Di instalasi pengolahan air limbah (WWTP), misalnya, operator harus memastikan air buangan tidak melampaui baku mutu. Kelebihan garam, asam, basa, atau senyawa ionik lain akan langsung terlihat dari lonjakan nilai konduktivitas. Jika sensor lambat atau pembacaannya tidak stabil, ada beberapa konsekuensi nyata:
-
Risiko pelanggaran izin lingkungan karena air buangan tidak memenuhi standar.
-
Downtime proses karena harus melakukan investigasi manual setiap kali alarm berbunyi.
-
Konsumsi bahan kimia yang boros karena proses netralisasi dikendalikan “feeling” alih-alih data presisi.
Di industri plating/galvanis, konduktivitas berkaitan langsung dengan konsentrasi bath. Terlalu rendah, lapisan logam tipis dan mudah terkelupas; terlalu tinggi, konsumsi bahan kimia membengkak dan kualitas coating tidak konsisten. Sementara itu, di pabrik minuman atau dairy, konduktivitas dipakai untuk memantau sisa deterjen atau soda kaustik dalam proses CIP (clean-in-place). Jika pembilasannya belum tuntas, residu kimia bisa ikut masuk ke produk.
Di sisi lain, tim QA/QC dan riset sering mengeluh:
-
Sensor cepat kotor dan butuh kalibrasi terlalu sering.
-
Kabel sensor pendek, sulit menjangkau titik-titik kritis di pipa atau tangki besar.
-
Housing sensor rapuh atau tidak tahan tekanan sehingga sering bocor.
Semua ini berujung pada satu hal: kualitas data konduktivitas yang tidak konsisten. Padahal, untuk auditing, sertifikasi, maupun validasi proses, data harus rapi dan dapat ditelusuri. Di sinilah pemilihan sensor konduktivitas industri yang tepat—bukan sekadar “yang penting bisa baca angka”—menjadi sangat krusial.
IE-50HT dirancang untuk menjawab masalah-masalah lapangan ini, terutama pada cairan dengan konduktivitas tinggi seperti air limbah industri, larutan proses kimia pekat, atau brine di sektor F&B dan akuakultur intensif.
Teknologi Konduktivitas: Cara Kerja dan Alasan Dipilih Industri
Sebelum masuk ke produknya, ada baiknya memahami dulu bagaimana teknologi konduktivitas bekerja.
Konduktivitas listrik dalam larutan menggambarkan kemampuan cairan tersebut menghantarkan arus listrik. Semakin banyak ion (misalnya Na⁺, Cl⁻, Ca²⁺, NO₃⁻), semakin mudah arus mengalir, dan semakin tinggi nilai konduktivitasnya. Sensor konduktivitas seperti IE-50HT menggunakan elektroda logam (di sini platinum) yang dicelupkan ke larutan. Ketika diberi tegangan AC kecil, arus yang mengalir di antara elektroda diukur dan dikonversi menjadi nilai µS/cm atau mS/cm.
Ada beberapa konsep penting:
-
Cell constant (K): menggambarkan geometri sel sensor (jarak antar elektroda dan luas permukaan). IE-50HT memiliki konstanta sel K=10, yang ideal untuk cairan dengan konduktivitas tinggi hingga 200 mS/cm.
-
Kompensasi suhu: konduktivitas sangat dipengaruhi suhu; naiknya suhu biasanya meningkatkan konduktivitas. IE-50HT menyertakan sensor suhu NTC 10 kΩ terintegrasi untuk kompensasi otomatis di level transmitter atau controller.
-
Rentang ukur: untuk air limbah industri atau bath galvanis, kita sering bicara puluhan hingga ratusan mS/cm, sehingga dibutuhkan sensor dengan rentang luas dan respon stabil.
Mengapa pendekatan konduktivitas ini populer dibanding metode konvensional seperti titrasi manual atau pengukuran TDS gravimetri?
-
Pengukuran konduktivitas bisa dilakukan secara kontinu (online) di pipa atau tangki tanpa harus mengambil sampel setiap saat.
-
Respon cepat—detik, bukan jam—sehingga sangat cocok untuk kontrol proses real-time.
-
Sistem mudah diintegrasikan dengan PLC/SCADA untuk alarm, kontrol dosing, atau pencatatan otomatis.
-
Biaya operasional rendah karena tidak memerlukan reagen kimia khusus.
Untuk jangka panjang, investasi pada sensor konduktivitas industri yang benar-benar dirancang untuk lingkungan berat jauh lebih hemat dibanding memilih sensor murah yang cepat rusak atau sering drift. IE-50HT berada di kelas ini: sensor konduktivitas industri dengan fokus pada ketahanan mekanik, stabilitas, dan kemudahan integrasi.
IE-50HT: Sensor Konduktivitas Industri untuk Cairan dengan Konduktivitas Tinggi
Seri IE-50T terdiri dari tiga model: IE-50LT (K=0,1), IE-50MT (K=1,0), dan IE-50HT (K=10). Ketiganya adalah elektrode konduktivitas industri dengan housing stainless steel dan sensor suhu terintegrasi.
IE-50HT adalah varian yang ditujukan khusus untuk cairan dengan konduktivitas tinggi—misalnya air limbah pekat, larutan regenerasi resin, bath plating, atau brine di proses F&B. Dengan rentang 0 hingga 200 mS/cm dan konstanta sel K=10, sensor ini mampu tetap akurat di lingkungan yang bagi sensor laboratorium biasa sudah “seperti badai ion”.
Beberapa hal yang membuat IE-50HT menonjol dibanding banyak sensor sekelasnya:
-
Housing stainless steel 316L yang kokoh, tahan korosi, dan tidak mudah pecah, sangat berbeda dengan elektroda gelas laboratorium yang rapuh.
-
Desain ulir 3/4 inch NPT di kedua ujung yang memudahkan pemasangan di tee, pipa, atau chamber alir standar industri.
-
Sensor suhu NTC 10 kΩ yang tertanam di dalam probe, sehingga sistem pengukuran tidak perlu memasang sensor suhu terpisah.
-
Kabel bawaan 5 meter yang cukup panjang untuk kebanyakan aplikasi lapangan, memudahkan penarikan kabel ke panel atau controller.
Bagi laboratorium QA/QC, WWTP, maupun pabrik yang butuh pemantauan 24/7, kombinasi rentang lebar, konstruksi industri, dan integrasi suhu in-line ini membuat IE-50HT menjadi sensor yang praktis: sekali pasang, bisa diandalkan dalam jangka panjang dengan perawatan sederhana.
Desain Mekanis yang Tahan Industri
Meskipun “hanya” sebuah probe, desain mekanis IE-50HT sangat menentukan kehandalan di lapangan. Dari dokumen resmi Bante, spesifikasi fisik utamanya adalah:
-
Diameter elektrode 13 mm dengan ulir 3/4 inch NPT di kedua ujung.
-
Housing luar berdiameter sekitar 26 mm dengan panjang total sekitar 130 mm.
-
Bagian batang yang terendam (wetted) sekitar 70 mm dan bagian berulir sekitar 60 mm, seperti terlihat pada gambar dimensi di halaman 1 user guide IE-50T.
-
Material utama: stainless steel 316L dikombinasikan dengan komponen PC (polycarbonate) untuk bagian tertentu.
Konstruksi stainless steel 316L penting untuk:
-
Ketahanan terhadap korosi di lingkungan agresif (mis. air laut, air limbah industri kimia).
-
Kemampuan menahan tekanan hingga 0,6 MPa (sekitar 6 bar), yang cukup aman untuk banyak pipa dan tangki proses.
IE-50HT sendiri tidak membutuhkan catu daya—ia adalah sensor pasif. Tegangan kerja dan pengkondisian sinyal diatur oleh transmitter atau controller yang terhubung. Ini berarti tidak ada baterai untuk diganti dan tidak ada elektronik kompleks di dalam probe yang rentan terhadap panas atau kelembapan ekstrem.
Dari sisi lingkungan operasi, IE-50HT dirancang bekerja pada rentang suhu 0–80 °C (32–176 °F), cocok untuk sebagian besar aplikasi pengolahan air, kimia, dan F&B non-steril.
Untuk penggunaan lapangan di Indonesia yang bercuaca panas dan lembap, beberapa saran praktis:
-
Hindari memasang sensor di titik yang terkena panas langsung dari steam atau air mendidih; tetap jaga dalam rentang suhu kerja.
-
Pastikan ada cukup ruang di sekitar ulir 3/4″ untuk melepas-pasang sensor saat perawatan.
-
Gunakan fitting pipa berkualitas baik sehingga ulir stainless di sensor tidak mudah aus.
Pengalaman Pemasangan dan Penggunaan di Lapangan
Berbeda dengan alat ukur portabel yang punya layar dan tombol, IE-50HT adalah sensor in-line. “Antarmuka” utamanya bagi pengguna adalah kemudahan pemasangan, pengkabelan, dan perawatan.
User guide IE-50T menampilkan beberapa posisi pemasangan yang direkomendasikan, dengan panah yang menunjukkan arah aliran cairan. Tujuannya sederhana: memastikan cairan mengalir dengan cukup kecepatan melewati permukaan elektroda sehingga pembacaan stabil dan tidak terjebak gelembung udara.
Langkah pemasangan yang disarankan:
-
Bungkus ulir elektrode dengan Teflon tape (seal tape) untuk mencegah kebocoran.
-
Masukkan elektrode ke fitting atau tee, lalu putar searah jarum jam hingga kencang. Pengencangan cukup dengan tangan; hindari over-tightening dengan kunci pipa agar ulir tidak rusak.
-
Jangan merendam bagian kabel ke dalam cairan; kabel tidak dirancang tahan terendam penuh.
Untuk koneksi listrik, user guide mendeskripsikan empat kabel dengan fungsi:
-
Merah: sinyal konduktivitas (+)
-
Hitam: sinyal konduktivitas (–)
-
Hijau: suhu (+)
-
Kuning: suhu (–)
Biasanya empat kabel ini masuk ke terminal transmitter konduktivitas industri, yang nantinya mengeluarkan sinyal 4–20 mA, relay, atau komunikasi digital ke PLC/SCADA.
Bagi operator lapangan, pengalaman penggunaan yang “baik” berarti:
-
Sensor mudah dilepas saat pembersihan tanpa harus membongkar banyak pipa.
-
Warna kabel jelas dan konsisten sehingga teknisi panel tidak bingung.
-
Penempatan sensor tidak membuat aliran tersumbat atau sulit dijangkau.
IE-50HT memenuhi kebutuhan ini dengan ulir standar 3/4″, kabel 5 m, dan desain yang ramping.
Fitur Kunci IE-50HT untuk Keandalan Pengukuran Jangka Panjang
Beberapa fitur desain IE-50HT mungkin tampak sederhana, tetapi justru inilah yang membuatnya menarik untuk penggunaan jangka panjang di industri:
-
Sensor suhu NTC 10 kΩ terintegrasi
Sensor suhu bawaan memungkinkan sistem melakukan kompensasi suhu otomatis, sesuatu yang krusial karena konduktivitas bisa berubah cukup besar hanya dengan perubahan beberapa derajat Celsius. Dengan integrasi ini, tidak dibutuhkan probe suhu terpisah di dekat titik ukur. -
Housing stainless steel 316L
Dibandingkan elektroda berbahan plastik atau kaca, stainless 316L jauh lebih tahan benturan dan korosi. Di instalasi air limbah yang kadang penuh padatan, housing yang kokoh mengurangi risiko sensor patah atau bocor. -
Rentang pengukuran hingga 200 mS/cm dengan K=10
Kombinasi rentang luas dan konstanta sel tinggi memungkinkan sensor bekerja stabil di larutan yang benar-benar konduktif, misalnya larutan NaCl pekat atau bath proses kimia. Hal ini membuatnya cocok untuk sektor galvanis, kimia, dan air limbah industri berat. -
Kabel 5 m dan jarak transmisi hingga 30 m
Standar kabel bawaan 5 m memberi fleksibilitas pemasangan. Dokumen IE-50T juga menyebutkan jarak transmisi maksimum hingga 30 m, tergantung desain sistem dan kualitas kabel ekstensi. Ini membantu ketika titik ukur jauh dari panel kontrol. -
Prosedur perawatan sederhana
Untuk menjaga akurasi, user guide menyarankan prosedur pembersihan yang mudah: lepas sensor, rendam sekitar 30 menit dalam deterjen untuk mengangkat kotoran atau minyak, bilas dengan air bersih, lakukan kalibrasi di controller, lalu pasang kembali.
Semua fitur ini mengarah ke satu hal: mengurangi frekuensi gangguan pengukuran (downtime), meminimalkan kebutuhan kalibrasi ulang yang terlalu sering, dan menjaga konsistensi data untuk audit atau validasi.
Integrasi IE-50HT dengan Transmitter dan Sistem Kontrol
IE-50HT sendiri tidak punya memori, display, atau fitur auto-hold. Semua “kecerdasan” ada pada transmitter atau controller yang dihubungkan ke sensor. Namun, desain IE-50HT memudahkan integrasi ini.
Empat kabel output dapat dihubungkan ke:
-
Transmitter konduktivitas panel-mount yang menyediakan tampilan lokal, fungsi kalibrasi, dan output 4–20 mA.
-
Controller proses yang secara otomatis mengendalikan dosing bahan kimia berdasarkan setpoint konduktivitas.
-
Sistem PLC/SCADA untuk pengarsipan data, tren historis, dan pelaporan kualitas air.
Dalam praktiknya, arsitektur tipikal di pengolahan air limbah industri adalah:
Sensor IE-50HT → Transmitter konduktivitas → PLC / DCS → Historian / LIMS
Dengan konfigurasi ini, data konduktivitas dari IE-50HT dapat dibaca secara real-time, disimpan dalam basis data, dan dianalisis untuk:
-
Memonitor tren harian atau musiman kualitas air.
-
Menguji kepatuhan terhadap peraturan lingkungan.
-
Menyetel ulang program dosing bahan kimia agar lebih efisien.
Kelebihan pendekatan modular seperti ini adalah skalabilitas: saat sistem berkembang—misalnya menambah titik ukur baru di lini produksi—tinggal menambah sensor dan transmitter, tanpa harus mengubah sensor lama. IE-50HT menjadi “blok bangunan” sensor yang fleksibel dalam berbagai konfigurasi sistem.
Spesifikasi Teknis Lengkap IE-50HT
| Parameter | IE-50HT | Keterangan singkat |
|---|---|---|
| Model | IE-50HT | Varian high-conductivity dari seri IE-50T |
| Rentang pengukuran konduktivitas | 0…200 mS/cm | Cocok untuk larutan sangat konduktif seperti air limbah pekat dan bath kimia |
| Konstanta sel (K) | K = 10 | Dirancang untuk konduktivitas tinggi |
| Sensor suhu | NTC 10 kΩ | Untuk kompensasi suhu otomatis via transmitter |
| Rentang suhu operasi | 0…80 °C (32…176 °F) | Sesuai untuk mayoritas aplikasi pengolahan air dan proses kimia |
| Tekanan proses maksimum | 0,6 MPa (87 PSIG) | Dapat dipasang di pipa/tangki bertekanan sedang |
| Material body | Stainless steel 316L / PC | Kombinasi kekuatan mekanik dan ketahanan korosi |
| Diameter elektrode | 13 mm | Batang sensor yang terendam |
| Diameter housing luar | 26 mm | Sesuai grafik dimensi dan data 130×26 mm |
| Ulir | 3/4 inch NPT di kedua ujung | Memudahkan instalasi pada fitting standar |
| Panjang total | ±130 mm | Sesuai data seri IE-50T |
| Panjang bagian terendam | ±70 mm | Berdasarkan gambar dimensi |
| Panjang bagian berulir | ±60 mm | Berdasarkan gambar dimensi |
| Panjang kabel standar | 5 m | Cukup untuk kebanyakan instalasi panel dekat unit proses |
| Jarak transmisi maksimum | 30 m | Dengan kabel dan kondisi instalasi yang sesuai |
| Tipe koneksi | 4 kabel (merah, hitam, hijau, kuning) | Dua untuk konduktivitas, dua untuk suhu |
Bagi pengguna baru, angka-angka di atas bisa dianalogikan seperti ini:
-
Rentang 0–200 mS/cm kira-kira setara dari air proses yang cukup asin hingga larutan kimia pekat. Air minum biasanya hanya beberapa ratus µS/cm, jadi IE-50HT jauh lebih “tahan banting” untuk cairan yang jauh lebih konduktif.
-
Tekanan 0,6 MPa mendekati 6 bar—mirip dengan tekanan di banyak pipa distribusi air industri.
-
Konstanta sel K=10 ibarat lensa kamera wide-angle: dibuat khusus untuk “melihat” sinyal kuat (konduktivitas tinggi) tanpa saturasi.
Panduan Memilih Rentang dan Komponen Tambahan
Seri IE-50T menyediakan tiga pilihan sensor. Banyak pengguna bingung memilih model yang tepat, padahal pemilihan ini berdampak langsung pada akurasi.
Tabel Pemilihan Sensor Berdasarkan Rentang dan Aplikasi
| Model | Konstanta sel (K) | Rentang konduktivitas | Contoh aplikasi utama |
|---|---|---|---|
| IE-50LT | 0,1 | 0…100 µS/cm | Air ultra murni, kondensat boiler, air deionisasi |
| IE-50MT | 1,0 | 0…20 mS/cm | Air minum, air proses umum, sebagian besar aplikasi QA/QC |
| IE-50HT | 10 | 0…200 mS/cm | Air limbah pekat, bath galvanis, larutan kimia berkonsentrasi tinggi |
Untuk aplikasi air limbah industri, proses kimia, atau CIP dengan larutan NaOH/HNO₃ pekat, IE-50HT biasanya menjadi pilihan utama. Untuk air minum atau air baku WTP, IE-50MT lebih sesuai, dan untuk air ultra murni di farmasi/elektronik, IE-50LT lebih ideal.
Aksesori yang Direkomendasikan
Bante menyediakan larutan standar konduktivitas yang dapat digunakan untuk kalibrasi sistem:
-
ECCS-84: 84 µS/cm, 480 mL – cocok untuk kalibrasi sensor rentang rendah.
-
ECCS-1413: 1413 µS/cm, 480 mL – standar umum untuk banyak aplikasi air proses.
-
ECCS-1288: 12,88 mS/cm, 480 mL – sangat relevan untuk IE-50HT pada aplikasi konduktivitas tinggi.
Kalibrasi dilakukan melalui menu di transmitter/controller, bukan di sensornya. Namun kualitas larutan standar sangat menentukan hasil.
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengukuran
Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar IE-50HT bekerja optimal:
-
Kebersihan permukaan sensor: kerak, biofilm, dan minyak dapat menurunkan sensitivitas, sehingga pembersihan berkala sesuai petunjuk sangat disarankan.
-
Suhu: pastikan sensor suhu terintegrasi tersentuh aliran cairan yang sama dengan elektroda; hindari dead zone.
-
Gelembung udara: pemasangan sensor di bagian atas pipa horizontal dapat memerangkap udara dan memengaruhi pembacaan.
-
Kecepatan alir: aliran terlalu lambat dapat menyebabkan respon lambat dan fouling lebih cepat.
Penerapan Nyata IE-50HT di Industri
Studi Kasus 1 – WWTP Pabrik Minuman Mengurangi Downtime 20%
Sebuah pabrik minuman di Jawa Barat memiliki instalasi WWTP yang menangani air limbah dari proses pencucian botol, CIP, dan produksi sirup. Konduktivitas dipakai sebagai indikator total garam terlarut dan sisa bahan kimia.
Sebelumnya, pabrik menggunakan sensor konduktivitas laboratorium yang “diadaptasi” untuk dipasang secara in-line. Hasilnya: sensor sering pecah, pembacaan tidak stabil, dan butuh kalibrasi hampir setiap minggu. Setiap kali sensor bermasalah, operator harus men-stop dosing dan melakukan kontrol manual, menyebabkan downtime yang signifikan.
Setelah mengganti ke IE-50HT:
-
Sensor dipasang pada tee 3/4″ NPT di pipa influen dan effluent WWTP.
-
Transmitter menghubungkan konduktivitas ke PLC, yang kemudian mengatur dosing bahan kimia secara otomatis.
-
Dengan rentang hingga 200 mS/cm, sensor tetap stabil meski komposisi limbah sangat bervariasi.
Dalam enam bulan pertama, tim pemeliharaan mencatat:
-
Frekuensi pembersihan turun dari mingguan menjadi sekitar sebulan sekali (tergantung beban limbah).
-
Downtime terkait masalah sensor menurun sekitar 20%.
-
Data konduktivitas lebih rapi dan mudah diekspor untuk keperluan pelaporan lingkungan.
Studi Kasus 2 – Kontrol Konsentrasi Bath Galvanis di Industri Otomotif
Sebuah perusahaan komponen otomotif menggunakan proses elektroplating untuk melapisi bagian logam. Konsentrasi bath harus dijaga ketat; terlalu encer menghasilkan lapisan tipis, sementara terlalu pekat membuat konsumsi bahan kimia membengkak.
IE-50HT dipasang di line sirkulasi bath plating dengan housing stainless steel yang tahan terhadap lingkungan kimia agresif. Data konduktivitas dikirim ke sistem SCADA, yang menampilkan tren harian dan memberi alarm jika nilai melampaui batas kendali.
Manfaat yang dirasakan:
-
Operator dapat memonitor kondisi bath tanpa harus terus-menerus mengambil sampel manual.
-
Penyesuaian konsentrasi dilakukan lebih dini berdasarkan tren, bukan hanya ketika kualitas coating sudah menurun.
-
Biaya bahan kimia berkurang karena dosing lebih presisi.
Cara Menggunakan IE-50HT di Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Minuman
Berikut panduan langkah demi langkah yang menggambarkan penggunaan IE-50HT di skenario yang kita singgung di pendahuluan: WWTP pabrik minuman.
-
Menentukan titik ukur
-
Pilih titik di pipa influen setelah equalization tank untuk memantau variasi beban limbah.
-
Tambahkan satu titik lagi di effluent akhir sebelum baku mutu. Idealnya, sensor ditempatkan pada pipa dengan aliran stabil dan minim gelembung.
-
-
Persiapan fitting dan pipa
-
Pasang tee dengan ulir 3/4″ NPT pada pipa proses.
-
Pastikan posisi sensor memungkinkan batang elektroda terendam penuh, namun kabel tetap kering.
-
-
Pemasangan sensor
-
Bungkus ulir IE-50HT dengan Teflon tape secara merata.
-
Kencangkan sensor dengan tangan sampai rapat; hindari penggunaan kunci berlebihan.
-
Pastikan arah panah pada gambar referensi (aliran cairan) diikuti: sensor sebaiknya ditempatkan sejajar atau sedikit miring terhadap aliran.
-
-
Pengkabelan ke transmitter
-
Sambungkan kabel merah dan hitam ke terminal konduktivitas (+/–).
-
Sambungkan kabel hijau dan kuning ke terminal sensor suhu (+/–).
-
Periksa kembali pengetesan kontinuitas kabel agar tidak ada sambungan longgar.
-
-
Kalibrasi sistem
-
Lepaskan sensor dari proses dan celupkan ke larutan standar yang sesuai, misalnya 12,88 mS/cm (ECCS-1288) untuk kalibrasi utama.
-
Ikuti prosedur kalibrasi pada transmitter hingga pembacaan sesuai nilai standar.
-
Bilas sensor dengan air bersih, lalu pasang kembali ke pipa.
-
-
Operasi rutin
-
Pantau nilai konduktivitas pada HMI/SCADA; atur alarm jika nilai melewati batas normal.
-
Gunakan tren data untuk mengevaluasi efektivitas proses netralisasi atau pengenceran.
-
-
Perawatan berkala
-
Setiap beberapa minggu (bergantung beban limbah), lepaskan sensor dan rendam ~30 menit dalam larutan deterjen untuk melarutkan kotoran dan minyak.
-
Bilas, periksa fisik sensor, lakukan kalibrasi singkat, kemudian pasang kembali.
-
Dengan alur seperti ini, IE-50HT menjadi komponen penting dalam sistem pengolahan air limbah yang andal dan terdokumentasi dengan baik.
Kesimpulan: Apakah IE-50HT Tepat untuk Proses Anda?
IE-50HT dirancang sebagai elektrode konduktivitas industri yang kuat dan praktis untuk cairan berkekonduktivitas tinggi. Dengan housing stainless steel 316L, cell constant K=10, rangkaian suhu terintegrasi, dan rentang operasi hingga 200 mS/cm, sensor ini sangat cocok untuk:
-
Pengolahan air limbah industri (WWTP) dengan beban ion tinggi.
-
Proses kimia dan plating/galvanis yang membutuhkan kontrol bath ketat.
-
Sistem CIP di industri makanan & minuman dengan penggunaan larutan pembersih pekat.
-
Aplikasi lain yang membutuhkan sensor in-line yang tahan tekanan dan fouling.
Bagi QA/QC, tim proses, maupun engineer lingkungan, IE-50HT menawarkan kombinasi yang seimbang antara:
-
Ketahanan mekanik (stainless steel, tekanan hingga 0,6 MPa).
-
Kemudahan integrasi (empat kabel, kompatibel dengan berbagai transmitter).
-
Perawatan sederhana (pembersihan deterjen dan kalibrasi periodik).
Jika aplikasi Anda lebih berfokus pada air sangat murni atau air minum dengan konduktivitas rendah, model IE-50LT atau IE-50MT mungkin lebih tepat. Namun, bila tantangannya adalah cairan pekat yang “berat” secara ionik, IE-50HT adalah kandidat kuat untuk menjadi sensor utama di lini produksi maupun pengolahan air limbah.
FAQ Singkat
1. Apakah IE-50HT bisa digunakan untuk air minum biasa?
Bisa, namun rentang dan konstanta selnya (K=10) dioptimalkan untuk konduktivitas tinggi. Untuk air minum yang umumnya hanya ratusan µS/cm, IE-50MT (K=1,0) biasanya memberikan resolusi yang lebih baik.
2. Seberapa sering IE-50HT perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi tergantung kualitas cairan dan persyaratan regulasi. Di banyak fasilitas, kalibrasi dilakukan setiap 1–3 bulan dengan larutan standar seperti 12,88 mS/cm, disertai pengecekan setelah pembersihan berkala.
3. Apakah IE-50HT tahan terhadap suhu di atas 80 °C?
Tidak. Spesifikasi resmi menyatakan sensor dirancang untuk 0–80 °C. Pengoperasian di atas batas ini dapat mempercepat kerusakan material dan menurunkan keandalan pengukuran.
4. Bisakah IE-50HT dipasang terbalik atau horizontal?
Dokumen instalasi menunjukkan beberapa posisi pemasangan yang diperbolehkan, selama sensor tetap terendam dengan baik dan mengikuti arah aliran yang direkomendasikan. Hindari posisi yang memerangkap gelembung udara di sekitar elektroda.
5. Media apa saja yang tidak cocok untuk IE-50HT?
Secara umum, media yang sangat korosif terhadap stainless steel 316L (misalnya larutan klorida sangat pekat pada suhu tinggi, atau beberapa asam kuat tertentu) perlu dikaji lebih lanjut. Untuk kasus ekstrem, pertimbangkan sensor dengan material khusus.
6. Apakah IE-50HT memiliki sertifikasi IP tertentu?
Dokumen resmi tidak menyebutkan rating IP spesifik. Namun, dinyatakan bahwa kabel tidak boleh terendam seluruhnya, sehingga pemasangan harus memastikan bagian kabel yang keluar dari proses tetap kering.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan konduktivitas dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti IE-50HT Industrial Conductivity Electrode dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air proses, meningkatkan efisiensi pengolahan air limbah, serta memastikan kepatuhan terhadap standar regulasi yang berlaku.
Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan keandalan pemantauan konduktivitas pada utilitas maupun proses produksi, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat Produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★
Referensi
-
Hindayani, A., & Hamim, N. (2022). AKURASI DAN PRESISI METODE SEKUNDER PENGUKURAN KONDUKTIVITAS MENGGUNAKAN SEL JONES TIPE E UNTUK PEMANTAUAN KUALITAS AIR MINUM. Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA), 5(1), 41–51. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/IJCA/article/view/21508
-
Aritonang, A. P., Syech, R., & Tambunan, W. (2014). PENENTUAN KONDUKTIVITAS LISTRIK DAN KAJIAN KUALITAS AIR SUNGAI SIAK MENGGUNAKAN METODE JEMBATAN WHEATSTONE. JOM FMIPA, 1(2), 1–9. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/185483-ID-penentuan-konduktivitas-listrik-dan-kaji.pdf














