Teknisi Indonesia sedang mengukur konduktivitas air RO menggunakan ECscan10L pocket conductivity tester di instalasi pengolahan air minum.

ECscan10L: Pengukur Konduktivitas Saku Untuk Pengendalian Kualitas Air Presisi Di Lapangan

Daftar Isi

Dalam banyak aktivitas pemantauan kualitas air—baik di laboratorium QA/QC, pengolahan air minum (WTP), air limbah (WWTP), riset kampus, farmasi dan biotek, hingga hidroponik dan akuakultur—pengukuran konduktivitas adalah parameter dasar yang memengaruhi banyak keputusan teknis. Namun, praktik di lapangan sering kali menunjukkan persoalan yang sama dari tahun ke tahun.

Pertama, ketidakstabilan hasil. Banyak teknisi mengeluhkan pembacaan nilai EC (Electrical Conductivity) yang berubah-ubah, terutama ketika alat sudah tua, elektroda kotor, atau kompensasi temperatur tidak konsisten. Dalam industri seperti F&B, kosmetik, dan farmasi, variasi sekecil apa pun dapat mengganggu konsistensi batch dan memicu investigasi quality deviation.

Kedua, alat yang terlalu besar atau tidak praktis. Banyak water tester portabel memerlukan tas khusus, adaptor tambahan, atau kalibrasi yang rumit. Ketika pengguna harus melakukan sampling cepat di kolam ikan, reaktor kimia, tangki proses, atau unit filtrasi, alat yang ringkas dan siap pakai adalah kebutuhan nyata—bukan lagi fitur opsional.

Ketiga, waktu sampling yang terbuang. Pada WTP atau WWTP, operator sering membawa sampel ke laboratorium hanya untuk memeriksa konduktivitas sederhana. Hal ini memperpanjang waktu respons koreksi proses, misalnya terhadap perubahan ionik di inlet raw water, perubahan salinitas, atau indikasi kebocoran resin pada unit demin.

Keempat, biaya operasional meningkat. Elektroda yang tidak dapat diganti memaksa pengguna membeli unit alat baru ketika sensor sudah tidak akurat. Pada skala industri, pergantian alat rutin bisa menjadi beban biaya yang tidak kecil.

Di konteks inilah ECscan10L Pocket Conductivity Tester hadir, memberikan solusi yang praktis, ringkas, dan akurat untuk kebutuhan pengukuran konduktivitas rendah (low EC)—terutama pada aplikasi air murni, air terolah, monitoring filtrasi, industri minuman, hingga laboratorium pendidikan.

Mekanisme Kerja Sensor Konduktivitas: Mengapa Teknologi Ini Penting

Konduktivitas listrik pada air atau larutan mengukur kemampuan ion-ion untuk menghantarkan listrik. Secara umum, semakin banyak ion (seperti Na+, Ca2+, Cl−), semakin tinggi nilai konduktivitas. ECscan10L menggunakan sel konduktivitas 2-pole berbasis platinum-black, sebuah teknologi yang lazim pada instrumen laboratorium karena stabil dan responsif.

Bagaimana Teknologi Ini Bekerja

  • Dua elektroda mengirim dan menerima arus listrik dalam larutan.

  • Resistansi larutan berubah sesuai konsentrasi ion.

  • Alat mengonversinya menjadi nilai µS/cm.

  • Kompensasi temperatur otomatis (ATC) memperbaiki pembacaan agar sesuai pada suhu referensi 25°C — fitur yang sangat penting karena konduktivitas bisa berubah ±2% setiap kenaikan 1°C.

Kenapa Teknologi Ini Penting untuk Aplikasi Jangka Panjang

  • Stabilitas jangka panjang: platinum-black meningkatkan luas permukaan elektroda sehingga pembacaan lebih stabil dan cepat.

  • Minim perawatan: cukup dibilas setelah penggunaan.

  • Akurat pada rentang rendah: rentang 1–199.9 µS/cm sensitif terhadap perubahan kecil—krusial untuk air murni, air RO, atau proses biotek.

Keunggulan Pendekatan Konduktivitas

  • Tidak memerlukan reagen kimia.

  • Respon cepat (real-time).

  • Dapat digunakan langsung di lapangan.

  • Ideal untuk tren, bukan hanya angka snapshot.

Pengguna di WTP/WWTP, akuakultur, hingga industri kimia dapat menggunakan parameter konduktivitas sebagai indikator dini untuk kebocoran, kontaminasi, atau kegagalan proses.

Mengapa ECscan10L Menjadi Pilihan Andal di Kategori Pocket Tester

ECscan10L berbeda dari produk konduktivitas saku lain karena beberapa alasan kunci:

  • Rentang khusus untuk low-conductivity: 1.0–199.9 µS/cm—cocok untuk air murni, RO permeate, dan aplikasi sensitif ion.

  • Kalibrasi 1 titik berbasis 146.5 µS/cm yang mudah dilakukan dan konsisten.

  • Sensor dapat diganti, mengurangi biaya jangka panjang.

  • Auto-off, kompensasi suhu otomatis, dan fungsi hold sangat membantu teknisi lapangan yang perlu membaca nilai secara cepat dan akurat.

  • Desain ringan (100 g) sehingga sangat mudah dibawa ke area produksi atau outdoor.

Secara keseluruhan, ECscan10L menawarkan keseimbangan antara kesederhanaan, harga terjangkau, dan akurasi.

Desain dan Ergonomi: Dibuat untuk Mobilitas Tinggi

Bentuk perangkat ini ramping seperti pen tester modern, dengan panjang 185 mm dan diameter 40 mm. Beratnya hanya 100 gram, sehingga nyaman digenggam dengan satu tangan bahkan ketika bekerja di lokasi basah seperti bak filtrasi atau kolam budidaya.

Material dan Konstruksi

  • Body plastik ABS yang kuat dan tahan cipratan air.

  • Klasifikasi IP54 memberikan perlindungan dari debu dan percikan—cukup untuk penggunaan lapangan yang regular.

  • Penutup pelindung sensor menjaga elektroda tetap lembap saat disimpan.

Tata Letak Tombol

Tiga tombol utama:

  • Meas (Power/Hold)

  • Cal

  • Up/Down Temperature Key

Tombol-tombolnya cukup besar sehingga mudah ditekan meski dalam kondisi tangan basah.

Sumber Daya

Menggunakan tiga baterai LR44 yang mudah ditemukan di pasaran. Dengan fitur auto-off 8 menit, baterai dapat bertahan lama bahkan dalam frekuensi pemakaian harian.

Kondisi Lingkungan Operasional

  • Operasional: 0–50°C

  • Penyimpanan: 0–60°C

  • Kelembaban: <80% non-condensing

Cukup kompatibel dengan kondisi outdoor di Indonesia.

Antarmuka dan Pengalaman Pengguna

ECscan10L menggunakan layar LCD 21 × 21 mm yang cukup luas untuk menampilkan nilai EC dan ikon fungsi seperti HOLD dan CAL.

Fitur yang membantu pengguna:

Display

  • Tampilan angka besar.

  • Indikator stabilitas bacaan.

  • Mudah terlihat di lingkungan terang.

Navigasi Menu

Pengaturan sederhana—tanpa menu kompleks. Cocok untuk teknisi baru, teaching lab, hingga operator plant.

Fitur Kualitas Hidup

  • Auto-Hold: bacaan mengunci otomatis sehingga pengguna tidak perlu menatap layar terus-menerus.

  • Auto-Off: menghemat baterai.

  • Fungsi suhu cepat: tinggal tekan tombol temperatur.

Alat ini dirancang agar teknisi dapat bekerja cepat tanpa harus membuka panduan setiap kali melakukan pengukuran.

Keunggulan Fitur ECscan10L dalam Pekerjaan Harian

Jika dilihat sekilas, ECscan10L tampak sederhana. Namun di balik tampilan ringkasnya, ada beberapa fitur yang jelas terasa manfaatnya di lapangan maupun di laboratorium.

Pertama, kalibrasi 1 titik yang sangat mudah. ECscan10L dikalibrasi menggunakan larutan standar 146.5 µS/cm dengan sekali tekan tombol. Pengguna cukup membilas sensor, memasukkannya ke larutan standar, lalu menahan tombol Cal sampai layar menunjukkan mode kalibrasi dan nilai stabil. Pendekatan ini mengurangi peluang salah pengaturan, terutama di fasilitas dengan banyak operator baru atau rotasi shift yang tinggi. Manual resmi menegaskan bahwa kalibrasi dilakukan pada satu titik, dan larutan standar disarankan selalu segar untuk menjaga akurasi pengukuran.

Kedua, sel konduktivitas platinum-black yang memberikan respons cepat dan reliabel. Lapisan platinum-black meningkatkan luas permukaan elektroda sehingga interaksi dengan ion dalam larutan lebih baik. Hasilnya, pembacaan lebih stabil dan waktunya singkat—penting ketika operator harus melakukan banyak titik sampling dalam satu ronde inspeksi. Fitur ini dijelaskan secara eksplisit pada brosur ECscan Series sebagai salah satu keunggulan ECscan10.

Ketiga, kompensasi temperatur otomatis (Automatic Temperature Compensation/ATC) dari 0–50°C. Dalam praktik, teknisi jarang melakukan koreksi manual ke suhu referensi 25°C. ATC memastikan pembacaan konduktivitas sudah dikoreksi secara otomatis terhadap perubahan suhu, sehingga tren data dari berbagai waktu dan lokasi tetap bisa dibandingkan secara konsisten.

Keempat, fungsi hold yang sangat praktis. Ketika pengukuran dilakukan di tempat yang sulit (misalnya di atas bak aerasi, kanal air limbah, atau kolam ikan), operator bisa mengunci bacaan dengan menekan tombol sehingga tidak perlu menatap layar sambil menyeimbangkan posisi tubuh. Bacaan tetap terpampang sampai tombol ditekan kembali.

Kelima, elektroda yang dapat dilepas dan diganti. Ini berarti ketika sensor mulai menunjukkan gejala aus—misalnya sulit dikalibrasi atau hasilnya fluktuatif—pengguna cukup mengganti modul elektroda tanpa membeli unit alat baru. Manual menyediakan instruksi langkah demi langkah untuk melepas collar elektroda, menarik sensor lama, dan memasang yang baru.

Kombinasi fitur-fitur ini membuat ECscan10L ideal sebagai “alat kerja” sehari-hari: sederhana, cepat, dan dapat diandalkan, tanpa banyak menu rumit yang justru memperlambat proses.

Integrasi Sistem dan Manajemen Data

Di banyak pabrik modern, isu penting bukan hanya seberapa akurat alat mengukur, tapi juga bagaimana data dipindahkan dan disimpan. ECscan10L adalah pocket tester yang fokus pada pengukuran langsung di titik (point-of-use). ECscan10L tidak menyediakan koneksi langsung ke PC maupun USB untuk ekspor data digital.

Dengan kata lain, pencatatan data tetap dilakukan secara manual ke logsheet, lembar inspeksi, atau sistem LIMS (Laboratory Information Management System) yang digunakan perusahaan. Bagi beberapa fasilitas, ini bukan masalah besar—justru menyederhanakan penggunaan, karena:

  • Tidak memerlukan instalasi software tambahan.

  • Tidak ada isu kompatibilitas driver atau update sistem operasi.

  • Cocok untuk teaching lab atau fasilitas kecil yang belum memiliki infrastruktur LIMS.

Namun, bagi organisasi yang sangat bergantung pada integrasi digital penuh, ECscan10L bisa ditempatkan sebagai alat screening cepat di lapangan, sementara pengukuran yang membutuhkan rekam data otomatis dilakukan oleh meter meja (benchtop) atau portable logger yang sudah terhubung ke PC.

Pendekatan ini tetap mendukung workflow yang efisien: ECscan10L membantu operator melakukan seleksi awal (misalnya memeriksa apakah sampel masih dalam rentang normal), lalu sampel yang mencurigakan dapat dianalisis lebih lanjut dengan instrumen yang memiliki kemampuan logging dan ekspor data.

Spesifikasi Teknis ECscan10L

Parameter ECscan10L
Model ECscan10L Pocket Conductivity Tester
Rentang konduktivitas 1.0 – 199.9 µS/cm
Resolusi konduktivitas 0.1 µS/cm
Akurasi konduktivitas ±1% F.S (Full Scale)
Titik kalibrasi 1 titik
Larutan standar kalibrasi 146.5 µS/cm KCl
Kompensasi suhu Otomatis, 0 – 50°C
Rentang suhu 0 – 50°C
Resolusi suhu 1°C
Akurasi suhu ±1°C
Konstanta sel K = 1 (2-pole conductivity cell)
Jenis elektroda Platinum-black conductivity cell, dapat diganti
Auto-off 8 menit setelah tombol terakhir ditekan
Fungsi hold Ya, manual hold
Layar LCD 21 × 21 mm (single-line)
IP rating IP54 (tahan debu terbatas dan percikan air)
Catu daya 3 × 1.5 V baterai mikro alkaline LR44
Umur baterai ±150 jam penggunaan kontinu (seri ECscan10)
Suhu operasi 0 – 50°C
Suhu penyimpanan 0 – 60°C
Kelembaban relatif <80% (non-condensing)
Dimensi 185 mm (Panjang) × 40 mm (Diameter)
Berat ±100 g
Aplikasi utama Pengukuran konduktivitas rendah pada air murni, air terolah, dll.

Secara sederhana, angka-angka di atas bisa diibaratkan seperti spesifikasi kamera di ponsel:

  • Rentang konduktivitas = seberapa “lebar” kamera bisa menangkap terang-gelap.

  • Resolusi = seberapa halus “piksel” pengukuran; di sini 0,1 µS/cm cukup sensitif untuk air murni.

  • Akurasi ±1% F.S = seberapa dekat hasil ke nilai sebenarnya, layaknya margin error timbangan digital.

Bagi pemula, cukup diingat bahwa ECscan10L memang dirancang untuk air dengan kandungan ion yang sangat rendah, bukan untuk air laut atau air limbah berat.

Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Aplikasi Rentang Konduktivitas

Tabel Rentang Konduktivitas dan Contoh Aplikasi

Rentang EC (µS/cm) Contoh Aplikasi Kesesuaian ECscan10L
1 – 10 Air ultra murni, air hasil deionisasi awal, beaker riset Sangat cocok
10 – 50 Air RO untuk proses produksi, air injeksi tahap awal Sangat cocok
50 – 100 Air minum terolah, effluent WTP dengan mineral rendah Cocok
100 – 199.9 Air limbah ringan, air proses dengan sedikit garam Masih cocok
>200 Air limbah sedang–berat, air laut, larutan pupuk pekat Di luar rentang; gunakan ECscan10M/H

Dengan tabel ini, teknisi bisa cepat menentukan apakah ECscan10L merupakan alat yang tepat untuk sampel yang hendak diukur.

Aksesori yang Tersedia

Berdasarkan daftar aksesori resmi:

  • E-ECscan-C1-100K – sel konduktivitas 2-pole (K=1) untuk ECscan10L/M/H.

  • ECCS-146 – larutan standar 146.5 µS/cm (480 mL).

  • ECCS-1413 – larutan standar 1413 µS/cm (480 mL).

  • ECCS-1288 – larutan standar 12.88 mS/cm (480 mL).

Untuk ECscan10L, fokus utama adalah penggunaan larutan standar 146.5 µS/cm. Namun, keberadaan larutan lain berguna bila di fasilitas yang sama terdapat model ECscan10M atau ECscan10H.

Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengukuran

Beberapa hal yang patut diperhatikan agar pengukuran konduktivitas konsisten:

  • Suhu larutan: meski ada ATC, perubahan suhu ekstrem tetap berpengaruh.

  • Kebersihan sensor: endapan padat dan biofilm dapat mengganggu permukaan elektroda.

  • Gelembung udara: gelembung yang menempel di sensor dapat menyebabkan hasil tidak stabil.

  • Pergerakan larutan: aduk perlahan untuk menghindari gradien konsentrasi di sekitar sensor.

  • Penggunaan larutan standar segar saat kalibrasi: larutan yang terkontaminasi bisa menggeser akurasi alat.

Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, pengguna dapat memaksimalkan kemampuan ECscan10L dan memperpanjang masa pakai sensornya.

Studi Kasus Penggunaan di Industri

Studi Kasus 1 – Pengolahan Air Minum: Mempercepat Respons Koreksi Proses

Sebuah instalasi pengolahan air minum skala kota menggunakan sistem filtrasi dan RO untuk menghasilkan air baku produksi. Sebelumnya, operator hanya mengandalkan konduktivitas yang diukur di laboratorium sekali setiap beberapa jam. Ketika terjadi lonjakan konduktivitas di outlet RO (indikasi penurunan performa membran atau kebocoran), butuh waktu cukup lama sampai data muncul di ruang kontrol.

Setelah menerapkan ECscan10L di beberapa titik sampling kunci (inlet RO, outlet RO, dan tangki air produk), operator melakukan pengukuran langsung di lapangan setiap jam. Hasilnya:

  • Kenaikan EC di outlet RO bisa terdeteksi lebih cepat.

  • Operator dapat segera membilas atau mengganti modul RO sebelum kualitas air jatuh di luar spesifikasi.

  • Waktu respon koreksi proses berkurang signifikan, sehingga complaint kualitas produk akhir ikut menurun.

ECscan10L dipilih karena rentang konduktivitasnya sesuai dengan air murni hasil RO, serta kemudahan penggunaan oleh operator yang tidak memiliki latar belakang kimia mendalam.

Studi Kasus 2 – Teaching Lab Kampus: Alat Praktikum yang Tahan Dipakai Berulang

Di sebuah laboratorium pengajaran di fakultas teknik lingkungan, mahasiswa rutin melakukan praktikum “Analisis Kualitas Air Dasar” yang mencakup pengukuran pH, DO, dan konduktivitas. Sebelum adanya ECscan10L, kampus menggunakan konduktivitas meter meja yang cukup mahal. Dalam praktiknya, alat tersebut rentan terhadap kerusakan mekanik karena sering dipindahkan dan kabel elektrodanya tertarik-tarik.

ECscan10L kemudian digunakan sebagai pengganti untuk praktikum. Beberapa poin yang dirasakan dosen dan teknisi lab:

  • Bentuk saku tanpa kabel mengurangi risiko kerusakan mekanik.

  • Elektroda yang dapat diganti memudahkan perawatan setelah satu semester intensif penggunaan.

  • Tampilan sederhana membuat mahasiswa fokus pada konsep—bukan bingung dengan menu yang rumit.

Selain itu, mahasiswa menjadi lebih terbiasa dengan alat lapangan, bukan hanya instrumen meja, yang sangat relevan ketika mereka kelak bekerja di industri atau instansi pengawas kualitas air.

Panduan Langkah demi Langkah Menggunakan ECscan10L di Instalasi Pengolahan Air

Sebagai contoh, anggap Anda adalah operator di WTP yang memantau kualitas air RO permeate. Berikut panduan ringkas:

  1. Persiapan

    • Pastikan baterai mencukupi dan alat menyala normal.

    • Siapkan gelas sampling bersih yang telah dibilas dengan air sampel.

    • Bila perlu, lakukan kalibrasi dengan larutan standar 146.5 µS/cm terlebih dahulu.

  2. Membilas dan Menyiapkan Sensor

    • Lepaskan penutup pelindung sensor pada bagian bawah alat.

    • Bilas sensor dengan air sampel atau air deionisasi untuk menghilangkan sisa larutan sebelumnya.

    • Bila sensor tampak kering karena lama tidak dipakai, rendam sebentar dalam air keran ±10 menit sebelum digunakan.

  3. Pengambilan Sampel dan Pengukuran

    • Isi gelas sampling dengan air RO dari titik sampling yang diinginkan.

    • Celupkan sensor ke dalam sampel; jangan sampai batas maksimum terendam melewati housing agar air tidak masuk ke bagian elektronik.

    • Aduk perlahan dengan gerakan naik-turun untuk menghilangkan gelembung udara.

    • Tunggu beberapa detik hingga angka di layar stabil.

  4. Menggunakan Fungsi Hold

    • Jika posisi pengukuran sulit, tekan tombol hold untuk mengunci bacaan ketika nilai telah stabil.

    • Tarik alat kembali ke posisi yang lebih aman untuk mencatat hasil di logsheet.

  5. Pencatatan dan Evaluasi

    • Catat nilai konduktivitas beserta jam, titik lokasi, dan suhu (bila diperlukan).

    • Bandingkan dengan batas spesifikasi outlet RO yang ditetapkan di SOP.

    • Jika nilai meningkat mendekati batas alarm, laporkan ke supervisor untuk evaluasi lebih lanjut.

  6. Setelah Penggunaan

    • Bilas sensor dengan air bersih.

    • Keringkan bagian luar alat dengan tisu atau kain lembut, lalu pasang kembali penutup sensor.

    • Simpan di tempat kering, jauh dari panas berlebih.

Prosedur di atas dapat dengan mudah diadaptasi untuk aplikasi lain seperti pemantauan air baku, air limbah effluent, atau air proses di industri F&B dan farmasi.

Kesimpulan dan Rekomendasi

ECscan10L Pocket Conductivity Tester menawarkan kombinasi menarik antara kesederhanaan penggunaan, akurasi yang memadai untuk aplikasi low-conductivity, dan biaya kepemilikan yang terkontrol berkat elektroda yang bisa diganti. Spesifikasinya menjadikannya sangat cocok untuk:

  • WTP/WWTP yang membutuhkan pemantauan cepat pada air murni atau effluent dengan konduktivitas rendah.

  • Laboratorium QA/QC di industri minuman, dairy, dan kosmetik yang memonitor kualitas air proses.

  • Laboratorium riset dan teaching lab yang membutuhkan alat praktikum robust dan mudah diajarkan kepada mahasiswa.

  • Aplikasi pertanian presisi atau hidroponik di fase-fase awal, ketika larutan nutrisi masih sangat encer dan fokus pada kestabilan air baku.

Jika organisasi Anda membutuhkan pencatatan data otomatis dan integrasi langsung dengan PC, maka ECscan10L sebaiknya ditempatkan sebagai alat screening lapangan, bukan satu-satunya instrumen. Namun, bila kebutuhan utama adalah alat portabel yang praktis, cepat, dan reliabel untuk pengukuran konduktivitas rendah, ECscan10L layak dipertimbangkan sebagai standar kerja harian.

FAQ Singkat

1. Apakah ECscan10L bisa digunakan untuk air laut atau salinitas tinggi?
Tidak. Rentang 1–199.9 µS/cm terlalu rendah untuk air laut yang biasanya berada di kisaran puluhan ribu µS/cm. Untuk air dengan konduktivitas sedang–tinggi, gunakan ECscan10M atau ECscan10H.

2. Seberapa sering alat perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi tergantung intensitas penggunaan dan kebutuhan akurasi. Untuk QA/QC rutin, kalibrasi harian atau mingguan dengan larutan 146.5 µS/cm adalah praktik yang aman, terutama jika alat digunakan oleh banyak operator.

3. Apa tanda bahwa elektroda harus diganti?
Beberapa indikasi antara lain: sulit mencapai stabil saat kalibrasi, hasil bergeser jauh dari nilai standar, atau bacaan fluktuatif meski sampel homogen. Jika ini terjadi dan pembersihan tidak membantu, sebaiknya mengganti elektroda.

4. Apakah alat ini tahan jika terjatuh ke air?
ECscan10L memiliki rating IP54 yang melindungi dari cipratan, bukan perendaman penuh. Jangan menjatuhkan alat ke dalam air. Jika kejadian tersebut terjadi, segera keringkan dan periksa fungsi alat.

5. Bisakah alat menyimpan data pengukuran secara internal?
Tidak. ECscan10L tidak memiliki memori logging. Pengguna harus mencatat hasil secara manual pada logsheet atau sistem pencatatan lain.

6. Dapatkah ECscan10L digunakan untuk validasi sistem air farmasi?
Untuk validasi awal atau verifikasi lapangan, ECscan10L bisa menjadi alat bantu praktis. Namun, untuk keperluan validasi resmi yang mensyaratkan rekaman elektronik dan jejak audit lengkap, biasanya digunakan instrumen yang memenuhi persyaratan regulasi farmasi (misalnya 21 CFR Part 11).

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan konduktivitas dalam berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti ECscan10L Pocket Conductivity Tester dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, menjaga konsistensi proses, serta memenuhi standar regulasi yang berlaku.

Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemantauan konduktivitas pada air minum, air limbah, atau air proses di fasilitas Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang paling tepat.

Rekomendasi Conductivity Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.