Di banyak pabrik makanan & minuman—mulai dari industri saus sambal, mayones, fermented food, produk dairy kental, cokelat pasta, selai, hingga bumbu masak—pengukuran pH bukan sekadar angka teknis. Ia merupakan parameter keamanan pangan, konsistensi rasa, stabilitas shelf-life, sekaligus persyaratan ketat untuk audit HACCP, GMP, dan standar ekspor.
Tetapi di lantai produksi, operator sering menghadapi berbagai masalah klasik:
-
Probe silinder standar kerap tidak stabil saat bersentuhan dengan pasta atau saus kental.
-
Kotoran yang menempel di junction menyebabkan drift pembacaan dan waktu stabilisasi yang lama.
-
Elektroda cepat rusak akibat penyumbatan atau because deposit minyak/lemak.
-
pH meter gagal membaca jika sampel tidak homogen atau terlalu tebal.
-
Kesalahan sampling tinggi, terutama ketika tekstur semipadat menyebabkan pocket udara, sehingga pembacaan tidak repeatable.
-
Waktu analisis lebih lama, memperlambat QC release batch dan memperbesar risiko downtime.
Kondisi nyata tersebut membuat banyak QA/QC mencari elektroda pH yang benar-benar dirancang untuk semisolid, bukan sekadar “bisa dipakai”.
Di sinilah E202-BNC menjadi sangat relevan—karena ia tidak hanya kompatibel dengan sampel kental, tetapi didesain khusus untuk itu.
Teknologi Flat-Surface: Solusi Stabil untuk Sampel Semipadat di Industri F&B
Elektroda flat-surface seperti E202-BNC bekerja dengan prinsip yang sama seperti elektroda pH gelas konvensional, tetapi dengan membran permukaan datar yang memungkinkan kontak lebih merata dengan bahan semipadat. Pada sampel seperti saus, sambal, pasta tomat, cokelat pasta, atau dressing, desain ini memberikan beberapa keuntungan penting.
Bagaimana Teknologi Ini Bekerja?
Alih-alih ujung bulat (bulb), elektroda ini memiliki:
-
Permukaan datar untuk menempel ke bagian atas sampel semipadat.
-
Junction Teflon yang lebih tahan penyumbatan dibanding junction keramik pada model konvensional.
-
Body epoxy yang kokoh untuk kondisi pabrik atau line production.
Ketika elektroda ditempelkan ke permukaan pasta atau saus, area kontak menjadi lebih stabil. Ini membuat gradien proton dapat dideteksi secara lebih akurat oleh membran sensitif pH.
Mengapa Teknologi Flat-Surface Penting untuk Keamanan Pangan?
Dalam jangka panjang:
-
Mengurangi downtime karena pembersihan junction jauh lebih mudah.
-
Menghindari error batch release karena data pH lebih repeatable.
-
Mengurangi potensi kontaminasi silang, sebab permukaan datar mudah dibilas.
-
Meningkatkan umur pakai sensor, karena Teflon junction lebih tahan clogging oleh minyak, rempah, gum, dan partikel.
Keunggulan Pendekatan ini Dibanding Elektroda Konvensional
-
Tidak perlu menusuk sampel → lebih higienis.
-
Tidak mudah pecah → aman untuk area food-processing.
-
Stabil pada sampel kental, berminyak, berserat, dan pekat.
-
Lebih cepat mencapai kestabilan → mempercepat inspeksi QC di tiap batch.
Teknologi ini telah lama digunakan di industri dairy dan dressing, namun kini menjadi pilihan utama berbagai pabrik F&B yang ingin meningkatkan efisiensi dan akurasi pengujian rutin.
E202-BNC: Elektroda pH Flat-Surface untuk Semisolid – Apa yang Membuatnya Istimewa?
Berdasarkan dokumen resmi Bante Instruments, E202-BNC adalah elektroda pH dengan desain flat-surface dan Teflon junction, ditujukan untuk pengukuran bahan semipadat.
Beberapa karakteristik yang membuatnya unggul:
Dirancang khusus untuk semisolid
Berbeda dari E201 (general purpose), E202-BNC memiliki:
-
Junction Teflon → jauh lebih tahan clogging oleh partikel saus, pati, atau lemak.
-
Membran datar → memberikan permukaan kontak yang luas dan stabil.
Body epoxy yang kuat
Pada lingkungan produksi makanan, alat sering terbentur, terjatuh, atau terkena suhu tidak stabil. Body epoxy sangat penting karena:
-
tidak rapuh seperti kaca murni,
-
lebih aman di area food-grade,
-
cocok untuk penggunaan intensif.
Konektor BNC universal
Memungkinkan kompatibilitas dengan berbagai pH meter laboratorium maupun portable yang digunakan di:
-
lini produksi F&B,
-
teaching lab teknologi pangan,
-
fasilitas R&D produk,
-
QC incoming raw material.
Fleksibel untuk berbagai aplikasi F&B
Mulai dari:
-
saus sambal, kecap, saus fermentasi,
-
mayones dan dressing,
-
yogurt kental dan dessert berbasis susu,
-
adonan bakery yang lembap,
-
cokelat pasta, selai kacang, fruit puree,
-
bumbu pasta dan bahan premix.
Dengan begitu banyak sampel yang sering bermasalah untuk elektroda bulb biasa, E202-BNC membantu QA/QC memperoleh hasil yang lebih konsisten.
Desain dan Ergonomi E202-BNC untuk Lingkungan Produksi F&B
Walaupun terlihat sederhana, desain fisik elektroda banyak menentukan kemudahan kerja di lapangan. E202-BNC memiliki panjang sekitar 120 mm dengan diameter 12 mm, menggunakan body epoxy dengan kabel sepanjang 1 meter dan konektor BNC di ujungnya. Rentang pengukuran pH adalah 0 sampai 14 dengan suhu operasi 0–60 °C. Reference yang digunakan adalah AgCl single junction dan liquid junction berbahan Teflon. Semua data ini tercantum jelas pada brosur resmi Bante Instruments untuk seri E202-BNC.
Bentuk silindris yang ramping membuat elektroda ini mudah dipegang baik oleh operator laboratorium maupun teknisi di lini produksi. Body epoxy memberikan rasa kokoh saat digenggam dan tidak terasa licin ketika terkena sedikit cairan. Untuk aplikasi F&B, ini membantu mengurangi risiko jatuh atau terbentur saat digunakan di dekat tangki pencampur, panci steam, atau area pengisian botol. Panjang elektroda cukup untuk menjangkau beaker, cup ukur, maupun container kecil yang biasa dipakai untuk sampling saus dan pasta.
Kabel 1 meter dengan konektor BNC memberi fleksibilitas posisi kerja. Operator bisa menaruh pH meter di meja, sementara elektroda menjangkau ke sampel yang mungkin berada di atas timbangan atau water bath. Konektor BNC banyak dipakai di berbagai merek pH meter, sehingga E202-BNC mudah dikombinasikan dengan instrumen existing di laboratorium atau line QC.
Dari sisi ergonomi penggunaan, ujung flat-surface membuat elektroda dapat diletakkan menempel pada permukaan saus, pasta, atau slurry semipadat tanpa perlu didorong terlalu dalam. Hal ini penting untuk produk dengan viskositas tinggi atau mengandung partikel, misalnya sambal dengan biji cabai, saus tomat dengan pulp, atau bumbu pasta dengan rempah. Operator cukup mengaduk sampel hingga homogen lalu menempelkan elektroda di permukaan, meminimalkan risiko merusak membran akibat gesekan partikel keras.
Suhu operasi 0–60 °C cukup luas untuk kebutuhan F&B sehari-hari. Banyak pengujian pH dilakukan pada suhu mendekati suhu ruang atau sedikit hangat setelah proses pemasakan. Dengan rentang ini, operator dapat mengukur pH produk yang masih hangat tetapi tidak sampai mendekati titik didih, asalkan tetap mengikuti prosedur pendinginan yang disyaratkan SOP internal perusahaan.
Secara keseluruhan, desain E202-BNC mendukung penggunaan intensif di lingkungan yang sibuk, tanpa menuntut penanganan super-hati-hati ala elektroda kaca rapuh. Itu yang membuatnya cocok untuk laboratorium QA/QC maupun area plant yang membutuhkan alat yang tangguh namun tetap akurat.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna: Fokus pada Konektor, Handling, dan Stabilitas Sinyal
Berbeda dengan pH meter yang memiliki layar, tombol, serta menu, E202-BNC adalah elektroda atau sensor pasif. Itu berarti antarmuka utamanya adalah bentuk fisik, jenis konektor, dan cara sensor tersebut menyajikan sinyal ke pH meter. Di sinilah desain BNC dan kabel 1 meter menjadi penting.
Konektor BNC sudah menjadi semacam “bahasa universal” untuk elektroda pH. Dengan standar ini, E202-BNC dapat langsung dipasang ke berbagai pH meter laboratorium dan portable, sepanjang meter tersebut memang menggunakan input BNC. Operator tidak perlu adaptor khusus atau modifikasi kabel, sehingga risiko masalah konektivitas berkurang. Di laboratorium yang memiliki beberapa pH meter dari merek berbeda, satu elektroda E202-BNC bisa dipindah-pindah sesuai kebutuhan, tentu dengan kalibrasi ulang yang sesuai SOP.
Dari sisi pengalaman pengguna, karakter penting lainnya adalah kestabilan sinyal. Flat-surface design yang dikombinasikan dengan junction Teflon dan reference AgCl single junction memberi respon yang cepat dan relatif stabil pada sampel semipadat. Jika pH meter yang digunakan mendukung fungsi Auto-Read atau Auto-Hold, elektroda ini dapat memanfaatkan fitur tersebut dengan baik karena sinyalnya tidak terlalu berfluktuasi selama sampel diaduk dan dibiarkan mencapai keseimbangan.
Bahasa tampilan, ukuran layar, backlight, maupun memori data sebenarnya ditentukan oleh pH meter, bukan oleh E202-BNC. Namun, pemilihan elektroda yang tepat membantu memaksimalkan fitur-fitur itu. Misalnya, jika pH meter memiliki fungsi logging untuk tren pH selama fermentasi saus, elektroda yang stabil dan tidak mudah tersumbat seperti E202-BNC akan menghasilkan data yang lebih konsisten dan minim noise.
Bagi pengguna baru di teaching lab atau laboratorium R&D, pengalaman belajar juga menjadi lebih menyenangkan ketika elektroda mudah dibersihkan. Permukaan datar memudahkan pembersihan di bawah aliran air atau dengan larutan pembersih khusus. Ini mengurangi frustrasi akibat drift pembacaan yang biasanya disebabkan oleh kotoran yang menempel di junction atau membran.
Secara ringkas, meski tidak memiliki layar atau tombol, E202-BNC berkontribusi langsung pada pengalaman kerja yang lebih lancar: pemasangan mudah, sinyal stabil, dan perawatan yang relatif sederhana.
Keunggulan Kunci E202-BNC untuk Pengujian pH Saus dan Semipadat
E202-BNC membawa beberapa fitur utama yang sangat relevan untuk lingkungan F&B. Bukan fitur “pintar” dalam arti elektronik, tetapi atribut desain yang secara praktis membuat pekerjaan lebih efisien dan hasil pengujian lebih dapat dipercaya.
Permukaan datar untuk sampel semipadat
Keunggulan pertama adalah permukaan datar yang memang dirancang untuk semisolid. Untuk saus kental, selai, atau pasta bumbu, elektroda bulb biasa sering kali “tenggelam” dan sulit memastikan area kontak yang representatif. Dengan permukaan datar, E202-BNC dapat menempel di bagian sampel yang sudah diaduk rata, sehingga pembacaan lebih konsisten antar operator maupun antar batch.
Junction Teflon yang tahan clogging
Liquid junction Teflon memberikan jalur aliran elektrolit yang lebih lebar dan tahan terhadap penyumbatan oleh lemak, partikel bumbu, atau koloid dari pati. Pada banyak kasus, elektroda pH dengan junction keramik cepat sekali “mati” jika digunakan rutin pada produk saus berminyak. Dengan Teflon, risiko ini berkurang sehingga frekuensi pembersihan berat dan penggantian elektroda dapat ditekan.
Body epoxy yang tangguh
Body epoxy merupakan kompromi ideal antara ketahanan dan kemudahan penanganan. Ia tidak serap air, tahan sebagian besar bahan kimia ringan yang ada di laboratorium makanan, dan lebih resisten terhadap benturan dibanding body kaca. Ini berarti elektroda dapat digunakan di area produksi yang ramai tanpa rasa khawatir berlebih akan pecah dan menimbulkan risiko kontaminasi kaca.
Rentang pH dan suhu yang luas
Rentang 0–14 pH dan suhu operasi 0–60 °C memungkinkan E202-BNC digunakan untuk hampir seluruh aplikasi F&B umum: dari bahan sangat asam seperti saus fermentasi hingga produk mendekati netral seperti produk susu kental manis. Suhu 0–60 °C juga mencakup sampel yang disimpan dingin maupun yang baru saja diproses termal namun telah sedikit didinginkan.
Fitur-fitur ini tidak hanya terdengar baik di atas kertas; dalam praktiknya, kombinasi flat surface, Teflon junction, body epoxy, dan rentang kerja yang luas menghemat waktu operator, mengurangi potensi salah baca, dan mendukung konsistensi data untuk keperluan audit dan validasi proses.
Integrasi E202-BNC dalam Sistem Pengukuran dan Pencatatan Data
Sebagai elektroda analog, E202-BNC menjadi bagian dari rantai sistem pengukuran pH yang lebih besar. Di ujung lain, terdapat pH meter yang mungkin memiliki port USB, RS-232, atau bahkan konektivitas ke sistem LIMS. Dalam konteks ini, peran E202-BNC adalah menyediakan sinyal pH yang stabil dan dapat diandalkan kepada instrumen utama.
Karena menggunakan konektor BNC standar, E202-BNC dapat dipadukan dengan berbagai model pH meter meja maupun portabel yang sudah digunakan di laboratorium QA/QC atau R&D. Apabila pH meter tersebut mendukung ekspor data ke PC, ke Excel, atau ke LIMS, maka hasil pengukuran yang diperoleh dengan E202-BNC dapat masuk secara otomatis ke sistem dokumentasi perusahaan. Artinya, integrasi dan skalabilitas lebih banyak ditentukan oleh kemampuan pH meter, sementara elektroda memastikan bahwa data yang dikirim adalah data yang representatif.
Dalam workflow yang lebih maju, misalnya monitoring pH fermentasi saus dalam skala pilot atau produksi, E202-BNC dapat digunakan bersama pH meter yang memiliki fungsi logging berkala. Elektroda ditempatkan pada sampel yang diambil berkala dari tangki produksi, sementara pH meter menyimpan data dan kemudian diekspor untuk dianalisis tren. Dengan elektroda yang mudah dibersihkan, siklus sampling dapat berlangsung lebih cepat dan tidak mengganggu jadwal produksi.
Intinya, E202-BNC tidak membatasi opsi integrasi; justru sebaliknya, dengan konektor universal dan desain yang tahan, elektroda ini dapat mengikuti upgrade sistem pengukuran yang dilakukan perusahaan di masa depan.
Spesifikasi Teknis E202-BNC
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Model | E202-BNC |
| Jenis | Flat surface pH electrode untuk semisolid |
| Rentang pengukuran | 0 sampai 14 pH |
| Suhu operasi | 0 sampai 60 °C (32 sampai 140 °F) |
| Reference | AgCl, single junction |
| Liquid junction | Teflon |
| Material body | Epoxy |
| Jenis konektor | BNC |
| Panjang kabel | 1 meter |
| Dimensi elektroda | 120 mm (panjang) × 12 mm (diameter) |
Bagi pengguna pemula, angka-angka ini bisa terasa abstrak. Cara mudah memahaminya adalah sebagai berikut: rentang pH 0–14 berarti elektroda dapat digunakan mulai dari larutan sangat asam hingga sangat basa, sehingga praktis menutupi seluruh kebutuhan F&B umum. Suhu 0–60 °C bisa dibayangkan sebagai rentang dari kulkas dingin hingga sampel yang hangat tetapi tidak mendidih. Body epoxy mirip dengan plastik teknik yang kuat, bukan kaca rapuh, sehingga lebih aman di area produksi. Konektor BNC dapat disamakan dengan “colokan universal” di dunia elektroda pH, sehingga kecil kemungkinan Anda perlu mengganti seluruh sistem hanya agar elektroda ini bisa dipakai.
Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Faktor yang Mempengaruhi Hasil
Karena E202-BNC hanya salah satu bagian dari sistem pengukuran pH, penting untuk memilih komponen pendukung yang sesuai. Di industri F&B, hal ini mencakup buffer kalibrasi, larutan penyimpanan, dan larutan pembersih.
Contoh rentang pH dan aplikasi F&B
Tabel berikut membantu memetakan rentang pH tipikal beberapa produk F&B semipadat yang sering diuji:
| Rentang pH kira-kira | Contoh produk F&B semipadat |
|---|---|
| 2,5 – 3,5 | Saus sambal, saus tomat fermentasi, pickle |
| 3,5 – 4,5 | Mayones, salad dressing, selai buah asam |
| 4,5 – 5,5 | Yogurt kental, dessert susu kental |
| 5,5 – 7,0 | Produk pasta dairy tertentu, adonan roti basah |
Rentang di atas hanya ilustrasi umum; setiap produk punya spesifikasi internal. E202-BNC dapat mencakup semua rentang ini karena kapasitasnya 0–14 pH.
Aksesori yang disarankan
Berdasarkan panduan elektroda pH E201/E203, Bante Instruments menyediakan beberapa larutan pendukung yang juga relevan untuk E202-BNC.
Beberapa di antaranya:
-
Buffer pH 4,01; 7,00; 10,01 (PHCS-USA) untuk kalibrasi berkala.
-
Larutan penyimpanan elektroda (PHCS-ES) untuk menjaga membran tetap terhidrasi saat tidak digunakan.
-
Larutan pembersih khusus untuk menghilangkan minyak dan grease (PHCS-G) atau kontaminan organik lainnya (PHCS-O), sangat relevan untuk aplikasi F&B berminyak.
-
Larutan pembersih protein (PHCS-P) bila mengukur sampel kaya protein seperti produk susu kental.
Faktor yang mempengaruhi hasil pengukuran
Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan oleh QA/QC:
-
Homogenitas sampel: saus atau pasta harus diaduk hingga rata sebelum pengukuran.
-
Suhu sampel: sebaiknya mendekati suhu kalibrasi pH meter untuk hasil yang lebih akurat.
-
Kondisi elektroda: junction harus bersih, tidak tersumbat; elektroda disimpan dalam larutan penyimpanan, bukan air murni.
-
Frekuensi kalibrasi: minimal satu atau dua titik pH setiap awal shift atau ketika mengganti jenis produk.
Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, E202-BNC dapat memberikan hasil yang konsisten dan dapat diaudit.
Aplikasi di Lapangan E202-BNC di Industri F&B
1. Pabrik Saus Sambal Mengurangi Downtime Kalibrasi dan Pembersihan
Bayangkan sebuah pabrik saus sambal yang memproduksi puluhan ribu botol per hari. Sebelum menggunakan elektroda flat-surface, mereka memakai elektroda pH konvensional dengan junction keramik. Dalam praktiknya, junction sering tersumbat oleh biji cabai, pulp, dan minyak, sehingga respon elektroda menjadi lambat dan drift. Operator harus melakukan pembersihan berat dan kadang mengganti elektroda sebelum waktunya.
Setelah beralih ke E202-BNC, yang memiliki junction Teflon dan permukaan datar, frekuensi penyumbatan berkurang signifikan. Pembersihan dapat dilakukan dengan membilas di bawah air mengalir, disusul perendaman singkat dalam larutan pembersih minyak dan grease. Waktu tunggu hingga pembacaan stabil juga menjadi lebih pendek. Secara kumulatif, pabrik ini mencatat penurunan downtime pengujian hingga sekitar 20 persen dalam beberapa bulan operasional, karena alat QC tidak lagi sering “ngambek” menunggu elektroda pulih.
Selain itu, data pH menjadi lebih konsisten, sehingga tim QA lebih percaya diri ketika harus menyusun laporan untuk audit eksternal. Proses pengambilan keputusan apakah suatu batch dapat dilepas ke pasar menjadi lebih cepat dan berbasis data yang solid.
2. Laboratorium R&D Produk Dairy Kental Mempercepat Formulasi Baru
Skenario kedua terjadi di laboratorium R&D perusahaan dairy yang mengembangkan dessert susu kental dengan tekstur mirip puding. Dalam pengembangan produk baru, pH menjadi faktor penting untuk kestabilan protein, rasa, dan umur simpan. Sebelumnya, tim peneliti kesulitan mengukur pH karena tekstur produk membuat elektroda bulb sulit mencapai posisi stabil tanpa terperangkap gelembung udara.
Dengan menggunakan E202-BNC, para peneliti cukup menuang produk ke dalam beaker, mengaduknya perlahan, lalu menempelkan elektroda pada permukaan sampel. Permukaan datar elektroda memudahkan mereka memilih area kontak yang bebas gelembung. Hasilnya, pembacaan pH menjadi lebih repeatable dan uji ulang antar peneliti berbeda pun menunjukkan selisih yang jauh lebih kecil.
Hal ini mempercepat siklus formulasi: setiap perubahan kecil pada komposisi asam, stabilizer, atau bahan tambahan lain dapat segera dikaitkan dengan data pH yang andal. Proses trial-and-error berkurang, dan tim manajemen lebih cepat mendapatkan aplikasi produk siap rilis.
Langkah-Langkah Menggunakan E202-BNC untuk Uji pH Saus di Lini Produksi
Berikut panduan praktis yang dapat diadaptasi ke SOP perusahaan:
-
Siapkan peralatan
-
pH meter yang kompatibel dengan konektor BNC.
-
Elektroda E202-BNC dalam kondisi terendam larutan penyimpanan.
-
Buffer pH 4,01 dan 7,00 (atau sesuai prosedur kalibrasi).
-
Beaker bersih, spatula pengaduk, tisu bebas serat.
-
-
Lakukan kalibrasi pH meter
-
Bilas elektroda dengan air suling dan keringkan perlahan menggunakan tisu.
-
Celupkan elektroda ke buffer pH pertama, tunggu hingga pembacaan stabil, lalu set titik kalibrasi pertama.
-
Bilas kembali, lalu ulangi pada buffer pH kedua.
-
Pastikan slope dan offset kalibrasi berada dalam batas yang diterima SOP.
-
-
Ambil sampel saus
-
Ambil saus dari line produksi atau tangki menggunakan sendok sampling bersih.
-
Tempatkan di beaker, pastikan volume cukup untuk menutupi permukaan elektroda ketika ditempelkan.
-
Aduk perlahan hingga saus homogen.
-
-
Lakukan pengukuran
-
Bilas elektroda dengan air suling dan keringkan ringan.
-
Tempelkan permukaan datar E202-BNC ke permukaan saus sambil beaker sedikit digoyang atau diaduk lembut.
-
Tunggu hingga pembacaan pH stabil sesuai indikator pada pH meter.
-
Catat nilai pH dan suhu (jika pH meter memiliki probe suhu).
-
-
Setelah pengukuran
-
Bilas elektroda di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa saus.
-
Bila sampel berminyak atau banyak partikel, gunakan larutan pembersih yang sesuai, misalnya larutan penghilang minyak dan grease.
-
Bilas lagi dengan air suling, kemudian simpan elektroda dalam larutan penyimpanan.
-
-
Dokumentasi
-
Masukkan hasil pH ke lembar kerja manual atau sistem komputer/laboratory system, sesuai alur kerja perusahaan.
-
Jika pH di luar batas spesifikasi, lakukan investigasi penyebab dan pertimbangkan pengambilan sampel ulang.
-
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, perusahaan dapat memastikan pengukuran pH saus dan produk semipadat lainnya lebih konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan saat audit.
Kesimpulan dan Rekomendasi
E202-BNC adalah elektroda pH flat-surface yang dirancang khusus untuk aplikasi semisolid, menjadikannya sangat relevan bagi industri makanan dan minuman yang bekerja dengan saus, pasta, dan produk kental lainnya. Dengan rentang pH 0–14, suhu operasi 0–60 °C, junction Teflon yang tahan clogging, serta body epoxy yang kokoh, elektroda ini mengatasi berbagai kendala yang biasa dihadapi ketika menggunakan elektroda konvensional pada sampel semipadat.
Bagi laboratorium QA/QC F&B, E202-BNC membantu mengurangi waktu pembersihan dan risiko drift pembacaan, sehingga mempercepat proses release batch. Bagi tim R&D, elektroda ini mendukung eksperimen formulasi yang memerlukan data pH akurat pada bahan kental dan kompleks. Untuk teaching lab teknologi pangan, penggunaan E202-BNC memberikan pengalaman praktikum yang lebih mulus bagi mahasiswa ketika belajar mengukur pH contoh makanan nyata.
E202-BNC paling tepat bagi organisasi yang secara rutin menguji pH produk semipadat: pabrik saus, produsen dressing, industri selai dan cokelat pasta, laboratorium pengujian pangan, serta unit riset kampus yang fokus pada pengembangan produk F&B. Jika mayoritas sampel yang diuji adalah larutan bening, mungkin elektroda general purpose seperti E201 lebih memadai. Namun, ketika tekstur mulai kental dan banyak partikel, E202-BNC menawarkan keunggulan praktis yang sulit ditandingi elektroda bulb biasa.
FAQ Singkat tentang E202-BNC
1. Apakah E202-BNC bisa digunakan untuk larutan cair biasa?
Bisa. Secara prinsip, E202-BNC tetap dapat mengukur larutan cair. Namun, keunggulan utamanya baru terasa pada sampel semipadat atau kental. Untuk larutan bening murni, elektroda general purpose juga sudah memadai.
2. Seberapa sering elektroda perlu dikalibrasi?
Sebaiknya kalibrasi dilakukan minimal sekali per shift atau setiap kali jenis produk yang diuji berubah signifikan. Jika akurasi sangat kritis, kalibrasi dapat dilakukan lebih sering, mengikuti SOP internal laboratorium.
3. Bagaimana cara menyimpan E202-BNC ketika tidak digunakan?
Elektroda pH tidak boleh disimpan dalam air murni. Berdasarkan panduan Bante, elektroda sebaiknya disimpan dalam larutan KCl 3M atau larutan penyimpanan khusus pH electrode, atau minimal dalam buffer pH 4,01 jika larutan khusus tidak tersedia.
4. Apa tanda elektroda perlu diganti?
Jika respon menjadi sangat lambat, pembacaan tidak stabil meski sudah dibersihkan, atau hasil kalibrasi selalu menunjukkan slope jauh di luar batas yang dapat diterima, kemungkinan elektroda sudah menua dan perlu diganti.
5. Bisakah E202-BNC digunakan pada suhu di atas 60 °C?
Rentang operasi resmi adalah 0–60 °C. Penggunaan di atas batas tersebut tidak disarankan karena dapat mempercepat penuaan komponen dan menurunkan akurasi. Disarankan mendinginkan sampel panas hingga berada dalam rentang kerja sebelum pengukuran.
6. Apakah E202-BNC cocok untuk produk yang sangat berminyak?
Ya, salah satu keunggulannya adalah junction Teflon yang lebih tahan terhadap penyumbatan akibat minyak dan lemak. Namun, pembersihan rutin dengan larutan pembersih yang sesuai tetap penting untuk menjaga performa jangka panjang.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran pH yang akurat dalam mendukung berbagai proses penelitian, pengembangan, dan produksi makanan dan minuman Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti elektroda pH E202-BNC serta perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian pH, menjaga konsistensi rasa, dan memenuhi standar keamanan pangan yang ketat. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian pH pada saus, pasta, dan produk semipadat lainnya, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat produk★★★★★
Referensi
- Nurhidayati, N., Yulia, R., & Sari, P. M. (2019). PENGARUH PH DAN SUHU PASTEURISASI TERHADAP KADAR AIR DAN KADAR VITAMIN C SAOS TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL). Serambi Journal of Agricultural Technology, 1(1), 25–33. Retrieved from https://doi.org/10.32672/sjat.v1i1.1098
- Br Barus, E. P., Rizqiati, H., & Bintoro, V. P. (2019). TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT, NILAI PH, TOTAL PADATAN TERLARUT, DAN SIFAT ORGANOLEPTIK COCOFIR DENGAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA. Jurnal Teknologi Pangan, 3(2), 247–252. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/tekpangan/article/view/23871













