elektroda amonia ISE-NH3 untuk kualitas air

ISE-NH3: Elektroda Amonia Untuk Kontrol Kualitas Air Yang Presisi

Daftar Isi

Amonia bukan sekadar angka di lembar hasil uji. Di instalasi pengolahan air minum, kadar amonia yang terlalu tinggi dapat mengganggu proses desinfeksi dan menurunkan kualitas rasa serta keamanan air. Di unit pengolahan air limbah (WWTP), lonjakan amonia bisa menjadi sinyal awal gangguan proses biologis. Operator sering harus mengambil keputusan cepat: apakah perlu menyesuaikan aerasi, menambah bahan kimia, atau mengalihkan aliran? Tanpa data amonia yang andal, keputusan ini berubah menjadi tebakan mahal yang berpotensi menyebabkan downtime dan pelanggaran baku mutu.

Di akuakultur, amonia terlarut adalah “musuh tak terlihat” bagi ikan dan udang. Petani sering kali hanya mengandalkan test kit visual sederhana yang rentan salah baca, terutama ketika warna larutan sampel tidak jelas. Padahal kenaikan amonia yang tidak terdeteksi dapat menurunkan nafsu makan, merusak insang, hingga menyebabkan kematian massal. Satu siklus panen yang gagal bisa berarti kerugian besar dan hilangnya kepercayaan pembeli.

Laboratorium QA/QC di industri makanan & minuman, farmasi, bioteknologi, dan kosmetik juga menghadapi tantangan serupa. Banyak proses produksi menggunakan air proses, air demin, atau air limbah yang harus dikontrol ketat kandungan amonianya. Auditor dan regulator menuntut data yang telusur, dengan metode yang dapat dijelaskan dan diulang. Mengandalkan metode titrasi manual atau test kit visual sering kali tidak cukup, terutama ketika frekuensi pengujian tinggi dan personel berganti-ganti.

Di sisi lain, laboratorium riset dan teaching lab di kampus ingin mengajarkan konsep kualitas air dan kimia analitik secara aktual, menggunakan teknologi yang sama dengan yang dipakai di industri. Mereka membutuhkan alat yang tangguh, cukup sensitif, namun tetap mudah digunakan mahasiswa. Singkatnya, berbagai sektor ini memiliki kebutuhan yang sama: pengukuran amonia yang cepat, konsisten, dan mudah diintegrasikan ke workflow yang sudah ada, tanpa membuat operator pusing dengan prosedur rumit.

Di titik inilah elektroda ion selektif amonia seperti ISE-NH3 menjadi solusi menarik. Ia menjembatani kebutuhan antara akurasi laboratorium dan kepraktisan lapangan, memungkinkan satu sistem untuk dipakai lintas aplikasi—dari IPAL kota hingga kolam ikan dan laboratorium kampus.

Prinsip Kerja Elektroda Ion Selektif Amonia

ISE-NH3 termasuk dalam kelompok elektroda ion selektif (ion selective electrode, ISE), yaitu sensor elektrokimia yang menghasilkan tegangan listrik sebanding dengan aktivitas ion tertentu dalam larutan. Di ujung elektroda terdapat membran sensitif yang hanya merespons amonia, sementara bagian dalam berisi larutan dan elemen referensi yang stabil. Ketika elektroda dicelupkan ke larutan sampel, perbedaan konsentrasi amonia di luar dan di dalam membran akan menimbulkan beda potensial listrik. Beda potensial inilah yang dibaca oleh ion meter dan dikonversi menjadi konsentrasi (ppm).

Secara teori, hubungan antara potensial dan konsentrasi mengikuti persamaan Nernst. Dalam spesifikasi ISE-NH3, slope yang diharapkan berada di kisaran 52–59 mV per dekade konsentrasi. Artinya, ketika konsentrasi amonia naik 10 kali (misalnya dari 1 ppm ke 10 ppm), tegangan yang terbaca akan berubah sekitar 52–59 mV. Slope yang berada di kisaran ini menunjukkan elektroda bekerja sehat dan kalibrasi valid. Bila slope jauh di bawah angka tersebut, respon elektroda biasanya melemah dan perlu perawatan atau penggantian.

Ada beberapa hal penting supaya teknologi ISE ini bekerja optimal:

  • pH larutan harus basa (pH 11–13). Dalam kisaran ini, amonia lebih banyak berada dalam bentuk NH₃ yang mudah dideteksi elektroda. Dokumen resmi ISE-NH3 menyebutkan bahwa sampel harus berada di pH 11–13, bila perlu dengan penambahan ionic strength adjuster (ISA).

  • Penambahan ISA membantu menstabilkan kekuatan ionik larutan sehingga respon elektroda lebih linier dan konsisten dari waktu ke waktu. Produsen merekomendasikan penambahan ISA sekitar 2 mL ke 50 mL sampel atau standar.

  • Suhu standar dan sampel harus seragam. Perbedaan suhu akan mengubah potensial dan menurunkan akurasi, karena persamaan Nernst sangat peka terhadap perubahan temperatur.

  • Pengadukan harus seragam dan tidak terlalu kuat. Di panduan disebutkan bahwa larutan standar dan sampel perlu diaduk pada laju yang sama agar pembacaan stabil.

Dibandingkan metode konvensional seperti destilasi-titrasi atau spektrofotometri dengan reagen warna, pendekatan ISE menawarkan beberapa keunggulan:

  • Waktu analisis per sampel jauh lebih singkat setelah kalibrasi.

  • Tidak membutuhkan banyak reagen sekali pakai, sehingga lebih ramah biaya dan lingkungan.

  • Dapat dihubungkan ke meter portabel untuk penggunaan lapangan, bukan hanya di meja laboratorium.

  • Rentang pengukuran sangat lebar—dari jejak rendah sampai ribuan ppm—tanpa harus mengganti teknik analisis.

Bagi pengguna yang membutuhkan pemantauan rutin dan frekuen, terutama di sistem pengolahan air dan akuakultur, kombinasi kecepatan, sensitivitas, dan fleksibilitas ini sangat berarti dalam jangka panjang.

ISE-NH3: Solusi Praktis untuk Analisis Amonia Terlarut

ISE-NH3 adalah elektroda amonia ion selektif yang dirancang oleh Bante Instruments untuk mengukur amonia terlarut dalam larutan berair. Produsen menegaskan bahwa elektroda ini ditujukan untuk aplikasi laboratorium, namun dengan dimensi yang ramping dan kabel 1 meter sehingga tetap nyaman digunakan di beaker, kolom reaktor kecil, maupun botol sampel.

Beberapa hal yang membuat ISE-NH3 menarik:

  • Kombinasi elektroda (combination electrode). ISE-NH3 menggabungkan elemen pengukur dan referensi dalam satu body, sehingga tidak memerlukan elektroda referensi terpisah. Informasi ini terlihat dari spesifikasi dan desainnya yang hanya menggunakan satu konektor BNC.

  • Tidak memerlukan reference electrode eksternal. Hal ini menyederhanakan setup, mengurangi titik kegagalan, dan meminimalkan potensi kebocoran larutan referensi dari elektroda lain.

  • Desain ulir pada tutup membran (threaded-cap). Di petunjuk penggunaan, pengguna diminta membuka modul membran, mengisi larutan pengisi (filling solution), lalu menutup kembali dengan memutar. Desain ini memudahkan pengisian ulang dan mengurangi risiko kebocoran.

  • Rentang konsentrasi yang sangat lebar: 0,01–17.000 ppm. Ini memungkinkan satu elektroda digunakan untuk air minum dengan kadar amonia rendah hingga air limbah proses yang konsentrasinya jauh lebih tinggi.

  • Informasi interferensi yang jelas. Spesifikasi menyebutkan bahwa hydrazine dapat mengganggu pengukuran. Bagi laboratorium proses kimia yang memakai hydrazine (misalnya di sistem boiler), informasi ini penting untuk menghindari salah interpretasi data.

Dibanding elektroda amonia generik yang hanya menyebut “wide measuring range” atau “good stability”, ISE-NH3 memberikan informasi teknis yang cukup detail untuk QA/QC: rentang konsentrasi, slope, pH kerja, interferensi, hingga suhu operasi. Hal ini memudahkan penyusunan SOP, validasi metode, dan komunikasi dengan auditor.

Desain Fisik dan Konstruksi ISE-NH3

Secara fisik, ISE-NH3 memiliki desain yang sederhana namun fungsional. Panjang elektrodanya sekitar 150 mm dengan diameter 12 mm, sehingga mudah dimasukkan ke dalam beaker, botol sampel, atau port khusus di reaktor kecil. Dimensi ini kurang lebih seukuran bolpoin agak tebal, sehingga familiar bagi teknisi yang biasa memegang elektroda pH.

Body elektroda terbuat dari material epoxy, yang umumnya lebih tahan benturan dibanding glass body. Untuk laboratorium pendidikan, WWTP, atau akuakultur di lapangan—di mana risiko elektroda terbentur dinding bak atau alat kaca cukup besar—konstruksi epoxy ini membantu memperpanjang umur pakai. Berat elektroda sekitar 60 gram (informasi dari spesifikasi produk yang disertakan pengguna), cukup ringan sehingga tidak membebani holder maupun tangan operator saat pengukuran berulang.

Di bagian ujung bawah terdapat modul membran yang dapat dilepas-pasang. Panduan menyarankan pengguna membuka modul ini sebelum pemakaian pertama, mengisinya dengan larutan filling solution khusus (FS-NH3), mengetuk perlahan untuk mengusir gelembung udara, kemudian memasang kembali modul ke body tanpa terlalu mengencangkan. Desain demikian membuat perawatan menjadi mudah; bila larutan filling mulai kotor atau menguap, operator cukup mengosongkan dan mengisi ulang.

Kabel bawaan sepanjang 1 meter memberikan fleksibilitas yang cukup untuk menjangkau beaker di meja kerja tanpa menarik-narik meter. Ujung kabel menggunakan konektor BNC standar, sehingga kompatibel dengan banyak ion meter, pH meter multiparameter, maupun instrumen lain yang mendukung elektroda ISE.

Untuk lingkungan operasi, spesifikasi menyebutkan rentang suhu 5–50 °C (41–122 °F). Ini sudah mencakup sebagian besar aplikasi air minum, air limbah, serta akuakultur. IP rating (tingkat ketahanan terhadap air/partikel) tidak disebutkan di dokumen resmi, sehingga elektroda sebaiknya dianggap bukan perangkat tahan cipratan berat atau tahan terendam di luar bagian sensor. Praktik terbaiknya, meter dan konektor dijaga tetap kering dan elektroda hanya dicelupkan sampai batas yang direkomendasikan.

Karena ISE-NH3 adalah elektroda pasif, catu daya bergantung sepenuhnya pada ion meter yang digunakan—tidak ada baterai, tombol, ataupun elektronik aktif di dalam elektroda. Hal ini mengurangi potensi kerusakan elektronik dan menjadikan elektroda relatif sederhana dari sisi perawatan.

Pengalaman Pengguna saat Mengoperasikan ISE-NH3 dengan Ion Meter

Meskipun ISE-NH3 tidak memiliki layar atau menu sendiri, pengalaman pengguna sangat ditentukan oleh kombinasi elektroda dan ion meter yang dipakai. Secara umum, alur kerja harian akan seperti ini:

  1. Sebelum mulai, operator memeriksa level larutan filling di dalam modul membran, memastikan tidak ada gelembung besar, dan membersihkan permukaan luar elektroda dengan air deionisasi.

  2. Ion meter dihidupkan, kemudian dipilih mode pengukuran ion atau khusus NH₃ sesuai model meter.

  3. Kalibrasi dilakukan menggunakan beberapa standar amonia (misalnya 1 ppm, 10 ppm, 100 ppm) yang dipersiapkan dari ammonia standard solution 0,1 M atau 1000 ppm sesuai panduan.

  4. Setelah kalibrasi berhasil dan slope berada dalam rentang 52–59 mV/decade, meter siap digunakan untuk sampel.

Sebagian besar ion meter modern yang kompatibel dengan ISE biasanya sudah dilengkapi fitur seperti:

  • Layar digital dengan backlight untuk memudahkan pembacaan di ruangan redup.

  • Fungsi Auto-Hold atau Auto-Read yang menahan nilai ketika pembacaan sudah stabil.

  • Memori internal untuk menyimpan hasil pengukuran dan menu kalibrasi bertahap.

Karena dokumen ISE-NH3 tidak menjelaskan jenis meter tertentu, fitur di atas bergantung pada model meter yang dipilih pengguna. Namun, dari sisi elektroda, ISE-NH3 dirancang agar respons cepat dan stabil selama kondisi sampel dikendalikan (pH, suhu, pengadukan). Panduan resmi menekankan pentingnya menyamakan suhu standar dan sampel, menghindari sampel yang sangat asam/alkalis di luar pH kerja, serta menjauhkan elektroda dari deterjen kuat dan pelarut organik yang bisa merusak membran.

Untuk operator baru, biasanya kurva belajar paling besar ada di tahap penanganan larutan: menyiapkan standar, menambahkan ISA, menjaga pH, dan memastikan sampel tidak tercemar silang. Setelah prosedur ini dikuasai, penggunaan ISE-NH3 sehari-hari menjadi relatif rutin: bilas, kalibrasi singkat, ukur, catat atau simpan data, bilas lagi, lalu simpan elektroda sesuai petunjuk.

Fitur Kunci ISE-NH3 untuk Data Amonia yang Konsisten

Beberapa karakteristik teknis ISE-NH3 menjadikannya alat yang solid untuk QA/QC maupun riset:

  • Rentang konsentrasi 0,01–17.000 ppm. Rentang ini cukup lebar untuk menutup berbagai kebutuhan:

    • Air minum dan air permukaan (umumnya di bawah 1–2 ppm).

    • Effluent IPAL dengan kontrol ketat (puluhan ppm).

    • Air limbah proses atau larutan kimia tertentu yang bisa mencapai ribuan ppm.

  • Slope 52–59 mV/decade. Ini mendekati nilai teoritis 59 mV/decade pada 25 °C untuk elektroda ion monovalen. Slope yang stabil dalam rentang ini menunjukkan respon linier, memudahkan validasi dan perhitungan limit of detection.

  • pH kerja 11–13. Keterbukaan informasi ini memudahkan penyusunan SOP: sampel harus diadjust pH-nya agar seluruh amonia berada dalam bentuk yang terdeteksi.

  • Suhu operasi 5–50 °C. Cukup untuk sebagian besar aplikasi lingkungan dan proses.

  • Informasi interferensi: hydrazine. Dengan mengetahui adanya interferensi ini, laboratorium dapat menghindari penggunaan elektroda di sistem yang banyak mengandung hydrazine atau menginterpretasikan hasil dengan hati-hati.

  • Body epoxy dan konektor BNC. Kombinasi ini memberikan ketahanan mekanik dan kompatibilitas luas.

Bagi laboratorium yang ingin memastikan konsistensi data untuk kebutuhan audit, fitur-fitur ini memberikan “kerangka kerja” yang jelas. SOP bisa ditulis secara spesifik: mulai dari kisaran kerja, penanganan temperatur, sampai larangan penggunaan di sampel yang mengandung hydrazine atau pelarut organik kuat. Hal ini meminimalkan variasi antar-operator dan memudahkan pelatihan staf baru.

Integrasi ISE-NH3 ke Sistem dan Workflow Data Laboratorium

Secara elektris, ISE-NH3 berakhir dengan konektor BNC standar. Ini adalah bahasa universal di dunia meter elektrokimia. Artinya, selama ion meter atau multiparameter meter Anda memiliki input BNC yang mendukung mode ion selektif, kemungkinan besar ISE-NH3 dapat dihubungkan tanpa adaptor tambahan.

Di banyak laboratorium modern, meter tersebut kemudian dihubungkan ke:

  • PC atau laptop melalui USB atau RS-232 (bergantung model).

  • Perangkat lunak data logging untuk merekam waktu, nilai, dan kondisi kalibrasi.

  • Sistem LIMS atau ERP untuk integrasi lebih lanjut dengan database produksi atau monitoring lingkungan.

ISE-NH3 sendiri tidak menentukan format ekspor data—semua itu diatur oleh meter. Namun dengan kompatibilitas BNC, laboratorium bebas memilih meter yang sesuai dengan standar internal: apakah membutuhkan ekspor ke Excel, integrasi LIMS, atau sekadar penyimpanan lokal dengan print-out berkala.

Bagi instalasi pengolahan air, pendekatan ini memberikan fleksibilitas: satu jenis elektroda ISE-NH3 bisa digunakan bergantian di beberapa meter portabel maupun bench-top, selama konektornya sama. Jika suatu saat workflow data diperluas (misalnya menambahkan pemantauan on-line), laboratorium cukup meng-upgrade meter tanpa harus mengganti semua elektroda yang sudah dimiliki.

Spesifikasi Teknis ISE-NH3

Parameter Nilai / Keterangan
Model ISE-NH3
Jenis Elektroda ion selektif amonia (combination)
Rentang konsentrasi 0,01 – 17.000 ppm NH₃
Slope 52 – 59 mV/decade
pH kerja 11 – 13
Suhu operasi 5 – 50 °C (41 – 122 °F)
Interferensi utama Hydrazine
Dimensi elektroda 150 (L) × 12 (Ø) mm
Panjang kabel 1 m
Konektor BNC
Material body Epoxy
Berat (perkiraan) ± 60 g (dari spesifikasi yang dibagikan pengguna)
Larutan filling FS-NH3 (ammonia filling solution)
Larutan ISA ISA-NH3 (ionic strength adjuster)
Larutan standar ION-NH3 1000 ppm, 480 mL

Penjelasan awam:

  • Rentang 0,01–17.000 ppm bisa dianalogikan seperti memiliki timbangan yang mampu menimbang dari sepersepuluh gram sampai 17 kilogram dalam satu alat—fleksibel dari yang sangat kecil sampai besar.

  • Slope 52–59 mV/decade mirip “sensitivitas” telinga terhadap perubahan volume suara. Jika terlalu kecil, alat seperti tidak “menyadari” perubahan konsentrasi; jika berada dalam rentang spesifikasi, perubahan kecil pada amonia akan terlihat jelas di layar meter.

  • pH 11–13 berarti sampel perlu dibuat cukup basa; bisa disamakan dengan memastikan kue selalu dipanggang di temperatur oven tertentu agar resep berhasil. Tanpa pH yang tepat, respon elektroda tidak optimal.

  • Material epoxy dan konektor BNC adalah kombinasi yang memudahkan penggunaan sehari-hari: tahan benturan, mudah dipasang-lepas, dan kompatibel dengan banyak meter.

Memilih Larutan Standar, ISA, dan Aksesori Pendukung

Agar ISE-NH3 memberikan hasil yang andal, pemilihan komponen tambahan sangat penting. Bante menyediakan beberapa aksesori resmi:

Komponen Kode Fungsi utama
Ammonia filling solution FS-NH3 Mengisi modul membran elektroda
Ionic strength adjuster ISA-NH3 Menyetel kekuatan ionik & pH sampel/standar
Ammonia standard 1000 ppm ION-NH3 Larutan standar untuk kalibrasi konsentrasi

Selain itu, pengguna perlu menyiapkan ammonia standard solution 0,1 M atau 1000 ppm dari NH₄Cl sesuai panduan jika ingin membuat standar sendiri.

Berikut gambaran rentang konsentrasi dan contoh aplikasi:

Rentang NH₃ (ppm) Contoh Aplikasi Catatan Penggunaan ISE-NH3
0,01 – 1 Air minum, air permukaan, riset lingkungan Perlu kalibrasi teliti dan kontrol blank
1 – 50 Effluent WWTP, air proses ringan Rentang umum pemantauan reguler
50 – 500 Air limbah industri, kolam equalization Pastikan penambahan ISA konsisten
500 – 5.000 Larutan proses kimia tertentu Pertimbangkan pengenceran bila di atas standar tertinggi
5.000 – 17.000 Solusi stok, studi khusus Biasanya dikalibrasi dengan standar tinggi atau pengenceran

Faktor yang memengaruhi hasil:

  • pH sampel. Di luar pH 11–13, keseimbangan NH₃/NH₄⁺ berubah dan respon elektroda tidak lagi linier.

  • Suhu. Semakin besar perbedaan suhu antara standar dan sampel, semakin besar potensi error.

  • Pengadukan. Tanpa pengadukan pelan dan seragam, konsentrasi di sekitar membran bisa tidak homogen.

  • Kehadiran hydrazine. Dapat menyebabkan pembacaan lebih tinggi dari nilai sebenarnya.

  • Kebersihan elektroda. Membran yang terkontaminasi atau tergores akan memperlambat respon; panduan menyarankan perendaman di larutan standar 100 ppm selama minimal 1 jam bila respon melambat.

Dari IPAL hingga Tambak Ikan: Studi Kasus Penerapan ISE-NH3

1. Ilustrasi di Instalasi Pengolahan Air Limbah Kota

Bayangkan sebuah instalasi pengolahan air limbah kota yang mengandalkan proses biologis untuk mengurai senyawa nitrogen. Sebelumnya, tim QA hanya mengukur amonia sekali sehari dengan metode kolorimetri manual. Hasil baru tersedia beberapa jam setelah pengambilan sampel. Ketika terjadi gangguan beban organik, operator terlambat menyadari kenaikan amonia di effluent, sehingga aerasi harus dinaikkan mendadak dan terjadi overshoot penggunaan energi.

Setelah mengadopsi sistem pengukuran dengan ion meter dan elektroda ISE-NH3, tim proses mengubah SOP: amonia diukur beberapa kali sehari pada titik-titik kritis (inlet, outlet kolam aerasi, dan effluent akhir). Dengan respon cepat dan kalibrasi sederhana, teknisi mampu melakukan lebih banyak pengukuran tanpa menambah jam kerja signifikan. Hasilnya, mereka dapat menyesuaikan aerasi lebih dini, mencegah lonjakan amonia di effluent, dan mengurangi “percobaan” pengaturan blower.

Secara internal, mereka mencatat bahwa periode penyesuaian besar yang sebelumnya sering menyebabkan downtime proses berkurang sekitar 20%. Angka ini bukan semata karena elektroda, tetapi kombinasi monitoring yang lebih baik, analisis tren, dan penyesuaian operasi berdasarkan data real-time. ISE-NH3 menjadi komponen kunci untuk menyediakan data tersebut dengan cepat dan konsisten.

2. Ilustrasi di Tambak Ikan Intensif

Di sebuah tambak ikan air tawar intensif, petani menggunakan pakan tinggi protein untuk mengejar pertumbuhan cepat. Konsekuensinya, produksi limbah nitrogen dan amonia meningkat. Awalnya, petani hanya mengandalkan test kit berbasis warna seminggu sekali. Suatu ketika, setelah cuaca mendung beberapa hari, ikan tampak lesu dan beberapa mati. Analisis belakangan menunjukkan bahwa amonia sempat naik tajam, namun tidak terdeteksi tepat waktu.

Belajar dari pengalaman tersebut, petani berkolaborasi dengan laboratorium setempat yang memiliki ion meter dan ISE-NH3. Mereka menyusun jadwal pemantauan amonia di kolam: pagi dan sore, terutama setelah pemberian pakan berat. Dengan satu kali kalibrasi di awal hari, teknisi lapangan dapat mengukur beberapa kolam dalam waktu singkat. Data amonia kemudian dihubungkan dengan pengaturan aerator, pergantian air, dan jadwal pemberian pakan.

Dalam beberapa siklus panen berikutnya, mortalitas ikan menurun dan pertumbuhan lebih seragam. Petani mengakui bahwa kuncinya adalah “melihat” amonia sebelum menimbulkan masalah, dan elektroda ISE-NH3 mempermudah mereka mendapatkan informasi itu secara rutin, bukan insidental.

Langkah demi Langkah Menggunakan ISE-NH3 di Lapangan

Contoh berikut menyesuaikan dengan skenario pengolahan air limbah dan tambak ikan yang dibahas di atas. Prinsipnya sama baik di laboratorium maupun lapangan, hanya berbeda pada kondisi lingkungan dan jenis meter.

1. Persiapan Awal

  1. Buka modul membran elektroda dan isi dengan larutan filling FS-NH3 hingga penuh.

  2. Ketuk perlahan sisi modul untuk mengusir gelembung udara, lalu pasang kembali ke body tanpa terlalu kencang.

  3. Hubungkan konektor BNC ke ion meter.

  4. Bilas elektroda dengan air deionisasi dan keringkan dengan tisu bebas serat (blot, jangan digosok).

2. Menyiapkan Larutan Standar dan ISA

  1. Siapkan ammonia standard 1000 ppm (ION-NH3) atau buat sesuai panduan dari NH₄Cl.

  2. Buat beberapa standar kerja (misalnya 1 ppm, 10 ppm, 100 ppm) dengan pengenceran serial.

  3. Tambahkan ISA-NH3 ke setiap standar, misalnya 2 mL ke 50 mL larutan, dan aduk pelan.

  4. Pastikan semua standar berada pada suhu yang mirip dengan sampel di lapangan.

3. Kalibrasi Ion Meter

  1. Nyalakan ion meter dan pilih mode NH₃/ISE.

  2. Celupkan elektroda ke standar terendah, aduk pelan dengan magnetic stirrer atau pengaduk manual.

  3. Tunggu hingga pembacaan stabil, lalu konfirmasi titik kalibrasi sesuai petunjuk meter.

  4. Bilas elektroda, lanjutkan ke standar berikutnya (kalibrasi dari konsentrasi terendah ke tertinggi untuk mengurangi kontaminasi).

  5. Setelah semua titik selesai, periksa nilai slope yang dihitung meter (target 52–59 mV/decade).

4. Pengukuran Sampel di IPAL atau Tambak

  1. Ambil sampel air dari titik yang diinginkan ke dalam beaker bersih.

  2. Tambahkan ISA-NH3 sesuai rasio yang digunakan pada standar (misalnya 2 mL ke 50 mL sampel).

  3. Aduk pelan agar larutan homogen dan pH naik ke kisaran 11–13.

  4. Bilas elektroda, celupkan ke dalam sampel, dan tunggu hingga pembacaan stabil.

  5. Catat hasil atau simpan di memori meter bila tersedia.

  6. Untuk menghindari kontaminasi silang, bilas elektroda sebelum berpindah ke sampel lain.

5. Perawatan Setelah Pemakaian

  1. Setelah semua pengukuran selesai, bilas elektroda dan modul membran dengan air deionisasi.

  2. Jangan menyentuh atau menggosok membran sensitif di ujung elektroda.

  3. Simpan elektroda dalam posisi tegak, dengan modul membran tetap berisi filling solution.

  4. Bila respon mulai melambat, rendam elektroda dalam larutan standar 100 ppm selama minimal satu jam sebelum digunakan kembali.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini secara konsisten, laboratorium maupun operator lapangan dapat memperoleh data amonia yang stabil dan dapat dipercaya dari waktu ke waktu.

Kesimpulan: Apakah ISE-NH3 Cocok untuk Laboratorium Anda?

ISE-NH3 dari Bante Instruments adalah elektroda ion selektif amonia yang menawarkan kombinasi rentang pengukuran luas, spesifikasi teknis yang jelas, dan desain fisik yang tangguh. Dengan rentang 0,01–17.000 ppm, pH kerja 11–13, dan slope 52–59 mV/decade, elektroda ini cocok untuk berbagai aplikasi—mulai dari pemantauan air minum dan air limbah, akuakultur, hingga penelitian di kampus dan kontrol proses di industri kimia atau F&B.

Konstruksi epoxy, kabel 1 m dengan konektor BNC, serta modul membran berulir menjadikannya mudah dipasang, dioperasikan, dan dirawat. Informasi interferensi hydrazine dan batas suhu operasi yang jelas membantu pengguna menyusun SOP yang solid dan memenuhi tuntutan audit.

Elektroda ini paling menguntungkan bagi:

  • Laboratorium pengolahan air minum dan limbah yang membutuhkan data amonia cepat dan rutin.

  • Unit QA/QC industri makanan & minuman, farmasi, biotek, dan kosmetik yang memerlukan metode telusur untuk validasi.

  • Teaching lab dan riset di kampus yang ingin memperkenalkan teknologi ISE secara praktis kepada mahasiswa.

  • Pelaku akuakultur dan pertanian/hidroponik yang ingin mengontrol kualitas air secara lebih ilmiah.

Jika Anda sudah memiliki ion meter dengan input BNC, ISE-NH3 bisa menjadi upgrade sederhana namun signifikan untuk memperkaya parameter yang Anda pantau. Jika belum, elektroda ini dapat menjadi titik awal untuk merancang sistem monitoring kualitas air yang lebih terstruktur.

FAQ Singkat seputar ISE-NH3

1. Apakah ISE-NH3 bisa langsung dipakai tanpa elektroda referensi terpisah?
Ya. ISE-NH3 adalah combination electrode yang sudah mengintegrasikan sistem pengukur dan referensi dalam satu body, sehingga tidak memerlukan elektroda referensi eksternal.

2. Seberapa sering elektroda harus dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi bergantung pada kebijakan laboratorium, tetapi untuk aplikasi rutin disarankan setidaknya sekali sehari atau setiap kali seri pengukuran baru dimulai, terutama jika akurasi tinggi diperlukan.

3. Apakah ISE-NH3 bisa digunakan di sampel yang sangat asam atau mengandung pelarut organik?
Tidak dianjurkan. Panduan menyebutkan bahwa sampel sangat asam/basa di luar pH kerja, deterjen kuat, dan pelarut organik dapat menyebabkan kerusakan permanen pada elektroda.

4. Apa yang harus dilakukan jika respon elektroda melambat?
Bilas elektroda, kemudian rendam dalam larutan standar amonia 100 ppm selama minimal satu jam. Jika setelah itu respon tetap buruk, kemungkinan elektroda mendekati akhir umur pakai dan perlu diganti.

5. Bisakah ISE-NH3 digunakan untuk pemantauan on-line terus menerus?
Dokumen resmi lebih menekankan penggunaan laboratorium dan pengukuran batch. Untuk pemantauan on-line 24/7, biasanya digunakan sistem sensor khusus on-line; namun ISE-NH3 masih dapat dipakai untuk verifikasi berkala terhadap instrumen on-line tersebut.

6. Apakah semua ion meter bisa dipakai dengan ISE-NH3?
Tidak semua, tetapi selama meter memiliki input BNC dan mode pengukuran ion (ion selective) atau memungkinkan pembacaan mV dengan fungsi konversi konsentrasi, elektroda ini umumnya kompatibel.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan amonia terlarut dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami berpengalaman melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti elektroda amonia ISE-NH3 beserta perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, menjaga konsistensi proses, dan memenuhi standar regulasi yang berlaku. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian amonia di utilitas maupun proses produksi, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Ion Selective Electrode Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.