Di banyak fasilitas—dari IPAL industri pelapisan logam, pabrik kimia, tambang emas, sampai laboratorium lingkungan—sianida adalah kata yang memicu kewaspadaan. Zat ini sangat reaktif, dipakai untuk proses pelarutan logam mulia dan berbagai reaksi kimia, tetapi juga beracun bagi manusia dan organisme air. Bagi tim QA/QC dan engineer proses, pertanyaannya sederhana namun krusial: berapa kadar sianida yang sebenarnya di air limbah, air proses, atau sampel uji?
Masalahnya, menjawab pertanyaan itu tidak sesederhana kelihatannya. Banyak fasilitas masih bergantung pada:
-
Metode kolorimetri manual yang memerlukan reagen banyak, inkubasi, dan pembacaan visual.
-
Pengiriman sampel ke laboratorium eksternal sehingga hasil baru keluar 1–2 hari kemudian.
-
Prosedur titrasi yang rumit, butuh operator terlatih dan rawan kesalahan pembacaan titik akhir.
Akibatnya:
-
Pengambilan keputusan proses (misalnya penambahan bahan kimia penetral, pengenceran, atau recirculation) sering terlambat.
-
Risiko ketidaksesuaian baku mutu meningkat karena kadar sianida sesungguhnya belum diketahui saat air limbah dibuang.
-
Biaya operasional naik karena pemakaian bahan kimia “berlebih” demi bermain aman.
-
Untuk teaching lab dan riset kampus, praktikum sering memakan waktu sangat lama hanya untuk satu parameter.
Di sisi lain, regulasi lingkungan makin ketat. Pabrik minuman, farmasi, hingga industri proses yang menggunakan sianida atau berpotensi menghasilkan sianida dituntut menunjukkan data pemantauan yang kredibel dan dapat diaudit. Di sini, instrumen analitik yang cepat, cukup sederhana, dan tetap akurat menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan.
Elektroda ion selektif (Ion Selective Electrode, ISE) menawarkan solusi menarik. Sensor ini memungkinkan pengukuran langsung (direct measurement) konsentrasi ion tertentu dalam larutan tanpa harus melalui banyak tahap pengolahan sampel. Untuk sianida, produk yang relevan adalah ISE-CN—elektroda ion selektif khusus untuk ion CN⁻.
Prinsip Kerja Elektroda Ion Selektif Sianida (ISE-CN)
ISE-CN adalah elektroda yang dirancang untuk merespons aktivitas ion sianida (CN⁻) dalam larutan. Di ujungnya terdapat membran sensitif yang akan menghasilkan potensial listrik berbeda tergantung pada konsentrasi sianida dalam sampel. Potensial ini dibaca oleh ion meter dan diubah menjadi nilai konsentrasi (ppm) atau milimol per liter.
Secara sederhana, cara kerjanya bisa diibaratkan seperti “hidung elektronik”. Membran pada ISE-CN hanya “mencium” ion sianida, lalu mengubah intensitas “bau” tersebut menjadi sinyal listrik. Semakin tinggi konsentrasi sianida, semakin besar perubahan potensial yang terbaca. Hubungan antara potensial dan konsentrasi mengikuti persamaan Nernst dengan kemiringan (slope) sekitar 54–59 mV per dekade perubahan konsentrasi .
Untuk menjaga kestabilan pengukuran, digunakan Ionic Strength Adjuster (ISA-CN). Larutan ini ditambahkan ke standar dan sampel untuk:
-
Menjaga kekuatan ionik larutan tetap konstan.
-
Mengatur pH larutan dalam rentang aman untuk analisis sianida (pH 11–13) .
-
Meminimalkan pengaruh ion lain yang tidak diinginkan.
Mengapa pH sangat penting? Pada pH terlalu rendah (asam), sianida akan berubah menjadi gas hidrogen sianida (HCN) yang sangat beracun. Panduan resmi elektroda ini secara tegas memperingatkan bahwa larutan sianida yang bersifat asam akan menghasilkan gas HCN yang berbahaya bila terhirup maupun terserap kulit . Karena itu, seluruh prosedur kalibrasi dan pengukuran ISE-CN dilakukan di pH basa.
Dalam jangka panjang, pendekatan elektroda ion selektif membawa beberapa keuntungan:
-
Waktu analisis lebih singkat karena pengukuran dapat dilakukan langsung pada sampel berair.
-
Biaya reagen lebih rendah dibanding metode kolorimetri yang sering membutuhkan kit khusus per sampel.
-
Proses lebih mudah diduplikasi antar operator, sehingga mendukung konsistensi data untuk audit.
-
Integrasi ke sistem monitoring berkelanjutan (online/offline) menjadi lebih mudah berkat keluaran berupa sinyal listrik standar.
Dibandingkan metode konvensional yang mengandalkan warna atau titrasi manual, ISE-CN menjadikan pengukuran sianida lebih mirip mengukur pH: tinggal kalibrasi, celupkan elektroda ke sampel, tunggu pembacaan stabil, dan catat hasilnya.
ISE-CN: Sensor Sianida Siap Pakai untuk Rutinitas Harian
ISE-CN yang dibahas di sini merupakan produk dari Bante Instruments, produsen instrumen analitik yang banyak dipakai di laboratorium lingkungan dan pendidikan. Menurut spesifikasi resmi, elektroda ini dirancang untuk deteksi dan analisis ion sianida dalam larutan berair dan cocok untuk aplikasi laboratorium .
Beberapa hal yang membuat ISE-CN menarik dibandingkan elektroda sejenis:
-
Kombinasi elektroda ion selektif dengan referensi internal (combination electrode), sehingga tidak memerlukan elektroda referensi terpisah.
-
Tidak membutuhkan larutan pengisi (no filling solution) dan tidak ada membran yang harus diganti secara rutin—memudahkan pemeliharaan harian.
-
Menggunakan referensi kering (built-in dry reference electrode) sehingga lebih praktis untuk penyimpanan dan pengiriman.
-
Body berbahan epoxy yang kuat dan relatif tahan benturan, cocok untuk penggunaan rutin di teaching lab maupun laboratorium industri.
-
Rentang ukur 0,03 hingga 260 ppm, cukup lebar untuk kebutuhan pemantauan sianida di air limbah industri dan riset proses .
Karena menggunakan konektor BNC universal, ISE-CN dapat dipasangkan dengan berbagai ion meter, baik portabel maupun bench-top, dari Bante maupun produsen lain yang kompatibel. Ini memberikan fleksibilitas bagi laboratorium yang sudah memiliki meter multi-ion atau pH/mV meter dengan input BNC.
Untuk laboratorium QA/QC, teaching lab, dan fasilitas pengolahan air yang membutuhkan pengukuran rutin sianida, kombinasi antara kemudahan pemakaian dan biaya per analisis yang relatif rendah membuat ISE-CN menjadi opsi yang rasional dan efisien.
Desain Fisik dan Aspek Ergonomi
Secara fisik, ISE-CN memiliki desain silindris yang ramping dan sederhana, serupa dengan banyak elektroda pH:
-
Panjang total sekitar 150 mm dengan diameter 12 mm .
-
Body terbuat dari epoxy, memberikan keseimbangan antara kekuatan mekanik dan tahan terhadap banyak jenis larutan akuatik.
-
Ujung elektroda berisi membran sensitif sianida dan sistem referensi terintegrasi.
Elektroda ini dilengkapi kabel sepanjang 1 meter yang diakhiri konektor BNC standar . Panjang kabel ini cukup untuk kebanyakan setup meja laboratorium: elektroda ditempatkan di beaker pada magnetic stirrer, sementara meter berada di atas meja yang sama tanpa kabel tertarik terlalu tegang. Berat sekitar 60 g (berdasarkan informasi pabrikan pada gambar produk yang disertakan pengguna), sehingga cukup ringan saat dipegang satu tangan sepanjang sesi pengukuran.
Karena ISE-CN adalah sensor pasif, tidak ada baterai maupun adaptor yang perlu diperhatikan. Seluruh konsumsi daya ditangani oleh meter yang terhubung. Dari sisi ergonomi, ini justru mengurangi potensi titik kegagalan: tidak ada tombol, tidak ada display, yang perlu dirawat di sisi elektroda.
Batas lingkungan operasi yang direkomendasikan adalah:
-
Suhu larutan antara 5 hingga 50 °C (41–122 °F) .
-
pH sampel 11 hingga 13, untuk menjamin bentuk sianida dominan sebagai ion CN⁻ dan menghindari pembentukan gas HCN .
Tidak ada informasi resmi mengenai rating IP (ketahanan terhadap debu/air), sehingga aman untuk mengasumsikan bahwa elektroda ini dirancang untuk penggunaan di lingkungan laboratorium biasa. Artinya, pengguna sebaiknya menghindari perendaman bagian konektor dan sambungan kabel dalam larutan, serta tidak membiarkan elektroda terjatuh ke lantai atau terbentur keras.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna di Lapangan
Berbeda dengan meter portabel atau bench-top yang memiliki layar dan tombol, ISE-CN sendiri tidak memiliki antarmuka digital. Namun, sensor ini menentukan bagaimana pengalaman pengguna saat melakukan pengukuran sianida.
Beberapa aspek yang dirasakan langsung oleh operator:
-
Pegangan yang nyaman: diameter 12 mm terasa mirip dengan bolpoin tebal, sehingga mudah digenggam saat memindahkan elektroda antara beaker standar, blanko, dan sampel.
-
Kabel yang cukup lentur dan tidak terlalu kaku, memudahkan penempatan di beaker yang sedang diaduk.
-
Konektor BNC yang “klik” saat terpasang, memberi rasa aman bahwa sambungan sudah kuat dan tidak mudah lepas di tengah pengukuran.
Fitur “kenyamanan” lain sebenarnya datang dari kombinasi desain elektroda dan panduan penggunaan resmi:
-
Elektroda tidak memerlukan perendaman permanen dalam larutan penyimpan khusus. Cukup dibilas air suling, dikeringkan lembut, lalu disimpan dengan penutup pelindung di tempat kering dan sejuk .
-
Sebelum digunakan, elektroda hanya perlu direndam sekitar 10 menit dalam larutan standar 100 ppm untuk mengaktifkan membran .
Karena pembacaan akhir ditampilkan oleh ion meter, pengalaman seperti adanya fitur Auto-Hold, backlight, atau memori data akan bergantung sepenuhnya pada jenis meter yang digunakan bersama ISE-CN. Ini memberi keleluasaan bagi laboratorium:
-
Untuk teaching lab, dapat dipasangkan dengan meter sederhana yang hemat biaya.
-
Untuk industri dan QA/QC, dapat dipasangkan dengan meter yang memiliki logging data, koneksi PC, atau bahkan integrasi SCADA.
Keunggulan Fungsional ISE-CN dalam Rutinitas Analisis
Walau bentuknya sederhana, ISE-CN membawa beberapa keunggulan praktis yang terasa di lapangan:
1. Kombinasi elektroda (single body)
ISE-CN menggabungkan elektroda kerja dan referensi dalam satu body sehingga pengguna tidak perlu mengatur dua elektroda terpisah di beaker. Hal ini:
-
Mengurangi keruwetan kabel.
-
Mempercepat setup di setiap pengukuran.
-
Mengurangi potensi kesalahan karena jarak elektroda kerja–referensi tidak konsisten.
2. Tidak memerlukan larutan pengisi
Banyak elektroda ion selektif generasi lama memerlukan pengisian dan pengecekan rutin larutan KCl atau elektrolit lain. Pada ISE-CN, hal ini dihilangkan. Dampaknya:
-
Perawatan harian menjadi lebih simpel.
-
Risiko masuknya gelembung udara ke ruang referensi—yang bisa mengganggu stabilitas pembacaan—menjadi minimal.
3. Rentang konsentrasi luas
Dengan rentang 0,03 hingga 260 ppm , ISE-CN dapat mengakomodasi beberapa skenario:
-
Deteksi kadar sangat rendah di outlet IPAL atau air permukaan.
-
Pengukuran kadar tinggi di proses pelindian bijih atau larutan proses sebelum pengenceran.
Laboratorium bisa menyiapkan seri standar yang menutupi konsentrasi target, misalnya 0,05; 0,5; 5; 50; dan 200 ppm, lalu melakukan kalibrasi multi-titik.
4. Stabilitas dan kemiringan (slope) yang sesuai standar
Slope 54–59 mV per dekade menunjukkan bahwa elektroda bekerja mendekati teori Nernst. Ini penting untuk:
-
Menjamin bahwa kalibrasi linear dan mudah diverifikasi.
-
Memungkinkan laboratorium melakukan verifikasi berkala (misalnya setiap hari) dengan cepat.
5. Perawatan sederhana
Panduan resmi cukup singkat: bilas dengan air suling setelah pemakaian, keringkan dengan tisu bebas serat, pasang kembali pelindung, dan simpan di tempat kering dan sejuk . Jika respon mulai melambat, elektroda cukup direndam lagi selama minimal 1 jam dalam larutan standar 100 ppm untuk “menyegarkan” membran .
Secara praktis, ini berarti teknisi tidak harus mengalokasikan banyak waktu hanya untuk merawat satu elektroda sianida—penting untuk laboratorium yang sudah sibuk dengan banyak parameter lain.
Integrasi ke Sistem Instrumen dan Workflow Data
ISE-CN menggunakan konektor BNC standar, sehingga sangat mudah diintegrasikan ke berbagai perangkat:
-
Ion meter khusus sianida atau multi-ion.
-
pH/mV meter laboratorium yang mendukung pembacaan potensial elektroda.
-
Meter portabel berinput BNC untuk aplikasi lapangan.
Untuk kebutuhan transfer data ke PC atau sistem LIMS, jalurnya berada di level meter, bukan di elektroda. Artinya, pengguna bebas memilih:
-
Meter dengan USB atau RS-232 yang bisa mengekspor data ke Excel atau software data logging.
-
Sistem online yang mengubah sinyal potensial menjadi output analog (mis. 4–20 mA) untuk dikirim ke PLC atau SCADA.
Dengan pendekatan ini, ISE-CN berperan sebagai “sensor inti” yang fleksibel, sementara integrasi data dapat disesuaikan dengan tingkat otomasi dan kebutuhan audit masing-masing fasilitas.
Spesifikasi Teknis ISE-CN
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Model | ISE-CN |
| Jenis | Elektroda ion selektif kombinasi (CN⁻) |
| Ion yang diukur | Sianida (CN⁻) |
| Rentang konsentrasi | 0,03 – 260 ppm |
| Kemiringan (slope) | 54 – 59 mV per dekade |
| Rentang pH operasi | 11 – 13 |
| Suhu operasi | 5 – 50 °C (41 – 122 °F) |
| Body | Epoxy |
| Dimensi body | 150 mm (panjang) × 12 mm (diameter) |
| Panjang kabel | 1 m |
| Konektor | BNC |
| Interferensi utama | I⁻, Br⁻, S²⁻ |
| Perendaman awal | ±10 menit dalam standar 100 ppm |
| Berat (perkiraan pabrikan) | ±60 g |
Bagi pengguna baru, angka-angka di atas dapat diterjemahkan sebagai berikut:
-
Rentang 0,03–260 ppm berarti elektroda cukup sensitif untuk mendeteksi kadar sangat rendah (puluhan ppb mendekati nol koma nol sekian) hingga ratusan ppm. Di banyak regulasi lingkungan, batas sianida total berada di bawah 1 ppm, sehingga ISE-CN mampu mengukur jauh di bawah batas tersebut.
-
pH 11–13 terdengar “sangat basa”, namun justru di rentang inilah sianida berada dalam bentuk ion yang aman diukur. Di bawah itu, risiko terbentuknya gas HCN meningkat.
-
Slope 54–59 mV menandakan respons elektroda mendekati nilai teoritis (sekitar 59 mV per dekade pada 25 °C), sehingga perubahan konsentrasi 10 kali lipat akan menghasilkan perubahan potensial kira-kira sebesar nilai tersebut.
-
Adanya interferensi oleh ion iodida, bromida, dan sulfida berarti jika sampel mengandung ion-ion ini dalam konsentrasi tinggi, perlu dipertimbangkan metode pretreatment atau interpretasi hasil yang hati-hati.
Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Aksesori
Karena ISE-CN hanya salah satu bagian dari sistem analisis sianida, beberapa komponen pendukung perlu disiapkan.
Rekomendasi rentang pengukuran dan contoh aplikasi
| Rentang konsentrasi CN⁻ (ppm) | Contoh aplikasi utama | Catatan penggunaan ISE-CN |
|---|---|---|
| 0,03 – 0,5 | Air permukaan, air minum, outlet IPAL industri ringan | Butuh kalibrasi teliti dan standar rendah |
| 0,5 – 10 | Outlet IPAL industri elektroplating/pelapisan logam | Cocok untuk pemantauan harian |
| 10 – 100 | Larutan proses pelindian emas, intermediate proses kimia | Mungkin perlu pengenceran sebelum pengukuran |
| 100 – 260 | Larutan stok proses, riset reaksi kimia, optimasi proses | Pengenceran disarankan untuk stabilitas sinyal |
Aksesori yang disarankan
-
Ion meter atau pH/mV meter dengan input BNC yang kompatibel.
-
Ionic Strength Adjuster khusus sianida (ISA-CN) .
-
Standar sianida 0,1 M dan/atau 1000 ppm untuk kalibrasi dan aktivasi awal .
-
Beaker gelas, labu ukur, pipet volumetrik, dan peralatan glassware lainnya.
-
Magnetic stirrer untuk menjaga larutan dalam keadaan tercampur merata saat kalibrasi/pengukuran.
-
APD lengkap: sarung tangan, kacamata pelindung, jas lab; khusus untuk sianida, ventilasi baik atau fume hood sangat dianjurkan.
Faktor yang memengaruhi hasil pengukuran
-
pH: harus dalam rentang 11–13. Di luar rentang ini, hasil bisa menyimpang dan keamanan operator berkurang.
-
Temperatur: standar dan sampel sebaiknya pada suhu yang sama untuk menghindari drift pembacaan .
-
Penambahan ISA: direkomendasikan sekitar 2 mL ISA untuk 100 mL larutan standar atau sampel agar kekuatan ionik konsisten .
-
Pengadukan: larutan perlu diaduk perlahan dan seragam; pengadukan yang terlalu kuat dapat menimbulkan gelembung dan noise sinyal.
-
Interferensi ion lain: iodida, bromida, dan sulfida dapat mengganggu; jika sampel berpotensi mengandung ion ini, prosedur pretreatment mungkin diperlukan.
Studi Kasus: ISE-CN dalam Praktik
Studi kasus 1 – IPAL pelapisan logam mengurangi downtime 20%
Sebuah perusahaan pelapisan logam di kawasan industri menggunakan sianida dalam proses pencelupan untuk lapisan seng dan tembaga. Sebelum memakai ISE-CN, mereka memonitor kadar sianida di bak proses dan air limbah dengan mengirim sampel ke laboratorium eksternal sekali per hari.
Masalahnya, hasil baru diterima keesokan harinya. Bila kadar sianida ternyata terlalu tinggi di outlet IPAL, mereka baru menyadari setelah air limbah melewati titik pembuangan. Hal ini memicu beberapa kali peringatan dari regulator dan memaksa perusahaan melakukan penyesuaian besar-besaran (dan mahal).
Setelah mengadopsi sistem ion meter dengan elektroda ISE-CN, teknisi IPAL dapat melakukan pengukuran:
-
Di bak proses, untuk menentukan kapan larutan harus diperbarui.
-
Di beberapa titik IPAL (inlet, setelah reaktor destruksi, dan outlet) dalam interval setiap 2 jam.
Dengan data real-time tersebut, operator dapat segera menyesuaikan dosis bahan kimia destruksi sianida dan pengenceran. Downtime akibat investigasi kualitas air limbah turun sekitar 20% karena mereka tidak lagi harus menghentikan operasi sambil menunggu laporan eksternal. Selain itu, penggunaan bahan kimia destruksi menjadi lebih efisien karena dosis disesuaikan berdasarkan data aktual, bukan sekadar perkiraan konservatif.
Studi kasus 2 – Teaching lab kimia lingkungan meningkatkan pengalaman praktikum
Di sebuah universitas negeri, praktikum sianida sebelumnya dilakukan dengan metode kolorimetri yang melibatkan banyak langkah: destilasi, penambahan reagen, inkubasi, dan pengukuran absorbansi di spektrofotometer. Mahasiswa kerap kehabisan waktu sebelum semua kelompok selesai, dan asisten praktikum kewalahan menyiapkan reagen.
Saat laboratorium membeli satu set ion meter dengan ISE-CN, skenario praktikum diubah:
-
Mahasiswa mempelajari kedua metode (kolorimetri dan ISE) secara konsep, namun praktiknya mereka fokus pada pengukuran langsung dengan ISE-CN.
-
Kelompok kecil bertugas menyiapkan standar dan kurva kalibrasi, sementara kelompok lain membawa sampel simulasi air limbah untuk dianalisis.
-
Di akhir sesi, hasil antara kelompok dibandingkan untuk membahas faktor kesalahan dan interpretasi data.
Hasilnya, lebih banyak waktu bisa dialokasikan untuk diskusi ilmiah ketimbang menghabiskan waktu di meja reagen. Mahasiswa juga mendapatkan visualisasi yang lebih intuitif: perubahan potensial dan konsentrasi langsung terlihat di layar meter saat elektroda dipindahkan dari satu larutan ke larutan lain.
Langkah-Langkah Menggunakan ISE-CN di Instalasi Pengolahan Air Limbah
Sebagai contoh, misalkan Anda adalah operator IPAL di industri pelapisan logam yang ingin memantau sianida di outlet IPAL. Berikut langkah praktis menggunakan ISE-CN:
-
Persiapan keselamatan
-
Pastikan area kerja berventilasi baik; gunakan fume hood bila tersedia.
-
Pakai APD lengkap: sarung tangan, kacamata pelindung, jas lab. Ingat bahwa larutan sianida yang asam dapat menghasilkan gas HCN yang sangat toksik .
-
-
Persiapan peralatan
-
Siapkan ion meter, ISE-CN, beaker, magnetic stirrer, pipet volumetrik, dan ISA-CN.
-
Siapkan larutan standar sianida dengan konsentrasi, misalnya: 0,5 ppm, 5 ppm, 50 ppm, dan 200 ppm. Larutan standar 0,1 M atau 1000 ppm dapat dibuat mengikuti panduan resmi (dengan menimbang NaCN dan melarutkannya dalam labu ukur 1 L) .
-
-
Aktivasi elektroda
-
Lepaskan pelindung ujung elektroda.
-
Rendam elektroda dalam larutan standar 100 ppm sekitar 10 menit sebelum digunakan .
-
-
Penyiapan standar dan sampel
-
Tambahkan ISA-CN ke setiap larutan standar dan sampel dengan perbandingan sekitar 2 mL ISA untuk 100 mL larutan .
-
Pastikan pH larutan berada di 11–13; koreksi jika perlu dengan NaOH.
-
-
Kalibrasi meter
-
Atur ion meter ke mode sianida.
-
Ikuti prosedur kalibrasi meter, biasanya dari standar konsentrasi terendah ke tertinggi untuk mencegah kontaminasi silang .
-
Di setiap titik standar, tunggu pembacaan stabil sebelum mengkonfirmasi.
-
-
Pengukuran sampel IPAL
-
Bilas elektroda dengan air suling dan keringkan ringan dengan tisu bebas serat.
-
Tempatkan elektroda di beaker berisi sampel yang sudah diberi ISA dan diaduk lembut.
-
Tunggu hingga pembacaan stabil, kemudian catat nilai konsentrasi sianida.
-
-
Pembersihan dan penyimpanan
-
Setelah selesai, bilas elektroda dengan air suling, keringkan, dan pasang kembali pelindung ujung.
-
Simpan di tempat kering, sejuk, dan berventilasi baik .
-
Dengan prosedur ini, satu sesi pengukuran beberapa sampel bisa dilakukan dalam hitungan menit, bukan jam.
Kesimpulan: Apakah ISE-CN Tepat untuk Anda?
ISE-CN dari Bante Instruments adalah elektroda ion selektif yang dirancang khusus untuk pengukuran sianida dalam larutan berair. Dengan rentang konsentrasi 0,03–260 ppm, rentang pH operasi 11–13, dan desain kombinasi yang tidak membutuhkan larutan pengisi, sensor ini menawarkan kombinasi menarik antara kemudahan pemakaian dan kemampuan analitis .
Produk ini paling cocok untuk:
-
Laboratorium QA/QC di industri yang menggunakan sianida (galvanis, pelapisan logam, pertambangan, kimia).
-
Instalasi pengolahan air limbah (WTP/WWTP) yang perlu memantau sianida secara berkala.
-
Laboratorium lingkungan dan teaching lab yang ingin memperkenalkan konsep elektroda ion selektif kepada mahasiswa.
Jika Anda membutuhkan sistem pemantauan kontinu, elektroda ini dapat dipasangkan dengan meter yang mendukung logging dan integrasi ke sistem kontrol. Jika kebutuhan Anda lebih sederhana, cukup gunakan meter portabel atau bench-top dengan input BNC.
Yang perlu selalu diingat adalah aspek keselamatan: pengukuran sianida, betapapun mudahnya secara teknis dengan ISE-CN, tetap memerlukan prosedur K3 yang ketat, terutama terkait pH dan ventilasi. Bila faktor ini dikelola dengan baik, ISE-CN bisa menjadi “mata” yang andal untuk melihat kadar sianida di proses dan lingkungan Anda.
FAQ Singkat tentang ISE-CN
1. Apakah ISE-CN bisa digunakan di sampel yang tidak sangat basa (pH < 11)?
Tidak disarankan. Panduan pabrikan menegaskan bahwa sampel harus berada pada pH 11–13 untuk memastikan bentuk sianida sebagai ion CN⁻ dan meminimalkan pembentukan gas HCN yang beracun .
2. Seberapa sering elektroda perlu dikalibrasi?
Untuk penggunaan rutin laboratorium, kalibrasi harian sebelum rangkaian pengukuran biasanya sudah memadai. Namun, jika akurasi sangat kritis atau kondisi sampel bervariasi, kalibrasi dapat dilakukan lebih sering (misalnya setiap beberapa jam).
3. Bagaimana jika respons elektroda mulai lambat?
Rendam elektroda dalam larutan standar 100 ppm selama minimal 1 jam. Langkah ini sering kali memulihkan kecepatan respons, seperti disarankan di panduan pemeliharaan .
4. Bisakah ISE-CN digunakan di lapangan (outdoor)?
Secara prinsip bisa, selama suhu larutan berada di 5–50 °C dan elektroda tidak terpapar sinar matahari langsung dalam waktu lama. Untuk penggunaan di lapangan, pasangkan dengan meter portabel yang kuat dan gunakan pelindung tambahan agar konektor BNC tidak basah.
5. Apa saja ion yang dapat mengganggu pengukuran sianida?
Ion iodida (I⁻), bromida (Br⁻), dan sulfida (S²⁻) disebut sebagai interferen utama . Jika sampel mengandung ion-ion ini dalam konsentrasi tinggi, pertimbangkan metode pretreatment atau teknik analisis lain.
6. Apakah ISE-CN bisa digunakan untuk sianida kompleks (misalnya kompleks logam)?
Secara umum, ISE-CN merespons sianida bebas. Sianida yang terikat kuat dalam kompleks logam mungkin tidak sepenuhnya terdeteksi tanpa langkah pretreatment khusus (misalnya destruksi kompleks).
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami betapa pentingnya pemantauan sianida yang akurat dalam mendukung proses produksi, pengolahan air limbah, serta riset lingkungan Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti elektroda ion selektif ISE-CN dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengendalikan risiko sianida, memastikan kesesuaian regulasi, dan menjaga keselamatan kerja. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pengujian sianida pada utilitas maupun proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi instrumen yang tepat.
Rekomendasi Ion Selective Electrode Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

ISE NH4 – Ammonium Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Na – Sodium Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Cu – Copper Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Cl – Chloride Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Cd – Cadmium Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Ca – Calcium Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Br Bromide Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Ag – Silver Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★
Referensi
-
Nagashima, K., Horie, H., & Suzuki, S. (1986). Continuous determination of cyanide in waste water with ion selective electrode and gas-liquid separation. Analytical Sciences, 2(3), 271–274. Retrieved from https://doi.org/10.2116/analsci.2.271
-
Toth, K., & Pungor, E. (1970). Determination of cyanides with ion-selective membrane electrodes. Analytica Chimica Acta, 51(2), 221–230. Retrieved from https://doi.org/10.1016/S0003-2670(01)95710-1













