Sejak pandemi, pembicaraan tentang ventilasi dan kualitas udara dalam ruang (indoor air quality/IAQ) tidak lagi terbatas pada dunia HVAC. Laboratorium QA/QC, fasilitas farmasi, pabrik makanan dan minuman, hingga ruang produksi kosmetik semakin sadar bahwa udara di sekitar proses kerja ikut menentukan mutu produk dan kesehatan pekerja. Namun, banyak fasilitas yang masih mengandalkan “feeling” atau keluhan pekerja untuk menilai apakah ruangan pengap, terlalu lembap, atau kurang ventilasi.
Masalahnya, indikator seperti pusing, mengantuk, atau bau pengap muncul ketika kadar CO₂ sudah cukup tinggi. Pada titik ini, produktivitas sudah menurun dan risiko kesalahan kerja meningkat. Di ruang pengolahan makanan dan minuman, kelembapan yang terlalu tinggi bisa memicu kondensasi di permukaan, meningkatkan risiko pertumbuhan mikroba. Di fasilitas farmasi atau biotek, fluktuasi suhu dan kelembapan ruangan dapat memengaruhi stabilitas bahan baku sensitif dan mengganggu validasi proses.
Tim QA/QC dan HSE sering menghadapi beberapa kendala serupa:
-
Data CO₂, suhu, dan kelembapan ruang tidak terekam secara kontinu, sehingga sulit dianalisis saat audit atau investigasi deviasi.
-
Pengukuran manual dengan alat genggam sporadis, tanpa catatan tren jangka panjang.
-
Tidak ada bukti objektif untuk mengatur ulang set-point HVAC atau menambah ventilasi, sehingga keputusan perbaikan cenderung trial-and-error.
-
Pengujian sering dilakukan di banyak titik ruangan; jika alat tidak praktis, operator enggan melakukan pemantauan berkala.
Di sinilah dibutuhkan instrumen yang tidak sekadar menampilkan angka sesaat, tetapi bisa merekam data CO₂, suhu, dan kelembapan secara konsisten, mudah diakses kembali, dan cukup akurat untuk dijadikan dasar keputusan teknis. Air Humidity Meter PCE-AQD 10-ICA hadir sebagai salah satu solusi praktis untuk kebutuhan ini.
Teknologi Sensor PCE-AQD 10-ICA
Di balik tampilan sederhana PCE-AQD 10-ICA, terdapat kombinasi beberapa teknologi sensor yang dirancang khusus untuk pemantauan kualitas udara dalam ruang. Instrumen ini mengukur tiga parameter utama: konsentrasi CO₂, kelembapan relatif (relative humidity/RH), dan suhu. Kombinasi ketiganya memberikan gambaran utuh mengenai kenyamanan termal dan efektivitas ventilasi.
Untuk pengukuran CO₂, instrumen ini menggunakan sensor inframerah non-dispersif (NDIR). Secara sederhana, gas yang mengandung CO₂ dilewatkan pada jalur sinar inframerah. Molekul CO₂ menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu, dan tingkat penyerapan ini dikonversi menjadi nilai konsentrasi dalam satuan ppm (part per million). Teknologi NDIR dipilih karena:
-
Relatif stabil untuk pemantauan jangka panjang.
-
Responnya cukup cepat terhadap perubahan konsentrasi CO₂ di ruangan.
-
Lebih selektif terhadap CO₂ dibandingkan beberapa metode elektrokimia.
Untuk kelembapan, PCE-AQD 10-ICA memanfaatkan sensor kelembapan kapasitif. Sensor jenis ini menggunakan perubahan kapasitansi pada material higroskopis yang menyerap uap air di udara. Ketika kelembapan meningkat, konstanta dielektrik material berubah, sehingga kapasitansinya juga berubah. Perubahan ini diterjemahkan menjadi nilai %RH. Sementara itu, suhu diukur menggunakan sensor suhu elektronik yang terintegrasi, dengan resolusi halus hingga 0,1 °C.
Semua sensor ini dihubungkan ke unit utama yang dilengkapi mikroprosesor untuk mengolah sinyal, menampilkan nilai di layar LCD, dan merekam data secara berkala ke kartu memori SD. Pendekatan digital dengan logging ke SD card ini memberikan beberapa keuntungan dibanding cara konvensional seperti pencatatan manual:
-
Data historis bisa disimpan dalam jumlah sangat besar (hingga kapasitas kartu 16 GB).
-
Interval pencatatan bisa diatur, dari 1 detik hingga 600 detik, sehingga fleksibel untuk studi singkat maupun monitoring jangka panjang.
-
Data mudah dipindahkan ke komputer untuk dianalisis dengan spreadsheet atau software statistik.
Dalam jangka panjang, penggunaan teknologi sensor digital dengan datalogger ini membantu laboratorium dan fasilitas industri membangun basis data IAQ. Dari data inilah tren musiman, pengaruh jadwal produksi, atau perubahan layout ruangan bisa dianalisis secara obyektif, bukan sekadar berdasarkan kesan subjektif pekerja.
Mengapa PCE-AQD 10-ICA Menonjol di Kelasnya
PCE-AQD 10-ICA bukan sekadar alat ukur kelembapan; ia adalah air quality meter tiga-parameter yang dirancang khusus untuk pemantauan CO₂, suhu, dan kelembapan dalam ruang. Satu keunikan penting adalah adanya sertifikat kalibrasi ISO yang sudah termasuk dalam paket, khusus untuk kanal CO₂. Ini berarti nilai CO₂ yang ditampilkan sudah ditelusurkan ke standar yang diakui secara internasional, suatu hal yang penting untuk:
-
Laboratorium QA/QC yang sering diaudit.
-
Fasilitas farmasi, F&B, dan kosmetik yang mengikuti standar mutu seperti ISO 9001, ISO 17025, atau regulasi BPOM.
-
Proyek riset kampus yang membutuhkan data bisa dipertanggungjawabkan.
Secara fungsional, ada beberapa hal yang membuat instrumen ini menarik dibandingkan banyak meter CO₂/kelembapan lain di pasaran:
-
Tiga parameter sekaligus dalam satu layar: CO₂ (ppm), suhu (°C/°F), dan kelembapan relatif (%RH), sehingga operator tidak perlu membawa beberapa alat terpisah.
-
Sensor CO₂ yang ditempatkan terpisah dari unit utama dengan kabel, memudahkan penempatan di titik representatif (misalnya di zona pernapasan pekerja) sementara unit utama bisa ditempel di dinding pada posisi nyaman untuk dibaca.
-
Kemampuan logging ke SD card hingga 16 GB dengan interval yang dapat diatur, sehingga cocok untuk monitoring harian, mingguan, bahkan studi jangka panjang tanpa sering-sering menyalin data.
-
Layar LCD dengan backlight yang memudahkan pembacaan di area dengan pencahayaan terbatas.
Selain itu, paket pengiriman sudah lengkap untuk langsung digunakan: termasuk adaptor daya, kartu SD, dudukan dinding, dan sertifikat kalibrasi. Ini mengurangi waktu persiapan dan biaya tambahan untuk membeli aksesori terpisah.
Desain Fisik dan Kenyamanan Penggunaan
Secara fisik, PCE-AQD 10-ICA terdiri dari dua bagian utama: unit utama (main unit) dan sensor CO₂ eksternal yang dihubungkan melalui kabel. Ukuran unit utama sekitar 132 x 80 x 32 mm, sedangkan sensor CO₂ berukuran 132 x 38 x 32 mm. Dimensi ini cukup kompak untuk dipasang di dinding laboratorium, ruang produksi, ataupun ruang kelas, tanpa banyak memakan tempat. Berat total perangkat sekitar 390 g, sehingga saat dipasang di dinding menggunakan wall holder yang disertakan, tidak memberi beban berarti.
Material casing didesain dengan gaya instrumen industri PCE pada umumnya: kokoh namun ringan, dengan warna netral yang tidak mencolok. Tata letak tombol sederhana di bagian depan atau samping unit utama, sehingga operator dapat mengatur parameter seperti interval logging atau melihat data tanpa perlu melepas dari dudukan dinding.
Instrumen ini menggunakan catu daya adaptor listrik 9 V / 800 mA yang disertakan, sehingga tidak bergantung pada baterai. Bagi banyak fasilitas yang melakukan monitoring berhari-hari, ini justru menguntungkan: tidak ada kekhawatiran baterai habis di tengah pengukuran. Cukup pastikan ada stop kontak di dekat lokasi pemasangan. Untuk area dengan banyak peralatan, disarankan menggunakan stop kontak yang terlindungi dari cipratan air dan ditempatkan di jalur kabel yang aman dari lalu-lalang operator.
Batas kondisi operasi instrumen adalah 0 hingga 50 °C, dengan kelembapan relatif di bawah 85% RH (tanpa kondensasi). Artinya, alat ini sangat cocok untuk ruang AC, laboratorium, kantor, atau ruang produksi yang terkontrol. Namun, tidak direkomendasikan untuk area yang terlalu lembap hingga berkondensasi atau area outdoor terbuka. Informasi rating IP (perlindungan terhadap debu dan air) tidak dinyatakan secara spesifik, sehingga pengguna sebaiknya memperlakukan alat ini sebagai perangkat indoor yang tidak boleh terkena air langsung atau uap korosif.
Dengan desain yang memang diarahkan untuk pemasangan stasioner di dinding, PCE-AQD 10-ICA cocok untuk:
-
Lab QA/QC dan teaching lab yang ingin memantau IAQ ruang laboratorium.
-
Fasilitas pengolahan makanan dan minuman yang membutuhkan pemantauan kelembapan dan CO₂ di area pengemasan.
-
Ruang fermentasi pada industri minuman atau biotek, untuk memantau akumulasi CO₂.
-
Ruang kantor dan ruang rapat di fasilitas industri, untuk menjaga kenyamanan dan produktivitas staf.
Antarmuka, Layar, dan Pengalaman Pengguna
PCE-AQD 10-ICA dilengkapi layar LCD dengan pencahayaan (backlight). Layar ini menampilkan tiga parameter utama secara bersamaan: CO₂, suhu, dan kelembapan. Angka terlihat jelas bahkan dari jarak beberapa meter, sehingga operator tidak perlu selalu mendekat untuk membaca. Backlight sangat membantu di ruang dengan cahaya redup atau di pojok ruangan yang tidak tersorot lampu langsung.
Navigasi menu dilakukan melalui beberapa tombol fisik sederhana. Biasanya terdapat tombol untuk:
-
Mengatur interval penyimpanan data (1, 2, 5, 10, 30, 60, 120, 300, hingga 600 detik).
-
Mengatur satuan suhu (°C atau °F).
-
Mengaktifkan atau menonaktifkan fungsi penyimpanan ke SD card.
-
Mengatur jam dan tanggal, agar penandaan waktu (timestamp) pada file data sesuai dengan waktu lokal.
Pengalaman pengguna dibuat sesederhana mungkin: setelah alat dipasang dan catu daya terhubung, pengguna cukup:
-
Memastikan kartu SD terpasang.
-
Mengatur interval logging sesuai kebutuhan.
-
Menekan kombinasi tombol yang mengaktifkan fungsi rekam.
Setelah itu, alat akan bekerja secara otomatis, menampilkan nilai real-time sekaligus menyimpan data ke kartu. File data disimpan dalam format yang kompatibel dengan spreadsheet (umumnya CSV), sehingga mudah dibuka di Excel atau perangkat lunak serupa tanpa software khusus.
Walaupun tidak disebutkan secara spesifik ada fungsi Auto-Hold atau Auto-Off, PCE-AQD 10-ICA pada dasarnya dirancang untuk operasi kontinu sebagai monitor ruangan. Jadi konsep Auto-Off tidak terlalu relevan; perangkat memang dibiarkan menyala untuk jangka waktu panjang. Fokus utamanya adalah tampilan jelas dan alur penggunaan yang tidak rumit, sehingga staf QA, teknisi HVAC, atau dosen praktikum dapat mengoperasikannya tanpa pelatihan intensif.
Fitur Kunci yang Paling Berguna di Lapangan
Beberapa fitur PCE-AQD 10-ICA sangat terasa manfaatnya saat digunakan dalam setting nyata:
-
Pengukuran simultan CO₂, suhu, dan kelembapan. Ini menghemat waktu karena operator tidak perlu berpindah alat dan mencatat tiga parameter berbeda. Dalam audit HACCP di pabrik minuman, misalnya, satu kali kunjungan ke ruang proses sudah memberikan gambaran lengkap kenyamanan termal dan ventilasi.
-
Penyimpanan data ke kartu SD hingga 16 GB. Dengan interval pengukuran 1 menit, data harian pun masih sangat kecil dibanding kapasitas kartu, sehingga pengguna bisa menyimpan data berminggu-minggu sebelum melakukan backup. Ini membantu ketika QA ingin meninjau kembali tren IAQ sebelum dan sesudah perubahan setting HVAC.
-
Interval logging yang fleksibel. Untuk uji respon cepat sistem ventilasi, interval 1–10 detik bisa dipilih. Untuk pemantauan rutin jangka panjang, interval 5–10 menit sudah cukup, sehingga jumlah data tetap manageable.
-
Refresh rate tampilan 1 detik. Perubahan kondisi ruangan, misalnya ketika pintu dibuka atau jumlah orang meningkat, dapat terlihat hampir secara real-time. Ini membantu saat melakukan uji smoke test atau simulasi kepadatan ruangan.
-
Sertifikat kalibrasi ISO untuk kanal CO₂. Keberadaan sertifikat ini memudahkan saat menghadapi auditor eksternal. QA cukup menyertakan sertifikat tersebut dalam file sistem mutu sebagai bukti bahwa alat telah dikalibrasi oleh pihak kompeten.
Bagi pengguna di sektor farmasi, makanan dan minuman, serta laboratorium pengujian, kombinasi fitur tersebut berarti:
-
Waktu pengumpulan data lebih singkat dan rapi.
-
Risiko kesalahan pencatatan manual menurun drastis.
-
Tersedia bukti kuantitatif untuk diskusi teknis dengan tim engineering atau manajemen saat membahas perbaikan ventilasi dan lingkungan kerja.
Integrasi Data dan Konektivitas dalam Workflow QA/QC
Walaupun PCE-AQD 10-ICA tidak menggunakan koneksi USB langsung ke PC, mekanisme transfer data melalui kartu SD justru memberikan fleksibilitas tinggi. File yang tersimpan pada kartu dapat dipindahkan dengan card reader standar ke komputer mana pun, tanpa memerlukan driver atau software khusus.
Format penyimpanan yang kompatibel dengan spreadsheet memungkinkan:
-
Pengolahan data di Excel atau software statistik untuk membuat grafik tren CO₂, kelembapan, dan suhu.
-
Integrasi manual ke sistem LIMS (Laboratory Information Management System) atau basis data internal perusahaan.
-
Pengolahan lanjutan seperti perhitungan waktu paparan di atas batas CO₂ tertentu, analisis korelasi antara kepadatan ruangan dan kenaikan CO₂, hingga simulasi kebutuhan ventilasi.
Workflow yang umum dilakukan pengguna adalah:
-
Mengatur alat untuk logging otomatis selama periode tertentu (misalnya 7 hari).
-
Setelah selesai, memindahkan kartu SD ke komputer QA.
-
Membuka file data, membuat grafik tren harian/mingguan.
-
Menggunakan hasil grafik untuk diskusi dengan tim HSE atau engineering, misalnya untuk mengatur jadwal operasi fan, membuka damper fresh air, atau mengubah layout ruangan.
Pendekatan ini mungkin sederhana, namun skalabel: satu kartu SD bisa menyimpan data dari beberapa kampanye pengukuran, dan file data bisa diarsipkan dalam struktur folder per lokasi ruangan, per bulan, atau per proyek.
Spesifikasi Teknis PCE-AQD 10-ICA
Parameter CO₂
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Rentang ukur CO₂ | 0 hingga 4000 ppm |
| Resolusi | 1 ppm |
| Akurasi < 1000 ppm | ± 70 ppm |
| Akurasi < 3000 ppm | ± 5% dari nilai terukur |
| Akurasi > 3000 ppm | ± 250 ppm |
Parameter Kelembapan
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Rentang ukur kelembapan | 10 hingga 90 %RH |
| Resolusi | 0,1 %RH |
| Akurasi > 70 %RH | ± (4% dari nilai terukur + 1 %RH) |
| Akurasi < 70 %RH | ± 4 %RH |
Parameter Suhu
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Rentang ukur suhu | 0 hingga 50 °C / 32 hingga 122 °F |
| Resolusi | 0,1 °C / 0,18 °F |
| Akurasi | ± 0,8 °C / ± 1,4 °F |
Fitur Umum
| Fitur | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Laju penyimpanan data | 1, 2, 5, 10, 30, 60, 120, 300, 600 s |
| Media penyimpanan | Kartu SD hingga 16 GB |
| Tampilan | LCD dengan pencahayaan |
| Refresh tampilan | 1 detik |
| Catu daya | Adaptor 9 V / 800 mA |
| Kondisi operasi | 0–50 °C; < 85 %RH |
| Dimensi unit utama | 132 x 80 x 32 mm |
| Dimensi sensor CO₂ | 132 x 38 x 32 mm |
| Berat total | Sekitar 390 g |
Secara sederhana, angka-angka di atas dapat dimaknai sebagai berikut: rentang ukur CO₂ hingga 4000 ppm sudah lebih dari cukup untuk aplikasi ruangan biasa, karena batas kenyamanan umumnya sekitar 1000 ppm. Resolusi 1 ppm dan refresh 1 detik membuat perubahan kecil sekalipun bisa terlihat. Akurasi yang dinyatakan dalam bentuk persen dari nilai terukur menunjukkan bahwa error relatif tetap terkontrol di berbagai rentang konsentrasi.
Untuk kelembapan, rentang 10–90 %RH mencakup hampir semua kondisi indoor non-kondensasi. Akurasi ±4 %RH cukup memadai untuk pemantauan IAQ, yang biasanya memerlukan kisaran target 40–60 %RH. Sementara akurasi suhu ±0,8 °C sudah sangat cukup untuk menilai kenyamanan termal ruang kerja dan memastikan bahwa ruangan tetap berada dalam rentang yang direkomendasikan untuk proses produksi tertentu.
Panduan Memilih Aksesori dan Pengaturan Agar Hasil Optimal
Walaupun PCE-AQD 10-ICA sudah dikirim dalam paket yang lengkap, beberapa pertimbangan berikut membantu memaksimalkan hasil pengukuran.
Contoh Rentang Parameter dan Aplikasi
| Lingkungan / Aplikasi | CO₂ Tipikal (ppm) | Kelembapan Target (%RH) | Catatan Penggunaan |
|---|---|---|---|
| Laboratorium QA/QC | 600–1000 | 40–60 | Memantau ventilasi ruang instrumen dan ruang preparasi sampel. |
| Ruang produksi F&B dan dairy | 600–1200 | 45–65 | Mengurangi kondensasi pada permukaan dan menjaga kenyamanan staf. |
| Fasilitas farmasi & biotek (ruang umum) | 500–800 | 40–60 | Pendukung area non-cleanroom yang naik turun okupansinya. |
| Teaching lab & ruang kuliah | 800–1500 | 40–70 | Mengevaluasi kebutuhan buka jendela atau menambah fresh air. |
| Ruang fermentasi minuman/biotek | 800–2000 | 50–70 | CO₂ bisa tinggi; penting untuk keselamatan pekerja. |
Aksesori yang Umum Dilibatkan
Paket standar PCE-AQD 10-ICA biasanya mencakup:
-
Unit PCE-AQD 10-ICA.
-
Sensor CO₂ eksternal.
-
Adaptor daya 9 V.
-
Kartu SD.
-
Dua buah dudukan dinding (wall holder).
-
Pita perekat.
-
Buku manual.
-
Sertifikat kalibrasi ISO untuk kanal CO₂.
Untuk aplikasi tertentu, pengguna dapat menambahkan:
-
Card reader khusus untuk memudahkan transfer data ke PC QA.
-
Kabel perpanjangan jika posisi sensor CO₂ perlu ditempatkan lebih jauh (sesuai batas yang diperbolehkan).
-
Pelindung kabel atau duct kecil untuk instalasi yang rapi di area produksi.
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengukuran
Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar data yang dikumpulkan representatif:
-
Posisi pemasangan sebaiknya di zona pernapasan (sekitar 1–2 m dari lantai), tidak terlalu dekat pintu atau ventilasi utama yang bisa membuat pembacaan tidak mewakili kondisi ruangan.
-
Hindari memasang sensor terlalu dekat sumber panas (misalnya tepat di atas oven atau chiller besar) untuk menghindari bias suhu.
-
Jangan menutupi sensor dengan benda lain atau memasangnya di balik tirai/dekorasi.
-
Jika ruangan sangat dinamis (pintu sering dibuka-tutup, kepadatan orang berubah cepat), pilih interval logging yang lebih rapat (misalnya 30–60 detik) untuk menangkap dinamika tersebut.
Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, instrumen akan memberikan data yang lebih dapat diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Penerapan Nyata PCE-AQD 10-ICA di Fasilitas Industri dan Pendidikan
Bayangkan sebuah pabrik minuman yang memiliki ruang pengemasan tertutup, dengan beberapa lini produksi berjalan sekaligus. Sebelum menggunakan monitor CO₂ dan kelembapan, keluhan yang sering muncul adalah rasa mengantuk dan pusing di penghujung shift, serta kondensasi di permukaan tertentu saat shift malam. QA mencurigai bahwa ventilasi ruang pengemasan kurang optimal, namun tidak memiliki data kuat untuk berdiskusi dengan tim engineering.
Mereka kemudian memasang PCE-AQD 10-ICA di beberapa titik strategis di ruang pengemasan selama dua minggu. Hasil logging menunjukkan bahwa:
-
Pada jam-jam puncak produksi dan saat pintu loading dock sering ditutup, kadar CO₂ naik hingga di atas 1500 ppm.
-
Kelembapan relatif juga meningkat mendekati 70% pada beberapa periode, terutama saat produksi minuman panas.
Berdasarkan data tersebut, tim engineering menambah suplai fresh air dan menyesuaikan jadwal operasi exhaust fan. Setelah implementasi, monitoring lanjutan dengan alat yang sama menunjukkan bahwa CO₂ stabil di bawah 1000 ppm, dan kelembapan relatif lebih terkontrol. Keluhan pekerja menurun, dan data ini digunakan sebagai bukti perbaikan saat audit internal dan eksternal.
Contoh lain datang dari sebuah teaching lab di kampus teknik. Saat praktikum berlangsung, 30–40 mahasiswa berada dalam satu ruangan selama beberapa jam. Dosen sering merasa ruangan pengap, tetapi sulit mengajukan permintaan penambahan ventilasi tanpa data. Dengan menempatkan PCE-AQD 10-ICA selama beberapa sesi praktikum, diketahui bahwa CO₂ rutin naik hingga 2000 ppm ketika semua pintu dan jendela tertutup.
Data itu kemudian dipakai untuk:
-
Menyusun SOP membuka jendela atau mengaktifkan exhaust setiap jeda praktikum.
-
Mengajukan revisi desain ventilasi ke pihak fasilitas kampus, dengan grafik tren CO₂ sebagai bahan pendukung.
-
Menggunakan data tersebut sebagai materi pembelajaran di kelas, sehingga mahasiswa memahami langsung hubungan antara ventilasi dan kualitas udara.
Langkah Praktis Mengoperasikan PCE-AQD 10-ICA
Berikut panduan ringkas menggunakan PCE-AQD 10-ICA, misalnya untuk studi pemantauan kualitas udara di ruang laboratorium atau ruang produksi:
-
Tentukan tujuan pengukuran
Misalnya, mengevaluasi apakah ventilasi ruang QA cukup saat shift penuh. Tentukan durasi pengukuran (misalnya 3 hari kerja) dan interval logging (misalnya 60 detik). -
Pilih lokasi pemasangan
Pasang dudukan dinding di lokasi representatif, tidak langsung menghadap AC atau exhaust. Ketinggian 1,2–1,5 m dari lantai biasanya memadai. Tempelkan unit utama di dudukan, dan letakkan sensor CO₂ di area yang tidak terhalang. -
Sambungkan catu daya dan kartu SD
Colokkan adaptor 9 V ke stop kontak yang aman. Masukkan kartu SD ke slot yang tersedia. Pastikan kartu memiliki kapasitas cukup. -
Atur parameter pada menu
Nyalakan alat, atur jam dan tanggal sesuai waktu lokal. Pilih interval penyimpanan (misalnya 60 detik) dan pastikan fungsi logging aktif. Jika perlu, atur satuan suhu ke °C. -
Biarkan alat bekerja
Selama periode pengukuran, alat akan menampilkan nilai real-time dan menyimpan data ke kartu SD. Operator sesekali dapat memantau layar untuk melihat situasi saat itu, tetapi tidak perlu intervensi khusus. -
Akhiri kampanye pengukuran
Setelah durasi yang ditentukan, nonaktifkan fungsi logging, matikan alat, lalu keluarkan kartu SD. Pastikan kartu disimpan dalam wadah yang aman dari debu dan kelembapan. -
Analisis data
Pindahkan file dari kartu SD ke komputer QA. Buka di Excel atau software serupa. Buat grafik tren CO₂, suhu, dan kelembapan per jam. Tandai periode ketika batas kenyamanan (misalnya 1000 ppm CO₂) terlampaui, dan diskusikan dengan tim terkait untuk langkah perbaikan.
Dengan alur seperti ini, penggunaan PCE-AQD 10-ICA tidak hanya menghasilkan angka, tetapi juga informasi yang bisa ditindaklanjuti.
Kesimpulan dan Rekomendasi
PCE-AQD 10-ICA adalah instrumen pemantauan kualitas udara dalam ruang yang menggabungkan pengukuran CO₂, kelembapan, dan suhu dalam satu perangkat kompak. Teknologi sensor NDIR untuk CO₂, sensor kelembapan kapasitif, logging ke kartu SD, serta sertifikat kalibrasi ISO untuk kanal CO₂ menjadikannya pilihan menarik bagi laboratorium QA/QC, fasilitas F&B, farmasi, biotek, hingga teaching lab yang membutuhkan data IAQ yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kelebihan utama instrumen ini meliputi:
-
Tiga parameter penting IAQ dalam satu alat.
-
Datalogging fleksibel ke kartu SD hingga 16 GB.
-
Interval penyimpanan yang dapat diatur dan refresh tampilan 1 detik.
-
Sertifikat kalibrasi ISO untuk CO₂ sebagai nilai tambah dalam konteks audit.
Instrumen ini paling cocok untuk:
-
Laboratorium, ruang proses, dan area pengemasan yang ingin mengoptimalkan ventilasi dan kenyamanan kerja.
-
Kampus dan pusat riset yang ingin menggabungkan pemantauan IAQ dengan kegiatan edukasi.
-
Fasilitas industri yang ingin mengurangi keluhan pekerja terkait udara pengap dan meminimalkan risiko deviasi proses akibat kondisi ruangan yang tidak stabil.
Dengan pendekatan yang tepat, PCE-AQD 10-ICA dapat menjadi alat yang tidak hanya menampilkan angka, tetapi juga membantu organisasi mengambil keputusan berbasis data mengenai lingkungan kerja mereka.
FAQ
1. Apakah PCE-AQD 10-ICA bisa digunakan untuk ruang bersih (cleanroom)?
Instrumen ini cocok untuk area pendukung cleanroom (ruang gowning, koridor, ruang persiapan), tetapi untuk area cleanroom dengan klasifikasi partikulat tertentu biasanya diperlukan sensor yang terintegrasi ke sistem BMS khusus. PCE-AQD 10-ICA lebih tepat sebagai monitor IAQ umum.
2. Apakah alat ini perlu dikalibrasi ulang?
Seperti instrumen pengukuran lainnya, kalibrasi berkala dianjurkan sesuai kebijakan mutu internal, misalnya setiap 1–2 tahun. Sertifikat kalibrasi ISO awal hanya menjamin kondisi saat pengiriman; seiring waktu, sensor dapat mengalami drift.
3. Apakah data dari kartu SD dapat langsung diimpor ke LIMS?
File data umumnya berbentuk teks/CSV yang dapat dibuka di spreadsheet. Integrasi ke LIMS bisa dilakukan dengan impor manual atau skrip sederhana yang membaca file tersebut, tergantung sistem LIMS yang digunakan.
4. Bisakah alat ini dibawa-bawa untuk pengukuran spot?
Secara desain, PCE-AQD 10-ICA lebih cocok untuk pemasangan stasioner dengan adaptor daya. Namun, secara teknis alat dapat dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan lain selama tersedia stop kontak dan pemasangan tetap aman.
5. Apakah alat ini tahan terhadap uap korosif atau gas kimia agresif?
Instrumen ini ditujukan untuk pemantauan IAQ umum. Paparan jangka panjang terhadap uap korosif atau pelarut kuat dapat mempersingkat umur sensor. Untuk lingkungan kimia agresif, perlu dipertimbangkan solusi sensor yang memang dirancang khusus.
Sebagai pemasok dan mitra pengadaan instrumen laboratorium dan industri, CV. Java Multi Mandiri memahami bahwa data kualitas udara yang akurat adalah fondasi bagi keselamatan kerja, konsistensi mutu, dan efisiensi energi sistem HVAC. Kami menyediakan Air Humidity Meter PCE-AQD 10-ICA lengkap dengan dukungan teknis dan opsi kalibrasi berkala, serta berbagai perangkat laboratorium lain yang mendukung pemantauan lingkungan proses Anda. Jika Anda ingin meningkatkan pemantauan CO₂, kelembapan, dan suhu di laboratorium, ruang pengemasan, atau teaching lab, silakan hubungi tim kami untuk mendiskusikan kebutuhan spesifik fasilitas Anda dan menemukan konfigurasi yang paling sesuai.
Rekomendasi Humidity Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
Referensi
- Prasasti, C. I., Sudarmaji, & Adriyani, R. (2013). Kualitas Udara dalam Ruang Kelas ber-AC dan Keluhan Kesehatan Siswa. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 7(1), 14–20. Retrieved from https://journal.unair.ac.id/filerPDF/keslingb79f820694full.pdf
- Sari, L. H., Rauzi, E. N., Allaily, A., & Pertiwi, A. L. (2022). Evaluasi Kualitas Udara dan Kenyamanan Termal pada Ruang Kelas pada Masa Pandemi Covid-19. Arsitekno, 9(1), 21–30. Retrieved from https://ojs.unimal.ac.id/arsitekno/article/view/6634

















