Teknisi laboratorium Indonesia sedang mengaduk sampel air di beaker menggunakan magnetic stirrer mini JB-1A di ruang pengolahan air minum.

JB-1A: Magnetic Stirrer Mini Untuk Pencampuran Larutan Andal Di Laboratorium QA/QC & Pengolahan Air

Daftar Isi

Di banyak laboratorium QA/QC, pengolahan air, dan teaching lab, pekerjaan yang tampak “sepele” seperti mengaduk larutan sering dianggap bisa dilakukan dengan cara apa saja. Padahal, homogenitas larutan adalah fondasi dari hampir semua pengujian kimia. Sedikit saja perbedaan kecepatan aduk, posisi stir bar, atau waktu pengadukan dapat mengubah hasil pengukuran pH, konduktivitas, DO, kadar logam berat, hingga konsentrasi bahan aktif dalam formulasi farmasi atau kosmetik.

Bayangkan laboratorium pengolahan air minum yang harus menguji puluhan sampel setiap hari. Operator mencampur reagen dan sampel secara manual dengan batang pengaduk kaca. Di awal shift, tenaga masih segar, hasil adukan cukup konsisten. Namun menjelang siang ketika beban kerja meningkat, gaya aduk mulai tidak seragam: ada sampel yang hanya diaduk sebentar, ada yang berlebihan. Konsekuensinya, hasil uji kadar klorin bebas atau kesadahan bisa melenceng, membuat tim QA/QC ragu terhadap data yang dipakai untuk keputusan proses.

Situasi serupa terjadi di pabrik minuman dan dairy ketika mencampur larutan standar untuk kalibrasi, di laboratorium farmasi yang menyiapkan buffer titrasi, atau di teaching lab ketika banyak mahasiswa harus menggunakan satu setup pengadukan. Tanpa sistem pengadukan yang stabil, pengajar kesulitan menjelaskan pentingnya reproduksibilitas, sementara mahasiswa mendapat pengalaman praktikum yang kurang menggambarkan kondisi industri.

Di akuakultur dan hidroponik, pengadukan larutan nutrisi juga tidak kalah penting. Larutan yang tidak homogen dapat menyebabkan sebagian kolam atau bak mendapatkan konsentrasi nutrisi berlebih, sementara bagian lain kekurangan. Ketika data pengukuran pH atau nutrisi larutan tidak konsisten, petani sering kali menyalahkan alat ukur, padahal masalah berawal dari proses pencampuran.

Pengadukan manual juga menyita waktu dan energi. Operator harus berdiri lama di depan meja kerja, mengaduk beberapa beaker sekaligus, mengecek apakah padatan sudah larut, sembari tetap menjaga jadwal pengukuran. Dalam jangka panjang, ini menimbulkan kelelahan, risiko cedera berulang (repetitive strain), dan potensi human error yang sebetulnya bisa dihindari dengan otomasi sederhana.

Di titik inilah magnetic stirrer seperti JB-1A masuk sebagai solusi praktis. Dengan alat ini, proses pengadukan dapat distandarkan: kecepatan bisa diatur, durasi bisa dipantau, dan operator bebas melakukan pekerjaan lain sambil larutan diaduk secara konstan. Hasilnya, data laboratorium menjadi lebih konsisten, proses lebih efisien, dan beban kerja terasa lebih ringan.

Prinsip Kerja Magnetic Stirrer dan Manfaat Jangka Panjang

Magnetic stirrer bekerja dengan prinsip yang cukup elegan namun sederhana. Di dalam bodi alat terdapat motor yang memutar magnet permanen atau sistem magnet berputar. Ketika beaker berisi larutan diletakkan di atas permukaan alat dan dimasukkan stir bar (batang pengaduk magnetik) ke dalam larutan, medan magnet dari motor akan “mengunci” stir bar tersebut. Saat motor berputar, stir bar ikut berputar di dasar beaker dan menghasilkan aliran turbulen yang mencampur larutan secara merata.

Pada JB-1A, pengaturan kecepatan dilakukan melalui satu knob analog. Putaran knob mengontrol kecepatan motor sehingga operator bisa menyesuaikan kekuatan adukan dengan kebutuhan: pelan untuk larutan yang mudah berbusa atau mengandung sel hidup (misalnya kultur mikroba di laboratorium biotek), dan lebih cepat untuk melarutkan garam atau bahan kimia padat yang agak sulit larut. Karena stir bar berada di dalam beaker, tidak ada kontak mekanik langsung antara alat dan larutan, sehingga mengurangi risiko kontaminasi.

Jika dibandingkan dengan pengadukan manual menggunakan batang kaca atau pengaduk mekanik dengan impeller besar, magnetic stirrer menawarkan beberapa keuntungan:

  • Konsistensi kecepatan: selama knob tidak digerakkan, kecepatan aduk relatif stabil.

  • Kebersihan: tidak ada bagian mesin yang masuk ke dalam larutan.

  • Keamanan: risiko tumpah lebih kecil karena gaya aduk bisa diatur halus, dan operator tidak perlu memegang beaker terus-menerus.

  • Efisiensi: operator bisa meninggalkan beaker sesaat untuk mengerjakan hal lain.

Dalam jangka panjang, penggunaan magnetic stirrer membantu membangun budaya kerja yang lebih terstandar. SOP pengujian dapat menyebutkan “aduk pada kecepatan sedang selama 5 menit dengan magnetic stirrer”, bukan “aduk hingga kira-kira homogen”. Perbedaan kata-kata ini terlihat kecil, tetapi dampaknya terhadap reprodusibilitas data sangat besar, terutama untuk laboratorium yang diaudit secara berkala atau harus memenuhi regulasi ketat seperti di industri farmasi dan F&B.

Sekilas Tentang JB-1A Mini Magnetic Stirrer

JB-1A adalah mini magnetic stirrer yang dirancang untuk kebutuhan pengadukan ringan hingga menengah di laboratorium. Alat ini termasuk kategori stirrer meja (benchtop) dengan desain ringkas, sehingga mudah ditempatkan di meja kerja sempit, teaching lab dengan banyak kelompok praktikum, maupun ruang analitik di instalasi pengolahan air.

Menurut panduan resmi, JB-1A mampu mengaduk volume hingga 2000 mL air dengan rentang kecepatan 0–1250 rpm. Kapasitas ini cukup untuk sebagian besar pekerjaan umum seperti persiapan buffer, larutan standar, dan pencampuran sampel air atau bahan kimia cair lain. Karena ukuran permukaan atasnya cukup luas, berbagai jenis beaker, erlenmeyer, maupun botol reagen dapat digunakan selama masih sesuai diameter.

Keunggulan utama JB-1A dibanding banyak stirrer mini lain adalah kombinasi antara desain sangat sederhana dan kemampuan kerja yang cukup untuk laboratorium profesional. Tidak ada menu digital yang rumit; hanya satu knob kecepatan yang mudah dipahami bahkan oleh pengguna baru. Hal ini membuat alat cocok untuk teaching lab di kampus, di mana mahasiswa bergantian menggunakan peralatan dan dosen membutuhkan sesuatu yang “plug and play”.

Untuk laboratorium QA/QC di pengolahan air, F&B, dan farmasi, JB-1A berperan sebagai “kuda kerja” yang terus mengaduk larutan standar, buffer, atau sampel selama jam kerja. Dimensinya yang kompak dan bobot yang ringan memudahkannya dipindah dari satu meja ke meja lain ketika beban kerja berpindah. Bagi laboratorium yang baru membangun fasilitas atau ingin memperbanyak titik pengadukan tanpa investasi terlalu besar, JB-1A menjadi pilihan rasional.

Desain Fisik dan Ergonomi JB-1A

JB-1A menggunakan desain bulat dengan diameter permukaan atas sekitar 185 mm dan tinggi 75 mm. Beratnya sekitar 0,6 kg, sehingga cukup stabil di meja tetapi masih ringan untuk dipindahkan dengan satu tangan. Permukaan atas (top plate) berdiameter 145 mm dan terbuat dari bahan PC (polycarbonate). PC dikenal cukup tahan terhadap benturan ringan dan banyak bahan kimia umum, sehingga cocok untuk pemakaian sehari-hari di laboratorium.

Bentuk bulat dan profil rendah membuat beaker atau erlenmeyer mudah diposisikan tepat di tengah, memastikan stir bar berputar stabil. Di bagian depan terdapat satu knob besar yang berfungsi ganda sebagai tombol on/off dan pengatur kecepatan. Penggunaan satu knob seperti ini membuat tata letak panel sangat bersih dan meminimalkan kebingungan bagi pengguna baru; putar searah jarum jam untuk menyalakan dan meningkatkan kecepatan, putar kembali ke posisi awal untuk mematikan.

Catu daya JB-1A adalah AC 220 V, 50 Hz, yang sesuai dengan standar listrik Indonesia. Karena menggunakan adaptor listrik langsung, alat ini ideal untuk penggunaan di meja laboratorium tetap, bukan untuk pemakaian lapangan yang jauh dari sumber listrik. Untuk kebutuhan di lapangan seperti pengujian di kolam ikan atau bak WWTP outdoor, biasanya operator membawa generator kecil atau mengerjakan tahap pencampuran di ruang laboratorium terdekat.

Batas lingkungan operasi yang direkomendasikan adalah suhu 0 hingga 50 °C. Pada rentang ini, komponen elektronik dan motor di dalam alat dapat bekerja dengan aman. Di banyak laboratorium, suhu ruangan berkisar 20–30 °C, sehingga masih jauh di dalam batas aman. Meski tidak ada informasi resmi tentang IP rating (ketahanan terhadap air dan debu), secara umum magnetic stirrer seperti JB-1A bukanlah alat yang didesain untuk kondisi basah ekstrim. Operator perlu menghindari tumpahan besar yang bisa masuk ke bodi alat dan selalu mengeringkan permukaan setelah digunakan.

Secara ergonomis, JB-1A cocok ditempatkan dekat dengan alat analitik lain seperti pH meter atau turbidimeter. Operator bisa menyiapkan larutan atau sampel di atas stirrer, lalu memindahkannya ke alat ukur setelah homogen. Dengan dimensi yang ringkas, beberapa unit JB-1A juga bisa disusun berjejer untuk mengaduk beberapa sampel sekaligus, misalnya untuk uji seri COD atau pengujian komparatif di teaching lab.

Antarmuka Sederhana, Pengalaman Pengguna Intuitif

Berbeda dengan instrumen elektronik kompleks, antarmuka JB-1A sangat minimalis. Tidak ada layar digital atau tombol menu. Satu-satunya elemen kontrol utama adalah knob kecepatan di bagian depan. Justru karena kesederhanaannya, pengalaman penggunaan menjadi intuitif dan hampir tidak perlu pelatihan khusus.

Saat knob diputar dari posisi nol, motor di dalam alat mulai berputar dan stir bar yang berada di dalam beaker akan ikut terhubung oleh medan magnet. Operator dapat menaikkan kecepatan secara bertahap sampai mencapai pola pusaran (vortex) yang diinginkan. Dalam praktik, teknisi QA/QC biasanya menandai “posisi kecepatan” untuk aplikasi tertentu, misalnya garis kecil di sekitar knob untuk pengadukan buffer atau sampel air limbah dengan viskositas tertentu.

Karena tidak ada layar, operator mengandalkan observasi visual terhadap gerakan larutan dan bunyi motor untuk menilai apakah kecepatan sudah pas. Pada banyak kasus ini justru lebih cepat daripada harus memilih angka rpm tertentu di menu digital, terutama untuk pekerjaan rutin yang sifatnya “kualitatif” seperti memastikan seluruh padatan sudah larut.

Sederhananya antarmuka juga mengurangi titik kegagalan. Tidak ada keypad yang bisa rusak, tidak ada sistem menu yang membingungkan, dan hampir tidak ada kemungkinan salah pencet tombol. Di teaching lab, hal ini sangat membantu karena mahasiswa baru bisa langsung memahami cara kerja alat dalam hitungan detik. Dosen dapat lebih fokus menjelaskan konsep pencampuran dan pengaruh kecepatan aduk terhadap reaksi kimia.

Untuk pengolahan air minum dan air limbah, teknisi lapangan biasanya berpindah dari satu sampel ke sampel lain dengan cepat. Memiliki stirrer yang hanya perlu “diputar knob-nya” tanpa setup rumit membantu menjaga alur kerja tetap mengalir. Ketika jadwal pengambilan sampel padat, aspek kecil seperti ini membuat perbedaan nyata terhadap beban kerja harian.

Fitur Kunci JB-1A untuk Pekerjaan Rutin Laboratorium

Meskipun terlihat sederhana, ada beberapa fitur teknis JB-1A yang penting untuk pekerjaan rutin:

  1. Rentang kecepatan 0–1250 rpm
    Rentang ini cukup luas untuk mencakup berbagai kebutuhan, dari pengadukan pelan kultur mikroba hingga pengadukan lebih agresif untuk melarutkan padatan. Dengan knob analog, kecepatan dapat diatur terus-menerus (bukan hanya beberapa level). Operator dapat “menghaluskan” kecepatan hingga menemukan titik yang stabil untuk jenis bejana dan volume tertentu.

  2. Kapasitas volume hingga 2000 mL air
    Dengan kapasitas 2 liter, JB-1A mampu menangani beaker 1–2 L yang umum digunakan di laboratorium pengolahan air dan industri proses. Untuk aplikasi seperti persiapan larutan standar volumetrik, pengadukan larutan stok nutrisi hidroponik, atau pencampuran sampel air limbah, kapasitas ini biasanya sudah lebih dari cukup.

  3. Top plate berdiameter 145 mm
    Ukuran permukaan ini memungkinkan penggunaan berbagai ukuran beaker dari 100 mL hingga 2 L tanpa khawatir tidak muat. Permukaan yang relatif lebar membantu menjaga stabilitas beaker saat stir bar berputar pada kecepatan lebih tinggi.

  4. Stir bar standar 30 × 7 mm
    Paket JB-1A biasanya disertai stir bar ukuran 30 mm yang cocok untuk banyak aplikasi. Ukuran ini menjadi titik awal yang baik; jika diperlukan, laboratorium dapat menyiapkan stir bar tambahan dengan ukuran berbeda untuk larutan sangat kental atau volume sangat kecil.

  5. Desain mini dan bobot 0,6 kg
    Bobot yang ringan memudahkan penataan ulang layout laboratorium. Ketika ada proyek baru atau pengujian musiman (misalnya peningkatan uji kualitas air saat musim hujan), JB-1A bisa dengan cepat dipindahkan ke meja dekat instrumen yang paling sering digunakan.

Kombinasi fitur ini membuat JB-1A menempati posisi menarik: cukup sederhana untuk praktikum dan laboratorium kecil, tetapi cukup mumpuni untuk menunjang workflow QA/QC di industri pengolahan air, F&B, dan kimia.

Integrasi ke Sistem dan Workflow Proses

Secara teknis, JB-1A adalah perangkat mekanis murni tanpa kemampuan komunikasi digital. Tidak ada port USB, RS-232, maupun konektivitas lain. Ini berarti alat tidak bisa mengirim data ke PC atau LIMS, dan memang tidak perlu, karena fungsinya hanya memberikan gerakan mekanis pada stir bar.

Namun, dalam workflow laboratorium yang lebih luas, JB-1A tetap berperan penting sebagai bagian dari rangkaian alat uji. Beberapa contoh integrasi praktis:

  • Diletakkan di depan pH meter untuk memastikan larutan buffer atau sampel air homogen sebelum dan selama pengukuran.

  • Dipasang di dekat spektrofotometer ketika menyiapkan larutan standar dan sampel uji untuk parameter seperti fosfat, nitrat, atau logam berat.

  • Digunakan bersama DO meter di akuakultur untuk melarutkan tablet oksigen atau reagen kimia sebelum pengukuran.

Karena tidak ada fitur data logging, integrasi JB-1A sepenuhnya bersifat fisik dan prosedural. Pengelola laboratorium dapat memasukkan langkah “pengadukan dengan magnetic stirrer pada kecepatan X selama Y menit” ke dalam SOP. Dengan cara ini, meskipun tidak langsung terhubung ke sistem komputer, JB-1A tetap mendukung konsistensi data dan audit trail melalui dokumentasi prosedur.

Spesifikasi Teknis JB-1A dalam Tabel

Parameter Nilai / Keterangan
Model JB-1A
Jenis alat Mini magnetic stirrer
Maksimum volume pengadukan 2000 mL (air)
Rentang kecepatan aduk 0–1250 rpm
Diameter top plate 145 mm
Material top plate Polycarbonate (PC)
Ukuran stir bar 30 (L) × 7 (Ø) mm
Dimensi keseluruhan 185 (Ø) × 75 (H) mm
Berat 0,6 kg
Catu daya AC 220 V, 50 Hz
Rentang suhu operasi 0–50 °C

Untuk pembaca yang baru mengenal magnetic stirrer, angka-angka ini bisa dibayangkan sebagai berikut. Volume 2000 mL setara dengan dua botol air mineral ukuran 1 liter. Artinya, jika Anda biasa menyiapkan larutan dalam beaker 500 mL atau 1 L, JB-1A masih punya “cadangan kapasitas” yang aman. Kecepatan 1250 rpm kira-kira setara dengan lebih dari seribu putaran per menit; cukup cepat untuk menciptakan pusaran yang jelas di tengah beaker ketika larutan tidak terlalu kental.

Diameter top plate 145 mm kurang lebih sebesar piring kecil, sehingga beaker 250–1000 mL akan terasa pas di tengah. Berat 0,6 kg, sedikit lebih berat dari satu botol air mineral 600 mL; cukup memberi kestabilan tanpa membuat alat sulit dipindahkan.

Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Aksesori

Agar JB-1A bekerja optimal, ada beberapa komponen tambahan yang perlu dipertimbangkan, terutama stir bar dan bejana.

Tabel Pemilihan Stir Bar dan Volume Larutan

Volume Larutan (perkiraan) Ukuran Stir Bar yang Disarankan Contoh Aplikasi
50–100 mL 10–20 mm Uji pH larutan nutrisi hidroponik skala kecil
100–500 mL 20–30 mm Persiapan buffer pH, larutan standar titrasi
500–1000 mL 25–35 mm Pencampuran sampel air limbah atau air minum
1000–2000 mL 30–40 mm Larutan stok nutrisi, larutan pembersih proses

Ukuran stir bar berpengaruh pada gaya aduk. Untuk volume kecil, stir bar terlalu besar justru membuat adukan tidak stabil. Sebaliknya, untuk volume besar, stir bar terlalu kecil kurang mampu menghasilkan pusaran yang memadai.

Aksesori yang Berguna

Beberapa aksesori yang biasanya disiapkan laboratorium bersama JB-1A:

  • Stir bar cadangan dalam berbagai ukuran.

  • Stir bar retriever (batang magnet panjang) untuk mengambil stir bar dari dalam beaker tinggi.

  • Beaker borosilikat 250–1000 mL untuk pekerjaan rutin.

  • Alas anti-selip atau tray untuk mencegah alat bergeser di meja yang licin.

  • Lap atau tisu khusus laboratorium untuk segera mengeringkan tumpahan kecil.

Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Pengadukan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil pengadukan konsisten:

  • Viskositas larutan: semakin kental, semakin besar stir bar dan kecepatan yang dibutuhkan.

  • Bentuk beaker: dasar datar lebih bersahabat dengan magnetic stirrer daripada dasar terlalu cembung.

  • Posisi beaker: usahakan tepat di tengah top plate agar stir bar tidak “terlempar”.

  • Beban kerja motor: untuk larutan sangat kental atau padatan dalam jumlah besar, naikkan kecepatan bertahap dan amati apakah motor masih bekerja stabil.

Studi Kasus Penggunaan JB-1A di Lapangan

1. Laboratorium Pengolahan Air Minum Mengurangi Waktu Siap Uji

Sebuah instalasi pengolahan air minum kota melakukan banyak pengujian harian: pH, kesadahan, klorin bebas, dan parameter lain. Sebelumnya, teknisi mengaduk sampel dan reagen secara manual. Sering terjadi, padatan reagen belum sepenuhnya larut ketika pembacaan dilakukan, sehingga hasil uji perlu diulang.

Setelah menambahkan beberapa unit JB-1A ke meja kerja, mereka menstandardisasi prosedur: setiap sampel yang memerlukan pencampuran kini ditempatkan di atas magnetic stirrer selama durasi tertentu dengan kecepatan yang telah disepakati. Dalam beberapa minggu, mereka menyadari bahwa jumlah pengulangan pengujian turun signifikan. Waktu yang sebelumnya terbuang untuk mengulang uji kini dapat dialihkan untuk dokumentasi atau analisis tren kualitas air. Selain itu, teknisi merasa lebih ringan karena tidak lagi harus mengaduk puluhan sampel secara manual.

2. Teaching Lab Kimia Meningkatkan Kualitas Praktikum

Di sebuah universitas, dosen kimia analitik ingin menekankan pentingnya homogenitas sampel dalam praktikum titrasi. Namun, ketika mahasiswa mengaduk larutan secara manual, gaya aduk sangat bervariasi. Beberapa kelompok mendapatkan hasil titrasi yang terlalu rendah atau terlalu tinggi, bukan karena kesalahan konsep, tetapi karena larutan belum homogen.

Dengan menambahkan beberapa unit JB-1A di setiap meja praktikum, dosen dapat menginstruksikan: “Setelah menambahkan reagen, letakkan beaker di atas magnetic stirrer dengan kecepatan sedang selama 3 menit.” Hasil praktikum menjadi jauh lebih konsisten antarkelompok. Mahasiswa pun memperoleh gambaran yang lebih realistis tentang bagaimana proses ini dilakukan di industri, di mana pengadukan mekanis menjadi standar.

Langkah Praktis Menggunakan JB-1A untuk Uji Kualitas Air

Sebagai contoh konkrit, berikut langkah penggunaan JB-1A untuk menyiapkan sampel uji kesadahan di laboratorium pengolahan air:

  1. Tempatkan JB-1A di meja yang rata dan kering, jauh dari tepi meja.

  2. Hubungkan kabel listrik ke sumber AC 220 V, 50 Hz.

  3. Masukkan stir bar ke dalam beaker yang akan digunakan.

  4. Tambahkan sampel air hingga volume yang diinginkan, misalnya 250 mL.

  5. Letakkan beaker di tengah top plate JB-1A.

  6. Putar knob kecepatan perlahan hingga stir bar mulai berputar stabil. Sesuaikan kecepatan sehingga terbentuk pusaran sedang di tengah larutan, tanpa membuat sampel tumpah atau berbusa berlebihan.

  7. Tambahkan reagen kesadahan (misalnya buffer dan indikator) sesuai prosedur. Karena beaker berada di atas stirrer, larutan akan langsung tercampur rata.

  8. Biarkan pengadukan berlangsung selama durasi yang disyaratkan metode (misalnya 2–5 menit) sebelum melakukan titrasi atau pengukuran lanjutan.

  9. Setelah selesai, putar knob ke posisi nol untuk mematikan alat, lepaskan beaker, dan angkat stir bar menggunakan stir bar retriever atau dengan menuangkan perlahan ke saringan magnet.

  10. Lap permukaan top plate jika ada tumpahan kecil. Pastikan alat dalam keadaan kering sebelum disimpan atau digunakan lagi.

Tips tambahan:

  • Gunakan kecepatan serendah mungkin yang masih menghasilkan pencampuran efektif untuk mengurangi keausan stir bar dan beaker.

  • Hindari penggunaan beaker yang retak atau terkelupas pada dasar, karena dapat mengganggu gerakan stir bar.

  • Jangan menyalakan JB-1A tanpa beaker dan stir bar di atasnya dalam waktu lama, agar motor tidak bekerja tanpa beban secara berlebihan.

Kesimpulan: Apakah JB-1A Cocok untuk Laboratorium Anda?

JB-1A Mini Magnetic Stirrer menawarkan kombinasi menarik antara desain sederhana, kapasitas kerja yang memadai, dan keandalan untuk penggunaan harian di berbagai tipe laboratorium. Dengan kapasitas hingga 2 liter, rentang kecepatan 0–1250 rpm, serta bodi ringkas, alat ini mampu menangani sebagian besar kebutuhan pengadukan larutan di QA/QC, riset, teaching lab, pengolahan air, F&B, hingga agro-hidroponik.

Ketiadaan layar digital dan fitur canggih bukan kelemahan, melainkan justru keunggulan untuk laboratorium yang membutuhkan alat tangguh, mudah dipahami, dan minim perawatan. Operator baru dapat menguasai penggunaannya dalam hitungan menit, sementara teknisi berpengalaman dapat mengandalkan JB-1A sebagai “alat latar belakang” yang selalu siap bekerja.

Jika laboratorium Anda sering mengaduk larutan standar, buffer, atau sampel air secara manual dan mulai merasakan masalah konsistensi data, kelelahan operator, atau keterbatasan waktu, menambahkan satu atau beberapa unit JB-1A bisa menjadi langkah sederhana dengan dampak besar. Untuk kebutuhan proses skala besar atau aplikasi yang memerlukan kontrol rpm digital dan timer terintegrasi, Anda mungkin memerlukan model stirrer yang lebih kompleks. Namun sebagai titik awal yang ekonomis dan fungsional, JB-1A sangat layak dipertimbangkan.

FAQ JB-1A Mini Magnetic Stirrer

1. Apakah JB-1A bisa digunakan untuk larutan yang agak kental?
Bisa, selama viskositasnya masih dalam kisaran larutan berair (aqueous). Untuk larutan sangat kental atau mengandung banyak padatan, gunakan stir bar yang lebih besar dan tingkatkan kecepatan perlahan. Jika stir bar sering terlepas dari putaran, berarti viskositas sudah melampaui kemampuan stirrer.

2. Berapa volume optimal yang disarankan, tidak hanya volume maksimum?
Meskipun spesifikasi menyebut maksimum 2000 mL, volume optimal untuk pengadukan yang stabil biasanya antara 100–1000 mL, tergantung viskositas larutan dan ukuran stir bar. Di rentang ini, pusaran cenderung stabil dan beaker lebih mudah dikontrol.

3. Apakah JB-1A aman digunakan terus-menerus selama beberapa jam?
Untuk pengadukan lanjutan beberapa jam, misalnya selama reaksi atau inkubasi, JB-1A umumnya mampu bekerja dengan baik selama berada di rentang suhu operasi dan beban pengadukan wajar. Namun, sebaiknya beri jeda sesekali jika alat bekerja pada kecepatan tinggi dalam waktu lama.

4. Bisakah JB-1A dibawa ke lapangan untuk pengujian di lokasi kolam atau sungai?
Secara teknis bisa jika tersedia sumber listrik AC 220 V yang aman. Namun, alat ini tidak didesain tahan cuaca atau percikan air berat. Untuk lapangan, lebih aman menempatkan JB-1A di ruang terlindung dan membawa sampel ke sana.

5. Apakah stir bar bawaan bisa digunakan di semua beaker?
Stir bar standar 30 mm cukup serbaguna, tetapi untuk beaker sangat kecil (<100 mL) atau sangat besar (>1 L), sebaiknya gunakan ukuran stir bar lain agar pengadukan lebih stabil.

6. Bagaimana cara merawat JB-1A agar awet?
Jaga alat tetap kering, hindari tumpahan besar, jangan memaksa mengaduk larutan sangat kental, dan simpan di tempat bebas debu ketika tidak digunakan. Membersihkan permukaan dengan kain lembap setelah penggunaan membantu memperpanjang usia alat.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami bahwa magnetic stirrer yang andal seperti JB-1A berperan penting dalam menjaga konsistensi pengujian dan kelancaran proses di laboratorium Anda. Kami berfokus pada klien bisnis dan aplikasi industri, mulai dari pengolahan air minum dan air limbah, laboratorium QA/QC F&B, farmasi, hingga teaching lab di perguruan tinggi. Selain menyediakan JB-1A Mini Magnetic Stirrer, kami juga menyediakan perangkat laboratorium lainnya yang mendukung kebutuhan pengukuran pH, konduktivitas, DO, dan parameter kualitas air lainnya. Jika Anda ingin meningkatkan efisiensi pencampuran larutan dan mengurangi variabilitas data akibat pengadukan manual, mari diskusikan kebutuhan perusahaan atau institusi Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang paling tepat.

Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

  • Marinenko, G., Paule, R. C., Koch, W. F., & Knoerdel, M. (1986). EFFECT OF VARIABLES ON PH MEASUREMENT IN ACID-RAIN-LIKE SOLUTIONS AS DETERMINED BY RUGGEDNESS TESTS. Journal of Research of the National Bureau of Standards, 91(1), 17–22. Retrieved from https://nvlpubs.nist.gov/nistpubs/jres/091/jresv91n1p17_A1b.pdf

  • Lee, H.-S., Hur, J., Hwang, Y.-H., & Shin, H.-S. (2020). A NOVEL PROCEDURE OF TOTAL ORGANIC CARBON ANALYSIS FOR WATER SAMPLES CONTAINING SUSPENDED SOLIDS WITH ALKALINE EXTRACTION AND HOMOGENEITY EVALUATION BY TURBIDITY. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(11), 3901. Retrieved from https://www.mdpi.com/1660-4601/17/11/3901

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.