Teknisi laboratorium Indonesia sedang menggunakan elektrode selektif ion ISE-Pb yang terhubung ke ion meter untuk mengukur kadar timbal dalam sampel air limbah di laboratorium kualitas air.

ISE-Pb: Elektrode Selektif Ion Timbal Untuk Monitoring Pb Cepat Di Air Dan Limbah

Daftar Isi

Di banyak laboratorium QA/QC, tim riset kampus, hingga fasilitas pengolahan air minum dan limbah, persoalan timbal (Pb) bukan sekadar angka di laporan. Ion Pb²⁺ adalah kontaminan berbahaya yang harus dipantau ketat, baik untuk memenuhi regulasi, menjaga keselamatan pekerja, maupun melindungi konsumen. Masalahnya, pengukuran timbal sering kali memakan waktu dan tidak selalu praktis.

Banyak laboratorium masih bergantung penuh pada metode spektrofotometri atau AAS/ICP. Metode ini akurat, tetapi punya beberapa pain point:

  • Proses analisis panjang: mulai dari persiapan sampel, reagen, hingga antrian instrumen.

  • Butuh operator terlatih dan ruang khusus.

  • Tidak praktis untuk verifikasi cepat di lapangan atau di dekat proses produksi.

  • Biaya operasional dan perawatan instrumen yang tidak sedikit.

Bayangkan tim QA sebuah instalasi pengolahan air limbah industri yang harus memeriksa kadar timbal di beberapa titik proses setiap hari. Mengirim semua sampel ke laboratorium pusat berarti:

  • Waktu tunggu panjang sebelum hasil keluar.

  • Sulit melakukan penyesuaian proses secara real time.

  • Risiko keputusan proses diambil berdasarkan data yang sudah “usang”.

Hal serupa terjadi di pabrik makanan dan minuman, farmasi, hingga teaching lab di kampus. Kebutuhan utamanya sama: alat ukur yang:

  • Cukup sensitif untuk rentang konsentrasi rendah hingga sedang.

  • Mudah dibawa dan digunakan di banyak titik sampling.

  • Memberikan respon cepat sehingga keputusan bisa diambil segera.

  • Terintegrasi dengan sistem pencatatan data yang sudah ada (melalui meter).

Di sinilah elektrode selektif ion (Ion Selective Electrode / ISE) untuk timbal, seperti ISE-Pb, menjadi solusi menarik. Ia tidak menggantikan seluruh peran AAS/ICP, tetapi mengisi celah penting: screening dan pemantauan rutin yang cepat, praktis, dan tetap dapat dipertanggungjawabkan.

Prinsip Kerja Elektrode Selektif Ion Timbal

ISE-Pb bekerja dengan prinsip elektrokimia yang relatif sederhana namun kuat. Di bagian ujung elektrode terdapat membran sensitif ion timbal. Membran ini dirancang sedemikian rupa sehingga merespons perubahan aktivitas ion Pb²⁺ di dalam larutan. Ketika membran bersentuhan dengan sampel, terjadi perbedaan potensial (tegangan) antara membran dan referensi internal.

Perbedaan potensial ini kemudian dibaca oleh meter ion (ion meter) sebagai nilai tegangan dalam milivolt (mV). Hubungan antara konsentrasi timbal dan tegangan mengikuti persamaan Nernst. Secara praktis, setiap kenaikan logaritmik konsentrasi (per dekade) akan mengubah tegangan sekitar 24–29 mV pada ISE-Pb.

Supaya hasil stabil, beberapa prinsip penting perlu diperhatikan:

  • Kondisi pH terkendali: ISE-Pb dirancang untuk bekerja optimal pada pH 3–7. Di luar rentang ini, bentuk kimia Pb bisa berubah sehingga pembacaan tidak lagi representatif.

  • Ionic Strength Adjuster (ISA): Penambahan larutan ISA-Pb ke standar dan sampel menjaga kekuatan ionik latar belakang tetap konstan. Ini membantu respon elektrode lebih linear dan dapat diprediksi.

  • Suhu seragam: Kalibrasi dan pengukuran sebaiknya dilakukan pada suhu yang kurang lebih sama, sehingga efek suhu terhadap potensial diminimalkan.

Dibanding metode konvensional yang mengandalkan reaksi warna (colorimetri) atau pembacaan spektrofotometer, pendekatan ISE menawarkan beberapa keuntungan jangka panjang:

  • Pengukuran langsung (direct reading) tanpa perlu reagen berwarna.

  • Respon cepat, cocok untuk pemantauan perubahan proses.

  • Dapat digunakan berulang kali dengan biaya kimia relatif rendah (hanya standar dan ISA).

Untuk industri yang membutuhkan pemantauan rutin—misalnya WTP/WWTP, plating/galvanis, atau teaching lab—teknologi elektrode selektif ion menjadi “jembatan” antara kebutuhan data cepat dan tuntutan akurasi yang masih dapat dipertanggungjawabkan.

ISE-Pb: Elektrode Praktis untuk Pengukuran Pb di Larutan

ISE-Pb adalah elektrode selektif ion timbal dari Bante Instruments yang dirancang khusus untuk mengukur ion Pb²⁺ dalam larutan berair. Menurut panduan resmi, elektrode ini cocok untuk berbagai aplikasi laboratorium yang melibatkan deteksi dan analisis timbal dalam sampel air dan larutan proses.

Beberapa karakter utama ISE-Pb:

  • Kisaran pengukuran luas: 0,2 hingga 20.800 ppm, sehingga dapat digunakan untuk monitoring kadar sangat rendah (misalnya air minum atau limbah setelah treatment) hingga konsentrasi lebih tinggi (misalnya bath proses pada industri).

  • Elektrode kombinasi: Menggabungkan sensor ion dan referensi kering (built-in dry reference electrode) dalam satu bodi, sehingga tidak perlu elektrode referensi terpisah.

  • Tidak memerlukan pengisian larutan internal: Desain tanpa filling solution memudahkan perawatan; cocok untuk laboratorium yang ingin mengurangi kerja rutin.

  • Material bodi epoxy: Memberikan ketahanan mekanik yang baik terhadap benturan ringan, ideal untuk penggunaan di lapangan maupun teaching lab.

  • No membrane replacement: Pabrikan tidak mensyaratkan penggantian membran secara berkala, sehingga perawatan lebih sederhana dan biaya kepemilikan turun.

Keistimewaan ISE-Pb dibanding beberapa kompetitor terletak pada kombinasi:

  • Kisaran konsentrasi yang lebar.

  • Desain simpel (plug-and-play) dengan konektor BNC yang kompatibel dengan banyak meter ion, pH/ISE meter, atau multimeter laboratorium.

  • Dokumentasi penggunaan yang jelas, termasuk cara menyiapkan standar 0,1 M dan 1000 ppm dari Pb(NO₃)₂, serta panduan kalibrasi yang realistis untuk pemakai baru maupun berpengalaman.

Bagi laboratorium QA/QC, teaching lab, maupun fasilitas pengolahan air yang ingin menambah kemampuan analisis logam berat tanpa langsung berinvestasi di instrumen besar, ISE-Pb menjadi opsi yang logis dan ekonomis.

Desain Fisik dan Ketahanan ISE-Pb

Secara fisik, ISE-Pb dirancang ringkas dan kokoh. Panjang elektrode sekitar 150 mm dengan diameter 12 mm, sehingga terasa serupa dengan kebanyakan elektrode pH standar. Ukuran ini nyaman digenggam operator, baik saat bekerja di meja laboratorium maupun ketika sampling di lapangan.

Beberapa aspek desain penting:

  • Bodi epoxy: Bodi terbuat dari bahan epoxy yang keras dan tahan terhadap benturan ringan. Berbeda dengan bodi kaca, epoxy lebih aman jika digunakan di lingkungan industri atau teaching lab yang ramai.

  • Kabel 1 meter: Kabel terintegrasi sepanjang 1 m memudahkan penempatan meter di meja sementara elektrode dapat dicelupkan ke beaker, botol sampel, atau sel pengukuran tanpa terlalu tegang.

  • Konektor BNC: Di ujung kabel terdapat konektor BNC standar, sehingga elektrode bisa langsung dipasang ke sebagian besar ion meter atau pH/ISE meter komersial yang mendukung mode ISE.

  • Berat sekitar 60 g: Berdasarkan informasi produk, berat elektrode relatif ringan sehingga tidak membebani tangan operator selama pengukuran berulang.

Dalam hal kondisi lingkungan, ISE-Pb dirancang untuk beroperasi pada rentang suhu 5–50 °C (41–122 °F). Ini cukup luas untuk kebanyakan aplikasi laboratorium dan lapangan, termasuk pengujian air lingkungan di iklim tropis seperti Indonesia. Namun, sampel yang terlalu panas sebaiknya didinginkan terlebih dahulu untuk menjaga umur pakai membran.

Saat tidak digunakan, ujung elektrode dilindungi dengan protective cap yang bisa diisi sedikit kertas tisu kering untuk menjaga kebersihan. Pedoman pabrikan menyarankan penyimpanan di tempat kering, sejuk, dan berventilasi baik; tidak perlu direndam dalam larutan khusus.

Karena tidak ada informasi resmi tentang IP rating, pengguna sebaiknya memperlakukan ISE-Pb sebagai perangkat laboratorium standar: hindari merendam area sambungan kabel dan konektor, dan jauhkan dari paparan air berlebih pada meter.

Konektivitas dan Pengalaman Pengguna di Lapangan

ISE-Pb sendiri tidak memiliki layar atau tombol; ia dirancang sebagai sensor yang dipasangkan ke meter. Karena menggunakan konektor BNC standar, pengalaman pengguna banyak ditentukan oleh jenis meter yang digunakan. Namun dari sudut pandang operator, ada beberapa hal penting yang membuat ISE-Pb nyaman:

  • Plug-and-play: Pengguna cukup menghubungkan konektor BNC ke port ISE pada meter. Tidak ada pengaturan khusus pada elektrode itu sendiri.

  • Kabel fleksibel: Panjang kabel 1 m memungkinkan posisi kerja yang nyaman; misalnya meter diletakkan di meja, sementara elektrode menjangkau beberapa beaker untuk kalibrasi multi-titik.

  • Pemeliharaan sederhana: Setelah pengukuran, elektrode tinggal dibilas dengan air suling/deionisasi dan dikeringkan dengan tisu bebas serat sebelum disimpan kembali.

Pengalaman pengguna juga dipengaruhi fitur meter, seperti:

  • Auto-Read atau Auto-Hold untuk menahan hasil ketika pembacaan sudah stabil.

  • Fitur log data internal yang dapat diekspor ke PC.

  • Pengaturan kalibrasi multi-titik (misalnya 2–5 titik) di rentang konsentrasi yang sesuai dengan aplikasi.

ISE-Pb kompatibel dengan meter yang mendukung pengukuran potensial mV dan mode ISE. Ini membuat elektrode bisa digunakan di berbagai lingkungan:

  • Laboratorium riset kampus dengan pH/ISE meter multi-kanal.

  • Fasilitas pengolahan air yang sudah memiliki ion meter portabel.

  • Teaching lab yang ingin mengajarkan konsep elektrokimia dan analisis logam berat kepada mahasiswa.

Keunggulan Kunci ISE-Pb untuk Kualitas Data yang Stabil

Beberapa fitur utama ISE-Pb secara langsung berdampak pada kualitas data dan kenyamanan kerja:

  1. Rentang konsentrasi luas (0,2–20.800 ppm)
    Rentang ini memberi fleksibilitas tinggi. Di sisi rendah, pengguna dapat memantau air permukaan, air tanah, atau effluent yang sudah di-treatment. Di sisi tinggi, elektrode tetap dapat digunakan untuk memantau larutan proses seperti bath plating, selama masih dalam rentang kerja.

  2. Slope 24–29 mV/decade
    Nilai slope ini menunjukkan sensitivitas elektrode terhadap perubahan konsentrasi. Dengan slope yang baik, kalibrasi lebih linear dan perbedaan antara level konsentrasi dapat dibaca dengan jelas.

  3. pH kerja 3–7
    Rentang pH ini cukup ideal untuk banyak sampel air dan air limbah yang sudah dinetralkan. Dengan bantuan ISA-Pb, pH dapat dijaga agar tetap di rentang kerja tanpa mengganggu konsentrasi timbal yang diukur.

  4. Tidak memerlukan filling solution
    Banyak elektrode lain mewajibkan pengguna untuk secara berkala mengisi atau mengganti larutan internal. ISE-Pb menggunakan referensi kering (dry reference) sehingga tidak memerlukan langkah ini. Hasilnya: perawatan lebih mudah dan risiko kebocoran larutan referensi berkurang.

  5. Perawatan ringan
    Pabrikan hanya mensyaratkan pembersihan dengan air suling setelah penggunaan dan perendaman singkat (±10 menit) di larutan standar 100 ppm sebelum pemakaian awal atau ketika respon mulai melambat.

  6. Desain epoxy yang kokoh
    Material epoxy membantu mengurangi risiko kerusakan akibat benturan yang sering terjadi di teaching lab atau lapangan.

Dengan kombinasi fitur ini, pengguna mendapat keuntungan praktis:

  • Data yang konsisten untuk keperluan audit dan pelaporan.

  • Minim waktu downtime karena perawatan sederhana.

  • Pengukuran lebih efisien, terutama bila digabung dengan meter yang memiliki fungsi Auto-Hold dan log data.

Integrasi ISE-Pb dengan Sistem Meter dan LIMS

Sebagai elektrode dengan konektor BNC, ISE-Pb dirancang untuk bekerja dengan berbagai jenis meter:

  • Ion meter khusus Pb atau multi-ion.

  • pH/ISE meter bench-top di laboratorium QC.

  • Meter portabel yang mendukung pembacaan mV dan mode ISE.

Transfer data ke PC atau LIMS (Laboratory Information Management System) pada dasarnya difasilitasi oleh meter, bukan oleh elektrode. Namun pemilihan sensor yang stabil seperti ISE-Pb sangat penting untuk mendapatkan data yang:

  • Konsisten dari hari ke hari, sehingga tren dan grafik di software lebih mudah dianalisis.

  • Dapat di-trace kembali ke prosedur kalibrasi dan standar yang jelas (misalnya konsentrasi standar 1000 ppm yang disiapkan dari Pb(NO₃)₂ seperti dijelaskan di manual).

Dalam workflow modern, pola yang sering digunakan adalah:

  1. ISE-Pb dihubungkan ke meter yang memiliki fungsi penyimpanan data.

  2. Hasil pengukuran dikumpulkan ke PC melalui USB atau antarmuka lain (bergantung tipe meter).

  3. Data kemudian diolah di Excel atau diunggah ke LIMS untuk pelacakan jangka panjang.

Dengan cara ini, ISE-Pb menjadi bagian dari sistem monitoring timbal yang skalabel dan siap audit.

Spesifikasi Teknis ISE-Pb

Parameter Nilai / Deskripsi
Model ISE-Pb
Jenis Elektrode selektif ion timbal kombinasi
Konsentrasi terukur 0,2 – 20.800 ppm Pb²⁺
Slope 24 – 29 mV per dekade konsentrasi
Rentang pH operasi pH 3 – 7
Suhu operasi 5 – 50 °C (41 – 122 °F)
Ion pengganggu utama Hg²⁺, Ag⁺, Cu²⁺
Material bodi Epoxy
Dimensi elektrode 150 mm (panjang) × 12 mm (diameter)
Panjang kabel 1 m
Konektor BNC
Berat (perkiraan) ± 60 g
Tipe referensi Dry reference (tanpa filling solution)
Aplikasi utama Pengukuran ion Pb²⁺ dalam larutan berair

Bagi pemula, angka-angka di atas bisa dianalogikan sebagai “spesifikasi kendaraan”:

  • Rentang konsentrasi adalah seperti kapasitas kecepatan mobil: selama berada di rentang tersebut, elektrode dapat bekerja dengan nyaman.

  • Rentang pH ibarat jenis jalan yang boleh dilalui: jika pH terlalu asam atau terlalu basa, sensor seperti dipaksa berjalan di medan yang tidak didesain untuknya.

  • Slope 24–29 mV/decade adalah “sensitivitas pedal gas”: semakin baik nilainya, semakin jelas perbedaan ketika konsentrasi timbal berubah satu langkah logaritmik.

Memilih Larutan Standar, ISA, dan Aksesori Pendukung

Agar ISE-Pb bekerja optimal, pemilihan komponen tambahan sangat penting. Pabrikan merekomendasikan beberapa solusi pendukung:

Komponen Kode / Konsentrasi Fungsi Utama Contoh Aplikasi
Larutan standar Pb ION-Pb, 1000 ppm Standar kalibrasi dan pembuatan seri standar Kalibrasi 0,5–10 ppm untuk pemantauan air limbah
Larutan standar Pb 0,1 M Pb(NO₃)₂ Standar stok konsentrasi tinggi Pembuatan standar intermediate untuk bath proses
ISA untuk Pb ISA-Pb Menjaga kekuatan ionik dan mengatur pH Ditambahkan 2 mL ke 100 mL standar dan sampel
Beaker & volumetrik Wadah dan penyiapan larutan Penyiapan kurva kalibrasi multi-titik
Ion meter/pH-ISE Pembacaan sinyal mV dan konversi ke ppm Pengukuran di laboratorium atau lapangan

Beberapa faktor yang memengaruhi hasil pengukuran:

  • Konsistensi suhu: Kalibrasi dan sampel sebaiknya dalam suhu yang mirip.

  • pH sampel: Pastikan pH berada di rentang 3–7, jika perlu sesuaikan dengan ISA-Pb.

  • Gangguan ion lain: Keberadaan Hg²⁺, Ag⁺, dan Cu²⁺ dapat mengganggu pembacaan sehingga perlu dipertimbangkan dalam interpretasi hasil.

  • Kebersihan beaker dan peralatan: Residu logam di gelas dapat menyebabkan pembacaan terlalu tinggi.

Studi Kasus Penggunaan ISE-Pb

Studi Kasus 1: Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri

Sebuah WWT Plant di kawasan industri logam melakukan pengolahan air limbah yang mengandung timbal dari proses plating. Sebelumnya, mereka hanya mengandalkan pengujian di laboratorium pusat menggunakan AAS. Hasil memang akurat, tetapi jeda waktu antara sampling dan laporan bisa mencapai 1–2 hari.

Tim operasional kemudian menambahkan satu set ion meter dengan ISE-Pb di laboratorium proses dekat plant. Skema yang mereka terapkan:

  • Melakukan kalibrasi harian dengan standar 1, 5, dan 10 ppm Pb.

  • Mengukur beberapa titik kunci: influent, effluent setelah proses presipitasi, dan outlet akhir.

  • Jika kadar timbal di outlet setelah presipitasi mulai mendekati batas internal, operator bisa segera menyesuaikan dosis bahan kimia.

Dalam beberapa bulan, mereka mencatat penurunan kejadian “out of spec” di outlet akhir dan mengurangi kebutuhan sampling darurat. AAS tetap digunakan untuk verifikasi berkala dan audit resmi, tetapi ISE-Pb memberikan data cepat untuk pengendalian proses harian.

Studi Kasus 2: Teaching Lab di Fakultas Sains

Di sebuah universitas, teaching lab kimia analitik ingin mengenalkan mahasiswa pada teknik analisis ion menggunakan ISE. Mereka memilih ISE-Pb karena:

  • Memungkinkan praktikum tentang logam berat yang relevan dengan isu lingkungan.

  • Prosedur penyiapan standar dan ISA yang relatif sederhana.

  • Bodi epoxy yang lebih aman dibanding elektrode kaca.

Mahasiswa dilatih menyiapkan larutan standar 0,5–10 ppm dari stok 1000 ppm, menambahkan ISA-Pb, dan melakukan kalibrasi tiga titik. Mereka kemudian mengukur sampel air sungai yang sudah disaring dan membandingkan hasilnya dengan data referensi dari laboratorium penelitian kampus.

Hasilnya, mahasiswa tidak hanya belajar teori persamaan Nernst, tetapi juga memahami tantangan nyata seperti pengaruh pH, suhu, dan gangguan ion lain. ISE-Pb menjadi jembatan antara konsep di kelas dan praktik di dunia nyata.

Langkah-Langkah Penggunaan ISE-Pb di Lapangan

Berikut panduan umum penggunaan ISE-Pb, misalnya untuk uji timbal di instalasi pengolahan air limbah:

  1. Persiapan Awal

    • Lepaskan protective cap dari ujung elektrode.

    • Rendam elektrode dalam larutan standar 100 ppm selama sekitar 10 menit sebelum penggunaan pertama atau jika elektrode lama tidak dipakai.

  2. Menyiapkan Standar dan ISA

    • Siapkan larutan standar 1000 ppm atau standar lain sesuai rentang yang dibutuhkan. Panduan resmi menjelaskan cara menyiapkan 0,1 M dan 1000 ppm dari Pb(NO₃)₂ menggunakan labu ukur 1 L.

    • Tambahkan 2 mL ISA-Pb ke setiap 100 mL larutan standar dan sampel.

  3. Kalibrasi Meter

    • Atur meter ke mode ISE atau mV-ppm sesuai petunjuk pabrikan meter.

    • Lakukan kalibrasi mulai dari standar berkonsentrasi terendah untuk menghindari kontaminasi silang.

    • Pastikan suhu standar dan sampel kurang lebih sama.

  4. Pengukuran Sampel

    • Bilas elektrode dengan air suling dan keringkan ringan dengan tisu bebas serat.

    • Masukkan elektrode ke dalam beaker berisi sampel yang telah ditambah ISA-Pb.

    • Aduk perlahan (misalnya dengan magnetic stirrer) pada kecepatan seragam untuk membantu kestabilan pembacaan.

    • Tunggu hingga pembacaan stabil dan catat nilai ppm atau mV (meter dengan Auto-Hold akan memudahkan tahap ini).

  5. Setelah Pengukuran

    • Bilas elektrode dengan air suling.

    • Keringkan bagian luar dengan tisu bebas serat.

    • Pasang kembali protective cap dan simpan di tempat kering, sejuk, dan berventilasi baik.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, laboratorium QA/QC atau tim proses bisa mendapatkan hasil yang konsisten sekaligus memperpanjang umur pakai elektrode.

Kesimpulan dan Rekomendasi

ISE-Pb adalah elektrode selektif ion timbal yang dirancang untuk memberikan pengukuran Pb²⁺ yang cepat, praktis, dan cukup akurat untuk berbagai kebutuhan monitoring rutin. Kombinasi rentang pengukuran yang luas, desain epoxy yang kokoh, referensi kering tanpa filling solution, serta kemudahan integrasi dengan berbagai meter membuatnya relevan untuk:

  • Laboratorium QA/QC di industri pengolahan air, plating/galvanis, dan proses kimia lain yang bersentuhan dengan timbal.

  • Teaching lab di perguruan tinggi yang ingin mengajarkan teknik analisis ion modern.

  • Fasilitas pengolahan air minum dan air limbah yang membutuhkan data timbal secara reguler sebagai dasar pengendalian proses.

Jika organisasi Anda membutuhkan alat untuk screening dan pemantauan berkala timbal di air atau larutan proses, ISE-Pb dapat menjadi pilihan yang tepat, terutama bila dipasangkan dengan meter yang memiliki fitur pencatatan dan ekspor data. Untuk keperluan sertifikasi dan uji resmi, ISE-Pb dapat melengkapi (bukan menggantikan) metode instrumentasi seperti AAS atau ICP.

FAQ Singkat

1. Apakah ISE-Pb bisa digunakan untuk sampel dengan pH sangat tinggi atau sangat rendah?
Tidak disarankan. ISE-Pb dirancang untuk bekerja optimal pada rentang pH 3–7. Di luar rentang ini, bentuk kimia Pb²⁺ dan respon membran dapat berubah sehingga hasil tidak akurat.

2. Seberapa sering ISE-Pb perlu dikalibrasi?
Umumnya, kalibrasi dilakukan setiap hari kerja atau setiap kali rangkaian pengukuran baru dimulai, terutama jika akurasi data sangat kritis. Jika digunakan intensif, kalibrasi lebih sering (misalnya setiap beberapa jam) dapat meningkatkan keandalan hasil.

3. Apa yang harus dilakukan jika respon elektrode melambat?
Pabrikan menyarankan merendam elektrode dalam larutan standar 100 ppm selama minimal 1 jam. Langkah ini sering membantu “menyegarkan” membran dan meningkatkan respon.

4. Apakah ISE-Pb aman digunakan untuk sampel yang mengandung pelarut organik?
Tidak. Elektrode ini ditujukan untuk larutan berair. Sampel dengan kandungan pelarut organik tinggi atau deterjen kuat dapat merusak membran dan menurunkan umur pakai.

5. Bisakah ISE-Pb digunakan untuk air minum?
Secara prinsip, iya, selama konsentrasi Pb²⁺ masih berada dalam rentang kerja elektrode dan pH sampel disesuaikan. Namun untuk keperluan sertifikasi atau pelaporan resmi, biasanya tetap dibutuhkan verifikasi dengan metode referensi seperti AAS atau ICP.

6. Apakah ISE-Pb kompatibel dengan semua pH meter?
ISE-Pb kompatibel dengan meter yang memiliki input BNC dan mendukung mode ISE atau pembacaan mV. Beberapa pH meter dasar mungkin tidak memiliki fungsi konversi ke ppm, sehingga diperlukan kalkulasi manual atau software tambahan.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan timbal dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti elektrode selektif ion ISE-Pb dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kontaminan logam berat, menjaga konsistensi mutu, dan memenuhi standar regulasi yang berlaku. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian timbal pada air, limbah, atau proses industri, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Ion Selective Electrode Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.