Teknisi Indonesia mengukur konduktivitas dan salinitas air limbah industri menggunakan ECscan40 Pocket Conductivity/TDS/Salinity Tester di tepi bak pengolahan air.

ECscan40: Tester Konduktivitas/TDS/Salinitas Saku Untuk Kontrol Kualitas Air Di Lapangan

Daftar Isi

Di banyak laboratorium QA/QC, instalasi pengolahan air, hingga kolam budidaya ikan, persoalannya sering bukan “ada alat atau tidak”, tetapi seberapa cepat dan konsisten data bisa diperoleh. Di WTP/WWTP, teknisi perlu mengecek konduktivitas dan TDS air baku maupun air olahan, sering kali di beberapa titik sekaligus. Di pabrik minuman atau dairy, tim QA butuh memastikan air proses stabil sebelum menyentuh lini produksi. Sementara di budidaya ikan atau udang, perubahan salinitas dan TDS beberapa jam saja bisa berdampak pada stres dan mortalitas.

Masalahnya, banyak pengukuran masih mengandalkan sistem yang kurang praktis: sampel diambil, dibawa ke lab, diukur dengan bench meter. Proses ini menghabiskan waktu, membuka peluang kesalahan identifikasi sampel, dan kadang membuat hasil sudah “telat” ketika tindakan korektif baru bisa dilakukan. Untuk teaching lab, praktikum jadi lambat karena alat harus dipakai bergantian, sementara mahasiswa diminta memahami banyak parameter sekaligus.

Selain itu, ada juga tantangan teknis:

  • Ketidakstabilan pembacaan karena suhu sampel berbeda-beda.

  • Kesulitan menahan nilai akhir saat pengukuran di lokasi yang sempit atau di pinggir kolam.

  • Pengukuran salinitas yang masih mengandalkan perhitungan manual dari konduktivitas atau TDS.

  • Kebutuhan dokumentasi dan audit yang menuntut data rapi dan mudah dilacak.

Semua ini membuat kebutuhan akan alat ukur yang ringkas, mudah dibawa, tetapi tetap akurat dan bisa menangani beberapa parameter sekaligus menjadi sangat nyata. Di titik inilah ECscan40 Pocket Conductivity/TDS/Salinity Tester hadir sebagai solusi praktis: satu alat saku untuk mengukur konduktivitas, TDS, salinitas, dan suhu, langsung di titik pengambilan sampel tanpa harus kembali ke lab.

Teknologi Pengukuran EC, TDS, dan Salinitas: Dasar yang Kuat untuk Kontrol Proses

Secara prinsip, ECscan40 bekerja dengan mengukur daya hantar listrik (konduktivitas) larutan. Ion-ion terlarut seperti Na⁺, Cl⁻, Ca²⁺, Mg²⁺, dan berbagai ion lain akan membawa muatan ketika diberi medan listrik kecil di antara dua elektroda. Semakin banyak ion terlarut, semakin besar arus yang dapat mengalir, sehingga konduktivitas meningkat. ECscan40 menggunakan sel konduktivitas dua kutub dengan konstanta sel K=1, yang merupakan konfigurasi umum untuk pengukuran air dengan rentang konduktivitas luas.

Dari nilai konduktivitas inilah ECscan40 melakukan konversi ke TDS dan salinitas. Untuk TDS, alat menggunakan faktor konversi (TDS factor) yang dapat diatur dalam rentang 0,1–1,0 dengan nilai default 0,5. Ini penting karena jenis ion di air minum, air limbah industri, atau air laut tentu berbeda, sehingga hubungan EC–TDS tidak mutlak sama. Dengan TDS factor yang bisa diatur, pengguna bisa menyesuaikan dengan karakteristik air di proses masing-masing.

Salinitas pada ECscan40 diukur dalam satuan ppt (parts per thousand). Untuk aplikasi seperti budidaya ikan laut, tambak udang, atau intake air laut di industri, parameter salinitas sering lebih intuitif dibanding konduktivitas. ECscan40 menyediakan mode khusus salinitas dengan rentang 0,00–10,00 ppt dan resolusi 0,01 ppt.

Yang tidak kalah penting adalah kompensasi suhu otomatis (ATC). Konduktivitas sangat dipengaruhi suhu: kenaikan sekitar 1 °C dapat menaikkan EC sekitar 2%. ECscan40 dilengkapi kompensasi suhu otomatis 0–60 °C dengan koefisien 2%/°C dan referensi 25 °C. Artinya, alat akan mengoreksi pembacaan ke kondisi standar, sehingga data dari waktu dan lokasi berbeda tetap dapat dibandingkan.

Keunggulan pendekatan konduktivitas dibanding metode konvensional cukup jelas:

  • Pengukuran cepat, hanya perlu beberapa detik.

  • Metode non-destruktif, sampel tidak perlu direaksikan dengan reagen.

  • Cocok untuk pemantauan terus-menerus dan pengambilan tren jangka panjang.

  • Bisa dihubungkan dengan batas mutu regulasi (misalnya untuk air minum atau air proses) melalui TDS dan salinitas.

Untuk laboratorium, WTP/WWTP, hingga akuakultur, kombinasi EC–TDS–salinitas–suhu yang dihasilkan ECscan40 memberi gambaran menyeluruh tentang “kesehatan” air tanpa prosedur yang rumit.

ECscan40: Multimeter Saku yang Menggabungkan EC, TDS, dan Salinitas dalam Satu Alat

ECscan40 merupakan bagian dari seri ECscan20/30/40 yang dirancang sebagai pocket tester multi-range. Jika ECscan20 hanya mengukur konduktivitas dan suhu, dan ECscan30 menambahkan TDS, maka ECscan40 adalah varian paling lengkap dengan parameter konduktivitas, TDS, salinitas, dan suhu.

Seri ECscan20/30/40 memiliki beberapa fitur kunci:

  • Pengukuran multi-range konduktivitas dengan rentang gabungan 0–20,00 µS/cm, 200,0 µS/cm, 2000 µS/cm, hingga 20,00 mS/cm.

  • Mode TDS dan salinitas (khusus ECscan40) dalam satu perangkat.

  • Kalibrasi 1–3 titik dengan pengenalan otomatis larutan standar 84 µS/cm, 1413 µS/cm, dan 12,88 mS/cm.

  • Auto-read function yang secara otomatis mengunci nilai ketika pengukuran sudah stabil.

Dibandingkan pocket tester sederhana yang hanya mengukur 1 parameter, ECscan40 unggul karena:

  1. Mendukung lebih banyak jenis aplikasi: dari air minum (rentang µS/cm rendah) sampai air proses tinggi (mS/cm).

  2. Memberikan tiga cara pandang: EC untuk teknisi proses, TDS untuk QA air minum, dan salinitas untuk akuakultur dan intake air laut.

  3. Mengurangi jumlah alat yang harus dibawa di lapangan: cukup satu unit di saku, bukan tiga alat terpisah.

Dengan dukungan USB, power adapter, dan carrying case (paket ECscan20/30/40), ECscan40 jelas ditujukan bukan hanya sebagai alat “cadangan” di lapangan, tetapi sebagai bagian dari workflow pemantauan yang serius dan terstruktur.

Desain dan Ergonomi: Nyaman Digenggam, Siap Dibawa ke Mana-Mana

Secara fisik, ECscan40 mempertahankan desain khas seri ECscan: bodi memanjang dengan bagian atas berisi layar dan tombol, sementara bagian bawah merupakan modul elektroda yang dapat diganti. Dimensinya sekitar 185 mm panjang dan diameter 40 mm, dengan berat sekitar 120 g. Ukuran ini cukup kompak untuk dimasukkan ke saku jas lab atau tas kecil, tetapi masih cukup besar untuk digenggam mantap, bahkan ketika tangan menggunakan sarung tangan.

Material bodi dirancang untuk penggunaan industri ringan: plastik keras yang kuat namun ringan, dengan area pegangan yang tidak licin. Penutup elektroda di bagian bawah membantu melindungi sensor ketika tidak digunakan dan mencegah kerusakan mekanik saat alat dibawa-bawa.

Dari sisi ketahanan lingkungan, ECscan40 dirancang beroperasi pada suhu 0–50 °C dan kelembapan relatif di bawah 80% non-kondensasi, sehingga cocok untuk penggunaan di laboratorium ber-AC, ruang produksi, maupun area pengolahan air yang semi-outdoor. Rating IP tidak disebutkan secara spesifik di brosur, sehingga alat ini sebaiknya diperlakukan sebagai perangkat elektronik yang tahan percikan ringan, tetapi tidak untuk direndam penuh. Praktik terbaik: hindari air masuk ke bagian tombol dan penutup baterai/port USB.

Salah satu perbedaan penting dengan ECscan10 adalah sumber daya. ECscan10 menggunakan tiga baterai LR44, sedangkan ECscan20/30/40, termasuk ECscan40, memakai baterai isi ulang 3,7 V (kemungkinan lithium-ion) dengan lama pakai sekitar 200 jam penggunaan kontinu per pengisian. Ini sangat membantu untuk pengguna yang sering turun ke lapangan—tidak perlu terus-menerus mengganti baterai kancing kecil.

Beberapa saran penggunaan:

  • Untuk kerja lapangan intensif, biasakan mengisi daya di akhir hari, sehingga besok alat siap pakai.

  • Simpan alat di carrying case untuk melindungi layar dan modul elektroda ketika berpindah lokasi.

  • Hindari menyimpan di dalam mobil panas dalam waktu lama, karena suhu ekstrem dapat mempersingkat umur baterai dan sensor.

Dengan desain yang sederhana dan ergonomis, ECscan40 memberi keseimbangan antara portabilitas dan kenyamanan pengoperasian, sehingga cocok bagi teknisi lapangan, analis lab, maupun dosen yang menggunakannya dalam kegiatan praktikum luar ruang.

Antarmuka dan Pengalaman Pengguna: Layar Jelas, Navigasi Sederhana

ECscan40 dilengkapi layar LCD dua baris (dual-line) berukuran 21 × 21 mm. Konfigurasi dua baris ini memudahkan pengguna membaca parameter utama (misalnya konduktivitas atau TDS) dan suhu secara bersamaan, mengurangi kebutuhan menekan tombol hanya untuk melihat suhu sampel. Bagi operator yang bekerja cepat, ini sangat membantu: cukup satu pandangan untuk mendapatkan gambaran lengkap.

Tata letak tombol dibuat minimalis, umumnya meliputi:

  • Tombol pengukuran (Meas) untuk memulai atau kembali ke mode utama.

  • Tombol kalibrasi/setting.

  • Tombol panah (naik/turun) untuk mengubah nilai selama kalibrasi atau pengaturan.

  • Tombol fungsi khusus (misalnya untuk beralih mode EC/TDS/salinitas).

Meskipun brosur tidak merinci label setiap tombol satu per satu, pola antarmuka ini konsisten dengan seri ECscan10, yang menggunakan tombol Meas, Cal, dan tombol panah untuk navigasi menu dan kalibrasi.

Pengalaman menggunakan ECscan40 di lapangan relatif intuitif:

  1. Nyalakan alat dengan menekan tombol utama.

  2. Pilih mode (EC/TDS/salinitas) sesuai kebutuhan.

  3. Celupkan sensor ke sampel, aduk perlahan.

  4. Tunggu hingga indikator stabil atau fungsi Auto-Read mengunci pembacaan.

  5. Catat atau transfer hasil sesuai prosedur.

Fitur kualitas hidup lain yang membantu adalah fungsi auto-off setelah 8 menit tidak digunakan. Hal ini mencegah baterai habis karena alat lupa dimatikan saat sedang sibuk di lapangan. Kombinasi layar dua baris, tombol sederhana, dan fungsi otomatis membuat kurva belajar operator relatif singkat, baik untuk teknisi senior maupun mahasiswa yang baru pertama kali memegang tester konduktivitas.

Fitur Kunci yang Meningkatkan Efisiensi Pengukuran

Beberapa fitur ECscan40 memang dirancang spesifik untuk menjawab kebutuhan pengguna industri dan laboratorium:

  1. Auto-read (auto-lock endpoint)
    ECscan20/30/40 memiliki fungsi auto-read yang akan mendeteksi ketika pembacaan sudah stabil, kemudian mengunci nilai tersebut secara otomatis. Ini sangat berguna ketika pengukuran dilakukan di posisi sulit—misalnya di atas bak proses atau di pinggir kolam—karena operator tidak perlu menebak kapan angka “cukup stabil”.

  2. Multi-point calibration (1–3 titik)
    Dengan dukungan kalibrasi 1–3 titik menggunakan larutan standar 84 µS/cm, 1413 µS/cm, dan 12,88 mS/cm, ECscan40 dapat menutupi rentang pengukuran luas dengan akurasi yang baik di sekitar titik-titik tersebut. Untuk aplikasi air minum, biasanya 84 dan 1413 µS/cm sudah cukup, sementara untuk proses industri atau air limbah dengan konduktivitas tinggi, titik 12,88 mS/cm menjadi penting.

  3. TDS factor yang dapat diatur
    TDS factor 0,1–1,0 (default 0,5) memungkinkan pengguna mengadaptasi alat dengan jenis air tertentu. Misalnya, air permukaan dengan komposisi ion berbeda dengan air laut atau air limbah plating; pengaturan faktor ini membantu mendekatkan hasil TDS instrument dengan referensi gravimetri atau SOP internal.

  4. Fungsi reset ke setelan pabrik
    ECscan20/30/40 menyediakan fungsi reset untuk mengembalikan pengaturan ke kondisi awal jika terjadi salah setting di menu. Hal ini memudahkan QA ketika melakukan troubleshooting atau audit internal: jika ada keraguan, alat dapat dikembalikan ke konfigurasi standar dan dikalibrasi ulang.

  5. Auto-power off
    Auto-off 8 menit mengurangi risiko baterai habis saat alat tertinggal menyala, sekaligus mendukung kebijakan penghematan energi di pabrik.

  6. Elektroda yang dapat diganti
    ECscan series menggunakan modul elektroda yang dapat diganti. Brochure mencantumkan elektroda E-ECscan-C1-10K sebagai sel konduktivitas 2-pole yang cocok untuk ECscan20/30/40. Ketika performa menurun (kalibrasi sulit stabil atau pembacaan berfluktuasi), pengguna cukup mengganti modul, tanpa membeli seluruh alat baru.

Dari sudut pandang operasional, fitur-fitur ini berarti penghematan waktu di lapangan, peningkatan konsistensi data, dan pengurangan biaya kepemilikan jangka panjang.

Integrasi Sistem dan Transfer Data: Dari Lapangan ke LIMS

Salah satu keunggulan paket ECscan20/30/40 adalah tersedianya kabel USB dan adaptor daya dalam paket penjualan. Ini membuka peluang integrasi yang lebih baik dengan sistem dokumentasi dan pelaporan di laboratorium maupun pabrik.

Walaupun brosur tidak merinci format file yang digunakan, pola umum pada instrumen sejenis adalah:

  • Data dapat ditarik ke PC melalui kabel USB.

  • Software pendukung memungkinkan ekspor ke format yang kompatibel dengan Excel atau CSV.

  • Selanjutnya file tersebut bisa diimpor ke LIMS (Laboratory Information Management System) atau sistem pelaporan internal perusahaan.

Bagi QA/QC, kemampuan ini berarti:

  • Tren konduktivitas/TDS/salinitas di beberapa titik monitoring dapat dianalisis dengan cepat.

  • Audit eksternal menjadi lebih mudah karena data historis tersimpan rapi.

  • Bisa dibuat alarm atau batas kontrol berdasarkan data jangka panjang.

Untuk teaching lab di kampus, integrasi data memudahkan dosen memberikan tugas analisis data nyata: mahasiswa tidak hanya mengukur, tetapi juga belajar mengolah tren, menghitung ketidakpastian, dan membandingkan dengan standar mutu.

Spesifikasi Teknis ECscan40

Parameter ECscan40 Pocket Tester
Parameter terukur Konduktivitas (EC), TDS, salinitas, suhu
Rentang konduktivitas 0–20,00; 200,0; 2000 µS/cm; 20,00 mS/cm
Resolusi konduktivitas 0,01; 0,1; 1 (bergantung range)
Akurasi konduktivitas ±1% F.S.
Titik kalibrasi konduktivitas 1–3 titik
Larutan standar konduktivitas 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm
Rentang TDS 0–10,00; 100,0; 1000 ppm; 20,00 ppt
Resolusi TDS 0,01; 0,1; 1
Akurasi TDS ±1% F.S.
Faktor TDS 0,1–1,0 (default 0,5)
Rentang salinitas 0,00–10,00 ppt
Resolusi salinitas 0,01
Akurasi salinitas ±1% F.S.
Rentang suhu 0–60 °C / 32–140 °F
Resolusi suhu 0,1 °C/°F
Akurasi suhu ±1 °C / ±1,8 °F
Kalibrasi offset suhu 1 titik, ±10 °C
Kompensasi suhu Otomatis, 0–60 °C
Koefisien suhu 2%/°C, referensi 25 °C
Konstanta sel K = 1 (2-pole conductivity cell)
Fungsi hold / endpoint Manual atau auto-lock
Auto-off 8 menit setelah tombol terakhir ditekan
Suhu operasi 0–50 °C
Display Dual-line LCD 21 × 21 mm
Sumber daya Baterai isi ulang 3,7 V
Lama pakai baterai ±200 jam penggunaan kontinu
Dimensi 185 (L) × 40 (Ø) mm
Berat ±120 g

Penjelasan sederhana: kombinasi rentang 0–20,00 µS/cm sampai 20,00 mS/cm membuat ECscan40 cukup fleksibel untuk air yang sangat murni (air demin) hingga air proses yang cukup pekat. Akurasi ±1% F.S. berarti untuk range 0–2000 µS/cm, kesalahan maksimum sekitar 20 µS/cm—sudah memadai untuk sebagian besar aplikasi QA/QC air dan proses. Untuk pengguna baru, cukup bayangkan ECscan40 sebagai “alat ukur kepekatan ion terlarut” yang bisa menampilkan dalam satuan berbeda (µS/cm, ppm, ppt) agar lebih mudah diinterpretasi sesuai kebutuhan industri atau budidaya.

Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Rentang Pengukuran

Seri ECscan menyediakan elektroda konduktivitas yang dapat diganti. Untuk ECscan20/30/40:

  • E-ECscan-C1-10K: sel konduktivitas 2-pole yang cocok untuk ECscan20/30/40.

Sementara itu, manual ECscan10 menyebutkan beberapa larutan standar 146,5 µS/cm, 1413 µS/cm, dan 12,88 mS/cm serta sel konduktivitas 2-pole E-ECscan-C1-100K yang digunakan untuk model ECscan10.

Untuk membantu pengguna, berikut contoh pemilihan rentang:

Rentang EC/TDS (perkiraan) Contoh aplikasi
0–50 µS/cm Air demin, air umpan boiler
50–500 µS/cm Air minum, air proses F&B, RO permeate
0,5–5 mS/cm Air limbah domestik, mixing nutrisi hidroponik
5–20 mS/cm Larutan proses kimia, plating bath, air laut

Daftar aksesori yang umum digunakan bersama ECscan40:

  • Larutan standar konduktivitas 84 µS/cm, 1413 µS/cm, 12,88 mS/cm.

  • Botol sampling kecil untuk pengambilan contoh di titik sulit.

  • Carrying case dan botol pembilas (rinsing bottle) untuk memudahkan pembersihan sensor di lapangan.

Beberapa faktor yang memengaruhi hasil pengukuran:

  • Suhu sampel: meski ada ATC, perubahan suhu ekstrem dapat memengaruhi stabilitas pembacaan.

  • Gelembung udara di sekitar elektroda: pastikan sensor terendam penuh dan diaduk perlahan.

  • Kontaminasi sensor: deposit kotoran atau biofilm pada sensor dapat mengubah respons, sehingga pembersihan rutin penting.

  • Larutan kalibrasi yang sudah lama terbuka: gunakan larutan standar segar dan tutup kembali rapat setelah digunakan.

Dengan memilih aksesori yang tepat dan mengelola faktor-faktor tersebut, ECscan40 dapat memberikan hasil yang konsisten dan dapat diandalkan dalam jangka panjang.

Penerapan Nyata ECscan40: Contoh di Industri dan Lapangan

1. Pengolahan Air Limbah Industri: Mengurangi Downtime 20%

Bayangkan sebuah WWTP di dalam kompleks pabrik kimia. Sebelum memakai ECscan40, teknisi harus mengambil sampel dari beberapa bak (equalization tank, aeration tank, clarifier) lalu membawanya ke lab untuk diuji dengan bench meter. Proses ini memakan waktu 30–45 menit sebelum nilai konduktivitas dan TDS di seluruh lini diketahui. Ketika terjadi lonjakan beban polutan dari proses produksi, reaksi operator sering terlambat, sehingga aeration overload dan terjadi foaming berlebihan—artinya downtime dan pembersihan ekstra.

Setelah mengadopsi ECscan40, tim membuat prosedur baru: teknisi melakukan tur rutin ke setiap titik sampling dengan tester saku ini, langsung mengukur EC, TDS, dan suhu. Data dicatat dan secara berkala diunduh ke PC untuk dibuat tren. Dalam beberapa minggu, mereka mulai melihat pola, misalnya kenaikan EC tertentu di equalization tank selalu diikuti masalah di aeration 2–3 jam kemudian. Dengan informasi ini, operator mengatur aliran dan penambahan nutrisi mikroba lebih cepat, sehingga insiden overload aeration berkurang.

Secara internal, tim memperkirakan downtime yang terkait dengan masalah aeration turun sekitar 20%, sementara pemakaian bahan kimia korektif juga menurun karena tindakan pencegahan bisa dilakukan lebih awal.

2. Akuakultur dan Hatchery: Menjaga Salinitas Stabil untuk Kesehatan Ikan

Di hatchery ikan laut dan udang, stabilitas salinitas sangat kritis. Sebelum memakai ECscan40, pengelola sering mengandalkan refraktometer saja, sementara perubahan TDS dan konduktivitas kurang dipantau. Padahal, peningkatan TDS bisa menandakan akumulasi limbah metabolik atau sisa pakan yang berpotensi menurunkan kualitas air meskipun salinitas terukur tampak “normal”.

Dengan ECscan40, teknisi hatchery rutin mengukur tiga parameter sekaligus: EC, TDS, dan salinitas di berbagai bak pemeliharaan. Ketika salinitas tetap di angka target (misalnya 25–30 ppt) tetapi TDS dan EC perlahan naik, mereka tahu bahwa terjadi akumulasi zat terlarut lain yang perlu diatasi dengan pergantian air atau peningkatan filtrasi. Informasi suhu yang selalu tampil bersama parameter lain membantu memastikan bahwa perubahan bukan hanya karena fluktuasi temperatur.

Dalam beberapa siklus produksi, hatchery melihat peningkatan survival rate larva dan benih, serta penurunan insiden stres osmotik setelah proses aklimatisasi. Data yang terkumpul juga menjadi bahan diskusi antara teknisi dan konsultan nutrisi/lingkungan untuk menyusun SOP yang lebih presisi.

Panduan Langkah demi Langkah Menggunakan ECscan40 di Budidaya Ikan

Sebagai contoh, misalkan Anda operator di tambak udang intensif yang ingin memantau salinitas dan TDS di beberapa kolam:

  1. Persiapan awal

    • Pastikan ECscan40 sudah terisi penuh dan bersih.

    • Siapkan air aquades atau air RO dalam botol kecil untuk membilas sensor antara satu kolam dan kolam lain.

    • Siapkan buku catatan atau aplikasi pencatatan jika belum menggunakan transfer data ke PC.

  2. Nyalakan alat dan pilih mode

    • Tekan tombol power/Meas untuk menyalakan ECscan40.

    • Pilih mode salinitas jika fokus utama adalah salinitas, atau EC/TDS jika ingin melihat kecenderungan total zat terlarut.

  3. Pengambilan sampel

    • Ambil sampel air sekitar 20–30 cm di bawah permukaan di titik yang mewakili kolam (hindari area dekat inlet langsung).

    • Celupkan sensor ECscan40 ke sampel, pastikan seluruh bagian sensor terendam.

  4. Menunggu stabil dan membaca hasil

    • Goyangkan atau aduk pelan alat untuk menghilangkan gelembung udara.

    • Tunggu sampai angka stabil; jika fungsi Auto-Read aktif, alat akan mengunci pembacaan otomatis.

    • Catat nilai salinitas, EC/TDS, dan suhu.

  5. Bilas dan pindah ke titik berikutnya

    • Bilas sensor dengan air bersih/aquades untuk menghindari kontaminasi silang antar kolam.

    • Ulangi langkah pengukuran untuk setiap kolam atau titik kontrol.

  6. Setelah selesai

    • Bilas sensor, keringkan bagian luar, pasang kembali penutup.

    • Jika perlu, sambungkan ke PC untuk memindahkan data dan membuat grafik tren harian.

Dengan pola kerja seperti ini, pengelola tambak dapat:

  • Melihat keterkaitan antara perubahan salinitas/TDS dengan kondisi kesehatan udang.

  • Menentukan kapan waktu terbaik untuk penggantian air.

  • Mengidentifikasi kolam yang mulai menunjukkan tren “bermasalah” lebih awal.

Kesimpulan dan Rekomendasi

ECscan40 Pocket Conductivity/TDS/Salinity Tester adalah alat ukur saku yang menggabungkan empat parameter penting kualitas air—konduktivitas, TDS, salinitas, dan suhu—dalam satu perangkat portabel. Mengandalkan sel konduktivitas K=1, kompensasi suhu otomatis, dan kalibrasi multi-titik, alat ini sanggup menangani berbagai jenis sampel mulai dari air minum, air limbah, air proses industri, hingga media budidaya ikan dan hidroponik.

Bagi laboratorium QA/QC, ECscan40 membantu mempercepat inspeksi lapangan dan mengurangi ketergantungan pada bench meter untuk pemeriksaan rutin. Di WTP/WWTP, alat ini memberi data cepat di titik-titik kritis sehingga tindakan korektif bisa dilakukan sebelum masalah menjadi besar. Di sektor akuakultur dan pertanian, kombinasi salinitas–TDS–suhu yang praktis membantu menjaga lingkungan budidaya tetap dalam zona aman.

ECscan40 sangat cocok untuk:

  • Laboratorium pengujian, teaching lab, dan riset yang membutuhkan alat lapangan serbaguna.

  • Industri makanan dan minuman, farmasi, bioteknologi, serta kimia yang memerlukan monitoring kualitas air proses.

  • Operator WTP/WWTP dan penyedia jasa pengolahan air.

  • Pelaku usaha akuakultur dan hidroponik yang ingin memantau kualitas air secara cepat dan konsisten.

Jika kebutuhan Anda melibatkan lebih sedikit parameter (misalnya hanya EC dan suhu), model ECscan20 mungkin sudah cukup. Namun, jika Anda menginginkan fleksibilitas penuh untuk berbagai jenis aplikasi dan ingin mengurangi jumlah alat yang harus dibawa, ECscan40 adalah pilihan yang lebih strategis.

FAQ Singkat tentang ECscan40

  1. Apakah ECscan40 bisa digunakan untuk air minum dan air limbah sekaligus?
    Ya, rentang konduktivitasnya yang luas (hingga 20,00 mS/cm) memungkinkan pengukuran air minum berkonduktivitas rendah hingga air limbah dan air proses dengan konduktivitas tinggi.

  2. Seberapa sering ECscan40 perlu dikalibrasi?
    Frekuensi kalibrasi bergantung pada intensitas pemakaian dan tuntutan akurasi, tetapi secara umum disarankan minimal sebulan sekali atau setiap kali akan digunakan untuk pengukuran kritis.

  3. Apakah elektroda ECscan40 bisa diganti sendiri?
    Bisa. Modul elektroda dirancang replaceable. Pengguna cukup memutar bagian bawah, mengganti modul, lalu mengencangkannya kembali sebelum melakukan kalibrasi ulang.

  4. Apakah ECscan40 tahan air?
    Alat ini dirancang tahan percikan dan untuk penggunaan di lingkungan lembap, tetapi tidak untuk direndam seluruhnya. Hindari masuknya air ke bagian tombol dan port USB.

  5. Apakah ECscan40 cocok untuk praktikum mahasiswa?
    Sangat cocok, karena bentuknya ringkas, antarmuka sederhana, dan dapat menampilkan beberapa parameter sekaligus, sehingga mahasiswa dapat belajar hubungan antara EC, TDS, salinitas, dan suhu dalam satu alat.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan konduktivitas, TDS, dan salinitas dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti ECscan40 Pocket Conductivity/TDS/Salinity Tester dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, memastikan proses yang konsisten, dan memenuhi standar regulasi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemantauan kualitas air pada utilitas, proses produksi, maupun budidaya, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Conductivity Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.