Di banyak sektor—air minum dan limbah, akuakultur, laboratorium riset, F&B, farmasi, hingga industri kimia—pengukuran pH adalah parameter yang paling sering dipantau, namun justru paling banyak menimbulkan inkonsistensi data. Para analis QA/QC kerap menghadapi tantangan seperti drift pembacaan, stabilisasi yang lambat, dan hasil yang tidak berulang ketika dipindah dari laboratorium ke lapangan. Di instalasi WTP/WWTP, misalnya, pH yang bergeser hanya 0,3–0,5 unit dapat mengacaukan proses koagulasi atau menaikkan biaya bahan kimia secara signifikan. Di akuakultur, kesalahan kecil pada pH bisa menyebabkan stres ikan dan penurunan DO.
Masalah serupa juga muncul pada industri F&B dan farmasi, di mana pH menentukan kualitas batch produk. Namun di lapangan, kondisi pengukuran tidak ideal: suhu berubah cepat, kontaminasi mudah terjadi, dan penggunaan elektroda yang tidak memiliki kompensasi suhu menyebabkan angka yang terlihat stabil namun sebenarnya bias. Banyak proses yang mengandalkan data pH real-time akhirnya terganggu hanya karena elektroda tidak responsif atau tidak cocok untuk kondisi lingkungan.
Di sinilah kebutuhan akan elektroda pH yang kuat, stabil, dan praktis muncul. Pengguna membutuhkan perangkat yang bukan hanya akurat, tetapi juga dapat memberikan nilai yang konsisten tanpa perlu perawatan rumit. Dan di titik inilah Bante E203-BNC menjadi relevan: elektroda pH 3-in-1 dengan sensor suhu internal yang dirancang untuk aplikasi lapangan.
Teknologi Pengukuran pH Modern dan Mengapa Kompensasi Suhu Sangat Penting
Elektroda pH modern bekerja berdasarkan prinsip keseimbangan potensial antara elektroda kaca sensitif pH dan elektroda referensi Ag/AgCl. Berdasarkan dokumen resmi E203-BNC, elektroda ini menggunakan sistem AgCl, single junction dengan liquid junction berbahan fiber, yang merupakan konstruksi umum untuk aplikasi lapangan karena stabil dan tidak mudah tersumbat.
Ketika elektroda dicelupkan ke dalam sampel, perbedaan ion H⁺ antara membran kaca dan larutan menghasilkan tegangan listrik yang sebanding dengan pH. Namun tegangan tersebut sangat dipengaruhi oleh suhu. Perbedaan suhu 10 °C saja dapat menyebabkan kesalahan lebih dari 0,2–0,3 pH jika tidak dikompensasi.
Karena itu, elektroda 3-in-1 seperti E203-BNC, yang sudah memiliki sensor suhu built-in, jauh lebih stabil dan cocok untuk akses lapangan. Pengguna tidak perlu membawa probe suhu terpisah atau mengatur kompensasi manual—segala nilai dikoreksi oleh meter secara otomatis.
Keunggulan pendekatan elektroda pH dibandingkan metode konvensional (seperti titrasi atau kertas indikator) sangat jelas:
-
memberikan pembacaan real-time,
-
akurasi jauh lebih tinggi,
-
mampu mendeteksi perubahan kecil dengan cepat,
-
dapat dikombinasikan dengan kontrol proses.
Teknologi pH elektroda modern bukan hanya alat, tetapi fondasi kontrol mutu di banyak sektor industri.
Apa yang Membuat E203-BNC Berbeda: Elektroda 3-in-1 untuk Lingkungan Lapangan
E203-BNC adalah 3-in-1 pH electrode with built-in temperature sensor, suitable for outdoor applications.
Hal ini menjadikannya lebih unggul dibanding dua model lain pada seri yang sama:
-
E201-BNC → elektroda pH general-purpose tanpa sensor suhu
-
E202-BNC → elektroda pH permukaan datar untuk semi-padatan
Apa yang membuat E203-BNC istimewa:
-
Sensor suhu terintegrasi → menghilangkan kesalahan kompensasi suhu yang sering muncul di meter murah/portable.
-
Konstruksi body epoxy → lebih kuat untuk penggunaan luar ruangan; tidak mudah pecah dibanding body kaca.
-
Liquid junction fiber → stabil untuk penggunaan jangka panjang dan tidak mudah tersumbat.
-
Single junction AgCl → cocok untuk sampel umum dan air lingkungan.
-
BNC connector + kabel 1 m → kompatibel hampir dengan semua meter portable/lab.
-
Rentang operasi 0–60 °C → aman untuk WTP/WWTP, akuakultur, F&B, dan aplikasi outdoor lain.
Dengan kata lain, E203-BNC bukan sekadar elektroda biasa, tetapi solusi terintegrasi yang meminimalkan ketidakpastian saat bekerja di luar laboratorium.
Desain dan Ergonomi E203-BNC di Lingkungan Lapangan
Secara fisik, E203-BNC mengikuti desain khas elektroda laboratorium seri E dari Bante Instruments: bentuk silinder ramping dengan panjang sekitar 120 mm dan diameter 12 mm, menggunakan body epoxy yang kokoh. Ukuran ini membuat elektroda terasa pas di genggaman, tidak terlalu panjang untuk beaker kecil, tetapi cukup untuk dicelupkan ke dalam tangki, bak aerasi, atau kolom reaktor di laboratorium proses. Body epoxy memberi keseimbangan menarik: cukup kuat untuk dibawa ke lapangan, tidak serapuh elektroda kaca, dan relatif tahan terhadap benturan kecil di sekitar instalasi pengolahan air atau kolam budidaya ikan.
Di sisi koneksi, E203-BNC memakai konektor standar BNC dengan kabel sepanjang 1 meter. Ini memudahkan integrasi dengan berbagai pH meter portable maupun bench-top yang mendukung konektor BNC. Panjang kabel 1 meter cukup fleksibel: Anda bisa meletakkan meter di atas meja atau panel, sementara elektroda menjangkau sampel di bawah, tanpa kabel yang berlebihan dan mudah kusut. Untuk operator di WTP/WWTP, konfigurasi ini memudahkan pengambilan sampel di samping bak tanpa harus memegang meter terlalu dekat dengan permukaan air.
Produsen tidak mencantumkan berat resmi elektroda, namun sebagai elektroda epoxy dengan dimensi standar, E203-BNC relatif ringan dan tidak membuat tangan cepat lelah meski digunakan dalam sesi sampling yang panjang. Pada ujung kerja elektroda, terdapat membran kaca sensitif pH dan liquid junction berbahan fiber. Desain ujung ini penting untuk memastikan kontak yang baik dengan sampel dan aliran elektrolit referensi yang stabil.
Dari sisi ergonomi, bentuk silinder lurus membuat elektroda mudah dipasang pada holder, statif, ataupun flow cell sederhana di jalur proses. Untuk penggunaan lapangan, disarankan menggunakan pelindung ujung (protective cap) ketika elektroda tidak dipakai dan selalu menyimpan dalam larutan penyimpan pH (storage solution) agar membran kaca tetap terhidrasi dengan baik. Pedoman resmi menyarankan penyimpanan dalam larutan 3M KCl atau buffer pH 4, bukan dalam air deionisasi, untuk menghindari kerusakan lapisan hidrasi membran.
Batas suhu operasi elektroda adalah 0–60 °C (32–140 °F). Ini berarti E203-BNC aman digunakan untuk mayoritas aplikasi air lingkungan, akuakultur, proses F&B, dan banyak aplikasi farmasi non-steril. Namun, jika Anda bekerja di reaktor bersuhu tinggi di atas 60 °C, sebaiknya mempertimbangkan elektroda lain dengan spesifikasi suhu yang lebih tinggi. Informasi IP rating tidak disebutkan dalam dokumen pabrikan, sehingga asumsi paling aman adalah memperlakukan E203-BNC sebagai peralatan lab yang perlu dilindungi dari percikan ekstrem atau perendaman kabel dan konektor yang berlebihan.
Untuk pemakaian harian di lapangan, praktik terbaik meliputi: menjaga konektor BNC tetap kering dan bersih, menggunakan pelindung kabel saat menggulung, serta tidak menarik elektroda dari kabel. Cara-cara sederhana ini membantu memperpanjang umur pakai elektroda dan mengurangi downtime akibat kerusakan fisik yang sebenarnya bisa dihindari.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna saat E203-BNC Dipasangkan dengan Meter pH
Secara teknis, E203-BNC adalah elektroda pasif—tidak memiliki layar, tombol, ataupun memori internal. Namun, keputusan desain sebagai elektroda 3-in-1 dengan sensor suhu terintegrasi memberi dampak besar pada pengalaman pengguna ketika dipasangkan dengan pH meter yang kompatibel. Dibanding kombinasi elektroda pH + sensor suhu terpisah, satu kabel dan satu konektor BNC sangat menyederhanakan setup. Operator tidak lagi perlu memastikan dua probe berbeda sama-sama tercelup di titik yang sama, atau repot dengan panjang kabel yang tidak seimbang.
Dalam praktik, hal ini terasa di berbagai sektor: analis QA/QC di pabrik minuman tidak perlu lagi mengatur probe suhu terpisah setiap kali mengukur pH minuman dingin yang baru keluar dari line produksi. Operator WWTP dapat menggantung elektroda pada holder di samping bak aerasi sambil membaca pH dan suhu dari satu perangkat portable. Di akuakultur, petani ikan bisa membawa satu set meter + E203-BNC ke beberapa kolam sekaligus, dengan pengukuran yang konsisten dan waktu setup yang sangat singkat.
Kompensasi suhu dilakukan di tingkat meter, tetapi sensor suhu bawaan di dalam E203-BNC memastikan bahwa nilai suhu yang dipakai benar-benar berasal dari titik yang sama dengan membran kaca. Ini penting, karena gradien suhu di dalam tangki atau kolam bisa cukup besar, terutama jika ada aerasi, pemanas lokal, atau masuknya air baru. Jika sensor suhu terpisah ditempatkan beberapa sentimeter dari elektroda pH, kompensasi bisa bias. Dengan desain 3-in-1, masalah ini berkurang signifikan.
Alur kerja pengguna menjadi lebih sederhana:
-
sambungkan E203-BNC ke pH meter melalui konektor BNC,
-
pilih mode pH dengan ATC (automatic temperature compensation),
-
celupkan elektroda ke sampel dan aduk perlahan,
-
tunggu hingga indikator stabil di layar meter.
Fitur seperti auto-read, auto-hold, memori data, ataupun ekspor ke PC akan bergantung pada pH meter yang digunakan, bukan pada E203-BNC itu sendiri. Namun, keberadaan sensor suhu di dalam elektroda membantu fitur-fitur tersebut bekerja dengan optimal. Misalnya, fungsi auto-read pada meter akan menunggu sampai kombinasi pH dan suhu benar-benar stabil—bukan hanya tegangan pH—sehingga mengurangi risiko pencatatan data yang belum benar-benar settled.
Fitur-Fitur Penting E203-BNC yang Mendukung Kualitas Data
Jika dirangkum, E203-BNC membawa beberapa fitur fisik dan elektrokimia yang sangat relevan untuk laboratorium QA/QC maupun operasi lapangan:
-
Sensor Suhu Terintegrasi (3-in-1)
E203-BNC disebut sebagai “3-in-1 pH electrode with built-in temperature sensor, suitable for outdoor applications”. Artinya, selain membran kaca pH dan elektroda referensi, di dalam body epoxy terdapat sensor suhu yang terhubung ke meter melalui kabel yang sama. Bagi pengguna, fitur ini berarti: pengukuran lebih cepat, koreksi suhu otomatis, dan lebih sedikit komponen yang harus dibersihkan dan dirawat. -
Rentang Pengukuran 0–14 pH
Rentang penuh ini membuat elektroda dapat digunakan untuk hampir semua aplikasi umum: mulai dari air minum (pH sekitar 6,5–8,5), air limbah yang perlu dikondisikan, larutan nutrisi hidroponik, hingga proses kimia dengan pH kuat. -
Reference AgCl, Single Junction
Sistem referensi AgCl dengan single junction memberikan keseimbangan baik antara stabilitas dan kemudahan perawatan. Single junction cocok untuk sampel dengan tingkat kontaminasi sedang, seperti air proses, air limbah domestik, dan berbagai produk F&B cair. -
Liquid Junction Fiber
Junction berbahan fiber membantu menjaga aliran elektrolit yang stabil dan meminimalkan risiko tersumbat. Dibanding junction keramik tradisional, fiber junction biasanya lebih toleran terhadap partikel halus di air permukaan, air tanah berbesi, atau air limbah yang sudah melalui proses penyaringan awal. -
Body Epoxy untuk Penggunaan Outdoor
Body epoxy tidak mudah pecah seperti kaca, sehingga cocok untuk penggunaan lapangan di WTP, WWTP, kolam ikan, ataupun reaktor terbuka. Pabrikan secara eksplisit menyebut E203-BNC “suitable for outdoor applications”, menegaskan orientasi desain pada situasi non-lab yang relatif lebih kasar. -
Konektor BNC + Kabel 1 m
Konektor BNC adalah standar industri. Hal ini memudahkan integrasi ke meter dari berbagai merek yang mendukung input BNC. Panjang kabel 1 m cukup untuk banyak skenario tanpa menciptakan “spaghetti kabel”.
Dari sudut pandang QA/QC dan proses, kombinasi fitur tersebut terutama memberikan tiga manfaat utama: konsistensi data antar lokasi, pengurangan waktu setup di lapangan, dan penurunan risiko kesalahan karena kompensasi suhu yang tidak tepat. Jika pengukuran pH masuk dalam laporan audit atau validasi (misalnya di farmasi, biotek, atau F&B), konsistensi ini sangat membantu saat harus menjelaskan data kepada auditor.
Integrasi dengan Sistem dan Workflow Data
Sebagai elektroda, E203-BNC tidak menyimpan data sendiri dan tidak memiliki port komunikasi digital. Namun, desain elektrikalnya yang standar membuatnya kompatibel dengan berbagai pH meter yang menjadi “otak” sistem. Karena koneksi menggunakan BNC, E203-BNC dapat terhubung ke:
-
pH meter portable untuk sampling lapangan,
-
bench-top pH meter di laboratorium QA/QC,
-
transmitter pH proses yang menerima input elektroda pH konvensional,
-
sistem titrator yang menggunakan elektroda pH BNC.
Ketika dipasangkan dengan pH meter yang menyediakan USB, RS-232, atau bahkan Ethernet, seluruh data pH + suhu yang diukur dengan E203-BNC dapat ditransfer ke PC, LIMS, atau sistem SCADA. Dengan begitu, elektroda ini secara praktis menjadi “ujung tombak” dari rantai data digital.
Dalam konteks WTP/WWTP, misalnya, E203-BNC dapat digunakan sebagai elektroda sampling manual untuk verifikasi terhadap sensor on-line. Hasil pengukuran manual ini kemudian diunduh dari pH meter ke Excel untuk dianalisis trend-nya, sehingga operator bisa mengecek apakah probe on-line masih terkalibrasi dengan baik. Di laboratorium farmasi atau F&B, data kalibrasi dan pengukuran produk bisa diekspor dari meter ke LIMS guna memenuhi requirement data integrity dan jejak audit.
Kekuatan E203-BNC adalah memberikan sinyal pH dan suhu yang stabil dan dapat dipercaya. Selanjutnya, bagaimana data itu disimpan, diolah, dan diarsipkan sangat bergantung pada pH meter yang menjadi pasangan. Namun, sekali kualitas sinyal di ujung sensor buruk, sistem digital terbaik pun tidak akan bisa memperbaikinya. Di sinilah investasi pada elektroda yang tepat terasa masuk akal.
Spesifikasi Teknis E203-BNC
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Model | E203-BNC |
| Tipe | Elektroda pH 3-in-1 dengan sensor suhu terintegrasi |
| Rentang pengukuran pH | 0…14 pH |
| Rentang suhu operasi | 0…60 °C (32…140 °F) |
| Tipe referensi | AgCl, single junction |
| Tipe liquid junction | Fiber |
| Bahan body | Epoxy |
| Konektor | BNC |
| Panjang kabel | 1 m |
| Dimensi elektroda | 120 (L) × 12 (Ø) mm |
| Aplikasi yang disarankan | Outdoor applications; pengukuran pH pada larutan berair di berbagai lingkungan |
Untuk pembaca yang lebih awam, beberapa angka di atas bisa dibayangkan seperti ini: rentang 0–14 pH berarti elektroda ini dapat membaca hampir seluruh kondisi yang mungkin ditemui dalam praktik—dari larutan sangat asam, netral, hingga sangat basa. Batas suhu 0–60 °C serupa dengan rentang suhu air di lingkungan, mulai dari air permukaan yang dingin hingga larutan proses yang hangat tetapi tidak mendidih. Body epoxy dapat dibayangkan seperti tabung plastik keras dan transparan yang melindungi bagian sensitif di dalamnya.
Konektor BNC sama seperti konektor yang sering terlihat pada peralatan laboratorium lain; cukup diputar sedikit untuk mengunci, sehingga kecil kemungkinan terlepas saat digunakan. Dimensi 120 × 12 mm membuat elektroda ini seukuran spidol tipis, jadi mudah dipegang dan dimasukkan ke berbagai jenis beaker, botol sampel, atau lubang sampling di pipa.
Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Aksesori
Elektroda pH tidak akan bekerja optimal tanpa dukungan buffer kalibrasi dan larutan perawatan yang tepat. Dalam user guide resmi E201/E203, Bante menyebutkan beberapa aksesori yang direkomendasikan, termasuk buffer pH, larutan penyimpanan, dan larutan pembersih khusus.
Buffer dan Larutan Perawatan yang Direkomendasikan
Daftar aksesori resmi antara lain:
-
PHCS-USA: larutan buffer pH 4,01; 7,00; 10,01 (480 mL)
-
PHCS-ES: larutan penyimpanan elektroda pH (480 mL)
-
PHCS-A: larutan pembersih untuk deposit asam (480 mL)
-
PHCS-B: larutan pembersih untuk kontaminan bakteri (480 mL)
-
PHCS-G: larutan pembersih untuk minyak dan grease (480 mL)
-
PHCS-O: larutan pembersih untuk kontaminan organik (480 mL)
-
PHCS-P: larutan pembersih untuk residu protein (480 mL)
Buffer pH 4–7–10 digunakan untuk kalibrasi dua atau tiga titik, tergantung rentang pH sampel. Larutan penyimpanan sangat penting untuk menjaga membran kaca tetap terhidrasi dan junction tidak kering. Larutan pembersih dipilih sesuai jenis kontaminan dominan: misalnya F&B berlemak menggunakan pembersih minyak/grease, sedangkan air limbah organik mungkin lebih sesuai dengan pembersih organik umum.
Contoh Rentang pH dan Aplikasi
Tabel berikut dapat membantu memilih strategi kalibrasi berdasarkan jenis aplikasi:
| Rentang pH Sampel Umum | Contoh Aplikasi | Buffer Kalibrasi yang Disarankan |
|---|---|---|
| 6,5 – 8,5 | Air minum, air permukaan, akuakultur | pH 7,00 dan pH 4,01 |
| 6,0 – 9,5 | Air limbah domestik, effluent WWTP | pH 7,00 dan pH 10,01 |
| 4,0 – 7,0 | Produk F&B asam (minuman, dairy fermentasi) | pH 7,00 dan pH 4,01 |
| 2,0 – 12,0 | Proses kimia, plating/galvanis, larutan pembersih kuat | pH 4,01, 7,00, dan 10,01 (3 titik) |
| 5,5 – 7,5 | Formulasi kosmetik, farmasi cair | pH 7,00 dan pH 4,01 |
| 5,5 – 6,5 | Hidroponik, nutrisi tanaman | pH 7,00 dan pH 4,01 |
Faktor lain yang sangat memengaruhi hasil pengukuran antara lain:
-
kebersihan permukaan membran kaca dan junction,
-
kondisi larutan KCl internal (jika dapat diisi ulang, meski E203-BNC sendiri tidak dijelaskan sebagai refillable),
-
kualitas buffer kalibrasi (kadaluarsa, terkontaminasi, atau tidak),
-
teknik pengadukan sampel (tidak boleh terlalu agresif),
-
waktu yang cukup untuk stabilisasi setelah elektroda dicelupkan.
Dengan perawatan harian yang sederhana—membilas dengan air distilasi, sesekali merendam di larutan KCl 3 M, dan menggunakan larutan pembersih sesuai kebutuhan—umur pakai elektroda dapat dipertahankan dan drift dapat diminimalkan. Pedoman resmi juga menyarankan cara reaktivasi jika membran mengering, termasuk perendaman berurutan di HCl 0,1 M, NaOH 0,1 M, dan 3M KCl.
E203-BNC di Industri: Skenario Lapangan
Studi Kasus 1 – Pengolahan Air Limbah Industri dan Pengurangan Downtime
Bayangkan sebuah instalasi pengolahan air limbah di kawasan industri yang menangani campuran limbah dari pabrik F&B dan kimia ringan. Sebelum menggunakan E203-BNC, tim operasi mengandalkan elektroda pH lama tanpa sensor suhu bawaan. Setiap kali melakukan verifikasi pH di bak netralisasi, operator membawa meter, elektroda pH, dan termometer terpisah. Dalam praktik, sering terjadi pH yang tercatat oleh laboratorium tidak cocok dengan sensor on-line, sehingga proses kadang harus dihentikan sementara untuk cek ulang.
Setelah beralih ke E203-BNC, prosedur diubah: satu operator membawa pH meter portable yang menerima sinyal ATC dari E203-BNC. Mereka melakukan verifikasi di beberapa titik kunci: influent equalization tank, bak netralisasi, dan effluent akhir. Karena kompensasi suhu dilakukan tepat di titik pengukuran, perbedaan dengan sensor on-line mengecil. Pengukuran menjadi lebih cepat, dan keputusan penyesuaian dosis alkali/asam bisa diambil berdasarkan data yang lebih dapat dipercaya.
Secara operasional, downtime yang sebelumnya terjadi karena silang data dan kebutuhan pengukuran ulang dapat dikurangi secara signifikan. Angka “20% pengurangan downtime” sering dipakai sebagai target realistis dalam program peningkatan proses; dalam studi kasus ilustratif ini, pengurangan waktu henti terjadi karena: lebih sedikit sengketa data, lebih sedikit waktu yang terbuang untuk mencari penyebab perbedaan pembacaan, dan perawatan elektroda yang lebih terstruktur.
Studi Kasus 2 – Akuakultur dan Pemantauan Kualitas Air Kolam
Dalam budidaya ikan air tawar, pH air kolam berpengaruh langsung terhadap kesehatan ikan dan ketersediaan nutrien. Banyak petani mengukur pH dengan kertas indikator atau meter sederhana tanpa kompensasi suhu. Pada pagi hari, saat suhu lebih rendah dan CO₂ terlarut tinggi, pH bisa turun; sementara siang hari pH naik karena fotosintesis alga. Tanpa alat yang memadai, interpretasi tren pH menjadi sulit.
Dengan E203-BNC yang terhubung ke pH meter portable, teknisi lapangan melakukan pengukuran di beberapa titik kolam: dekat inlet, tengah, dan outlet. Sensor suhu bawaan memastikan bahwa data pH selalu dikoreksi terhadap suhu aktual di lokasi ikan berenang. Ketika pH mendekati batas bawah (misalnya 6,5), operator bisa melakukan tindakan korektif seperti menambah kapur pertanian atau mengatur aerasi, berdasarkan data yang lebih andal.
Di teaching lab perikanan atau laboratorium kampus, E203-BNC juga bermanfaat sebagai alat demonstrasi yang baik: mahasiswa dapat mempelajari bagaimana pH dan suhu berubah sepanjang hari di kolam percobaan, serta bagaimana kompensasi suhu memengaruhi hasil pengukuran. Dengan demikian, elektroda ini tidak hanya menjadi alat produksi, tetapi juga alat edukasi yang kuat.
Panduan Langkah demi Langkah Menggunakan E203-BNC
Berikut langkah praktis menggunakan E203-BNC untuk mengukur pH kolam budidaya ikan, disesuaikan dengan panduan resmi elektroda E201/E203.
-
Persiapan Awal
-
Lepaskan protective cap dari ujung elektroda dan simpan di tempat aman.
-
Bilas membran kaca dan junction dengan air distilasi. Jika terlihat ada gelembung udara di dalam bulb kaca, kibaskan elektroda ke bawah seperti termometer klinis hingga gelembung hilang.
-
Sambungkan konektor BNC ke pH meter dan pastikan mode ATC (automatic temperature compensation) aktif.
-
-
Kalibrasi di Laboratorium atau Ruang Kerja
-
Siapkan buffer pH yang dibutuhkan (misalnya pH 4,01 dan 7,00 untuk rentang pH kolam).
-
Bilas elektroda dengan air distilasi, keringkan ringan dengan tisu bebas serat, lalu celupkan ke buffer pertama.
-
Tunggu hingga pembacaan stabil, lalu konfirmasikan titik kalibrasi di meter.
-
Ulangi dengan buffer kedua (dan ketiga jika diperlukan).
-
-
Pengukuran di Kolam
-
Pergi ke lokasi kolam dengan membawa meter dan elektroda yang sudah terkalibrasi.
-
Celupkan E203-BNC ke dalam air kolam pada kedalaman yang mewakili tempat ikan berenang (jangan hanya di permukaan). Hindari menyentuhkan elektroda ke dinding beton yang kasar.
-
Aduk perlahan elektroda dalam air (gerakan naik-turun ringan) sambil menunggu pembacaan stabil.
-
Catat nilai pH dan suhu dari layar meter. Jika meter memiliki fungsi auto-hold, gunakan untuk mengunci pembacaan sebelum mengangkat elektroda.
-
-
Pencatatan dan Tindakan
-
Ulangi pengukuran di beberapa titik kolam untuk melihat variasi ruang.
-
Masukkan data pH dan suhu ke lembar kontrol atau sistem komputer.
-
Jika pH berada di luar rentang aman untuk spesies ikan yang dibudidayakan, lakukan tindakan koreksi sesuai SOP (penambahan buffer, pengaturan aerasi, atau penggantian air sebagian).
-
-
Pembersihan Setelah Pengukuran
-
Setelah semua pengukuran selesai, bilas elektroda dengan air distilasi untuk menghilangkan residu organik.
-
Jika ada deposit yang menempel, gunakan larutan pembersih yang sesuai (misalnya PHCS-G untuk minyak/grease).
-
Untuk penyimpanan jangka pendek, rendam elektroda dalam larutan 3M KCl atau larutan penyimpanan pH. Jangan menyimpan dalam air deionisasi karena dapat merusak membran kaca.
-
-
Perawatan Berkala
-
Jika respon elektroda mulai lambat, lakukan prosedur reaktivasi seperti yang disarankan pabrikan: perendaman singkat di HCl 0,1 M, NaOH 0,1 M, kemudian KCl 3M selama beberapa jam.
-
Jika setelah reaktivasi respon tetap buruk, pertimbangkan penggantian elektroda.
-
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, pengguna di sektor akuakultur maupun industri lain dapat mempertahankan kualitas pengukuran pH sambil meminimalkan kebutuhan penggantian elektroda yang terlalu sering.
Kesimpulan dan Rekomendasi
E203-BNC menempati posisi menarik di antara elektroda pH laboratorium dan lapangan. Ia menawarkan kombinasi fitur yang tepat sasaran: sensor suhu terintegrasi (3-in-1), body epoxy yang kuat, junction fiber yang relatif tahan tersumbat, dan spesifikasi rentang pH dan suhu yang cocok untuk sebagian besar aplikasi air dan proses umum. Bagi laboratorium QA/QC, operator WTP/WWTP, teknisi akuakultur, maupun teaching lab di kampus, elektroda ini dapat berfungsi sebagai “workhorse” andal untuk pengukuran pH sehari-hari.
Keunggulan utama E203-BNC bukan pada klaim spektakuler, melainkan pada pengurangan masalah nyata: menghemat waktu setup karena hanya satu probe, mengurangi kesalahan akibat kompensasi suhu manual, dan menambah rasa percaya diri ketika data harus dibawa ke meja auditor atau digunakan sebagai dasar keputusan proses. Jika organisasi Anda sudah memiliki pH meter dengan konektor BNC dan membutuhkan elektroda yang robust untuk lapangan, E203-BNC adalah kandidat yang logis untuk dipertimbangkan.
Pengguna di sektor dengan suhu proses di atas 60 °C atau sampel sangat agresif mungkin perlu melihat opsi elektroda khusus dengan spesifikasi lebih tinggi. Namun untuk air minum, air limbah, F&B, kosmetik, hidroponik, dan banyak proses kimia ringan, spesifikasi yang ditawarkan E203-BNC sudah sangat memadai.
FAQ Singkat
1. Apakah E203-BNC bisa digunakan untuk air limbah industri yang mengandung banyak padatan tersuspensi?
Bisa, selama sampel sudah melalui penyaringan dasar sehingga tidak ada partikel besar yang bisa merusak ujung membran. Junction fiber lebih toleran terhadap partikel halus, namun tetap perlu dibersihkan secara berkala dan direndam di larutan pembersih jika mulai melambat.
2. Berapa sering E203-BNC perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi bergantung pada regulasi dan intensitas pemakaian. Untuk QA/QC dan aplikasi kritis, kalibrasi harian dengan dua titik (pH 4 dan 7 atau 7 dan 10) umumnya dianjurkan. Untuk pemantauan lapangan non-kritis, kalibrasi setiap beberapa hari atau setiap kali nilai mulai tampak drift bisa dipertimbangkan.
3. Apakah elektroda ini dapat digunakan untuk semi padatan seperti pasta makanan?
Secara desain, E203-BNC ditujukan untuk larutan berair dan aplikasi outdoor. Untuk semi padatan, pabrikan menyediakan model E202-BNC dengan permukaan datar yang lebih cocok.
4. Bagaimana tanda bahwa E203-BNC harus diganti?
Tanda umum antara lain: waktu respon sangat lambat meski sudah dibersihkan dan direaktivasi, kalibrasi sulit tercapai atau cepat drift, serta pembacaan tidak stabil. Jika prosedur pembersihan dan reaktivasi sesuai panduan tidak mengembalikan kinerja, elektroda sebaiknya diganti.
5. Apakah E203-BNC kompatibel dengan semua meter pH BNC?
Secara umum, ya, selama meter tersebut dirancang untuk bekerja dengan elektroda pH konvensional dengan konektor BNC dan mendukung input sensor suhu sesuai konfigurasi. Namun, selalu cek manual meter untuk memastikan kompatibilitas dengan elektroda 3-in-1.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami betul pentingnya pengukuran pH yang akurat dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami berfokus melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti elektroda pH E203-BNC dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, proses kimia, formulasi F&B, kosmetik, hingga sistem akuakultur. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemantauan pH di utilitas maupun proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang paling tepat.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat produk★★★★★
Referensi
- Mu’arifah, Z. Z., & Suliantoro, H. (2023). ANALISIS PENGARUH PH DAN TURBIDITY AIR BAKU TERHADAP PENENTUAN DOSIS OPTIMUM KOAGULAN PADA IPA KALIGARANG IV PDAM TIRTA MOEDAL SEMARANG. Industrial Engineering Online Journal, 12(4). Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ieoj/article/view/40985
- Supriatna, S., Mahmudi, M., Musa, M., & Kusriani. (2020). HUBUNGAN pH DENGAN PARAMETER KUALITAS AIR PADA TAMBAK INTENSIF UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei). Journal of Fisheries and Marine Research, 4(3), 368–374. Retrieved from https://jfmr.ub.ac.id/index.php/jfmr/article/download/208/209














