkan (plug-in) dengan hampir semua jenis instrumen tanpa memerlukan adaptor khusus.

Ketika dihubungkan ke transmitter atau panel meter yang mendukung output analog (misalnya 4–20 mA), pembacaan pH dari E201-BNC dapat diteruskan ke sistem otomasi pabrik. Ini memungkinkan proses seperti penambahan asam/alkali otomatis pada unit netralisasi limbah atau pengaturan kimia bath plating berdasarkan pH yang dibaca secara kontinu. Pada sistem yang lebih sederhana, data pH dari bench-top meter cukup dicatat manual dalam log sheet, sementara E201-BNC tetap mempertahankan keseragaman hasil karena konstruk sensor yang stabil.

Dalam workflow QA/QC, integrasi biasanya lebih sederhana tetapi tidak kalah penting. Setelah data pH dibaca, operator dapat mencatat angka tersebut ke dalam LIMS (Laboratory Information Management System) atau spreadsheet monitoring. Walaupun E201-BNC tidak memiliki memori internal, ia menghasilkan sinyal yang stabil sehingga fitur logging otomatis di pH meter dapat bekerja optimal. Sebagai contoh, beberapa pH meter memiliki fungsi auto-hold, yaitu menangkap nilai pH ketika sensor sudah mencapai stabilitas tertentu. Sensor yang lambat atau tidak stabil akan membuat fitur ini gagal mendeteksi titik setimbang. Dengan E201-BNC, stabilitas sinyal dalam batas suhu yang sesuai membuat fitur-fitur ini lebih dapat diandalkan.

Singkatnya, fleksibilitas integrasi melalui konektor BNC memungkinkan E201-BNC digunakan baik dalam sistem sederhana maupun sistem otomasi industri, tanpa mengubah banyak komponen yang sudah ada. Ini memberi ruang bagi pabrik untuk meningkatkan sistem monitoring secara bertahap dan efisien.

Spesifikasi Teknis E201-BNC

Tabel Spesifikasi E201-BNC

Parameter Spesifikasi
Jenis Elektroda General purpose pH electrode
Rentang Pengukuran 0 … 14 pH
Rentang Suhu Operasi 0 … 60 °C (32 … 140 °F)
Referensi AgCl, single junction
Liquid Junction Fiber
Bahan Body Epoxy
Konektor BNC, kabel 1 m
Dimensi 120 mm (L) × 12 mm (Ø)

Penjelasan Awam untuk Parameter Penting

  • Rentang 0–14 pH
    Menandakan elektroda dapat digunakan untuk larutan sangat asam hingga sangat basa. Cocok untuk proses kimia umum, plating, dan netralisasi.

  • 0–60 °C
    Suhu di atas 60 °C dapat mempercepat degradasi membran kaca dan larutan referensi. Kalau sampel lebih panas, dinginkan dulu sebelum diukur.

  • Single junction AgCl
    Lebih sederhana daripada double junction, cocok untuk larutan aqueous umum. Namun untuk sampel yang sangat mengandung protein/organik berat biasanya double junction lebih tahan kontaminasi.

  • Liquid junction fiber
    Serat ini berfungsi sebagai jembatan yang memungkinkan pertukaran ion agar elektroda bisa menghasilkan sinyal stabil. Fiber junction cukup toleran terhadap sampel dengan endapan ringan.

  • Body epoxy
    Lebih tahan benturan daripada kaca, menjadikannya aman untuk area proses.

Panduan Memilih Komponen Tambahan

Agar E201-BNC memberikan performa optimal, beberapa komponen pendukung disarankan untuk digunakan secara rutin.

Buffer Kalibrasi dan Aksesori Pendukung

(Sesuai daftar optional accessories pada panduan E201/E203)

Kebutuhan Kode Keterangan
Buffer pH 4.01, 7.00, 10.01 PHCS-USA Untuk kalibrasi rutin
Larutan Penyimpanan PHCS-ES Menjaga membran tetap terhidrasi
Pembersih Asam PHCS-A Menghilangkan deposit asam
Pembersih Bakteri PHCS-B Membersihkan dari kontaminasi biologis
Pembersih Minyak/Grease PHCS-G Untuk sampel plating berlemak
Pembersih Organik PHCS-O Menghilangkan senyawa organik
Pembersih Protein PHCS-P Untuk sampel yang mengandung residu protein

Tabel Rentang pH dan Contoh Aplikasi Industri Kimia & Plating

Rentang pH Contoh Aplikasi
0–2 Pickling asam, pembersih besi kuat
3–5 Plating nikel, copper acid plating
6–8 Bilasan water rinse, bath buffering
8–12 Pembersih alkali, degreasing
10–14 Proses khusus alkali berat, netralisasi limbah industri

Faktor yang Mempengaruhi Akurasi

  • Kecepatan aliran atau pengadukan tidak stabil

  • Kontaminasi membran oleh surfaktan dan aditif plating

  • Timbunan minyak atau logam terpresipitasi

  • Perubahan suhu sampel yang ekstrem

  • Penyimpanan elektroda di air deionisasi (harus dihindari)

Studi Kasus di Industri Kimia dan Plating

1) Pabrik Electroplating yang Mengurangi Reject Coating 20%

Sebuah pabrik plating nikel di Jawa Barat awalnya menghadapi keluhan kualitas coating: warna kusam, ketebalan tidak seragam, dan tingkat rework lebih dari 15%. Setelah audit internal, ditemukan bahwa parameter pH proses tidak konsisten antara shift, dengan variasi hingga 0,4–0,7 pH unit dalam sehari. Elektroda pH lama sering lambat stabil, sehingga operator cenderung membaca angka sebelum settle.

Setelah mengganti elektroda lama dengan E201-BNC, beberapa perubahan terjadi:

  • Waktu stabilisasi pH lebih cepat → data antar-shift lebih seragam

  • Junction fiber lebih tahan terhadap aditif organik dalam bath

  • Body epoxy mengurangi kerusakan mekanik karena aktivitas sampling yang padat

  • Prosedur kalibrasi jadi lebih konsisten karena elektroda mudah “dipulihkan” dengan pembersih PHCS-G atau PHCS-O

Dalam 2 bulan, tingkat reject menurun menjadi 7–8% dan konsumsi bahan penyesuai pH (asam/alkali) turun karena koreksi bisa dilakukan lebih presisi.

2) Unit Pengolahan Limbah Internal Pabrik Kimia

Sebuah WWTP (wastewater treatment plant) internal pabrik kimia menggunakan E201-BNC untuk titik monitoring pH di area equalization tank dan proses netralisasi. Sebelumnya, operator memakai kertas indikator dan satu pH meter portabel dengan elektroda aus.

Setelah beralih ke E201-BNC:

  • Pembacaan pH menjadi jauh lebih konsisten, terutama di tahap netralisasi

  • Penggunaan larutan pembersih PHCS-A untuk deposit asam memudahkan perawatan harian

  • Operator dapat memantau pH secara cepat sebelum pemompaan ke tahap aerasi

Hasilnya: perusahaan melaporkan pengurangan overuse kapur/NaOH sebesar ±12% karena penyesuaian dilakukan lebih akurat, dan kepatuhan terhadap baku mutu pH effluent meningkat.

Panduan Langkah demi Langkah Menggunakan E201-BNC di Bak Plating

Berikut alur praktis pengukuran pH sesuai masalah utama pada pendahuluan (kontrol pH untuk proses plating kimia):

1. Persiapan Awal

  1. Ambil elektroda dari tempat penyimpanan dan periksa apakah membran tetap terendam larutan KCl.

  2. Bilas elektroda dengan air suling untuk menghilangkan sisa kontaminan.

  3. Pastikan pH meter sudah dikalibrasi menggunakan buffer pH (4–7–10) sesuai standar QA/QC.

2. Pengukuran di Titik Sampling

  1. Ambil sampel bath plating dalam beaker (atau ukur langsung jika sistem memungkinkan).

  2. Celupkan elektroda hingga membran kaca sepenuhnya terendam.

  3. Aduk perlahan untuk homogenisasi.

  4. Tunggu hingga pembacaan stabil (mengacu pada panduan penggunaan elektroda pH E201/E203).

3. Setelah Pengukuran

  1. Bilas elektroda dengan air kosong.

  2. Jika ada deposit (minyak, logam, surfaktan), gunakan larutan pembersih sesuai jenis kontaminannya.

  3. Simpan elektroda kembali dalam larutan penyimpanan (3M KCl atau buffer pH 4.01).

Kesimpulan dan Rekomendasi

E201-BNC menawarkan kombinasi stabilitas, ketahanan mekanik, dan kesederhanaan penggunaan yang sangat cocok untuk industri kimia dan electroplating. Dengan body epoxy, junction fiber, dan konektor BNC, elektroda ini dapat digunakan di laboratorium maupun proses tanpa konfigurasi rumit.

Bagi pabrik yang membutuhkan sensor pH serbaguna untuk bath plating, larutan bilasan, atau netralisasi limbah, E201-BNC adalah pilihan yang praktis dan ekonomis. Jika kebutuhan lebih spesifik (misalnya pengukuran semipadat atau built-in temperature sensor), Anda bisa mempertimbangkan tipe lain dalam seri yang sama seperti E202-BNC atau E203-BNC.

FAQ Singkat

1. Apakah E201-BNC cocok untuk larutan berpartikel?
Cocok untuk larutan aqueous dengan sedikit endapan, berkat junction fiber yang tidak mudah tersumbat.

2. Berapa frekuensi pembersihan elektroda?
Setiap selesai pengukuran rutin, dan pembersihan lebih intensif jika digunakan pada larutan dengan surfaktan atau minyak.

3. Bolehkah elektroda disimpan dalam air deionisasi?
Tidak. Simpan hanya dalam 3M KCl atau buffer pH 4.01.

4. Apakah bisa dipakai untuk suhu di atas 60 °C?
Tidak disarankan. Dinginkan sampel terlebih dahulu.

5. Bisa dipakai untuk pH tinggi seperti proses alkalin berat?
Bisa, selama dalam rentang 0–14 pH dan suhu tidak melebihi batas.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya kontrol pH untuk menjaga kestabilan proses kimia dan kualitas coating dalam industri plating. Kami menyediakan berbagai instrumen pH termasuk E201-BNC, buffer kalibrasi, larutan penyimpanan, serta perangkat laboratorium lainnya untuk mendukung operasional Anda. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan konsistensi pengujian pH di fasilitas Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk mendapatkan solusi terbaik.

Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.