Analis laboratorium Indonesia menimbang serbuk kimia dengan timbangan analitik PCE-ABT 220L-DAkkS di meja laboratorium QA/QC modern.

PCE-ABT 220L-DAkkS: Timbangan Analitik Presisi untuk QA/QC Dan Riset Laboratorium Modern

Daftar Isi

Di banyak laboratorium Indonesia—mulai dari QA/QC pabrik minuman, laboratorium kualitas air WTP/WWTP, hingga fasilitas riset kampus—penimbangan yang tampak “sepele” sering menjadi sumber masalah yang baru disadari ketika sudah terlambat. Larutan standar tiba-tiba tidak stabil, batch produk kosmetik ditolak karena kadar bahan aktif melenceng, atau data uji toksisitas ikan tidak dapat dipakai karena deviasi terlalu besar. Semua itu bisa berawal dari beberapa miligram kesalahan penimbangan.

Di laboratorium pengolahan air, misalnya, teknisi harus menyiapkan larutan standar untuk kalibrasi alat pH, konduktivitas, atau pengukuran ion tertentu. Jika massa garam referensi yang ditimbang tidak akurat, seluruh kurva kalibrasi bergeser. Hasil analisa kadar logam berat atau parameter penting lain jadi bias; pada akhirnya keputusan operasi instalasi pengolahan air minum maupun air limbah pun berpotensi keliru. Hal yang sama terjadi pada industri farmasi dan biotek: dosis bahan aktif dan eksipien diatur ketat oleh regulasi. Selisih 0,5–1 mg mungkin terlihat kecil, tetapi pada formulasi tablet dosis rendah atau vial injeksi, kesalahan tersebut bisa berarti gagal memenuhi spesifikasi farmakope.

Di sektor F&B, kesalahan penimbangan bahan tambahan pangan, pengawet, atau vitamin fortifikasi bisa memengaruhi rasa, stabilitas, bahkan keamanan produk. Sementara di galvanis dan kimia proses, konsentrasi larutan plating dan bath treatment sangat bergantung pada komposisi kimia yang ditimbang. Di akuakultur dan pertanian/hidroponik, pembuatan larutan nutrisi, buffer, dan bahan uji kualitas air (misalnya DO, amonia, nitrit) juga membutuhkan berat yang tepat agar interpretasi hasil tidak menyesatkan.

Masalah lain yang sering muncul adalah gangguan lingkungan: hembusan AC, pintu yang sering dibuka-tutup, atau permukaan meja yang tidak rata. Timbangan analitik biasa tanpa pelindung angin dan level gelembung mudah sekali terpengaruh. Operator pun frustrasi karena angka tidak stabil, butuh waktu lama untuk menunggu pembacaan, dan akhirnya mulai “mengira-ngira” berat. Di tengah tuntutan dokumentasi lengkap untuk audit ISO, GLP, maupun persyaratan regulator, kondisi ini jelas tidak bisa dipertahankan.

Di sinilah kebutuhan akan timbangan analitik yang bukan hanya sensitif, tetapi juga stabil, mudah diintegrasikan dengan sistem data, dan memiliki jaminan kalibrasi yang diakui secara internasional menjadi sangat penting. PCE-ABT 220L-DAkkS hadir tepat untuk menutup celah tersebut.

Prinsip Kerja Timbangan Analitik Modern

Timbangan analitik modern seperti PCE-ABT 220L-DAkkS bekerja dengan prinsip yang berbeda dibanding timbangan meja biasa. Di dalam bodinya terdapat sistem sel beban dengan kompensasi elektromagnetik. Secara sederhana, ketika suatu massa diletakkan di atas piring timbang, gaya gravitasi yang timbul akan diimbangi oleh gaya elektromagnetik dari kumparan dan magnet permanen. Arus listrik yang dibutuhkan untuk menahan posisi lengan pada titik seimbang inilah yang dikonversi menjadi nilai massa. Karena perubahan arus listrik bisa diukur dengan sangat halus, timbangan ini mampu memberikan resolusi hingga 0,1 mg (0,0001 g).

Namun teknologi ini sangat sensitif terhadap gangguan luar. Sedikit saja hembusan udara atau getaran, sistem akan membaca perubahan gaya yang bukan berasal dari massa sampel. Karena itu PCE-ABT 220L-DAkkS dilengkapi wind shield—ruang pelindung transparan di sekitar piring timbang. Pengguna menempatkan sampel di dalam ruang ini dan menutup pintu pelindung sebelum pembacaan, sehingga pengaruh angin dari AC atau orang yang lewat dapat diminimalkan. Ini penting sekali di laboratorium yang ramai atau ruang QA/QC yang berdekatan dengan area produksi.

Selain pelindung angin, ada juga level gelembung (bubble level) dan kaki yang dapat disetel ketinggiannya. Timbangan analitik harus berada dalam posisi benar-benar rata. Jika miring, gaya gravitasi yang ditangkap sensor tidak merata dan hasil penimbangan bisa bergeser. Dengan level gelembung, operator bisa dengan cepat mengecek apakah posisi timbangan sudah optimal, lalu melakukan penyesuaian melalui kaki-kaki yang bisa diputar.

Kalibrasi juga menjadi bagian dari prinsip kerja jangka panjang. Nilai massa yang dilaporkan timbangan bergantung pada konstanta internal dan respon sel beban terhadap gaya. Perubahan temperatur, penuaan komponen elektronik, atau guncangan saat pengiriman dapat menggeser karakteristik ini. PCE-ABT 220L-DAkkS disertai anak timbangan kalibrasi dan sertifikat DAkkS—lembaga akreditasi Jerman yang diakui secara internasional. Kombinasi kedua hal ini memberikan dasar yang kuat bagi laboratorium untuk menunjukkan bahwa hasil timbangannya tertelusur ke standar nasional maupun internasional, sesuatu yang sangat penting untuk akreditasi ISO/IEC 17025 dan berbagai sistem mutu lainnya.

Mengenal PCE-ABT 220L-DAkkS dan Keunggulan Utamanya

PCE-ABT 220L-DAkkS adalah timbangan analitik dengan resolusi 0,1 mg dan kapasitas hingga 220 g. Konfigurasi ini ideal untuk berbagai pekerjaan laboratorium: menimbang bahan kimia padat, menyiapkan larutan standar, menentukan rendemen sampel, hingga analisis gravimetri sederhana. Produk ini dirancang untuk digunakan langsung di laboratorium riset, teaching lab, maupun lini QA/QC industri tanpa perlu modifikasi rumit.

Satu hal yang langsung membedakan PCE-ABT 220L-DAkkS dari banyak timbangan analitik lain di kelasnya adalah paket kalibrasi yang sudah sangat lengkap. Di dalam paket pengiriman, pengguna mendapatkan anak timbangan kalibrasi dan sertifikat kalibrasi DAkkS. Artinya, begitu timbangan sampai di laboratorium, Anda bisa langsung menempatkannya, melakukan kalibrasi, dan mulai bekerja dengan dokumen pendukung yang siap diajukan saat audit. Banyak timbangan lain menuntut pembelian sertifikat kalibrasi terpisah, atau bahkan mengharuskan mengirim alat kembali ke penyedia jasa kalibrasi eksternal.

Keunggulan lain adalah adanya pelindung angin yang dirancang khusus dan piring timbang stainless steel berdiameter 80 mm. Kombinasi ini memberikan ruang yang cukup untuk berbagai wadah umum (beaker kecil, vial, boat porselen) sekaligus tetap menjaga stabilitas pembacaan. Resolusi 0,1 mg cukup untuk sebagian besar aplikasi QA/QC di industri air minum, air limbah, F&B, farmasi, kosmetik, dan kimia proses—di mana ketepatan level sub-miligram sangat membantu, tetapi kapasitas 220 g juga memberi fleksibilitas untuk menimbang wadah dan sampel dengan massa lumayan besar.

PCE-ABT 220L-DAkkS juga dilengkapi antarmuka RS232 untuk koneksi ke PC dan perangkat lunak opsional. Bagi laboratorium yang sedang membangun sistem dokumentasi digital atau mengintegrasikan data ke LIMS, kemampuan ini sangat penting. Operator tidak perlu lagi menyalin angka secara manual ke Excel atau lembar kerja; risiko salah tulis pun turun drastis. Dengan kata lain, produk ini tidak hanya menawarkan presisi, tetapi juga mendukung transformasi digital alur kerja laboratorium.

Desain dan Ergonomi untuk Kerja Harian di Laboratorium

Secara fisik, PCE-ABT 220L-DAkkS memiliki dimensi sekitar 340 x 215 x 350 mm dengan berat kurang lebih 7,5 kg. Ukuran ini cukup kompak untuk ditempatkan di meja laboratorium standar, namun cukup berat sehingga tetap stabil dan tidak mudah bergeser ketika pintu pelindung angin dibuka-tutup. Piring timbang yang digunakan terbuat dari stainless steel dengan diameter sekitar 80 mm, material yang awet, mudah dibersihkan, dan tahan terhadap sebagian besar bahan kimia laboratorium umum.

Desain wind shield-nya memberikan akses yang nyaman ke ruang penimbangan. Biasanya terdapat panel transparan dengan pintu geser di sisi-sisi tertentu sehingga operator bisa memasukkan beaker atau vial dengan satu tangan sambil memegang spatula dengan tangan lain. Bagi laboratorium dengan frekuensi penimbangan tinggi, detail kecil seperti kelancaran pintu geser dan ketinggian ruang kerja ini justru sangat menentukan kenyamanan. PCE-ABT 220L-DAkkS dirancang agar operator tidak perlu membungkuk berlebihan ketika melihat display sekaligus mengatur sampel.

Tata letak tombol dirancang intuitif di bagian depan, di bawah display. Tombol-tombol utama seperti ON/OFF, TARE, fungsi kalibrasi, dan navigasi menu biasanya diberi ikon jelas sehingga operator baru dapat mempelajarinya dengan cepat. Untuk teaching lab di kampus atau SMK, kemudahan ini penting karena mahasiswa sering baru pertama kali menggunakan timbangan analitik dan perlu menguasai dasar-dasarnya dengan cepat.

Catu daya PCE-ABT 220L-DAkkS berasal dari jaringan listrik 220 V melalui kabel IEC yang sudah termasuk dalam paket. Hal ini memudahkan instalasi di laboratorium Indonesia yang umumnya menggunakan tegangan 220 V. Rentang kondisi operasi yang direkomendasikan berada di sekitar 10–40 °C—adikuh sesuai dengan kondisi ruang laboratorium ber-AC di Indonesia. Meski tidak disebutkan adanya rating IP tertentu, timbangan analitik pada umumnya memang bukan dirancang untuk lingkungan berdebu atau sangat lembab. Karena itu, penempatan di ruang bersih dengan kelembaban terkendali dan jauh dari sumber uap kimia agresif tetap menjadi praktik terbaik.

Berat unit sekitar 7,5 kg juga berarti alat ini cukup kokoh untuk ditempatkan permanen di satu meja khusus penimbangan. Banyak laboratorium membuat “pojok timbang” dengan meja granit atau meja anti-getar; PCE-ABT 220L-DAkkS sangat cocok ditempatkan di area seperti ini. Sekali dipasang dan disesuaikan levelnya, operator bisa mengandalkan stabilitas mekanik yang baik untuk penggunaan harian dalam jangka panjang.

Antarmuka dan Pengalaman Pengguna

Antarmuka PCE-ABT 220L-DAkkS dirancang agar operator bisa fokus pada sampel dan hasil, bukan pada rumitnya menu. Display utamanya memiliki backlight, sehingga angka tetap jelas terbaca meskipun ruangan agak redup atau operator harus berdiri sedikit menyamping. Backlight juga membantu mengurangi salah baca ketika operator terburu-buru—situasi yang umum pada shift malam di laboratorium pabrik atau saat praktikum dengan banyak mahasiswa.

Informasi yang biasa tampil pada layar meliputi nilai massa, satuan, status tare, serta indikator fungsi tertentu seperti proses stabilisasi pembacaan. Indikator stabilitas ini penting: operator tahu kapan angka sudah mantap dan dapat dicatat atau dikirim ke PC. Di laboratorium kualitas air, misalnya, banyak sampel dalam bentuk larutan yang mudah menguap atau mengalami perubahan massa karena kondensasi. Mengetahui kapan pembacaan dianggap stabil membantu menjaga konsistensi prosedur.

Tombol-tombol fisik di panel depan biasanya mencakup ON/OFF, TARE, CAL (kalibrasi), dan tombol untuk mengakses fungsi tambahan atau menggeser menu. Struktur menu dibuat berlapis, tetapi tetap dangkal sehingga tidak banyak langkah untuk mengubah pengaturan dasar. Bagi teaching lab, tampilan sederhana ini membuat pengajar lebih mudah menjelaskan langkah-langkah kepada mahasiswa. Di sisi lain, untuk laboratorium industri yang harus mengikuti SOP ketat, antarmuka yang tidak “ribet” mengurangi peluang operator salah tekan dan mengubah pengaturan penting tanpa sengaja.

Walaupun dokumentasi bahasa yang tersedia bergantung pada pengaturan pabrikan, konsep pengoperasiannya cukup universal sehingga dapat dengan cepat disosialisasikan ke teknisi baru. Banyak laboratorium membuat lembar kerja singkat dengan screenshot display dan urutan tombol; desain yang konsisten pada PCE-ABT 220L-DAkkS memudahkan pembuatan panduan semacam ini.

Pengalaman pengguna juga ditunjang oleh fitur-fitur seperti pelindung angin yang mudah dibersihkan dan piring timbang yang bisa dilepas saat dibutuhkan. Ketika terjadi tumpahan sampel—misalnya serbuk pupuk, bahan tambahan pangan, atau bahan kimia untuk penyiapan buffer—operator bisa membersihkan area kerja tanpa takut merusak sensor utama, selama mengikuti petunjuk di manual. Secara keseluruhan, antarmuka dan pengalaman pengguna PCE-ABT 220L-DAkkS tidak berusaha mengesankan, tetapi justru pragmatis: mempermudah pekerjaan rutin, meminimalkan gangguan, dan menjaga fokus pada kualitas data.

Fungsi Khusus yang Mempermudah Rutinitas Penimbangan

Jika dilihat sepintas, semua timbangan analitik tampak mirip. Namun dalam penggunaan sehari-hari, detail fungsi yang tampaknya kecil bisa menghasilkan perbedaan besar dalam efisiensi dan konsistensi data. PCE-ABT 220L-DAkkS menawarkan sejumlah fungsi yang memang dirancang untuk membantu rutinitas penimbangan di laboratorium.

Wind protection yang menyelubungi piring timbang menjadi fitur paling nyata. Di ruang QA/QC pabrik atau teaching lab dengan banyak aktivitas, hembusan udara dapat berasal dari banyak sumber—AC, pintu, bahkan orang yang lewat cepat. Tanpa pelindung angin, angka di display akan berayun dan operator sering menunggu lama sampai stabil. Akibatnya throughput sampel turun dan jadwal analisa mundur. Dengan wind shield yang efektif, PCE-ABT 220L-DAkkS mempercepat tercapainya kondisi stabil sehingga satu sesi penimbangan dapat diselesaikan lebih cepat tanpa mengorbankan akurasi.

Bubble level dan kaki yang dapat diatur menjadi pasangan fitur berikutnya. Laboratorium sering harus kompromi dengan kondisi meja yang sudah ada; tidak selalu tersedia meja anti-getar ideal. Dengan level gelembung di permukaan timbangan, operator bisa memastikan alat benar-benar rata setiap kali sebelum digunakan. Penyesuaian cukup memutar kaki-kaki sampai gelembung berada di tengah. Rutinitas singkat ini membantu menjaga konsistensi hasil antar hari, bahkan ketika meja sedikit berpindah atau terkena getaran ringan.

Kehadiran anak timbangan kalibrasi dalam paket pengiriman juga memberikan nilai tambah praktis. Operator tak perlu mencari timbangan lain atau meminjam dari laboratorium berbeda saat ingin memeriksa kinerja alat. Cukup jalankan prosedur kalibrasi sesuai manual dengan anak timbangan yang disertai sertifikat DAkkS. Bagi laboratorium tersertifikasi, prosedur kalibrasi berkala ini memudahkan pemenuhan persyaratan audit, sementara bagi teaching lab, keberadaan anak timbangan sekaligus bisa menjadi media pembelajaran tentang konsep ketertelusuran dan metrologi.

Selain itu, konektivitas RS232 membuka jalan bagi fitur otomatisasi pengambilan data ketika dipasangkan dengan perangkat lunak opsional. Beberapa laboratorium membuat template spreadsheet sehingga setiap hasil penimbangan langsung masuk ke baris yang tepat. Ini mengurangi kesalahan transkripsi, sangat penting ketika teknisi harus menimbang puluhan sampai ratusan sampel per hari. Dengan demikian, PCE-ABT 220L-DAkkS bukan hanya membantu mendapatkan angka yang benar, tetapi juga memastikan angka itu tercatat dengan benar dan mudah ditelusuri kembali.

Integrasi ke PC dan Sistem Manajemen Data Laboratorium

Di era digital, data penimbangan jarang berhenti di display timbangan. Hasil tersebut harus masuk ke laporan uji, database LIMS, lembar kendali proses, atau bahkan sistem ERP perusahaan. Menyalin angka secara manual dari layar ke komputer bukan hanya melelahkan, tetapi juga membuka pintu bagi kesalahan input. PCE-ABT 220L-DAkkS menangani hal ini melalui antarmuka RS232 yang terintegrasi.

Dengan kabel RS232 yang sesuai dan perangkat lunak opsional dari PCE Instruments atau pihak ketiga, data hasil penimbangan dapat ditransfer langsung ke PC. Biasanya, perangkat lunak memungkinkan pengguna memilih format ekspor, misalnya daftar tabel yang bisa disimpan sebagai file CSV atau langsung dibuka dengan Excel. Beberapa laboratorium memanfaatkan fungsi ini untuk membuat log harian, di mana setiap hasil penimbangan otomatis diberi timestamp dan identitas operator, lalu disimpan sebagai rekam jejak. Untuk keperluan audit atau penelusuran kembali ketika ada masalah produk, data semacam ini sangat membantu.

Di laboratorium QA/QC yang sudah menggunakan LIMS, integrasi dapat dilakukan dengan mengatur perangkat lunak pengumpul data agar mengirimkan hasil penimbangan ke folder tertentu yang dipantau oleh LIMS, atau menghubungkannya melalui modul impor. Dengan cara ini, PCE-ABT 220L-DAkkS dapat menjadi bagian dari workflow digital yang lebih luas tanpa memerlukan perubahan besar dalam infrastruktur. Bahkan untuk laboratorium kecil yang belum punya LIMS, sekadar konsistensi menyimpan data dalam format spreadsheet yang seragam sudah merupakan langkah besar menuju pengelolaan data yang lebih profesional.

Kemampuan ekspor ini juga bermanfaat untuk riset akademik. Peneliti yang melakukan eksperimen gravimetri, penentuan kadar air, atau studi kinetika reaksi dapat mengumpulkan data penimbangan berulang dengan cepat, lalu langsung mengolahnya secara statistik. Tanpa harus khawatir tentang salah ketik, mereka dapat fokus pada interpretasi ilmiah dan perancangan eksperimen lanjutan.

Spesifikasi Teknis PCE-ABT 220L-DAkkS

Parameter Nilai
Rentang pengukuran 0 … 220 g
Resolusi 0,1 mg
Repeatability 0,2 mg
Linearity 0,5 mg
Waktu respon < 4 detik
Permukaan timbang Ø 80 mm, piring timbang stainless steel
Rentang tara Rentang pengukuran penuh
Antarmuka RS232
Catu daya 220 V
Kondisi operasi 10 … 40 °C
Dimensi (P x L x T) 340 x 215 x 350 mm
Berat unit 7,5 kg
Fitur tambahan utama Wind protection, level gelembung, kaki dapat diatur
Fitur paket pengiriman Anak timbangan kalibrasi, sarung tangan kain, kabel IEC, sertifikat kalibrasi DAkkS, buku manual

Untuk pembaca yang baru mengenal istilah teknis, beberapa parameter penting dapat dijelaskan sebagai berikut. Resolusi 0,1 mg berarti timbangan mampu membedakan perubahan massa sekecil sepersepuluh miligram. Ibarat penggaris yang memiliki skala 0,1 mm, semakin kecil skala, semakin detail pengukuran yang bisa dilakukan. Repeatability 0,2 mg menunjukkan seberapa dekat hasil penimbangan ketika Anda menimbang sampel yang sama berulang kali dalam kondisi yang sama. Angka kecil menandakan konsistensi baik. Linearity 0,5 mg berkaitan dengan seberapa lurus hubungan antara massa sebenarnya dan yang dibaca timbangan di seluruh rentang 0–220 g; semakin kecil, semakin sedikit “meleset” pembacaan di titik yang berbeda.

Waktu respon di bawah 4 detik berarti, setelah sampel ditempatkan, dalam beberapa detik saja nilai sudah stabil. Di laboratorium dengan banyak sampel, perbedaan antara menunggu 3 detik dan 10 detik per sampel bisa berarti puluhan menit penghematan waktu kerja dalam sehari. Rentang tara penuh memberikan fleksibilitas untuk menimbang sampel dalam berbagai wadah: Anda dapat melakukan tara pada massa beaker atau boat yang cukup berat, lalu tetap memiliki sisa kapasitas yang cukup untuk sampel.

Dimensi dan berat menunjukkan bahwa alat ini kokoh namun tetap bisa dipindahkan ketika diperlukan, misalnya saat penataan ulang laboratorium. Sementara itu, rentang suhu operasi 10–40 °C memastikan kinerja tetap stabil dalam kondisi ruang ber-AC yang umum di Indonesia.

Panduan Memilih Aksesori dan Menyusun Set-Up Penimbangan

Meskipun PCE-ABT 220L-DAkkS sudah datang dengan paket cukup lengkap, performa harian di laboratorium sangat dipengaruhi oleh bagaimana Anda menyusun set-up penimbangan dan aksesori pendukung. Berikut contoh kisaran massa sampel dan aplikasi:

Kisaran Massa Sampel Contoh Aplikasi Rekomendasi Wadah/Aksesori
1–50 mg Bahan aktif farmasi dosis rendah, enzim, pewarna kuat Boat aluminium kecil, spatula mikro
50–500 mg Garam analitik untuk larutan standar kualitas air, nutrisi akuakultur Beaker kecil (25–50 mL), kertas timbang
0,5–20 g Bahan tambahan pangan, aditif kosmetik, pupuk padat Beaker 50–100 mL, cawan plastik/gelas
20–150 g Sampel tanah homogen, bahan baku curah untuk uji komposit Beaker besar, container plastik

Aksesori yang umum dipakai bersama timbangan ini antara lain:

  • Sarung tangan laboratorium (kain atau nitril) untuk mencegah kontaminasi sampel dan piring timbang.

  • Spatula stainless steel dengan berbagai ukuran.

  • Kertas timbang bebas serat dan boat aluminium.

  • Meja timbang khusus atau alas anti-getar untuk mengurangi gangguan mekanik.

  • Desikator, bila sering menimbang sampel higroskopis seperti garam atau bahan farmasi tertentu.

Beberapa faktor yang sangat mempengaruhi hasil penimbangan dan perlu diperhatikan:

  • Stabilitas suhu: perubahan suhu cepat di sekitar timbangan dapat menyebabkan udara mengembang/menyusut dan memengaruhi pembacaan, terutama untuk sampel ringan.

  • Arus udara: letakkan timbangan jauh dari jendela, pintu yang sering dibuka, atau aliran AC langsung, meski sudah ada wind shield.

  • Kebersihan piring timbang dan ruang pelindung: residu serbuk halus atau cairan yang mengering dapat menambah massa tak terlihat.

  • Waktu ekuilibrasi sampel: sampel dan wadah yang baru keluar dari oven, lemari pendingin, atau ruang lain sebaiknya dibiarkan mencapai suhu ruang di dalam desikator sebelum ditimbang.

Dengan kombinasi set-up yang tepat dan pemahaman faktor-faktor ini, PCE-ABT 220L-DAkkS dapat memberikan kinerja optimal di berbagai konteks—dari laboratorium kualitas air sampai industri kosmetik.

Penerapan Nyata PCE-ABT 220L-DAkkS di Berbagai Industri

Bayangkan sebuah pabrik minuman yang memproduksi minuman isotonik dan minuman berenergi. Di lini QA/QC, analis harus menyiapkan larutan standar gula, elektrolit, dan vitamin untuk kalibrasi instrumen HPLC dan titrasi otomatis. Sebelum menggunakan PCE-ABT 220L-DAkkS, mereka memakai timbangan lama dengan stabilitas yang kurang baik. Sering kali, angka di display berfluktuasi dan analis menunggu lama sebelum mencatat hasil. Dalam audit internal, ditemukan bahwa variasi kadar vitamin antar batch cukup besar, sehingga beberapa batch harus di-retain lebih lama sambil dilakukan pengujian ulang.

Setelah mengganti timbangan analitik dengan PCE-ABT 220L-DAkkS, tim QA/QC menyusun ulang SOP kalibrasi menggunakan sertifikat DAkkS sebagai dasar ketertelusuran. Larutan standar kini ditimbang dengan resolusi 0,1 mg dan waktu stabil yang lebih cepat. Data hasil penimbangan dikirim langsung ke spreadsheet via RS232, mengurangi kesalahan pencatatan. Dalam tiga bulan, variasi kadar vitamin antar batch turun signifikan dan jumlah pengujian ulang berkurang sekitar 20%. Tanpa ada klaim “ajaib”, perbaikan ini lahir dari hal sederhana: penimbangan lebih presisi dan dokumentasi yang lebih rapi.

Contoh lain datang dari laboratorium kualitas air pada instalasi pengolahan air limbah industri plating. Untuk memonitor kadar logam berat di effluent, laboratorium menyiapkan larutan standar logam dan melakukan analisis menggunakan spektrofotometer atau ICP. Sebelum menggunakan PCE-ABT 220L-DAkkS, teknisi sering mengeluh hasil uji tidak konsisten dengan laboratorium referensi eksternal. Setelah ditelusuri, salah satu sumbernya adalah penimbangan garam logam yang kurang presisi dan tidak terdokumentasi dengan baik.

Dengan PCE-ABT 220L-DAkkS, laboratorium mengimplementasikan prosedur kalibrasi internal menggunakan anak timbangan dan memanfaatkan sertifikat DAkkS untuk menyiapkan dokumen mutu. Setiap pembuatan larutan standar kini dilengkapi log penimbangan otomatis dari timbangan, yang disimpan sebagai bagian dari batch record. Hasil uji logam berat dibandingkan kembali dengan laboratorium referensi, dan perbedaan yang sebelumnya cukup besar kini turun ke kisaran yang dapat diterima. Selain meningkatkan kepercayaan regulator, kondisi ini juga memberi keyakinan bagi tim operasional bahwa penyesuaian proses yang mereka lakukan berdasarkan data laboratorium memang dapat diandalkan.

Langkah demi Langkah Menggunakan PCE-ABT 220L-DAkkS

Berikut contoh alur penggunaan PCE-ABT 220L-DAkkS untuk menyiapkan larutan standar di laboratorium kualitas air atau farmasi—skenario yang sejalan dengan masalah di pendahuluan.

  1. Persiapan tempat dan alat

    • Tempatkan timbangan di meja yang kokoh, jauh dari getaran dan aliran udara langsung.

    • Pastikan suhu ruang dalam kisaran 20–25 °C dan relatif stabil.

    • Cek bubble level di permukaan timbangan; atur kaki-kaki hingga gelembung berada di tengah.

  2. Menyalakan dan menunggu pemanasan

    • Sambungkan kabel IEC ke sumber listrik 220 V.

    • Nyalakan timbangan dengan tombol ON/OFF.

    • Biarkan alat melakukan pemanasan (warm-up) sesuai rekomendasi manual, biasanya beberapa puluh menit, agar sel beban mencapai kondisi stabil.

  3. Pemeriksaan atau kalibrasi rutin

    • Jika diperlukan, lakukan kalibrasi menggunakan anak timbangan bawaan.

    • Ikuti prosedur di manual: pilih fungsi kalibrasi, letakkan anak timbangan ketika diminta, lalu tunggu hingga proses selesai.

    • Catat tanggal dan hasil kalibrasi dalam log kalibrasi laboratorium.

  4. Menimbang wadah kosong dan melakukan tara

    • Buka pintu pelindung angin, letakkan beaker atau vial bersih di piring timbang.

    • Tutup kembali pintu, tunggu hingga indikator stabil menyala.

    • Tekan tombol TARE untuk menjadikan massa wadah sebagai nol.

  5. Penimbangan bahan kimia

    • Buka pintu pelindung angin, tambahkan bahan kimia (misalnya garam standar) menggunakan spatula.

    • Tutup pintu dan tunggu hingga pembacaan stabil.

    • Jika menggunakan koneksi ke PC, pastikan software siap menerima data lalu kirim hasil penimbangan.

    • Ulangi proses hingga massa yang diinginkan tercapai.

  6. Pencatatan dan pembersihan

    • Pastikan semua hasil penimbangan tercatat dalam lembar kerja atau file digital.

    • Setelah selesai, bersihkan piring timbang dan ruang pelindung angin dari residu sampel dengan kuas lembut atau tisu yang sesuai.

    • Matikan timbangan bila tidak digunakan dalam waktu lama, atau biarkan dalam mode siap pakai sesuai kebijakan laboratorium.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini secara konsisten, laboratorium air, farmasi, F&B, kosmetik, maupun kimia proses dapat memaksimalkan manfaat PCE-ABT 220L-DAkkS serta menjaga kualitas data penimbangan dalam jangka panjang.

Kesimpulan dan Rekomendasi Penggunaan

PCE-ABT 220L-DAkkS adalah timbangan analitik yang menggabungkan beberapa hal penting sekaligus: resolusi 0,1 mg, kapasitas 220 g, pelindung angin yang efektif, level gelembung dan kaki yang bisa diatur, serta konektivitas RS232. Paket pengiriman yang sudah mencakup anak timbangan kalibrasi dan sertifikat DAkkS membuatnya sangat menarik bagi laboratorium yang harus memenuhi persyaratan dokumentasi ketertelusuran dan audit eksternal.

Bagi QA/QC di industri air minum, air limbah, F&B, farmasi, kosmetik, serta kimia proses, alat ini dapat menjadi tulang punggung penimbangan untuk penyiapan larutan standar, kontrol kualitas bahan baku, dan verifikasi proses. Di sektor akuakultur dan pertanian/hidroponik, timbangan ini membantu memastikan formulasi nutrisi dan bahan uji kualitas air berada dalam kisaran yang tepat. Sementara itu, untuk teaching lab dan laboratorium riset kampus, PCE-ABT 220L-DAkkS menawarkan kombinasi edukatif antara presisi metrologi dan dokumentasi data yang rapi.

Jika laboratorium Anda sedang mencari timbangan analitik yang dapat diandalkan untuk jangka panjang, dengan dukungan kalibrasi tersertifikasi serta opsi integrasi ke sistem digital, PCE-ABT 220L-DAkkS layak dipertimbangkan sebagai investasi strategis. Pertimbangkan volume pekerjaan, kebutuhan integrasi data, dan tuntutan regulasi di institusi Anda; bila faktor-faktor tersebut tinggi, alat ini akan memberikan nilai tambah yang nyata.

FAQ Singkat

1. Apakah PCE-ABT 220L-DAkkS cocok untuk laboratorium yang baru memulai akreditasi ISO/IEC 17025?
Ya, karena alat ini sudah dilengkapi sertifikat kalibrasi DAkkS dan anak timbangan, sehingga laboratorium memiliki dasar yang kuat untuk menunjukkan ketertelusuran pengukuran. Namun, tetap diperlukan prosedur internal dan kalibrasi berkala sesuai sistem manajemen mutu yang diterapkan.

2. Seberapa sering timbangan ini perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi bergantung pada intensitas penggunaan, lingkungan, dan persyaratan regulasi. Banyak laboratorium melakukan cek rutin harian dengan anak timbangan internal, lalu kalibrasi lengkap berkala (misalnya tiap 6 atau 12 bulan) sesuai kebijakan mutu.

3. Bisakah timbangan digunakan di ruang produksi yang tidak ber-AC?
Secara teknis, selama suhu berada dalam rentang 10–40 °C dan tidak terlalu fluktuatif, alat masih bisa berfungsi. Namun, untuk menjaga stabilitas dan akurasi, disarankan ditempatkan di ruang yang lebih terkontrol, misalnya ruang QA/QC atau pojok timbang yang terlindung dari perubahan suhu dan aliran udara ekstrem.

4. Apakah PCE-ABT 220L-DAkkS bisa terhubung ke LIMS?
Timbangan ini menyediakan antarmuka RS232 yang dapat dihubungkan ke PC. Dari PC, data dapat diekspor dalam format yang kompatibel dengan LIMS (misalnya CSV). Integrasi ke LIMS memerlukan pengaturan di sisi perangkat lunak, tetapi dari sisi timbangan, data sudah dapat dikirim secara digital.

5. Bagaimana cara merawat timbangan agar awet?
Jaga kebersihan piring timbang dan wind shield, hindari menumpahkan cairan langsung ke dalam alat, gunakan sarung tangan saat bekerja dengan bahan korosif, dan letakkan timbangan di meja stabil. Ikuti juga rekomendasi pemanasan dan kalibrasi berkala dari manual.

6. Apakah alat ini bisa digunakan untuk penimbangan filter dalam analisis gravimetri?
Ya, resolusi 0,1 mg dan kapasitas 220 g cukup untuk banyak aplikasi gravimetri sederhana, termasuk penimbangan filter sebelum dan sesudah filtrasi. Pastikan filter dikondisikan di desikator sebelum penimbangan untuk mengurangi variasi akibat kelembaban.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya timbangan analitik presisi dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti Analytical Balance PCE-ABT 220L-DAkkS dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas, memastikan data penimbangan yang konsisten, dan memenuhi standar regulasi yang ketat. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam penimbangan bahan kimia, formulasi produk, atau penyiapan larutan standar, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang paling tepat.

Rekomendasi Balance Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.