Timbangan lantai batang dengan palet barang seberat 2.845 kg di gudang industri

5 Kesalahan Penimbangan di Gudang yang Bisa Menyebabkan Kerugian Jutaan Rupiah

Daftar Isi

Kerugian dari penimbangan di gudang jarang berasal dari satu angka yang salah besar. Ia lebih sering lahir dari selisih kecil yang sama, berulang pada setiap palet: beban yang terlalu ringan untuk kapasitas timbangan, posisi beban yang tidak tepat, bobot palet yang tidak dikoreksi, timbangan yang dipakai untuk serah-terima barang tanpa tera, dan angka yang dicatat sebelum stabil atau disalin ulang dengan tangan. Kelima kesalahan ini tidak memerlukan perombakan sistem untuk dihindari, tetapi memerlukan pemahaman tentang batas kemampuan timbangan itu sendiri.

Batas tersebut punya dasar yang terukur. Untuk timbangan kelas III (akurasi menengah), Directive 2014/31/EU menetapkan batas kesalahan yang diizinkan sebagai kelipatan interval skala verifikasi (e), dan batas saat timbangan sudah digunakan adalah dua kali batas verifikasi awal. Di Indonesia, Permendag No. 67 Tahun 2018 mewajibkan tera dan tera ulang bagi timbangan yang dipakai menentukan hasil penimbangan untuk kegiatan usaha, termasuk untuk menyerahkan atau menerima barang.

Bagi manajer gudang, tim QC, dan pengelola logistik, ada tiga hal yang dipertaruhkan: nilai barang yang dibayar atau dikirim, dokumen serah-terima yang bisa dipersoalkan, dan keputusan stok yang dibangun di atas angka yang keliru. Artikel ini membahas kelima kesalahan tersebut, contoh perhitungannya, dan urutan kerja yang dapat dipakai di lantai gudang.

Daftar Isi

Mengapa selisih kecil bisa berubah menjadi kerugian jutaan rupiah?

Selisih 1 kg pada satu palet nyaris tidak terasa. Namun timbangan gudang bekerja berulang: puluhan palet per hari, belasan hari kerja dalam sebulan. Selisih kecil yang sistematis dikalikan jumlah transaksi, lalu dikalikan harga per kilogram. Tabel berikut memperlihatkan bagaimana angka itu tumbuh pada gudang bahan baku yang menerima 30 palet per hari.

Selisih sistematis per paletSelisih per hari (30 palet)Nilai per hariNilai per bulan (26 hari kerja)
0,5 kg15 kgRp180.000Rp4.680.000
1 kg30 kgRp360.000Rp9.360.000
2 kg60 kgRp720.000Rp18.720.000

Angka di atas adalah ilustrasi dengan asumsi harga bahan Rp12.000 per kilogram, bukan hasil pengujian dan bukan batas standar. Pola hitungnya yang penting: selisih per transaksi dikalikan volume.

Arah selisih menentukan siapa yang menanggung kerugian. Saat menerima barang, indikasi berlebih membuat perusahaan membayar massa yang tidak pernah ada. Saat mengirim, indikasi kurang membuat sebagian produk keluar tanpa tertagih. Selisih acak cenderung saling meniadakan sebagian, tetapi selisih sistematis tidak, misalnya palet lembap yang tidak pernah dikoreksi atau beban yang selalu diletakkan di sisi yang sama. Selisih bobot yang sama juga terbawa ke muatan kendaraan, sehingga ketepatan hitungan tonase sebelum barang keluar, seperti yang dibahas dalam panduan menghitung tonase agar muatan truk tidak bermasalah, bergantung pada kualitas penimbangan di titik awalnya.

Kesalahan 1: Apa risikonya menimbang beban yang terlalu ringan untuk kapasitas timbangan?

Timbangan kapasitas besar dirancang akurat pada rentang beban tertentu, bukan untuk setiap beban dari nol. Standar internasional menyebut batas bawah rentang ini sebagai kapasitas minimum (Min), yaitu nilai beban di bawah mana hasil timbang dapat memiliki kesalahan relatif yang berlebihan, seperti dijelaskan dalam tinjauan NIST tentang penandaan Min. Untuk kelas III, Min ditetapkan 20 e.

Pada timbangan dengan e = 2 kg, artinya beban minimum 40 kg. Timbangan tetap menampilkan angka di bawah batas itu, tetapi angka tersebut tidak boleh dipakai untuk perhitungan yang bernilai legal. Tabel berikut menghitung batas kesalahan yang diizinkan untuk timbangan kelas III dengan e = 2 kg dan kapasitas 6.000 kg (3.000 interval), berdasarkan tabel kelas III pada Directive 2014/31/EU.

Rentang bebanBatas kesalahan, verifikasi awalBatas kesalahan, saat digunakan
Sampai 1.000 kg (0 sampai 500 e)±1 kg±2 kg
Di atas 1.000 sampai 4.000 kg (500 sampai 2.000 e)±2 kg±4 kg
Di atas 4.000 sampai 6.000 kg (2.000 sampai 3.000 e)±3 kg±6 kg

Bandingkan dampaknya terhadap muatan. Batas ±2 kg saat digunakan berarti 5% dari muatan 40 kg, tetapi hanya 0,2% dari muatan 1.000 kg dan 0,1% dari muatan 4.000 kg. Karena itu, kotak, karung kecil, atau komponen berbobot puluhan kilogram sebaiknya tidak ditimbang satu per satu pada timbangan kapasitas ribuan kilogram. Untuk barang kecil yang dihitung per satuan, timbangan benchtop dengan fungsi counting memberi resolusi yang jauh lebih halus. Aturan praktisnya: pilih timbangan sesuai muatan yang paling sering ditimbang, bukan sesuai muatan terberat yang pernah ada.

Kesalahan 2: Mengapa posisi beban dan kondisi lantai memengaruhi angka di layar?

Pada timbangan dengan beberapa titik tumpu beban, angka yang tampil adalah jumlah dari semua titik tumpu. Jika beban bergeser dari tengah, tiap titik tumpu menerima porsi yang berbeda, dan setiap penyimpangan kecil kini ikut terhitung. Itulah sebabnya prosedur pengujian timbangan platform mencakup shift test, yaitu beban uji diletakkan di beberapa posisi berbeda pada penerima beban dan indikasinya dibandingkan.

Studi kasus: data shift test dari pengawas metrologi

NIST mengumpulkan data shift test dari empat yurisdiksi dan satu laboratorium NTEP saat merevisi prosedur pengujian Handbook 44. Pada 178 timbangan dengan satu tumpu beban, tingkat kepatuhan shift test tercatat 89% dengan prosedur lama dan 91% dengan prosedur revisi. Pada 29 timbangan dengan empat tumpu beban, tingkat kepatuhannya 76%. Semua datanya dirangkum dalam artikel Steven Cook (NIST, 2007).

Sampel 29 timbangan itu kecil, sehingga angkanya bukan peluang kegagalan di gudang Anda. Namun polanya jelas: pada timbangan dengan beberapa tumpu, sekitar satu dari empat timbangan dalam sampel menyimpang saat bebannya digeser. Posisi beban adalah variabel yang diuji secara baku karena memang memengaruhi hasil.

Kondisi lantai ikut berperan. Handbook 44 memuat persyaratan pengguna tersendiri untuk pondasi, penyangga, dan kondisi level timbangan (Section 2.20 Scales, UR.2.4 dan UR.4.2). Dalam praktik gudang, artinya lantai di bawah timbangan perlu rata, bersih dari serpihan, dan tidak bergetar akibat lalu lintas forklift. Untuk timbangan model batang, letakkan palet melintang di atas kedua batang secara simetris, dan hindari bertumpu hanya pada satu batang atau pada ujungnya. Catat posisi penempatan yang dipakai agar dua hasil timbang dapat dibandingkan secara adil.

Kesalahan 3: Bagaimana bobot palet yang berubah ikut menggeser hasil timbang?

Banyak gudang menimbang palet berikut muatannya, lalu mengurangi bobot palet dengan angka tetap. Masalahnya, bobot palet kayu tidak tetap. Kayu bersifat higroskopis: ia menyerap dan melepas air mengikuti kelembapan relatif dan suhu udara di sekitarnya, sebagaimana dijelaskan dalam bab kelembapan kayu pada Wood Handbook (USDA Forest Products Laboratory).

Contoh ilustrasi: palet dengan bobot kering 25 kg pada kadar air 8% memiliki massa kayu kering sekitar 23,15 kg (25 dibagi 1,08). Jika kadar airnya naik menjadi 18% karena disimpan di area lembap, massanya menjadi sekitar 27,31 kg (23,15 dikali 1,18). Selisihnya sekitar 2,3 kg per palet. Angka ini hanya ilustrasi, tetapi sudah setara satu interval skala pada timbangan dengan e = 2 kg, dan akan masuk ke setiap catatan neto jika tare diisi dengan angka tetap.

Ada satu detail penting dalam ketentuan akurasi. Directive 2014/31/EU menyatakan bahwa batas kesalahan berlaku untuk nilai neto dan nilai tare, dengan pengecualian tare yang diatur sebelumnya (preset). Dengan kata lain, nilai tare yang diketik manual tidak mendapat koreksi dari timbangan, sehingga kesalahan palet sepenuhnya menjadi tanggungan pengguna. Pendekatan yang lebih aman adalah menimbang palet kosong lalu men-tare-nya bila bobot palet bervariasi, atau mencatat tare per jenis palet dan memperbaruinya secara berkala. Palet dari bahan yang tidak menyerap air memiliki bobot kosong yang lebih konsisten, tetapi tetap perlu diperiksa.

Kesalahan 4: Apa konsekuensinya memakai timbangan tanpa tera untuk serah-terima barang?

Penimbangan yang hasilnya dipakai untuk menentukan jumlah barang yang diserahkan atau diterima termasuk kegiatan yang diatur dalam hukum metrologi. Pasal 3 ayat (1) Permendag No. 67 Tahun 2018 menyebut alat timbang yang digunakan atau disimpan dalam keadaan siap pakai untuk menentukan hasil penimbangan bagi kepentingan umum, usaha, penyerahan atau penerimaan barang, penentuan pungutan atau upah, penentuan produk akhir dalam perusahaan, dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan sebagai alat yang wajib ditera dan ditera ulang. Lampiran I peraturan yang sama mencantumkan timbangan elektronik kelas II, III, dan IIII dalam daftar tersebut.

Peraturan itu juga memberi jalur untuk penggunaan internal. Pasal 9 dan 10 memungkinkan pemilik mengajukan pembebasan dari tera ulang kepada Kepala Dinas bila timbangan hanya dipakai di laboratorium, ruang kantor, bengkel, gudang penimbunan, lingkungan perusahaan yang tidak terbuka untuk umum, atau ruang mesin produksi. Syaratnya, timbangan diberi tulisan “HANYA UNTUK KONTROL PERUSAHAAN” dan, menurut Pasal 11, tidak boleh dipakai untuk kegiatan yang disebut di Pasal 3 ayat (1).

Penggunaan timbangan di gudangKetentuan menurut Permendag No. 67 Tahun 2018
Menentukan massa barang yang diserahkan atau diterima (pemasok, pelanggan, ekspedisi)Termasuk kegiatan Pasal 3 ayat (1): timbangan wajib ditera dan ditera ulang
Kontrol internal di gudang atau area perusahaan yang tidak terbuka untuk umumDapat mengajukan pembebasan dari tera ulang; wajib bertuliskan “HANYA UNTUK KONTROL PERUSAHAAN”
Timbangan yang sama dipakai untuk kontrol internal sekaligus serah-terimaTimbangan berstatus bebas tera ulang tidak boleh dipakai untuk kegiatan Pasal 3 ayat (1)

Ketentuan ini perlu dibaca utuh, dan status timbangan di gudang Anda sebaiknya dikonfirmasi ke Unit Metrologi Legal setempat. Satu hal lain yang sering terlewat: status tera tidak berarti timbangan bebas dari penyimpangan. Karena batas kesalahan saat digunakan dua kali batas verifikasi awal, timbangan yang lolos tera tetap bisa bergeser di antara jadwal tera ulang. Pemeriksaan rutin dengan beban uji yang massanya diketahui dan program kalibrasi internal tetap diperlukan, terutama untuk gudang yang menimbang palet berat. Alasan mengapa gudang industri membutuhkan timbangan lantai yang terkalibrasi, termasuk untuk beban hingga tiga ton, sudah dibahas dalam pembahasan timbangan lantai 3 ton terkalibrasi.

Kesalahan 5: Mengapa angka yang belum stabil dan salinan manual berbahaya bagi catatan stok?

Timbangan elektronik membutuhkan waktu singkat untuk stabil setelah beban diletakkan. Membaca angka saat palet masih bergoyang, saat forklift belum benar-benar menjauh, atau saat angkanya masih bergerak menghasilkan data yang bergantung pada detik ke berapa operator melihat layar. Hasilnya bukan hanya satu angka yang meleset, melainkan inkonsistensi antar-operator yang sulit dilacak.

Langkah berikutnya, yaitu memindahkan angka ke dokumen atau sistem stok, menambah satu titik risiko. Sebuah studi yang dimuat di Management Science (DeHoratius dan Raman, 2008) memeriksa hampir 370.000 catatan persediaan dari 37 toko satu peritel dan menemukan 65% di antaranya tidak akurat. Studi itu meneliti ritel, bukan penimbangan, sehingga bukan bukti bahwa penyalinan manual adalah penyebabnya. Namun temuan tersebut relevan untuk gudang karena memperlihatkan bahwa akurasi catatan bukan kondisi bawaan. Ia hasil dari proses, dan praktik audit termasuk faktor yang meredam ketidakakuratan, menurut penelitinya.

Implikasi praktisnya: catat bruto, tare, dan neto sekaligus, sertakan identitas timbangan dan waktu penimbangan, serta kurangi langkah salin-ketik sebisa mungkin dengan memakai antarmuka data pada timbangan. Lalu bandingkan neto dengan dokumen pemasok atau surat jalan, dan tandai selisih yang melewati toleransi yang Anda tetapkan sendiri.

Bagaimana urutan penimbangan palet yang mengurangi kelima kesalahan tersebut?

  1. Pastikan timbangan berada di lantai yang rata, bersih dari serpihan, dan tidak bergetar oleh lalu lintas forklift.
  2. Nyalakan timbangan, tunggu display stabil, dan periksa pembacaan nol tanpa beban.
  3. Periksa bahwa tanda tera atau sertifikat kalibrasi masih berlaku, dan catat identitas timbangan.
  4. Lakukan pemeriksaan berkala dengan beban uji yang massanya diketahui, di tengah dan di sisi kiri serta kanan, lalu bandingkan hasilnya.
  5. Pastikan muatan yang ditimbang berada di atas beban minimum timbangan.
  6. Tentukan tare: timbang dan tare palet kosong bila bobot palet bervariasi, atau gunakan nilai tare per jenis palet yang diperbarui berkala.
  7. Letakkan palet secara simetris di atas kedua batang atau titik tumpu, lalu jauhkan forklift sepenuhnya sebelum membaca.
  8. Tunggu angka stabil, lalu catat bruto, tare, dan neto.
  9. Pindahkan data melalui antarmuka timbangan bila tersedia, tanpa mengetik ulang.
  10. Bandingkan neto dengan dokumen serah-terima dan catat selisih yang melewati toleransi.

Kapan timbangan batang seperti Floor Scale PCE-SD 6000B relevan untuk gudang?

Kelima kesalahan di atas mengarah pada kebutuhan yang sama: timbangan dengan rentang kerja yang sesuai muatan sehari-hari, dapat diverifikasi, dan menghasilkan data yang mudah dicatat. Floor Scale PCE-SD 6000B adalah timbangan model batang dengan kapasitas 6.000 kg, resolusi 2 kg, dan beban minimum 40 kg. Nilai skala verifikasinya 2 kg, sehingga rentang penuhnya mencakup 3.000 interval skala, dan konstruksinya dirancang agar dapat diverifikasi hingga kelas akurasi III (M III).

Alih-alih satu platform tetap, timbangan ini terdiri atas dua batang beban yang dihubungkan kabel sepanjang 4 m, sehingga batang dapat diposisikan mengikuti ukuran palet, termasuk palet non-standar, maupun benda panjang. Hasil timbang tampil pada display LED setinggi digit 20 mm di ujung kabel 3 m, yang dapat diletakkan di meja atau dipasang di dinding. Waktu settling di bawah 3 detik membantu operator membaca angka stabil dengan cepat.

ParameterSpesifikasi
Kapasitas maksimum6.000 kg
Resolusi dan nilai skala verifikasi (e)2 kg
Beban minimum40 kg
Kelas akurasiDapat diverifikasi hingga kelas III (M III)
Settling timeKurang dari 3 detik
TareTare ganda pada seluruh rentang timbang; nilai tare dapat disimpan
FungsiPenjumlahan, counting, tampilan min/maks, filter (waktu reaksi) dapat diatur, perbandingan persentase, penentuan toleransi min/ok/maks, tombol bruto/neto
Satuankg, pcs, lb
AntarmukaRS-232 dua arah; antarmuka opsional seperti USB atau LAN
Suhu operasi-10 sampai +40 °C
ProteksiIP 54
Daya~230 V, 50 Hz, 8 VA
Bobot70 kg

Spesifikasi itu berkaitan langsung dengan kesalahan yang dibahas. Beban minimum 40 kg dan interval 2 kg menentukan rentang muatan yang paling masuk akal, yaitu palet, drum, dan material berbobot puluhan hingga ribuan kilogram. Posisi batang yang dapat diatur membantu menjaga penempatan beban tetap simetris. Nilai tare yang dapat disimpan, tare ganda, dan tombol bruto/neto membantu memisahkan bobot palet dari bobot muatan. Penentuan toleransi min/ok/maks mempermudah pemeriksaan kisaran bobot, sedangkan fungsi penjumlahan dan antarmuka RS-232 mengurangi langkah salin-ketik. Perangkat lunak untuk transfer data ke PC tersedia sebagai opsi.

Predikat dapat diverifikasi menyangkut desain dan kelas akurasi timbangan. Untuk penggunaan di Indonesia, tera dan tera ulang tetap dilakukan melalui Unit Metrologi Legal setempat sesuai ketentuan yang dibahas sebelumnya. Spesifikasi lengkap dan opsi antarmuka dapat dilihat pada halaman Floor Scale PCE-SD 6000B.

Kesimpulan

Kerugian penimbangan di gudang hampir selalu merupakan akumulasi, bukan peristiwa tunggal. Selisih 1 atau 2 kg yang terulang di setiap palet menjadi jutaan rupiah per bulan, dan semakin besar bila selisihnya sistematis.

Kelima kesalahan yang dibahas punya akar yang sama: angka di layar diperlakukan sebagai fakta, padahal ia hasil pengukuran dengan batas yang jelas. Batas itu berupa beban minimum, posisi beban, bobot tare yang berubah, status tera, dan cara angka dicatat.

Langkah pengendaliannya sederhana dan bisa dimulai minggu ini: tetapkan beban minimum per timbangan, jadwalkan pemeriksaan posisi dengan beban uji, kelola nilai tare, pastikan status tera sesuai penggunaan, dan kurangi penyalinan manual. Bila muatan harian Anda berupa palet dan material panjang, timbangan batang PCE-SD 6000B menyediakan rentang dan fungsi pencatatan yang sejalan dengan kebutuhan tersebut.

Angka di layar adalah hasil pengukuran, bukan kepastian. Ia baru bisa dipercaya setelah batas, posisi, tare, status, dan pencatatannya diperiksa.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa beban minimum yang sebaiknya ditimbang pada timbangan kelas III?

Untuk kelas III, kapasitas minimum ditetapkan 20 e. Pada timbangan dengan e = 2 kg, beban minimumnya 40 kg. Di bawah batas itu timbangan masih menampilkan angka, tetapi kesalahan relatifnya dapat berlebihan dan angkanya tidak boleh dipakai untuk perhitungan legal.

Apakah timbangan gudang wajib ditera?

Bergantung pada penggunaannya. Timbangan yang dipakai menentukan hasil penimbangan untuk menyerahkan atau menerima barang termasuk dalam kegiatan yang timbangannya wajib ditera dan ditera ulang menurut Permendag No. 67 Tahun 2018. Timbangan yang hanya dipakai kontrol internal di lingkungan perusahaan yang tidak terbuka untuk umum dapat diajukan pembebasan dari tera ulang. Konfirmasikan statusnya ke Unit Metrologi Legal setempat.

Apakah sertifikat kalibrasi menggantikan tera?

Keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda. Tera adalah pengesahan metrologi legal oleh Unit Metrologi Legal dengan pembubuhan tanda tera. Kalibrasi membandingkan penunjukan timbangan dengan standar acuan untuk mengetahui penyimpangannya. Sertifikat kalibrasi berguna untuk pengendalian mutu internal, tetapi tidak otomatis menggantikan kewajiban tera pada penggunaan yang diatur.

Berapa penyimpangan yang masih diizinkan pada timbangan kelas III?

Pada verifikasi awal, batasnya ±0,5 e sampai 500 e, ±1,0 e di atas 500 sampai 2.000 e, dan ±1,5 e di atas 2.000 sampai 10.000 e. Saat timbangan digunakan, batasnya dua kali lipat. Pada e = 2 kg, besaran ini berkisar ±1 sampai ±3 kg pada verifikasi awal dan ±2 sampai ±6 kg saat digunakan.

Mengapa angka berubah ketika palet digeser?

Pada timbangan dengan beberapa titik tumpu, posisi beban menentukan porsi yang diterima tiap titik. Karena itu pengujian timbangan platform mencakup shift test, dan penempatan beban yang konsisten penting untuk membandingkan dua hasil timbang.

Perlukah palet kosong ditimbang setiap kali?

Tidak selalu. Bila palet seragam dan kondisi penyimpanan stabil, tare per jenis palet yang diperbarui berkala sudah cukup. Untuk palet kayu di area lembap, bobot kosong dapat bergeser sekitar 2 kg per palet dalam contoh ilustrasi di atas, sehingga pemeriksaan sampel palet atau tare per palet lebih aman.

Apakah Floor Scale PCE-SD 6000B dapat mengirim data ke komputer?

Ya. Timbangan ini memiliki antarmuka RS-232 dua arah untuk transfer data ke PC, dan antarmuka opsional seperti USB atau LAN tersedia sesuai konfigurasi. Perangkat lunak untuk timbangan batang ini juga tersedia sebagai opsi.

Apa fungsi penentuan toleransi min/ok/maks?

Fungsi ini memungkinkan pengguna menetapkan batas bobot bawah dan atas, lalu timbangan menunjukkan apakah bobot yang ditimbang berada di bawah batas, dalam toleransi, atau di atas batas. Fungsi ini berguna untuk pemeriksaan kisaran bobot muatan yang seragam.

Sumber dan Referensi

  1. Menteri Perdagangan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 67 Tahun 2018 tentang Alat-Alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya yang Wajib Ditera dan Ditera Ulang. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 811. https://peraturan.go.id/files/bn811-2018.pdf
  2. Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa. Directive 2014/31/EU tentang harmonisasi peraturan mengenai penyediaan instrumen penimbang bukan otomatis di pasar, Annex I, bagian 4 (Accuracy). https://legislation.gov.uk/eudr/2014/31/annex/I/division/2/division/4
  3. NIST Office of Weights and Measures. Making Sense of “Min” Marking on Class I and II Scales. OWM Connections, Vol. 10 No. 3, Oktober 2020. https://www.nist.gov/document/036-making-sense-min-marking-class-i-and-ii-scales
  4. Cook, S. (September 2007). New Shift Test Loads and Test Patterns for Platform Scales with Less than Three Sections. NIST. https://www.nist.gov/system/files/documents/2017/05/09/A_027.pdf
  5. NIST. Handbook 44 (2026), Section 2.20 Scales: User Requirements (UR.2.4 Foundation, Supports, and Clearance; UR.4.2 Level Condition). https://www.nist.gov/document/2026-nist-handbook-44-section-220-word
  6. Glass, S.V. dan Zelinka, S.L. (2021). Chapter 4: Moisture relations and physical properties of wood. Dalam: Wood Handbook, General Technical Report FPL-GTR-282. USDA Forest Service, Forest Products Laboratory. https://research.fs.usda.gov/treesearch/62243
  7. DeHoratius, N. dan Raman, A. (2008). Inventory Record Inaccuracy: An Empirical Analysis. Management Science, 54(4), 627-641. https://doi.org/10.1287/mnsc.1070.0789

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.