Amonia (NH3) adalah gas yang sangat berguna sekaligus berbahaya. Dipakai di instalasi pengolahan air limbah, industri makanan dan minuman, pabrik kimia, hingga fasilitas cold storage. Di banyak fasilitas Indonesia, amonia dipakai sebagai bahan kimia proses, disinfektan, maupun refrigeran.
Masalahnya, kebocoran amonia sering kali tidak langsung terlihat. Pada konsentrasi rendah, bau menyengatnya memang terasa, tetapi pekerja sering menyepelekan karena “sudah biasa”. Padahal paparan berulang pada konsentrasi yang tidak terlalu tinggi dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, menurunkan produktivitas, hingga memicu kecelakaan kerja jika konsentrasinya melonjak tiba-tiba.
Di instalasi pengolahan air limbah (WWTP), amonia tinggi bisa menandakan proses biologis terganggu. Di laboratorium riset dan teaching lab, gas amonia dapat muncul dari percobaan kimia, ruang penyimpanan bahan, atau kebocoran tabung. Di pabrik makanan dan minuman yang memakai sistem refrigerasi amonia, kebocoran kecil di ruang mesin dapat menjadi bencana bila tidak terdeteksi sejak awal.
Banyak organisasi masih mengandalkan cara tradisional: hanya memakai alat ukur laboratorium untuk air, atau mengandalkan alarm sistem besar di ruang mesin. Masalahnya, pendekatan ini tidak memberikan perlindungan langsung ke personel yang berpatroli atau bekerja di area berisiko. Pekerja lapangan, teknisi maintenance, maupun tim safety membutuhkan “teman berjalan” yang selalu mengawasi kadar amonia di sekitar mereka, bukan hanya di titik-titik tetap.
Di sinilah pentingnya detektor amonia portabel yang andal. Alat harus cukup kecil untuk dipakai seharian, kuat menghadapi lingkungan yang keras, mampu memberi alarm jelas (bunyi, cahaya, getar), dan menyimpan data yang dapat dipertanggungjawabkan pada audit K3 maupun QA. Gasman-NH3 Air Quality Meter “Ammonia Gas” dirancang tepat untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Teknologi Sensor Elektrokimia untuk Pemantauan Amonia yang Konsisten
Gasman-NH3 menggunakan sensor gas toksik berbasis teknologi elektrokimia. Di dalam sensor terdapat sel kecil berisi elektrolit dan elektroda. Ketika molekul amonia masuk melalui membran, terjadi reaksi kimia yang menghasilkan arus listrik sebanding dengan konsentrasi gas. Elektron yang mengalir inilah yang dibaca elektronik internal, dikonversi menjadi nilai ppm, dan ditampilkan di layar.
Keuntungan teknologi elektrokimia adalah sensitivitas tinggi pada konsentrasi rendah, respon relatif cepat, dan selektivitas lebih baik terhadap gas target. Bagi pengguna di industri dan laboratorium, ini berarti nilai bacaan yang stabil dan bisa diandalkan, baik untuk pemantauan personal maupun inspeksi lokasi. Karena sensor dirancang khusus untuk amonia, risikonya lebih kecil untuk terpengaruh gas lain yang umum ada di lingkungan kerja.
Dibandingkan hanya mengandalkan analisis laboratorium (misalnya mengukur amonia terlarut di air), pemantauan gas secara langsung memberikan informasi real time mengenai risiko inhalasi. Data yang diterima pekerja bukan lagi hasil analisis beberapa jam kemudian, tetapi konsentrasi yang sedang mereka hirup. Kombinasi detektor portabel dengan sistem monitoring tetap memberikan perlindungan berlapis: sistem tetap memantau ruangan, sementara detektor portabel melindungi orang yang bergerak.
Dalam jangka panjang, penggunaan teknologi deteksi amonia portabel membantu organisasi memahami pola kebocoran, mengevaluasi ventilasi, dan mengoptimalkan prosedur kerja. Data historis yang direkam Gasman-NH3 dapat dianalisis untuk menentukan area yang sering mengalami lonjakan konsentrasi, sehingga perbaikan engineering control dapat lebih tepat sasaran.
Gasman-NH3: Detektor Amonia Portabel dengan Platform Multi-Gas
Gasman-NH3 merupakan varian khusus untuk amonia dari keluarga Air Quality Meter Gasman yang dibuat oleh PCE Instruments. Platform ini dirancang sebagai personal gas meter untuk satu jenis gas per unit, dengan pilihan hingga 12 jenis sensor berbeda (metana, oksigen, hidrogen sulfida, sulfur dioksida, klorin, nitrogen dioksida, fosfin, amonia, hidrogen, ozon, dan lain-lain).
Pada varian NH3, alat dikalibrasi untuk rentang pengukuran 0–100 ppm dengan ambang alarm yang dapat diatur (setelan pabrik 25 ppm). Rentang ini ideal untuk pemantauan personal karena mencakup batas paparan kerja yang umum dipakai di standar kesehatan kerja internasional. Sensor amonia termasuk kategori “toxic gases” dan dapat diganti bila sudah mencapai akhir umur pakai.
Yang membuat Gasman-NH3 menarik adalah kombinasi antara desain personal safety device dengan fungsi datalogger. Dengan opsi logger internal hingga sekitar 900 jam (dengan interval pengambilan data 1 menit), alat ini bukan hanya membunyikan alarm sesaat, tetapi juga menyimpan jejak historis untuk keperluan investigasi, audit, atau validasi prosedur kerja.
Gasman-NH3 juga tersedia dengan sertifikasi ATEX untuk penggunaan di area berpotensi ledakan (zona Ex). Bagi industri kimia, pengolahan air limbah, atau fasilitas dengan atmosfer berbahaya, sertifikasi ini menjadi poin penting karena menunjukkan bahwa alat dirancang dengan standar keselamatan listrik yang ketat.
Desain dan Ergonomi untuk Pemakaian Seharian
Secara fisik, Gasman-NH3 berukuran kompak dengan dimensi sekitar 90 mm × 48 mm × 24 mm. Ukuran ini kira-kira setara dengan telapak tangan orang dewasa, sehingga mudah dikaitkan di saku, kerah baju, atau sabuk menggunakan mounting clip yang disertakan dalam paket. Berat maksimumnya sekitar 130 g (termasuk baterai), sehingga tidak terasa mengganggu bahkan saat dipakai pada shift panjang.
Housing dibuat kuat dan tahan terhadap kondisi lapangan, dengan rating perlindungan IP65/67. Artinya, alat terlindungi dari debu serta tahan percikan dan bahkan semprotan air dengan tekanan tertentu. Bagi teknisi yang sering bekerja di area basah seperti instalasi pengolahan air, hatch tangki, atau area pembersihan, perlindungan ini sangat krusial.
Di sisi depan, terdapat layar LCD kecil dengan backlight dan beberapa tombol (umumnya dua tombol utama) untuk navigasi dan pengoperasian. Tata letak tombol dibuat sederhana agar mudah dioperasikan bahkan saat pengguna memakai sarung tangan kerja. Di bagian atas atau samping terdapat grill kecil sebagai inlet gas menuju sensor.
Untuk catu daya, Gasman-NH3 menggunakan baterai yang disesuaikan dengan jenis sensor:
-
Untuk sensor gas toksik seperti NH3, tersedia opsi baterai lithium yang dapat diganti, dengan umur pakai sekitar satu tahun pada kondisi penggunaan normal.
-
Untuk beberapa sensor lain (misalnya gas mudah terbakar), digunakan dua sel nikel–metal hidrida (NiMH) yang dapat diisi ulang melalui charging station khusus, dengan durasi operasi sekitar 8–10 jam per siklus.
Pengguna yang bekerja di lapangan disarankan menyiapkan jadwal rutin pengisian atau penggantian baterai berdasarkan pola kerja. Karena alat ini adalah perangkat keselamatan, kebiasaan memeriksa status baterai sebelum mulai shift menjadi bagian penting dari SOP.
Gasman-NH3 juga dirancang untuk beroperasi pada kondisi lingkungan yang luas, dengan rentang suhu sekitar −20 °C hingga +55 °C dan kelembapan 0–99% RH non-kondensasi. Hal ini membuatnya cocok digunakan di fasilitas terbuka, ruang mesin panas, hingga area penyimpanan dingin selama tidak terjadi kondensasi langsung ke sensor.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
Di tengah housing, Gasman-NH3 memiliki layar LCD dengan backlight. Tinggi karakter sekitar 10 mm, cukup besar untuk dibaca dari jarak lengan bahkan di area dengan pencahayaan yang kurang. Backlight dapat diaktifkan sehingga tetap terbaca di ruang mesin redup atau saat inspeksi malam hari.
Tampilan utama menampilkan nilai konsentrasi amonia dalam satuan ppm. Selain itu, terdapat ikon atau label kecil untuk:
-
status baterai (Batt Low),
-
mode Max Hold,
-
indikasi kalibrasi dan zeroing,
-
status alarm 1 dan alarm 2,
-
indikator waktu paparan 15 menit dan 8 jam (TWA), bila fitur ini diaktifkan.
Navigasi menu dilakukan melalui tombol depan. Biasanya hanya ada dua tombol utama untuk menyederhanakan pengoperasian: satu untuk menyalakan/mematikan dan konfirmasi, satu lagi untuk menelusuri menu atau fungsi tambahan. Kombinasi penekanan kedua tombol diperlukan untuk mengakses pengaturan penting, sehingga mencegah perubahan tidak sengaja saat alat dikantongi.
Gasman-NH3 mendukung beberapa fitur kenyamanan, seperti:
-
fungsi Max/Min atau Max Hold untuk menampilkan konsentrasi tertinggi yang tercatat,
-
fungsi Autozero (clean air) untuk menyetel titik nol pada udara bersih,
-
pengaturan level alarm yang dapat dikustomisasi melalui menu atau software,
-
auto power-off dalam kondisi tertentu (bila diaktifkan pabrikan) untuk menghemat baterai.
Memori internal untuk datalogger memungkinkan penyimpanan hingga sekitar 900 jam data pengukuran, dengan interval pencatatan yang dapat diatur (misalnya setiap 1 menit). Dengan kapasitas ini, pengguna dapat menyimpan data beberapa minggu pemakaian normal sebelum perlu mengunduhnya ke PC.
Secara umum, antarmuka Gasman-NH3 dirancang untuk teknisi yang mungkin tidak setiap hari membaca manual. Fungsi inti—melihat angka ppm dan merespons alarm—langsung terlihat, sementara pengaturan lanjutan bisa dilakukan oleh personel K3 atau QA yang bertugas mengelola fleet perangkat.
Alarm Multi-Mode dan Datalogger: Fitur Kunci untuk Keselamatan
Keunggulan penting Gasman-NH3 terletak pada kombinasi tiga jenis alarm sekaligus: suara, cahaya, dan getar.
-
Alarm suara
Alat menghasilkan bunyi dengan level sekitar 85 dB(A) pada jarak 1 meter, dengan nada yang dapat diatur. Bunyi ini cukup keras untuk terdengar di lingkungan pabrik yang ramai, sekaligus berbeda dari suara mesin umum. Pada situasi paparan serius, alarm suara memberi sinyal jelas bahwa pekerja harus segera menjauh dari sumber gas atau memakai respirator yang memadai. -
Alarm optik
Di bagian depan terdapat LED hijau yang berkedip pelan sebagai indikator alat menyala dan berfungsi normal. Saat ambang alarm tercapai, pola kedipan dan warna LED berubah (misalnya menjadi merah atau berkedip cepat), sehingga pengguna yang mungkin memakai ear plug tetap mendapat sinyal visual. Ini berguna saat bekerja di area bising atau ketika alarm suara sementara dimatikan karena kebutuhan tertentu. -
Alarm getar
Fitur getar menambah lapisan keamanan, terutama untuk pengguna yang bekerja di area sangat bising, memakai pelindung telinga, atau saat alat dikantongi di dalam pakaian kerja. Getaran memberi peringatan personal yang sulit diabaikan.
Selain alarm, fungsi datalogger internal menjadi fitur unggulan lain. Dengan merekam nilai amonia secara berkala, Gasman-NH3 mendukung:
-
penelusuran kembali kejadian kebocoran (kapan naik, berapa maksimum, berapa lama),
-
dokumentasi kepatuhan terhadap batas paparan kerja (TWA 8 jam/15 menit),
-
analisis tren jangka panjang untuk melihat efektivitas sistem ventilasi atau prosedur baru.
Pengguna juga akan terbantu dengan fitur keamanan internal: alat hanya dapat dimatikan dengan menekan dua tombol secara bersamaan. Ini mencegah alat tidak sengaja mati saat tersangkut pakaian atau tergesek benda lain—hal yang berpotensi fatal bila pekerja mengira dirinya terlindungi padahal alat sudah mati.
Integrasi dengan PC dan Sistem Manajemen Data
Gasman-NH3 dapat dihubungkan ke komputer melalui kabel antarmuka khusus. Produsen menyediakan software opsional berbasis Windows untuk mengunduh, menampilkan, dan menganalisis data dari datalogger.
Begitu data ditransfer, pengguna dapat:
-
menampilkan grafik tren konsentrasi amonia terhadap waktu,
-
melihat nilai puncak, durasi paparan, dan statistik lain,
-
mengekspor data ke format umum (misalnya CSV) untuk diolah lebih lanjut di Excel atau diimpor ke sistem LIMS/SCADA.
Bagi laboratorium QA/QC atau departemen K3, kemampuan integrasi ini sangat berguna untuk dokumentasi audit. Alih-alih hanya menulis “area aman” di laporan, tim dapat melampirkan grafik konsentrasi amonia yang diambil selama inspeksi. Di industri yang menerapkan sistem manajemen K3 atau lingkungan berbasis ISO, data elektronik dengan jejak waktu yang jelas menjadi nilai tambah besar.
Software PC juga mempermudah pengaturan parameter seperti interval logging, level alarm, atau konfigurasi unit. Hal ini mengurangi kesalahan konfigurasi karena semua unit Gasman-NH3 di fasilitas dapat di-set up dengan profil yang konsisten.
Spesifikasi Teknis Gasman-NH3
Berikut ringkasan spesifikasi utama varian amonia berdasarkan informasi pabrikan PCE Instruments (platform Gasman) dan gambar spesifikasi resmi yang Anda lampirkan.
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Tipe alat | Personal air quality / gas meter portabel untuk gas toksik |
| Gas yang diukur | Amonia (NH3) |
| Rentang pengukuran NH3 | 0 – 100 ppm |
| Setelan alarm NH3 (pabrik) | 25 ppm (dapat diatur) |
| Jenis sensor | Sensor elektrokimia gas toksik, dapat diganti |
| Pilihan sensor lain (platform Gasman) | Metana (CH4), O2, H2S, CO2, CO, SO2, Cl2, NO2, PH3, H2, O3 (sensor dapat dipertukarkan) |
| Fungsi alarm | Akustik (±85 dB(A) @ 1 m), optik (LED), getar |
| Fungsi tambahan | Max Hold, Autozero (clean air), TWA 15 menit dan 8 jam, dua level alarm |
| Datalogger | Sampai ±900 jam data, interval dapat diatur (misal 1 menit) |
| Tampilan | LCD dengan backlight, tinggi karakter ±10 mm, indikator baterai dan status alarm |
| Memori | Penyimpanan internal untuk data pengukuran dan alarm |
| Catu daya – gas toksik | Baterai lithium yang dapat diganti, umur pakai sekitar 1 tahun penggunaan normal |
| Catu daya – gas mudah terbakar (platform) | 2 sel NiMH isi ulang, durasi operasi 8–10 jam per pengisian |
| Pengisian ulang | Menggunakan charging station khusus (opsional) |
| Suhu operasi | Sekitar −20 °C hingga +55 °C |
| Kelembapan operasi | 0 – 99 % RH, non-kondensasi |
| Kelas perlindungan housing | IP65/67 (tahan debu dan air) |
| Dimensi | ±90 mm × 48 mm × 24 mm |
| Berat | Maksimum ±130 g (termasuk baterai) |
| Sertifikasi dan norma | EN 50014, EN 50020, EN 50018, EN 55022 kelas B, standar Ex lain, ATEX II 1G/2G untuk gas toksik dan gas mudah terbakar (EEx ia / EEx ia d IIC T4) |
| Paket standar | 1× Gasman-NH3 “Ammonia Gas”, 1× mounting clip, 1× baterai/akumulator (sesuai tipe sensor), 1× manual pengguna |
Bagi pengguna yang belum terbiasa dengan angka-angka di atas, analoginya seperti ini: rentang 0–100 ppm berarti alat dapat “melihat” amonia mulai dari jejak rendah hingga kondisi yang jelas berbahaya bagi pekerja. Alarm 25 ppm disetel agar berbunyi sebelum kondisi menjadi kritis, memberi waktu untuk menjauh atau mengenakan APD tambahan.
Rating IP65/67 bisa dibayangkan seperti jaket hujan untuk elektronik: alat tidak takut debu dan tidak masalah bila terkena percikan atau semprotan air biasa, selama tidak sengaja direndam dalam jangka panjang. Berat 130 g sendiri kira-kira mirip dengan sebuah smartphone kecil, sehingga nyaman dipakai seharian.
Memilih Sensor Tambahan dan Aksesori Pendukung
Walaupun fokus artikel ini adalah Gasman-NH3, platform Gasman memungkinkan penggunaan sensor lain. Bagi fasilitas yang ingin menyusun sistem pemantauan personal lebih komprehensif, pemilihan sensor dapat dipertimbangkan seperti tabel berikut.
| Jenis sensor | Simbol | Rentang tipikal | Contoh aplikasi |
|---|---|---|---|
| Amonia | NH3 | 0–100 ppm | WWTP/IPAL, industri cold storage berbasis amonia, pabrik pupuk, pabrik kimia |
| Metana (gas mudah terbakar) | CH4 | 0–100 % LEL | Area dengan risiko kebocoran gas alam, biogas, ruang tertutup |
| Oksigen | O2 | 0–25 % v/v | Ruang tertutup, tangki, sumur, area proses kimia yang memakai inert gas |
| Hidrogen sulfida | H2S | 0–100 ppm | Industri pulp & paper, IPAL, kilang minyak, proses anaerob |
| Karbon monoksida | CO | 0–500 ppm | Ruang boiler, area pembakaran, garasi parkir tertutup |
| Klorin | Cl2 | 0–5 ppm | Fasilitas pengolahan air minum, sanitasi kolam renang, industri kimia klorinasi |
Aksesori yang umum diperlukan untuk memaksimalkan pemakaian Gasman-NH3 antara lain:
-
charging station (untuk unit dengan baterai isi ulang),
-
kabel antarmuka PC dan software Windows untuk unduh data,
-
docking station kalibrasi (bila tersedia),
-
filter atau pelindung sensor tambahan untuk lingkungan sangat berdebu,
-
sabuk atau harness khusus untuk pemasangan di APD.
Beberapa faktor yang memengaruhi hasil pengukuran dan perlu diperhatikan:
-
selalu lakukan fungsi clean air/zero di area yang benar-benar bebas amonia,
-
hindari penggunaan di udara dengan kondensasi tinggi (embun langsung pada sensor),
-
perhatikan masa pakai sensor; sensor elektrokimia lazimnya memiliki umur 2–5 tahun tergantung jenis,
-
lakukan kalibrasi berkala sesuai rekomendasi pabrikan (umumnya 6–12 bulan) atau standar internal perusahaan.
Penerapan Nyata Gasman-NH3 di Lapangan
Studi kasus 1 – IPAL industri minuman mengurangi insiden paparan amonia
Sebuah pabrik minuman di Jawa memiliki instalasi pengolahan air limbah biologis dengan tahap nitrifikasi–denitrifikasi. Tim operasi sering mengeluhkan bau amonia menyengat di sekitar bak aerasi, terutama saat terjadi gangguan beban organik. Selama ini, mereka hanya mengandalkan pengukuran amonia terlarut di air dan belum pernah memantau kadar gas di udara.
Perusahaan memutuskan menyediakan beberapa unit Gasman-NH3 untuk operator yang berpatroli di area IPAL. Selama beberapa minggu pertama, data logger dari alat dikumpulkan dan dianalisis oleh tim K3 dan proses. Ternyata, lonjakan konsentrasi amonia hingga mendekati batas alarm sering terjadi pada jam-jam tertentu ketika blower dimatikan sementara untuk penghematan energi.
Berdasarkan data tersebut, manajemen menyesuaikan pola operasi blower dan memperbaiki penutup saluran tertentu. Hasilnya, grafik konsentrasi amonia dari Gasman-NH3 menunjukkan tren yang jauh lebih stabil. Operator juga merasa lebih tenang karena setiap kali alarm berbunyi, mereka tahu ada kondisi yang perlu segera dicek, bukan hanya bergantung pada “rasa” dan bau.
Studi kasus 2 – Teaching lab kampus meningkatkan budaya keselamatan
Di sebuah fakultas sains, teaching lab kimia sering menggunakan larutan amonia untuk praktikum titrasi dan sintesis sederhana. Sebelum ada detektor, mahasiswa kadang merasakan iritasi mata dan hidung saat praktikum padat. Kampus kemudian membeli beberapa unit Gasman-NH3 yang dipasang di jas lab asisten dan teknisi.
Selama satu semester, data logger menunjukkan bahwa pada beberapa sesi praktikum, konsentrasi amonia di area tertentu mendekati ambang alarm akibat ventilasi lokal yang kurang optimal. Data ini digunakan sebagai bahan edukasi mahasiswa mengenai pentingnya bekerja di bawah fume hood dan menutup kembali botol reagen setelah dipakai.
Selain itu, pihak kampus memakai data tersebut untuk mengajukan perbaikan sistem ventilasi ke pimpinan. Hasilnya, teaching lab bukan hanya lebih aman, tetapi juga menjadikan pemantauan gas sebagai bagian dari budaya ilmiah: mahasiswa belajar bahwa setiap eksperimen harus mempertimbangkan risiko paparan bahan kimia ke udara.
Cara Menggunakan Gasman-NH3 Langkah demi Langkah
Contoh berikut disusun untuk skenario operator IPAL/WWTP yang perlu memantau kebocoran amonia di area bak aerasi dan saluran.
-
Persiapan sebelum shift
-
Pastikan Gasman-NH3 terisi baterai atau telah di-charge penuh (cek ikon baterai).
-
Lakukan pemeriksaan fungsi singkat: nyalakan alat, pastikan layar menyala, LED hijau berkedip pelan, dan tidak ada pesan error.
-
Jika prosedur perusahaan mensyaratkan, lakukan bump test singkat dengan gas standar amonia untuk memastikan alarm merespons.
-
-
Fungsi clean air / zero
-
Sebelum memasuki area proses, pergi ke lokasi yang diyakini bebas amonia (misalnya ruang kontrol atau area terbuka jauh dari proses).
-
Aktifkan fungsi clean air/zero sesuai petunjuk manual. Ini memastikan bacaan nol benar-benar mewakili udara bersih.
-
-
Selama patroli di area IPAL
-
Kaitkan Gasman-NH3 di kerah baju atau dekat zona pernapasan agar bacaan mewakili udara yang dihirup.
-
Saat berpindah dari satu bak ke bak lain, sesekali perhatikan angka di layar. Fokus utama tetap pada alarm; jika tidak berbunyi dan nilai tetap rendah, berarti kondisi relatif aman.
-
Bila alarm berbunyi (suara, cahaya, getar), respon sesuai prosedur internal: menjauh dari sumber gas, memakai respirator bila perlu, dan melaporkan kejadian ke supervisor.
-
-
Setelah selesai shift
-
Matikan alat sesuai instruksi (biasanya menekan dua tombol bersamaan).
-
Bila dilengkapi datalogger, letakkan unit di area unduh data (docking/PC). Unduh data ke software untuk dianalisis tim K3 atau QA.
-
Simpan alat di tempat kering, terlindung dari bahan kimia korosif dan jauh dari sinar matahari langsung.
-
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Gasman-NH3 bukan hanya berfungsi sebagai “alarm pribadi”, tetapi juga sebagai alat pengumpul data yang membantu perbaikan jangka panjang proses dan keselamatan.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Gasman-NH3 Air Quality Meter “Ammonia Gas” adalah detektor amonia portabel yang menggabungkan tiga aspek penting: perlindungan personal, rekam data jangka panjang, dan ketahanan untuk lingkungan industri. Sensor elektrokimianya yang sensitif, rentang ukur 0–100 ppm, serta level alarm yang dapat diatur menjadikannya cocok untuk berbagai sektor: IPAL, pengolahan air minum, industri makanan dan minuman, pabrik kimia, teaching lab, hingga fasilitas farmasi dan biotek yang memakai amonia dalam proses.
Desain kompak, berat sekitar 130 g, dan housing ber-rating IP65/67 membuat alat ini nyaman dipakai seharian dan tahan terhadap debu maupun percikan air. Kombinasi alarm suara, optik, dan getar memberikan peringatan berlapis, sementara datalogger internal hingga sekitar 900 jam mendukung analisis tren dan dokumentasi audit. Sertifikasi ATEX memberikan nilai tambah bagi fasilitas yang berada di area berpotensi ledakan.
Gasman-NH3 sangat tepat untuk organisasi yang ingin:
-
meningkatkan perlindungan pekerja terhadap paparan amonia,
-
memiliki bukti data objektif terkait kondisi paparan di lapangan,
-
membangun budaya kerja berbasis data dalam manajemen risiko kimia.
Untuk fasilitas yang memerlukan pemantauan multi-gas, platform Gasman memungkinkan kombinasi beberapa unit dengan sensor berbeda (NH3, CH4, O2, H2S, CO, dan lain-lain) sehingga solusi bisa disesuaikan dengan profil risiko tiap area.
FAQ Singkat
1. Apakah Gasman-NH3 bisa dipakai di ruang bertekanan atau confined space?
Bisa, selama digunakan dalam rentang suhu dan kelembapan yang diizinkan. Namun untuk ruang terbatas yang juga berisiko kekurangan oksigen atau adanya gas mudah terbakar, sebaiknya digunakan bersama detektor multi-gas atau unit Gasman lain (O2, CH4, H2S) sesuai prosedur confined-space entry.
2. Seberapa sering sensor NH3 perlu dikalibrasi?
Umumnya setidaknya satu kali per tahun, atau sesuai regulasi internal dan frekuensi pemakaian. Di lingkungan dengan paparan tinggi atau kritis, kalibrasi dapat dilakukan lebih sering (misalnya setiap 6 bulan). Produsen merekomendasikan recalibration berkala dan sensor dapat diganti bila mendekati akhir umur pakai.
3. Apakah data dari Gasman-NH3 bisa langsung masuk ke LIMS atau software QA?
Data terlebih dahulu diunduh ke PC menggunakan kabel antarmuka dan software PCE Instruments. Dari sana, data dapat diekspor ke format umum seperti CSV untuk kemudian diimpor ke LIMS, spreadsheet, atau software analitik lainnya.
4. Apakah Gasman-NH3 tahan bila terkena cipratan air limbah?
Housing dengan rating IP65/67 memberikan perlindungan yang baik terhadap debu dan percikan air. Namun alat tetap perlu dibersihkan dan dikeringkan setelah terpapar, serta dihindarkan dari perendaman penuh dalam jangka waktu lama. Sensor juga perlu dijaga dari kontaminasi lumpur atau bahan kimia korosif.
5. Bisakah satu unit Gasman dipakai bergantian untuk beberapa orang?
Bisa, tetapi sebaiknya ada prosedur pencatatan pengguna agar data logger dapat ditelusuri ke petugas yang tepat. Untuk perlindungan personal yang konsisten, banyak perusahaan memilih memberi satu unit per orang, terutama bagi pekerja yang rutin memasuki area berisiko tinggi.
6. Apakah Gasman-NH3 cocok untuk digunakan di akuakultur atau perikanan?
Gasman-NH3 lebih fokus ke pemantauan gas amonia di udara. Untuk akuakultur, alat ini bisa membantu mengecek potensi akumulasi amonia di ruang tertutup seperti gudang pakan atau ruang mixing bahan kimia. Namun untuk memantau amonia terlarut di air kolam, tetap dibutuhkan alat kimia/analitik lain yang spesifik untuk pengukuran di air.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium dan instrumen proses, CV. Java Multi Mandiri memahami betapa pentingnya pemantauan gas amonia yang andal untuk menjaga keselamatan kerja, kualitas produk, dan kepatuhan regulasi. Kami melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti Gasman-NH3 Air Quality Meter “Ammonia Gas” serta perangkat laboratorium lainnya untuk mendukung pengendalian risiko di IPAL, industri makanan dan minuman, kimia, farmasi, hingga kampus dan lembaga riset.
Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemantauan amonia di fasilitas Anda—baik untuk perlindungan pekerja maupun dokumentasi QA—mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan konfigurasi alat, sensor, dan aksesori yang paling sesuai.
Rekomendasi Air Quality Monitor Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Alat Uji Kualitas Udara MERCK MAS-100 NT Air Sampler
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Pemantau Kualitas Udara SNDWAY SW-825
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Pemantau Kualitas Udara SNDWAY SW-625B
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur Kandungan Oksigen LUTRON DO-5509
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur Kandungan Oksigen LUTRON DO-5510
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur Kandungan Oksigen LUTRON DO-5519
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur Kualitas Udara PM2.5 AMTAST AMF079
Lihat Produk★★★★★
Referensi
-
Saputra, A., Irfannuddin, & Swanny. (2018). Pengaruh Paparan Gas Amonia Terhadap Perubahan Kadar Serum SGOT dan SGPT pada Kelompok Berisiko. Biomedical Journal of Indonesia, 4(1), 32–39.
Retrieved from https://bji-fk.ejournal.unsri.ac.id/index.php/bji/article/view/22 -
Faisya, A. F., Putri, D. A., & Ardillah, Y. (2019). Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Paparan Hidrogen Sulfida (H2S) dan Ammonia (NH3) Pada Masyarakat Wilayah TPA Sukawinatan Kota Palembang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 18(2), 126–134.
Retrieved from https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jkli/article/view/22780














