IE-50LT: Elektroda Konduktivitas Industri untuk Air Murni dan Proses Sensitif

Daftar Isi

Di banyak fasilitas industri dan laboratorium, angka konduktivitas kecil di layar instrumen bisa menentukan banyak hal: kualitas air minum, keberhasilan produksi obat, efisiensi boiler, sampai umur peralatan proses. Sayangnya, justru di rentang konduktivitas rendah—misalnya pada air hasil reverse osmosis (RO), demineralisasi, atau kondensat boiler—pengukuran sering paling bikin pusing.

Di instalasi pengolahan air minum, teknisi QA/QC sering menghadapi data konduktivitas yang “loncat-loncat”. Laporan harian sulit dipercaya, padahal angka ini jadi dasar keputusan flushing, regenerasi resin, atau shutdown unit. Di pharma dan biotek, fluktuasi kecil bisa memicu batch ditahan karena dikhawatirkan air tidak lagi memenuhi spesifikasi. Sementara di pabrik minuman dan dairy, air pembilasan yang konduktivitasnya tidak stabil berisiko meninggalkan residu yang mengganggu rasa dan keamanan pangan.

Masalahnya bukan hanya soal alat ukur utama (meter atau controller), tetapi juga sensornya: elektroda konduktivitas. Di lapangan sering terjadi:

  • Elektroda mudah retak karena body kaca, terutama di line proses dengan getaran tinggi.

  • Pemasangan sulit (tidak ada ulir standar), sehingga teknisi terpaksa berimprovisasi dengan adaptor pipa yang kurang aman.

  • Tidak ada kompensasi suhu, sehingga nilai konduktivitas tidak terkompensasi dan sulit dibandingkan antar shift.

  • Kesulitan maintenance: sensor susah dilepas pasang, akhirnya jarang dibersihkan dan hasilnya pelan-pelan melenceng.

Akibatnya, muncul berbagai konsekuensi nyata:

  • Overdosis bahan kimia (regeneran, antiscalant, atau bahan pembersih) karena takut “kurang aman”.

  • Downtime tidak perlu karena sistem dianggap bermasalah, padahal sensornya yang tidak stabil.

  • Waktu teknisi habis untuk mengulang pengukuran secara manual di lab.

  • Pada teaching lab dan laboratorium kampus, praktikum jadi kurang representatif karena alat lapangan tidak mencerminkan kondisi industri yang sebenarnya.

IE-50LT hadir untuk menjawab situasi-situasi seperti ini, terutama di aplikasi air murni dengan konduktivitas sangat rendah, yang membutuhkan sensor stabil, tahan proses, dan bisa dipasang permanen di line.

Cara Kerja Elektroda IE-50LT dan Mengapa Metode Konduktivitas Sangat Relevan

Elektroda IE-50LT bekerja berdasarkan prinsip dasar konduktivitas listrik: semakin banyak ion terlarut dalam air, semakin mudah arus listrik mengalir. Di dalam sensor, terdapat dua elektroda platinum yang saling berhadapan. Ketika dihubungkan ke transmitter atau controller, rangkaian mengalirkan sinyal AC kecil melalui larutan yang mengisi ruang di antara elektroda. Besarnya arus yang lewat sebanding dengan jumlah ion, dan dari situ dihitung nilai konduktivitas.

Kunci dari akurasi adalah konstanta sel (cell constant, K). Pada IE-50LT, nilai K = 0,1, yang dirancang khusus untuk rentang konduktivitas sangat rendah, 0 sampai 100 µS/cm. Konstanta sel ini mencerminkan geometri jarak dan luas permukaan elektroda. Untuk air murni seperti permeate RO, air demin, atau air umpan boiler, pemilihan sensor low-K seperti IE-50LT membantu meningkatkan sensitivitas dan menurunkan noise pengukuran.

IE-50LT juga dilengkapi sensor suhu NTC 10 kΩ di dalam badan elektroda. Ini penting karena konduktivitas sangat dipengaruhi suhu: naik beberapa derajat saja, angka konduktivitas bisa berubah signifikan. Dengan adanya sensor suhu internal yang berada di lokasi yang sama dengan elemen konduktivitas, kompensasi suhu yang dilakukan oleh controller menjadi jauh lebih representatif dibanding memakai probe terpisah.

Mengapa pendekatan konduktivitas ini unggul dibanding metode lain?

  • Dibanding titrasi laboratorium, pengukuran konduktivitas jauh lebih cepat dan bisa on-line, sehingga data yang diperoleh benar-benar real-time.

  • Dibanding TDS meter sederhana (yang biasanya hanya memakai faktor konversi tetap), konduktivitas memberikan dasar fisika yang lebih langsung dan dapat dikalibrasi dengan larutan standar resmi.

  • Untuk QA/QC jangka panjang, tren konduktivitas di proses air murni sangat informatif untuk mendeteksi dini kebocoran membran RO, kelelahan resin demin, atau masuknya kontaminan ionik.

Pada akhirnya, teknologi sensor konduktivitas seperti IE-50LT memungkinkan pendekatan pemantauan yang lebih proaktif. Alih-alih menunggu masalah muncul (misalnya kualitas produk turun atau peralatan scaling), engineer bisa membaca tren dan bertindak sebelum kerusakan terjadi.

IE-50LT: Sensor Konduktivitas Air Murni untuk Proses Industri

IE-50LT adalah salah satu model dalam seri IE-50T dari Bante Instruments yang didesain khusus untuk pengukuran konduktivitas dan suhu dalam larutan berair, dengan fokus pada rentang sangat rendah 0 sampai 100 µS/cm. Rentang ini ideal untuk:

  • Outlet RO pada WTP dan WWTP yang menargetkan permeate sangat jernih.

  • Air demineralisasi untuk boiler dan turbin.

  • Air proses farmasi sebelum tahap akhir pemurnian.

  • Air pembilasan pada industri minuman dan dairy yang membutuhkan residu ionik sangat rendah.

  • Sistem air murni di laboratorium riset dan teaching lab.

Yang membuat IE-50LT menonjol dibanding banyak sensor lain adalah kombinasi beberapa faktor:

  1. Dirancang sebagai sensor industri untuk penggunaan kontinu dalam proses, bukan sekadar probe laboratorium yang sesekali dicelupkan.

  2. Menggunakan elektroda platinum dengan konstanta sel K = 0,1 yang dioptimalkan untuk air murni.

  3. Memiliki sensor suhu NTC 10 kΩ terintegrasi, sehingga sistem dapat melakukan kompensasi suhu otomatis tanpa perlu probe terpisah.

  4. Dibungkus dalam housing stainless steel 316L yang kokoh, lebih tahan benturan dan tekanan proses dibanding body kaca atau plastik tipis.

  5. Dilengkapi ulir 3/4 inci NPT di kedua ujungnya sehingga mudah dipasang pada tee atau fitting pipa standar di industri.

Bagi engineer proses, kombinasi ini berarti satu hal penting: sensor bisa dipasang sekali, bekerja terus-menerus dalam line, dan memberikan data yang stabil dengan perawatan rutin yang cukup sederhana. Untuk tim QA/QC, IE-50LT membantu menjembatani kebutuhan data proses real-time dan dokumentasi yang dibutuhkan untuk audit maupun validasi.

Desain Fisik dan Ketahanan untuk Lingkungan Industri

Secara fisik, IE-50LT tampak kompak namun kokoh. Dari brosur IE-50T Series, model IE-50LT memiliki panjang sekitar 130 mm dengan diameter luar housing sekitar 26 mm. Di user guide dijelaskan bahwa bagian elektrodanya sendiri berdiameter 13 mm dengan ulir 3/4 inci NPT di kedua ujung. Desain ini memudahkan pemasangan di pipa maupun chamber sampling standar yang banyak dipakai di industri air.

Material body menggunakan stainless steel 316L dikombinasikan dengan bagian PC (polycarbonate) pada area tertentu. Stainless steel 316L dikenal tahan korosi, terutama di lingkungan air murni dan berbagai proses kimia ringan hingga menengah. Ini penting karena beberapa sensor konduktivitas dengan body logam yang kurang tepat dapat mengalami korosi dalam jangka panjang, yang bukan hanya merusak sensor tetapi juga berpotensi mencemari proses.

Kabel standar yang terintegrasi memiliki panjang 5 meter, dengan maksimum jarak transmisi sinyal sampai 30 meter dari sensor ke transmitter. Hal ini memberikan fleksibilitas dalam penempatan panel kontrol, misalnya di ruang yang lebih kering atau aman, sementara sensor tetap berada di area basah atau dekat line proses.

Mengenai batas lingkungan operasi, spesifikasi resmi menyebut:

  • Rentang suhu operasi: 0 sampai 80 °C (32 sampai 176 °F).

  • Tekanan proses maksimum: 0,6 MPa (87 psig).

Artinya, sensor cukup aman digunakan di banyak aplikasi WTP, WWTP, dan sistem air murni industri yang beroperasi pada tekanan pipa standar dan suhu sedang. Untuk aplikasi dengan suhu atau tekanan ekstrem, tentu tetap perlu dicek kesesuaian desain line dan komponen lain di sistem.

Karena IE-50LT adalah elektroda pasif, ia tidak memiliki catu daya sendiri. Daya dan pengkondisian sinyal disediakan oleh transmitter atau controller konduktivitas yang dihubungkan ke sensor. Dengan demikian, konsumsi energi, catu daya, dan sisi elektronik sepenuhnya ditentukan oleh perangkat kontrol yang dipilih, bukan oleh IE-50LT itu sendiri. Begitu juga soal IP rating: dokumen resmi IE-50LT tidak mencantumkan rating IP khusus untuk koneksi kabelnya. Sebagai praktik aman, biasanya koneksi kabel masuk ke junction box atau panel yang memiliki rating IP sesuai lingkungan (misalnya IP65 atau lebih tinggi untuk area basah).

Pengalaman Pengguna: Seberapa Mudah IE-50LT Dioperasikan?

Berbeda dengan meter portabel atau benchtop, IE-50LT tidak memiliki layar, tombol, atau menu internal. Ia murni bertugas sebagai “mata dan telinga” sistem, yaitu sensor yang mengirimkan sinyal konduktivitas dan suhu ke controller. Artinya, pengalaman pengguna lebih banyak ditentukan oleh kombinasi:

  • Bagaimana sensor dipasang secara mekanis di line.

  • Bagaimana ia dihubungkan secara elektrik ke panel instrumen.

  • Seberapa intuitif tampilan dan menu di controller atau transmitter yang digunakan.

Dalam user guide, Bante menampilkan beberapa posisi pemasangan yang direkomendasikan, baik horizontal maupun vertikal, dengan panah yang menunjukkan arah aliran cairan. Hal ini membantu memastikan bahwa permukaan elektroda selalu terendam dengan baik dan aliran cukup lewat area sensor sehingga respon pengukuran cepat dan stabil.

Untuk teknisi, proses instalasi umumnya seperti berikut:

  • Membungkus ulir 3/4 inci dengan Teflon tape.

  • Memasang sensor dengan memutarnya searah jarum jam sampai terasa kencang.

  • Menghindari perendaman bagian kabel karena kabel tidak didesain tahan rendaman penuh.

Pada sisi panel, kabel IE-50LT terdiri dari empat warna: merah dan hitam untuk sinyal konduktivitas (+ dan −), hijau dan kuning untuk sensor suhu (+ dan −). Penyambungan ke terminal di controller biasanya cukup langsung mengikuti wiring diagram yang disediakan oleh produsen controller.

Setelah terpasang, antarmuka pengguna sepenuhnya berada di layar controller: di sanalah operator membaca angka µS/cm, mengakses menu kalibrasi, mengatur kompensasi suhu, mengatur alarm batas atas/bawah, dan menyimpan data. Dengan sensor yang stabil, operator bisa memanfaatkan fitur-fitur pada controller seperti:

  • Auto-hold atau stabilitas bacaan sebelum logging.

  • Penyimpanan data dan ekspor ke sistem QA/QC atau SCADA.

  • Pengaturan alarm untuk mencegah air di luar spesifikasi dipakai ke proses berikutnya.

Dengan kata lain, IE-50LT mempermudah hidup operator dengan cara memberikan sinyal yang konsisten dan responsif, sehingga fungsi-fungsi pintar di controller benar-benar bisa dimanfaatkan.

Fitur Kunci IE-50LT yang Mendukung Proses Kritis

Jika dirangkum, ada beberapa fitur utama IE-50LT yang relevan langsung dengan kebutuhan di lapangan:

  1. Rentang 0–100 µS/cm dengan konstanta sel K = 0,1
    Sensor ini didesain khusus untuk aplikasi air murni dan low conductivity. Range ini ideal untuk memonitor permeate RO, air demin, dan kondensat boiler, di mana banyak sensor konduktivitas general-purpose kurang sensitif.

  2. Elektroda platinum
    Penggunaan platinum memberikan kestabilan yang baik, tahan terhadap banyak jenis larutan berair dalam rentang yang relevan, dan mudah dibersihkan bila terjadi fouling.

  3. Sensor suhu NTC 10 kΩ terintegrasi
    Adanya sensor suhu internal berarti kompensasi suhu bisa dilakukan secara langsung oleh controller, tanpa perlu memasang probe suhu terpisah. Ini mengurangi kesalahan akibat perbedaan lokasi pengukuran suhu dan konduktivitas, serta menyederhanakan instalasi.

  4. Housing stainless steel 316L/PC
    Bahan ini memberikan ketahanan mekanik dan korosi yang baik di lingkungan proses air. Stainless steel 316L lazim digunakan di industri makanan, minuman, dan farmasi karena sifatnya yang relatif inert dan mudah dibersihkan.

  5. Tekanan dan suhu proses yang cukup luas
    Dengan suhu operasi 0–80 °C dan tekanan hingga 0,6 MPa, sensor dapat dipasang di banyak line proses standar tanpa perlu perlakuan khusus.

  6. Kabel panjang 5 m, jarak transmisi sampai 30 m
    Hal ini memudahkan penempatan panel kontrol agak jauh dari area basah atau area yang sulit diakses, tanpa mengorbankan kualitas sinyal.

  7. Ulir 3/4 inci NPT dan dimensi kompak
    Desain mekanis ini membuat sensor mudah dipasang di pipa, chamber, atau manifold standar, sehingga mengurangi waktu fabrikasi dan memudahkan penggantian bila suatu saat diperlukan.

Bagi QA/QC dan tim engineering, fitur-fitur ini diterjemahkan menjadi manfaat praktis: lebih sedikit downtime karena sensor rusak, proses kalibrasi yang lebih mudah, data yang konsisten untuk keperluan audit, dan efisiensi sampling yang lebih tinggi.

Integrasi IE-50LT dengan Sistem Kontrol dan Data

Dari sisi sistem, IE-50LT berperan sebagai sensor analog yang dihubungkan ke conductivity controller atau transmitter. Diagram koneksi di user guide menunjukkan empat kabel: dua untuk konduktivitas, dua untuk suhu. Jenis sinyal dan protokol ke sistem tingkat lebih tinggi (PLC, DCS, SCADA, atau software QA/QC di PC) sepenuhnya ditentukan oleh controller yang dipilih.

Dalam praktiknya, alur integrasi biasanya seperti ini:

  1. IE-50LT mengirim sinyal konduktivitas dan suhu ke controller.

  2. Controller mengkonversi sinyal menjadi nilai terukur (µS/cm) dengan kompensasi suhu otomatis.

  3. Controller mengeluarkan sinyal analog (misalnya 4–20 mA) atau digital (Modbus, Profibus, atau lain-lain tergantung model controller) ke PLC atau sistem monitoring.

  4. PLC/SCADA menyimpan data untuk trending, alarm, dan laporan harian/mingguan.

  5. Data dapat diekspor ke Excel atau sistem LIMS untuk dokumentasi QA/QC.

Keunggulan IE-50LT ada pada stabilitas sinyal dan fleksibilitas pemasangan, sehingga engineer bebas memilih platform kontrol yang sesuai: dari panel kecil khusus WTP, hingga sistem otomasi besar yang menggabungkan banyak parameter proses. Dengan jarak transmisi hingga 30 m, sensor dapat ditempatkan relatif jauh dari panel tanpa perlu amplifier tambahan.

Spesifikasi Teknis IE-50LT

Parameter IE-50LT
Fungsi Elektroda konduktivitas industri dengan sensor suhu terintegrasi
Rentang pengukuran 0 sampai 100 µS/cm
Konstanta sel (K) 0,1
Sensor suhu NTC 10 kΩ
Suhu operasi 0 sampai 80 °C (32 sampai 176 °F)
Tekanan proses maksimum 0,6 MPa (87 psig)
Material body Stainless steel 316L / PC
Bahan elektroda Platinum
Diameter elektroda 13 mm (0,51 inci)
Diameter luar housing Sekitar 26 mm
Ulir proses 3/4 inci NPT pada kedua ujung
Panjang total Sekitar 130 mm
Kabel standar 5 m
Jarak transmisi maksimum 30 m
Aplikasi utama Air murni dan low conductivity (RO permeate, demin, kondensat, dll.)

Untuk pembaca yang baru mengenal angka-angka ini, bayangkan konduktivitas sebagai “kepadatan lalu lintas ion” di dalam air. Air keran biasa umumnya berada di ratusan sampai ribuan µS/cm, sedangkan air murni hasil RO/deionisasi bisa turun ke beberapa puluh atau bahkan satuan µS/cm. IE-50LT dirancang seperti speedometer yang sangat sensitif untuk “jalan tol sepi” ini: ia tidak cocok untuk jalan kota yang padat (air limbah atau proses dengan banyak garam), tetapi sangat jago membaca perubahan kecil di jalur yang tenang.

Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Aksesori

IE-50LT adalah elektroda saja. Agar sistem bekerja lengkap, beberapa komponen tambahan perlu dipertimbangkan.

Rentang Konduktivitas dan Contoh Aplikasi

Tabel berikut memberi gambaran rentang kerja IE-50LT dan contoh aplikasinya:

Rentang Konduktivitas (µS/cm) Contoh Aplikasi
0–5 Air murni hasil deionisasi, polish bed, tahap akhir RO multi-pass
5–20 RO permeate untuk air minum, feed water boiler tekanan tinggi
20–50 Air proses farmasi pra-tahap akhir, air pembilasan akhir di F&B
50–100 Air utility umum berkualitas baik, kondensat balik, air make-up cooling

Untuk air limbah proses, plating/galvanis, atau larutan nutrisi hidroponik yang biasanya memiliki konduktivitas jauh di atas 100 µS/cm, model lain dengan range lebih tinggi (seperti IE-50MT atau IE-50HT) akan lebih tepat digunakan.

Aksesori yang Umum Dipakai

Beberapa aksesori dan komponen pendukung yang biasanya dibutuhkan:

  • Controller atau transmitter konduktivitas industri yang kompatibel dengan cell constant K = 0,1.

  • Fitting tee atau chamber alir (flow cell) dengan ulir 3/4 inci untuk pemasangan sensor.

  • Teflon tape untuk memastikan sambungan pipa rapat.

  • Larutan standar konduktivitas untuk kalibrasi, misalnya 84 µS/cm, 1413 µS/cm, dan 12,88 mS/cm, yang juga tercantum sebagai aksesoris opsional dalam user guide.

  • Junction box atau panel untuk proteksi sambungan kabel dari kelembapan.

Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengukuran

Agar data yang diperoleh konsisten, beberapa faktor berikut perlu diperhatikan:

  • Suhu: pastikan kompensasi suhu di controller diaktifkan dan sensor suhu IE-50LT tersambung dengan benar.

  • Aliran: hindari pemasangan di area dead zone atau tempat aliran sangat lambat, karena bisa membuat respon sensor lambat.

  • Fouling dan scaling: kotoran, biofilm, atau lapisan mineral pada elektroda akan mengubah karakteristik sel. Lakukan pembersihan rutin.

  • Gelembung udara: pemasangan yang kurang tepat bisa memerangkap bubble di sekitar elektroda dan menyebabkan bacaan tidak stabil.

  • Kalibrasi: lakukan kalibrasi berkala dengan larutan standar yang sesuai rentang kerja.

Studi Kasus Penerapan IE-50LT

Studi Kasus 1 – WTP Air Minum untuk Pabrik Minuman

Sebuah pabrik minuman di Jawa memasang sistem RO untuk menghasilkan air dengan konduktivitas di bawah 20 µS/cm sebagai basis formulasi minuman dan air pembilasan. Sebelum menggunakan IE-50LT, mereka memakai sensor konduktivitas general-purpose dengan cell constant 1,0 yang sebenarnya ditujukan untuk rentang lebih tinggi.

Akibatnya, data konduktivitas pada permeate RO sering berfluktuasi dan kurang sensitif terhadap perubahan halus. Tim utility baru menyadari performa RO menurun ketika produk sudah mulai mendekati batas spesifikasi, sehingga regenerasi dan CIP sering terlambat. Downtime untuk maintenance mendadak tinggi dan ada beberapa batch yang harus di-rework.

Setelah beralih ke IE-50LT dengan rentang 0–100 µS/cm dan sensor suhu terintegrasi, tren konduktivitas permeate menjadi jauh lebih “halus” dan informatif. Perubahan kecil, misalnya dari 5 ke 8 µS/cm, terlihat jelas dan konsisten. Tim utilitas mulai mengatur trigger regenerasi berdasarkan tren ini, bukan hanya alarm batas atas kasar.

Dalam beberapa bulan, mereka mencatat:

  • Penurunan downtime sekitar 20% karena maintenance bisa dijadwalkan lebih tepat.

  • Penggunaan bahan kimia CIP lebih efisien karena dilakukan saat benar-benar diperlukan.

  • Laporan QA/QC menjadi lebih mudah disusun, karena data proses konsisten dan bisa ditelusuri.

Studi Kasus 2 – Sistem Air Murni di Laboratorium Farmasi dan Teaching Lab

Di sisi lain, sebuah laboratorium farmasi di kampus yang juga melayani riset biotek dan praktikum mahasiswa menggunakan sistem air murni kecil dengan RO + deionisasi. Sebelumnya, pengukuran kualitas air hanya dilakukan sesekali dengan meter portabel di outlet tangki.

Permasalahannya:

  • Data hanya berupa snapshot, sehingga sulit melihat tren penurunan kualitas.

  • Meter portabel berpindah-pindah pakai, sering lupa dikalibrasi.

  • Untuk praktikum, mahasiswa tidak bisa melihat contoh nyata monitoring on-line yang dipakai di industri.

Laboratorium kemudian memasang IE-50LT di line distribusi air murni, dihubungkan ke controller konduktivitas yang dipasang di panel kecil. Data dicatat harian dan digunakan sebagai bahan diskusi dalam praktikum kontrol kualitas air.

Manfaat yang dirasakan:

  • Staf lab bisa segera melihat bila kualitas air menurun dan menjadwalkan penggantian resin lebih dini.

  • Praktikum menjadi lebih “hidup” karena mahasiswa melihat langsung tren konduktivitas dan mengaitkannya dengan topik farmakope atau validasi air murni.

  • Untuk riset biotek, peneliti lebih percaya diri bahwa air proses yang digunakan memenuhi spesifikasi yang konsisten.

Langkah demi Langkah Menggunakan IE-50LT di Line Air Murni

Sebagai contoh, bayangkan Anda ingin memasang IE-50LT di instalasi pengolahan air minum atau air proses untuk pabrik minuman, tepat setelah unit RO, agar bisa memantau kualitas permeate secara on-line.

Berikut langkah praktisnya:

  1. Perencanaan titik pemasangan
    Tentukan titik di pipa permeate RO yang selalu terisi air saat unit beroperasi. Pilih lokasi yang mudah diakses untuk pembersihan dan kalibrasi, serta memiliki aliran cukup stabil (bukan di dekat pompa yang menghasilkan banyak turbulensi ekstrem).

  2. Persiapan mekanis
    Pasang fitting tee dengan ulir 3/4 inci NPT sesuai arah aliran. Pastikan pipa dalam keadaan mati saat pekerjaan dilakukan. Siapkan Teflon tape untuk ulir elektroda.

  3. Pemasangan elektroda

    • Bungkus ulir IE-50LT dengan Teflon tape secukupnya.

    • Masukkan elektroda ke fitting tee, lalu putar searah jarum jam sampai kencang dengan tangan (hand-tight) untuk mencegah kebocoran.

    • Perhatikan agar posisi elektroda memungkinkan aliran air melewati lubang sensor tanpa memerangkap udara. User guide menampilkan beberapa posisi pemasangan yang direkomendasikan sebagai acuan.

  4. Penyambungan kabel ke controller

    • Identifikasi kabel merah dan hitam untuk konduktivitas, hijau dan kuning untuk suhu.

    • Sambungkan masing-masing ke terminal yang sesuai pada controller konduktivitas.

    • Pastikan clamp atau terminal dikencangkan dengan baik agar sinyal stabil.

  5. Pengisian dan pengecekan kebocoran
    Nyalakan aliran air perlahan, periksa kebocoran di sekitar ulir sensor. Jika ada rembesan, matikan aliran, kencangkan lagi atau ulang pembungkusan Teflon tape.

  6. Kalibrasi awal

    • Lepaskan sensor sementara dari line (jika sistem memungkinkan) atau gunakan chamber by-pass.

    • Kalibrasi IE-50LT menggunakan larutan standar yang mendekati rentang kerja, misalnya 84 µS/cm atau 1413 µS/cm sesuai instruksi controller dan standar yang direkomendasikan.

    • Setelah kalibrasi, bilas sensor dengan air murni lalu pasang kembali di line.

  7. Pengoperasian rutin

    • Biarkan sistem berjalan dan amati bacaan konduktivitas di controller.

    • Aktifkan kompensasi suhu otomatis menggunakan sensor suhu internal IE-50LT.

    • Set alarm di controller untuk batas konduktivitas maksimum yang diizinkan untuk permeate RO (misalnya 15 atau 20 µS/cm, sesuai standar internal).

  8. Perawatan berkala

    • Secara berkala (misalnya setiap beberapa minggu atau sesuai tingkat fouling), lepas sensor dan rendam sekitar 30 menit dalam larutan deterjen ringan untuk menghilangkan kotoran dan minyak.

    • Bilas dengan air bersih, kalibrasi ulang jika perlu, lalu pasang kembali.

    • Hindari menggosok permukaan elektroda dengan benda kasar untuk menjaga geometri sel.

Dengan pola ini, IE-50LT bisa menjadi “penjaga gerbang” kualitas air Anda, memberi informasi yang cukup untuk mengambil keputusan operasional tanpa harus terus-menerus melakukan pengukuran manual di laboratorium.

Kesimpulan: Apakah IE-50LT Cocok untuk Sistem Anda?

IE-50LT adalah elektroda konduktivitas industri yang secara khusus ditujukan untuk aplikasi air murni dan low conductivity. Dengan rentang 0–100 µS/cm, cell constant 0,1, elektroda platinum, sensor suhu NTC 10 kΩ terintegrasi, dan housing stainless steel 316L yang kokoh, ia menjawab banyak keluhan umum pengguna sensor konduktivitas di lapangan.

Sensor ini paling menguntungkan bagi:

  • Instalasi pengolahan air minum yang ingin memantau permeate RO secara real-time.

  • Industri farmasi dan biotek yang membutuhkan kontrol ketat pada sistem air murni dan pra-WFI.

  • Pabrik minuman dan dairy yang mengandalkan air pembilasan sangat bersih.

  • Sistem boiler dan pembangkit yang memerlukan monitoring air demin dan kondensat.

  • Laboratorium riset dan teaching lab yang ingin menunjukkan contoh sistem monitoring yang mirip dengan industri.

Bagi aplikasi dengan konduktivitas tinggi (air limbah, plating, larutan nutrisi pekat, dll.), IE-50LT bukan pilihan yang tepat. Di rentang tersebut, model lain dengan range lebih tinggi akan lebih akurat. Namun, untuk jalur air murni dan low conductivity, IE-50LT adalah pilihan yang solid, tahan proses, dan relatif mudah diintegrasikan ke berbagai sistem kontrol.

FAQ Singkat seputar IE-50LT

1. Apa perbedaan IE-50LT dengan IE-50MT atau IE-50HT?
IE-50LT memiliki range 0–100 µS/cm dengan konstanta sel K = 0,1, ditujukan untuk air murni. IE-50MT dan IE-50HT memiliki range yang jauh lebih tinggi (sampai mS/cm) dan cell constant berbeda, sehingga lebih cocok untuk air proses umum atau larutan yang lebih konduktif.

2. Seberapa sering IE-50LT perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi bergantung pada beban fouling dan standar internal QA/QC. Di banyak fasilitas, kalibrasi dilakukan setiap 1–3 bulan atau setelah pembersihan besar. Yang penting, gunakan larutan standar resmi dengan nilai konduktivitas yang mendekati rentang kerja sistem.

3. Bisakah IE-50LT digunakan di air limbah atau proses dengan konduktivitas tinggi?
Secara teknis sensor masih akan membaca konduktivitas, tetapi karena range idealnya hanya sampai 100 µS/cm, akurasi dan linearitas di atas rentang ini tidak dijamin. Untuk air limbah atau proses dengan konduktivitas tinggi, lebih tepat menggunakan sensor dengan range dan cell constant yang sesuai.

4. Apakah sensor suhu harus selalu disambungkan?
Disarankan iya. Sensor suhu NTC 10 kΩ yang terintegrasi memungkinkan controller melakukan kompensasi suhu otomatis. Tanpa kompensasi, nilai konduktivitas akan berubah cukup besar hanya karena fluktuasi suhu, yang bisa disalahartikan sebagai perubahan kualitas air.

5. Bagaimana cara terbaik membersihkan IE-50LT?
Lepas sensor dari line, lalu rendam sekitar 30 menit dalam larutan deterjen ringan untuk menghilangkan minyak dan kotoran, seperti yang dijelaskan dalam user guide. Bilas dengan air bersih, hindari penggosokan abrasif, dan kalibrasi ulang bila perlu sebelum dipasang kembali.

6. Apakah IE-50LT bisa dipasang horizontal?
Bisa, selama area elektroda tetap terendam dan tidak terperangkap gelembung udara. User guide memberikan ilustrasi beberapa posisi pemasangan yang direkomendasikan sebagai panduan.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium serta instrumen proses, CV. Java Multi Mandiri memahami betul pentingnya pemantauan konduktivitas dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami berfokus melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti elektroda konduktivitas industri IE-50LT dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, menjaga konsistensi proses, dan memenuhi standar regulasi.

Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemantauan konduktivitas pada utilitas dan proses—baik di WTP/WWTP, farmasi, F&B, maupun sistem air murni laboratorium—mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan konfigurasi sensor dan sistem yang tepat.

Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

  • Hindayani, A., & Hamim, N. (2022). Akurasi dan Presisi Metode Sekunder Pengukuran Konduktivitas Menggunakan Sel Jones Tipe E untuk Pemantauan Kualitas Air Minum. Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA), 5(1), 41–51. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/IJCA/article/view/21508
  • Suhartono, J., Salsabilla, A., & Rosalina, D. (2024). Pengurangan Kandungan Total Dissolved Solid (TDS), Konduktivitas dan Natural Organic Matter (NOM) pada Air Baku Bendungan Jatiluhur Menggunakan Kombinasi Membran dan Ion Exchange. Jurnal Ilmiah Teknik Kimia, 8(2), 106–115. Retrieved from https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JITK/article/view/38730

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.