Di banyak instalasi pengolahan air minum, WWTP, pabrik minuman, hingga laboratorium kampus, cerita yang sama sering terdengar: parameter konduktivitas harus dicek berkala, tetapi alat yang tersedia hanya berupa bench meter di laboratorium. Operator lapangan harus mengambil sampel dalam botol, membawanya ke lab, mengantre, baru kemudian mendapatkan angka. Sementara itu, proses sudah berjalan, valve sudah dibuka, klorin sudah diinjeksi, dan jika ternyata nilai konduktivitas keluar dari spesifikasi, beberapa jam data produksi bisa terpaksa dibuang.
Konduktivitas adalah parameter yang sangat berguna karena memberikan gambaran cepat tentang kandungan ion dalam air. Di WTP air minum, angka ini dipakai sebagai indikator kualitas air baku dan air produk. Di farmasi dan biotek, konduktivitas menjadi salah satu parameter krusial untuk water for injection (WFI) dan purified water. Dalam akuakultur dan hidroponik, nilai konduktivitas membantu memastikan bahwa larutan nutrisi tidak terlalu encer atau terlalu pekat. Namun di lapangan, pengukuran sering tidak konsisten: kadang alat yang dipakai berbeda, cara kalibrasi tidak seragam, atau pengukuran dilakukan tergesa-gesa sehingga stabilitas bacaan diabaikan.
Masalah lain yang cukup klasik adalah keterbatasan ruang dan waktu. Di area plant yang sempit, membawa alat besar dengan kabel dan elektroda terpisah terasa merepotkan. Operator QA/QC sering memilih “jalan pintas”: menunda pengukuran atau hanya sampling di titik tertentu, padahal titik-titik kritis lain juga butuh dipantau. Pada saat yang sama, pencatatan manual di buku log membuka peluang terjadinya salah tulis, hilang halaman, atau sulit ditelusuri saat audit.
Dalam konteks inilah pocket conductivity tester seperti ECscan10M menjadi relevan. Ukurannya kecil, bisa masuk saku atau pouch di belt operator, dan dapat langsung dicelupkan ke sampel di titik pengambilan. Perpaduan antara portabilitas, kemudahan kalibrasi, dan rentang pengukuran yang pas untuk air umum menjadikannya alat yang menarik untuk banyak sektor: dari WTP/WWTP, F&B, farmasi, hingga teaching lab yang ingin memperkenalkan praktik pengukuran konduktivitas yang benar kepada mahasiswa.
Konduktivitas Air dan Teknologi Sensor ECscan10M
Secara sederhana, konduktivitas adalah kemampuan larutan untuk menghantarkan listrik. Semakin banyak ion (misalnya Na⁺, Cl⁻, Ca²⁺, NO₃⁻) yang terlarut dalam air, semakin tinggi konduktivitasnya. Itulah sebabnya air murni memiliki konduktivitas sangat rendah, sementara air laut sangat tinggi. Di industri, angka konduktivitas membantu menjawab pertanyaan praktis: “Seberapa ‘bersih’ air ini dari sisi ionik?”
ECscan10M menggunakan sel konduktivitas dua elektroda dengan cell constant K=1, yang cocok untuk pengukuran air dengan rentang umum. Elektroda dilapisi platinum-black, material yang meningkatkan area permukaan efektif dan memperbaiki stabilitas pengukuran, terutama pada rentang µS/cm. Lapisan ini membantu mengurangi polarisasi elektroda, sehingga sinyal yang terbaca lebih konsisten dari waktu ke waktu.
Prinsip kerjanya adalah mengirim arus kecil melalui larutan di antara dua elektroda dan mengukur hambatan listrik yang timbul. Dari hambatan inilah alat menghitung konduktivitas. ECscan10M juga dilengkapi kompensasi suhu otomatis (ATC) dari 0–50 °C, sehingga pembacaan dikoreksi terhadap perubahan suhu. Ini penting karena konduktivitas sangat dipengaruhi suhu: air yang sama dapat menunjukkan angka berbeda pada 20 °C dan 30 °C jika tidak dikompensasi.
Keunggulan pendekatan konduktivitas dibanding metode klasik seperti titrasi adalah kecepatan. Tidak perlu reagen, buret, atau perhitungan panjang; cukup celupkan elektroda, tunggu stabil, baca angka. Untuk QA/QC rutin, ini berarti lebih banyak titik sampling yang bisa dicakup dalam waktu yang sama. Untuk operator lapangan di WTP atau WWTP, pengukuran konduktivitas dapat menjadi “early warning” sebelum parameter lain diukur lebih detail di laboratorium.
Di teaching lab kampus, alat seperti ECscan10M membantu mahasiswa memahami keterkaitan antara konsentrasi ion dan konduktivitas secara langsung. Dosen dapat menyiapkan beberapa larutan dengan konsentrasi berbeda, lalu mahasiswa melihat sendiri bagaimana angka di layar berubah. Pendekatan ini membuat konsep yang biasanya abstrak menjadi lebih konkret dan mudah diingat.
ECscan10M sebagai Jawaban Praktis untuk Kontrol Air
ECscan10M adalah varian “M” dari seri ECscan10, yang dirancang khusus untuk mengukur konduktivitas air pada rentang 10 hingga 1999 µS/cm. Rentang ini sangat cocok untuk aplikasi air umum: air minum, air proses ringan, air demin yang tidak terlalu ekstrem, hingga air tanah yang sudah diolah. Bagi banyak plant utilitas, angka-angka inilah yang paling sering ditemui sehari-hari.
Keunggulan utama ECscan10M adalah kombinasi antara kesederhanaan dan fokus. Alat ini hanya mengukur dua parameter: konduktivitas dan suhu. Tanpa mode TDS atau salinitas, tampilan layar menjadi lebih bersih dan alur pengoperasian lebih singkat. Untuk operator yang mungkin tidak berlatar belakang kimia, hal ini mengurangi risiko salah mode atau salah satuan.
Dibandingkan dengan pocket tester generik di pasaran, ECscan10M menawarkan beberapa hal yang menarik:
-
Menggunakan elektroda platinum-black dengan cell constant K=1 yang dapat diganti, sehingga ketika sensor aus atau rusak, pengguna cukup mengganti modul elektroda, bukan keseluruhan alat.
-
Kompensasi suhu otomatis serta akurasi ±1% dari full scale, yang cukup untuk banyak kebutuhan QA/QC lapangan dan teaching lab.
-
Prosedur kalibrasi satu titik dengan larutan 1413 µS/cm sehingga mudah diulang oleh operator, namun tetap memenuhi kebutuhan kontrol berkala.
Bagi industri minuman dan dairy, alat ini dapat digunakan sebagai screening cepat kualitas air incoming atau air bilasan CIP. Di fasilitas plating atau galvanis, meskipun untuk bath berkonsentrasi tinggi mungkin dibutuhkan model dengan rentang lebih besar, ECscan10M tetap berguna untuk memantau air bilasan atau air make up. Sementara di hidroponik skala kecil-menengah, rentang hingga 1999 µS/cm sudah cukup untuk banyak formulasi nutrisi yang tidak terlalu pekat.
Desain dan Ergonomi ECscan10M
Secara fisik, ECscan10M dirancang sebagai alat genggam ramping dengan panjang sekitar 185 mm dan diameter 40 mm, dengan berat sekitar 100 gram. Bentuk ini nyaman digenggam satu tangan, bahkan ketika operator memakai sarung tangan kerja tipis. Ujung bawah berisi elektroda konduktivitas yang terlindungi tutup, sedangkan bagian atas menampung ruang baterai.
Bodi alat menggunakan material plastik yang ringan namun cukup kokoh untuk penggunaan harian. ECscan10M memiliki rating perlindungan IP54, yang berarti tahan terhadap debu dalam jumlah terbatas dan percikan air dari berbagai arah. Ini relevan di lingkungan seperti WTP, WWTP, ataupun area produksi minuman, di mana percikan dan kelembapan sulit dihindari. Meskipun demikian, pengguna tetap disarankan tidak merendam seluruh badan alat ke dalam air; hanya bagian sensor yang boleh tercelup.
Untuk catu daya, ECscan10M menggunakan tiga baterai micro alkaline 1,5 V tipe LR44. Tipe baterai ini relatif mudah ditemukan di pasaran dan cukup ekonomis. Konsumsi dayanya rendah, didukung fitur auto-off setelah 8 menit tanpa aktivitas, sehingga baterai bisa bertahan hingga ratusan jam penggunaan. Untuk penggunaan lapangan yang intens, kebiasaan baiknya adalah menyimpan satu set baterai cadangan di tas alat.
Tata letak tombol dibuat sederhana: beberapa tombol di bawah layar, dengan bentuk bulat dan jarak antar tombol cukup untuk dioperasikan dengan ibu jari. Ini memudahkan operator melakukan pengukuran hanya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memegang botol sampel atau pegangan tangga di area plant.
Dari sisi batas lingkungan operasi, ECscan10M dirancang bekerja pada suhu 0–50 °C dengan kelembapan relatif hingga 80% non-kondensasi. Dengan kata lain, alat ini cocok untuk sebagian besar iklim Indonesia selama tidak dibiarkan di bawah terik matahari langsung dalam jangka panjang atau di tempat sangat panas seperti dekat steam line.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
ECscan10M dilengkapi layar LCD berukuran 21 × 21 mm yang menampilkan nilai konduktivitas atau suhu, ikon HOLD, indikator kalibrasi, dan status lain yang relevan. Ukuran ini cukup untuk dibaca dari jarak lengan, selama cahaya sekitar memadai. Meskipun tidak ada backlight, di sebagian besar area indoor plant dan lab, visibilitasnya sudah cukup baik.
Tombol fungsi terbagi menjadi beberapa: Meas untuk menyalakan dan mematikan serta mengonfirmasi pengukuran, Cal untuk memasuki mode kalibrasi, tombol naik-turun untuk mengatur nilai saat kalibrasi, dan tombol °C untuk menampilkan suhu sesaat. Alur navigasinya singkat:
-
Tekan Meas sekali untuk menyalakan.
-
Celupkan sensor ke sampel.
-
Tunggu hingga pembacaan stabil.
-
Tekan tombol Hold (ikon khusus di panel) untuk mengunci bacaan bila perlu.
-
Tekan dan tahan Meas untuk mematikan setelah selesai.
Fitur auto-off setelah 8 menit membantu mencegah baterai habis karena pengguna lupa mematikan alat. Bagi operator yang berpindah dari satu titik sampling ke titik lain, fitur ini memberi “jaring pengaman” tanpa harus terlalu khawatir jika sempat teralihkan.
Secara pengalaman pengguna, yang terasa menonjol adalah kesederhanaannya. Tidak banyak menu yang membuat bingung, sehingga pelatihan operator baru dapat dilakukan relatif cepat. Di teaching lab, hal ini juga bermanfaat karena mahasiswa bisa fokus pada konsep pengukuran, bukan tersesat di pengaturan alat.
Fitur-Fitur Penting yang Mendukung Efisiensi Pengukuran
Salah satu fitur kunci ECscan10M adalah kemampuan kalibrasi satu titik menggunakan larutan standar 1413 µS/cm. Bagi kebanyakan aplikasi air umum, satu titik ini sudah memadai untuk menjaga akurasi. Prosedurnya cukup ringkas: sensor dibilas, dicelupkan ke larutan standar segar, lalu tombol Cal ditekan dan nilai penyesuaian dilakukan dengan tombol naik-turun hingga sesuai.
Automatic temperature compensation (ATC) dari 0–50 °C memperbaiki hasil konduktivitas dengan memperhitungkan pengaruh suhu. Dalam praktiknya, ini mengurangi kebutuhan pengguna untuk melakukan koreksi manual atau selalu menunggu sampel dingin ke suhu tertentu sebelum diukur.
Fitur Hold memungkinkan pembacaan dikunci sesaat. Hal ini berguna ketika pengguna perlu mengangkat alat dari sampel untuk mencatat angka di form atau memasukkannya ke tablet/HP. Di area yang sempit atau di dekat tangki tinggi, kemampuan untuk membawa angka “ikut” ke tempat lebih nyaman sangat membantu.
Elektroda yang dapat diganti (replaceable electrode module) juga merupakan nilai tambah. Ketika sensor mulai menunjukkan gejala kalibrasi sulit stabil atau nilai berfluktuasi, pengguna cukup melepas collar di bagian bawah, menarik elektroda lama, lalu memasang modul elektroda baru yang sesuai untuk seri ECscan10. Ini menghemat biaya dibanding mengganti satu unit baru.
Selain itu, ECscan10M memiliki indikator yang menampilkan jika pembacaan melampaui jangkauan alat. Jika nilai konduktivitas di luar 10–1999 µS/cm, layar akan menampilkan tanda tertentu sehingga pengguna tahu bahwa sampel terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk alat tersebut.
Integrasi Data dan Workflow QA/QC
ECscan10M tidak dilengkapi port USB atau koneksi langsung ke PC. Ia dirancang sebagai tester saku sederhana. Namun bukan berarti alat ini sulit diintegrasikan ke workflow QA/QC modern. Pendekatannya adalah integrasi berbasis prosedur dan form.
Di banyak plant, hasil konduktivitas dari ECscan10M dicatat pada lembar inspeksi harian atau langsung dimasukkan ke spreadsheet di laptop atau tablet. Di beberapa fasilitas, operator memotret tampilan layar menggunakan ponsel sebagai bukti tambahan, terutama untuk titik-titik kritis sebelum dan sesudah unit proses tertentu.
Kunci integrasinya terletak pada SOP:
-
Menetapkan jadwal pengukuran (mis. setiap 4 jam di titik raw water, intermediate, dan finished water).
-
Menentukan siapa yang bertanggung jawab melakukan pengukuran dan pencatatan.
-
Menyusun format form yang memuat tanggal, jam, nomor alat, nomor batch/lot, nilai konduktivitas, suhu, serta inisial operator.
Dengan cara ini, meskipun alat tidak “bicara” langsung ke sistem LIMS, data tetap terstruktur dan mudah ditelusuri saat audit. ECscan10M menjadi bagian dari mata rantai kontrol mutu yang sederhana, tetapi cukup kuat untuk kebutuhan banyak fasilitas skala kecil hingga menengah.
Spesifikasi Teknis ECscan10M
| Parameter | Nilai ECscan10M |
|---|---|
| Rentang konduktivitas | 10 hingga 1999 µS/cm |
| Resolusi konduktivitas | 1 µS/cm |
| Akurasi konduktivitas | ±1% dari full scale |
| Titik kalibrasi | 1 titik |
| Larutan standar kalibrasi | 1413 µS/cm KCl |
| Kompensasi suhu | 0–50 °C, otomatis |
| Rentang suhu | 0–50 °C |
| Resolusi suhu | 1 °C |
| Akurasi suhu | ±1 °C |
| Cell constant | K=1 (2-pole conductivity cell) |
| Rating perlindungan | IP54 |
| Display | LCD 21 × 21 mm |
| Catu daya | 3 × 1,5 V LR44 micro alkaline |
| Auto-off | 8 menit setelah tombol terakhir |
| Suhu operasi | 0–50 °C |
| Suhu penyimpanan | 0–60 °C |
| Kelembapan relatif | < 80% (non-kondensasi) |
| Dimensi | 185 (L) × 40 (Ø) mm |
| Berat | 100 g |
Secara praktis, rentang 10–1999 µS/cm dapat dibayangkan sebagai kisaran air yang sudah cukup bersih hingga air proses umum. Air minum biasanya berada di ratusan µS/cm, sementara air deminisasi yang baik dapat berada di puluhan µS/cm. Jika sampel menunjukkan nilai sangat mendekati 1999 µS/cm, itu menandakan larutan cukup kaya ion dan mungkin bukan lagi kategori air minum biasa. Untuk sampel seperti air laut atau larutan kimia terkonsentrasi, diperlukan alat dengan rentang mS/cm, bukan µS/cm.
Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Aplikasi
Untuk membantu pengguna, berikut gambaran hubungan rentang konduktivitas dan contoh aplikasi:
| Rentang Konduktivitas (µS/cm) | Contoh Aplikasi |
|---|---|
| 10–100 | Air demin / air proses bersih, lab riset |
| 100–500 | Air minum, air baku terolah |
| 500–1000 | Air tanah mineral, air bilasan ringan |
| 1000–1999 | Air proses industri, larutan nutrisi ringan |
ECscan10M paling optimal digunakan pada rentang tersebut. Jika rutin mengukur sampel dengan konduktivitas sangat rendah (<10 µS/cm) atau sangat tinggi (>2000 µS/cm), sebaiknya mempertimbangkan model lain dalam seri ECscan atau meter laboratorium dengan rentang lebih lebar.
Aksesori opsional yang dapat dipertimbangkan:
-
Larutan standar konduktivitas 1413 µS/cm (ECCS-1413).
-
Larutan standar lain (146,5 µS/cm, 12,88 mS/cm) bila memiliki beberapa model seri ECscan.
-
Modul elektroda pengganti E-ECscan-C1-100K untuk seri ECscan10.
Beberapa faktor yang memengaruhi hasil pengukuran:
-
Suhu sampel: walaupun ada ATC, sebaiknya hindari perbedaan suhu ekstrem antara sampel dan lingkungan.
-
Gelembung udara: pastikan tidak ada gelembung yang menempel pada slot elektroda.
-
Kebersihan sensor: endapan atau biofilm dapat mengganggu konduktivitas efektif di sekitar elektroda.
-
Kondisi larutan standar kalibrasi: selalu gunakan larutan segar, jangan mencelupkan sensor basah ke botol utama untuk menghindari kontaminasi.
Studi Kasus Penggunaan ECscan10M
Studi Kasus 1 – Pabrik Minuman: Mengurangi Downtime karena Air Proses
Sebuah pabrik minuman di Jawa Barat memiliki beberapa titik kontrol kualitas air: air baku, air hasil filtrasi, dan air hasil RO sebelum digunakan sebagai bahan baku minuman. Sebelumnya, konduktivitas hanya diukur di laboratorium dengan bench meter. Akibatnya, ketika terjadi penurunan kualitas RO, masalah baru diketahui beberapa jam kemudian, setelah beberapa batch minuman terlanjur diproduksi.
Setelah mengadopsi ECscan10M sebagai alat monitoring lapangan, operator utilitas diwajibkan melakukan pengukuran konduktivitas di outlet RO setiap dua jam. Prosesnya sederhana: sampel diambil di keran sampling, sensor dicelupkan, angka dicatat di form digital. Bila nilai melewati batas yang ditentukan, operator langsung memberi tahu tim maintenance dan produksi.
Dengan pendekatan ini, kejadian “batch harus dibuang karena air proses di luar spesifikasi” berkurang signifikan. Waktu henti akibat investigasi mutu juga turun, karena data historis konduktivitas lapangan dapat digunakan untuk menelusuri kapan masalah mulai muncul. Dalam simulasi perusahaan tersebut, downtime terkait isu air proses dapat ditekan sekitar 20% dibanding periode sebelumnya.
Studi Kasus 2 – Instalasi WWTP Industri: Monitoring Harian yang Lebih Rapi
Di sebuah WWTP industri makanan, tim lingkungan harus memantau kualitas air limbah di beberapa titik: inlet, outlet unit biologis, dan effluent akhir sebelum menuju saluran umum. Konduktivitas digunakan sebagai salah satu indikator beban garam dan perubahan komposisi limbah.
Sebelumnya, operator menggunakan satu alat konduktivitas tua yang sensornya sudah tidak bisa diganti. Alat tersebut sering bermasalah dan membutuhkan waktu lama untuk stabil. Ketika diganti dengan ECscan10M, operator langsung menyadari perbedaan: respon bacaan lebih cepat, dan alat terasa lebih ringan dibawa keliling plant.
Data konduktivitas dicatat dalam lembar inspeksi harian dan kemudian direkap ke lembar excel untuk pelaporan kepada manajemen dan regulator. Kombinasi antara pengukuran yang lebih cepat, kalibrasi yang mudah, dan elektroda yang bisa diganti membantu tim menjaga konsistensi data dan mengurangi keluhan tentang “alat macet” yang menghambat inspeksi.
Cara Menggunakan ECscan10M di Lapangan – Langkah Demi Langkah
Sebagai contoh, bayangkan penggunaan di WTP air minum yang memantau konduktivitas di raw water, setelah filtrasi, dan di air produk.
-
Persiapan
-
Pastikan baterai cukup dan alat dalam keadaan baik.
-
Lepas tutup pelindung sensor. Jika sensor tampak kering, rendam sebentar dalam air bersih.
-
Siapkan larutan standar 1413 µS/cm jika perlu kalibrasi.
-
-
Kalibrasi (disarankan mingguan atau sesuai SOP)
-
Bilas sensor dengan air deionisasi.
-
Celupkan ke larutan standar 1413 µS/cm yang segar.
-
Tekan dan tahan tombol Cal hingga layar menunjukkan mode kalibrasi.
-
Sesuaikan nilai tampilan dengan nilai nominal standar menggunakan tombol naik/turun.
-
Tekan Meas untuk menyimpan kalibrasi dan kembali ke mode pengukuran.
-
-
Pengukuran di titik sampling
-
Bilas sensor dengan sedikit sampel sebelumnya untuk mengondisikan sensor.
-
Celupkan sensor ke sampel, jangan melebihi batas yang dianjurkan dan jangan merendam seluruh badan alat.
-
Gerakkan perlahan untuk menghilangkan gelembung.
-
Tunggu hingga nilai stabil.
-
Tekan tombol Hold bila ingin mengunci bacaan, lalu catat nilai konduktivitas dan suhu di form.
-
-
Setelah pemakaian
-
Bilas sensor dengan air bersih untuk menghilangkan sisa sampel.
-
Keringkan bagian luar dan pasang kembali tutup pelindung.
-
Jika alat tidak akan digunakan jangka panjang, lepaskan baterai.
-
Dengan prosedur sederhana ini, operator dapat melakukan banyak titik pengukuran dalam satu shift tanpa beban kerja tambahan yang berarti.
Kesimpulan dan Rekomendasi
ECscan10M Pocket Conductivity Tester menawarkan kombinasi portabilitas, kesederhanaan, dan spesifikasi yang pas untuk banyak aplikasi pengukuran konduktivitas air pada rentang 10–1999 µS/cm. Dengan elektroda platinum-black yang dapat diganti, ATC, kalibrasi satu titik 1413 µS/cm, serta desain IP54 yang ringan, alat ini cocok sebagai “alat kerja” harian bagi operator QA/QC, teknisi WTP/WWTP, staf utilitas pabrik minuman, hingga asisten lab di kampus.
Bagi organisasi yang membutuhkan pengukuran cepat di lapangan dan tidak memerlukan koneksi langsung ke PC, ECscan10M adalah pilihan praktis. Jika ke depan dibutuhkan mode TDS, salinitas, atau pencatatan lebih kompleks, pengguna dapat mempertimbangkan seri ECscan20/30/40 yang lebih lengkap. Namun untuk banyak kebutuhan dasar kontrol kualitas air, ECscan10M sudah cukup untuk memberikan data konduktivitas yang andal dan mudah dipelihara.
FAQ Singkat
1. Seberapa sering ECscan10M perlu dikalibrasi?
Kalibrasi dapat dilakukan mingguan atau sesuai frekuensi penggunaan dan kebijakan QA/QC di fasilitas Anda. Jika alat digunakan sangat intens atau untuk pekerjaan regulasi, kalibrasi harian mungkin lebih tepat.
2. Apakah ECscan10M bisa digunakan untuk hidroponik?
Bisa, selama nilai konduktivitas larutan nutrisi berada dalam rentang 10–1999 µS/cm. Untuk larutan yang jauh lebih pekat, dibutuhkan alat dengan rentang mS/cm.
3. Apakah ECscan10M cocok untuk air laut?
Tidak ideal. Air laut memiliki konduktivitas puluhan ribu µS/cm, jauh di atas rentang maksimum 1999 µS/cm ECscan10M. Untuk air laut, gunakan konduktivitas meter dengan rentang salinitas tinggi.
4. Berapa lama masa pakai elektroda?
Masa pakai bergantung pada kondisi sampel dan perawatan. Dengan pembilasan rutin setelah pemakaian dan tidak menyentuh permukaan platinum-black, elektroda dapat bertahan lama. Jika kalibrasi sering gagal atau pembacaan tidak stabil, pertimbangkan mengganti modul elektroda.
5. Bisakah ECscan10M digunakan untuk validasi sistem farmasi?
Untuk beberapa tahap monitoring awal atau penggunaan non-kritis, ECscan10M bisa dimanfaatkan. Namun untuk validasi resmi yang memerlukan dokumentasi dan integrasi data ketat, biasanya digunakan sistem konduktivitas yang khusus dirancang untuk farmasi dengan sertifikasi dan jejak audit lebih lengkap.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium, instrumen proses, dan perangkat monitoring kualitas air, CV. Java Multi Mandiri memahami betul bahwa kontrol konduktivitas yang andal adalah fondasi bagi banyak proses penelitian dan produksi Anda. Kami melayani klien dari beragam sektor – WTP/WWTP, pabrik makanan dan minuman, kampus, farmasi, hingga industri kimia – dengan menyediakan instrumen terpercaya seperti ECscan10M Pocket Conductivity Tester serta perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda menjaga konsistensi mutu air, mengoptimalkan proses, dan memenuhi persyaratan regulasi. Jika Anda ingin meningkatkan keakuratan dan efisiensi pengujian konduktivitas di fasilitas Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Conductivity Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Alat Ukur pH / Konduktivitas / Salinitas / DO Meter AZ 86031
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur Konduktivitas Milwaukee MC745 PRO Controller Pump Kits
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur Konduktivitaas Milwaukee MC740 PRO Conductivity (EC) Controller & Pump Kit
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur dan Kontrol Konduktivitas Milwaukee MC311 PRO Conductivity (EC) Controller
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur pH, TDS, EC Meter AMTAST COM-300
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur Kualitas Air LUTRON YK22CTA
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur Multi Parameter Conductivity, TDS, Salinitas BANTE 540-S
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur Konduktivitas / TDS / NaCl Milwaukee MW170 MAX Logging Bench Meter
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Aritonang, A. P., Syech, R., & Tambunan, W. (2014). PENENTUAN KONDUKTIVITAS LISTRIK DAN KAJIAN KUALITAS AIR SUNGAI SIAK MENGGUNAKAN METODE JEMBATAN WHEATSTONE. JOM FMIPA, 1(2), 1–9. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/185483-ID-penentuan-konduktivitas-listrik-dan-kaji.pdf
- Izzati, T., Subarno, A. P. S., Patriansyah, R., & Nainggolan, V. (2019). ANALISA KUALITAS AIR TANAH DAERAH INDUSTRI DI BEKASI DAN KUALITAS AIR TANAH DAERAH PEMUKIMAN PENDUDUK DI DEPOK, JAWA BARAT, INDONESIA. Jurnal TeknoKris, 22(2), 79–82. Retrieved from https://jurnalteknik.unkris.ac.id/index.php/teknokris/article/download/98/93/358














