Alarm alat ukur radiasi tiba-tiba berbunyi saat Anda memindai gudang yang tampak bersih, area bongkar muat, atau laboratorium yang tidak memakai sumber radiasi. Reaksi pertama banyak teknisi biasanya salah satu dari tiga: mematikan bunyinya, menganggap alat rusak, atau mengabaikannya karena “di sini kan tidak ada sumber radiasi”.
Masalahnya, radiasi pengion tidak bisa dilihat, dicium, maupun dirasakan. Alat ukur ada justru karena panca indra kita tidak mampu mengenalinya, sehingga alarm sering menjadi satu-satunya peringatan dini yang Anda punya.
Di sisi lain, alarm yang berbunyi belum tentu berarti ada kebocoran berbahaya. Sebagian alarm dipicu oleh sumber yang tidak berbahaya, sebagian lain oleh fluktuasi acak pada alat yang sangat sensitif. Jadi, ketika alarm berbunyi di tempat yang terlihat aman, yang dibutuhkan adalah prosedur verifikasi, bukan asumsi. Artikel ini membahas penyebabnya, langkah pengecekan di lapangan, dan pelajaran dari kasus nyata di Indonesia.
Jawaban singkat: alarm alat ukur radiasi yang berbunyi di area tampak aman biasanya dipicu oleh bahan yang secara alami mengandung radioaktivitas (NORM), sumber legal atau medis, fluktuasi latar belakang radiasi, atau batas alarm yang diatur terlalu rendah. Alarm tetap tidak boleh diabaikan: catat pembacaan, ulangi pengukuran dari beberapa jarak, cek silang dengan alat lain, dan hubungi BAPETEN bila sumbernya tidak teridentifikasi.
Apakah Alarm Radiasi yang Berbunyi Pasti Berarti Bahaya?
Tidak selalu, tetapi juga tidak boleh diabaikan. Bayangkan seorang petugas K3 menyalakan alat ukur radiasi portabel di sudut gudang tempat scrap logam baru diturunkan. Alarm berbunyi. Areanya bersih secara visual, tidak ada tanda bahaya, tidak ada label radioaktif. Alarm itu tetap tidak boleh dimatikan begitu saja.
Alarm dari sistem deteksi radiasi bisa berasal dari sumber yang tidak berbahaya, bukan hanya dari sumber berbahaya. Alarm jenis ini disebut innocent alarm (alarm tidak berbahaya). Karena itu, setiap alarm harus ditindaklanjuti dan diselidiki, termasuk kemungkinan bahwa itu alarm palsu. Status “tidak berbahaya” hanya boleh disimpulkan setelah verifikasi, bukan sebelumnya.
Tiga kesalahan yang paling sering terjadi di lapangan:
- Mematikan alarm tanpa mencatat pembacaan. Anda kehilangan data yang dibutuhkan untuk menilai apa yang sebenarnya terjadi.
- Menyimpulkan alat rusak, padahal alat bekerja sesuai desainnya.
- Mengabaikan bunyi berulang dengan alasan “kemarin juga bunyi dan tidak apa-apa”.
Penyebab Alarm Radiasi Berbunyi di Area yang Tampak Aman
Area yang bersih secara visual belum tentu bebas radiasi. Ada bahan dan situasi sehari-hari yang memancarkan radiasi pengion dalam kadar rendah, cukup untuk memicu alat yang sensitif.
Bahan dan benda sehari-hari (NORM)
NORM (Naturally Occurring Radioactive Material) adalah material yang secara alami mengandung zat radioaktif. Menurut bahasan sistem pemantauan radiasi untuk keamanan nuklir yang diterbitkan Penerbit BRIN, alarm tidak berbahaya dapat dipicu oleh benda dan bahan seperti:
- batu alam
- pupuk
- keramik
- batang las
- kaca hijau uranium
- layar video
- pengukur kelembapan (moisture gauge)
- tailing dari industri minyak atau instalasi desalinasi
Daftar ini disusun dalam konteks fasilitas nuklir, jadi seberapa sering tiap penyebab muncul di gudang atau pabrik Anda bisa berbeda. Gunakan sebagai daftar periksa awal, bukan sebagai kesimpulan.
Prosedur medis dan pengangkutan legal
Alarm juga bisa muncul pada orang yang baru menjalani perawatan medis dengan isotop, pada kargo berisi NORM, atau pada pengangkutan bahan radioaktif legal yang dilengkapi dokumen lengkap. Poin terakhir penting: pengangkutan yang sah pun tetap bisa memicu alarm. Alarm berbunyi tidak otomatis berarti ada pelanggaran.
Fluktuasi latar belakang dan alarm palsu
Radiasi latar belakang (background) tidak pernah persis konstan. Jumlah partikel yang tertangkap detektor naik turun secara acak dari detik ke detik. Pada alat yang sangat sensitif atau berbatas alarm rendah, lonjakan acak itu sesekali cukup untuk memicu alarm palsu. Jadi, alarm berulang tidak selalu berarti alat rusak.
Pengaturan batas alarm yang tidak sesuai kondisi lokasi
Sebagian alat, termasuk Environmental Meter PCE-RAM 5, memungkinkan batas alarm diatur sendiri. Batas yang terlalu rendah dibandingkan latar belakang di lokasi Anda membuat alarm sering berbunyi meski tidak ada sumber. Sebaliknya, batas yang terlalu tinggi berisiko melewatkan sumber yang lemah. Karena itu, ukur dulu latar belakang normal di lokasi sebelum menentukan batas alarm.
Faktor Teknis yang Memengaruhi Deteksi Radiasi
Alat yang sama bisa berbunyi di satu waktu dan diam di waktu lain. Itu bukan keanehan, melainkan konsekuensi fisika deteksi radiasi. Faktor-faktor berikut menentukan apakah sebuah sumber terdeteksi dan seberapa kuat alarmnya:
- Aktivitas dan energi sumber. Sumber beraktivitas rendah mungkin hanya terdeteksi dari jarak sangat dekat.
- Jarak sumber ke detektor. Intensitas radiasi menurun seiring bertambahnya jarak, sehingga posisi alat sangat memengaruhi hasil.
- Perisai. Ketebalan dan jenis bahan perisai (beton, timbal, baja) dapat melemahkan sinyal hingga di bawah ambang deteksi.
- Kecepatan gerak objek. Objek yang melintas cepat di depan detektor hanya memberi waktu singkat, sehingga alarm bisa terdengar sekilas.
- Masking oleh NORM. Radioaktivitas alami di sekitar bisa menutupi atau menyerupai sinyal dari sumber lain.
- Fluktuasi latar alam. Variasi acak pada latar belakang dapat memicu alarm palsu, terutama pada alat yang sangat sensitif.
Instrumen jinjing berkepekaan tinggi memang dirancang untuk menangkap variasi kecil di atas latar belakang biasa. Sensitivitas ini adalah kekuatan alat sekaligus alasan mengapa setiap bunyi alarm perlu dikonfirmasi, bukan langsung dianggap sebagai bahaya atau kesalahan alat.
Membaca Pola Alarm: Tabel Diagnosis Cepat
Pola alarm memberi petunjuk awal tentang penyebabnya. Gunakan tabel berikut sebagai kerangka berpikir sebelum menyimpulkan area itu “aman” atau “bocor”.
| Pola alarm | Kemungkinan pemicu | Langkah verifikasi |
|---|---|---|
| Alarm singkat saat objek bergerak cepat melewati detektor | Waktu paparan terlalu pendek karena objek bergerak cepat | Ulangi pemindaian dengan gerakan lebih lambat, catat pembacaan |
| Alarm berulang di area dengan bahan bangunan, keramik, atau pupuk | Material NORM | Identifikasi material, pisahkan, ukur ulang dari beberapa jarak |
| Alarm pada orang yang baru menjalani perawatan medis dengan isotop | Radioaktivitas dari prosedur medis | Konfirmasi riwayat medis, jangan langsung dieskalasi sebagai pencemaran lingkungan |
| Alarm muncul dan hilang tanpa sumber yang jelas | Fluktuasi latar belakang atau alarm palsu statistik | Cek silang dengan alat lain, catat nilai dan satuan, bandingkan dengan latar normal |
| Alarm sering berbunyi di banyak titik setelah batas alarm diubah | Batas alarm terlalu rendah untuk kondisi lokasi | Ukur ulang latar belakang normal, sesuaikan batas alarm sesuai panduan alat |
| Alarm konsisten di satu titik tertentu | Perlu investigasi serius, mungkin ada sumber tersembunyi | Batasi akses ke area, eskalasi ke pihak berwenang bila sumber tidak teridentifikasi |
Tabel ini bukan pengganti prosedur resmi perusahaan atau ketentuan BAPETEN.
Cara Mengatasi Alarm Radiasi yang Sering Berbunyi: 7 Langkah Verifikasi
Prinsipnya satu: setiap alarm harus ditindaklanjuti dan diselidiki, termasuk kemungkinan alarm palsu. Berikut urutan yang bisa diterapkan di lapangan.
- Jangan matikan atau abaikan alarm. Alarm adalah peringatan dini. Mematikannya berarti menghilangkan satu-satunya indikator radiasi yang tidak bisa Anda lihat.
- Catat pembacaan. Tulis nilai beserta satuannya (misalnya µSv atau µSv/jam, sesuai tampilan alat), lokasi, dan waktu. Tanpa catatan, Anda tidak punya dasar untuk menilai apakah alarm itu konsisten atau sporadis.
- Bandingkan dengan latar belakang normal. Ukur di area terdekat yang jelas bersih dengan alat dan pengaturan yang sama, lalu bandingkan.
- Verifikasi silang. Ulangi pengukuran dari beberapa jarak dan posisi, lalu konfirmasi dengan alat lain bila ada. Ingat bahwa jarak, perisai, dan kecepatan gerak memengaruhi hasil.
- Batasi akses sementara. Tutup area yang memicu alarm sampai verifikasi selesai. Ini melindungi orang lain sekaligus menjaga kondisi lokasi tetap utuh.
- Identifikasi kemungkinan sumber. Periksa apakah ada bahan NORM, material yang baru masuk, atau orang yang baru menjalani prosedur medis dengan isotop di area tersebut.
- Eskalasi bila perlu. Jika alarm konsisten dan sumber tidak bisa diidentifikasi, hubungi BAPETEN. Jangan menunggu alarm berulang berkali-kali.
Selama proses verifikasi, terapkan prinsip dasar proteksi radiasi: batasi waktu di dekat titik alarm, jaga jarak, dan manfaatkan perisai bila memungkinkan.
Mencegah alarm palsu. Kalibrasi rutin, penempatan alat yang tepat, perawatan sensor, dan batas alarm yang sesuai dengan latar belakang lokasi membantu menjaga keandalan alat.
Melatih tim K3. Perlakukan setiap alarm sebagai potensi bahaya nyata sampai terbukti sebaliknya. Ini bukan sikap berlebihan, melainkan konsekuensi dari fakta bahwa radiasi tidak bisa dideteksi panca indra.
Studi Kasus Cikande: Ketika Sumber Tersembunyi Benar-Benar Ada
Pertanyaan yang lebih penting daripada “apakah alarm bisa salah” adalah “apakah sumber radiasi tersembunyi benar-benar bisa ada di lokasi industri yang dianggap aman?” Kasus di Indonesia menjawabnya dengan jelas.
Pada 30 September 2025, Menteri Lingkungan Hidup menetapkan Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, sebagai Kejadian Khusus Cemaran Radiasi Cesium-137. Cemaran itu berasal dari slag, yaitu limbah hasil peleburan logam, yang mengandung Cesium-137. Kasus ini mencuat setelah kontaminasi terdeteksi pada pengiriman udang beku ke Amerika Serikat, dan penelusuran mengarah ke material logam bekas.
Pada awal penetapan, pemerintah mengidentifikasi sepuluh titik yang memancarkan Cesium-137 dengan intensitas berbeda-beda. Pemindaian lanjutan kemudian menemukan 22 fasilitas produksi yang terdampak. Per 30 Oktober 2025, Satgas Penanganan Cesium-137 melaporkan seluruh 22 pabrik tersebut selesai didekontaminasi, sementara pembersihan di area luar pabrik masih berjalan. Radiation Portal Monitor (RPM) mulai dipasang pada 1 Oktober 2025. Selama masa transisi, pengawasan dilakukan secara manual dengan detektor milik Gegana Polri, BAPETEN, dan BRIN. Individu yang terdeteksi memiliki kontaminasi lebih tinggi menjalani pemeriksaan Whole Body Counter (WBC).
Pelajaran operasionalnya jelas: sumber radiasi tersembunyi bisa masuk lewat rantai pasok logam bekas dan tidak selalu terlihat oleh pengawasan visual. Pengukuran dengan instrumen yang tepat, pencatatan yang rapi, dan eskalasi ke pihak berwenang adalah cara yang bisa diandalkan. Kasus ini bukan alasan untuk panik, tetapi pengingat mengapa setiap alarm perlu diverifikasi. Untuk perkembangan terbaru, rujuklah pengumuman resmi KLH/BPLH dan BAPETEN.
Standar IEC untuk Alat Deteksi Radiasi: Apa Artinya bagi Anda
Sensitivitas alarm bukan cacat desain. Sensitivitas itu distandarkan oleh International Electrotechnical Commission (IEC). Memahami cakupan tiap standar membantu Anda menilai apakah alat bekerja sesuai harapan:
- IEC 62401:2017 mengatur Personal Radiation Device (PRD), yaitu alat berukuran saku yang dibawa di tubuh untuk mendeteksi keberadaan dan besaran umum medan radiasi gamma, dengan deteksi neutron sebagai opsi. PRD dirancang memberi peringatan saat ada sumber yang jelas di atas latar belakang rata-rata lokal, bukan untuk mengukur laju dosis. Pengukuran dosis dicakup standar lain, yaitu IEC 60846-1 dan IEC 61526.
- IEC 62533:2010 berlaku untuk instrumen jinjing yang sangat sensitif untuk mendeteksi dan melokalisasi material radioaktif pemancar foton. Alat kategori ini dirancang menangkap variasi kecil pada latar belakang foton biasa.
- IEC 62534:2010 berlaku untuk instrumen jinjing pendeteksi material radioaktif pemancar neutron.
- IEC 62244:2019 menetapkan persyaratan kinerja Radiation Portal Monitor (RPM) terpasang untuk mendeteksi pemancar gamma dan neutron pada kendaraan, kontainer kargo, orang, atau paket, umumnya di perlintasan batas negara.
- IEC 62484:2020 mengatur monitor portal berbasis spektrometri untuk mendeteksi sekaligus mengidentifikasi pemancar gamma.
Perhatikan cakupannya: IEC 62244 dan IEC 62484 berlaku untuk monitor terpasang (RPM), bukan untuk alat ukur portabel umum. Sementara itu, IEC 62401, IEC 62533, dan IEC 62534 berlaku untuk instrumen yang dibawa atau dijinjing. Standar-standar ini menetapkan persyaratan kinerja alat, bukan penyebab alarm di lapangan. Ringkasan di atas mengacu pada lingkup (scope) tiap standar; untuk ambang dan metode uji, baca dokumen lengkapnya.
Untuk pemakaian sehari-hari, ada satu hal praktis: pastikan Anda tahu jenis alat yang dipegang. Alat peringatan yang alarmnya dihitung terhadap latar belakang dan alat ukur laju dosis punya cara baca yang berbeda.
Memilih Alat Ukur Radiasi Portabel untuk Verifikasi Cepat
Seluruh prosedur di atas bergantung pada satu hal: Anda harus punya alat yang bisa dipercaya untuk verifikasi pertama. Tanpa itu, langkah mencatat pembacaan dan cek silang tidak bisa dijalankan. Beberapa kriteria yang layak dipertimbangkan:
- mampu memantau jenis radiasi yang relevan untuk kebutuhan Anda
- layar yang jelas terbaca, termasuk di ruangan minim cahaya
- alarm suara dan visual dengan batas yang bisa diatur
- bodi ringkas dan mudah dibawa berkeliling
- kalibrasi tersedia dan bisa dijadwalkan rutin
Environmental Meter PCE-RAM 5 adalah alat ukur radiasi portabel untuk mendeteksi dan memantau paparan sinar-X, beta (β), dan gamma (γ). Alat ini memakai layar OLED yang tetap jelas dalam kondisi cahaya rendah, dua mode alarm (suara dan lampu LED) dengan batas alarm yang bisa diatur sesuai kebutuhan, serta baterai isi ulang lewat USB-C sehingga praktis dipakai di lapangan maupun di dalam ruangan. Rentang ukurnya 0,05 µSv hingga 50 mSv dengan resolusi 0,01 µSv, dalam bodi ringkas berdesain klip seberat sekitar 19 gram.
Untuk kebutuhan yang lebih lengkap, misalnya pencatatan data pengukuran jangka panjang, Anda bisa melihat IoT Meter PCE-RAM 100 yang mendeteksi radiasi α, β, dan γ dengan data logger internal. Alternatif portabel lainnya adalah Radiation Detector PCE-RDM 15 untuk radiasi beta, gamma, dan sinar-X.
Perlu dipahami batas fungsinya. Alat ukur portabel seperti ini cocok untuk pengecekan awal dan pemantauan rutin. Ia menampilkan hasil ukur, bukan identitas isotop, dan tidak menggantikan pengukuran resmi oleh pihak berwenang. Untuk mengidentifikasi isotop diperlukan instrumen spektrometri.
Rekomendasi praktisnya: gunakan alat ukur radiasi portabel sebagai verifikasi pertama sebelum eskalasi ke pihak berwenang, jadwalkan kalibrasi berkala, dan latih tim untuk membaca satuan serta membandingkan hasil dengan latar belakang normal lokasi.
Batasan Panduan Ini
Panduan ini bersifat umum. Frekuensi tiap penyebab alarm berbeda dari satu lokasi ke lokasi lain, batas alarm bergantung pada jenis alat dan pengaturannya, dan penilaian akhir atas sumber radiasi yang tidak dikenal ada pada pihak berwenang. Bila alarm konsisten di satu titik dan sumbernya tidak teridentifikasi, jangan mengambil keputusan sendiri. Hubungi BAPETEN dan pimpinan K3 di perusahaan Anda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa perbedaan antara alarm radiasi palsu dan alarm radiasi nyata?
Alarm palsu dipicu oleh fluktuasi acak pada latar belakang radiasi, terutama pada alat yang sangat sensitif. Alarm nyata dipicu oleh keberadaan sumber radiasi, yang bisa berbahaya maupun tidak berbahaya. Perbedaan keduanya hanya bisa dipastikan lewat verifikasi, bukan dari bunyi alarm itu sendiri.
Apakah bahan sehari-hari seperti keramik atau pupuk bisa memicu alarm radiasi?
Bisa. Batu alam, pupuk, keramik, batang las, kaca hijau uranium, layar video, dan pengukur kelembapan termasuk bahan yang dapat memicu alarm tidak berbahaya. Namun kemunculannya berbeda-beda di tiap lokasi, jadi identifikasi material dan ukur ulang sebelum menyimpulkan apa pun.
Berapa jarak aman dari sumber radiasi yang tidak diketahui?
Tidak ada satu angka jarak aman yang berlaku untuk semua kasus, karena tergantung kekuatan sumbernya. Yang pasti, intensitas radiasi menurun seiring bertambahnya jarak. Prinsip praktisnya: batasi waktu di dekat titik alarm, jaga jarak, gunakan perisai bila memungkinkan, lalu eskalasi ke pihak berwenang.
Apakah alarm radiasi bisa berbunyi karena gangguan elektromagnetik?
Sinyal ponsel, Wi-Fi, dan perangkat telekomunikasi menghasilkan radiasi elektromagnetik non-pengion, yang berbeda dari radiasi pengion. Aturan pengujian SAR untuk perangkat telekomunikasi pun membahas radiasi non-pengion. Alarm alat ukur radiasi pengion dipicu oleh partikel atau foton berenergi tinggi, bukan sinyal telekomunikasi. Meski begitu, baterai lemah atau alat yang bermasalah dapat membuat pembacaan tidak stabil. Bila alarm muncul tanpa sebab jelas, cek silang dengan alat lain dan ikuti panduan pabrikan. Jika yang ingin Anda ukur adalah radiasi elektromagnetik dari peralatan listrik, gunakan EMF meter, misalnya Alat Ukur Radiasi Elektromagnetik AMTAST DT1130.
Bagaimana cara mengkalibrasi alat ukur radiasi seperti PCE-RAM 5?
Kalibrasi alat ukur radiasi dilakukan dengan sumber acuan oleh penyedia jasa kalibrasi, bukan di lapangan. Untuk PCE-RAM 5, tanyakan opsi dan sertifikat kalibrasinya melalui kontak di bagian akhir artikel ini, dan ikuti buku petunjuk alat untuk perawatan harian.
Apa yang harus dilakukan jika alarm radiasi berbunyi terus-menerus?
Jangan matikan alarm. Catat pembacaan, bandingkan dengan latar belakang normal, cek silang dengan alat lain, batasi akses ke area itu, dan telusuri kemungkinan sumbernya seperti bahan NORM atau material baru. Jika alarm konsisten dan sumbernya tidak teridentifikasi, hubungi BAPETEN.
Langkah Berikutnya: Pastikan Setiap Alarm Bisa Diverifikasi
Alarm yang berbunyi di tempat yang tampak aman bukan gangguan yang boleh diabaikan, dan bukan pula bukti otomatis adanya kebocoran. Ia adalah sinyal yang menuntut verifikasi yang cepat, terukur, dan terdokumentasi.
Memiliki alat ukur radiasi yang andal adalah langkah pertama agar setiap alarm bisa dicek dengan cepat dan akurat. Untuk informasi lebih lanjut tentang Environmental Meter PCE-RAM 5, termasuk spesifikasi teknis, kalibrasi, dan dukungan purna jual, hubungi CV. Java Multi Mandiri melalui WhatsApp 6285717112222 atau email contact@alat-test.com.
Rekomendasi Environmental Meter
Jika alarm pada alat ukur radiasi Anda sering berbunyi di tempat yang terasa aman, langkah paling masuk akal adalah memeriksa ulang kondisi sekitar, pengaturan batas alarm, dan cara membaca hasil ukur, bukan mengabaikan bunyinya. Alarm bisa dipicu oleh sumber yang tidak terlihat atau oleh latar belakang yang lebih tinggi dari perkiraan. Biasakan mengecek alat secara berkala dan mencatat pola kejadian agar evaluasi berikutnya lebih terarah. Jika Anda membutuhkan instrumen pemantauan lingkungan untuk membantu pengukuran dan dokumentasi, beberapa pilihan alat ukur bisa dilihat pada kategori berikut.
-

Environmental Meter PCE-WS RS485
Lihat Produk★★★★★ -

Environmental Meter PCE-PDFL 10
Lihat Produk★★★★★ -

Environmental Meter PCE-228WINE
Lihat Produk★★★★★ -

Environmental Meter PCE-BPH 10
Lihat Produk★★★★★ -

Environmental Meter PCE-430
Lihat Produk★★★★★ -

Environmental Meter PCE-PH 228-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Environmental Meter PCE-HT110-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Environmental Meter PCE-HT 72-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★
Sumber Rujukan
- Kurnianto, K. (2024). Sistem pemantauan radiasi untuk keamanan nuklir. Dalam A. R. Antariksawan (Ed.), Memperkuat Keamanan Nuklir untuk Meningkatkan Pemanfaatan Iptek Nuklir (hlm. 123–147). Penerbit BRIN.
- IEC 62401:2017. Radiation protection instrumentation – Alarming personal radiation devices (PRDs) for the detection of illicit trafficking of radioactive material.
- IEC 62533:2010. Radiation protection instrumentation – Highly sensitive hand-held instruments for photon detection of radioactive material.
- IEC 62534:2010. Radiation protection instrumentation – Highly sensitive hand-held instruments for neutron detection of radioactive material.
- IEC 62244:2019. Radiation protection instrumentation – Installed radiation portal monitors (RPMs) for the detection of illicit trafficking of radioactive and nuclear materials.
- IEC 62484:2020. Radiation protection instrumentation – Spectrometric radiation portal monitors (SRPMs) used for the detection and identification of illicit trafficking of radioactive material.
- Menteri LH Tetapkan Kawasan Industri Modern Cikande sebagai Kejadian Khusus Cemaran Radiasi Cesium-137. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, 30 September 2025.
- Satgas Sukses Selesaikan Proses Dekontaminasi Cesium-137 di 22 Pabrik Cikande. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, 30 Oktober 2025.
- Kasus udang Cikande dan alarm waspada paparan radiasi dari logam bekas. The Conversation Indonesia.
- Ditjen SDPPI Berlakukan Kewajiban Pengujian Specific Absorption Rate (SAR). Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika.

























