Di banyak laboratorium QA/QC, riset, maupun teaching lab, ada satu keluhan klasik: pH meter sudah canggih, tapi hasil pengukuran untuk sampel volume kecil sering tidak stabil dan boros sampel. Farmasi dan biotek harus menguji pH formulasi uji stabilitas yang hanya tersedia beberapa ratus mikroliter. Laboratorium air minum dan air limbah kerap bekerja dengan sampel hasil fraksinasi atau filtrasi yang volumenya terbatas. Di pabrik minuman, dairy, dan kosmetik, sampel kontrol proses sering dikumpulkan di tabung reaksi kecil agar efisien, tetapi sensor pH standar berdiameter besar sulit masuk tanpa menyentuh dinding tabung.
Akibatnya, teknisi harus:
-
Memindahkan sampel ke beaker lebih besar.
-
Menambah volume dengan air atau buffer, yang berisiko mengubah pH asli.
-
Mengulang pengukuran karena pembacaan lambat stabil atau terpengaruh gelembung udara.
Semua itu berarti waktu analisis lebih lama, konsumsi sampel meningkat, dan ketidakpastian data bertambah. Di industri proses, keterlambatan data bisa menghambat keputusan di lini produksi; sementara di laboratorium akademik dan riset, sampel berharga (misalnya kultur sel atau ekstrak biologis) sering tidak bisa diganti.
Di sisi lain, tim QA/QC dituntut menghasilkan data yang dapat diaudit, konsisten dari hari ke hari, dan dapat dibandingkan antarlaboratorium. Dengan elektroda pH general purpose yang berdiameter besar, pengukuran di tabung sempit dan microtube menjadi kompromi: bisa dilakukan, tetapi sulit diulang dengan kondisi yang benar-benar sama.
Di sinilah kebutuhan akan elektroda pH khusus mikro-volume muncul: sensor yang ramping, respons cepat, bisa masuk ke tabung reaksi kecil tanpa mengganggu sampel, namun tetap tangguh untuk pemakaian harian di lingkungan industri maupun akademik.
Teknologi Elektroda Kaca Mikro-Volume dan Junction Keramik pada P13
P13 adalah elektroda pH kaca laboratorium yang dirancang khusus untuk mengukur sampel mikro-volume di tabung reaksi dan wadah sempit lainnya. Secara prinsip, P13 bekerja seperti elektroda pH kaca pada umumnya: ujung bulatnya terbuat dari kaca sensitif pH yang menghasilkan potensial listrik berbeda sesuai aktivitas ion hidrogen (H⁺) dalam larutan. Potensial ini dibandingkan dengan elektroda referensi Ag/AgCl (perak/klorida perak) di dalam badan sensor, lalu dibaca dan dikonversi menjadi nilai pH oleh pH meter yang terhubung.
Keistimewaan teknologi P13 terletak pada beberapa hal:
-
Menggunakan referensi Ag/AgCl single junction dengan liquid junction berbahan frit ceramic, yang bertugas “menghubungkan” elektrolit internal dengan sampel. Struktur frit ceramic yang berpori halus membantu menjaga aliran elektrolit stabil sambil meminimalkan clogging sehingga sinyal tetap konsisten dalam jangka panjang.
-
Kaca sensitif pH di ujungnya dibentuk sangat ramping, dengan diameter sekitar 4,3 mm, sehingga dapat masuk ke tabung sempit dan volume sampel yang sedikit.
-
Kisaran pengukuran luas, dari 0 hingga 14 pH, sehingga dapat digunakan di berbagai aplikasi: dari larutan sangat asam sampai basa kuat.
Secara praktis, pendekatan menggunakan elektroda pH kaca seperti P13 memiliki beberapa keunggulan dibanding metode kasar seperti kertas pH atau indikator warna:
-
Hasil berupa angka pH yang presisi, bukan sekadar kisaran.
-
Dapat dikalibrasi secara rutin menggunakan buffer standar, sehingga dapat ditelusur secara metrologi.
-
Dikombinasikan dengan pH meter yang tepat, pengukuran bisa terekam otomatis untuk keperluan audit dan trending.
Untuk jangka panjang, penggunaan elektroda dengan junction keramik yang dapat direhidrasi dan dirawat dengan prosedur standar (pembersihan, perendaman KCl 3M, dan reaktivasi bila mengering) membantu laboratorium menjaga konsistensi data tanpa sering mengganti sensor. Panduan perawatan resmi menekankan pentingnya penyimpanan dalam larutan KCl 3M atau buffer pH 4, serta prosedur aktivasi ulang menggunakan HCl dan NaOH encer jika membran mengering.
Mengapa P13 Menonjol di Kategori Elektroda pH Mikro-Volume
P13 diproduksi oleh Bante Instruments sebagai bagian dari seri elektroda kaca laboratorium P Series. Dalam brosur resmi, P13 secara eksplisit disebut sebagai “glass pH electrode, suitable for measuring the micro-volume samples”. Ini membedakannya dari model lain di seri yang sama, misalnya P11 untuk larutan umum atau P15 untuk larutan berkonduktivitas rendah.
Beberapa poin yang membuat P13 istimewa untuk pengguna di berbagai sektor:
-
Dirancang untuk mikro-volume dan test tube: diameter sensor sekitar 4,3 mm dan panjang total 90 mm membuatnya ideal untuk tabung reaksi kecil dan vial sempit, di mana elektroda standar 12 mm terlalu besar.
-
Mendukung rentang suhu pengukuran yang luas, 0 hingga 100 °C (32–212 °F). Ini memungkinkan penggunaan di aplikasi yang memerlukan pengukuran pada suhu tinggi, seperti beberapa proses kimia atau pengujian sampel yang baru saja disterilisasi.
-
Menggunakan konektor BNC standar dengan kabel 1 m, sehingga kompatibel dengan berbagai pH meter laboratorium dari banyak produsen, selama menggunakan konektor BNC.
-
Dalam lembar spesifikasi pemasaran, P13 diklaim memiliki waktu respons sekitar 95% dalam 30 detik, yang cukup cepat untuk pekerjaan rutin QA/QC tanpa mengorbankan akurasi.
Untuk laboratorium air minum, air limbah, F&B, farmasi, maupun kosmeseutikal, keunggulan utama P13 bukan sekadar angka teknis, tetapi kombinasi antara bentuk ramping, kemampuan bekerja di suhu tinggi, dan desain referensi yang familiar (Ag/AgCl single junction). Artinya, teknisi yang sudah terbiasa dengan elektroda pH kaca umum tidak perlu belajar ulang dari nol, hanya menyesuaikan prosedur penanganan untuk sensor yang lebih kecil dan sensitif.
Desain Fisik dan Ergonomi untuk Kerja Harian di Laboratorium
Secara fisik, P13 mengusung desain yang sederhana dan fungsional, khas elektroda pH laboratorium:
-
Badan elektroda terbuat dari kaca, memberikan ketahanan kimia yang baik terhadap banyak jenis larutan laboratorium.
-
Panjang total sekitar 90 mm dengan diameter hanya 4,3 mm, sehingga tampak ramping dan mudah masuk ke tabung reaksi dan vial kecil.
-
Ujung bawah berisi membran kaca sensitif pH, sementara bagian atas terhubung ke kabel koaksial 1 m yang berakhir pada konektor BNC.
Beberapa versi informasi pemasaran menyebut berat sekitar 65 g, sehingga cukup ringan untuk dipegang lama saat melakukan serangkaian pengukuran. Diameter yang kecil membuat P13 nyaman digenggam seperti bolpoin, memudahkan teknisi melakukan manuver halus ketika mengukur sampel di rak tabung reaksi yang rapat.
Karena P13 adalah elektroda pasif, tidak ada tombol atau catu daya di dalamnya. Sumber daya listrik berasal dari pH meter yang terhubung; ini berarti tidak ada baterai yang perlu diganti ataupun adaptor tambahan. Dari sisi ketahanan mekanik, badan kaca membuat pengguna perlu berhati-hati terhadap benturan. Untuk pemakaian lapangan (misalnya di WTP/WWTP atau kolam budidaya), P13 sebaiknya dipasangkan dengan pelindung (probe holder atau guard) dan digunakan di area yang relatif terkendali.
Batas lingkungan operasi sensor mengikuti rentang suhu operasinya, yaitu 0–100 °C untuk bagian yang kontak dengan sampel. Namun, faktor kenyamanan operator dan spesifikasi pH meter tetap perlu diperhatikan. Informasi mengenai IP rating (tahan air/debu) tidak dicantumkan dalam dokumen resmi yang tersedia, sehingga penggunaan di lingkungan sangat basah atau berdebu sebaiknya dilakukan dengan perlindungan tambahan dan mengikuti rekomendasi pH meter yang digunakan.
Pengalaman Pengguna Saat Mengoperasikan P13 Bersama pH Meter
Walaupun P13 sendiri tidak memiliki layar atau antarmuka, pengalaman pengguna sangat ditentukan oleh cara elektroda ini berinteraksi dengan pH meter yang terhubung. Proses tipikal di lapangan umumnya seperti berikut:
-
Konektor BNC dari P13 dipasang pada port pH meter. Desain BNC yang “klik” memberikan rasa aman bahwa koneksi sudah terkunci.
-
Sebelum pengukuran, pelindung ujung elektroda dibuka. Dokumen pengguna merekomendasikan untuk membilas membran kaca dengan air suling, lalu menghilangkan gelembung udara di dalam membran dengan mengibaskan elektroda seperti termometer klinis.
-
Setelah dikalibrasi menggunakan buffer standar (misalnya pH 4, 7, dan 10), P13 siap digunakan di sampel.
Selama pengukuran, operator memasukkan ujung P13 ke dalam sampel di tabung reaksi atau microtube, kemudian mengaduk perlahan agar kontak membran dengan sampel merata. Panduan resmi menyarankan untuk “stir gently” dan menunggu hingga bacaan stabil sebelum mencatat nilai pH.
Dari sisi kenyamanan:
-
Diameter kecil membuat P13 mudah masuk ke rak tabung tanpa menyenggol dinding, mengurangi risiko pecah atau kontaminasi silang.
-
Kabel 1 m cukup fleksibel untuk penggunaan di meja kerja biasa tanpa terasa mengganggu.
Fitur-fitur seperti Auto-Hold, auto-off, atau memori data biasanya berada di pH meter, bukan pada P13. Namun, karena konektornya standar, P13 dapat dipasangkan dengan pH meter modern yang memiliki fitur-fitur tersebut—mulai dari penyimpanan ratusan data, ekspor ke USB/PC, hingga integrasi ke LIMS. Praktisnya, P13 menjadi “mata” yang sensitif terhadap pH, sementara pH meter menjadi “otak” yang mengatur tampilan dan pencatatan data.
Keunggulan Fungsional yang Paling Terasa di Lapangan
Bila dilihat dari kacamata pengguna, keunggulan P13 bisa dirangkum ke dalam beberapa manfaat praktis:
-
Hemat sampel
Karena diameter ujung hanya sekitar 4,3 mm, P13 bisa bekerja dengan volume sampel yang jauh lebih kecil dibanding elektroda standar. Untuk QA/QC farmasi, ini berarti batch kecil uji riset tidak perlu disisihkan banyak hanya untuk pengukuran pH. -
Lebih mudah mengakses lokasi sempit
Di pengolahan air, kadang pH sampel diukur langsung dalam botol sampling kecil. Di teaching lab, mahasiswa sering bekerja dengan microtube atau vial kecil. P13 membuat akses ke wadah-wadah sempit tersebut lebih sederhana tanpa memindahkan sampel ke beaker besar. -
Stabilitas sinyal dan respon relatif cepat
Spesifikasi pemasaran menyebut waktu respons sekitar 95% dalam 30 detik, sehingga teknisi tidak perlu menunggu terlalu lama untuk setiap titik pengukuran. Ini penting ketika melakukan banyak titik sampling di jalur produksi minuman, dairy, atau instalasi air limbah. -
Fleksibilitas aplikasi suhu
Rentang 0–100 °C memungkinkan P13 digunakan pada sampel suhu rendah (air permukaan, kultur mikroba yang disimpan dingin) hingga sampel yang masih hangat setelah proses pemanasan atau sterilisasi. -
Perawatan yang terstandar
Panduan resmi menyajikan prosedur pembersihan untuk berbagai jenis kontaminan—dari garam yang mengendap, clogging pada junction, hingga prosedur reaktivasi bila membran mengering. Dengan mengikuti prosedur ini, umur pakai elektroda dapat diperpanjang dan biaya penggantian menjadi lebih terkontrol.
Bagi industri F&B, kosmetik, dan farmasi yang hidup dalam dunia audit dan validasi, keunggulan-keunggulan ini membantu menjaga konsistensi data pH tanpa harus mengganti desain sampling atau bejana uji yang sudah mapan.
Integrasi P13 dengan Sistem Pengukuran dan Manajemen Data
P13 sendiri tidak menyimpan atau mengirim data; ia adalah sensor pasif yang mengubah aktivitas ion H⁺ menjadi sinyal listrik. Namun, justru karena itu integrasinya sangat fleksibel. Konektor BNC standard membuka banyak kemungkinan:
-
Dapat dipasang pada pH meter bench-top di laboratorium QA/QC yang sudah terhubung ke PC melalui USB, RS-232, atau LAN.
-
Dapat digunakan pada pH meter portabel yang biasa dibawa teknisi ke instalasi pengolahan air, kolam akuakultur, atau area produksi.
Dengan memilih pH meter yang mendukung ekspor data ke Excel atau sistem LIMS, P13 otomatis menjadi bagian dari alur data yang terdokumentasi. Artinya, pengguna tidak perlu mengganti elektroda ketika melakukan upgrade sistem pencatatan: cukup memilih pH meter dengan fitur integrasi yang sesuai, sementara P13 tetap menjadi sensor utama yang melakukan kontak dengan sampel.
Untuk laboratorium yang sedang bertransisi ke workflow digital, pendekatan ini mengurangi biaya migrasi. Anda dapat mempertahankan elektroda spesialis seperti P13 yang terbukti cocok untuk sampel mikro, sambil bereksperimen dengan beberapa model pH meter hingga menemukan kombinasi yang paling pas dengan sistem pelaporan dan audit internal.
Spesifikasi Teknis P13
| Parameter | Nilai / Deskripsi |
|---|---|
| Model | P13 |
| Jenis | Elektroda pH kaca untuk sampel mikro-volume |
| Rentang pengukuran pH | 0 hingga 14 pH |
| Rentang suhu operasi | 0 hingga 100 °C (32–212 °F) |
| Referensi | Ag/AgCl, single junction |
| Liquid junction | Frit ceramic |
| Material badan | Kaca |
| Membran sensitif | Kaca sensitif pH |
| Diameter ujung | ± 4,3 mm |
| Panjang total | ± 90 mm |
| Kabel | 1 m (± 3,3 ft) |
| Konektor | BNC |
| Aplikasi khas | Sampel mikro-volume, larutan dalam tabung reaksi/test tubes |
| Rekomendasi penyimpanan | Direndam dalam larutan KCl 3M atau buffer pH 4.01 (tidak dalam air murni) |
| Pembersihan dasar | Bilas air suling, rendam dalam KCl 3M; prosedur khusus untuk deposit/ clogging |
Bagi pemula, angka-angka di atas bisa dibayangkan seperti ini: rentang pH 0–14 berarti P13 mampu “melihat” dari kondisi sangat asam seperti asam kuat pekat (pH mendekati 0) hingga basa kuat (pH mendekati 14). Rentang suhu 0–100 °C mirip dengan kemampuan sensor untuk bekerja dari air es hingga air mendidih. Diameter 4,3 mm kurang lebih seukuran isi bolpoin, sehingga wajar jika sensor ini terasa ramping ketika dimasukkan ke tabung reaksi.
Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Aksesori Pendukung
P13 hanyalah satu bagian dari sistem pengukuran pH lengkap. Untuk mengoptimalkan performanya, beberapa komponen tambahan dan aksesori berikut perlu dipertimbangkan.
pH Meter dan Buffer Kalibrasi
Untuk mencapai akurasi yang baik:
-
Pilih pH meter dengan resolusi setidaknya 0,01 pH dan mendukung kalibrasi multipoint (misalnya 2–3 titik).
-
Sesuaikan kelas alat dengan aplikasi: bench-top untuk QA/QC dan riset, portabel untuk WTP/WWTP atau akuakultur.
Buffer kalibrasi umumnya meliputi pH 4,01; 7,00; dan 10,01. Bante sendiri menyediakan paket buffer dan larutan pendukung dengan kode PHCS-USA (buffer pH 4.01, 7.00, 10.01), serta larutan penyimpanan dan pembersih khusus untuk berbagai jenis kontaminan (PHCS-ES, PHCS-A, PHCS-B, dan seterusnya).
Contoh Tabel Pemilihan Elektroda vs Aplikasi
Brosur Bante menyertakan tabel pemilihan elektroda untuk berbagai aplikasi. P13 ditandai cocok untuk “Micro Samples” dan “Test Tubes”.
| Tipe Sampel / Aplikasi | Elektroda Utama | Catatan Penggunaan |
|---|---|---|
| Sampel mikro-volume di tabung reaksi | P13 | Prioritas ketika volume terbatas dan wadah sangat sempit |
| Larutan umum sedikit korosif | P11 | Jika volume relatif besar dan wadah luas |
| Larutan konduktivitas rendah | P15 | Misalnya air murni atau air deionisasi |
| Sampel dengan buffer Tris | P16 | Untuk aplikasi biokimia tertentu |
| Sampel semipadat/soft solid | P19 | Untuk daging, keju, dan sejenisnya |
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengukuran
Beberapa faktor penting yang sering menentukan kualitas data pH:
-
Suhu sampel: idealnya dikompensasi oleh sensor suhu terpisah di pH meter.
-
Kebersihan membran dan junction: kotoran atau endapan akan memperlambat respon.
-
Kondisi kalibrasi: buffer yang kadaluarsa atau terkontaminasi akan menggeser hasil.
-
Volume sampel: terlalu sedikit dapat membuat ujung sensor bersentuhan dengan udara dan dinding wadah sekaligus, sehingga memengaruhi kontak.
Dengan memilih kombinasi elektroda (P13), pH meter, dan buffer yang sesuai, laboratorium dapat membangun sistem pengukuran pH yang andal untuk berbagai sektor mulai dari pengolahan air, F&B, hingga kosmetik.
Penerapan P13 di Industri dan Laboratorium Pendidikan
Studi Kasus 1 – QA/QC Farmasi dengan Sampel Stabilitas Volume Terbatas
Bayangkan sebuah pabrik farmasi yang sedang mengembangkan sediaan injeksi baru. Setiap batch uji stabilitas hanya menghasilkan volume kecil larutan pada tiap titik waktu (0, 1, 3, 6 bulan). Sebelumnya, mereka menggunakan elektroda pH standar 12 mm dan harus memindahkan sampel ke beaker kecil dengan menambahkan air hingga volume cukup, yang berpotensi mengubah pH asli.
Setelah beralih ke P13, tim QA/QC dapat:
-
Mengukur pH langsung di vial atau tabung reaksi kecil tanpa pengenceran.
-
Mengurangi volume sampel yang dibutuhkan untuk satu pengukuran.
-
Menjaga integritas sampel karena tidak perlu dipindah-pindahkan.
Secara operasional, ini membantu mengurangi risiko hasil pengujian ditolak karena deviasi pH yang sebenarnya disebabkan prosedur pengukuran, bukan mutu produk. Bagi perusahaan farmasi, penghematan kecil di setiap titik uji bisa berakumulasi menjadi penghematan signifikan dalam jangka panjang, terutama untuk bahan aktif yang mahal.
Studi Kasus 2 – Teaching Lab dan Laboratorium Air Minum
Di sebuah kampus teknik lingkungan, teaching lab analisis air memanfaatkan P13 untuk praktikum pH air permukaan, air tanah, dan air olahan. Dosen ingin mahasiswa berlatih mengambil sampel di lapangan dengan botol kecil, lalu mengukur pH langsung di laboratorium tanpa mengganti wadah.
Dengan P13, mahasiswa dapat:
-
Memasukkan elektroda ke botol sampling kecil atau tabung reaksi.
-
Melihat bagaimana pH berubah ketika sampel dipanaskan atau didinginkan dalam skala kecil.
-
Mempelajari prosedur pembersihan dan perawatan elektroda yang sama dengan yang digunakan dalam industri.
Skenario serupa juga terjadi di laboratorium PDAM atau instalasi air limbah, di mana P13 digunakan untuk sampel khusus ketika volume terbatas atau wadah sangat kecil, misalnya sampel fraksi filtrat atau supernatan hasil uji tertentu.
Langkah demi Langkah Menggunakan P13 pada Sampel Mikro
Berikut panduan umum menggunakan P13 dalam konteks laboratorium QA/QC yang mengukur pH sampel mikro-volume di tabung reaksi:
-
Persiapan awal
-
Lepaskan tutup pelindung bagian bawah elektroda dan simpan untuk penggunaan berikutnya.
-
Bilas membran kaca dengan air suling.
-
Jika terlihat ada gelembung udara di dalam membran, kocok elektroda seperti termometer hingga gelembung hilang.
-
-
Kalibrasi pH meter
-
Sambungkan P13 ke pH meter melalui konektor BNC.
-
Siapkan buffer pH 4, 7, dan bila perlu 10.
-
Lakukan kalibrasi sesuai petunjuk pH meter, pastikan elektroda dibilas dengan air suling dan dikeringkan lembut (misalnya dengan tisu bebas serat) di antara buffer.
-
-
Persiapan sampel mikro-volume
-
Kumpulkan sampel di tabung reaksi kecil atau vial, pastikan volumenya cukup untuk menutupi membran kaca dan sebagian kecil batang elektroda.
-
Jika sampel perlu dikontrol suhunya (misalnya 25 °C), stabilkan terlebih dahulu di water bath atau inkubator.
-
-
Pengukuran
-
Masukkan P13 ke dalam sampel, usahakan elektroda tidak menyentuh dasar atau dinding tabung secara keras.
-
Aduk perlahan dengan gerakan memutar kecil.
-
Biarkan pH meter membaca hingga nilai stabil; ini biasanya tidak lebih dari sekitar 30 detik untuk 95% perubahan.
-
Catat nilai pH atau gunakan fitur penyimpanan otomatis pada pH meter jika tersedia.
-
-
Setelah pengukuran
-
Bilas elektroda dengan air suling.
-
Bila ada indikasi kontaminasi spesifik (misalnya deposit garam atau minyak), gunakan prosedur pembersihan yang sesuai, seperti merendam dalam air hangat untuk menghilangkan garam atau memakai larutan pembersih khusus.
-
Untuk penyimpanan jangka pendek, rendam ujung elektroda dalam larutan KCl 3M atau buffer pH 4.01; jangan menyimpannya dalam air deionisasi biasa.
-
-
Reaktivasi bila performa menurun
Jika respon P13 mulai lambat, panduan resmi merekomendasikan prosedur aktivasi: perendaman bertahap dalam HCl 0,1 M, kemudian NaOH 0,1 M, dan diakhiri dengan KCl 3M minimal 6 jam.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, laboratorium dapat menjaga P13 bekerja optimal dan konsisten, baik untuk pengolahan air, F&B, farmasi, maupun aplikasi riset lainnya.
Kesimpulan: Apakah P13 Tepat untuk Laboratorium Anda?
P13 adalah elektroda pH kaca khusus yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pengukuran pH pada sampel mikro-volume di wadah sempit seperti tabung reaksi. Spesifikasinya—rentang pH 0–14, suhu hingga 100 °C, badan kaca ramping 4,3 mm, referensi Ag/AgCl single junction, dan junction keramik—membuatnya menjadi pilihan menarik bagi:
-
Laboratorium QA/QC farmasi, biotek, dan kosmetik yang sering bekerja dengan batch uji volume kecil.
-
Laboratorium F&B, dairy, dan minuman yang ingin mengurangi pemindahan sampel dan risiko perubahan pH saat pengukuran.
-
Laboratorium pengolahan air, baik air minum maupun air limbah, yang sesekali menangani sampel fraksi kecil atau penggunaan teaching/training.
-
Teaching lab dan riset di kampus yang ingin mengenalkan mahasiswa pada praktik pengukuran pH modern dengan sampel terbatas.
Jika pekerjaan Anda didominasi oleh sampel-sampel mikro-volume di tabung sempit, P13 sangat layak dipertimbangkan sebagai elektroda utama. Namun, untuk sampel padat atau semipadat, atau larutan berkonduktivitas sangat rendah, Anda mungkin perlu mempertimbangkan model lain di seri yang sama (misalnya P15 atau P19) sebagai pelengkap. Kombinasi beberapa elektroda yang tepat akan membuat sistem pH meter Anda lebih fleksibel dan siap menghadapi variasi sampel harian.
FAQ Singkat seputar P13 pH Electrode
1. Apakah P13 bisa digunakan untuk semua jenis sampel?
P13 dirancang terutama untuk sampel mikro-volume dalam larutan, misalnya di tabung reaksi atau vial kecil. Untuk sampel semipadat seperti daging, keju, atau krim kosmetik kental, elektroda tipe penetrasi seperti P19 lebih sesuai.
2. Apakah P13 kompatibel dengan semua pH meter?
Selama pH meter menggunakan konektor BNC standar, P13 umumnya dapat digunakan. Pastikan rentang pH dan suhu pH meter mendukung spesifikasi P13.
3. Seberapa sering P13 harus dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi lebih ditentukan oleh prosedur QA/QC lab Anda. Namun, sebagai praktik umum, lakukan kalibrasi setidaknya sekali sehari saat digunakan intensif, atau setiap kali keakuratan pengukuran menjadi kritis.
4. Apa yang terjadi jika P13 disimpan dalam air deionisasi?
Menyimpan elektroda pH kaca dalam air deionisasi dapat merusak lapisan hidrasi membran dan mengurangi respon sensor. Panduan resmi menganjurkan penyimpanan dalam KCl 3M atau buffer pH 4.01.
5. Bisakah P13 digunakan di lapangan (outdoor)?
Secara teknis bisa, sepanjang dilindungi dari benturan dan digunakan bersama pH meter portabel yang sesuai. Namun, karena badan kaca ramping, perlindungan mekanik ekstra sangat disarankan.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium, CV. Java Multi Mandiri memahami bahwa pengukuran pH yang andal sangat penting untuk menjaga mutu proses dan produk Anda. Kami berfokus melayani klien bisnis dan aplikasi industri, mulai dari laboratorium QA/QC, pengolahan air, pabrik makanan dan minuman, hingga farmasi, biotek, dan laboratorium pendidikan. Kami menyediakan elektroda pH P13 untuk sampel mikro-volume beserta pH meter dan perangkat laboratorium lainnya yang mendukung sistem pengukuran pH terintegrasi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi, efisiensi, dan fleksibilitas pengujian pH di perusahaan atau institusi Anda, mari diskusikan kebutuhan laboratorium Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang paling tepat.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat Produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Mohammad-Rezaei, R., Soroodian, S., & Esmaeili, G. (2019). Manganese oxide nanoparticles electrodeposited on graphenized pencil lead electrode as a sensitive miniaturized pH sensor. Journal of Materials Science: Materials in Electronics, 30, 1998–2005. Retrieved from https://link.springer.com/article/10.1007/s10854-018-0471-5
- Chaisiwamongkhol, K., Batchelor-McAuley, C., & Compton, R. G. (2017). Amperometric micro pH measurements in oxygenated saliva. Analyst, 142(16), 2828–2835. Retrieved from https://doi.org/10.1039/C7AN00809K














