Dalam beberapa tahun terakhir, hidrogen semakin sering dijumpai di banyak fasilitas: dari laboratorium riset fuel cell, ruang analisis gas kromatografi, sampai instalasi pengolahan air yang menggunakan elektrolisis. Di sisi lain, sifat hidrogen yang sangat mudah terbakar dan tidak berbau membuatnya jauh lebih sulit dikenali tanpa bantuan instrumen. Kebocoran kecil pun bisa cepat membentuk campuran eksplosif di ruangan tertutup. Di sinilah masalah muncul bagi tim QA/QC, teknisi utilitas, dan petugas K3.
Dalam praktik sehari-hari, operator sering hanya mengandalkan ventilasi dan prosedur rutin. Namun tanpa detektor gas yang reliabel, sulit menjawab pertanyaan sederhana: “Apakah ruangan ini benar-benar aman sebelum saya mulai bekerja?” Bagi laboratorium, kesalahan membaca konsentrasi hidrogen bisa berarti kerusakan instrumen mahal, data uji yang diragukan, hingga insiden keselamatan yang berujung downtime. Di pabrik kimia atau instalasi pengolahan air, berhenti produksi beberapa jam saja dapat menimbulkan biaya operasional yang tidak kecil, belum lagi risiko terhadap pekerja.
Tantangan lain adalah konsistensi dokumentasi. Banyak audit internal maupun eksternal kini menanyakan bukti pemantauan gas berbahaya secara rutin. Jika deteksi masih dilakukan dengan metode manual tanpa rekaman data yang rapi, tim QA/QC akan kewalahan ketika harus menelusuri tren, membuat laporan, atau menjawab pertanyaan auditor. Secara praktis, para pengguna memerlukan detektor hidrogen yang:
-
Portabel dan cukup ringan untuk dibawa sepanjang shift.
-
Tahan lingkungan industri yang berdebu dan lembap.
-
Memberikan alarm yang jelas meski area bising.
-
Mampu menyimpan data dan mudah diunduh untuk analisis.
-
Memenuhi standar keselamatan area berpotensi ledakan (Ex zone).
Air Quality Meter Gasman-H2 “Hydrogen” dirancang persis untuk menjawab kombinasi kebutuhan tersebut.
Prinsip Kerja Detektor Gas pada Gasman-H2
Sensor gas dan konsep ppm
Gasman-H2 menggunakan sensor gas khusus hidrogen dengan rentang pengukuran 0–1000 ppm dan setelan alarm standar pada 100 ppm (nilai dapat disesuaikan melalui konfigurasi). Satuan ppm (parts per million) secara sederhana menggambarkan berapa banyak molekul hidrogen dibandingkan satu juta molekul udara. Misalnya, 100 ppm berarti ada sekitar 100 bagian hidrogen dalam satu juta bagian udara.
Sensor yang digunakan bekerja dengan prinsip elektrokimia atau katalitik tergantung jenis gas. Untuk hidrogen, sensor mendeteksi perubahan sifat kimia atau panas ketika molekul hidrogen teroksidasi pada permukaan sensor. Perubahan ini diubah menjadi sinyal listrik yang kemudian dikonversi oleh elektronik internal menjadi nilai konsentrasi gas yang ditampilkan pada layar.
Waktu respons tipikal sensor untuk gas berbahaya (toxic gases) dalam seri ini berada di kisaran 20 detik (T90), artinya dalam 20 detik setelah terekspos gas, pembacaan sudah mencapai 90% dari nilai akhir. Untuk aplikasi keselamatan, respons seperti ini cukup cepat untuk memberikan peringatan sebelum konsentrasi mencapai taraf berbahaya.
Sistem alarm multi-mode
Begitu konsentrasi hidrogen melampaui batas alarm yang telah diatur, Gasman-H2 memicu tiga jenis alarm secara simultan:
-
Alarm akustik dengan intensitas sekitar 85 dB pada jarak 1 meter dengan nada yang dapat diatur.
-
Alarm optik berupa LED merah yang berkedip jelas dan indikator LED hijau berkedip pelan sebagai tanda alat berfungsi.
-
Alarm getar (vibration alarm) yang sangat berguna di lingkungan bising atau saat alat dipakai di badan.
Kombinasi ketiganya memastikan operator menyadari kondisi bahaya meskipun memakai pelindung telinga, bekerja di area mesin bising, atau sedang bergerak.
Teknologi sensor yang stabil, digabung dengan sistem alarm berlapis dan sertifikasi ATEX untuk area berpotensi ledakan, membuat Gasman-H2 cocok sebagai bagian dari strategi keselamatan jangka panjang di berbagai fasilitas.
Sekilas tentang Air Quality Meter Gasman-H2 “Hydrogen”
Gasman-H2 adalah varian khusus hidrogen dari seri Air Quality Meter Gasman yang dirancang untuk proteksi personal terhadap gas tertentu—baik gas mudah terbakar maupun gas toksik. Untuk varian hidrogen, rentang pengukurannya 0–1000 ppm dengan alarm standar pada 100 ppm. Alat ini dirancang bukan hanya untuk memberi tahu “ada gas” tetapi juga menampilkan nilai konsentrasi secara kuantitatif sehingga berguna untuk investigasi dan dokumentasi.
Salah satu keunggulan utama seri Gasman adalah fleksibilitas sensor. Pengguna dapat memilih dari 12 jenis sensor standar: metana (CH4) sebagai gas mudah terbakar, oksigen (O2), berbagai gas toksik seperti H2S, CO, SO2, Cl2, NO2, PH3, NH3, plus hidrogen (H2) dan ozon (O3). Sensor ini dapat ditukar sesuai kebutuhan aplikasi, sehingga investasi tidak terkunci pada satu jenis gas saja.
Gasman-H2 juga menawarkan fungsi datalogger opsional yang mampu menyimpan hingga 900 jam data dengan interval pengukuran mulai dari 1 menit, tergantung konsentrasi gas. Data ini dapat ditransfer ke komputer melalui stasiun pengisian dan software Windows untuk analisis grafis atau tabel.
Beberapa poin yang membuat Gasman-H2 menarik dibanding detektor gas portabel lain di kelasnya:
-
Sudah memiliki sertifikasi ATEX II 1G EEx ia IIC T4 (untuk gas toksik dan O2) serta ATEX II 2G EEx ia d IIC T4 (untuk gas mudah terbakar), sehingga aman digunakan di Ex-zone.
-
Housing yang robust dengan perlindungan debu dan air IP65/67.
-
Alarm tiga mode (suara, LED, getar) yang dirancang untuk kondisi lapangan yang menantang.
-
Dapat dikalibrasi dan disertifikasi sesuai standar DIN ISO—penting untuk laboratorium QA/QC dan fasilitas yang sering diaudit.
-
Opsi software untuk set-up limit alarm, konfigurasi logger, serta ekspor data ke program lain.
Bagi laboratorium dan industri yang mulai banyak berhubungan dengan hidrogen, kombinasi fitur tersebut memberikan paket yang cukup lengkap: deteksi, dokumentasi, dan kepatuhan.
Desain Fisik dan Ergonomi untuk Pekerja Lapangan
Secara fisik, Gasman-H2 dirancang sebagai detektor personal yang ringkas dan ringan. Dimensinya sekitar 90 mm x 48 mm x 24 mm (sekitar 3,5 x 1,9 x 0,94 inci) dengan berat maksimum 130 gram termasuk baterai. Dengan ukuran sekompak ini, alat mudah dijepitkan pada saku, sabuk, atau kerah baju menggunakan mounting clip yang disertakan dalam paket.
Housing-nya kokoh dan dirancang untuk lingkungan kasar. Perlindungan IP65/67 menunjukkan bahwa alat ini:
-
Tahan debu sepenuhnya (IP6x).
-
Mampu menahan semprotan air bertekanan dan bahkan perendaman singkat (IPx7), sangat berguna di area pengolahan air, WWTP, maupun pabrik kimia yang sering melakukan pencucian lantai dan peralatan.
Pada sisi depan, terdapat layar LCD dengan backlight dan beberapa tombol operasi yang relatif sedikit sehingga memudahkan penggunaan oleh operator yang baru pertama kali memegang alat. Penempatan sensor di bagian atas atau samping memungkinkan aliran udara yang baik saat alat dikenakan di badan.
Untuk catu daya, Gasman menggunakan dua sel nickel-metal hydride (NiMH) yang dapat diisi ulang. Untuk varian gas toksik dan oksigen, umur baterai tipikal sekitar 1 tahun dalam kondisi pemakaian normal dengan siklus pengisian rutin, sementara durasi operasi per pengisian berada di kisaran 8–10 jam—cukup untuk satu shift kerja penuh. Pengisian dilakukan melalui stasiun pengisian kombinasi yang sekaligus berfungsi sebagai antarmuka data ke PC.
Kondisi lingkungan operasi cukup lebar: suhu −20 °C hingga +55 °C dengan kelembapan relatif 0–99% non-condensing. Artinya, alat dapat digunakan di ruang dingin, area luar ruangan, maupun ruangan yang hangat dan lembap, selama tidak ada kondensasi langsung pada sensor atau elektronik.
Bagi pengguna lapangan seperti teknisi WTP/WWTP, operator plant kimia, atau petugas K3 di area penyimpanan silinder gas, kombinasi dimensi kecil, bobot ringan, dan ketahanan lingkungan ini menjadikan Gasman-H2 nyaman dipakai sepanjang hari tanpa mengganggu gerak.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
Gasman-H2 menggunakan layar LCD dengan backlight yang memudahkan pembacaan di ruang redup maupun di luar ruangan. Tinggi karakter utama sekitar 10 mm sehingga angka konsentrasi mudah dibaca dari jarak lengan. Selain angka utama, layar juga menampilkan berbagai simbol status, antara lain:
-
Max Hold (nilai maksimum yang tercatat)
-
Batt Low (indikator baterai lemah)
-
Ground zero / kalibrasi nol
-
Alarm 1 dan Alarm 2
-
Indikator alarm TWA dan interval waktu (15 menit dan 8 jam)
Ikon-ikon ini membantu operator memahami status alat secara cepat tanpa harus masuk ke menu yang rumit.
Jumlah tombol fisik dibuat minimal untuk menjaga kesederhanaan. Fungsi penting seperti menyala/mati, masuk menu, konfirmasi, dan navigasi biasanya diakses melalui kombinasi tombol. Menariknya, alat hanya dapat dimatikan dengan menekan dua tombol secara bersamaan. Fitur ini mencegah pemadaman tidak sengaja ketika alat tersangkut atau tertekan di saku, yang bisa berakibat fatal jika operator berasumsi detektor masih aktif.
Dari sisi navigasi, pengaturan seperti interval logging, batas alarm, dan pengaktifan fungsi datalogger lebih mudah dilakukan melalui software PC, tetapi untuk operasi harian, operator cukup familiar dengan:
-
Menyalakan alat dan menunggu self-test singkat.
-
Memastikan nilai nol (zero) di udara bersih.
-
Memantau tampilan konsentrasi dan status alarm selama bekerja.
Fungsi memori internal memungkinkan penyimpanan hingga 900 jam data tergantung interval sampling (misalnya tiap 1 menit). Informasi ini amat berguna untuk:
-
Meninjau paparan gas pekerja selama satu shift.
-
Mengkaji tren konsentrasi hidrogen di area tertentu.
-
Menyediakan bukti dokumenter untuk audit keselamatan atau investigasi insiden.
Bagi tim QA/QC dan K3 yang terbiasa dengan dokumentasi digital, pengalaman pengguna Gasman-H2 cukup bersahabat: operasi di lapangan sederhana, sedangkan pengaturan lanjutan dilakukan di komputer.
Fitur Kunci Gasman-H2 yang Mendukung Keselamatan Kerja
Beberapa fitur yang layak digarisbawahi karena dampaknya langsung ke keamanan dan efisiensi kerja antara lain:
-
Multi-alarm terintegrasi
Seperti dijelaskan sebelumnya, kombinasi alarm suara 85 dB, LED merah berkedip, dan alarm getar menjadikan sinyal bahaya sulit diabaikan. Di area dengan kebisingan tinggi atau ketika operator menggunakan ear plug, alarm getar dan visual menjadi lapisan proteksi tambahan. -
Autozero / clean air function
Gasman-H2 memiliki fungsi autozero untuk menyesuaikan bacaan ke udara bersih sebelum memulai pengukuran. Fitur ini penting karena:-
Mengurangi drift bacaan akibat perubahan lingkungan.
-
Menjamin bahwa konsentrasi yang terbaca benar-benar berasal dari gas di lokasi, bukan sisa paparan sebelumnya.
-
Membantu menjaga keandalan data jangka panjang.
-
-
Datalogger hingga 900 jam
Dengan kapasitas memori sekitar 900 jam dan interval minimal 1 menit, alat ini dapat merekam profil paparan gas selama beberapa minggu operasi. Bagi laboratorium farmasi, pabrik kimia, atau fasilitas air minum yang menerapkan Good Manufacturing Practice (GMP) atau ISO 17025, keberadaan rekaman semacam ini sangat membantu dalam:-
Menunjukkan bahwa pemantauan dilakukan secara kontinu.
-
Menganalisis korelasi antara proses (misalnya start-up generator hidrogen) dengan lonjakan konsentrasi gas.
-
Mendukung investigasi jika terjadi near-miss atau insiden.
-
-
Sensor yang dapat diganti
Seri Gasman mendukung penggantian sensor untuk berbagai gas: CH4, O2, H2S, CO, CO2, SO2, Cl2, NO2, PH3, NH3, H2, dan O3. Artinya, satu platform alat bisa dipakai lintas proyek: varian H2 untuk area elektrolisis, varian O2 untuk ruang tertutup, varian CO untuk boiler, dan seterusnya. Secara ekonomi, ini mengurangi kebutuhan melatih operator pada banyak platform berbeda. -
Sertifikasi ATEX dan standar internasional
Gasman memenuhi berbagai standar seperti EN 50014, EN 50020, EN 50018, EN 50271 dan persyaratan ATEX untuk peralatan di area berpotensi ledakan. Bagi perusahaan yang diaudit oleh pihak ketiga, poin ini sangat penting karena memastikan instrumen yang dipakai sesuai regulasi.
Kombinasi fitur inilah yang membuat Gasman-H2 bukan sekadar “alat pengukur” tetapi bagian integral dari sistem manajemen keselamatan gas.
Integrasi dengan PC dan Sistem Manajemen Data
Gasman-H2 dirancang untuk tidak berhenti pada level pembacaan di lapangan saja. Melalui stasiun pengisian kombinasi, alat dapat dihubungkan ke komputer. Stasiun ini berfungsi ganda:
-
Mengisi ulang baterai NiMH alat.
-
Menjadi antarmuka komunikasi untuk mentransfer data logger.
Dengan optional software untuk Windows, pengguna dapat:
-
Mengatur parameter alat: batas alarm, interval logging, dan konfigurasi sensor.
-
Mengunduh data paparan gas dan menampilkannya dalam bentuk grafik waktu maupun tabel.
-
Mengekspor data ke format yang kompatibel dengan spreadsheet atau sistem LIMS (misalnya CSV) untuk dianalisis lebih lanjut atau diarsipkan.
Bagi laboratorium riset, data historis ini berguna untuk memvalidasi bahwa percobaan dilakukan dalam lingkungan aman. Bagi instalasi pengolahan air atau pabrik kimia, tren konsentrasi hidrogen membantu mengidentifikasi pola operasional yang berisiko sehingga perbaikan proses dapat dilakukan sebelum terjadi insiden.
Integrasi data yang mulus juga memudahkan pembuatan laporan berkala kepada manajemen atau regulator, tanpa harus memasukkan angka secara manual dari catatan kertas.
Spesifikasi Teknis Lengkap Gasman-H2
Tabel spesifikasi umum
| Parameter | Nilai / Deskripsi |
|---|---|
| Model | Air Quality Meter Gasman-H2 “Hydrogen” |
| Jenis gas | Hidrogen (H2) |
| Rentang pengukuran H2 | 0 … 1000 ppm |
| Setelan alarm standar H2 | 100 ppm |
| Jenis sensor | Sensor gas khusus (sensor dapat diganti; seri mendukung 12 jenis gas) |
| Waktu respons (T90) gas toksik | Sekitar 20 detik |
| Kapasitas memori | Hingga 900 jam (interval minimal 1 menit, tergantung konsentrasi gas) |
| Alarm akustik | ± 85 dB(A) @ 1 m, nada dapat diatur |
| Alarm optik | LED merah berkedip jelas; LED hijau berkedip pelan sebagai indikator operasi |
| Alarm getar | Ya, sebagai pelengkap alarm suara dan optik |
| Fungsi autozero | Tersedia (clean air function) |
| Layar | LCD dengan backlight, tinggi karakter utama ±10 mm |
| Simbol layar | Max Hold, Batt Low, ground zero, Alarm 1 & 2, TWA 15 min & 8 h |
| Catu daya | 2 sel NiMH isi-ulang |
| Durasi operasi per pengisian | ± 8–10 jam (typical) |
| Umur baterai | ± 1 tahun pada penggunaan normal |
| Pengisian | Melalui stasiun pengisian kombinasi |
| Kondisi operasi suhu | −20 °C … +55 °C |
| Kondisi operasi kelembapan | 0 … 99 % RH non-condensing |
| Housing | Tahan debu dan air, perlindungan IP65/67 |
| Dimensi | 90 mm × 48 mm × 24 mm (± 3,5″ × 1,9″ × 0,94″) |
| Berat | Maks. 130 g (termasuk baterai) |
| Sertifikasi & norma | ATEX II 1G / II 2G, EEx ia (d) IIC T3/T4, EN 50014, EN 50020, EN 50018, EN 50271 |
| Isi paket (Hydrogen) | 1× Gasman “Hydrogen”, 1× mounting clip, 1× baterai/akumulator, 1× manual |
Tabel rentang pengukuran seri Gasman (ringkas)
| Gas | Simbol | Rentang | Setelan alarm standar* |
|---|---|---|---|
| Gas mudah terbakar (metana) | CH4 | 0 … 100% LEL | 20% LEL |
| Oksigen | O2 | 0 … 25% v/v | 19% dan 23% v/v |
| Hidrogen sulfida | H2S | 0 … 100 ppm | 5 ppm |
| Karbon dioksida | CO2 | 0 … 5% v/v | 0,5 dan 1,5% v/v |
| Karbon monoksida | CO | 0 … 500 ppm | 30 ppm |
| Sulfur dioksida | SO2 | 0 … 20 ppm | 1 ppm |
| Klorin* | Cl2 | 0 … 5 ppm | 0,5 ppm |
| Nitrogen dioksida* | NO2 | 0 … 10 ppm | 1 ppm |
| Fosfin | PH3 | 0 … 5 ppm | 0,5 ppm |
| Amonia | NH3 | 0 … 100 ppm | 25 ppm |
| Hidrogen | H2 | 0 … 1000 ppm | 100 ppm |
| Ozon | O3 | 0 … 1 ppm | 0,1 ppm |
*Catatan: Untuk klorin (Cl2) dan nitrogen dioksida (NO2), pompa isap eksternal tidak dapat digunakan pada Gasman II sesuai keterangan pabrikan.
Penjelasan sederhana angka-angka tersebut
Bagi pengguna yang baru mengenal deteksi gas, angka di tabel mungkin terlihat abstrak. Cara mudah memahaminya:
-
Rentang pengukuran menunjukkan seberapa besar “wilayah” yang dapat dibaca alat. Jika proses Anda berpotensi menghasilkan hidrogen hingga ratusan ppm, maka rentang 0–1000 ppm memberikan ruang kepala yang cukup.
-
Setelan alarm standar adalah nilai awal yang direkomendasikan pabrikan. Di banyak prosedur K3, alarm pertama disetel cukup rendah untuk memberi waktu evakuasi atau penutupan proses sebelum mencapai batas explosible atau batas paparan kerja.
-
Waktu respons 20 detik berarti dalam kondisi kebocoran, Anda tidak menunggu lama untuk mendapatkan peringatan—ini penting karena gas dapat menyebar sangat cepat di ruangan tertutup.
Panduan Memilih Sensor dan Aksesori Tambahan
Pemilihan jenis gas dan aplikasi
| Jenis sensor Gasman | Gas utama | Contoh aplikasi |
|---|---|---|
| Gasman-H2 | Hidrogen | Laboratorium fuel cell, generator H2 untuk GC, sistem elektrolisis di WTP/WWTP |
| Gasman-CH4 | Metana | Area biogas di instalasi pengolahan air, ruang kompresor gas alam |
| Gasman-O2 | Oksigen | Ruang tertutup, tangki inerting, area nitrogen blanket |
| Gasman-CO | Karbon monoksida | Boiler house, area pembakaran, ruang genset |
| Gasman-H2S / SO2 | H2S / SO2 | Industri pulp & paper, kilang, proses kimia berbasis sulfur |
| Gasman-NH3 | Amonia | Industri pendingin, pabrik pupuk dan cold storage |
Dengan satu platform Gasman, perusahaan dapat membangun armada detektor gas yang seragam namun menutup berbagai risiko gas berbeda.
Aksesori yang umum digunakan
-
Stasiun pengisian kombinasi (charging & PC interface).
-
Pompa isap eksternal untuk sampling area sulit dijangkau (kecuali untuk Cl2 dan NO2 sebagaimana catatan pabrikan).
-
Klip pengait tambahan atau harness untuk penggunaan di baju kerja.
-
Silinder gas kalibrasi dan regulator alir tetap (flow regulator) untuk kalibrasi berkala.
-
Software Windows dan kabel data (bila tidak termasuk paket) untuk konfigurasi dan pengunduhan data.
Faktor lapangan yang memengaruhi hasil deteksi
Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pembacaan Gasman-H2 tetap andal:
-
Ventilasi: di area dengan ventilasi kuat, kebocoran kecil bisa cepat terdilusi; pegang alat sejauh mungkin mendekati sumber potensial.
-
Posisi alat: karena hidrogen lebih ringan daripada udara, detektor sebaiknya dipasang di area yang lebih tinggi (dekat kepala atau di bagian atas ruang) ketika memantau kebocoran.
-
Suhu dan kelembapan: meski alat bekerja pada rentang luas, perubahan ekstrem dapat memengaruhi respons sensor; lakukan autozero di lokasi sebelum bekerja.
-
Kalibrasi: lakukan kalibrasi berkala (misalnya setiap 6–12 bulan) sesuai rekomendasi pabrikan dan kebijakan ISO perusahaan.
Dua Skenario Nyata Pemanfaatan Gasman-H2
1. Unit pengolahan air dengan sistem elektrolisis
Sebuah instalasi pengolahan air minum menggunakan sistem elektrolisis untuk menghasilkan gas yang digunakan dalam proses pengolahan. Di area generator, hidrogen terbentuk sebagai produk samping. Sebelum adanya detektor personal, operator hanya mengandalkan ventilasi mekanis dan inspeksi visual. Beberapa kali, sistem harus dihentikan mendadak karena tercium dugaan kebocoran (meski hidrogen sebenarnya tidak berbau), sehingga downtime cukup sering terjadi.
Setelah menerapkan prosedur kerja baru dengan Gasman-H2 sebagai alat wajib yang dikenakan operator saat memasuki ruang generator, pola kerja berubah. Operator kini:
-
Melakukan pengecekan cepat konsentrasi hidrogen sebelum dan sesudah start-up.
-
Mengunduh data mingguan untuk melihat tren paparan.
-
Menyesuaikan jadwal pemeliharaan berdasarkan kenaikan konsentrasi background yang terekam.
Dalam simulasi internal mereka, langkah ini menurunkan jumlah penghentian darurat karena dugaan kebocoran hingga sekitar 20%. Alasannya, keputusan berhenti atau melanjutkan tidak lagi berdasarkan “rasa khawatir” tetapi data terukur dari Gasman-H2.
2. Laboratorium riset fuel cell di kampus
Sebuah laboratorium teknik elektro di universitas sedang mengembangkan sistem fuel cell skala kecil. Mereka menyimpan silinder hidrogen dan menjalankan eksperimen di ruang tertutup. Untuk memenuhi persyaratan keselamatan internal kampus, laboratorium wajib menunjukkan bahwa risiko kebocoran hidrogen dipantau dengan baik.
Gasman-H2 digunakan sebagai:
-
Detektor personal bagi mahasiswa ketika melakukan setting awal sistem.
-
Alat survey untuk memeriksa potensi kebocoran di sambungan pipa dan manifold.
-
Pencatat data paparan selama eksperimen berlangsung.
Data logger kemudian diekspor dan dilampirkan pada laporan keselamatan tahunan. Bagi laboratorium, hal ini membantu meyakinkan manajemen bahwa aktivitas riset dapat berlangsung aman tanpa perlu investasi besar pada sistem fixed gas detector di setiap ruang, setidaknya pada tahap awal pengembangan.
Langkah Praktis Menggunakan Gasman-H2 di Lapangan
Berikut contoh alur penggunaan di instalasi pengolahan air dengan area generator hidrogen, yang dapat dengan mudah diadaptasi ke fasilitas lain:
-
Persiapan sebelum memasuki area
-
Pastikan baterai terisi penuh dengan menempatkan alat di stasiun pengisian sebelum shift.
-
Setelah diambil, nyalakan Gasman-H2 dan biarkan alat melakukan self-test.
-
Lakukan autozero di luar area berisiko (udara bersih). Pastikan bacaan mendekati 0 ppm.
-
Periksa bahwa LED hijau berkedip pelan (indikasi alat beroperasi normal).
-
-
Selama bekerja di area berisiko
-
Kenakan alat di bagian atas badan (misalnya di kerah atau saku dada) agar lebih representatif untuk hidrogen yang cenderung naik.
-
Saat mendekati titik potensi kebocoran (flange, sambungan pipa, panel), perhatikan nilai di layar. Jika konsentrasi meningkat, bergerak perlahan untuk mengidentifikasi titik terburuk.
-
Bila alarm aktif (suara, LED, getar), ikuti prosedur K3 perusahaan: menjauh dari sumber, informasikan ke supervisor, dan jika perlu lakukan penghentian proses.
-
-
Setelah selesai pekerjaan
-
Keluar dari area berisiko dan periksa kembali bacaan (harus kembali ke sekitar 0 ppm).
-
Matikan alat dengan kombinasi dua tombol sesuai prosedur agar tidak sengaja tertekan.
-
Tempatkan alat di stasiun pengisian jika baterai hampir habis.
-
-
Pengunduhan dan evaluasi data
-
Secara berkala (misalnya mingguan), hubungkan stasiun pengisian ke PC dan jalankan software Gasman.
-
Unduh data logger dan simpan dalam folder terstruktur (per tanggal atau per area).
-
Tinjau grafik konsentrasi; catat jika ada lonjakan berulang pada waktu tertentu, yang bisa mengindikasikan kebocoran intermiten.
-
Dengan alur sederhana ini, Gasman-H2 tidak hanya menjadi “alat wajib K3” tetapi benar-benar dipakai sebagai sumber informasi untuk perbaikan proses.
Kesimpulan dan Rekomendasi Penggunaan
Gasman-H2 “Hydrogen” adalah air quality meter portabel yang memadukan deteksi hidrogen yang andal, desain ergonomis, dan kemampuan dokumentasi data. Rentang 0–1000 ppm, alarm multi-mode, housing IP65/67, serta sertifikasi ATEX menjadikannya cocok untuk digunakan di:
-
Laboratorium QA/QC dan riset yang bekerja dengan hidrogen atau gas mudah terbakar lain.
-
Fasilitas pengolahan air minum dan air limbah yang menggunakan sistem elektrolisis atau biogas.
-
Pabrik kimia dan proses yang memiliki unit hidrogenasi atau penyimpanan gas.
-
Area utilitas seperti ruang genset, boiler, dan tangki gas di mana kebocoran hidrogen perlu dipantau.
Organisasi yang paling diuntungkan adalah mereka yang membutuhkan kombinasi: keselamatan personel, bukti dokumentasi yang kuat untuk audit, dan fleksibilitas untuk memperluas pemantauan ke gas lain di kemudian hari. Bila Anda sudah memiliki sistem fixed gas detector, Gasman-H2 dapat melengkapinya sebagai alat personal yang mengikuti operator ke mana pun mereka bergerak.
FAQ Gasman-H2 “Hydrogen”
1. Apakah Gasman-H2 bisa dipakai untuk gas lain selain hidrogen?
Varian Gasman-H2 secara spesifik dikalibrasi untuk mendeteksi hidrogen. Namun platform Gasman mendukung sensor lain (CH4, O2, CO, H2S, dll.) yang tersedia sebagai model terpisah. Jadi pengukuran gas lain dilakukan dengan model yang sesuai, bukan dengan satu alat yang sama-sekali tidak dikalibrasi.
2. Seberapa sering alat perlu dikalibrasi?
Umumnya disarankan kalibrasi setidaknya setahun sekali atau sesuai kebijakan ISO/K3 di perusahaan Anda. Untuk lingkungan berat atau penggunaan intensif, interval 6 bulan sering dipilih. Pabrikan juga menyarankan recalibration setiap dua tahun dan menyediakan sensor pengganti jika masa pakainya habis.
3. Apakah Gasman-H2 tahan jika terkena cipratan air atau penggunaan di luar ruangan?
Ya. Dengan rating IP65/67, alat ini terlindungi dari debu dan semprotan air bertekanan, bahkan perendaman singkat. Namun tetap dianjurkan mengeringkan alat dan tidak membiarkannya terendam dalam jangka lama.
4. Bisakah data Gasman-H2 diintegrasikan ke LIMS atau sistem dokumentasi laboratorium?
Data logger dapat diekspor melalui software Windows dalam format yang bisa dibaca spreadsheet atau banyak sistem LIMS (misalnya CSV). Selanjutnya integrasi bergantung pada konfigurasi LIMS Anda, tetapi secara umum tidak sulit mengimpor data tersebut.
5. Apa yang terjadi jika baterai hampir habis saat alat sedang dipakai?
Gasman-H2 akan memberikan alarm khusus baterai lemah (suara berkepanjangan dan indikator di layar). Segera setelah kondisi aman, operator sebaiknya mengganti atau mengisi ulang baterai melalui stasiun pengisian.
6. Apakah alat ini cocok untuk penggunaan di teaching lab di kampus?
Cocok. Desainnya yang ringkas dan antarmukanya yang sederhana membuat mahasiswa mudah mempelajari cara kerja deteksi gas. Datalogger juga membantu dosen menjelaskan konsep paparan dan tren konsentrasi gas selama praktikum.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan gas berbahaya dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti Air Quality Meter Gasman-H2 “Hydrogen” dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda meningkatkan standar keselamatan kerja, memastikan pemantauan kebocoran gas yang konsisten, dan memenuhi persyaratan audit maupun regulasi. Jika Anda ingin memperkuat sistem keselamatan hidrogen di laboratorium, instalasi pengolahan air, atau fasilitas proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan konfigurasi detektor gas yang paling tepat.
Rekomendasi Aerosol Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Aerosol meter PCE-PQC 30EU Incl. Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Aerosol meter PCE-PQC 11EU Incl. Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Aerosol meter PCE-AQD 50A
Lihat Produk★★★★★ -

Aerosol measuring device PCE-RCM 12
Lihat Produk★★★★★ -

Aerosol measuring device PCE-CMM 10
Lihat Produk★★★★★ -

Aerosol meter PCE-PQC 23EU Incl. Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Aerosol meter PCE-PQC 10EU (ISO 21501-4)
Lihat Produk★★★★★ -

Aerosol meter / Aerosol measuring device PCE-PCO 2
Lihat Produk★★★★★
Referensi
-
Rusdiana, D. (2013). PEMBUATAN SENSOR GAS HIDROGEN BERBASIS FILM TIPIS GAN DENGAN TEKNIK SOL GEL SPIN COATING UNTUK KOMPONEN PADA SISTEM PENDETEKSI KEBOCORAN GAS. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 9(1), 77–84. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JPFI/article/view/2583
-
Bahar, I. A., & Elvaswer, E. (2023). KARAKTERISASI ARUS DAN TEGANGAN DETEKTOR GAS HIDROGEN DARI BAHAN SEMIKONDUKTOR HETEROKONTAK TIO₂/ZNO(MG). Jurnal Fisika Unand, 12(2), 214–220. Retrieved from https://jfu.fmipa.unand.ac.id/index.php/jfu/article/view/971














