Di banyak fasilitas pengolahan air, teaching lab kampus, hingga pabrik makanan dan minuman, isu yang paling sering muncul bukan hanya soal “airnya bersih atau tidak”, tetapi seberapa konsisten kualitasnya dari waktu ke waktu. Teknisi QA/QC sering berhadapan dengan jadwal sampling yang padat, lokasi titik sampling yang tersebar, dan tuntutan dokumentasi data yang rapi. Di lapangan, mereka masih sering membawa sampel ke laboratorium hanya untuk mengukur konduktivitas atau TDS, padahal parameter ini sebenarnya bisa dicek langsung di lokasi. Hasilnya, proses jadi lambat, energi terbuang, dan kadang keputusan operasional tertunda.
Di instalasi WTP/WWTP misalnya, operator perlu tahu seberapa efektif proses koagulasi, filtrasi, atau aerasi. Perubahan kecil pada konduktivitas bisa mengindikasikan kebocoran air proses, pencampuran air baku yang tidak terkontrol, atau dosing kimia yang kurang tepat. Namun jika pengukuran baru dilakukan di lab beberapa jam kemudian, data sudah tidak merepresentasikan kondisi aktual di lapangan. Hal serupa juga terjadi pada budidaya ikan atau udang intensif; TDS dan konduktivitas membantu membaca keseimbangan mineral dan salinitas. Keterlambatan membaca parameter ini bisa berujung pada stres ikan, penurunan daya tahan, hingga kematian massal.
Di sisi lain, laboratorium farmasi, biotek, maupun F&B dituntut menghasilkan data yang konsisten untuk audit dan validasi. Instrumen besar di laboratorium biasanya sangat andal, tetapi tidak selalu praktis dibawa ke area produksi atau ke lokasi pemasok bahan baku. Tanpa alat portabel yang mumpuni, teknisi harus mengandalkan tes cepat yang kurang akurat atau mengandalkan asumsi berdasarkan pengalaman. Masalah lain yang muncul adalah ketidaksesuaian bacaan antar operator karena alat berbeda, kalibrasi tidak seragam, atau koreksi suhu diabaikan.
Semua ini berujung pada satu kebutuhan sederhana namun krusial: sebuah alat pocket-sized yang bisa dibawa ke mana saja, cukup kuat untuk kerja lapangan, tetapi tetap akurat dan mudah dikalibrasi sesuai standar laboratorium. Bagi banyak pengguna industri, pertanyaannya bukan lagi “perlu atau tidak”, tetapi “alat portabel mana yang cukup dapat dipercaya untuk dijadikan dasar keputusan proses?”. Di sinilah peran tester konduktivitas/TDS portabel seperti ECscan30 menjadi relevan, sebagai jembatan antara kepraktisan lapangan dan keandalan data laboratorium.
Konduktivitas, TDS, dan Teknologi Sensor di Balik ECscan30
Di balik tampilan sederhana sebuah pocket tester, terdapat teknologi pengukuran yang sebenarnya cukup menarik. ECscan30 menggunakan sel konduktivitas dua elektroda (2-pole conductivity cell) dengan konstanta sel K=1, yang dirancang untuk berbagai aplikasi air, mulai dari air dengan konduktivitas sangat rendah hingga larutan yang cukup konduktif. Dalam brosur resmi seri ECscan, tercatat bahwa rentang konduktivitas untuk ECscan20/30/40 berada pada 0–20,00; 200,0; 2000 µS/cm dan 20,00 mS/cm, dengan resolusi hingga 0,01 untuk rentang rendah dan akurasi ±1% dari full scale. Ini menunjukkan bahwa sensor tidak hanya dirancang untuk “sekadar tahu kira-kira”, tetapi cukup presisi untuk digunakan dalam pekerjaan QA/QC.
Prinsip kerjanya sendiri cukup mudah dipahami. Ketika elektroda dicelupkan ke dalam larutan, alat mengaplikasikan tegangan kecil dan mengukur arus yang mengalir di antara elektroda. Semakin tinggi konsentrasi ion terlarut, semakin besar arus yang mengalir, dan dari sini dihitung nilai konduktivitas. ECscan30 kemudian mengonversi nilai konduktivitas ini menjadi TDS (Total Dissolved Solids) menggunakan faktor konversi TDS (TDS factor) yang dapat diatur antara 0,1 hingga 1,0 dengan nilai default 0,5. Pengaturan ini penting karena komposisi ion di setiap jenis air berbeda; air limbah industri misalnya mungkin memerlukan faktor berbeda dibanding air minum atau nutrisi hidroponik.
Satu hal lain yang menjadi kunci dalam pengukuran konduktivitas adalah pengaruh suhu. Hampir semua larutan menunjukkan kenaikan konduktivitas saat suhu naik. ECscan30 sudah dilengkapi kompensasi suhu otomatis (automatic temperature compensation, ATC) dari 0–60°C dengan koefisien suhu 2%/°C dan referensi standar 25°C. Artinya, alat akan mengoreksi bacaan konduktivitas yang dipengaruhi perubahan suhu sehingga hasil yang Anda baca sudah disesuaikan ke 25°C (atau sesuai referensi). Bagi operator di lapangan yang bekerja di bawah sinar matahari atau di area proses panas, fitur ini sangat membantu agar tidak perlu menghitung koreksi manual.
Dibandingkan metode konvensional seperti titrasi untuk mengevaluasi kekerasan atau kandungan ion tertentu, pengukuran konduktivitas dan TDS menawarkan kecepatan dan kemudahan jauh lebih tinggi. Memang, konduktivitas tidak memberikan informasi spesifik ion apa yang ada, tetapi sangat berguna sebagai indikator umum perubahan kualitas air. Untuk kontrol proses (misalnya memantau pembilasan CIP, konsentrasi larutan elektrolit dalam plating, atau kualitas air umpan boiler), pendekatan berbasis konduktivitas jauh lebih praktis dan ekonomis. ECscan30 memanfaatkan seluruh prinsip ini dan membungkusnya dalam alat yang cukup kecil untuk dimasukkan ke saku jas lab atau rompi lapangan.
Mengapa ECscan30 Menonjol di Antara Pocket Tester Lain
Seri ECscan20/30/40 dirancang Bante Instruments sebagai lini pocket tester multirange yang tidak hanya mengukur konduktivitas, tetapi juga TDS dan, untuk model tertentu, salinitas. ECscan30 secara spesifik disebut sebagai model yang mengukur konduktivitas, TDS, dan suhu. Ini langsung menempatkannya sebagai alat yang relevan untuk banyak sektor: pengolahan air, akuakultur, hidroponik, hingga F&B yang memerlukan pemantauan padatan terlarut.
Keistimewaan utama ECscan30 terletak pada kombinasi tiga hal: jangkauan pengukuran yang luas, fleksibilitas kalibrasi, dan kenyamanan pemakaian di lapangan. Dari sisi jangkauan, alat ini mampu membaca konduktivitas dari air yang sangat murni hingga larutan proses yang cukup pekat, dengan rentang 0–20,00 µS/cm hingga 20,00 mS/cm dalam beberapa skala. Ini berarti satu alat bisa dipakai mulai dari pemantauan air RO, air minum, hingga larutan kimia proses yang lebih konduktif. Untuk TDS, rentangnya 0–10,00; 100,0; 1000 ppm dan 20,00 ppt, juga dengan akurasi ±1% full scale. Bagi pengguna yang sering berpindah aplikasi, fleksibilitas ini sangat bernilai.
Dari sisi kalibrasi, ECscan30 mendukung kalibrasi 1 sampai 3 titik, dengan pengenalan otomatis untuk standar 84 µS/cm, 1413 µS/cm, dan 12,88 mS/cm. Kombinasi ini memudahkan laboratorium yang sudah terbiasa dengan standar konduktivitas KCl tersebut. Pengguna dapat memilih hanya satu titik kalibrasi jika alat lebih sering dipakai di satu rentang, atau tiga titik untuk cakupan lebih luas. Mode kalibrasi multi-titik ini membuat kurva koreksi alat lebih linier dan meningkatkan keandalan bacaan di berbagai rentang.
Keunggulan lain yang sering dihargai oleh pengguna lapangan adalah adanya fitur auto-read endpoint yang secara otomatis mendeteksi saat nilai sudah stabil dan kemudian mengunci hasil. Tanpa fitur ini, operator harus menebak sendiri kapan bacaan sudah stabil, yang bisa memicu perbedaan hasil antar operator. ECscan30 juga menyediakan menu pengaturan yang memungkinkan pengguna mengubah faktor TDS, memilih unit suhu, serta mengatur auto-power off dan jumlah titik kalibrasi. Semua ini menjadikan ECscan30 bukan sekadar “alat praktis”, tetapi instrumen yang bisa disesuaikan dengan SOP masing-masing fasilitas.
Jika dibandingkan kompetitor sekelas, kombinasi rentang lebar, dukungan TDS, ATC yang luas, dan baterai isi ulang dengan durasi operasi sekitar 200 jam adalah kombinasi yang relatif jarang ditemukan di satu paket pocket tester. Bagi institusi yang harus membekali banyak teknisi dengan alat yang sama, ECscan30 menawarkan keseimbangan menarik antara harga, fitur, dan keandalan.
Desain dan Ergonomi untuk Mobilitas di Lab dan Lapangan
Secara fisik, ECscan30 mengadopsi bentuk “pena besar” dengan panjang sekitar 185 mm dan diameter 40 mm, serta bobot sekitar 120 g. Dimensi ini cukup kompak untuk disimpan di saku jas lab atau tas kecil, sekaligus masih nyaman digenggam saat digunakan berulang kali di lapangan. Bentuk silindris memanjang dengan bagian display yang sedikit melebar memudahkan posisi ibu jari untuk mengoperasikan tombol tanpa perlu menyesuaikan grip secara ekstrem.
Housing plastiknya dirancang untuk penggunaan umum di lingkungan laboratorium dan area proses. Walaupun brosur ECscan20/30/40 tidak menyebutkan secara eksplisit rating IP, desainnya sangat mirip dengan ECscan10 yang memiliki rating IP54, artinya tahan terhadap debu terbatas dan percikan air dari segala arah. Namun, karena pabrikan tidak secara jelas menuliskan IP rating khusus untuk ECscan30, secara formal sebaiknya pengguna menyatakan bahwa IP rating tidak disebutkan, dan memperlakukannya sebagai alat elektronik yang tetap perlu dijauhkan dari perendaman total atau semprotan tekanan tinggi. Pendekatan konservatif seperti ini selaras dengan praktik QA/QC yang berhati-hati.
Di bagian bawah, modul elektroda dapat dilepas-pasang. Brosur menyebutkan adanya elektroda konduktivitas tipe E-ECscan-C1-10K untuk ECscan10 dan E-ECscan-C1-100K untuk ECscan20/30/40. Ini berarti ketika sensor mulai aus, pengguna tidak perlu mengganti seluruh alat; cukup mengganti modul elektroda, sehingga biaya pemeliharaan jangka panjang menjadi lebih rendah. Untuk pengguna industri yang memiliki banyak unit, hal ini cukup signifikan mengurangi total cost of ownership.
Untuk catu daya, ECscan30 menggunakan baterai isi ulang 3,7 V dengan waktu operasi sekitar 200 jam penggunaan kontinu. Paket pembelian untuk ECscan20/30/40 sudah termasuk USB cable dan power adapter serta carrying case, sehingga pengguna tidak perlu membeli charger terpisah. Dalam praktik lapangan, ini berarti teknisi bisa mengisi daya di kantor, di laboratorium, atau bahkan di mobil layanan yang memiliki port USB. Fitur auto-power off yang aktif setelah 8 menit tanpa aktivitas juga membantu menghemat baterai jika pengguna lupa mematikan alat.
Untuk lingkungan operasi, ECscan30 dirancang bekerja pada suhu 0–50°C dan penyimpanan sampai 60°C, dengan pembacaan suhu sendiri hingga 60°C. Ini sudah mencakup mayoritas kondisi lapangan di Indonesia, mulai dari ruang produksi ber-AC hingga area proses terbuka. Kombinasi dimensi ergonomis, baterai isi ulang, dan modul elektroda yang dapat diganti membuat ECscan30 terasa seperti “alat kerja harian” yang ringan dibawa tetapi cukup tangguh untuk rotasi sampling yang padat.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
ECscan30 menggunakan layar LCD dua baris (dual-line) berukuran 21 × 21 mm. Format dua baris ini sangat membantu, karena pengguna dapat melihat nilai konduktivitas/TDS dan suhu secara bersamaan. Pada praktiknya, teknisi tidak perlu menekan tombol tambahan hanya untuk melihat suhu; ini penting terutama bagi yang ingin memastikan bahwa suhu sampel sudah cukup mendekati kondisi standar sebelum mencatat hasil.
Di bawah layar terdapat beberapa tombol dengan fungsi yang dibuat sesederhana mungkin: tombol untuk menghidupkan/mematikan dan masuk ke mode pengukuran, tombol untuk kalibrasi dan pengaturan, serta tombol navigasi untuk menaikkan/menurunkan nilai saat setting. Dari brosur kita tahu bahwa setup menu pada ECscan20/30/40 memungkinkan pengaturan jumlah titik kalibrasi, faktor TDS, unit suhu, auto-power off, dan parameter lain. Meski manual lengkap ECscan30 tidak terlampir, struktur menunya umumnya mengikuti pola pocket meter modern: tekan tahan tombol tertentu untuk masuk ke setup, lalu gunakan tombol panah untuk mengubah nilai.
Fitur hold dan auto-read bekerja sebagai “penjaga” agar pembacaan tetap konsisten. Auto-read endpoint akan mendeteksi stabilitas pembacaan dan otomatis mengunci nilai; sedangkan fungsi hold manual memungkinkan operator menekan tombol untuk membekukan bacaan saat dibutuhkan. Hal ini khususnya berguna ketika pengambilan data dilakukan di posisi yang agak sulit, misalnya mengukur air di bak besar atau sumur monitoring, di mana sulit untuk sekaligus memegang alat dan menulis angka.
Bagi banyak laboratorium pengajaran dan kampus, aspek kemudahan digunakan sering lebih penting daripada fitur canggih. Mahasiswa yang baru pertama kali memegang instrumen konduktivitas akan lebih cepat belajar apabila antarmukanya intuitif. ECscan30, dengan tampilan sederhana dan menu yang langsung ke inti (kalibrasi, pengaturan TDS factor, unit suhu), cocok untuk dijadikan alat praktikum di teaching lab yang ingin memperkenalkan konsep EC/TDS tanpa membuat mahasiswa “tenggelam” dalam pengaturan lanjutan.
Secara keseluruhan, pengalaman pengguna ECscan30 bisa diringkas sebagai berikut: nyalakan alat, bilas elektroda, celupkan ke sampel, tunggu indikator stabil (atau auto-read mengunci nilai), lalu catat hasil. Kesederhanaan alur ini mengurangi kemungkinan kesalahan operasi dan menjadikan alat dapat dipakai oleh berbagai level pengguna, mulai dari operator lapangan hingga peneliti senior.
Fitur Kunci ECscan30 yang Mendukung QA/QC Modern
Di era di mana audit dan validasi proses semakin ketat, fitur-fitur kecil pada alat ukur dapat berkontribusi besar pada efisiensi kerja. ECscan30, sebagai bagian dari seri ECscan20/30/40, membawa sejumlah fitur yang dirancang untuk mendukung workflow QA/QC modern. Brosur resmi menyebut beberapa fitur inti: multi-range conductivity tester dengan mode pengukuran TDS, kalibrasi 1–3 titik dengan pengenalan otomatis standar, kompensasi suhu otomatis, auto-read endpoint, menu pengaturan fleksibel, dan fungsi reset ke pengaturan pabrik.
Fitur auto-read endpoint sangat bermanfaat dalam mengurangi variasi antar operator. Tanpa fitur ini, satu teknisi mungkin mencatat data saat bacaan belum benar-benar stabil, sementara yang lain menunggu beberapa detik lebih lama. Auto-read bertindak seperti “asisten internal” yang memutuskan kapan data sudah cukup stabil untuk diabadikan. Bagi organisasi yang mengandalkan trending data untuk analisis proses atau kepatuhan regulasi, konsistensi seperti ini sangat penting.
Kalibrasi multi-titik dengan pengenalan otomatis standar 84 µS/cm, 1413 µS/cm, dan 12,88 mS/cm juga menjadi keunggulan. Dengan pengenalan otomatis, risiko salah memasukkan nilai kalibrasi berkurang, karena alat mengetahui standar mana yang sedang digunakan. Ini membantu terutama di fasilitas dengan banyak operator dan standar kalibrasi yang sama beredar di beberapa ruang. Ketika dikombinasikan dengan faktor TDS yang bisa disesuaikan (0,1–1,0), ECscan30 memberi keleluasaan bagi pengguna untuk menyesuaikan alat dengan karakteristik air masing-masing industri.
Fitur reset ke pengaturan pabrik juga layak diapresiasi. Dalam praktik, tidak jarang alat “diutak-atik” pengguna, entah untuk eksperimen atau ketidaksengajaan. Alih-alih kebingungan mencari pengaturan mana yang salah, teknisi cukup melakukan reset, dan alat kembali ke kondisi awal sebagaimana keluar dari pabrik. Ini menyingkat waktu troubleshooting dan mengurangi kebutuhan bantuan teknis eksternal.
Bagi sektor F&B dan farmasi yang berhadapan dengan audit, kemudahan menunjukkan prosedur kalibrasi yang jelas dan repeatable juga menjadi poin plus. ECscan30 mendukung hal ini dengan langkah kalibrasi yang relatif sedikit dan penggunaan standar larutan yang diakui luas. Pada akhirnya, fitur-fitur ini bukan sekadar “tambahan”, tetapi memang mendukung rutinitas harian: mempercepat sampling, memudahkan pelaporan, dan menjaga konsistensi data antartim.
Kontrol Eksternal dan Integrasi Sistem
Di banyak instrumen modern, kita sering berharap adanya kemampuan pencatatan otomatis dan ekspor data langsung ke komputer atau LIMS. Namun, penting untuk membedakan antara harapan dan informasi resmi pabrikan. Pada paket ECscan20/30/40, brosur menyebutkan bahwa di dalam kemasan sudah termasuk USB cable dan power adapter. Informasi ini mengisyaratkan bahwa ECscan30 menggunakan baterai isi ulang yang di-charge melalui USB. Akan tetapi, dokumen yang tersedia tidak secara eksplisit menyebut kemampuan transfer data ke PC atau software pendukung untuk logging.
Artinya, dari sisi integrasi sistem, ECscan30 lebih tepat diposisikan sebagai alat pengukuran portabel yang hasilnya kemudian dicatat secara manual ke lembar kerja, Excel, atau sistem LIMS yang digunakan organisasi. Untuk banyak aplikasi QA/QC rutin, pendekatan ini masih sepenuhnya memadai, terutama jika organisasi sudah memiliki template form standar. Kelebihan lain dari pencatatan manual adalah fleksibilitas; operator dapat sekaligus mencatat kondisi lokasi, nomor batch, jam sampling, hingga catatan visual seperti warna atau bau sampel.
Jika organisasi Anda sangat bergantung pada trending data otomatis, salah satu pendekatan praktis adalah mengkombinasikan ECscan30 dengan lembar kerja digital sederhana (misalnya spreadsheet di tablet atau laptop) yang diisi langsung setelah pembacaan. Dengan begitu, walaupun instrumen tidak mengirim data secara otomatis, alur kerja tetap relatif efisien dan mengurangi risiko salah tulis dibanding pencatatan di kertas lalu dipindah belakangan.
Karena spesifikasi resmi yang tersedia tidak menjelaskan format ekspor data atau protokol komunikasi apa pun, sebaiknya pengguna menganggap fungsi USB pada ECscan30 hanya untuk pengisian daya. Pendekatan konservatif ini sejalan dengan prinsip QA/QC: jangan mengklaim kapabilitas yang tidak tertulis resmi. Jika kebutuhan integrasi data sangat kritis, solusi yang tepat biasanya adalah mengombinasikan ECscan30 untuk pengecekan cepat di lapangan dengan benchtop meter yang memiliki fitur logging di laboratorium pusat.
Spesifikasi Teknis Lengkap ECscan30
| Parameter | Nilai / Rentang ECscan30 |
|---|---|
| Parameter ukur | Konduktivitas, TDS, suhu |
| Rentang konduktivitas | 0–20,00; 200,0; 2000 µS/cm; 20,00 mS/cm |
| Resolusi konduktivitas | 0,01; 0,1; 1 |
| Akurasi konduktivitas | ±1% dari full scale |
| Rentang TDS | 0–10,00; 100,0; 1000 ppm; 20,00 ppt |
| Resolusi TDS | 0,01; 0,1; 1 |
| Akurasi TDS | ±1% dari full scale |
| TDS factor | 0,1–1,0 (default 0,5) |
| Rentang suhu | 0–60°C (32–140°F) |
| Resolusi suhu | 0,1°C/°F |
| Akurasi suhu | ±1°C / ±1,8°F |
| Kalibrasi konduktivitas | 1–3 titik |
| Standar kalibrasi | 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm |
| Kompensasi suhu | 0–60°C otomatis, koefisien 2%/°C, referensi 25°C |
| Kalibrasi offset suhu | 1 titik, ±10°C |
| Konstanta sel | K=1 |
| Fungsi endpoint | Manual atau auto-lock |
| Auto power off | 8 menit setelah tidak ada tombol ditekan |
| Suhu operasi | 0–50°C |
| Display | LCD dua baris 21 × 21 mm |
| Catu daya | Baterai isi ulang 3,7 V |
| Lama pakai baterai | Sekitar 200 jam penggunaan kontinu |
| Dimensi | 185 (L) × 40 (Ø) mm |
| Berat | 120 g |
| Elektroda | 2-pole conductivity cell, dapat diganti (E-ECscan-C1-100K) |
Bagi pengguna baru, angka-angka di atas mungkin terasa abstrak. Cara mudah memahaminya: bayangkan rentang konduktivitas seperti skala penggaris. Di sisi kiri, nilai sangat kecil seperti 10–20 µS/cm bisa ditemui pada air hasil reverse osmosis yang sangat murni. Di tengah, sekitar ratusan hingga ribuan µS/cm adalah kisaran air minum, air proses umum, atau banyak aplikasi hidroponik. Di sisi kanan, mS/cm mencerminkan larutan dengan kandungan ion jauh lebih tinggi, misalnya larutan kimia proses, air limbah konsentrat, atau brine. Dengan ECscan30, satu alat bisa “membaca” seluruh bagian penggaris ini, sehingga teknisi tidak perlu membawa beberapa meter sekaligus.
Resolusi 0,01 µS/cm di rentang rendah ibarat memiliki lensa pembesar yang cukup tajam untuk melihat perubahan kecil, sementara akurasi ±1% full scale memastikan bahwa hasil bacaan berada dalam margin kesalahan yang dapat diterima untuk kebanyakan aplikasi industri dan riset. Sementara itu, TDS factor yang bisa diatur dapat dibayangkan seperti “konversi kurs” antara konduktivitas dan ppm; organisasi dapat menyesuaikan kurs ini sesuai karakter air yang mereka hadapi.
Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Rentang Pengukuran
Walaupun ECscan30 sudah cukup lengkap sebagai satu paket, pemilihan rentang dan standar kalibrasi yang tepat akan menentukan seberapa optimal alat ini bekerja di aplikasi tertentu. Tabel berikut memberikan panduan sederhana memilih rentang konduktivitas dan contoh aplikasinya.
| Rentang konduktivitas utama | Contoh aplikasi |
|---|---|
| 0–20,00 µS/cm | Air hasil RO/DI untuk farmasi, elektronik, laboratorium |
| 0–200,0 µS/cm | Air minum, air baku WTP, air boiler feed |
| 0–2000 µS/cm | Air proses umum, budidaya ikan air tawar, hidroponik |
| 0–20,00 mS/cm | Air limbah industri, larutan kimia proses, air payau |
Untuk kalibrasi, ECscan30 mendukung standar 84 µS/cm, 1413 µS/cm, dan 12,88 mS/cm. Pemilihan standar dapat disesuaikan dengan rentang pengukuran dominan:
-
Jika sebagian besar pengukuran berada di air murni/RO: fokus pada standar 84 µS/cm.
-
Untuk air minum dan proses umum: 1413 µS/cm biasanya paling relevan.
-
Untuk larutan proses atau air limbah dengan konduktivitas tinggi: tambahkan standar 12,88 mS/cm.
Daftar aksesoris yang relevan antara lain:
-
Elektroda pengganti E-ECscan-C1-100K untuk ECscan20/30/40.
-
Larutan standar konduktivitas (84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm) yang dapat digunakan lintas model ECscan.
Beberapa faktor lapangan yang kuat memengaruhi hasil pengukuran dan perlu diwaspadai:
-
Suhu sampel: meski sudah ada ATC, sebaiknya sampel diukur dalam kondisi suhu yang mendekati aplikasi nyata.
-
Kebersihan elektroda: kerak atau biofilm di permukaan sensor dapat menurunkan akurasi.
-
Gelembung udara: pastikan tidak ada gelembung yang menempel di sekitar sensor, terutama pada air yang sangat murni.
-
Waktu stabilisasi: biarkan alat beberapa detik sampai auto-read mengunci pembacaan untuk memastikan nilai stabil.
Dengan kombinasi pemilihan standar yang tepat dan perhatian pada faktor-faktor di atas, ECscan30 dapat memberikan data yang konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan baik untuk keperluan internal maupun audit eksternal.
Penerapan ECscan30 di Industri dan Lapangan
Untuk melihat bagaimana ECscan30 bekerja dalam konteks nyata, mari kita lihat dua skenario yang banyak dijumpai di Indonesia: instalasi pengolahan air limbah (WWTP) dan sistem budidaya/hidroponik.
Pada sebuah WWTP di kawasan industri, tim operasi sebelumnya mengandalkan satu unit bench-top conductivity meter di laboratorium untuk mengevaluasi kinerja unit netralisasi dan aerasi. Setiap kali ada keluhan bau atau warna di outlet, operator harus mengambil beberapa botol sampel dari berbagai titik, membawanya ke lab, lalu menunggu teknisi mengukur dan melaporkan hasil. Proses ini bisa memakan waktu 1–2 jam sebelum ada keputusan penyesuaian dosis kimia atau pengaturan ulang debit. Setelah beralih menggunakan beberapa unit ECscan30, operator dapat melakukan pengukuran langsung di tiap bak proses. Dengan auto-read endpoint dan rentang konduktivitas yang luas, mereka bisa dengan cepat membandingkan konduktivitas feed, mixed liquor, dan effluent. Dalam beberapa bulan, mereka melaporkan penurunan downtime sekitar 20% karena respon koreksi proses menjadi jauh lebih cepat—tidak lagi menunggu hasil lab untuk parameter yang sebenarnya bisa diukur di tempat.
Contoh lain datang dari sebuah usaha budidaya ikan air tawar dan sistem hidroponik yang digabung dalam satu area. Sebelumnya, pemilik menggunakan TDS meter sederhana tanpa kalibrasi yang jelas dan tanpa kompensasi suhu. Di siang hari, ketika suhu kolam naik, TDS yang terbaca ikut melonjak, membuat operator sering panik dan menambah atau mengurangi air tanpa dasar yang solid. Setelah mengganti alat dengan ECscan30 dan melakukan pelatihan singkat, mereka mulai menggunakan mode TDS dengan faktor konversi yang disesuaikan, sekaligus memantau suhu dan konduktivitas. Dengan auto-read dan akurasi ±1% full scale, mereka dapat menyusun profil harian kualitas air dan menyesuaikan pemberian pakan serta pergantian air secara lebih terukur. Hasilnya, tingkat kelangsungan hidup ikan meningkat dan konsumsi pakan menjadi lebih efisien.
Dua contoh ini memperlihatkan bahwa manfaat utama ECscan30 bukan sekadar “alatnya lebih canggih”, tetapi karena alat ini mempersingkat jarak antara pengukuran dan pengambilan keputusan. Dengan membawa kemampuan pengukuran konduktivitas dan TDS langsung ke titik proses, organisasi bisa mengurangi ketidakpastian dan bergerak lebih cepat ketika indikator kualitas air mulai menyimpang dari batas aman.
Panduan Langkah demi Langkah Menggunakan ECscan30 di Lapangan
Sebagai ilustrasi praktis, bayangkan Anda adalah teknisi kualitas air yang harus memantau kolam budidaya ikan dan saluran masuk air baku di sebuah fasilitas pengolahan air sederhana. Berikut panduan langkah demi langkah menggunakan ECscan30.
-
Persiapan awal
-
Pastikan baterai sudah terisi. Hubungkan ECscan30 ke power adapter melalui kabel USB sampai indikator baterai menunjukkan penuh.
-
Siapkan gelas sampling atau ember kecil jika titik pengukuran sulit dijangkau.
-
Bilas elektroda dengan air bersih atau air deionisasi untuk menghilangkan sisa sampel sebelumnya.
-
-
Kalibrasi (sebelum sampling harian)
-
Siapkan larutan standar yang sesuai dengan rentang pengukuran utama Anda, misalnya 1413 µS/cm untuk air kolam dan air baku.
-
Nyalakan ECscan30, masuk ke mode kalibrasi sesuai petunjuk manual; pilih 1–3 titik kalibrasi sesuai kebutuhan.
-
Celupkan elektroda ke larutan standar, pastikan tidak ada gelembung udara di sekitar sensor.
-
Tunggu sampai auto-read mengunci nilai, lalu simpan kalibrasi. Ulangi untuk standar lain jika menggunakan kalibrasi multi-titik.
-
-
Pengukuran di kolam budidaya
-
Ambil sampel air dari kedalaman yang cukup mewakili (bukan hanya permukaan).
-
Celupkan elektroda ECscan30 ke dalam sampel, goyangkan pelan untuk melepaskan gelembung.
-
Perhatikan tampilan layar: konduktivitas/TDS dan suhu akan muncul bersamaan.
-
Tunggu sampai auto-read mengunci pembacaan, lalu catat nilai dan kondisi lokasi (jam, cuaca, jumlah ikan, dll.) di form atau spreadsheet.
-
Bilas elektroda dengan air bersih sebelum pindah ke titik berikutnya.
-
-
Pengukuran air baku atau air masuk WTP kecil
-
Ulangi langkah yang sama untuk air di saluran masuk atau sumur.
-
Bandingkan nilai konduktivitas/TDS air baku dengan air di kolam; ini membantu memahami seberapa besar pengaruh evaporasi, pakan, dan proses lain terhadap kualitas air kolam.
-
-
Setelah selesai
-
Bilas elektroda dengan air bersih, lalu simpan alat dalam kondisi kering tetapi tidak terkena panas langsung.
-
Jika alat tidak akan dipakai dalam waktu agak lama, matikan dan simpan dalam carrying case yang disediakan.
-
Dengan mengikuti langkah-langkah ini secara konsisten, ECscan30 dapat menjadi bagian alami dari rutinitas pemantauan kualitas air. Pengukuran tidak lagi menjadi beban tambahan, melainkan alat bantu pemantau harian yang membantu mencegah masalah sebelum menjadi serius.
Kesimpulan dan Rekomendasi
ECscan30 menempati posisi menarik di antara instrumen pemantauan kualitas air. Ia menggabungkan tiga parameter penting—konduktivitas, TDS, dan suhu—dalam satu perangkat portabel yang ringan, menggunakan sensor 2-pole dengan rentang pengukuran luas, kalibrasi 1–3 titik, serta kompensasi suhu otomatis yang dirancang untuk kondisi lapangan yang dinamis. Fitur-fitur seperti auto-read endpoint, TDS factor yang dapat diatur, dan kemampuan reset ke pengaturan pabrik menjadikannya instrumen yang tidak hanya praktis, tetapi juga mudah ditata ulang mengikuti SOP QA/QC.
Bagi lab QA/QC, teaching lab kampus, dan fasilitas riset yang membutuhkan alat portabel untuk validasi cepat di titik proses, ECscan30 cocok dijadikan “perpanjangan tangan” dari benchtop meter di laboratorium. Di sektor pengolahan air (WTP/WWTP), alat ini memudahkan operator memantau perubahan kualitas di berbagai unit proses tanpa harus menunggu hasil lab. Untuk akuakultur, hidroponik, dan pertanian, kombinasi TDS dan suhu membantu menjaga keseimbangan nutrisi dan mineral secara lebih presisi. Sementara di industri makanan dan minuman, farmasi, dan kimia, ECscan30 dapat berperan sebagai alat verifikasi cepat untuk menjamin bahwa air proses dan cleaning memenuhi persyaratan internal.
Tentu, jika organisasi membutuhkan pencatatan data otomatis dan integrasi langsung ke LIMS, ECscan30 bukan satu-satunya jawaban; ia lebih tepat ditempatkan sebagai alat lapangan yang sederhana dan andal, sementara pencatatan digital dilakukan melalui form atau spreadsheet terpisah. Namun ketika dilihat dari sudut pandang keseimbangan fitur, ketahanan, dan kemudahan pemakaian, ECscan30 adalah pilihan rasional bagi banyak organisasi yang ingin menaikkan kualitas pemantauan air tanpa harus berinvestasi pada sistem online yang kompleks.
FAQ Singkat
-
Apakah ECscan30 bisa mengukur salinitas langsung?
-
Berdasarkan brosur seri ECscan, pengukuran salinitas tersedia pada model ECscan40, sementara ECscan30 mengukur konduktivitas, TDS, dan suhu.
-
-
Seberapa sering ECscan30 perlu dikalibrasi?
-
Frekuensi kalibrasi tergantung intensitas pemakaian dan persyaratan SOP. Untuk penggunaan rutin di QA/QC, kalibrasi harian atau sebelum setiap batch pengukuran penting, terutama jika berpindah rentang konduktivitas atau aplikasi.
-
-
Apakah ECscan30 bisa digunakan untuk air sangat murni (RO/DI)?
-
Ya, rentang konduktivitasnya mulai dari 0 µS/cm dan mendukung standar kalibrasi 84 µS/cm, sehingga cocok untuk memantau air RO/DI yang digunakan di farmasi, elektronik, atau laboratorium.
-
-
Apakah data dari ECscan30 dapat langsung dikirim ke komputer?
-
Dokumen resmi yang tersedia hanya menyebutkan adanya USB cable dan power adapter untuk pengisian daya, tanpa keterangan fitur transfer data. Karena itu, pencatatan biasanya dilakukan secara manual.
-
-
Kapan elektroda ECscan30 perlu diganti?
-
Jika hasil pengukuran mulai tidak stabil, sulit dikalibrasi, atau menunjukkan deviasi besar meski larutan standar baik, kemungkinan elektroda sudah aus atau kotor berat. Modul elektroda ECscan20/30/40 dapat diganti dengan tipe E-ECscan-C1-100K.
-
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan konduktivitas dan TDS dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti ECscan30 Pocket Conductivity/TDS Tester dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, memastikan kontrol yang konsisten, dan memenuhi standar tertinggi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemantauan kualitas air di utilitas maupun proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Conductivity Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Alat Ukur pH / Konduktivitas / Salinitas / DO Meter AZ 86031
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur Konduktivitas Milwaukee MC745 PRO Controller Pump Kits
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur Konduktivitaas Milwaukee MC740 PRO Conductivity (EC) Controller & Pump Kit
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur dan Kontrol Konduktivitas Milwaukee MC311 PRO Conductivity (EC) Controller
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur pH, TDS, EC Meter AMTAST COM-300
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur Kualitas Air LUTRON YK22CTA
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur Multi Parameter Conductivity, TDS, Salinitas BANTE 540-S
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur Konduktivitas / TDS / NaCl Milwaukee MW170 MAX Logging Bench Meter
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Irwan, F., & Afdal, A. (2016). Analisis hubungan konduktivitas listrik dengan Total Dissolved Solid (TDS) dan temperatur pada beberapa jenis air. Jurnal Fisika Unand, 5(1), 85–93. Retrieved from https://jfu.fmipa.unand.ac.id/index.php/jfu/article/view/192
- Toruan, P. L., Margareta, B., Jumarni, A., Pratiwi, S. S., & Atina, A. (2023). Pengaruh temperatur air terhadap konduktivitas dan Total Dissolved Solid. Jurnal Kumparan Fisika, 6(1), 11–16. Retrieved from https://ejournal.unib.ac.id/kumparan_fisika/article/view/26415














