Dalam banyak operasi industri—mulai dari pengolahan air minum, air limbah, proses kimia, hingga fasilitas farmasi—pengukuran konduktivitas adalah parameter dasar yang menentukan apakah proses berjalan stabil atau tidak. Meski terlihat sederhana, pengukuran ini sering menghadirkan tantangan di lapangan. Banyak teknisi lapangan mengeluhkan pembacaan yang berubah-ubah ketika alat sensitif terkena percikan, suhu lingkungan berubah cepat, atau sensor tidak berada pada kondisi optimal. Di teaching lab kampus dan laboratorium QA/QC, masalahnya serupa: pembacaan yang tidak stabil karena elektrode mengering, kontaminasi larutan sampel, atau alat yang memerlukan kalibrasi rumit sehingga menghambat alur praktikum.
Di perusahaan pengolahan air minum (WTP), misalnya, teknisi harus memastikan bahwa tingkat mineral terlarut selalu dalam batas aman dan konsisten. Konduktivitas menjadi parameter vital untuk memantau perubahan cepat—baik karena gangguan sumber air baku maupun karena fluktuasi proses koagulasi dan filtrasi. Namun, saat berada di lapangan, batasan waktu inspeksi harian membuat teknisi membutuhkan alat yang tidak hanya akurat, tetapi juga cepat distabilkan dan mudah dibaca meski hanya dengan satu tangan.
Di industri plating atau galvanis, perubahan kecil dalam konsentrasi elektrolit dapat menghasilkan ketidaksesuaian kualitas coating. Konduktivitas adalah indikator langsung dari konsentrasi ion dalam bath proses. Ketika alat pengukuran tidak presisi atau sering drift akibat suhu ruang atau deposit padatan pada sensor, teknisi harus mengulang pengukuran berkali-kali. Ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga meningkatkan risiko downtime dan pemborosan energi ketika produksi harus dihentikan untuk pengecekan manual.
Akuakultur juga menghadapi persoalan serupa: kualitas air yang berubah cepat membutuhkan respons cepat. Konduktivitas dapat menjadi indikator dinamika mineral terlarut; pada sistem budidaya intensif, parameter ini mempengaruhi keseimbangan fisiologis ikan. Namun, banyak alat lapangan terlalu besar atau rentan terhadap kerusakan akibat kelembapan tinggi atau cipratan air.
Semua contoh ini menunjukkan bahwa teknisi di lapangan membutuhkan solusi yang ringkas, cepat, akurat, dan mudah digunakan tanpa proses kalibrasi rumit. Di sinilah alat seperti ECscan10H dibutuhkan: perangkat kecil yang mampu memberikan data stabil dalam hitungan detik, tanpa kerumitan instrumen laboratorium skala besar. Sebagian besar pengguna membutuhkan alat yang “langsung dipakai,” tanpa banyak interpretasi, namun tetap mempertahankan standar akurasi yang cukup untuk audit.
Teknologi Pengukuran Konduktivitas Berbasis Sel Platinum-Black
ECscan10H menggunakan teknologi sel konduktivitas platinum-black—sebuah pendekatan yang sudah lama digunakan dalam instrumen analitik presisi karena permukaannya yang sangat aktif dan konduktif. Ketika elektroda dengan permukaan platinum-black bersentuhan dengan larutan, area aktif pada elektroda meningkat secara signifikan. Ini memberikan respons yang lebih cepat terhadap perubahan ion dalam larutan, sehingga pembacaan menjadi lebih stabil dan lebih akurat. Pada halaman spesifikasi di manual produk, ECscan10H menggunakan sel konduktivitas 2-pole dengan konstanta sel K=1 , konfigurasi umum yang cocok untuk pengukuran konduktivitas rentang medium hingga tinggi.
Secara prinsip, pengukuran konduktivitas bekerja dengan melewatkan arus listrik kecil melalui larutan menggunakan sepasang elektroda. Ion dalam larutan berperan sebagai “pembawa” arus—semakin banyak ion, semakin besar konduktivitasnya. Namun, faktor seperti suhu memengaruhi mobilitas ion secara drastis. Suhu yang lebih tinggi membuat ion bergerak lebih lincah, membuat nilai konduktivitas tampak lebih besar dari seharusnya. Karena itu, kompensasi suhu otomatis (ATC) menjadi fitur utama yang tidak boleh diabaikan. ECscan10H memberikan kompensasi otomatis pada rentang 0–50°C untuk menjaga konsistensi data lapangan.
Jika dibandingkan metode kimia basah konvensional seperti titrasi, pendekatan konduktivitas jauh lebih cepat, tidak memerlukan reagen, dan hampir tidak menghasilkan limbah. Untuk industri yang mengukur parameter ini berkali-kali sehari, metode elektronik jauh lebih efisien. Pengguna juga menghindari risiko perhitungan manual yang dapat menghasilkan kesalahan operator. Alat konduktivitas modern seperti ECscan10H memungkinkan pengguna mendapatkan data instan yang dapat langsung dianalisis atau dicatat dalam log kualitas.
ECscan10H: Alat untuk Pengukuran Konduktivitas Tinggi di Industri
ECscan10H adalah varian “high range” dari seri ECscan10 yang dirancang khusus untuk mengukur larutan dengan konduktivitas tinggi, seperti air proses industri, larutan pembersih CIP, air limbah dengan beban garam tinggi, serta bath elektrolit pada proses plating dan galvanis. Dalam seri ini, pabrikan Bante Instruments membedakan tiga model: ECscan10L untuk konduktivitas rendah, ECscan10M untuk air umum, dan ECscan10H untuk konduktivitas tinggi . Dengan kata lain, ECscan10H memang dimaksudkan untuk lingkungan yang “berat” dari sisi kandungan ion.
Rentang pengukuran ECscan10H adalah 0.1 hingga 19.99 mS/cm dengan resolusi 0.01 mS/cm dan akurasi ±1% dari full scale . Rentang ini membuatnya sangat relevan untuk QA/QC di unit pengolahan air limbah industri, monitoring kekuatan larutan kimia di lini proses, hingga validasi bilasan (rinse) pada proses pembersihan peralatan F&B atau farmasi. Untuk laboratorium riset dan teaching lab, rentang tersebut juga mencakup sebagian besar percobaan konduktivitas larutan elektrolit sedang hingga pekat. Pengguna tidak perlu lagi mengganti alat ketika berpindah dari pengujian air limbah ke ujicoba larutan elektrolit di laboratorium.
Yang menarik, ECscan10H tetap dikemas dalam form factor pocket tester dengan panjang sekitar 18,5 cm dan diameter sekitar 4 cm . Ini berarti alat masih bisa disimpan di saku jas lab atau tas kecil, tetapi di dalamnya sudah terdapat sel platinum-black dengan konstanta K=1 dan sensor suhu internal yang memberikan kompensasi temperatur otomatis. Bagi teknisi lapangan, kombinasi antara ukuran kecil dan kemampuan teknis ini menjadi kelebihan nyata: tidak perlu membawa meter besar hanya untuk inspeksi harian, namun tetap mendapatkan data yang layak digunakan sebagai dasar keputusan proses.
Dari sisi pengoperasian, ECscan10H dirancang hanya dengan beberapa tombol utama: tombol pengukuran, kalibrasi, serta tombol naik-turun untuk penyesuaian nilai kalibrasi . Pendekatan minimalis ini membuatnya mudah dipelajari oleh teknisi baru maupun mahasiswa di teaching lab. Di level organisasi, kemudahan ini berarti lebih sedikit waktu training, risiko salah tekan lebih kecil, dan peluang kesalahan prosedur juga berkurang. ECscan10H bukan hanya alat ukur, tetapi juga instrumen yang membantu menyederhanakan pekerjaan rutin tanpa mengorbankan kualitas data.
Desain dan Ergonomi ECscan10H untuk Lapangan dan Laboratorium
Jika diperhatikan dari gambar dan spesifikasi, ECscan10H memiliki bentuk silinder memanjang dengan panjang sekitar 185 mm dan diameter 40 mm, serta berat hanya sekitar 100 gram . Ukuran dan berat ini membuatnya terasa seimbang ketika digenggam, tidak terlalu ringan sehingga terasa “mainan”, tetapi juga tidak terlalu berat untuk dibawa berkeliling pabrik atau instalasi pengolahan air sepanjang hari. Desain bodi yang meruncing ke arah sensor juga memudahkan pengguna memasukkan probe ke beaker sempit atau botol sampel.
Tata letak tombol berada pada bagian depan tepat di bawah layar. Berdasarkan manual, terdapat tombol MEAS (pengukuran), CAL (kalibrasi), serta tombol panah untuk menaikkan dan menurunkan nilai saat pengaturan . Posisi ini memudahkan operasi satu tangan, yang sangat berguna ketika tangan lain memegang botol sampel atau mencatat hasil di log sheet. Area tombol dibedakan dengan warna panel depan sehingga pengguna mudah mengenali area kerja, bahkan saat cahaya di area plant tidak ideal.
Bagian sensor berada di ujung bawah alat, dilindungi oleh protective cap ketika tidak digunakan. Di dalamnya, terdapat sel konduktivitas 2-pole berlapis platinum-black yang sensitif sekaligus cukup tangguh untuk pemakaian berulang . Desain modul sensor yang dapat diganti mempermudah perawatan: jika pembacaan mulai tidak stabil atau alat sulit dikalibrasi, pengguna dapat mengganti modul elektroda tanpa harus mengganti seluruh tester. Bagi perusahaan, ini berarti biaya kepemilikan jangka panjang menjadi lebih rendah.
Sebagai sumber daya, ECscan10H menggunakan tiga baterai mikro alkaline LR44 1,5 V yang ditempatkan di kompartemen bagian atas alat . Baterai tipe ini mudah ditemukan di pasaran dan relatif murah. Fitur auto-power off yang mematikan alat setelah delapan menit tidak digunakan membantu menghemat daya, sehingga baterai dapat bertahan untuk penggunaan lapangan selama berbulan-bulan tergantung intensitas pemakaian. Untuk teknisi yang sering berpindah lokasi, ini mengurangi kekhawatiran kehabisan baterai di tengah inspeksi.
Dari sisi ketahanan lingkungan, alat ini dirancang untuk beroperasi pada suhu 0 hingga 50°C dengan kelembapan relatif di bawah 80% tanpa kondensasi, serta memiliki rating IP54 . Artinya, ECscan10H tahan terhadap percikan air dan debu ringan, asalkan tidak sengaja dicelupkan penuh ke dalam air. Bagi pengguna di WTP, WWTP, atau area produksi dengan kelembapan tinggi, rating ini sejalan dengan kebutuhan praktik: alat cukup aman dari cipratan, tetapi tetap perlu diperlakukan sebagai instrumen elektronik, bukan alat selam.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna ECscan10H
Antarmuka ECscan10H sengaja dibuat sederhana agar siapa pun yang terbiasa dengan alat ukur dasar dapat langsung mengoperasikannya. Layar LCD berukuran sekitar 21 × 21 mm ditampilkan pada panel depan, cukup besar untuk menampilkan angka konduktivitas secara jelas bahkan ketika pengguna memakai sarung tangan kerja . Meskipun tidak dilengkapi backlight, kontras tampilan tetap memadai untuk penggunaan di area pabrik yang umumnya memiliki pencahayaan buatan. Informasi yang ditampilkan meliputi nilai konduktivitas, satuan (mS/cm), indikator HOLD, indikator CAL saat kalibrasi, serta suhu saat pengguna memilih mode tampilan temperatur.
Pengoperasian dimulai dari tombol MEAS. Satu kali tekan akan menyalakan alat, sementara tekan lama akan mematikannya. Ketika sensor dicelupkan ke sampel, nilai pada layar akan bergerak hingga stabil. Untuk memudahkan pencatatan, ECscan10H menyediakan fungsi hold: pengguna cukup menekan tombol yang ditetapkan untuk HOLD sehingga pembacaan terakhir “dibekukan” di layar . Ini sangat membantu ketika pengukuran dilakukan di titik yang sulit dijangkau di mana pengguna tidak sempat langsung menulis nilai ke buku catatan.
Kalibrasi dilakukan melalui tombol CAL. Dengan menekan dan menahan tombol ini, pengguna akan masuk ke mode kalibrasi yang ditandai dengan tampilan tiga garis pada layar, sebelum kemudian memasukkan nilai standar sesuai larutan yang digunakan, yaitu 12.88 mS/cm untuk model ECscan10H . Penyesuaian nilai menggunakan tombol panah atas dan bawah, kemudian dikonfirmasi kembali dengan MEAS. Bagi laboratorium yang terbiasa menggunakan buffer standar, alur ini cukup mudah diintegrasikan ke SOP harian tanpa langkah tambahan yang rumit.
Dari sisi pengalaman pengguna, kombinasi antara tampilan angka yang jelas, jumlah tombol yang sedikit, dan logika menu yang linear membuat alat ini mudah diajarkan kepada staf baru. Di teaching lab, dosen atau asisten laboratorium hanya perlu menjelaskan satu siklus: hidupkan, bilas sensor, celupkan, tunggu stabil, tekan hold bila perlu, dan catat angka. Di industri yang mengandalkan inspeksi harian, seperti plant air minum atau WWTP, teknisi tidak perlu mengingat banyak fungsi tersembunyi; yang terpenting adalah data konduktivitas yang konsisten dan mudah dibaca di lapangan.
Keunggulan Fitur ECscan10H untuk Operasi Harian
ECscan10H hadir bukan hanya sebagai alat ukur dasar, tetapi membawa beberapa fitur yang sangat relevan untuk pekerjaan QA/QC dan pemantauan kualitas air. Pertama, alat ini memiliki 1-point push-button calibration yang memungkinkan penggunaan larutan standar custom sesuai kebutuhan pengguna . Untuk banyak aplikasi industri, satu titik kalibrasi pada nilai yang paling sering digunakan sudah cukup untuk menjamin akurasi, terutama jika larutan sampel berada dalam kisaran konduktivitas yang serupa. Kalibrasi hanya memerlukan beberapa langkah: bilas sensor, celupkan ke standar 12.88 mS/cm, sesuaikan nilai, dan konfirmasi. Sederhana, tetapi efektif.
Kedua, ECscan10H menggunakan sel konduktivitas platinum-black yang memberikan respons cepat dan hasil yang andal . Untuk operator lapangan, ini terasa saat melakukan banyak pengukuran berurutan; waktu tunggu hingga pembacaan stabil berkurang, sehingga inspeksi di beberapa titik sampling dapat diselesaikan lebih cepat. Respons yang baik juga mempermudah identifikasi gangguan proses secara dini. Misalnya, jika konduktivitas air bilasan tiba-tiba melonjak, teknisi dapat langsung melakukan tindakan korektif sebelum produk masuk ke tahap berikutnya.
Ketiga, fitur automatic temperature compensation pada rentang 0–50°C membantu menjaga konsistensi pembacaan meski suhu sampel berubah . Hal ini sangat penting pada proses di mana air atau larutan kimia keluar dari unit pemanas atau pendingin. Tanpa kompensasi suhu, dua sampel dengan komposisi ion sama tetapi suhu berbeda bisa menghasilkan nilai konduktivitas yang tampak berbeda, yang berisiko disalahartikan sebagai perubahan kualitas air.
Keempat, fungsi hold dan auto-power off merupakan fitur “kecil” tetapi sangat membantu dalam praktik. Hold function memudahkan pencatatan dan pengambilan foto layar untuk dokumentasi, sementara auto-power off setelah delapan menit membantu mengurangi kemungkinan baterai habis karena lupa mematikan alat . Ditambah lagi, elektroda yang dapat diganti menurunkan biaya perawatan ketika sensor sudah memasuki akhir masa pakainya . Semua fitur ini berkontribusi pada efisiensi sampling, konsistensi data, dan kestabilan proses secara keseluruhan di tingkat organisasi.
Integrasi ECscan10H dalam Workflow Data dan Sistem QA/QC
Berbeda dengan beberapa seri meter dengan kemampuan logging digital dan koneksi USB, ECscan10H tidak dibekali fitur transfer data langsung ke PC. Bagi sebagian pengguna, terutama yang bekerja dengan sistem LIMS atau laporan otomatis, ini tampak seperti keterbatasan. Namun, di banyak pabrik dan laboratorium yang masih mengandalkan log sheet manual atau file Excel sederhana, pendekatan ini justru menjaga alat tetap ringkas, hemat daya, dan ekonomis. Beberapa plant memilih memisahkan fungsi: satu alat portabel untuk inspeksi dan satu sistem inline atau bench-top untuk logging otomatis.
Dalam workflow QA/QC yang rapi, ECscan10H dapat diintegrasikan dengan cara membuat form pencatatan terstruktur yang memuat kolom waktu, lokasi sampling, suhu, dan nilai konduktivitas. Fitur hold membantu operator memastikan nilai yang ditulis sesuai tampilan alat. Di sisi lain, supervisor dapat menggabungkan data harian ke dalam spreadsheet untuk dianalisis tren jangka panjang. Untuk plant yang sudah memiliki sistem digital, teknisi cukup memasukkan angka dari ECscan10H ke tablet atau terminal input LIMS setelah setiap pengukuran.
Pendekatan ini tetap mendukung kebutuhan audit, selama prosedur pencatatan didisiplinkan. Keunggulan ECscan10H adalah ia sangat cepat dipersiapkan, cocok sebagai alat inspeksi cepat untuk mengonfirmasi alarm sistem atau mengecek titik yang tidak tercakup sensor inline. Misalnya, ketika alarm konduktivitas di unit RO berbunyi, teknisi dapat mengambil ECscan10H, melakukan pengukuran langsung di beberapa titik untuk memverifikasi apakah masalah berasal dari sensor inline, kualitas feed water, atau faktor lain. Dalam konteks ini, ECscan10H berperan sebagai “second opinion” yang independen, yang justru sangat penting dalam investigasi QA/QC.
Spesifikasi Teknis ECscan10H
| Parameter | Nilai ECscan10H |
|---|---|
| Parameter pengukuran | Konduktivitas, suhu |
| Rentang konduktivitas | 0.1 hingga 19.99 mS/cm |
| Resolusi konduktivitas | 0.01 mS/cm |
| Akurasi konduktivitas | ±1% dari full scale |
| Titik kalibrasi | 1 titik |
| Larutan standar kalibrasi | 12.88 mS/cm KCl |
| Kompensasi suhu | 0 hingga 50°C, otomatis |
| Rentang suhu | 0 hingga 50°C |
| Resolusi suhu | 1°C |
| Akurasi suhu | ±1°C |
| Konstanta sel | K = 1 |
| Jenis sel konduktivitas | 2-pole, platinum-black |
| Suhu operasi | 0 hingga 50°C |
| Suhu penyimpanan | 0 hingga 60°C |
| Kelembapan relatif | <80%, non-kondensasi |
| Rating perlindungan | IP54 |
| Jenis tampilan | LCD, 21 × 21 mm |
| Sumber daya | 3 × 1.5V baterai mikro alkaline LR44 |
| Fitur auto-off | 8 menit setelah tombol terakhir ditekan |
| Dimensi | 185 (L) × 40 (Ø) mm |
| Berat | 100 g |
| Modul elektroda | Dapat diganti |
Bagi pengguna baru, angka-angka di atas mungkin terasa abstrak. Cara mudah memahaminya adalah dengan membayangkan bahwa 0.1 mS/cm setara dengan air yang masih relatif “lunak” tetapi sudah mulai mengandung mineral terlarut, sedangkan 19.99 mS/cm menggambarkan larutan elektrolit yang cukup pekat, misalnya beberapa jenis larutan proses kimia atau air limbah industri. Resolusi 0.01 mS/cm berarti alat mampu membedakan perubahan kecil dalam rentang yang relevan untuk proses, sehingga teknisi bisa melihat tren naik-turun kualitas air dengan cukup sensitif. Akurasi ±1% dari full scale pada rentang tinggi seperti ini sudah memadai untuk sebagian besar kebutuhan QA/QC proses dan pemantauan lapangan.
Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Aplikasi Rentang Konduktivitas
Seri ECscan10 memiliki beberapa aksesori opsional yang dapat mendukung penggunaan jangka panjang. Dalam manual, disebutkan adanya modul sel konduktivitas pengganti E-ECscan-C1-100K untuk seri ECscan10, serta larutan standar konduktivitas 12.88 mS/cm (ECCS-1288) dalam botol 480 ml . Untuk menjaga akurasi, sangat disarankan menggunakan larutan standar yang masih dalam masa berlaku dan disimpan sesuai petunjuk. Selain itu, larutan ini sebaiknya hanya digunakan satu kali untuk kalibrasi, lalu dibuang agar tidak tercemar oleh sampel sebelumnya.
Tabel berikut memberi gambaran umum rentang konduktivitas dan contoh aplikasinya yang relevan dengan ECscan10H:
| Rentang konduktivitas (mS/cm) | Contoh aplikasi |
|---|---|
| 0.1 – 1.0 | Air limbah domestik ringan, air permukaan sedikit tercemar |
| 1.0 – 5.0 | Air limbah industri makanan, effluent WTP kecil |
| 5.0 – 10.0 | Larutan bilasan proses CIP, air limbah industri kimia |
| 10.0 – 15.0 | Bath plating tertentu, larutan garam proses |
| 15.0 – 19.99 | Larutan garam pekat, kontrol konsentrasi elektrolit |
Beberapa aksesori yang dapat dipertimbangkan pengguna antara lain larutan standar tambahan untuk kalibrasi berkala, beaker plastik atau kaca dengan volume kecil untuk meminimalisasi kebutuhan sampel, serta tisu bebas serat untuk mengeringkan sensor setelah pengukuran. Dalam jangka panjang, modul elektroda cadangan adalah investasi yang masuk akal, terutama untuk plant dengan frekuensi pengukuran tinggi setiap hari.
Faktor-faktor yang dapat memengaruhi hasil pengukuran antara lain suhu sampel, adanya gelembung udara yang terperangkap di sekitar sensor, kontaminasi silang antara sampel yang berbeda, serta kondisi permukaan elektroda (misalnya tertutup deposit padatan). Karena itu, setiap kali berpindah sampel, sensor sebaiknya dibilas dengan air suling, dan jika ada endapan padat, dibersihkan dengan hati-hati sebelum dikalibrasi ulang. Konsistensi prosedur ini sama pentingnya dengan spesifikasi teknis alat itu sendiri dalam menjamin kualitas data.
Penerapan ECscan10H di Industri
Untuk menggambarkan manfaat praktis ECscan10H, bayangkan sebuah pabrik minuman dalam kemasan yang memiliki unit pengolahan air sendiri. Di sana, tim QA/QC harus memastikan bahwa air baku, air hasil RO, dan air bilasan CIP selalu berada dalam rentang konduktivitas yang dipersyaratkan. Sebelum menggunakan ECscan10H, pengukuran lapangan biasanya dilakukan dengan alat lama yang lambat stabil dan membutuhkan volume sampel cukup besar. Teknisi sering harus menunggu lama di samping tangki sampling hanya untuk menunggu angka berhenti berubah. Setelah beralih ke ECscan10H, waktu tunggu stabil berkurang, dan fitur hold memudahkan teknisi mencatat nilai sambil bergerak ke titik berikutnya. Walaupun tidak ada fitur logging otomatis, inspeksi harian dapat diselesaikan lebih cepat sehingga downtime untuk pengecekan kualitas berkurang.
Contoh lain datang dari industri plating dan galvanis. Di lini proses, bath elektrolit harus selalu dijaga konsentrasinya agar lapisan logam yang dihasilkan seragam dan memenuhi spesifikasi klien. Sebelum ada ECscan10H, operator bergantung pada pengukuran laboratorium yang dilakukan beberapa kali sehari. Jika terjadi perubahan mendadak, respons korektif terlambat. Dengan ECscan10H yang selalu tersedia di dekat lini produksi, operator bisa mengambil sampel kecil dan langsung mengukur konduktivitas bath. Bila nilai mulai menyimpang dari kisaran ideal, penyesuaian konsentrasi kimia dapat dilakukan segera, sehingga mengurangi scrap dan rework.
Di WWTP (instalasi pengolahan air limbah) industri, ECscan10H juga dapat digunakan sebagai alat inspeksi cepat untuk memverifikasi kinerja unit netralisasi dan penyesuaian kimia. Ketika ada keluhan kualitas effluent atau alarm di panel, teknisi dapat membawa ECscan10H ke beberapa titik, misalnya inlet, outlet, dan setelah unit tertentu, untuk melihat di mana terjadi lonjakan konduktivitas. Instrumen yang ringkas memudahkan perpindahan antar lokasi tanpa perlu membawa instrumen besar atau menunggu hasil laboratorium. Dalam semua skenario ini, manfaat utama alat bukan hanya pada akurasi teknis, tetapi pada kemampuan membantu operator merespons lebih cepat terhadap perubahan proses.
Panduan Langkah demi Langkah Menggunakan ECscan10H di Lapangan
Sebagai contoh, misalkan Anda adalah teknisi kualitas air di sebuah instalasi pengolahan air limbah industri yang ingin memantau perubahan konduktivitas di inlet dan outlet harian. Prosedur dasar penggunaan ECscan10H dapat diatur sebagai berikut. Pertama, pastikan baterai terpasang dan protective cap sensor sudah dilepas. Jika sensor terlihat kering karena lama tidak digunakan, rendam sensor dalam air keran selama sekitar sepuluh menit untuk mengaktifkan kembali permukaan elektroda, seperti disarankan di manual .
Langkah kedua, lakukan kalibrasi harian atau sesuai frekuensi yang ditetapkan SOP menggunakan larutan standar 12.88 mS/cm. Bilas sensor dengan air suling, celupkan ke larutan standar, tekan dan tahan tombol CAL hingga tampilan masuk mode kalibrasi, sesuaikan angka pada layar hingga sama dengan nilai larutan, kemudian konfirmasi dengan tombol MEAS. Setelah kalibrasi berhasil (indikator CAL hilang), bilas kembali sensor dengan air suling. Simpan larutan standar terpisah dan jangan digunakan kembali untuk pengukuran sampel.
Langkah ketiga, lakukan pengukuran sampel. Ambil sampel dari titik inlet, masukkan ke beaker bersih, lalu celupkan sensor ECscan10H. Aduk pelan alat di dalam beaker untuk menghilangkan gelembung udara yang terperangkap di slot sensor. Tunggu hingga angka pada layar stabil. Jika diperlukan, tekan tombol hold untuk mengunci pembacaan. Catat nilai konduktivitas dan suhu ke dalam log sheet. Setelah itu, bilas sensor dengan air suling sebelum beralih ke sampel dari outlet.
Langkah keempat, ulangi prosedur yang sama di titik sampling lainnya, misalnya outlet, setelah unit netralisasi, atau setelah unit filtrasi. Dengan mengikuti pola yang konsisten—bilas sensor, ukur, hold, catat, bilas—Anda akan mendapatkan deret data konduktivitas yang dapat dibandingkan dari hari ke hari. Data ini dapat dianalisis untuk melihat tren, misalnya apakah ada kenaikan konduktivitas perlahan pada outlet, yang mungkin mengindikasikan penurunan kinerja unit pengolahan. Setelah selesai, bilas sensor sekali lagi, pasang protective cap, dan simpan alat di tempat kering. Jika tidak digunakan dalam waktu lama, lepaskan baterai untuk memperpanjang umur komponen internal, mengikuti anjuran pabrikan .
Kesimpulan dan Rekomendasi
ECscan10H Pocket Conductivity Tester menawarkan kombinasi yang seimbang antara portabilitas, ketahanan lapangan, dan kemampuan teknis untuk pengukuran konduktivitas tinggi. Dengan rentang 0.1 hingga 19.99 mS/cm, akurasi ±1% F.S, kompensasi suhu otomatis, serta sel platinum-black K=1, alat ini siap menangani berbagai aplikasi di pengolahan air, industri kimia, plating, air limbah, hingga riset dan teaching lab. Desainnya yang ringkas, penggunaan baterai LR44 yang hemat, dan fitur seperti hold function dan auto-off membuatnya praktis untuk inspeksi harian di lapangan maupun di laboratorium.
Bagi laboratorium QA/QC dan fasilitas riset, ECscan10H cocok sebagai alat kerja sehari-hari untuk pengukuran larutan elektrolit pekat dan sampel air proses. Di industri WTP/WWTP, F&B, dan proses kimia, alat ini dapat berperan sebagai instrumen inspeksi cepat yang melengkapi sensor inline dan sistem pemantauan digital. Untuk perusahaan yang membutuhkan logging otomatis dan konektivitas PC, mungkin diperlukan meter lain dari seri yang lebih tinggi, tetapi ECscan10H tetap relevan sebagai alat back-up dan verifikasi mandiri.
Jika fokus Anda adalah kepraktisan, kecepatan pengukuran, dan biaya kepemilikan yang rasional, ECscan10H adalah kandidat yang patut dipertimbangkan. Alat ini memungkinkan tim di lapangan mendeteksi perubahan kualitas air atau larutan proses lebih cepat, sehingga keputusan korektif dapat diambil sebelum masalah berkembang menjadi downtime, produk reject, atau ketidaksesuaian standar.
FAQ Singkat ECscan10H Pocket Conductivity Tester
-
Apa perbedaan utama ECscan10H dengan ECscan10L dan ECscan10M?
ECscan10H dirancang untuk mengukur konduktivitas tinggi pada rentang 0.1 hingga 19.99 mS/cm, sedangkan ECscan10L dan ECscan10M ditujukan untuk rentang yang lebih rendah. Karena itu, ECscan10H lebih cocok untuk air limbah industri, larutan proses, dan bath elektrolit. -
Seberapa sering ECscan10H perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi tergantung intensitas penggunaan dan persyaratan SOP. Untuk QA/QC yang ketat, kalibrasi harian atau sebelum setiap shift kerja umum dilakukan. Minimal, alat sebaiknya dikalibrasi setiap kali akan digunakan setelah lama tidak dipakai atau ketika hasil terasa tidak konsisten. -
Apakah ECscan10H bisa digunakan untuk air minum?
Bisa, tetapi rentangnya lebih optimal untuk konduktivitas menengah-ke-tinggi. Untuk air minum dengan konduktivitas sangat rendah, model ECscan10L atau ECscan10M biasanya lebih sesuai. Namun, ECscan10H tetap dapat digunakan jika nilai konduktivitas air berada dalam rentangnya. -
Bagaimana cara merawat elektroda platinum-black?
Setelah setiap penggunaan, bilas elektroda dengan air suling dan jangan menggosok permukaan platinum-black secara kasar. Jika ada penumpukan padatan, bersihkan dengan hati-hati dan lakukan kalibrasi ulang. Jika alat sulit dikalibrasi atau pembacaan tidak stabil, pertimbangkan mengganti modul elektroda. -
Apakah ECscan10H tahan dicelupkan seluruhnya ke dalam air?
Tidak. Dengan rating IP54, alat ini tahan percikan air dan debu, tetapi tidak dirancang untuk direndam sepenuhnya. Saat mengukur, hanya bagian sensor yang dicelupkan, sedangkan bodi atas tetap berada di luar permukaan cairan. -
Bisakah data dari ECscan10H diintegrasikan ke LIMS?
Tidak secara langsung, karena ECscan10H tidak memiliki koneksi USB atau memori internal untuk logging. Integrasi dapat dilakukan melalui pencatatan manual ke formulir atau perangkat lain yang kemudian dimasukkan ke LIMS.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran konduktivitas yang andal dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti ECscan10H Pocket Conductivity Tester dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, memastikan proses berjalan konsisten, dan memenuhi standar regulasi yang berlaku. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemantauan konduktivitas pada utilitas maupun proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Conductivity Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Alat Ukur pH / Konduktivitas / Salinitas / DO Meter AZ 86031
Lihat produk★★★★★ -

Alat Ukur Konduktivitas Milwaukee MC745 PRO Controller Pump Kits
Lihat produk★★★★★ -

Alat Ukur Konduktivitaas Milwaukee MC740 PRO Conductivity (EC) Controller & Pump Kit
Lihat produk★★★★★ -

Alat Ukur dan Kontrol Konduktivitas Milwaukee MC311 PRO Conductivity (EC) Controller
Lihat produk★★★★★ -

Alat Ukur pH, TDS, EC Meter AMTAST COM-300
Lihat produk★★★★★ -

Alat Ukur Kualitas Air LUTRON YK22CTA
Lihat produk★★★★★ -

Alat Ukur Multi Parameter Conductivity, TDS, Salinitas BANTE 540-S
Lihat produk★★★★★ -

Alat Ukur Konduktivitas / TDS / NaCl Milwaukee MW170 MAX Logging Bench Meter
Lihat produk★★★★★
Referensi
- Hindayani, A., & Hamim, N. (2022). AKURASI DAN PRESISI METODE SEKUNDER PENGUKURAN KONDUKTIVITAS MENGGUNAKAN SEL JONES TIPE E UNTUK PEMANTAUAN KUALITAS AIR MINUM. Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA), 5(1), 41–51. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/IJCA/article/view/21508
- Toruan, P. L., Margareta, B., Jumarni, A., Pratiwi, S. S., & Atina. (2023). PENGARUH TEMPERATUR AIR TERHADAP KONDUKTIVITAS DAN TOTAL DISSOLVED SOLID. Jurnal Kumparan Fisika, 6(1), 11–16. Retrieved from https://ejournal.unib.ac.id/index.php/kumparan_fisika/article/download/26415/12160














