Di puncak tangki aerasi sebuah instalasi pengolahan air limbah (WWTP), operator kerap harus memutuskan kapan menyalakan sistem penutup bau dan kapan alarm kebocoran kimia perlu diaktifkan. Keputusan ini sering bergantung pada arah dan kecepatan angin—terlambat beberapa menit saja, bau bisa menyebar ke permukiman atau gas korosif dapat terbawa ke area kerja. Situasi seperti ini memerlukan sensor angin yang stabil, tahan cuaca, dan mudah diintegrasikan ke pencatat data atau logger yang sudah ada.
Solusi praktisnya adalah memakai transmiter kecepatan angin berbasis cup anemometer yang memberikan keluaran pulsa. Keluaran ini sederhana untuk dihubungkan ke data logger, PLC, atau sistem peringatan. Dengan pembacaan yang konsisten, operator bisa membuat aturan otomatis (misalnya, aktifkan scrubber bila angin > 5 m/s menuju permukiman).
Air Flow Meter KWG1—sebuah basic wind transmitter dari PCE Instruments—yang dirancang khusus untuk kompatibel dengan PCE-WL1 dan PCE-WL2 Wind Logger, namun juga mudah diintegrasikan ke sistem lain berkat sinyal pulsa universal.
Teknologi dari produk KWG1
Prinsip kerja KWG1 adalah cup anemometer. Tiga mangkuk (cup) berputar saat tertiup angin; laju putarannya berbanding lurus dengan kecepatan angin. Putaran ini diterjemahkan menjadi rangkaian pulsa listrik dengan frekuensi tertentu (Hz). Semakin cepat angin, semakin tinggi frekuensinya. Data logger kemudian mengonversi frekuensi ini ke satuan m/s melalui faktor kalibrasi.
Keunggulan pendekatan cup anemometer terletak pada respons yang stabil untuk berbagai arah angin tanpa perlu orientasi khusus. Berbeda dengan vane atau propeller yang sensitif arah, cup anemometer menangkap energi angin dari segala arah horizontal sehingga cocok untuk stasiun cuaca umum, monitoring di atap pabrik, maupun area terbuka pada IPAL. Untuk jangka panjang, mekanisme mekanik-sederhana plus opsi pemanas (heating) membuat sensor tetap bekerja pada kondisi dingin/embun beku ringan, sehingga data deret waktu (time series) Anda lebih utuh tanpa banyak missing data.
Dibanding pendekatan “perhitungan tidak langsung” seperti memperkirakan aliran udara dari tekanan kipas atau mengira-ngira dari bau yang tercium, pengukuran kecepatan angin dengan sensor fisik memberikan bukti kuantitatif. Data ini bisa dihubungkan ke model dispersi, SOP keselamatan, atau audit lingkungan. Pada konteks QA/QC riset lapangan, pilihan sinyal pulsa 0–100 Hz juga memudahkan sinkronisasi dengan pencatat data ber-channel digital—lebih andal dan hemat daya daripada sensor analog aktif.
Spesifikasi dan fitur product
Air Flow Meter KWG1 adalah transmiter kecepatan angin “basic” dengan keluaran pulsa dan opsi pemanas, dirancang PCE Instruments untuk dipasangkan dengan wind logger PCE-WL1 dan PCE-WL2. Rentang ukurnya 0,9 hingga 40 m/s dengan akurasi tipikal ±0,5 m/s atau 5% dari nilai ukur. Untuk kondisi sementara (gust), unit ini masih dapat menahan beban angin hingga 60 m/s.
Apa yang membuatnya istimewa? Pertama, integrasi mulus dengan PCE-WL1/WL2 sehingga pengguna cukup “plug and measure”. Kedua, desain sederhana-robust dengan bracket pemasangan, perlindungan IP54, serta opsi pemanas 24 V AC/DC yang mencegah pembekuan ringan—mengurangi downtime saat hujan dingin atau embun. Ketiga, sinyal pulsa universal (0–100 Hz) memudahkan integrasi ke PLC, SCADA, atau logger merek lain yang menerima input frekuensi—menjadikan KWG1 fleksibel untuk banyak sektor.
Desain dan ergonomi
Secara fisik, KWG1 menggunakan bodi anemometer tipe cup dengan diameter sekitar 134 mm dan tinggi total 160 mm. Beratnya sekitar 300 gram—cukup ringan untuk dipasang di tiang stasiun cuaca, atap gedung, atau railing tangki. Paket standar menyertakan kabel koneksi (pilihan 3 m atau 15 m, tipe LiYY 4 x 0,5 mm²) yang memudahkan penarikan ke logger terdekat. Bracket pemasangan disediakan untuk meminimalkan getaran serta memastikan orientasi tegak yang stabil.
Sumber daya fokus pada dua bagian: rangkaian sensor (keluaran pulsa pasif) dan sistem pemanas opsional. Heating bekerja pada 24 V DC/AC hingga 1 A. Di negara tropis, pemanas jarang dipakai; namun pada dataran tinggi/dini hari berkabut, pemanas membantu mencegah kondensasi dan icing ringan pada mangkuk. Kelas perlindungan IP54 berarti tahan debu terbatas dan percikan air dari segala arah—cukup untuk instalasi luar ruang bila dipasang dengan benar.
Batas lingkungan operasi tercatat pada 25 hingga +60 °C untuk kondisi bebas es. Untuk keandalan lapangan, hindari pemasangan terlalu dekat dengan dinding, cerobong, atau kipas yang menghasilkan turbulensi lokal. Gunakan tiang setidaknya 2 m di atas permukaan atap dan jauh 10 kali tinggi objek terdekat untuk meminimalkan bias.
Antarmuka dan pengalaman pengguna
KWG1 sendiri adalah transmiter; tidak ada layar built-in. Pengalaman pengguna banyak bergantung pada perangkat logging yang dipasangkan—misalnya PCE-WL1 atau PCE-WL2. Dengan logger tersebut, sinyal 0–100 Hz dari KWG1 diterjemahkan menjadi m/s, kemudian disimpan sebagai deret waktu. Pengguna mengatur interval sampling, alarm, dan ekspor data melalui antarmuka logger.
Kelebihan pendekatan ini: sensor tetap sederhana, tahan lama, dan hemat daya karena tidak ada bagian elektronik visual yang terpapar cuaca. Di sisi lain, pengguna bebas memilih logger sesuai kebutuhan—mulai dari sistem portabel untuk survei singkat hingga integrasi SCADA untuk operasi pabrik. Fitur kualitas hidup seperti auto-off, memori data, atau tampilan backlight sepenuhnya mengikuti kemampuan logger pendamping.
Fitur-fitur cerdas/unggulan
Berikut fitur kunci KWG1 dan manfaat praktisnya:
-
Keluaran pulsa 0–100 Hz
Memungkinkan penghitungan kecepatan angin yang presisi lewat konversi frekuensi. Universal untuk dihubungkan ke input digital/PLC, sehingga integrasi cepat dan biaya rendah. -
Rentang ukur 0,9–40 m/s, tahan beban sementara hingga 60 m/s
Cakupan memadai dari kondisi angin lembut sampai kencang. Berguna untuk pemantauan operasi harian maupun event badai/angin kencang di area industri. -
Akurasi ±0,5 m/s atau 5% dari nilai ukur
Memberikan dasar keputusan yang konsisten bagi QA/QC, riset iklim mikro di kampus, dan pengendalian emisi/odor di IPAL. -
Opsi pemanas 24 V DC/AC (maks. 1 A)
Mengurangi icing/embun pada mangkuk sehingga data di pagi hari atau cuaca lembap tetap terekam. -
Perlindungan IP54 dan bracket pemasangan
Ketahanan terhadap percikan air dan debu ringan; instalasi cepat, maintenance rendah. -
Kompatibel dengan PCE-WL1 dan PCE-WL2
Bagi pengguna ekosistem PCE, proses setup menjadi plug-and-play sekaligus menjaga konsistensi format data.
Manfaat praktisnya: penghematan waktu instalasi, konsistensi audit (karena frekuensi→m/s sederhana dan repeatable), meminimalkan salah baca (sensor otomatis), serta efisiensi sampling jangka panjang untuk pemantauan tren dan pelaporan.
Kontrol eksternal dan integrasi sistem
KWG1 mengirimkan sinyal pulsa ke logger atau kontroler eksternal. Pada konfigurasi umum:
-
KWG1 → PCE-WL1/WL2 Wind Logger → Ekspor data ke PC (mis. via USB) → Analisis di spreadsheet (Excel) atau sistem LIMS/SCADA.
-
KWG1 → Input frekuensi PLC → Logika kontrol (mis. aktifkan scrubber bila >5 m/s) → Historian SCADA untuk trend & audit.
Format ekspor mengikuti perangkat logger/SCADA yang digunakan, umumnya CSV atau langsung ke database. Alur ini memberi fleksibilitas dan skalabilitas: mulai dari studi lingkungan skala laboratorium hingga pemantauan permanen pabrik.
Spesifikasi teknis lengkap
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Keluaran | 0…100 Hz (pulsa) |
| Rentang pengukuran | 0,9…40 m/s |
| Akurasi | ±0,5 m/s atau 5% dari nilai ukur |
| Beban angin (sementara) | Maks. 60 m/s |
| Beban kontak | 10 VA, maks. 42 V DC, maks. 0,4 A |
| Pemasangan | Mounting bracket |
| Pemanas | Maks. 24 V DC/AC, 1 A |
| Suhu lingkungan | 25…+60 °C (kondisi bebas es) |
| Kabel (opsi) | 3 m; LiYY 4 × 0,5 mm² / 15 m; LiYY 4 × 0,5 mm² |
| Kelas perlindungan | IP54 |
| Dimensi | Ø 134 × 160 mm |
| Berat | ±300 g |
| Kompatibilitas | PCE-WL1, PCE-WL2 |
| Isi pengiriman | 1× KWG1, 1× lembar data |
Penjelasan awam: frekuensi 0–100 Hz dapat dibayangkan seperti “ketukan” yang semakin cepat saat angin bertambah kencang. Logger menghitung berapa banyak ketukan per detik lalu mengalikan dengan faktor kalibrasi untuk mendapatkan m/s. Perlindungan IP54 berarti sensor tahan debu terbatas dan percikan; cocok di luar ruang asalkan tidak disemprot langsung bertekanan tinggi. Rentang 0,9–40 m/s mencakup angin sepoi (sekitar 1 m/s) hingga angin kencang (40 m/s ~ 144 km/jam).
Panduan memilih komponen tambahan
Tabel ringkas rentang kecepatan angin & contoh aplikasi
| Rentang angin (m/s) | Istilah cuaca | Contoh aplikasi lapangan |
|---|---|---|
| 0,5–2 | Angin ringan | Validasi ventilasi alami di greenhouse/ruang budidaya |
| 2–6 | Sejuk–sedang | Pengaturan operasi penutup bau WWTP; evaluasi kenyamanan kerja luar ruang |
| 6–12 | Sedang–kencang | Alarm keselamatan penanganan bahan kimia volatil; uji dispersi bau |
| 12–25 | Kencang | Penilaian risiko di atap pabrik; keputusan penghentian sementara pekerjaan ketinggian |
| 25–40 | Sangat kencang | Peringatan badai lokal; pengamanan peralatan dan banner/penutup |
| >40 (beban sementara) | – | Daya tahan mekanik; data gust untuk analisis ekstrem |
Aksesori yang umum dipasangkan
-
Wind logger PCE-WL1 atau PCE-WL2 (untuk rekam data & ekspor ke PC)
-
Tiang mount + clamp stainless
-
Kabel perpanjangan LiYY 4 × 0,5 mm² (3 m atau 15 m)
-
Catu daya 24 V untuk pemanas (jika dibutuhkan)
-
Perangkat SCADA/PLC untuk alarm otomatis
Faktor yang memengaruhi hasil
-
Ketinggian pemasangan dan jarak dari objek (turbulensi)
-
Kondisi permukaan (atap berundak, pepohonan)
-
Perawatan berkala (pembersihan cup dari debu/serangga)
-
Kondensasi/embun; gunakan pemanas bila perlu
-
Kalibrasi faktor konversi pada logger sesuai sensor
Panduan cara menggunakan produk langkah demi langkah
Skenario: pengendalian dispersi bau di IPAL kota yang berdekatan dengan permukiman.
-
Survei lokasi
Pilih titik pemasangan yang representatif terhadap arah datang angin ke permukiman. Pastikan jarak dari halangan minimal 10 kali tinggi objek terdekat; tinggi pemasangan ±2 m di atas atap atau platform. -
Pemasangan KWG1
Pasang bracket pada tiang stainless. Pastikan poros vertikal lurus. Kencangkan baut agar tidak ada getaran. Pasang kabel LiYY 4×0,5 mm² menuju panel logger terlindung cuaca. -
Koneksi ke logger
Hubungkan keluaran pulsa KWG1 ke input frekuensi PCE-WL1/PCE-WL2 atau PLC. Jika memakai pemanas, sambungkan suplai 24 V DC/AC terpisah melalui sakelar atau kontrol termostat sederhana. -
Konfigurasi logger
Atur faktor kalibrasi untuk mengonversi frekuensi→m/s sesuai rekomendasi PCE. Tentukan interval logging (mis. 1–5 s untuk alarm, 1 min untuk tren). Aktifkan alarm saat >5 m/s bila arah menuju permukiman (arah angin dapat ditentukan oleh sensor arah terpisah bila dibutuhkan). -
Uji fungsi
Lakukan uji hembus (fan atau berjalan cepat membawa sensor) untuk memastikan frekuensi terbaca. Periksa file log/layar untuk melihat nilai m/s. -
Operasi harian
Monitor tren harian dan hubungkan ke jadwal operasi penutup bau atau scrubber. Terapkan aturan: naikkan laju scrubber saat kecepatan angin tinggi pada jam sensitif (pagi/sore). -
Perawatan
Periksa kebersihan cup tiap 1–2 bulan. Pastikan baut tetap kencang, kabel tidak getas, dan pemanas berfungsi saat musim hujan/dingin. Catat setiap servis pada log perawatan. -
Pelaporan
Ekspor data ke CSV dari logger, olah di Excel untuk grafik harian/mingguan. Gunakan data ini untuk audit lingkungan atau komunikasi ke warga mengenai langkah mitigasi bau berbasis data.
Kesimpulan dan rekomendasi
KWG1 memberikan kombinasi penting bagi pemantauan angin industri dan riset: sensor cup anemometer yang sederhana, keluaran pulsa universal, opsi pemanas, serta integrasi rapi dengan PCE-WL1/WL2. Rentang 0,9–40 m/s dengan akurasi ±0,5 m/s atau 5% sudah memadai untuk sebagian besar kebutuhan WTP/WWTP, laboratorium lingkungan, kampus, hingga pabrik kimia yang memerlukan alarm berbasis kondisi angin.
Bila Anda membutuhkan sistem siap pakai dengan rekaman data dan ekspor, padukan KWG1 dengan PCE-WL1 atau PCE-WL2. Jika workflow Anda berbasis PLC/SCADA, sinyal 0–100 Hz mempermudah integrasi dan otomasi alarm. Untuk lokasi pegunungan/berembun, pertimbangkan opsi pemanas 24 V agar data dini hari tetap stabil.
Secara ringkas, KWG1 cocok untuk:
-
Operator WWTP/WTP yang membutuhkan kontrol dispersi bau dan keselamatan kerja
-
Laboratorium riset iklim mikro/teaching lab untuk praktikum anemometri
-
Industri proses & kimia untuk logika interlock keselamatan berbasis angin
-
F&B dan farmasi yang memantau ventilasi atap area produksi
-
Pertanian/akuakultur untuk memantau ventilasi alami dan kondisi cuaca harian
FAQ singkat
-
Apakah KWG1 bisa berdiri sendiri tanpa logger?
KWG1 adalah transmiter; perlu logger/PLC yang membaca pulsa 0–100 Hz untuk menampilkan m/s dan menyimpan data. -
Apakah sensor ini mengukur arah angin?
Tidak. KWG1 mengukur kecepatan angin. Untuk arah, gunakan sensor vane terpisah dan gabungkan di logger. -
Kapan saya perlu mengaktifkan pemanas?
Saat lokasi sering berkabut, lembap, atau berpotensi icing ringan. Di dataran rendah tropis, pemanas biasanya tidak diperlukan. -
Apakah KWG1 tahan hujan deras?
Dengan IP54, sensor tahan percikan dari segala arah. Hindari semprotan tekanan tinggi langsung. Pastikan pemasangan benar agar air tidak masuk ke koneksi. -
Bisakah diintegrasikan ke SCADA pabrik?
Ya. Hubungkan output pulsa ke input frekuensi PLC, kemudian kirim ke SCADA/Historian untuk alarm, trend, dan laporan.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan kecepatan angin dalam mendukung keselamatan, kepatuhan lingkungan, dan optimasi proses Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti Air Flow Meter KWG1 beserta perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengotomasi kontrol emisi, meningkatkan akurasi keputusan operasional, dan memenuhi standar tertinggi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemantauan angin untuk utilitas dan proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Air Flow Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 45
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 45
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 30
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter Flow Hoods PCE-VA 20-SET-ICA incl. ISO Calibration
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter Flow Hoods PCE-VA 20-SET-ICA incl. ISO Calibration
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-HVAC 2-ICA with ISO Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-HVAC 2
Lihat Produk★★★★★ -

Air Flow Meter PCE-WSAC 50-210
Lihat Produk★★★★★
Referensi
-
Laksono, H. P., & Rachmanto, T. A. (2019). ANALISIS PEMODELAN DISPERSI CO BERDASARKAN ARAH DAN KECEPATAN ANGIN DI KOTA PROBOLINGGO. Jurnal Envirotek, 11(2), 9–13. Retrieved from https://envirotek.upnjatim.ac.id/index.php/envirotek/article/download/7/110
-
Sarwono, E., Fitriani, N., & Subandi, S. (2021). ANALISIS DISPERSI EMISI SO₂ DAN NO₂ DARI PLTU MENGGUNAKAN METODE GAUSSIAN DAN PETA WINDROSE. Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL, 5(2), 17–34. Retrieved from https://e-journals.unmul.ac.id/index.php/TL/article/download/7085/3981














