teknisi Indonesia di instalasi pengolahan air limbah mengenakan Air Quality Meter Gasman-NO2 di saku dada sambil memantau panel kontrol

Gasman-NO2: Air Quality Meter Portabel Untuk Pemantauan Paparan Nitrogen Dioksida Di Area Kerja Berisiko

Daftar Isi

Nitrogen dioksida (NO2) bukan gas yang selalu terlihat di laporan produksi, tetapi sangat menentukan keselamatan orang yang bekerja di sekitarnya. Di instalasi pengolahan air limbah (WWTP), ruangan klorinasi, incinerator lumpur, hingga laboratorium pengujian emisi, NO2 bisa terbentuk dari proses pembakaran maupun reaksi kimia yang melibatkan nitrogen dan oksigen. Masalahnya, NO2 berwarna cokelat kemerahan tetapi pada konsentrasi rendah sering tidak terlihat, sementara efek iritasinya ke saluran pernapasan bisa muncul sangat cepat.

Bayangkan teknisi yang rutin masuk ke ruang dosing kimia atau area pembakaran lumpur tanpa alat pemantauan gas pribadi. Ventilasi yang hari ini baik, belum tentu sama baiknya minggu depan ketika exhaust mulai kotor. Sedikit perubahan beban proses bisa mengubah profil emisi, termasuk kenaikan NO2 yang tidak terdeteksi. Risiko sesak napas tiba-tiba, iritasi paru, sampai kasus near miss keracunan menjadi nyata — dan biasanya baru disadari setelah ada kejadian.

Di laboratorium kampus dan fasilitas R&D, NO2 muncul dari eksperimen pembakaran bahan bakar, pengujian katalis, atau uji emisi. Pengajar dan mahasiswa sering berpindah dari satu ruang ke ruang lain. Tanpa alat pemantau personal, sulit mengetahui apakah nilai NO2 di dekat wajah operator sudah melebihi batas paparan sementara (STEL) atau masih aman.

Di industri proses dan kimia, area boiler, ruang pembakaran, dan stack sampling juga memerlukan pemantauan NO2 yang dekat dengan pekerja, bukan hanya di titik monitor tetap di dinding. Data personal inilah yang dibutuhkan tim K3, auditor internal, dan regulator ketika mengevaluasi kepatuhan batas NAB (Nilai Ambang Batas) atau TLV.

Itu sebabnya banyak perusahaan mulai mencari air quality meter portabel yang:

  • Bisa dipakai seharian tanpa ribet

  • Memiliki alarm bunyi, lampu, dan getar yang jelas

  • Merekam data paparan (TWA, peak) untuk keperluan audit

  • Tersertifikasi untuk area berpotensi ledakan (ATEX), terutama di industri kimia dan air limbah

Gasman-NO2 “Nitrogen Dioxide” dirancang persis untuk menjawab kebutuhan ini.

Detektor Elektrokimia Portabel: Cara Kerja Gasman-NO2 Mengendus NO2

Gasman-NO2 menggunakan sensor elektrokimia khusus NO2. Di dalamnya terdapat sel kecil berisi elektrolit dan elektroda kerja. Ketika molekul NO2 masuk ke sensor melalui membran, gas ini bereaksi di permukaan elektroda sehingga menghasilkan arus listrik kecil yang sebanding dengan konsentrasi NO2 di udara.

Secara sederhana:

  1. Udara sekitar masuk melalui filter dan membran difusi.

  2. NO2 mencapai elektroda sensor.

  3. Terjadi reaksi redoks yang menghasilkan sinyal listrik.

  4. Elektronik internal mengubah sinyal menjadi nilai ppm dan menampilkannya di layar.

Pendekatan elektrokimia ini penting untuk pemantauan jangka panjang karena:

  • Konsumsi daya relatif rendah, jadi baterai tahan lama.

  • Selektivitas terhadap gas target cukup baik, sehingga pembacaan lebih stabil.

  • Ukuran sensor kecil, memungkinkan alat portabel dan ringan.

Dibanding “metode manual” seperti tabung deteksi sekali pakai, pendekatan detektor elektrokimia:

  • Memberikan pembacaan kontinu, bukan hanya snapshot sesaat.

  • Bisa diatur ambang alarm berlapis (misal alarm 1 di 1 ppm, alarm 2 di level lebih tinggi).

  • Merekam tren paparan selama jam kerja (TWA 8 jam, 15 menit) sehingga lebih relevan untuk evaluasi K3.

Untuk pengguna yang mengelola banyak orang di lapangan — teknisi WWTP, operator boiler, tim maintenance di pabrik kimia — kemampuan pemantauan kontinu ini jauh lebih praktis dan ekonomis dibanding pengujian sesekali dengan sampel laboratorium saja.

Gasman-NO2: Detektor NO2 Personal dengan Sertifikasi Zona Ex

Gasman-NO2 adalah varian khusus dari seri Gasman yang dikonfigurasi untuk mendeteksi nitrogen dioksida. Alat ini merupakan gas meter personal yang dikenakan di pakaian kerja atau sabuk operator, sehingga sensor selalu berada di zona pernapasan.

Beberapa hal yang membuatnya menarik dibanding banyak detektor gas lain:

  • Fokus pada satu gas (NO2) dengan rentang 0–10 ppm dan pengaturan alarm standar di 1 ppm. Rentang ini sangat relevan dengan batas paparan kerja yang biasanya berada di kisaran rendah.

  • Tersedia fungsi datalogger internal hingga sekitar 900 jam dengan interval pengambilan data minimal 1 menit. Artinya, data paparan harian operator dapat ditelusuri kembali saat investigasi.

  • Dilengkapi sertifikasi ATEX:

    • ATEX II 1G EEx ia IIC T4 untuk gas toksik dan oksigen (zona berisiko tinggi).

    • ATEX II 2G EEx ia d IIC T4 untuk gas mudah terbakar.

  • Sistem alarm tiga jalur: suara hingga sekitar 85 dB pada jarak 1 m, LED berkedip terang, dan getaran. Ini membantu operator tetap waspada meski berada di area bising.

  • Sensor gas bersifat exchangeable dalam seri Gasman, sehingga pabrikan menyediakan pilihan sensor lain jika dibutuhkan di fleet yang sama (CH4, CO, H2S, SO2, O3, dan lain-lain).

Dengan kombinasi portabilitas, sertifikasi keselamatan, dan kemampuan logging, Gasman-NO2 cocok sebagai “badge” K3 modern di berbagai fasilitas yang bersinggungan dengan NOx.

Desain, Dimensi, dan Kenyamanan Penggunaan

Secara fisik, Gasman-NO2 dirancang kompak dan ringan supaya nyaman dipakai sepanjang shift kerja:

  • Dimensi sekitar 90 mm x 48 mm x 24 mm (kira-kira seukuran telapak tangan orang dewasa).

  • Berat maksimum sekitar 130 g termasuk baterai, sehingga tidak terasa membebani ketika dijepit di saku dada atau sabuk.

  • Housing dilindungi dengan rating IP65/67, yang berarti:

    • Tahan debu sepenuhnya (dust tight).

    • Tahan semprotan air bertekanan sedang hingga sementara terendam (berguna saat hujan atau pencucian area).

Material casing dibuat kokoh untuk menyerap benturan ringan sehari-hari. Di bagian belakang biasanya terdapat klip kuat untuk menjepit ke pakaian kerja atau harness. Tombol kontrol ditempatkan di bagian depan atas, dirancang dapat ditekan bahkan dengan sarung tangan kerja standar.

Dari sisi catu daya, untuk versi gas toksik dan oksigen (termasuk NO2) digunakan dua sel nickel-metal hydride (NiMH) rechargeable. Dalam pemakaian normal, baterai ini mampu bertahan sekitar 8–10 jam operasi, cukup untuk satu shift kerja penuh. Pengisian ulang dilakukan melalui charging station khusus yang juga berfungsi sebagai antarmuka data.

Kondisi lingkungan operasi juga cukup lebar:

  • Suhu kerja sekitar -20 °C sampai +55 °C.

  • Kelembapan relatif 0–99% non-kondensasi.

Artinya, alat tetap relevan digunakan di fasilitas pengolahan air luar ruang, ruang boiler panas, atau lokasi inspeksi lapangan dengan iklim tropis lembap seperti di Indonesia.

Untuk menjaga umur sensor, pabrikan menyebut estimasi:

  • Sensor gas toksik (termasuk NO2): umur desain sekitar 3 tahun.

  • Sensor metana: sekitar 5 tahun.

  • Sensor oksigen: minimal 1 tahun.

Dalam praktik, umur ini bisa lebih panjang atau lebih pendek tergantung beban paparan dan kondisi lingkungan, tetapi informasi tersebut membantu perencanaan anggaran penggantian sensor.

Antarmuka, Alarm, dan Pengalaman Pengguna

Di bagian depan, Gasman-NO2 memiliki layar LCD dengan backlight yang membantu pembacaan di ruangan redup atau inspeksi malam hari. Ukuran karakter sekitar 10 mm, sehingga angka konsentrasi mudah dibaca sekilas tanpa harus mendekatkan alat ke wajah.

Pada layar dapat ditampilkan:

  • Konsentrasi NO2 real-time (ppm).

  • Status alarm (alarm 1, alarm 2).

  • Simbol Max Hold.

  • Indikator baterai lemah.

  • Status kalibrasi/zero.

  • Penanda TWA (Time Weighted Average) 15 menit dan 8 jam jika fungsi ini diaktifkan.

Tombol di panel depan digunakan untuk:

  • Menghidupkan/mematikan alat.

  • Masuk ke menu pengaturan (dengan kombinasi penekanan).

  • Menjalankan fungsi zero di udara bersih.

  • Mengakses nilai log atau informasi alarm tertentu.

Demi keamanan, alat ini dirancang supaya tidak mudah dimatikan secara tidak sengaja. Salah satu poin di spesifikasi menyebut bahwa unit hanya bisa dimatikan dengan menekan dua tombol secara bersamaan, sehingga mencegah operator secara tak sengaja mematikan alat saat bekerja di zona berbahaya.

Sistem alarm menggunakan tiga kanal:

  • Alarm bunyi hingga sekitar 85 dB(A) pada jarak 1 m, dengan pola bunyi yang dapat disetel.

  • LED merah yang berkedip terang ketika nilai alarm terlampaui ataupun untuk menandai alarm status lain.

  • Motor getar internal yang berfungsi sebagai tambahan, sangat berguna di area bising atau ketika alat dipakai di dalam pakaian pelindung.

Ada juga nada “regular control tone” yang dapat diaktifkan untuk menandai bahwa alat sedang bekerja normal (heartbeat sound). Nada ini bisa dimatikan jika dirasa mengganggu.

Datalogger internal dengan kapasitas sekitar 900 jam memungkinkan pengguna menyimpan data konsentrasi dan status alarm. Interval logging dapat diatur, misalnya tiap 1 menit, sehingga data paparan harian dan mingguan operator bisa dianalisis ulang melalui software.

Fitur Keamanan dan Monitoring Cerdas pada Gasman-NO2

Beberapa fitur yang sering diapresiasi pengguna industri dan laboratorium:

  1. Autozero / fungsi “clean air”

    • Alat menyediakan fungsi zero otomatis untuk menyesuaikan sensor dengan kondisi udara bersih setempat sebelum masuk area berisiko.

    • Ini membantu mengurangi drift dan memastikan pembacaan di level rendah (sekitar 1 ppm) tetap dapat dipercaya.

  2. Datalogger dengan memori fleksibel

    • Kapasitas sampai sekitar 900 jam dengan interval 1 menit berarti satu alat bisa menyimpan data beberapa minggu pemakaian sebelum perlu diunduh.

    • Data dapat menyertakan nilai instan, TWA, dan status alarm, sehingga berguna untuk audit dan investigasi insiden.

  3. Keamanan internal untuk area Ex

    • Sertifikasi ATEX dan desain intrinsically safe membuat Gasman-NO2 aman dibawa masuk ke area yang mungkin mengandung gas mudah terbakar, misalnya di sekitar tangki bahan bakar, meskipun unit ini difokuskan mengukur NO2.

  4. Proteksi dari salah operasi

    • Kombinasi dua tombol untuk mematikan alat mengurangi risiko alat sengaja atau tidak sengaja dimatikan ketika pekerja masih berada di zona berbahaya.

    • Alarm baterai lemah berbunyi panjang ketika kapasitas baterai turun, sehingga pengguna mengetahui kapan perlu kembali ke area aman.

  5. Fleksibilitas sensor di fleet yang sama

    • Dalam satu sistem pengelolaan K3, perusahaan bisa memiliki beberapa unit dengan sensor berbeda (misalnya CO, H2S, SO2, NO2). Hal ini memudahkan standarisasi pelatihan dan perawatan karena antarmuka dan charger sama.

Untuk teknisi K3, kombinasi fitur ini berarti waktu lebih efisien, dokumentasi audit lebih mudah, dan potensi salah baca di lapangan berkurang.

Integrasi Data dan Konektivitas dengan PC

Gasman-NO2 dapat dihubungkan ke PC melalui kabel interface khusus yang terhubung ke charging station. Stasiun ini berfungsi ganda sebagai:

  • Dock pengisian ulang baterai.

  • Antarmuka komunikasi data ke software pada Windows.

Dengan software opsional dari PCE Instruments, pengguna dapat:

  • Mengunduh seluruh log konsentrasi NO2 dan alarm.

  • Menampilkan grafik tren paparan per shift, per minggu, atau per proyek.

  • Mengekspor data ke format umum seperti CSV atau Excel untuk diolah lebih lanjut atau diimpor ke sistem LIMS/HSE perusahaan.

Dalam konteks QA/QC dan riset, kemampuan ini memudahkan:

  • Pelaporan paparan operator ke manajemen dan regulator.

  • Analisis korelasi antara kondisi proses (misalnya beban aerasi di IPAL, beban boiler) dan emisi NO2 di area kerja.

  • Penyusunan prosedur kerja yang lebih aman berdasarkan data, bukan asumsi.

Spesifikasi Teknis Gasman-NO2 Nitrogen Dioxide

Rentang pengukuran dan alarm (pilihan sensor seri Gasman)

Parameter/Gas Simbol Rentang Setelan alarm tipikal
Gas mudah terbakar (metana) CH4 0 … 100% LEL 20% LEL
Oksigen O2 0 … 25% v/v 19% dan 23% v/v
Hidrogen sulfida H2S 0 … 100 ppm 5 ppm
Karbon dioksida CO2 0 … 5% v/v 0,5 dan 1,5% v/v
Karbon monoksida CO 0 … 500 ppm 30 ppm
Sulfur dioksida SO2 0 … 20 ppm 1 ppm
Klorin* Cl2 0 … 5 ppm 0,5 ppm
Nitrogen dioksida* NO2 0 … 10 ppm 1 ppm
Fosfin PH3 0 … 5 ppm 0,5 ppm
Amonia NH3 0 … 100 ppm 25 ppm
Hidrogen H2 0 … 1000 ppm 100 ppm
Ozon O3 0 … 1 ppm 0,1 ppm

Catatan: untuk sensor klorin dan NO2, pompa hisap eksternal pada seri Gasman II tidak dapat digunakan.

Spesifikasi umum

Parameter Nilai tipikal
Waktu respons (T90) sensor metana 20 s, umur sensor ±5 tahun
Waktu respons sensor gas toksik 20 s, umur sensor ±3 tahun
Waktu respons sensor O2 10 s, umur sensor minimal 1 tahun
Tingkat kebisingan alarm bunyi Sekitar 85 dB(A) pada jarak 1 m
Jenis alarm Suara, LED berkedip, getar
Rating proteksi housing IP65/67
Dimensi ±90 × 48 × 24 mm
Berat Maks. ±130 g (termasuk baterai)
Suhu operasi -20 … +55 °C
Kelembapan 0 … 99% RH non-kondensasi
Catu daya 2 sel NiMH isi ulang, durasi operasi 8–10 jam
Memori internal Hingga ±900 jam dengan interval 1 menit
Sertifikasi EN 50014, EN 50020, EN 50018, EN 55022 kelas B, beberapa standar IEC/EN lainnya; ATEX II 1G EEx ia IIC T4 (gas toksik & O2), ATEX II 2G EEx ia d IIC T4 (gas mudah terbakar)

Bagi pengguna pemula, angka-angka di atas bisa dibayangkan seperti ini: alat mampu “mendengar” kenaikan NO2 dari level sangat rendah (sekitar 1 ppm) dalam hitungan detik, memberi tahu Anda dengan bunyi keras, lampu, dan getar, sambil menyimpan seluruh riwayat paparan di memori internal. Ukurannya kecil seperti pager, tetapi sensitivitasnya mendekati instrumen laboratorium yang dirancang khusus untuk keselamatan kerja.

Memilih Konfigurasi dan Aksesori Tambahan

Walaupun Gasman-NO2 hanya berfokus pada satu gas, pengguna tetap perlu menyesuaikan pengaturan alarm dan aksesori dengan aplikasinya.

Panduan rentang konsentrasi dan contoh aplikasi

Lingkungan kerja Kisaran NO2 yang umum terjadi Saran setelan alarm NO2 Catatan aplikasi
Ruang klorinasi IPAL/WWTP <1 ppm (normal), bisa naik saat gangguan ventilasi Alarm 1: 1 ppm, Alarm 2: 3 ppm Monitoring keselamatan operator saat inspeksi rutin
Area boiler dan ruang pembakaran <0,5 ppm (normal), spike hingga beberapa ppm Alarm 1: 1 ppm, Alarm 2: 5 ppm Digunakan oleh tim maintenance dan inspeksi K3
Laboratorium emisi & katalis 0–5 ppm tergantung percobaan Alarm 1: 1 ppm, Alarm 2: 2–3 ppm Membantu pengajar mengawasi paparan mahasiswa
Area uji mesin diesel di bengkel besar 0–5 ppm Alarm 1: 1 ppm, Alarm 2: 3–5 ppm Pengukuran paparan personal mekanik di ruang tertutup

Pengaturan spesifik tetap mengikuti regulasi lokal dan kebijakan K3 perusahaan, tetapi tabel di atas bisa menjadi titik awal diskusi dengan tim HSE.

Aksesori yang umum digunakan

  • Charging station (wajib untuk pengisian baterai dan transfer data).

  • Kabel interface PC dan software Windows untuk unduh data.

  • Mounting clip atau harness tambahan untuk penggunaan di pakaian safety tertentu.

  • Tabung gas kalibrasi NO2 dan regulator untuk kalibrasi berkala.

  • Tas pelindung jika unit sering dibawa ke lapangan berdebu.

Faktor yang memengaruhi hasil pengukuran NO2

  • Suhu dan kelembapan ekstrem dapat memengaruhi respons sensor.

  • Aliran udara yang sangat lambat (di ruang sempit tanpa ventilasi) dapat membuat waktu respons nyata sedikit lebih lama.

  • Kehadiran gas lain yang sangat reaktif dapat menimbulkan cross-sensitivity tergantung desain sensor; kalibrasi berkala membantu mengontrol ini.

  • Kondisi sensor (umur, riwayat paparan tinggi) memengaruhi stabilitas jangka panjang.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, Gasman-NO2 bisa memberikan data yang konsisten untuk analisis paparan jangka panjang.

Contoh Implementasi Gasman-NO2 di Lapangan

Studi kasus 1 – Pengolahan air limbah kota

Sebuah instalasi pengolahan air limbah kota menggunakan proses pembakaran gas biometana untuk mengurangi volume lumpur. Tim K3 mencatat beberapa keluhan iritasi saluran napas dari operator yang bertugas di sekitar ruang pembakaran dan cerobong uji emisi. Sebelumnya, pemantauan dilakukan dengan sampel berkala ke laboratorium, sehingga sulit memetakan kapan tepatnya paparan meningkat.

Mereka kemudian melengkapi setiap operator di area tersebut dengan Gasman-NO2. Alarm dipasang di 1 ppm (alarm 1) dan 3 ppm (alarm 2). Data log dikumpulkan setiap minggu melalui software PC dan diplot terhadap jadwal operasi pembakaran.

Hasilnya:

  • Terlihat pola lonjakan NO2 sekitar 30 menit setelah start-up burner, terutama ketika pintu ruangan masih terbuka.

  • Ventilasi ulang dan prosedur penutupan pintu dimodifikasi berdasarkan data tersebut.

  • Dalam enam bulan, laporan keluhan iritasi menurun dan hasil evaluasi paparan TWA 8 jam terhadap NO2 berada jauh di bawah batas NAB yang berlaku.

Gasman-NO2 tidak hanya berfungsi sebagai alarm keselamatan real-time, tetapi juga sebagai alat diagnosis proses untuk memperbaiki desain ventilasi dan prosedur kerja.

Studi kasus 2 – Laboratorium teknik mesin di kampus

Di sebuah fakultas teknik, laboratorium mesin melakukan uji emisi motor diesel dan bensin untuk praktikum mahasiswa. Ruangan memiliki sistem ventilasi, tetapi dosen khawatir tentang paparan NO2 di dekat area kerja mahasiswa ketika pengujian dilakukan secara intensif.

Dua unit Gasman-NO2 digunakan:

  • Satu dikenakan oleh dosen atau teknisi lab.

  • Satu diletakkan di area kerja mahasiswa yang paling dekat dengan sumber emisi.

Selama beberapa bulan pertama, data TWA dan nilai puncak dicatat dan dianalisis. Ternyata, ketika praktikum diadakan berturut-turut tanpa jeda, konsentrasi NO2 di area mahasiswa mendekati ambang batas internal fakultas meski belum melampaui NAB.

Sebagai tindak lanjut:

  • Jadwal praktikum diatur ulang dengan jeda ventilasi di antara sesi.

  • Ventilasi diperkuat pada sisi ruangan yang ternyata memiliki angka NO2 lebih tinggi.

  • Gasman-NO2 tetap digunakan sebagai monitor verifikasi ketika ada praktikum besar.

Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana alat portabel dapat membantu institusi pendidikan menerapkan prinsip keselamatan setara industri.

Langkah Praktis Menggunakan Gasman-NO2 di Instalasi Pengolahan Air Limbah

Berikut panduan sederhana jika Gasman-NO2 digunakan oleh operator IPAL/WWTP yang rutin masuk ke ruang klorinasi atau area pembakaran:

  1. Persiapan sebelum shift

    • Pastikan unit terisi penuh di charging station.

    • Lepaskan dari charger dan lakukan pemeriksaan visual cepat (tidak ada kerusakan fisik, filter bersih).

    • Nyalakan alat sesuai prosedur, tunggu hingga proses self-test selesai.

  2. Zero di udara bersih

    • Lakukan fungsi zero di area yang diyakini bebas NO2 (misalnya di luar gedung dengan sirkulasi udara baik).

    • Pastikan nilai pembacaan kembali ke 0 ppm atau mendekati.

  3. Pemasangan di tubuh

    • Jepit Gasman-NO2 di saku dada atau kerah, sedekat mungkin dengan zona pernapasan.

    • Pastikan tidak tertutup jaket atau scarf yang dapat menghalangi aliran udara ke sensor.

  4. Saat memasuki area berisiko

    • Perhatikan pembacaan ketika membuka pintu ruang klorinasi atau ruang pembakaran.

    • Jika alarm 1 aktif (1 ppm), evaluasi apakah pekerjaan masih dapat dilakukan dalam waktu singkat dan sesuai prosedur K3.

    • Jika alarm 2 aktif (misalnya 3 ppm atau nilai yang disepakati), segera keluar ke area aman dan laporkan ke supervisor.

  5. Selama inspeksi

    • Sesekali gunakan fungsi Hold atau Max (jika diaktifkan) untuk melihat nilai puncak selama kunjungan.

    • Hindari menutup sensor dengan tangan atau pakaian.

  6. Setelah shift

    • Kembali ke area aman, matikan alat sesuai instruksi (biasanya menekan dua tombol).

    • Tempatkan unit di charging station untuk isi ulang dan, jika dijadwalkan, unduh data ke PC.

  7. Kalibrasi berkala

    • Ikuti jadwal kalibrasi yang ditetapkan (misalnya setiap 6 bulan atau sesuai SOP).

    • Gunakan gas kalibrasi NO2 bersertifikat untuk menyesuaikan respons sensor.

Dengan alur sederhana ini, operator tidak hanya terlindungi, tetapi juga menghasilkan data paparan yang bisa dipakai manajemen K3 untuk evaluasi rutin.

Kesimpulan: Untuk Siapa Gasman-NO2 Paling Cocok?

Gasman-NO2 “Nitrogen Dioxide” dari PCE Instruments adalah detektor NO2 personal yang memadukan:

  • Rentang pengukuran relevan 0–10 ppm dengan alarm standar di 1 ppm.

  • Desain ringan, ringkas, dan nyaman dipakai sepanjang shift.

  • Sertifikasi ATEX dan proteksi IP65/67 untuk lingkungan industri berat.

  • Sistem alarm suara, visual, dan getar yang jelas.

  • Datalogger hingga sekitar 900 jam dengan integrasi ke PC.

Alat ini sangat cocok untuk:

  • Operator instalasi pengolahan air limbah dan air minum yang bekerja di ruang pembakaran, ruang klorinasi, dan area tertutup lainnya.

  • Tim maintenance dan K3 di pabrik kimia, petrokimia, dan fasilitas pembakaran.

  • Laboratorium riset dan teaching lab yang melakukan eksperimen pembakaran atau uji emisi.

  • Konsultan K3 dan hygienist industri yang memerlukan data paparan personal NO2 untuk audit.

Jika kebutuhan utama Anda adalah pemantauan NO2 portabel yang aman dibawa ke zona Ex dengan kemampuan logging terintegrasi, Gasman-NO2 layak dipertimbangkan sebagai bagian inti dari program pemantauan gas berbahaya di fasilitas Anda.

FAQ Gasman-NO2 Nitrogen Dioxide

1. Apakah Gasman-NO2 bisa digunakan di ruang dengan gas mudah terbakar?
Ya, seri Gasman memiliki sertifikasi ATEX yang memungkinkan penggunaannya di area berpotensi ledakan, asalkan dioperasikan sesuai petunjuk pabrikan dan prosedur K3 setempat.

2. Seberapa sering sensor NO2 perlu dikalibrasi?
Umumnya disarankan kalibrasi berkala, misalnya setiap 6–12 bulan atau sesuai SOP internal dan regulasi. Frekuensi bisa lebih sering jika alat sering terpapar konsentrasi NO2 tinggi.

3. Apakah alat ini bisa mengukur gas lain selain NO2?
Varian Gasman-NO2 yang dibahas dikonfigurasi khusus untuk NO2. Seri Gasman memang menyediakan sensor lain (CO, H2S, dan sebagainya), tetapi masing-masing unit biasanya hanya fokus pada satu gas.

4. Berapa lama data disimpan di dalam alat?
Dengan kapasitas sekitar 900 jam dan interval logging 1 menit, data dapat merekam beberapa minggu penggunaan tergantung durasi pemakaian harian sebelum perlu diunduh ke PC.

5. Apakah Gasman-NO2 tahan terhadap cipratan air dan debu di IPAL outdoor?
Ya, dengan rating IP65/67, alat ini dirancang tahan debu dan semprotan air, sehingga cocok untuk pekerjaan lapangan di lingkungan pengolahan air yang lembap dan kotor.

6. Apa yang terjadi jika baterai mulai lemah saat alat sedang digunakan?
Gasman-NO2 akan memberikan alarm suara berkepanjangan dan indikator baterai lemah di layar, memberi waktu kepada pengguna untuk keluar dari area berisiko dan mengganti atau mengisi ulang baterai.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan gas berbahaya seperti nitrogen dioksida dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti Air Quality Meter Gasman-NO2 “Nitrogen Dioxide” dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan keselamatan kerja, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, dan menjaga lingkungan kerja tetap sehat. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemantauan NO2 pada utilitas maupun proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Air Quality Monitor Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.