Teknisi laboratorium Indonesia memantau kualitas udara ruangan menggunakan Air Humidity Meter PCE-AQD 10 yang menampilkan data CO₂, suhu, dan kelembapan di layar.

PCE-AQD 10: Air Humidity Meter Dengan Data Logger CO₂ Untuk Kontrol Kualitas Udara Ruangan yang Konsisten

Daftar Isi

Dalam banyak laboratorium, ruang kuliah, maupun area produksi makanan dan farmasi, kualitas udara sering kali baru diperhatikan ketika sudah muncul keluhan: staf mengantuk, sakit kepala, instrumen sering error, atau produk tidak stabil. Padahal, akar masalahnya sering sederhana: kadar CO₂ terlalu tinggi, suhu tidak stabil, dan kelembapan di luar batas yang dipersyaratkan.

Di ruang teaching lab farmasi, misalnya, satu sesi praktikum bisa diisi 20–30 mahasiswa. Pintu ditutup, jendela minim, AC menyala terus. Dalam waktu kurang dari satu jam, CO₂ dapat naik jauh di atas 1000 ppm. Secara subyektif, ruangan terasa “pengap”, murid sulit fokus, dan standar keselamatan kerja bisa terlewati. Hal yang sama terjadi di ruang kontrol WTP/WWTP, ruang inkubasi mikrobiologi, atau area QC pabrik minuman yang banyak diisi operator dan alat proses.

Tantangan lainnya adalah dokumentasi. Banyak standar audit dan sertifikasi (ISO 17025, HACCP, GMP, dan sejenisnya) mengharuskan bukti bahwa lingkungan kerja dikontrol dan dipantau. Mengukur secara manual dengan thermo-hygrometer biasa setiap beberapa jam jelas tidak praktis. Data sering hilang, tidak berurutan, atau sulit diolah untuk analisis tren.

Karena itulah banyak pengguna mencari instrumen yang:

  • Mampu mengukur tiga parameter penting sekaligus: CO₂, suhu, dan kelembapan.

  • Dapat mencatat data otomatis dalam jangka waktu panjang.

  • Memudahkan ekspor data ke Excel atau sistem pelaporan tanpa repot.

  • Cukup ringkas untuk dipasang di dinding atau diletakkan di meja tanpa mengganggu aktivitas.

Air Humidity Meter PCE-AQD 10 hadir untuk menjawab kebutuhan ini, terutama bagi pengguna yang membutuhkan pemantauan kualitas udara ruangan yang terukur dan terdokumentasi dengan baik.

Teknologi dari Produk PCE-AQD 10

Secara fungsi, PCE-AQD 10 bukan hanya “pengukur kelembapan”, tetapi sebuah air quality meter yang memonitor CO₂, suhu, dan kelembapan relatif secara kontinyu lalu menyimpan data ke kartu SD.

Prinsip kerja pengukuran CO₂, suhu, dan kelembapan (secara umum)

Tanpa masuk terlalu teknis, sistem seperti PCE-AQD 10 umumnya bekerja dengan pendekatan berikut:

  • CO₂ diukur dengan sensor gas khusus di unit eksternal, yang memonitor perubahan karakteristik optik/elektrik ketika udara melewati sensor.

  • Kelembapan relatif dihitung dari sensor kelembapan yang peka terhadap uap air; perubahan kelembapan mengubah nilai listrik sensor.

  • Suhu diukur melalui sensor temperatur (misalnya termistor) yang berubah resistansinya mengikuti suhu.

Setiap sinyal sensor dikonversi menjadi nilai digital oleh mikrokontroler di unit utama, lalu ditampilkan di layar dan disimpan ke kartu SD sesuai interval pencatatan yang dipilih pengguna.

Pentingnya teknologi pemantauan berkelanjutan

Perbedaan besar antara termohigrometer biasa dan data logger seperti PCE-AQD 10 terletak pada kontinuitas data. Dengan interval pencatatan mulai dari 1 detik sampai 600 detik, pengguna dapat:

  • Melihat tren kenaikan CO₂ saat ruangan penuh, lalu turun saat ventilasi dibuka.

  • Menilai apakah pengaturan AC dan exhaust fan sudah efektif.

  • Mengidentifikasi jam-jam kritis di mana kelembapan melewati batas spesifikasi ruangan (misalnya untuk ruang stabilitas produk farmasi atau penyimpanan bahan baku higroskopis).

Data historis ini sangat berguna bagi:

  • Pengelola gedung dan fasilitas (facility management) untuk optimasi HVAC.

  • QA/QC di pabrik F&B dan farmasi saat menghadapi audit.

  • Peneliti yang menganalisis korelasi antara kualitas udara dan performa proses/produk.

Keunggulan pendekatan logging dibanding metode konvensional

Jika dibandingkan dengan pencatatan manual menggunakan alat baca langsung, pendekatan PCE-AQD 10 membawa beberapa keuntungan praktis:

  • Mengurangi ketergantungan pada catatan manual yang rawan lupa atau salah tulis.

  • Menghadirkan ribuan titik data secara otomatis, yang bisa diolah dengan mudah.

  • Memungkinkan analisis tren jangka panjang tanpa menambah beban kerja operator.

  • Mempermudah pemenuhan tuntutan dokumentasi standar mutu dan regulasi.

Untuk lingkungan yang semakin menuntut efisiensi dan bukti objektif, teknologi pemantauan kontinu seperti ini menjadi investasi jangka panjang yang masuk akal.

Spesifikasi dan fitur product

PCE-AQD 10 adalah air humidity meter dengan fungsi air quality meter yang dirancang untuk pemantauan kualitas udara dalam ruangan. Alat ini mengukur tiga parameter utama secara simultan:

  • Konsentrasi CO₂ (0–4000 ppm)

  • Kelembapan relatif (10–90 %RH)

  • Suhu udara (0–50 °C)

Semua data dapat direkam secara otomatis ke kartu SD hingga 16 GB, dan disimpan dalam format file yang dapat dibuka di Excel (XLS). Dengan demikian, pengguna dapat memantau kondisi ruang secara real-time melalui layar, sekaligus mengarsipkan data untuk keperluan laporan.

Hal yang membuat PCE-AQD 10 menonjol dibanding banyak alat sejenis adalah kombinasi antara:

  • Tiga parameter sekaligus dalam satu sistem kompak.

  • Sensor CO₂ eksternal dengan kabel, sehingga posisi sensor dapat dioptimalkan.

  • Memori berbasis SD card dengan kapasitas besar dan format file ramah pengguna.

  • Interval pencatatan yang fleksibel (1 hingga 600 detik).

  • Pengoperasian dengan adaptor listrik, cocok untuk pemantauan jangka panjang tanpa khawatir baterai habis.

Bagi laboratorium, kampus, fasilitas produksi, atau gedung perkantoran yang ingin meningkatkan kontrol kualitas udara tanpa sistem BMS/SCADA kompleks, PCE-AQD 10 dapat menjadi “titik awal” yang solid: mudah diinstal, mudah dibaca, mudah diekspor datanya.

Desain dan Ergonomi

Secara fisik, PCE-AQD 10 terdiri dari dua bagian utama:

  • Unit utama dengan layar dan slot SD card.

  • Sensor CO₂ eksternal yang terhubung melalui kabel.

Dimensi yang tercantum:

  • Unit utama: 132 × 80 × 32 mm

  • Sensor CO₂: 132 × 38 × 32 mm

  • Berat total sekitar 390 g

Dengan ukuran tersebut, alat ini relatif ringkas: cukup kecil untuk ditempatkan di meja kerja, namun cukup besar agar layar tetap mudah dibaca dari jarak beberapa meter. Dua buah wall holder yang disertakan membuat pemasangan di dinding menjadi lebih rapi, misalnya di lorong kantor, ruang kelas, atau area QC line produksi.

Untuk catu daya, PCE-AQD 10 menggunakan adaptor listrik plug-in 9 V / 800 mA (mains power adapter). Ini berarti:

  • Tidak perlu mengganti baterai secara berkala.

  • Cocok untuk logging jangka panjang tanpa gangguan.

  • Pengguna hanya perlu memastikan stop kontak tersedia di dekat lokasi pemasangan.

Kondisi operasi yang direkomendasikan:

  • Suhu 0–50 °C

  • Kelembapan udara <85 %RH

Rentang ini sudah mencakup sebagian besar lingkungan indoor: ruang laboratorium, kantor, ruang kelas, ruang produksi, sampai area kontrol di fasilitas pengolahan air. Tidak ada informasi khusus mengenai IP rating, sehingga alat sebaiknya tidak digunakan di area dengan risiko percikan air langsung atau debu sangat tinggi.

Secara ergonomi, pendekatan “set-and-forget” sangat terasa: setelah dipasang di lokasi, dihubungkan ke adaptor, dan diatur interval penyimpanannya, alat ini dapat bekerja terus menerus dengan interaksi minimal dari pengguna.

Antarmuka dan Pengalaman Pengguna

PCE-AQD 10 dilengkapi layar LCD dengan backlight (lighting) sehingga angka tetap terlihat jelas meski ruangan agak redup. Layar menampilkan tiga parameter sekaligus: CO₂, suhu, dan kelembapan. Dengan refresh rate 1 detik, perubahan kondisi ruangan dapat dipantau hampir real-time.

Tata letak tombol pada panel depan dibuat sederhana untuk fungsi-fungsi utama, seperti:

  • Mengatur interval penyimpanan data (1, 2, 5, 10, 30, 60, 120, 300, 600 detik).

  • Mengaktifkan/menonaktifkan pencatatan ke SD card.

  • Mengatur opsi tampilan atau pengaturan dasar lainnya.

Bagi pengguna di laboratorium atau fasilitas produksi yang sering berpindah tugas, antarmuka sederhana ini justru menjadi keunggulan: tidak perlu menghafal menu yang rumit.

Beberapa aspek kenyamanan lain:

  • Backlight membantu pembacaan di ruang dengan intensitas cahaya rendah, misalnya ruang penyimpanan bahan kimia atau ruang kontrol malam hari.

  • Data tersimpan otomatis ke kartu SD, sehingga pengguna tidak harus sering menyentuh alat untuk menyalin catatan.

  • Format data yang dapat dibuka di Excel meminimalkan kebutuhan software khusus.

Meski tidak disebutkan adanya fitur seperti auto-hold, fungsi inti untuk “membaca sekilas di layar” dan “merekam otomatis” sudah mencakup kebutuhan paling umum di QA/QC dan pemantauan fasilitas.

Fitur-Fitur Cerdas/Unggulan

Beberapa fitur kunci PCE-AQD 10 yang relevan untuk pekerjaan teknis dan audit antara lain:

  1. Pengukuran tiga parameter sekaligus

    • CO₂, suhu, dan kelembapan direkam dalam satu file.

    • Memudahkan analisis korelasi, misalnya: CO₂ naik saat ruangan penuh, suhu naik, kelembapan berubah.

  2. Data logging ke SD card hingga 16 GB

    • Interval pencatatan dapat dipilih antara 1–600 detik.

    • Pada interval lebih panjang (misalnya 5 atau 10 menit), satu kartu SD mampu menyimpan data berbulan-bulan.

    • Cocok untuk studi tren jangka panjang atau pemantauan sebelum dan sesudah perbaikan sistem ventilasi.

  3. Penyimpanan data dalam format XLS

    • File dapat dibuka langsung dengan Excel atau perangkat lunak spreadsheet lain.

    • Pengguna bisa membuat grafik, menghitung rata-rata harian, maksimum, minimum, atau mendeteksi kejadian puncak (peak events).

    • Mempermudah pelaporan untuk manajemen atau auditor.

  4. Sensor CO₂ eksternal

    • Sensor dapat ditempatkan di posisi yang mewakili zona bernapas (breathing zone) operator, sementara unit utama bisa diletakkan di tempat aman dan mudah dibaca.

    • Mendukung fleksibilitas pemasangan, misalnya di ruang kelas atau area proses yang sempit.

  5. Operasi terus-menerus dengan adaptor listrik

    • Tidak ada jeda pengukuran karena baterai habis.

    • Sangat ideal untuk pemantauan 24/7 di ruang server, ruang laboratorium sensitif, atau ruang fermentasi yang harus dikontrol ketat.

Bagi pengguna di lingkungan yang padat standar, fitur-fitur ini berarti: lebih sedikit pekerjaan manual, lebih sedikit risiko kehilangan data, dan dokumentasi yang lebih rapi.

Kontrol Eksternal dan Integrasi Sistem

PCE-AQD 10 tidak mengandalkan koneksi langsung ke PC melalui USB, melainkan menggunakan kartu SD sebagai media transfer data. Pendekatan ini sederhana tetapi cukup fleksibel:

  • Setelah pengukuran, kartu SD bisa dilepas dan dibaca di komputer mana pun yang memiliki slot SD atau card reader.

  • File yang tersimpan dalam format XLS dapat langsung dibuka dan diolah.

  • Data dapat diimpor ke:

    • Spreadsheet (Excel, LibreOffice Calc) untuk analisis manual.

    • Sistem manajemen kualitas (QMS) yang menerima impor dari Excel.

    • LIMS, dengan langkah perantara (misalnya menyimpan sebagai CSV).

Dalam workflow QA/QC, pola yang sering dilakukan:

  1. Pemasangan PCE-AQD 10 di ruang target selama beberapa hari atau minggu.

  2. Secara berkala, petugas QA mengambil kartu SD, menyalin file ke server, lalu memasang kembali SD card kosong atau yang sama.

  3. Data digabungkan dan dianalisis untuk melihat tren jangka panjang dan pola harian.

Pendekatan ini memberikan skalabilitas: satu unit dapat dipindah-pindah antar ruangan, sementara data dari berbagai periode tetap terdokumentasi dan bisa ditelusuri kapan saja saat audit.

Spesifikasi Teknis Lengkap

Parameter Nilai / Keterangan
Variabel terukur CO₂ 0–4000 ppm
Resolusi CO₂ 1 ppm
Akurasi CO₂ ±70 ppm (<1000 ppm)
±5% dari nilai ukur (<3000 ppm)
±250 ppm (>3000 ppm)
Variabel terukur kelembapan 10–90 %RH
Resolusi kelembapan 0,1 %RH
Akurasi kelembapan ±(4% dari nilai ukur + 1%RH) (>70%RH)
±4%RH (<70%RH)
Variabel terukur suhu 0–50 °C / 32–122 °F
Resolusi suhu 0,1 °C / 0,18 °F
Akurasi suhu ±0,8 °C / 1,4 °F
Interval penyimpanan (storage rate) 1, 2, 5, 10, 30, 60, 120, 300, 600 detik
Memori SD card hingga 16 GB
Format file XLS
Display LCD dengan backlight
Refresh rate tampilan 1 detik
Catu daya Adaptor 9 V / 800 mA
Kondisi operasi 0–50 °C, <85 %RH
Dimensi unit utama 132 × 80 × 32 mm
Dimensi sensor CO₂ 132 × 38 × 32 mm
Berat total ±390 g
Isi paket (utama) PCE-AQD 10, sensor CO₂, adaptor, SD card, 2 wall holder, adhesive pad, manual

Untuk menggambarkan angka di atas secara sederhana:

  • Rentang 0–4000 ppm CO₂ sudah mencakup kondisi ruangan normal (sekitar 400–1000 ppm) hingga situasi sangat pengap.

  • Resolusi 1 ppm berarti perubahan kecil pun bisa terlihat, meski dalam praktik, fluktuasi nyata biasanya dalam puluhan ppm.

  • Akurasi ±70 ppm pada rentang <1000 ppm cukup baik untuk aplikasi pemantauan ruangan, karena batas kenyamanan biasanya sekitar 800–1000 ppm.

  • Rentang kelembapan 10–90 %RH mencakup hampir semua kondisi indoor yang wajar, dari ruang ber-AC kering sampai area yang cukup lembap.

Panduan Memilih Komponen Tambahan

Walau PCE-AQD 10 sudah tersedia sebagai paket lengkap, beberapa komponen tambahan dapat dipertimbangkan untuk memaksimalkan penggunaan:

Contoh rentang CO₂ dan aplikasi

Rentang CO₂ (ppm) Contoh kondisi Interpretasi umum
400–800 Ruang dengan ventilasi baik Umumnya nyaman untuk kerja dan belajar
800–1000 Ruang penuh orang, ventilasi cukup Perlu pemantauan; sebaiknya tidak lama di atas 1000
1000–1400 Ventilasi kurang, ruangan terasa pengap Pertimbangkan peningkatan ventilasi/AC
>1400 Ventilasi sangat kurang, potensi keluhan tinggi Tindakan korektif segera diperlukan

Aksesori yang bermanfaat

  • Kartu SD cadangan (untuk rotasi dan backup data).

  • Dudukan tambahan atau bracket khusus jika dipasang di panel kontrol.

  • Label dan lembar kontrol untuk penandaan titik pemasangan (berguna saat melakukan banyak kampanye pengukuran di gedung besar).

Faktor yang memengaruhi hasil pengukuran

  • Posisi pemasangan: sebaiknya pada ketinggian sekitar 1–1,5 m dari lantai, jauh dari jendela terbuka, pintu, atau ventilasi langsung.

  • Sumber CO₂ lokal: misalnya dekat pintu keluar kantin, area produksi minuman fermentasi, atau dekat knalpot kendaraan di area parkir indoor.

  • Perubahan layout: penambahan sekat ruangan, perubahan setting AC, atau penutupan kisi ventilasi akan memengaruhi pola pembacaan.

Memperhatikan faktor-faktor ini membantu pengguna membaca data secara lebih kritis dan menghindari kesimpulan yang keliru.

Studi Kasus

Teaching lab farmasi di kampus

Sebuah fakultas farmasi melakukan evaluasi kenyamanan dan keselamatan di teaching lab yang digunakan untuk praktikum formulasi. Keluhan mahasiswa: sering pusing dan mengantuk di tengah sesi. Pihak lab memasang PCE-AQD 10 di salah satu sudut ruangan selama dua minggu dengan interval logging 60 detik.

Hasil analisis data menunjukkan:

  • CO₂ rutin naik di atas 1400 ppm pada jam-jam praktikum padat.

  • Kelembapan turun di bawah 40 %RH saat AC disetel terlalu dingin, berpotensi memengaruhi stabilitas beberapa bahan higroskopis.

Berdasarkan data ini, manajemen fasilitas melakukan penyesuaian: menambah interval jeda antar sesi agar ventilasi alami bekerja, serta mengatur ulang setting AC dan exhaust. Pada monitoring ulang satu bulan kemudian, CO₂ jarang melewati 1000 ppm dan keluhan mahasiswa berkurang. Data dari PCE-AQD 10 juga digunakan sebagai lampiran laporan ke pimpinan fakultas.

Ruang QC pabrik minuman

Di sebuah pabrik minuman, ruang QA/QC relatif kecil namun diisi beberapa operator dan alat uji fisik/kimia. Karena pintu sering ditutup untuk menjaga suhu dan kebersihan, ruangan terasa pengap saat shift penuh. PCE-AQD 10 dipasang di dinding dengan sensor CO₂ mengarah ke area meja kerja.

Hasil logging satu minggu memperlihatkan:

  • CO₂ meningkat bertahap sepanjang hari, menembus 1200–1500 ppm menjelang sore.

  • Kelembapan relatif cukup stabil 50–60 %RH, sesuai spesifikasi ruangan.

Manajemen kemudian memutuskan menambah exhaust fan dengan kontrol waktu dan membuka ventilasi fresh air pada jam-jam tertentu. PCE-AQD 10 tetap dibiarkan terpasang untuk memverifikasi efektivitas tindakan. Data historis yang rapi menjadi dasar kuat saat pabrik menyiapkan dokumen HACCP dan audit pelanggan.

Panduan Cara Menggunakan Produk Langkah demi Langkah

Sebagai contoh, bayangkan Anda staf QA di teaching lab kampus yang ingin memantau kualitas udara selama kegiatan praktikum. Berikut langkah praktis menggunakan PCE-AQD 10:

  1. Penentuan lokasi

    • Pilih titik yang mewakili kondisi umum ruangan, bukan dekat jendela/pintu.

    • Ketinggian sekitar 1,2–1,5 m dari lantai, mendekati tinggi bernapas mahasiswa.

    • Pasang wall holder yang disertakan atau letakkan unit utama di meja yang stabil.

  2. Pemasangan perangkat

    • Hubungkan sensor CO₂ eksternal ke unit utama.

    • Pasang kartu SD ke slot memori.

    • Colokkan adaptor 9 V ke stop kontak dan ke unit PCE-AQD 10.

  3. Pengaturan awal

    • Nyalakan alat dan pastikan layar menampilkan CO₂, suhu, dan kelembapan.

    • Atur interval pencatatan sesuai kebutuhan. Untuk pemantauan harian, 60 detik biasanya cukup informatif tanpa menghasilkan file terlalu besar.

    • Jika perlu, beri label di dekat alat (misalnya “Teaching Lab Formulasi – Titik 1”) agar mudah ditelusuri kemudian.

  4. Proses pemantauan

    • Biarkan alat berjalan selama beberapa hari atau minggu sesuai rencana studi.

    • Sesekali periksa layar untuk melihat kondisi real-time, terutama saat praktikum penuh.

  5. Pengambilan dan pengolahan data

    • Setelah periode pemantauan selesai, matikan pencatatan (logging), lepaskan kartu SD, dan salin file XLS ke komputer.

    • Buka file di Excel, buat grafik CO₂, suhu, dan kelembapan terhadap waktu.

    • Tandai jam-jam di mana CO₂ melampaui ambang batas kenyamanan (misalnya 1000 ppm) dan diskusikan dengan tim fasilitas untuk tindakan perbaikan.

  6. Dokumentasi dan pelaporan

    • Simpan file asli sebagai arsip.

    • Sertakan grafik dan kesimpulan dalam laporan QA atau dokumen pendukung akreditasi/sertifikasi.

Dengan alur ini, PCE-AQD 10 tidak hanya menjadi alat ukur, tetapi bagian dari sistem manajemen lingkungan yang terdokumentasi.

Kesimpulan dan Rekomendasi

PCE-AQD 10 memadukan fungsi pengukuran CO₂, suhu, dan kelembapan dengan data logger berbasis SD card dalam satu paket yang ringkas dan mudah dioperasikan. Bagi laboratorium, kampus, pabrik F&B, farmasi, hingga fasilitas pengolahan air yang memiliki ruang kontrol tertutup, alat ini membantu:

  • Mengetahui kondisi kualitas udara secara objektif dan real-time.

  • Merekam data jangka panjang tanpa kerepotan pencatatan manual.

  • Menyajikan bukti dokumenter yang kuat untuk audit dan peningkatan sistem ventilasi.

Alat ini paling cocok untuk:

  • Teaching lab, ruang kuliah, dan ruang rapat yang sering penuh.

  • Ruang QC/QA di pabrik yang tertutup dan ber-AC.

  • Ruang kontrol WTP/WWTP, ruang instrumentasi, dan area lain dengan staf yang bekerja berjam-jam.

Bagi organisasi yang membutuhkan integrasi real-time ke PLC/SCADA, mungkin dibutuhkan sistem yang lebih kompleks dengan output analog/digital. Namun sebagai solusi mandiri yang ekonomis dan mudah diterapkan, PCE-AQD 10 menawarkan keseimbangan yang baik antara fungsi, kemudahan penggunaan, dan fleksibilitas data.

FAQ Singkat

1. Apakah PCE-AQD 10 cocok untuk ruangan produksi bersih (clean room)?
Dapat digunakan untuk memantau CO₂, suhu, dan kelembapan, namun untuk clean room yang membutuhkan pemantauan partikel biasanya tetap perlu instrumen tambahan khusus partikel.

2. Berapa lama data dapat direkam dalam satu kartu SD?
Tergantung interval pencatatan dan kapasitas SD card. Dengan interval 1–5 menit dan SD card beberapa gigabyte, data harian hingga bulanan dapat disimpan tanpa masalah.

3. Apakah alat ini portabel untuk dibawa-bawa?
Secara fisik ringkas, tetapi dirancang untuk catu daya adaptor listrik. Paling ideal digunakan sebagai unit stasioner di titik pemantauan tertentu.

4. Bisakah data langsung terhubung ke LIMS atau PLC?
PCE-AQD 10 menggunakan SD card dengan file XLS. Integrasi ke LIMS dilakukan melalui impor file, bukan koneksi langsung online. Untuk PLC/SCADA diperlukan instrumen lain dengan output analog/digital.

5. Apakah alat perlu dikalibrasi berkala?
Seperti instrumen pengukuran lainnya, kalibrasi berkala direkomendasikan sesuai kebijakan QA perusahaan. Jadwal kalibrasi dapat disesuaikan dengan standar internal atau regulasi yang berlaku.

6. Apakah PCE-AQD 10 dapat digunakan di ruang luar (outdoor)?
Alat ini dirancang untuk lingkungan indoor dengan kelembapan <85 %RH dan tanpa paparan langsung hujan atau debu berat. Untuk aplikasi outdoor, sebaiknya menggunakan instrumen dengan perlindungan cuaca khusus.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium dan instrumen pemantauan lingkungan, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran CO₂, suhu, dan kelembapan yang andal untuk mendukung mutu proses dan keselamatan kerja Anda. Kami menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-AQD 10 Air Humidity Meter dengan data logger CO₂, serta berbagai perangkat laboratorium lain yang mendukung pemantauan lingkungan sesuai standar industri.

Jika Anda ingin meningkatkan kontrol kualitas udara di ruang laboratorium, ruang produksi, atau fasilitas pendidikan, sekaligus memperkuat dokumentasi untuk audit dan sertifikasi, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami. Tim kami siap membantu merekomendasikan konfigurasi pemantauan yang paling sesuai, termasuk opsi integrasi data ke sistem pelaporan dan manajemen mutu yang sudah Anda gunakan.

Rekomendasi Humidity Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.