Teknisi Indonesia di instalasi pengolahan air limbah sedang memeriksa panel kontrol pH, dengan elektroda IE-20T terpasang pada flow cell di pipa proses, menggambarkan pemantauan pH industri yang berlangsung secara kontinu untuk menjaga kualitas effluent.

IE-20T: Elektroda pH Industri Untuk Pengukuran Stabil Di Lingkungan Proses yang Berat

Daftar Isi

Pengukuran pH sering dianggap sederhana, tetapi di lapangan—mulai dari instalasi pengolahan air, laboratorium QA/QC, hingga industri proses—tantangannya jauh lebih kompleks. Banyak teknisi lapangan menghadapi fluktuasi angka pH yang tidak konsisten, drift yang muncul setelah beberapa minggu pemakaian, atau kesalahan pembacaan akibat perubahan suhu dan tekanan. Situasi ini umum terjadi terutama pada aplikasi yang mengalirkan air limbah, larutan nutrisi hidroponik, kolam budidaya ikan, ataupun jalur proses kimia.

Kesalahan pembacaan pH bukan hanya mengganggu kualitas data, tetapi bisa berdampak langsung pada biaya operasional. Dalam pengolahan air misalnya, ketidakakuratan 0.3–0.5 pH bisa memicu kelebihan penggunaan bahan kimia netralisasi. Pada industri F&B, pH yang tidak stabil berarti proses tidak memenuhi standar QA dan batch berisiko ditolak. Di akuakultur, drift pH kecil dapat memicu stres ikan dan menurunkan imunitas.

Banyak operator juga mengalami kesulitan pada sisi instalasi. Tidak semua elektroda pH cocok untuk dipasang pada flow cell, pipa, atau tangki terbuka. Beberapa elektroda mudah tersumbat pada aplikas limbah, beberapa lainnya tidak tahan tekanan atau fluktuasi suhu. Akibatnya, elektroda tidak bertahan lama dan perlu diganti lebih cepat.

IE-20T hadir sebagai solusi untuk kondisi tersebut—dirancang khusus untuk penggunaan proses yang berjalan terus-menerus, memadukan material tahan kimia dengan sensor pH dan suhu yang stabil serta mudah diintegrasikan ke berbagai controller industri.

Teknologi Sensor Elektrokimia untuk Kontrol Proses pH

Pengukuran pH secara industri umumnya mengandalkan teknologi elektrokimia yang menggunakan membran kaca sensitif dan elektroda referensi. Membran kaca merespons ion hidrogen (H+) di larutan, menghasilkan perbedaan potensial listrik yang sebanding dengan pH. IE-20T menggunakan sistem ini, dilengkapi referensi Ag/AgCl yang dikenal stabil untuk aplikasi air minum, air limbah, kolam, dan industri umum.

Salah satu aspek penting dari akurasi adalah kompensasi suhu. Setiap perubahan suhu dapat mengubah respons elektrokimia secara signifikan. Karena itu IE-20T dilengkapi sensor suhu NTC 10 kΩ, yang memungkinkan controller membaca suhu aktual larutan dan melakukan auto-temperature compensation (ATC). Dengan cara ini, operator tidak perlu menebak perubahan suhu atau melakukan koreksi manual.

IE-20T juga memanfaatkan Teflon liquid junction. Junction tipe ini terkenal tahan clogging, sehingga penting untuk air limbah dengan padatan tersuspensi atau cairan kental seperti cipratan F&B, campuran nutrisi hidroponik, ataupun limbah industri plating. Dibandingkan pH strip atau titrasi manual, pendekatan sensor elektrokimia ini memberikan hasil cepat, bisa dipantau terus-menerus, dan dapat terhubung ke sistem kontrol proses—penting untuk menjaga efisiensi operasional.

Apa yang Membuat IE-20T Berbeda dari Elektroda pH Lain

IE-20T bukan sekadar elektroda pH biasa. Produk ini dirancang untuk kebutuhan industri yang memerlukan keandalan jangka panjang. Material bodi menggunakan PPS/PC, kombinasi plastik rekayasa yang tahan bahan kimia umum serta mampu bekerja pada tekanan hingga 0.6 MPa (87 PSIG). Material ini menjadikannya lebih tahan terhadap benturan dan lingkungan korosif dibanding elektroda laboratorium standar.

Thread 3/4″ NPT pada kedua ujungnya memudahkan pemasangan pada flow cell, pipa, maupun bracket immersi. Kemampuan ini sangat penting bagi industri yang membutuhkan monitoring kontinu, karena meminimalkan potensi kebocoran serta memudahkan perawatan.

IE-20T juga dilengkapi kabel 5 meter, yang meningkatkan fleksibilitas penempatan sensor di lokasi industri yang tidak selalu mudah dijangkau.

Desain, Dimensi, dan Ketahanan Lingkungan IE-20T

Secara fisik, IE-20T dirancang sebagai elektroda pH industri yang kompak namun kokoh. panjang total elektroda adalah sekitar 150 mm dengan diameter luar 29,5 mm, dilengkapi ulir 3/4 inch NPT yang terintegrasi di kedua ujungnya . Pada gambar dimensi di user guide, terlihat bagian tengah elektroda berbentuk silinder dengan beberapa penampang: area sensor kaca pH di satu sisi dan kabel keluar di sisi lain, dengan beberapa bagian diameter yang sedikit berbeda untuk menyesuaikan dudukan proses .

Material bodi menggunakan kombinasi PPS/PC. PPS (polyphenylene sulfide) dikenal sebagai plastik rekayasa yang tahan suhu dan bahan kimia, sedangkan PC (polycarbonate) memberi kekuatan mekanik yang baik. Kombinasi ini membuat elektroda cukup tahan terhadap lingkungan korosif yang umum dijumpai di instalasi pengolahan air limbah, proses kimia ringan, ataupun aplikasi F&B yang menggunakan bahan pembersih agresif .

Dari sisi lingkungan kerja, IE-20T dirancang untuk beroperasi pada rentang suhu 0–60 °C dengan tekanan proses maksimum 0,6 MPa (87 PSIG) . Artinya, sensor ini cukup aman untuk dipasang pada line air bertekanan menengah, seperti discharge WTP, pipa resirkulasi di WWTP, atau jalur air proses di pabrik minuman. Namun, pengguna tetap perlu memastikan bahwa tekanan kerja aktual di line tidak melebihi batas yang ditentukan, dan menghindari kondisi hammering (water hammer) yang ekstrem.

Kabel standar sepanjang 5 meter menghubungkan elektroda ke controller, dengan kemampuan transmisi sinyal hingga 30 meter . Ini cukup untuk sebagian besar instalasi di pabrik, di mana panel kontrol biasanya ditempatkan di ruang kontrol atau dekat area proses. Karena kabel tidak dirancang tahan rendaman penuh, pabrikan menegaskan agar elektroda tidak dicelupkan sepenuhnya sampai mengenai sambungan kabel .

Berat elektroda tidak dituliskan secara eksplisit di dokumen resmi, tetapi dari bentuk dan materialnya, IE-20T termasuk kategori “ringan–sedang”, sehingga tidak membutuhkan dudukan khusus. Di banyak aplikasi, elektroda cukup ditahan oleh ulir 3/4″ NPT pada flow cell, pipa, atau fitting immersi.

Lingkungan operasi yang disarankan adalah larutan berair (aqueous solution). Elektroda ini tidak dimaksudkan untuk pelarut organik pekat ataupun media dengan suhu melampaui 60 °C. Untuk laboratorium dan instalasi QA/QC, batasan ini umumnya sudah lebih dari cukup, terutama pada aplikasi air minum, air limbah, akuakultur, dan proses F&B yang berlangsung mendekati suhu kamar hingga kisaran 40–50 °C.

Antarmuka dan Pengalaman Pengguna di Lapangan

Berbeda dengan pH meter portabel yang memiliki layar dan tombol di satu bodi, IE-20T adalah elektroda proses yang terhubung ke controller eksternal. Antarmuka utamanya justru berupa kabel dan koneksi ke instrumentasi. Pada user guide, produsen menunjukkan empat kabel dengan warna berbeda: hitam (pH referensi, pH−), bening (pH measurement, pH+), merah (temperature +), dan kuning (temperature −) . Kombinasi ini memudahkan teknisi menghubungkan elektroda ke terminal controller tanpa salah polaritas.

Dari sudut pandang pengguna, kenyamanan muncul dari beberapa hal. Pertama, adanya sensor suhu NTC 10 kΩ yang terintegrasi langsung di elektroda. Dengan begitu, teknisi tidak perlu memasang sensor suhu terpisah di titik yang sama. Cukup satu penetrasi pipa atau satu port di flow cell, pH dan suhu bisa dibaca sekaligus oleh controller. Hal ini menyederhanakan wiring dan mengurangi potensi kesalahan pembacaan akibat perbedaan titik pengukuran pH dan suhu.

Kedua, desain ulir 3/4″ NPT di kedua ujung elektroda membuat pemasangan relatif intuitif di berbagai konfigurasi: side wall, flange, pipe, immersion, top mounting, hingga flow cell mounting, seperti yang diilustrasikan di halaman instalasi . Operator yang sudah terbiasa dengan fitting pipa standar industri akan langsung memahami cara mengencangkan elektroda menggunakan teflon tape untuk mencegah kebocoran.

Pengalaman pengguna juga dipengaruhi oleh bagaimana controller menangani sinyal dari IE-20T. Meskipun spesifikasinya tergantung merek dan tipe controller, konfigurasi umum biasanya mencakup fitur-fitur seperti:

  • Auto-temperature compensation (ATC) berdasarkan sensor NTC 10 kΩ.

  • Tampilan pH dan suhu secara bersamaan di layar.

  • Fungsi hold, stabilisasi bacaan, dan alarm jika pH keluar dari batas.

  • Menu kalibrasi dua atau tiga titik menggunakan buffer standar (misalnya pH 4, 7, 10).

Dengan integrasi yang baik, IE-20T tidak terasa “hanya sensor” tetapi bagian dari satu sistem pemantauan pH yang user-friendly. Banyak laboratorium QA/QC dan operator WTP/WWTP merasa lebih tenang ketika bisa melihat angka pH yang stabil di layar, bukan angka yang loncat-loncat karena sensor atau koneksi yang kurang cocok.

Fitur Operasional Penting yang Menjaga Keandalan Pengukuran

Beberapa fitur IE-20T tampak sederhana di kertas, tetapi sangat menentukan keandalan di lapangan. Yang pertama adalah penggunaan referensi Ag/AgCl. Sistem referensi ini sudah menjadi standar pada elektroda pH modern, karena memberikan potensial referensi yang stabil di berbagai jenis larutan berair . Bagi industri, stabilitas referensi berarti interval kalibrasi bisa lebih panjang dan data lebih konsisten dari satu minggu ke minggu berikutnya.

Fitur kedua yang penting adalah Teflon liquid junction . Junction adalah area di mana larutan referensi berkomunikasi secara ionik dengan sampel. Pada beberapa elektroda murah, bagian ini sering menjadi titik lemah karena mudah tersumbat oleh kotoran atau partikel. Teflon, dengan struktur permukaannya yang hidrofobik dan tahan kimia, membantu mempertahankan aliran ion yang stabil sekaligus mengurangi risiko fouling. Bagi WWTP yang menangani air limbah dengan padatan tersuspensi tinggi, ini berarti elektroda perlu dibersihkan lebih jarang.

Fitur ketiga adalah integrasi sensor suhu NTC 10 kΩ. Dalam banyak proses, suhu larutan berubah-ubah seiring waktu—misalnya ketika air limbah masuk dari beberapa line yang berbeda, atau ketika proses CIP (clean-in-place) menggunakan air hangat. Tanpa kompensasi suhu otomatis, angka pH akan ikut berubah hanya karena perubahan suhu, bahkan jika komposisi kimia larutan tetap. Dengan IE-20T, controller dapat melakukan koreksi secara real-time sehingga operator melihat angka pH yang sudah dikompensasi.

Selain itu, IE-20T dirancang untuk bekerja dalam rentang pH 0–14, yang mencakup hampir semua aplikasi industri air dan proses umum . Ini berarti satu tipe elektroda dapat digunakan lintas lokasi: dari air baku yang relatif netral, air limbah yang cenderung basa, hingga beberapa proses kimia yang sedikit asam. Ketahanan tekanan hingga 0,6 MPa memberi fleksibilitas pemasangan di line bertekanan menengah tanpa memerlukan housing khusus.

Semua fitur ini bersama-sama menjadikan IE-20T bukan hanya “sensor yang bisa membaca pH”, tetapi komponen yang siap bekerja terus-menerus, mendukung pemantauan jangka panjang, dan mengurangi jam kerja yang dihabiskan teknisi untuk menangani masalah drift dan fouling.

Integrasi IE-20T dengan Sistem Kontrol dan Data Industri

Walaupun IE-20T sendiri tidak menyediakan port USB atau antarmuka digital langsung, elektroda ini dirancang untuk terhubung ke berbagai controller pH industri. Di sinilah fleksibilitasnya terasa: kabel dengan empat inti (dua untuk pH, dua untuk suhu) memungkinkan IE-20T dikawinkan dengan banyak jenis transmitter atau controller panel yang mendukung input elektroda pH dengan sensor suhu NTC 10 kΩ.

Setelah terhubung ke controller, barulah data pH dan suhu dapat diteruskan ke sistem lain: PLC, SCADA, atau LIMS. Biasanya, controller akan menyediakan sinyal analog (4–20 mA) atau komunikasi digital (Modbus, Profibus, dan lain-lain, tergantung model controller). Dengan demikian, IE-20T menjadi “mata” dari sistem kontrol pH yang lebih luas.

Dalam workflow QA/QC modern, data pH tidak hanya dilihat di panel lokal. Banyak pabrik ingin:

  • Merekam tren pH harian untuk melihat kestabilan proses.

  • Menyimpan log kalibrasi dan perawatan untuk keperluan audit.

  • Mengirimkan alarm jika pH melenceng dari rentang aman.

Menggunakan IE-20T sebagai sensor, perusahaan dapat menyusun workflow seperti berikut:

  1. IE-20T mengukur pH dan suhu di titik proses.

  2. Controller membaca sinyal dan menampilkannya di panel.

  3. Controller mengirimkan data ke SCADA atau sistem logging.

  4. Supervisor QA/QC memantau tren pH dari ruang kontrol atau bahkan jarak jauh.

Pendekatan ini jauh lebih andal dan efisien dibandingkan metode manual, di mana operator mengambil sampel dan mengukur pH di laboratorium berkali-kali per hari. Dengan sensor proses seperti IE-20T, frekuensi sampling manual bisa dikurangi, sementara visibilitas terhadap proses justru meningkat.

Spesifikasi Teknis IE-20T

Parameter Nilai Keterangan singkat
Rentang pH 0 hingga 14 pH Cocok untuk larutan sangat asam hingga sangat basa
Sensor suhu NTC 10 kΩ Untuk kompensasi suhu otomatis (ATC)
Rentang suhu operasi 0 hingga 60 °C (32 hingga 140 °F) Batas suhu larutan yang aman untuk sensor
Tekanan proses maksimum 0,6 MPa (87 PSIG) Tekanan tertinggi yang direkomendasikan
Material bodi PPS/PC Plastik rekayasa tahan kimia dan benturan ringan
Referensi Ag/AgCl Referensi stabil untuk kebanyakan aplikasi air
Liquid junction Teflon Mengurangi risiko clogging
Diameter elektroda 29,5 mm dengan ulir 3/4″ NPT di kedua ujung Memudahkan instalasi pada pipa/flow cell standar
Panjang elektroda 150 mm Sesuai untuk flow cell dan pemasangan immersi pendek
Panjang kabel standar 5 m (16,4 ft) Kabel terintegrasi dari pabrik
Jarak transmisi maksimum 30 m (98,4 ft) Jarak sinyal yang disarankan dari sensor ke controller

Bagi pengguna yang baru mengenal spesifikasi elektroda, angka-angka ini bisa dibayangkan seperti “batas main aman” dari sensor. Rentang pH 0–14 artinya IE-20T bisa digunakan hampir di semua aplikasi air—mulai dari air baku netral hingga air limbah yang cukup basa atau asam. Rentang suhu 0–60 °C ibarat batas “cuaca” yang boleh dialami sensor; di bawah 0 °C atau di atas 60 °C, membran kaca dan housing bisa mengalami kerusakan. Tekanan 0,6 MPa setara dengan sekitar 6 bar, kira-kira tekanan yang Anda temukan pada pipa distribusi industri ringan. Jika sistem Anda bekerja di atas itu, perlu dipertimbangkan housing khusus atau jenis sensor lain.

Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Aksesori

IE-20T akan bekerja optimal bila dipasangkan dengan komponen pendukung yang tepat. beberapa larutan buffer dan storage solution sebagai aksesori opsional :

  • PHCS-USA: buffer pH 4.01, 7.00, 10.01 (480 ml).

  • PHCS-NIST: buffer pH 4.01, 6.86, 9.18 (480 ml).

  • PHCS-ES: pH electrode storage solution (480 ml).

Buffer tersebut digunakan untuk kalibrasi rutin. PHCS-USA cocok untuk aplikasi umum, sementara PHCS-NIST lebih relevan bila Anda memerlukan rujukan ke standar NIST, misalnya untuk laboratorium farmasi atau pengujian yang dekat dengan regulasi.

Selain larutan, Anda juga perlu mempertimbangkan tipe mounting. IE-20T dapat dipasang di:

  • Side wall (dinding tangki) dengan kemiringan minimal 15° dari horizontal.

  • Flange mounting pada tangki tertutup.

  • Pipe mounting langsung di pipa proses.

  • Immersion mounting untuk tangki terbuka.

  • Top mounting untuk reaktor atau bak.

  • Flow cell mounting untuk aliran sampel terkontrol .

Pastikan memilih fitting yang memungkinkan sensor terendam cukup dalam, tetapi tidak sampai kabel menyentuh cairan.

Faktor-faktor berikut sangat memengaruhi hasil pengukuran dan umur elektroda:

  • Kebersihan permukaan membran kaca (fouling, kerak, biofilm).

  • Kecepatan aliran (terlalu rendah bisa membuat respon lambat, terlalu tinggi bisa merusak).

  • Suhu dan fluktuasinya dari waktu ke waktu.

  • Komposisi kimia larutan (mineral tinggi, minyak/grease, protein, dll.).

  • Frekuensi kalibrasi dan cara penyimpanan elektroda ketika tidak digunakan.

Singkatnya: IE-20T adalah sensor yang kuat, tetapi tetap membutuhkan “ekosistem” pendukung berupa buffer, storage solution, mounting yang tepat, dan prosedur perawatan yang konsisten.

Studi Kasus Penerapan IE-20T

1. WWTP Industri Minuman: Downtime Turun, Kontrol Netralisasi Lebih Stabil

Bayangkan sebuah pabrik minuman dengan unit pengolahan air limbah (WWTP) yang harus menjaga pH effluent di kisaran 6,5–8,5 sebelum dibuang ke jaringan kota. Sebelum menggunakan IE-20T, operator sering mengeluhkan sensor pH yang cepat kotor dan membutuhkan kalibrasi hampir setiap minggu. Saat sensor kotor, sistem kontrol pompa dosing kapur dan asam tidak bekerja akurat, sehingga kadang-kadang pH keluar dari batas dan alarm sering berbunyi.

Setelah mengganti sensor lama dengan IE-20T yang memiliki Teflon junction dan reference Ag/AgCl, operator mulai melihat perbedaan. Fouling masih terjadi, tetapi laju penyumbatan berkurang. Dengan prosedur pembersihan berkala (bilas, rendam di detergent, lalu di KCl 3M seperti disarankan user guide ), kalibrasi tidak lagi harus dilakukan setiap minggu, melainkan tiap dua hingga tiga minggu, tergantung beban limbah.

Efeknya, downtime untuk perawatan sensor menurun signifikan. Operator dapat lebih fokus pada pemantauan proses lain. Secara finansial, penghematan terutama muncul dari berkurangnya jam kerja dan stabilnya konsumsi bahan kimia netralisasi, karena kontrol loop pH menjadi lebih konsisten. Angka persentase pengurangan downtime di sini ilustratif, tetapi cukup realistis bila prosedur perawatan dijalankan dengan disiplin.

2. Akuakultur Intensif: Mempertahankan pH Kolam untuk Kesehatan Ikan

Pada usaha akuakultur intensif—misalnya budidaya ikan air tawar dalam kolam beton—stabilitas pH adalah salah satu faktor kunci yang menentukan kesehatan ikan. pH terlalu rendah bisa mengiritasi insang, sementara pH terlalu tinggi meningkatkan toksisitas amonia. Operator biasanya mengandalkan pengukuran manual dengan pH meter portable, satu atau dua kali sehari. Masalahnya, variasi pH antar-waktu bisa luput terdeteksi, terutama ketika fluktuasi terjadi pada malam atau dini hari.

Dalam skenario ini, IE-20T dipasang pada pipa resirkulasi kolam, terhubung ke controller yang menampilkan pH secara kontinu. Operator dapat memantau tren pH sepanjang hari, dan bila diintegrasikan dengan sistem alarm sederhana, bisa mendapat peringatan ketika pH keluar dari rentang aman. Dengan adanya sensor suhu terintegrasi, operator juga mendapat gambaran suhu air, yang sama pentingnya bagi metabolisme ikan.

Implementasi seperti ini membantu petani ikan mengambil keputusan lebih cepat, misalnya menambah aerasi, mengganti sebagian air, atau menyesuaikan pemberian pakan ketika pH mulai bergerak ke arah yang tidak ideal. Walaupun skenario ini ilustratif, banyak prinsipnya yang dapat direplikasi dengan kombinasi IE-20T, controller pH, dan sistem pemantauan sederhana.

Langkah-Langkah Menggunakan IE-20T di Lapangan

Sebagai contoh praktis, bayangkan sebuah WWTP pabrik yang ingin memantau pH bak netralisasi. Berikut langkah-langkah penggunaan IE-20T dari instalasi hingga pemeliharaan rutin:

  1. Persiapan awal

    • Siapkan IE-20T beserta controller pH yang kompatibel.

    • Siapkan Teflon tape untuk ulir, buffer kalibrasi (pH 4, 7, 10 atau NIST), dan larutan penyimpanan.

    • Pastikan titik pemasangan di pipa atau flow cell mudah diakses untuk perawatan.

  2. Instalasi mekanik

    • Lepas penutup pelindung pada ujung sensor, seperti instruksi di user guide .

    • Jika ada gelembung udara di membran kaca, goyangkan elektroda perlahan ke bawah.

    • Bungkus ulir 3/4″ NPT dengan Teflon tape secukupnya.

    • Pasang elektroda ke port pemasangan (pipe/flow cell/side wall) dan kencangkan dengan tangan sampai rapat, tanpa berlebihan.

  3. Instalasi elektrik

    • Hubungkan kabel hitam ke terminal pH− (referensi) di controller.

    • Hubungkan kabel bening ke terminal pH+ (measurement).

    • Hubungkan kabel merah dan kuning ke input sensor suhu (NTC 10 kΩ) sesuai polaritas yang dianjurkan controller .

    • Nyalakan controller dan pastikan nilai suhu yang terbaca realistis.

  4. Kalibrasi awal

    • Lepaskan elektroda dari proses, bilas dengan air bersih.

    • Rendam elektroda dalam buffer pH 7, lalu pH 4 dan/atau 10, ikuti prosedur kalibrasi di manual controller. Buffer bisa menggunakan PHCS-USA atau PHCS-NIST sesuai kebutuhan standar .

    • Setelah kalibrasi, bilas kembali dengan air bersih.

  5. Operasi rutin

    • Pasang kembali elektroda ke posisi proses.

    • Amati nilai pH dan suhu di layar controller, pastikan stabil.

    • Gunakan fitur alarm atau kontrol otomatis (jika tersedia di controller) untuk mengatur dosing kimia berdasarkan pH.

  6. Perawatan berkala

    • Secara berkala, lepaskan elektroda dan lakukan pembersihan sesuai jenis kotoran:

      • Umum: bilas dengan air bersih, gunakan sikat halus bila perlu.

      • Minyak/grease: rendam di detergent 30 menit, bilas, lalu rendam di KCl 3M.

      • Kerak mineral: rendam di HCl 0,1 M sebentar, bilas, kemudian KCl 3M.

      • Protein atau pertumbuhan mikroba: gunakan larutan pepsin–HCl atau chlorine bleach encer sesuai petunjuk di user guide .

    • Setelah pembersihan, selalu lakukan kalibrasi ulang sebelum mengembalikan sensor ke proses.

Dengan kebiasaan instalasi dan perawatan yang baik, IE-20T mampu memberikan data pH yang konsisten dalam jangka panjang dan membantu mengurangi kejutan tak menyenangkan di laporan hasil analisis.

Kesimpulan dan Rekomendasi

IE-20T Industrial pH Electrode dari Bante Instruments dirancang untuk menjawab kebutuhan pengukuran pH yang stabil dan andal di lingkungan proses yang berjalan terus-menerus. Dengan kombinasi material bodi PPS/PC, referensi Ag/AgCl, liquid junction Teflon, sensor suhu NTC 10 kΩ, dan kemampuan operasi pada rentang pH 0–14 dengan suhu hingga 60 °C, sensor ini dapat menangani berbagai aplikasi: dari WTP/WWTP, akuakultur, pengolahan air minum, hingga beberapa proses F&B dan kimia ringan .

IE-20T sangat cocok untuk:

  • Operator WTP/WWTP yang butuh pemantauan pH kontinu di bak netralisasi dan effluent.

  • Pabrik F&B yang memerlukan kontrol pH proses dan verifikasi kepatuhan QA.

  • Instalasi akuakultur dan hidroponik yang ingin memonitor pH secara real-time.

  • Laboratorium riset dan teaching lab yang memiliki sistem pilot plant atau skid proses kecil.

Bagi organisasi yang membutuhkan konektivitas data lebih canggih (misalnya logging internal di sensor atau komunikasi digital langsung dari elektroda), IE-20T mungkin perlu dipasangkan dengan controller yang memiliki fitur tersebut. Namun sebagai inti sensor pH industri, IE-20T memberikan titik awal yang kuat: pengukuran yang stabil, desain mekanik yang praktis, dan pemeliharaan yang jelas prosedurnya.

FAQ Singkat IE-20T Industrial pH Electrode

1. Apakah IE-20T bisa digunakan untuk air limbah yang banyak mengandung padatan?
Bisa, selama masih berupa larutan berair. Liquid junction Teflon membantu mengurangi risiko penyumbatan, tetapi pembersihan berkala tetap diperlukan, terutama bila ada lumpur, minyak, atau biofilm.

2. Seberapa sering IE-20T harus dikalibrasi?
Interval kalibrasi bergantung pada kondisi proses. Untuk air limbah yang cukup berat, banyak pengguna melakukan kalibrasi mingguan atau dua mingguan. Untuk air minum dan aplikasi yang lebih bersih, intervalnya bisa diperpanjang. Yang penting, selalu kalibrasi setelah pembersihan.

3. Apakah IE-20T sudah termasuk buffer kalibrasi dan larutan penyimpanan?
Secara umum, buffer dan storage solution dijual terpisah. Bante menyediakan produk PHCS-USA, PHCS-NIST, dan PHCS-ES sebagai aksesori opsional .

4. Bolehkah elektroda disimpan dalam air suling?
Pabrikan menyarankan penyimpanan dalam larutan KCl 3M atau buffer pH (misalnya pH 4,01) ketika elektroda tidak digunakan lama . Penyimpanan di air suling dalam waktu lama dapat merusak lapisan hidrasi pada membran kaca.

5. Apakah IE-20T tahan bila seluruh bodi dan kabel direndam?
Tidak. User guide menegaskan bahwa kabel tidak tahan rendaman penuh. Hanya bagian bodi elektroda yang boleh terendam; sambungan kabel harus tetap kering .

6. Apakah IE-20T bisa digunakan untuk pelarut organik pekat?
Elektroda ini dirancang untuk larutan berair. Untuk pelarut organik pekat atau campuran khusus, perlu konsultasi dengan pemasok atau pabrikan untuk memastikan kompatibilitas material.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan pH yang andal dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti IE-20T Industrial pH Electrode dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian pH, menjaga kualitas produk, dan memenuhi standar regulasi yang ketat. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemantauan pH pada utilitas dan proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi pH Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.