Analis laboratorium Indonesia menggunakan elektroda selektif ion ISE-I Bante yang terhubung ke ion meter untuk mengukur kadar iodida dalam sampel air minum di meja kerja laboratorium pengolahan air.

ISE-I Bante: Elektroda Selektif Ion Iodida Untuk Analisis Cepat Di Laboratorium Dan Industri

Daftar Isi

Di banyak laboratorium QA/QC dan instalasi pengolahan air, pengukuran ion iodida sering dianggap pekerjaan “kecil” dibanding parameter lain seperti pH, konduktivitas, atau DO. Namun ketika terjadi deviasi kadar iodida—misalnya pada air minum beryodium, proses desinfeksi berbasis iod, atau kontrol nutrisi di akuakultur—dampaknya bisa menjalar ke mana-mana: batch produk tertahan, hasil riset tidak konsisten, atau proses produksi harus diulang. Pada titik inilah kebutuhan akan instrumen yang spesifik untuk iodida menjadi sangat terasa.

Banyak tim QC masih mengandalkan metode titrasi manual atau uji kolorimetri sederhana. Metode ini bisa bekerja, tetapi memakan waktu, membutuhkan reagen yang relatif banyak, dan sangat bergantung pada keterampilan operator. Di teaching lab atau laboratorium kampus, perbedaan tingkat pengalaman mahasiswa atau peneliti pemula sering menghasilkan data yang “loncat-loncat”. Di pabrik makanan dan minuman, staff shift malam yang harus mengejar target produksi sering tidak punya cukup waktu untuk titrasi berulang hanya untuk mengonfirmasi satu sampel. Situasinya sama di pengolahan air limbah maupun air minum: operator lapangan dituntut menghasilkan keputusan cepat berdasarkan data yang reliabel.

Masalah lain muncul dari interferensi ion lain dalam sampel. Untuk iodida, keberadaan ion sulfida atau sianida dapat mengganggu pembacaan bila metode yang digunakan tidak cukup selektif. Pada air limbah industri kimia atau farmasi, misalnya, komposisi sampel bisa sangat kompleks sehingga metode kolorimetri sederhana tidak lagi memadai. Sementara itu, kebutuhan dokumentasi untuk audit, sertifikasi, dan pelaporan ke regulator menuntut data yang dapat ditelusuri kembali, lengkap dengan informasi kalibrasi dan kondisi pengukuran.

Dengan latar seperti ini, banyak laboratorium mencari solusi yang: (1) mampu mengukur iodida secara spesifik dan selektif, (2) bekerja cepat sehingga cocok untuk rutinitas harian, (3) mudah diintegrasikan dengan sistem pencatatan data digital, dan (4) punya biaya operasional yang rasional. Elektroda selektif ion (Ion Selective Electrode, ISE) untuk iodida menjadi salah satu pilihan menarik, terutama ketika dikombinasikan dengan ion meter modern yang sudah umum dimiliki banyak laboratorium.

Teknologi Elektroda Selektif Ion pada ISE-I

Elektroda selektif ion pada dasarnya adalah sensor elektrokimia yang dirancang untuk “merespons” satu jenis ion tertentu di dalam larutan. Pada ISE-I, ion yang dimaksud adalah iodida (I⁻). Di ujung elektroda terdapat membran khusus yang hanya permeabel atau sensitif terhadap iodida. Ketika elektroda dicelupkan ke dalam larutan, ion iodida akan berinteraksi dengan membran sehingga terbentuk potensial listrik yang sebanding dengan aktivitas (kurang lebih konsentrasi efektif) ion iodida di larutan tersebut.

Prinsip kerjanya mengikuti persamaan Nernst: semakin tinggi konsentrasi iodida, semakin besar perubahan potensial yang terbaca oleh meter. ISE-I Bante memiliki slope tipikal 54–59 mV per dekade perubahan konsentrasi, yang artinya setiap kenaikan 10 kali lipat konsentrasi iodida akan menghasilkan perubahan tegangan sekitar 54–59 mV pada pembacaan meter . Karakter ini membuat elektroda sangat peka terhadap perubahan kadar iodida, bahkan pada rentang yang cukup lebar.

Agar respon elektroda stabil dan akurat, dua hal penting perlu dijaga: pH dan kekuatan ionik larutan. Di sinilah peran ion strength adjuster (ISA). Penambahan ISA membantu menjaga kondisi larutan agar seragam antara standar dan sampel, sekaligus meminimalkan efek interferensi ion lain. Dalam praktiknya, analis akan menambahkan volume tertentu ISA ke setiap standar dan sampel sebelum kalibrasi dan pengukuran.

Dibanding metode titrasi atau kolorimetri, teknologi ISE menawarkan beberapa keunggulan. Pertama, pengukuran relatif cepat: setelah kalibrasi dan penambahan ISA, cukup celupkan elektroda dan tunggu pembacaan stabil. Kedua, konsumsi reagen lebih hemat karena tidak memerlukan titran dalam jumlah besar atau pengembangan warna berulang. Ketiga, ISE mudah diintegrasikan dengan sistem pencatatan digital melalui ion meter yang mendukung ekspor data. Untuk laboratorium yang menangani puluhan hingga ratusan sampel per hari, kombinasi kecepatan, kemudahan, dan integrasi data ini sangat membantu mengurangi beban kerja sekaligus meningkatkan kualitas dokumentasi.

Mengapa ISE-I Relevan untuk Analisis Iodida di Berbagai Industri

ISE-I dirancang sebagai elektroda iodida serba guna yang bisa digunakan di beragam lingkungan kerja: mulai dari laboratorium riset kampus, teaching lab, hingga fasilitas QC industri makanan, farmasi, pengolahan air, dan proses kimia. Inti keunggulannya ada pada rentang pengukuran yang sangat lebar, mulai dari 0,06 hingga 127.000 ppm iodida . Ini membuka kemungkinan untuk mengukur larutan sangat encer maupun larutan pekat, hanya dengan penyesuaian prosedur pengenceran yang tepat.

Dalam konteks air minum dan limbah, rentang bawah yang cukup rendah membantu ketika kita perlu memonitor jejak iodida atau iod-based disinfectant. Di sisi lain, dalam produksi makanan beriodium atau formulasi farmasi tertentu, konsentrasi iodida bisa jauh lebih tinggi. Dengan elektroda yang sama, analis dapat menangani kedua ujung rentang konsentrasi tanpa perlu mengganti sensor, sehingga logistik lebih sederhana dan biaya investasi per parameter menjadi lebih efisien.

ISE-I juga kompatibel dengan meter yang memiliki konektor BNC, yang merupakan standar umum di laboratorium. Artinya, elektroda ini tidak mengunci pengguna pada satu merek meter tertentu. Banyak laboratorium yang sudah memiliki pH/ISE meter multi-channel bisa langsung menambahkan ISE-I sebagai sensor tambahan tanpa perlu membeli instrumen baru. Bagi teaching lab atau kampus, fleksibilitas ini sangat membantu saat harus mengakomodasi berbagai praktikum dengan anggaran terbatas.

Karena slope ISE-I berada di kisaran 54–59 mV, elektroda ini memberikan respon yang mendekati perilaku ideal elektroda Nernstian. Hal ini penting bagi laboratorium yang mengandalkan data kuantitatif, misalnya untuk menghitung recovery, uji validasi metode, atau studi kinetika reaksi. Konsistensi slope dari waktu ke waktu mempermudah proses kalibrasi dan pemantauan performa elektroda, sehingga lebih mudah memenuhi persyaratan dokumentasi untuk audit internal maupun eksternal.

Desain dan Ergonomi untuk Rutinitas Laboratorium

Secara fisik, ISE-I memiliki bentuk silindris dengan panjang sekitar 150 mm dan diameter 12 mm, dimensi yang sangat familiar bagi pengguna elektroda pH atau ISE umumnya . Ukuran ini membuat elektroda nyaman digenggam dan mudah ditempatkan pada holder elektroda standar, baik di laboratorium maupun di lapangan. Bagi operator yang terbiasa bekerja sambil mengaduk sampel atau berpindah antara beberapa beaker, faktor ergonomi seperti ini terasa signifikan.

Bodi elektroda terbuat dari bahan epoksi, bukan kaca. Keuntungan utama epoksi adalah ketahanannya terhadap benturan. Di teaching lab, di mana mahasiswa sering belum terbiasa menangani instrumen, penggunaan elektroda epoksi mengurangi risiko kerusakan akibat terbentur permukaan meja atau bak penangas. Di instalasi pengolahan air limbah atau WTP, epoksi juga lebih aman ketika elektroda digunakan di dekat peralatan mekanik yang bergerak atau di area sampling yang sempit.

ISE-I dilengkapi dengan kabel sepanjang 1 meter yang berakhir pada konektor BNC . Panjang kabel ini cukup untuk menjangkau beaker di atas meja kerja atau bak sampel di dekat instrumen tanpa membuat meja menjadi terlalu berantakan oleh gulungan kabel berlebih. Bagi pengguna yang bekerja di hood atau lemari asam, panjang 1 meter memudahkan penempatan meter di luar area tertutup sementara elektroda tetap dapat dicelupkan ke dalam sampel.

Batas suhu operasi ISE-I berada pada kisaran 5–50°C. Ini mencakup sebagian besar kondisi pengujian di laboratorium lingkungan, pangan, maupun farmasi. Penggunaan di luar rentang ini tidak disarankan karena dapat memengaruhi integritas membran dan keandalan pengukuran. Untuk sampel yang berasal dari proses panas (misalnya reactor kimia atau CIP), sebaiknya dilakukan pendinginan terlebih dahulu sebelum pengukuran. Dengan mengikuti batasan ini, usia pakai elektroda akan lebih panjang dan performanya lebih stabil.

Antarmuka dan Pengalaman Pengguna dalam Pemakaian Sehari-hari

Walaupun ISE-I “hanya” sebuah elektroda, pengalaman pengguna sangat dipengaruhi oleh kombinasi antara elektroda dan ion meter yang digunakan. Mayoritas ion meter modern yang menerima konektor BNC sudah memiliki mode khusus untuk ISE, termasuk pilihan skala konsentrasi (ppm, mol/L, atau log C) dan fungsi kalibrasi multipoint. Dengan memasangkan ISE-I ke meter jenis ini, operator biasanya hanya perlu memilih mode “ISE” lalu memilih jenis ion yang dianalisis.

Proses kalibrasi umumnya melibatkan dua hingga tiga standar iodida dengan konsentrasi berbeda yang mencakup rentang pengukuran yang diinginkan. Meter akan merekam tegangan yang dihasilkan elektroda pada tiap standar, lalu menghitung slope dan intercept kurva kalibrasi. Pada tahap ini, kejelasan tampilan layar dan navigasi menu meter berpengaruh besar. Untungnya, karena ISE-I menggunakan konektor BNC standar, ia dapat terhubung ke berbagai meter yang sudah dilengkapi layar backlit dan tampilan digital yang mudah dibaca bahkan di ruang kerja yang pencahayaannya kurang optimal.

Banyak meter juga menyediakan fungsi Auto-Read atau Auto-Hold: meter akan otomatis “mengunci” nilai ketika sinyal sudah stabil dalam rentang tertentu. Fitur ini sangat membantu saat bekerja dengan ISE, karena respon potensial biasanya memerlukan beberapa detik untuk mencapai kestabilan. Operator tidak perlu menebak-nebak kapan bacaan harus dicatat; meter akan memberi indikasi visual ketika nilai sudah stabil. Kombinasi antara ISE-I yang responsif dan meter dengan fitur stabilisasi yang baik menghasilkan alur kerja yang lebih tenang, tanpa tergesa-gesa menyalin angka.

Di beberapa laboratorium yang sudah menerapkan SOP ketat, pembacaan ISE dilakukan bersamaan dengan parameter lain seperti pH atau suhu. Karena ISE-I ukurannya serupa elektroda pH, penempatan bersama-sama dalam satu beaker atau sel pengukuran relatif mudah, selama tidak saling bersentuhan secara mekanis. Dengan demikian, analis bisa memperoleh beberapa parameter sekaligus dari sampel yang sama, menghemat waktu dan meminimalkan kesalahan akibat penanganan sampel berulang.

Keunggulan Fungsional ISE-I yang Mempermudah Pekerjaan QC

Salah satu keunggulan praktis ISE-I adalah kecepatan responnya dalam kondisi pengadukan yang baik. Dengan penggunaan stirrer magnetik untuk menjaga homogenitas sampel, nilai potensial biasanya stabil dalam waktu singkat, sehingga total waktu per sampel dapat ditekan. Bagi laboratorium QC di pabrik minuman atau farmasi yang harus menyelesaikan banyak sampel dalam satu shift, penghematan beberapa menit per sampel bisa berarti pengurangan jam kerja signifikan dalam satu minggu.

Membran selektif iodida pada ISE-I didesain untuk memiliki sensitivitas tinggi terhadap I⁻ dan relatif rendah terhadap ion lain. Namun pabrikan secara eksplisit mencantumkan bahwa ion sulfida (S²⁻) dan sianida (CN⁻) dapat bertindak sebagai ion pengganggu pada konsentrasi tertentu . Informasi ini penting karena membantu pengguna merencanakan strategi pengkondisian sampel—misalnya dengan menambahkan ISA spesifik atau melakukan perlakuan kimia untuk mengikat interferen. Transparansi spesifikasi seperti ini memudahkan penyusunan SOP yang aman dan andal.

Bagi laboratorium riset dan kampus, kemampuan ISE-I untuk bekerja pada rentang pH luas (pH 2–12) memberikan fleksibilitas dalam merancang percobaan . Peneliti dapat mempelajari perilaku iodida dalam kondisi asam hingga basa tanpa harus mengganti sensor. Hal ini sangat berguna dalam studi kinetika reaksi, degradasi, atau interaksi kompleks iodida dengan senyawa lain.

Secara ekonomi, penggunaan ISE-I juga menarik karena elektroda dapat dipakai berulang kali selama dirawat dengan benar. Tidak seperti kit kolorimetri sekali pakai, biaya utama ISE ada di investasi awal elektroda dan set standar kalibrasi. Jika dihitung per sampel, terutama pada volume uji yang tinggi, biaya operasional dapat menjadi sangat kompetitif. Kombinasi kecepatan, fleksibilitas, dan biaya per sampel yang rendah inilah yang membuat ISE-I layak dipertimbangkan sebagai solusi rutin untuk pengukuran iodida di berbagai sektor industri.

Integrasi ISE-I dalam Sistem Data Laboratorium Modern

Walaupun ISE-I sendiri tidak memiliki memori atau port data, elektroda ini dirancang untuk bekerja dengan ion meter yang hampir selalu menyediakan opsi transfer data. Banyak meter ISE/pH portabel maupun bench-top sekarang dilengkapi port USB atau RS-232 yang memungkinkan ekspor hasil pengukuran ke komputer. Begitu ISE-I terpasang dan dikalibrasi, seluruh data konsentrasi iodida yang dihasilkan akan tercatat di meter, kemudian dapat di-download sebagai file CSV atau langsung terhubung ke sistem LIMS (Laboratory Information Management System).

Bagi laboratorium QC di sektor farmasi, F&B, dan pengolahan air, kemampuan ini sangat penting untuk memenuhi persyaratan dokumentasi, jejak audit, dan analisis tren. Operator tidak lagi perlu mencatat hasil pengukuran secara manual di buku log, sehingga mengurangi risiko salah tulis atau kehilangan data. Data digital juga memudahkan pembuatan grafik tren kadar iodida harian, mingguan, atau per batch produksi, sehingga anomali bisa cepat terdeteksi.

Di fasilitas dengan banyak titik sampling—misalnya WTP atau WWTP yang memantau beberapa unit proses—penggunaan ISE-I bersama ion meter portabel ber-memori memungkinkan data dikumpulkan di lapangan lalu diunggah sekaligus di kantor. Workflow seperti ini meningkatkan efisiensi kunjungan lapangan dan mempermudah penggabungan data iodida dengan parameter lain (pH, DO, ORP, konduktivitas) dalam laporan komprehensif.

Spesifikasi Teknis ISE-I

Tabel Spesifikasi

Parameter Nilai / Deskripsi
Model ISE-I
Ion yang diukur Iodida (I⁻)
Rentang pengukuran 0,06 – 127.000 ppm
Slope tipikal 54 – 59 mV per dekade
Rentang pH kerja pH 2 – 12
Ion pengganggu utama Sulfida (S²⁻), sianida (CN⁻)
Suhu operasi 5 – 50 °C
Dimensi badan 150 mm (panjang) × 12 mm (diameter)
Bahan badan Epoksi
Panjang kabel 1 m
Tipe konektor BNC
Aplikasi umum Pengukuran konsentrasi ion iodida dalam larutan aqueus

Seluruh angka di atas berasal dari dokumen resmi ISE Ion Selective Electrode user guide terbitan Bante Instruments yang memuat tabel parameter teknis dan gambar dimensi elektroda .

Bagi pengguna pemula, angka-angka ini dapat dianalogikan sebagai “spesifikasi lensa” pada kamera. Rentang pengukuran adalah seberapa terang atau gelap kondisi yang bisa ditangani; slope menunjukkan seberapa sensitif lensa tersebut terhadap perubahan cahaya; rentang pH dan suhu adalah kondisi “cuaca” di mana lensa bisa bekerja dengan baik. Selama sampel berada di dalam batas pH 2–12, suhu 5–50°C, dan interferensi sulfida/sianida dikendalikan, ISE-I akan memberikan gambaran yang cukup tajam dan konsisten tentang kadar iodida dalam sampel.

Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Kondisi Pengukuran

Dalam praktiknya, ISE-I tidak berdiri sendiri. Untuk mendapatkan hasil yang konsisten, diperlukan beberapa komponen pendukung seperti standar kalibrasi, ion strength adjuster (ISA), dan peralatan gelas yang sesuai. Tabel berikut memberikan gambaran sederhana:

Komponen / Rentang Konsentrasi Contoh Aplikasi
0,1 – 10 ppm I⁻ Monitoring iodida di air minum, akuakultur, riset lingkungan
10 – 1.000 ppm I⁻ Kontrol proses di industri F&B, farmasi cair, kosmetik
1.000 – 100.000 ppm I⁻ Larutan stok, formulasi nutrisi, atau intermediate proses

Selain itu, disarankan untuk menyiapkan:

  • Larutan standar iodida siap pakai (misalnya 100 ppm, 1.000 ppm) untuk kalibrasi.

  • Ion strength adjuster sesuai rekomendasi pabrikan.

  • Beaker plastik atau kaca volume 50–150 mL.

  • Stirrer magnetik untuk menjaga homogenitas larutan.

Faktor yang paling memengaruhi hasil meliputi suhu sampel, homogenitas pengadukan, pH, dan kehadiran interferen. Menjaga standar dan sampel pada suhu yang sama, menambahkan ISA dengan volume konsisten, serta menggunakan beaker bersih (terutama untuk konsentrasi rendah) akan sangat membantu menekan variasi antar pengukuran.

Penerapan ISE-I di Lapangan: Dua Skenario Nyata

Bayangkan sebuah perusahaan air minum dalam kemasan yang mulai menggunakan agen desinfeksi berbasis iod untuk salah satu lini produknya. Tim QA perlu memastikan bahwa residu iodida di produk akhir berada dalam rentang aman namun tetap efektif. Sebelum memakai ISE-I, mereka mengandalkan uji kolorimetri manual yang memakan waktu sekitar 20–25 menit per sampel, termasuk persiapan reagen dan pembacaan. Setelah beralih ke ISE-I yang dikombinasikan dengan ion meter benchtop, waktu analisis per sampel turun menjadi sekitar 7–10 menit, termasuk kalibrasi harian singkat. Secara keseluruhan, downtime rilis batch berkurang hampir 30%, dan tim QA dapat mengalokasikan waktu lebih banyak untuk analisis parameter lain.

Contoh lain datang dari laboratorium lingkungan di sebuah universitas yang meneliti distribusi iodida di perairan pesisir. Sebelumnya, mereka menggunakan titrasi yang cukup rumit dan menuntut operator yang berpengalaman, sehingga praktikum untuk mahasiswa hanya bisa dilakukan dalam skala kecil. Setelah menambahkan ISE-I ke ion meter multi-parameter yang sudah dimiliki, mereka mampu memperluas jumlah titik sampling di lapangan dan melibatkan lebih banyak mahasiswa dalam pengambilan dan analisis sampel. Data yang diperoleh menjadi lebih rapat secara spasial, sehingga peta sebaran iodida yang dihasilkan lebih informatif untuk publikasi ilmiah dan laporan ke pemangku kebijakan lokal.

Di kedua skenario, bukan hanya kecepatan kerja yang meningkat, tetapi juga kualitas dokumentasi. Dengan data digital yang langsung keluar dari meter, risiko kesalahan pencatatan menurun. Selain itu, tim dapat dengan mudah meninjau ulang tren data jika terjadi anomali, misalnya lonjakan kadar iodida di titik sampling tertentu atau perbedaan signifikan antar batch produksi.

Panduan Langkah demi Langkah Menggunakan ISE-I

Sebagai ilustrasi, ambil contoh penggunaan ISE-I untuk memantau iodida di instalasi pengolahan air minum yang berlokasi di daerah pesisir, di mana intrusi air laut dan aktivitas industri bisa memengaruhi komposisi ionik air baku.

  1. Persiapan awal

    • Keluarkan elektroda dari kotak, lepaskan pelindung ujung jika ada, lalu bilas dengan air deion.

    • Siapkan standar iodida (misalnya 1 ppm, 10 ppm, dan 100 ppm) serta ISA sesuai rekomendasi.

    • Isi beaker dengan standar dan sampel sekitar 50–100 mL, tambahkan volume ISA yang sama ke setiap beaker.

  2. Kondisi dan kalibrasi

    • Nyalakan ion meter dan pilih mode pengukuran ISE untuk iodida.

    • Celupkan ISE-I ke standar pertama (konsentrasi terendah), aduk perlahan dengan stirrer magnetik.

    • Tunggu hingga indikator stabil di layar (jika ada fungsi Auto-Read/Auto-Hold, gunakan fitur ini), lalu konfirmasi titik kalibrasi.

    • Ulangi untuk standar kedua dan ketiga. Pastikan elektroda dibilas dan dikeringkan perlahan dengan tisu bebas serat setiap berpindah standar.

  3. Pengukuran sampel

    • Setelah kalibrasi selesai, bilas elektroda dan masukkan ke beaker sampel pertama.

    • Aduk dengan kecepatan konstan. Tunggu hingga pembacaan stabil, kemudian catat atau simpan data dari meter.

    • Lanjutkan ke sampel berikutnya dengan prosedur yang sama, selalu membilas elektroda di antara sampel untuk mencegah kontaminasi silang.

  4. Perawatan setelah penggunaan

    • Setelah selesai, bilas elektroda dengan air deion, keringkan perlahan, lalu pasang kembali tutup pelindung.

    • Simpan elektroda di tempat kering dan sejuk sesuai anjuran pabrikan, jauh dari sinar matahari langsung dan uap bahan kimia agresif.

    • Secara berkala, cek performa slope dengan melakukan kalibrasi dua titik. Jika slope turun jauh di bawah 54 mV, pertimbangkan pembersihan lebih intensif atau penggantian elektroda.

Dengan langkah-langkah ini, tim operator di WTP dapat memonitor iodida secara rutin langsung di laboratorium proses, menghubungkan data dengan parameter lain seperti konduktivitas dan klorida untuk memahami kondisi air baku dan efek proses pengolahan.

Kesimpulan dan Rekomendasi

ISE-I Bante menawarkan kombinasi menarik antara rentang pengukuran luas, sensitivitas tinggi, dan desain tangguh yang cocok untuk berbagai lingkungan kerja. Dengan kemampuan mengukur 0,06–127.000 ppm iodida pada rentang pH 2–12 dan suhu 5–50°C, elektroda ini dapat digunakan di laboratorium lingkungan, fasilitas pengolahan air, industri makanan dan minuman, farmasi, hingga teaching lab di universitas. Bodi epoksi yang kuat, konektor BNC standar, dan kompatibilitas dengan banyak ion meter membuat integrasi ke sistem yang sudah ada relatif mudah.

Bagi laboratorium yang sering melakukan pengukuran iodida, beralih ke ISE-I dapat mengurangi ketergantungan pada titrasi atau metode kolorimetri yang memakan waktu. Sementara itu, bagi pengguna yang baru mulai memantau iodida—misalnya karena tuntutan regulasi atau kebutuhan riset—ISE-I menyediakan jalan masuk yang relatif sederhana, tanpa memerlukan instrumen khusus yang mahal. Selama SOP kalibrasi, penambahan ISA, dan pengendalian interferensi diikuti dengan baik, elektroda ini mampu memberikan data yang andal dan mudah didokumentasikan.

Secara praktis, ISE-I paling cocok untuk:

  • Laboratorium QA/QC di sektor F&B dan farmasi yang perlu kontrol iodida rutin.

  • Laboratorium lingkungan dan pengolahan air yang memantau kualitas air permukaan atau air minum.

  • Teaching lab dan riset kampus yang memerlukan sensor serbaguna untuk percobaan elektrokimia dan kimia lingkungan.

  • Industri proses dan kimia yang menangani senyawa iodida dalam berbagai tahap produksi.

FAQ Singkat tentang ISE-I

1. Apakah ISE-I bisa digunakan pada semua jenis ion meter?
ISE-I dapat digunakan pada ion meter atau pH/ISE meter yang memiliki input elektroda dengan konektor BNC dan mode pengukuran ISE. Pastikan meter mendukung kalibrasi multipoint untuk hasil terbaik.

2. Berapa sering elektroda perlu dikalibrasi?
Secara umum, kalibrasi dilakukan setiap hari kerja sebelum pengukuran sampel, atau setiap kali akurasi perlu dipastikan (misalnya ketika mengganti operator, setelah pembersihan, atau ketika kondisi lingkungan berubah signifikan).

3. Bagaimana jika sampel mengandung sulfida atau sianida?
Sulfida dan sianida tercatat sebagai ion pengganggu utama untuk ISE-I. Jika sampel diduga mengandung ion tersebut, perlu dipertimbangkan perlakuan kimia khusus atau penggunaan metode alternatif. Konsultasikan SOP internal atau spesialis kimia analitik untuk penanganannya.

4. Bisakah ISE-I digunakan untuk pengukuran lapangan?
Bisa, selama dikombinasikan dengan ion meter portabel yang mendukung ISE dan kondisi lingkungan masih dalam rentang suhu 5–50°C. Bodi epoksi dan kabel 1 m membuat elektroda cukup tangguh untuk penggunaan lapangan ringan hingga sedang.

5. Apa tanda bahwa elektroda perlu diganti?
Penurunan slope yang konsisten di bawah kisaran 54 mV, waktu respon yang semakin lama, atau ketidakstabilan pembacaan meski prosedur sudah benar adalah indikasi bahwa membran elektroda menurun performanya dan mungkin perlu diganti.

6. Apakah ISE-I membutuhkan larutan penyimpanan khusus?
Pabrikan tidak mensyaratkan larutan penyimpanan khusus dalam dokumen yang tersedia, sehingga elektroda umumnya disimpan kering dengan pelindung ujung terpasang dan area kerja yang bersih serta sejuk. Ikuti selalu petunjuk yang menyertai produk.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan ion iodida dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti elektroda selektif ion ISE-I dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, bahan baku, maupun produk akhir. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian iodida di fasilitas Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Ion Selective Electrode Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.