Di banyak laboratorium dan fasilitas pengolahan air, angka fluorida sering kali jadi “angka kecil yang berisiko besar”. Batas regulasi biasanya berada di level miligram per liter (ppm). Terlalu rendah, efektivitas fluoridasi air minum untuk kesehatan gigi berkurang. Terlalu tinggi, risiko fluorosis tulang dan gigi meningkat. Di sisi lain, pabrik farmasi, kosmetik (misalnya pasta gigi), hingga produsen minuman berperisa juga harus memastikan kadar fluorida di produk mereka konsisten dari batch ke batch.
Masalahnya, mengukur fluorida tidak sesederhana mengukur pH. Banyak tim QA/QC mengeluh:
-
Hasil tidak konsisten antar hari atau antar operator.
-
Prosedur analisis rumit, butuh banyak reagen dan tahapan persiapan.
-
Waktu tunggu hasil lama, sehingga keputusan proses (misalnya penyesuaian dosis bahan kimia di WTP/WWTP) terlambat.
-
Sulit melakukan monitoring langsung di lapangan—air sungai, sumur, atau outlet IPAL—karena alat analisisnya hanya ada di lab pusat.
Untuk pengolahan air minum (WTP), keterlambatan data berarti sistem dosing fluorida berjalan “setengah buta”. Operator sering hanya mengandalkan perhitungan teoritis dosis bahan kimia tanpa umpan balik data lapangan yang cepat. Di sektor farmasi dan kosmetik, audit dan validasi menuntut bukti bahwa setiap batch memenuhi spesifikasi – artinya metode analisis harus tertelusur, stabil, dan mudah dikalibrasi. Sementara di laboratorium pendidikan atau riset kampus, keterbatasan anggaran dan sumber daya menuntut instrumen yang sederhana, tahan lama, dan tidak memakan banyak biaya operasional.
Di titik inilah elektroda ion selektif (Ion Selective Electrode, ISE) untuk fluorida seperti ISE-F menjadi perangkat kunci: ia mengubah pengukuran fluorida menjadi sesuatu yang cepat, langsung, dan dapat dikerjakan oleh operator dengan pelatihan minimal, baik di laboratorium maupun di lapangan.
Teknologi Elektroda Ion Selektif Fluorida: Cara Kerja dan Keunggulan
Membran Sensitif Fluorida: “Filter Elektrik” di Ujung Elektroda
ISE-F merupakan elektroda kombinasi ion selektif yang didesain khusus untuk mendeteksi ion fluorida (F⁻) dalam larutan berair. Di ujung elektroda terdapat membran ion-sensitif yang hanya merespons aktivitas ion fluorida di dalam sampel. Perbedaan aktivitas ion di luar dan di dalam membran menghasilkan beda potensial (tegangan) yang dibaca oleh ion meter sebagai milivolt. Tegangan ini kemudian dikonversi menjadi konsentrasi (ppm) berdasarkan kurva kalibrasi.
Secara praktis, yang dirasakan pengguna sangat sederhana: celupkan elektroda ke larutan standar untuk kalibrasi, lalu ke sampel, dan meter akan menampilkan angka konsentrasi fluorida. Namun di balik angka itu, ISE-F memanfaatkan prinsip Nernst, sehingga perubahan logaritmik konsentrasi fluorida akan menghasilkan perubahan potensial sekitar 54–59 mV per dekade konsentrasi. Rentang slope inilah yang tercantum pada spesifikasi resmi ISE-F (54–59 mV/decade).
Kenapa Teknologi ISE Penting untuk Jangka Panjang?
Dibanding metode analisis kimia klasik, teknologi ISE punya beberapa keuntungan strategis, terutama untuk operasi jangka panjang:
-
Konsumsi reagen jauh lebih sedikit. Standar dan larutan penyangga tetap dibutuhkan, tetapi tidak sebanyak metode titrasi atau spektrofotometri.
-
Waktu analisis singkat. Setelah kalibrasi, setiap sampel bisa dibaca dalam hitungan detik hingga menit—penting untuk monitoring rutin di WTP, WWTP, atau lini produksi.
-
Bisa dibawa ke lapangan. Elektroda seperti ISE-F dipasangkan dengan ion meter portabel sehingga pengukuran fluorida dapat dilakukan langsung di titik sampling.
-
Mudah diaudit. Kalibrasi dua atau tiga titik menggunakan standar berkonsentrasi diketahui memudahkan dokumentasi, jejak rekam, dan validasi metode.
Dengan kata lain, investasi pada satu elektroda ISE yang dirawat dengan benar dapat menghemat banyak jam kerja teknisi, mengurangi variasi antar operator, dan mempercepat pengambilan keputusan proses selama bertahun-tahun.
Keunggulan Pendekatan ISE Dibanding Metode Konvensional
Untuk fluorida, metode yang sering digunakan adalah:
-
Spektrofotometri (misalnya metode SPADNS).
-
Titrasi kompleksometri tertentu.
-
Metode elektroda ion selektif (ISE).
Pendekatan ISE—dalam hal ini menggunakan ISE-F—memiliki beberapa keunggulan praktis:
-
Prosedur lebih sederhana setelah kalibrasi: tambah Ionic Strength Adjuster (ISA) ke standar dan sampel, aduk, lalu baca.
-
Minim pengaruh warna atau kekeruhan sampel, selama elektroda tidak terhalang dan pH dijaga dalam rentang 4–8.
-
Dapat mengukur rentang konsentrasi luas, dari 0,02 hingga 1900 ppm fluorida, sehingga cukup satu sistem untuk air minum yang sangat rendah fluorida sampai air limbah proses yang lebih tinggi.
-
Cocok untuk pemantauan berulang dengan frekuensi tinggi, misalnya setiap jam atau setiap batch produksi.
Metode spektrofotometri tetap penting untuk validasi atau ketika dibutuhkan analisis multi-parameter sekaligus. Namun untuk monitoring rutin dengan respon cepat, teknologi ISE seperti ISE-F sering menjadi pendekatan yang lebih efisien.
ISE-F: Elektroda Fluorida yang Praktis dan Ringkas
Gambaran Singkat Produk
ISE-F adalah elektroda ion selektif fluorida kombinasi buatan Bante Instruments. Elektroda ini dirancang untuk aplikasi laboratorium dan dapat dipasangkan dengan berbagai jenis ion meter standar yang menggunakan konektor BNC. Spesifikasinya menunjukkan:
-
Rentang konsentrasi: 0,02–1900 ppm F⁻.
-
pH operasi: 4–8.
-
Suhu operasi: 5–50 °C (41–122 °F).
-
Slope khas: 54–59 mV per dekade konsentrasi.
Elektroda ini merupakan tipe kombinasi: di dalam satu badan elektroda sudah terdapat elektroda referensi dan membran sensitif ion, sehingga pengguna tidak perlu memasang elektroda referensi terpisah. Bante juga menekankan bahwa ISE-F tidak membutuhkan larutan pengisi dan menggunakan referensi kering (built-in dry reference), sehingga perawatan lebih sederhana dan risiko kebocoran elektrolit hilang.
Apa yang Membuat ISE-F Menonjol?
Dibanding beberapa elektroda fluorida lain, ISE-F menonjol karena:
-
Tidak memerlukan pengisian ulang larutan elektrolit (no filling solution required).
-
Tidak memerlukan penggantian membran secara berkala—membran sudah terintegrasi dan dirancang untuk masa pakai panjang.
-
Menggunakan badan elektroda dari bahan epoxy yang tangguh terhadap benturan, cocok untuk penggunaan di teaching lab atau lapangan.
-
Menggunakan konektor BNC standar dengan kabel sepanjang 1 m sehingga kompatibel dengan berbagai meter benchtop maupun portabel.
Kombinasi fitur ini menjadikan ISE-F menarik bagi laboratorium dengan tim operator yang berganti-ganti, misalnya teaching lab di kampus, atau laboratorium kualitas air yang menangani banyak sampel setiap hari.
Desain Fisik dan Ketahanan ISE-F
Secara fisik, ISE-F berbentuk silinder ramping dengan diameter sekitar 12 mm dan panjang total sekitar 150 mm. Ukuran ini standar untuk elektroda laboratorium—pas untuk dimasukkan ke dalam gelas beaker 100–250 mL, botol sampling, atau bejana reaksi kecil tanpa memakan banyak ruang. Di ujung bawah terdapat membran sensitif fluorida yang terlindungi, sementara di bagian atas terhubung ke kabel tetap.
Badan elektroda dibuat dari bahan epoxy, bukan kaca. Ini memberikan beberapa keuntungan praktis:
-
Lebih tahan benturan dibanding kaca, mengurangi risiko kerusakan saat elektroda tersenggol atau terjatuh ringan di meja kerja.
-
Aman digunakan di lingkungan teaching lab di mana mahasiswa masih belajar teknik handling elektroda.
-
Cocok untuk pengukuran lapangan di WTP/WWTP atau lokasi sampling sungai, karena tidak terlalu rapuh.
Kabel sepanjang 1 m memberikan fleksibilitas saat elektroda digunakan bersama ion meter yang ditempatkan di meja atau tripod. Di ujung kabel terdapat konektor BNC, standar di banyak meter pH/ion, sehingga pengguna tidak perlu adaptor khusus.
Karena ini adalah elektroda pasif tanpa elektronik internal yang kompleks, tidak ada baterai atau adaptor daya pada ISE-F. Catu daya sepenuhnya berasal dari meter yang membaca sinyal potensial. Batas lingkungan operasi dinyatakan pada rentang suhu 5–50 °C; di luar rentang ini, respons membran bisa tidak stabil atau masa pakai memendek.
Untuk perlindungan saat tidak digunakan, ISE-F dilengkapi penutup pelindung (protective cap) pada ujung membran. Produsen menyarankan elektroda disimpan dalam keadaan kering di tempat sejuk dan berventilasi baik, setelah dibilas dan dikeringkan lembut.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
ISE-F sendiri tidak memiliki layar, tombol, atau menu—semua fungsi antarmuka berada pada ion meter yang disambungkan. Namun, dari sudut pandang pengguna, pengalaman pemakaian sangat dipengaruhi oleh desain elektroda:
-
Memegang elektroda terasa mantap karena diameter 12 mm yang nyaman digenggam, tidak terlalu tipis maupun terlalu tebal.
-
Panjang 120 mm bagian batang yang terendam memberi kedalaman celup yang cukup untuk beaker maupun botol.
-
Kabel 1 m memungkinkan operator memegang elektroda di bejana sampel sambil melihat layar meter di atas meja.
Pada banyak sistem, ISE-F dipasangkan dengan meter yang memiliki fitur seperti Auto-Hold/Auto-Read, auto-off, dan memori data. Fitur-fitur ini penting untuk:
-
Mengurangi kesalahan baca karena operator cukup menunggu indikator stabil di layar.
-
Memudahkan dokumentasi hasil, terutama ketika data diekspor ke Excel atau LIMS.
Walaupun fitur tersebut bukan bagian dari elektroda, kompatibilitas ISE-F dengan konektor BNC standar membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai meter yang sudah ada di laboratorium.
Keunggulan Fungsional ISE-F untuk Rutinitas QA/QC
Beberapa fitur yang membuat ISE-F efisien dalam rutinitas QA/QC antara lain:
-
Elektroda kombinasi: tidak perlu elektroda referensi terpisah, sehingga pemasangan lebih ringkas dan setup lebih sederhana untuk operator baru.
-
Tidak memerlukan larutan pengisi (no filling solution required): mengurangi satu langkah perawatan, menghilangkan risiko penguapan atau kontaminasi elektrolit, dan menurunkan biaya bahan habis pakai.
-
Membran tanpa penggantian berkala: tidak ada jadwal penggantian membran yang rumit; pemeliharaan lebih banyak berfokus pada pembersihan rutin dan penyimpanan yang benar.
-
Interferensi utama yang jelas, yaitu ion hidroksida (OH⁻). Hal ini memudahkan pencegahan error: selama pH dijaga antara 4–8 dan sampel tidak sangat basa, pengaruh interferensi relatif terkendali.
-
Rentang konsentrasi luas (0,02–1900 ppm) memungkinkan satu elektroda digunakan mulai dari analisis air minum, air tanah, air limbah, hingga beberapa proses industri yang memerlukan kontrol fluorida.
Bagi QA/QC di WTP, WWTP, laboratorium lingkungan, maupun pabrik farmasi dan kosmetik, kombinasi fitur ini berarti:
-
Waktu setup singkat sebelum mulai pengukuran.
-
Minim error karena perawatan yang rumit.
-
Konsistensi data lebih baik antar shift dan antar operator.
Integrasi dengan Sistem dan Workflow Data
ISE-F menggunakan konektor BNC yang secara luas dipakai pada meter pH/ion di berbagai merek. Artinya, elektroda ini dapat langsung menggantikan atau melengkapi elektroda fluorida lain tanpa perlu modifikasi besar pada sistem yang sudah ada.
Dari sisi workflow data:
-
Pada laboratorium yang memakai ion meter benchtop dengan port USB atau RS-232, data pembacaan ISE-F dapat ditransfer ke komputer untuk dianalisis, diback-up, atau diintegrasikan ke LIMS.
-
Di lapangan, kombinasi ISE-F dengan meter portabel memungkinkan pencatatan manual di lembar inspeksi atau aplikasi mobile, kemudian disinkronkan dengan sistem pusat.
Dengan pendekatan ini, organisasi dapat mengembangkan sistem trend analisis (misalnya tren kadar fluorida di jaringan distribusi air minum), pelaporan berkala ke regulator, hingga pemantauan real-time proses produksi yang sensitif terhadap kadar fluorida.
Spesifikasi Teknis ISE-F
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Model | ISE-F |
| Ion yang diukur | Fluorida (F⁻) |
| Rentang konsentrasi | 0,02 – 1900 ppm |
| Slope | 54 – 59 mV per dekade konsentrasi |
| Rentang pH operasi | 4 – 8 |
| Suhu operasi | 5 – 50 °C (41 – 122 °F) |
| Interferensi utama | OH⁻ |
| Tipe elektroda | Elektroda ion selektif kombinasi |
| Bahan badan elektroda | Epoxy |
| Panjang elektroda | 150 mm (sekitar 5,9 in) |
| Diameter badan | 12 mm (sekitar 0,47 in) |
| Panjang kabel | 1 m (3,3 ft) |
| Jenis konektor | BNC |
| Bobot | ±60 g |
| Aplikasi utama | Analisis fluorida dalam larutan berair |
| Aksesori opsional | ION-F (standar 1000 ppm), ISA-F (ISA) |
Bagi pemula, angka-angka ini bisa dibayangkan seperti ini:
-
Rentang 0,02–1900 ppm artinya elektroda mampu membaca mulai dari air minum yang kadar fluoridanya sangat rendah (puluhan mikrogram per liter) hingga larutan proses dengan konsentrasi tinggi, cukup untuk berbagai aplikasi.
-
Slope 54–59 mV menandakan sensitivitas yang baik: setiap kali konsentrasi naik 10 kali lipat, tegangan yang terbaca berubah sekitar 54–59 mV—ini memudahkan kalibrasi dan verifikasi kinerja.
-
Rentang pH 4–8 menunjukkan bahwa sampel tidak boleh terlalu asam atau terlalu basa; di luar rentang ini, membran akan terganggu dan interferensi OH⁻ meningkat.
-
Bahan epoxy dan bobot sekitar 60 g membuat elektroda terasa cukup kokoh namun tetap ringan saat digunakan di beaker atau di lapangan.
Memilih Komponen Tambahan dan Bahan Pendukung
Tabel Rentang Konsentrasi Fluorida dan Contoh Aplikasi
Agar pemanfaatan ISE-F optimal, penting memahami rentang konsentrasi fluorida yang umum dijumpai di berbagai aplikasi:
| Rentang Fluorida (ppm) | Contoh Aplikasi |
|---|---|
| 0,02 – 1 | Air minum, air permukaan di daerah non-endemik fluorida |
| 1 – 5 | Air minum terfluoridasi, air tanah di beberapa wilayah |
| 5 – 50 | Air limbah rumah sakit tertentu, effluent industri kecil |
| 50 – 500 | Larutan proses di pabrik kimia, farmasi, atau plating |
| 500 – 1900 | Larutan standar stok, proses kimia khusus, riset |
ISE-F mampu mencakup semua rentang ini selama prosedur pengenceran dilakukan dengan benar ketika konsentrasi sangat tinggi.
Aksesori Resmi untuk ISE-F
Berdasarkan panduan pengguna, beberapa solusi dan aksesori yang direkomendasikan untuk ISE-F adalah:
-
Fluoride standard solution 1000 ppm (kode: ION-F) – digunakan sebagai standar kalibrasi atau stok untuk pembuatan standar lain.
-
Ionic Strength Adjuster khusus fluorida (kode: ISA-F) – ditambahkan ke standar dan sampel untuk menyamakan kekuatan ionik dan mengatur pH.
-
Gelas ukur dan erlenmeyer/volumetric flask – untuk menyiapkan larutan standar 0,1 M atau 1000 ppm dari sodium fluoride (NaF).
Penggunaan ISA sangat dianjurkan: produsen menyarankan penambahan sekitar 2 mL ISA ke setiap 100 mL standar maupun sampel untuk menjaga kekuatan ionik dan pH konstan, sehingga hasil pengukuran lebih stabil.
Faktor yang Mempengaruhi Akurasi Pengukuran
Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan pengguna:
-
pH sampel: harus berada di kisaran 4–8. pH terlalu tinggi meningkatkan interferensi OH⁻, sedangkan pH terlalu rendah bisa memengaruhi kestabilan membran.
-
Suhu: standar dan sampel sebaiknya memiliki suhu yang sama selama kalibrasi dan pengukuran.
-
Pengadukan: larutan standar dan sampel perlu diaduk dengan kecepatan seragam agar potensial stabil dan representatif.
-
Kalibrasi: lakukan kalibrasi dari konsentrasi terendah ke tertinggi untuk mencegah kontaminasi silang dari standar konsentrasi tinggi.
-
Kondisi membran: jika respon elektroda mulai lambat, rendam elektroda dalam larutan standar 100 ppm selama minimal 1 jam untuk “merefresh” membran.
Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, ISE-F mampu memberikan data yang konsisten dan mudah ditelusuri untuk keperluan audit dan validasi.
Penerapan ISE-F: Studi Kasus
Studi Kasus 1 – WTP Air Minum Kota
Sebuah instalasi pengolahan air minum kota ingin memastikan fluorida dalam distribusi air berada dalam rentang target tertentu, misalnya sekitar 0,7–1,0 ppm. Sebelumnya, mereka mengandalkan metode spektrofotometri di laboratorium pusat. Setiap sampel dari jaringan distribusi harus dikirim ke lab, dianalisis dalam beberapa batch, dan laporan baru keluar di hari berikutnya.
Setelah mengadopsi sistem ion meter portabel dengan elektroda ISE-F, tim QA/QC mengubah workflow:
-
Petugas mengambil sampel langsung di titik jaringan (reservoir, pipa distribusi, kran publik).
-
Di lokasi, mereka menambahkan ISA, mengaduk, dan mengukur fluorida dengan ISE-F.
-
Data dicatat di form inspeksi dan difoto/diunggah ke sistem internal.
Dengan cara ini, WTP dapat:
-
Melihat tren kadar fluorida harian di beberapa titik jaringan.
-
Menyesuaikan dosis bahan kimia fluoridasi lebih cepat ketika terdeteksi deviasi.
-
Mengurangi waktu tunggu hasil dari >24 jam menjadi kurang dari 1 jam setelah sampling.
Secara keseluruhan, downtime investigasi kualitas air berkurang dan kepatuhan terhadap standar kesehatan masyarakat menjadi lebih mudah dipertahankan.
Studi Kasus 2 – Pabrik Pasta Gigi Lokal
Sebuah pabrik kosmetik yang memproduksi pasta gigi berfluorida harus memastikan konsentrasi fluorida aktif berada dalam batas spesifikasi yang diizinkan. Awalnya, mereka bekerja sama dengan laboratorium eksternal untuk analisis rutin, yang menambah biaya dan memperlambat proses release produk.
Dengan memanfaatkan ISE-F di laboratorium QC internal:
-
Tim melakukan kalibrasi ISE-F menggunakan standar 10, 100, dan 1000 ppm.
-
Sampel pasta gigi diekstrak ke dalam larutan berair, kemudian ditambahkan ISA.
-
Pengukuran fluorida dilakukan secara rutin pada setiap batch produksi.
Hasilnya:
-
Waktu rilis produk lebih cepat karena tidak lagi menunggu laporan dari pihak ketiga.
-
Variabilitas antar batch dapat dipantau lebih ketat, sehingga mudah dilakukan penyesuaian formulasi jika diperlukan.
-
Dokumentasi kalibrasi dan hasil pengujian membantu memenuhi persyaratan audit BPOM dan standar mutu internal.
Panduan Langkah demi Langkah Menggunakan ISE-F di WTP Air Minum
Berikut contoh alur penggunaan ISE-F untuk pengujian fluorida di instalasi pengolahan air minum, disesuaikan dengan panduan produsen.
-
Persiapan Awal
-
Siapkan ion meter yang kompatibel dan pastikan sudah dipanaskan sesuai petunjuk pabrik.
-
Siapkan larutan standar fluorida (misalnya 1, 10, 100 ppm) dari stok 1000 ppm atau 0,1 M NaF sesuai instruksi.
-
Siapkan larutan ISA-F dan air suling/deionisasi untuk pembilasan.
-
-
Mengaktifkan Elektroda
-
Lepaskan protective cap dari ujung ISE-F.
-
Rendam elektroda dalam larutan standar 100 ppm fluorida sekitar 10 menit sebelum digunakan.
-
-
Kalibrasi
-
Tambahkan 2 mL ISA-F ke 100 mL masing-masing larutan standar.
-
Aduk perlahan dengan kecepatan konstan.
-
Celupkan elektroda ke larutan standar terendah (misalnya 1 ppm), tunggu pembacaan stabil, lalu set sebagai titik kalibrasi pertama.
-
Bilas elektroda dengan air deionisasi dan keringkan perlahan dengan tisu bebas serat.
-
Ulangi untuk standar menengah dan tinggi, dari konsentrasi yang lebih rendah ke lebih tinggi.
-
-
Pengukuran Sampel di Lapangan
-
Ambil sampel air di titik jaringan distribusi atau outlet WTP dalam beaker bersih.
-
Tambahkan ISA-F dengan komposisi yang sama seperti pada standar.
-
Aduk larutan dengan pengaduk magnet atau batang, jaga kecepatan konstan.
-
Celupkan ISE-F ke sampel, hindari gelembung udara di sekitar membran.
-
Tunggu hingga pembacaan stabil (bisa dibantu fitur Auto-Hold pada meter), lalu catat nilai ppm fluorida.
-
-
Setelah Pengukuran
-
Bilas elektroda dengan air deionisasi, keringkan perlahan, dan pasang kembali protective cap.
-
Simpan elektroda di tempat kering, sejuk, dan berventilasi baik.
-
-
Perawatan Berkala
-
Jika respon mulai lambat, rendam elektroda dalam larutan standar 100 ppm selama minimal 1 jam untuk memulihkan performa.
-
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, tim WTP dapat memperoleh data fluorida yang konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan untuk keperluan operasional maupun pelaporan.
Kesimpulan dan Rekomendasi
ISE-F dari Bante Instruments adalah elektroda ion selektif fluorida kombinasi yang dirancang untuk memberikan pengukuran cepat dan andal pada berbagai aplikasi berbasis larutan berair. Dengan rentang konsentrasi 0,02–1900 ppm, rentang pH 4–8, dan suhu operasi 5–50 °C, elektroda ini fleksibel untuk digunakan pada:
-
Pengolahan air minum dan air limbah.
-
Laboratorium lingkungan dan pemantauan kualitas air.
-
Industri farmasi dan kosmetik yang membutuhkan kontrol fluorida.
-
Teaching lab dan laboratorium riset di perguruan tinggi.
Desain epoxy yang tangguh, ketiadaan kebutuhan larutan pengisi, serta kemudahan pemeliharaan menjadikan ISE-F pilihan menarik untuk tim QA/QC yang ingin mengurangi kompleksitas perawatan dan meminimalkan downtime alat. Bagi organisasi yang sudah memiliki ion meter dengan konektor BNC, integrasi ISE-F pun relatif langsung tanpa investasi besar pada perangkat baru.
Singkatnya, jika pekerjaan Anda banyak berkaitan dengan pemantauan fluorida—baik untuk mematuhi regulasi air minum, mengendalikan proses industri, maupun menjamin mutu produk berbasis fluorida—ISE-F layak dipertimbangkan sebagai elektroda kerja utama di laboratorium Anda.
FAQ Singkat tentang ISE-F Fluoride Ion Selective Electrode
1. Apakah ISE-F bisa digunakan untuk air laut atau sampel dengan salinitas tinggi?
Bisa, selama pH dikondisikan pada 4–8 dan ditambahkan ISA-F sesuai rekomendasi. Namun, untuk salinitas sangat tinggi, pengenceran mungkin diperlukan agar pembacaan tetap berada dalam rentang kerja yang optimal.
2. Seberapa sering ISE-F perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi bergantung pada kebijakan mutu laboratorium. Untuk QA/QC harian, kalibrasi setidaknya sekali per hari kerja atau setiap kali rangkaian pengukuran penting (misalnya sebelum dan sesudah batch besar) sangat dianjurkan.
3. Apa yang harus dilakukan jika pembacaan ISE-F terasa lambat atau tidak stabil?
Pastikan pH dan suhu sampel sesuai, larutan ISA ditambahkan, dan sampel diaduk merata. Jika respon tetap lambat, rendam elektroda dalam larutan standar 100 ppm selama satu jam dan ulangi kalibrasi.
4. Bisakah ISE-F dipakai terus-menerus secara online (in-line monitoring)?
Secara desain, ISE-F cocok untuk pengukuran batch atau semi-batch di beaker. Untuk penggunaan online berkelanjutan, diperlukan sistem housing dan aliran yang dirancang khusus; konsultasikan dengan integrator sistem atau pemasok Anda.
5. Apakah ada batas umur pakai ISE-F?
Umur pakai tergantung intensitas pemakaian, jenis sampel, dan cara perawatan. Dengan penyimpanan yang baik dan penghindaran sampel yang sangat korosif atau pelarut organik kuat, elektroda dapat digunakan dalam jangka waktu lama hingga responnya berangsur menurun.
6. Apakah ISE-F dapat dipakai pada sampel yang mengandung pelarut organik?
Produsen menyarankan untuk tidak menggunakan elektroda pada sampel yang mengandung deterjen kuat atau pelarut organik, karena dapat merusak membran dan badan elektroda.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan ion fluorida dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti elektroda ISE-F Fluoride Ion Selective Electrode dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan kontrol fluorida, menjaga konsistensi kualitas air dan produk, serta memenuhi standar regulasi yang berlaku. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian fluorida pada utilitas maupun proses industri, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Ion Selective Electrode Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

ISE NH4 – Ammonium Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Na – Sodium Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Cu – Copper Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Cl – Chloride Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Cd – Cadmium Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Ca – Calcium Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Br Bromide Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★ -

ISE Ag – Silver Electrode
Rp9.410.000Lihat produk★★★★★
Referensi
-
Rajković, M. B., & Novaković, I. D. (2007). DETERMINATION OF FLUORIDE CONTENT IN DRINKING WATER AND TEA INFUSIONS USING FLUORIDE ION SELECTIVE ELECTRODE. Journal of Agricultural Sciences, 52(2), 155–168. Retrieved from https://doaj.org/article/49e40cbd82f94b0784a71506b1f7b40e
-
Liu, X.-q., & Wang, Y.-n. (2022). COMPARATIVE STUDY OF DETERMINATION OF FLUORIDE IN WATER BY ION SELECTIVE ELECTRODE METHOD AND ION CHROMATOGRAPHY. Journal of Environmental Hygiene, 12(11), 821–824. Retrieved from https://www.hjwsxzz.com/en/article/doi/10.13421/j.cnki.hjwsxzz.2022.11.009













