Di banyak laboratorium, ruang produksi farmasi, F&B, hingga fasilitas pengolahan air, perhatian terhadap kualitas udara masih sering kalah dengan perhatian pada kualitas air atau produk. Padahal, udara di sekitar proses kerja memengaruhi banyak hal: stabilitas instrumen, kenyamanan operator, risiko kontaminasi silang, hingga kepatuhan terhadap regulasi K3 dan standar mutu. CO₂ yang terlalu tinggi bisa membuat staf cepat lelah dan sulit berkonsentrasi. Kelembaban yang berlebihan berpotensi merusak reagen higroskopis atau mengubah kadar air sampel. Debu halus (PM2.5) dari proses produksi, ruang boiler, atau lalu lintas dekat gedung bisa memperburuk kesehatan pekerja dan mengganggu hasil uji.
Dalam praktik sehari-hari, pengawasan kualitas udara sering dilakukan secara manual dan terpisah: termometer di dinding, hygrometer analog, sensor CO₂ independen, belum lagi manometer untuk tekanan udara positif/negatif di ruang tertentu. Data dari berbagai alat ini sulit digabungkan, sering tidak tercatat rapi, dan menyulitkan audit internal maupun eksternal. Di teaching lab kampus, misalnya, dosen sering kesulitan membuktikan histori kondisi lingkungan saat praktikum berlangsung. Di pabrik farmasi atau F&B, QA/QC harus menunjukkan kepada auditor bahwa kondisi lingkungan terkendali sepanjang shift, bukan hanya ketika inspeksi dilakukan.
Kebutuhan yang muncul cukup jelas: sebuah instrumen yang mampu memantau beberapa parameter kunci kualitas udara secara bersamaan (suhu, kelembaban, CO₂, debu halus, tekanan udara), menyimpan data otomatis dalam jangka panjang, dan mudah diintegrasikan ke laporan atau sistem pemantauan. Di sinilah peran data logger kualitas udara seperti PCE-AQD 20-ICA menjadi penting—bukan sekadar alat ukur sesaat, tetapi bagian dari sistem dokumentasi mutu yang konsisten.
Prinsip Kerja Multisensor pada PCE-AQD 20-ICA
PCE-AQD 20-ICA menggabungkan beberapa teknologi sensor dalam satu instrumen portabel. Untuk CO₂, alat ini umumnya memanfaatkan sensor inframerah non-dispersif (NDIR), di mana sinar inframerah melewati ruang sampel udara dan diserap oleh molekul CO₂ pada panjang gelombang tertentu. Tingkat penyerapan ini dikonversi menjadi nilai konsentrasi dalam satuan ppm. Teknologi NDIR dikenal stabil dan cocok untuk pemantauan jangka panjang di lingkungan indoor.
Kelembaban relatif dan suhu diukur menggunakan sensor kombinasi suhu–kelembaban berbasis kapasitif. Pada sensor ini, material dielektrik akan berubah kapasitansinya sesuai kadar air di udara. Perubahan kapasitansi dikonversi menjadi sinyal digital yang kemudian ditampilkan sebagai persen RH (%rh) dan suhu (°C/°F). Untuk PM2.5, alat memanfaatkan sensor partikel optik: berkas cahaya dipancarkan ke aliran udara, partikel halus akan menghamburkan cahaya, dan intensitas hamburan ini diinterpretasikan sebagai konsentrasi partikel dalam µg/m³. Sementara tekanan udara diukur dengan sensor tekanan barometrik yang sangat sensitif, yang mampu mendeteksi perubahan kecil dalam hPa.
Pendekatan multisensor ini punya dampak jangka panjang: pengguna tidak perlu memasang banyak alat terpisah dan menyatukan datanya secara manual. Semua parameter terekam dalam satu file log dengan stempel waktu yang sama, memudahkan analisis tren, korelasi antar-parameter (misalnya lonjakan PM2.5 saat suhu meningkat), maupun pembuktian saat investigasi deviasi. Dibandingkan metode konvensional yang mengandalkan catatan manual atau pengukuran sporadis, penggunaan data logger terintegrasi seperti PCE-AQD 20-ICA memberikan gambaran yang jauh lebih utuh tentang kondisi lingkungan dari waktu ke waktu.
PCE-AQD 20-ICA: Instrumen Terintegrasi dengan Sertifikat Kalibrasi ISO
Secara fungsi, PCE-AQD 20-ICA adalah air quality data logger yang mampu mengukur lima parameter sekaligus: suhu, kelembaban relatif, konsentrasi CO₂, konsentrasi PM2.5, dan tekanan udara. Data hasil pengukuran disimpan langsung ke kartu SD dalam format XLS sehingga dapat dibuka dengan Excel tanpa perlu software khusus. Ini sangat membantu untuk laboratorium atau fasilitas yang ingin melakukan analisis trend sederhana, membuat grafik, atau menggabungkan data dengan laporan QA tanpa proses konversi rumit.
Yang membuat model ini menonjol adalah sertifikat kalibrasi ISO yang sudah termasuk dalam paket. Artinya, setiap unit yang diterima pengguna sudah melalui proses kalibrasi terverifikasi dan memiliki jejak telusur (traceability) ke standar internasional. Bagi laboratorium yang menerapkan ISO/IEC 17025, pabrik farmasi dengan sistem mutu berbasis GMP, atau industri F&B yang diaudit secara berkala, keberadaan sertifikat ini mengurangi pekerjaan tambahan untuk kalibrasi awal dan mempermudah penerimaan alat dalam sistem manajemen mutu.
Keunggulan lain yang cukup praktis adalah kombinasi catu daya baterai (6 x AA 1,5 V) dan adaptor 9 V/1 A. Hal ini memungkinkan alat digunakan sebagai monitor portabel saat survei lapangan, maupun sebagai unit pemantauan semi-stasioner di ruang produksi atau laboratorium. Dengan integrasi alarm (output OC 24 V / 70 mA DC) dan fungsi alarm internal saat batas suhu, kelembaban, atau debu terlampaui, PCE-AQD 20-ICA tidak hanya merekam data tetapi juga memberi isyarat ketika kondisi mulai keluar dari batas yang ditetapkan.
Desain dan Ergonomi
Secara fisik, PCE-AQD 20-ICA hadir dalam bentuk handheld yang cukup kompak. Dimensinya sekitar 164 x 93 x 72 mm dengan berat sekitar 387 g. Ukuran ini membuatnya nyaman digenggam dengan satu tangan, namun masih cukup besar untuk menampung layar LCD yang lebar dan mudah dibaca dari jarak tertentu, misalnya saat alat diletakkan di meja atau dipasang dekat panel peralatan. Desain bodinya dirancang tegak dengan panel depan berisi layar dan tombol, sementara bagian samping dan belakang memberikan ruang untuk ventilasi sensor dan slot kartu SD.
Pengaturan catu daya cukup fleksibel. Untuk penggunaan mobile—misalnya survei kualitas udara di beberapa ruangan kampus atau inspeksi berkala di plant—pengguna dapat memanfaatkan 6 baterai AA 1,5 V. Untuk pemantauan jangka panjang di satu titik, adaptor 9 V/1 A yang sudah termasuk dalam paket memungkinkan alat bekerja terus-menerus tanpa khawatir baterai habis. Konsumsi arus sekitar 230 mA tanpa backlight dan sekitar 250 mA dengan backlight menyiratkan bahwa pada mode baterai, backlight sebaiknya digunakan seperlunya untuk menghemat energi.
Dari sisi lingkungan kerja, alat ini dirancang untuk digunakan pada rentang suhu 0 hingga 50 °C dengan kelembaban maksimum 80% rh. Artinya, PCE-AQD 20-ICA cocok untuk sebagian besar ruang indoor seperti laboratorium, ruang kantor, produksi farmasi/F&B, hingga ruang kontrol di instalasi pengolahan air. Produsen tidak menyebutkan rating IP spesifik, sehingga alat ini sebaiknya diposisikan di area yang kering, terlindung dari percikan air, dan tidak terekspos debu kasar atau bahan kimia korosif secara langsung. Untuk penggunaan di sekitar proses kimia agresif, penempatan dalam housing pelindung dengan ventilasi terkontrol bisa dipertimbangkan.
Tata letak tombol dibuat sederhana: beberapa tombol fungsi di bawah layar memudahkan navigasi menu, pengaturan interval logging, serta akses cepat ke fungsi seperti Max, Min, dan Hold. Slot kartu SD umumnya ditempatkan di sisi atau belakang, sementara port adaptor, konektor serial, dan terminal alarm berada di bagian bawah atau samping yang lebih terlindung, sehingga kabel tidak mengganggu akses pengguna ke layar dan tombol.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
Layar LCD dengan backlight pada PCE-AQD 20-ICA menjadi pusat interaksi pengguna. Ukurannya cukup besar untuk menampilkan beberapa parameter sekaligus, misalnya CO₂, suhu, dan kelembaban, atau bergantian dengan PM2.5 dan tekanan udara. Backlight membantu pembacaan di ruang dengan pencahayaan redup, seperti ruang instrumentasi atau area plant yang tidak terlalu terang. Informasi jam saat ini ikut ditampilkan sehingga setiap pembacaan visual maupun rekaman data memiliki konteks waktu yang jelas.
Navigasi dilakukan melalui tombol-tombol fisik yang responsif. Pengguna dapat mengatur interval penyimpanan data ke kartu SD antara 2 hingga 3.600 detik, sehingga alat dapat berfungsi baik untuk logging cepat saat studi respon sistem ventilasi, maupun pemantauan jangka panjang harian. Fungsi tampilan Hold, Max, dan Min membantu pekerjaan inspeksi: operator bisa “membekukan” tampilan saat melakukan catatan manual, atau mengecek nilai maksimum dan minimum selama periode tertentu tanpa harus langsung mengolah file log.
Dari sisi pengalaman pengguna, keuntungan besar datang dari format data yang langsung disimpan sebagai file XLS di kartu SD. Begitu logging selesai, pengguna cukup memindahkan kartu SD ke komputer dan membuka file di Excel atau software spreadsheet lain. Tidak diperlukan driver khusus atau software proprietary. Untuk laboratorium pendidikan maupun industri kecil yang mungkin memiliki keterbatasan IT, pendekatan ini sangat mempermudah integrasi data ke laporan rutin.
Bahasa antarmuka yang didukung tidak secara eksplisit dijelaskan oleh produsen, namun menu berbasis simbol dan singkatan teknis umum (CO2, RH, TEMP, PM2.5) menjadikan alat ini relatif intuitif digunakan oleh teknisi yang sudah familiar dengan parameter lingkungan. Dengan sedikit penyesuaian di awal, staf QA/QC atau mahasiswa praktikum pun biasanya dapat mengoperasikan alat ini tanpa kurva belajar yang terlalu panjang.
Fitur Kunci yang Menunjang Kerja QA/QC dan Riset
Beberapa fitur PCE-AQD 20-ICA langsung terasa relevan untuk kebutuhan QA/QC dan riset:
-
Pengukuran lima parameter dalam satu alat: suhu, kelembaban, CO₂, PM2.5, dan tekanan udara. Hal ini mengurangi kebutuhan menggunakan beberapa instrumen terpisah saat melakukan survei lingkungan, sekaligus meminimalkan kesalahan pencatatan karena semua parameter terekam pada waktu yang sama.
-
Data logger Excel di kartu SD hingga kapasitas 32 GB, dengan interval penyimpanan yang bisa diatur 2–3.600 detik. Bagi laboratorium yang melakukan studi tren kualitas udara selama beberapa hari, kapasitas ini lebih dari cukup. Pengguna dapat dengan mudah memplot grafik harian CO₂ di ruang kuliah, atau tren PM2.5 di area pengemasan produk.
-
Alarm internal dan keluaran alarm OC 24 V / 70 mA DC. Fitur ini memungkinkan pengguna menetapkan batas ambang parameter tertentu (misalnya CO₂ di ruang meeting atau humidity di ruang penyimpanan bahan baku farmasi). Saat nilai terlampaui, alat dapat memberikan sinyal yang dihubungkan ke buzzer eksternal, lampu indikator, atau bahkan sistem kontrol.
-
Sertifikat kalibrasi ISO yang sudah termasuk. Bagi fasilitas yang sering diaudit, ini menghemat waktu karena alat dapat langsung masuk ke daftar instrumen terkalibrasi tanpa proses kalibrasi awal yang memakan waktu. Pengguna tinggal mengatur jadwal kalibrasi ulang sesuai prosedur internal.
-
Fungsi tampilan Max/Min dan Hold yang mendukung inspeksi cepat. Misalnya, saat seorang engineer HVAC ingin mengecek kinerja sistem ventilasi di beberapa titik ruangan, ia dapat membaca nilai maksimum CO₂ setelah sistem berjalan beberapa waktu, tanpa perlu langsung membuka data log.
Gabungan fitur ini membuat PCE-AQD 20-ICA bukan hanya alat ukur, tetapi juga bagian dari strategi pengendalian kualitas udara yang sistematis. Pengguna dapat menghemat waktu pengukuran, mengurangi risiko salah baca, dan memperkuat dokumentasi saat audit.
Integrasi Data ke Sistem dan Workflow Digital
PCE-AQD 20-ICA menyediakan dua jalur utama untuk integrasi data: kartu SD dengan file XLS dan antarmuka serial untuk visualisasi langsung di komputer. Jalur pertama cocok untuk workflow sederhana. Misalnya di laboratorium universitas, teknisi cukup mengambil kartu SD di akhir hari, menyalin file ke komputer, lalu menyisipkan grafik tren ke laporan kelas atau laporan riset. Karena formatnya XLS, file bisa dengan mudah diolah lebih lanjut, dikonversi ke CSV, atau diimpor ke software statistik.
Antarmuka serial memberikan opsi integrasi lebih lanjut untuk pengguna yang ingin memonitor data secara real-time di komputer. Dengan kabel data dan software pendukung (SOFT-LUT-USB) yang dijual terpisah, parameter kualitas udara dapat divisualisasikan secara langsung di layar, direkam, atau bahkan dihubungkan ke sistem pemantauan yang lebih luas. Bagi pabrik yang sudah memiliki sistem SCADA atau data historian, data dari PCE-AQD 20-ICA bisa dijadikan sumber tambahan untuk analisis event tertentu, misalnya lonjakan debu saat proses pengemasan atau perubahan tekanan ruangan saat pintu airlock dibuka.
Pendekatan ini memberikan fleksibilitas dalam skala data: mulai dari pemantauan sederhana di Excel hingga integrasi ke workflow digital yang lebih kompleks. Bagi fasilitas yang belum memiliki dana untuk sistem monitoring permanen yang mahal, PCE-AQD 20-ICA bisa menjadi titik awal yang ekonomis namun tetap rapi dari sisi dokumentasi.
Spesifikasi Teknis Lengkap
| Parameter / Bagian | Nilai |
|---|---|
| Fungsi pengukuran | Suhu udara, kelembaban relatif, CO₂, PM2.5, tekanan udara |
| Rentang PM2.5 | 0 … 250 µg/m³ |
| Resolusi PM2.5 | 1 µg/m³ |
| Akurasi PM2.5 | ± (10% dari pembacaan + 15 µg/m³) |
| Rentang kelembaban | 5 … 95% rh |
| Resolusi kelembaban | 0,1% rh |
| Akurasi kelembaban >70% rh | ± (3% dari pembacaan + 1% rh) |
| Akurasi kelembaban <70% rh | ± 3% rh |
| Rentang suhu | 0 … 50 °C / 32 … 122 °F |
| Resolusi suhu | 0,1 °C / 0,18 °F |
| Akurasi suhu | ± 0,8 °C / 1,44 °F |
| Rentang CO₂ | 0 … 10.000 ppm |
| Resolusi CO₂ | 1 ppm |
| Akurasi CO₂ <1000 ppm | ± 40 ppm |
| Akurasi CO₂ <3000 ppm | ± (50 ppm + 3% dari pembacaan) |
| Akurasi CO₂ >3000 ppm | ± (50 ppm + 5% dari pembacaan) |
| Rentang tekanan udara | 10 … 1100 hPa |
| Resolusi tekanan | 0,1 hPa |
| Akurasi tekanan | ± 1,5 hPa |
| Tampilan | LCD dengan backlight |
| Media penyimpanan | Kartu SD, maksimal 32 GB |
| Interval penyimpanan | 2 … 3600 detik |
| Galat memori | Kurang dari 0,1% dari total data tersimpan |
| Mode tampilan | Hold, Max, Min |
| Laju pengukuran | Sekitar 1 detik |
| Antarmuka | Serial untuk visualisasi langsung di komputer (kabel dan software dijual terpisah) |
| Keluaran alarm | Open collector 24 V / 70 mA DC |
| Catu daya | 6 x baterai AA 1,5 V atau adaptor 9 V / 1 A |
| Konsumsi arus tanpa backlight | Sekitar 230 mA |
| Konsumsi arus dengan backlight | Sekitar 250 mA |
| Kondisi operasi | 0 … 50 °C, hingga 80% rh |
| Berat | Sekitar 387 g |
| Dimensi | 164 x 93 x 72 mm |
| Isi paket | PCE-AQD 20-ICA, adaptor 9 V / 1 A, manual, sertifikat kalibrasi ISO |
Bagi pengguna pemula, angka-angka ini bisa dibaca seperti spesifikasi kendaraan. Rentang pengukuran adalah “wilayah kerja” sensor; selama nilai parameter masih di dalam rentang tersebut, alat mampu mengukur. Resolusi adalah “ketajaman mata” alat: semakin kecil angkanya, semakin halus perubahan yang bisa terlihat. Akurasi menggambarkan seberapa dekat hasil baca dengan kondisi sebenarnya. Misalnya, akurasi CO₂ ±40 ppm pada kisaran di bawah 1000 ppm berarti jika alat menampilkan 800 ppm, nilai sebenarnya diperkirakan berada di antara 760–840 ppm. Informasi ini penting untuk menilai apakah alat memenuhi persyaratan regulasi atau standar internal yang digunakan.
Memilih Rentang Pengukuran dan Aksesori yang Tepat
Walaupun PCE-AQD 20-ICA hanya memiliki satu model, pengguna tetap perlu mempertimbangkan bagaimana parameter dan rentangnya cocok dengan aplikasi masing-masing. Tabel berikut memberi gambaran:
| Aplikasi | Parameter paling kritis | Rentang tipikal yang diperhatikan | Catatan penggunaan |
|---|---|---|---|
| Laboratorium QA/QC dan riset | Suhu, RH, CO₂ | Suhu 20–25 °C, RH 40–60% rh, CO₂ <1000 ppm | Cocok untuk pemantauan ruangan dan ruang penyimpanan sampel peka kelembaban |
| Produksi farmasi dan F&B | Suhu, RH, tekanan, PM2.5 | RH terkontrol, tekanan positif/negatif sesuai kelas ruangan | Dapat membantu mendukung dokumentasi kondisi lingkungan saat batch diproduksi |
| Pengolahan air (WTP/WWTP) | PM2.5, CO₂ | PM2.5 di area kering/sludge, CO₂ di ruang tertutup | Sesuai untuk ruang kontrol, bukan untuk area outdoor terbuka |
| Ruang meeting/kantor teknis | CO₂, suhu | CO₂ <1000–1200 ppm, suhu kenyamanan | Membantu tim HSE menilai kebutuhan peningkatan ventilasi |
| Teaching lab dan ruang kuliah | CO₂, PM2.5 | Lonjakan CO₂ saat ruangan penuh | Bisa dipakai sebagai alat demonstrasi dan pengajaran topik kesehatan lingkungan |
Aksesori yang perlu dipertimbangkan:
-
Kartu SD berkapasitas memadai (misalnya 4–16 GB) untuk logging berkepanjangan.
-
Kabel data dan software SOFT-LUT-USB (opsional) jika dibutuhkan pemantauan real-time di komputer.
-
Buzzer atau lampu indikator yang dihubungkan ke output alarm OC bila ingin alarm visual/auditori eksternal.
-
Dudukan atau bracket untuk pemasangan semi-permanen di dinding atau rak.
Beberapa faktor yang memengaruhi hasil pengukuran antara lain aliran udara di sekitar sensor, kedekatan alat dengan sumber panas atau sumber CO₂ lokal (misalnya respirasi operator), serta keberadaan partikel besar yang bisa menyumbat jalur udara. Penempatan alat di posisi yang representatif dan kalibrasi berkala tetap diperlukan untuk menjaga keandalan data.
Contoh Implementasi PCE-AQD 20-ICA di Industri
Laboratorium Universitas: Memastikan Kualitas Udara Teaching Lab
Sebuah fakultas sains di universitas negeri menghadapi keluhan rutin dari mahasiswa tentang rasa kantuk dan pusing saat praktikum berlangsung, terutama di sesi siang hari. Ventilasi ruangan terbatas, dan sistem AC lama tidak memiliki sensor CO₂. Tim pengelola laboratorium memutuskan untuk melakukan studi sederhana dengan menggunakan PCE-AQD 20-ICA. Alat ditempatkan di beberapa titik lab selama satu minggu, dengan interval logging setiap 30 detik.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa saat praktikum penuh, konsentrasi CO₂ sering melewati 2000 ppm dalam waktu kurang dari 45 menit. Suhu ruangan naik 2–3 °C, sementara kelembaban tetap cukup stabil. Berdasarkan data ini, fakultas mengatur ulang jadwal praktikum agar ada jeda ventilasi antar-sesi, menambah exhaust fan, dan memberi prosedur standar untuk membuka pintu/jendela pada interval tertentu. Dalam evaluasi semester berikutnya, keluhan mahasiswa berkurang signifikan. Bagi tim pengelola, PCE-AQD 20-ICA bukan hanya alat ukur, tapi bukti objektif yang bisa mereka gunakan untuk mengajukan anggaran perbaikan ke manajemen.
Pabrik F&B: Monitoring Debu Halus di Area Pengemasan
Sebuah pabrik makanan kering mengalami masalah debu yang mengendap di area pengemasan. Secara visual, debu tampak cukup banyak, tetapi data kuantitatif sulit diperoleh. Tim QA menggunakan PCE-AQD 20-ICA untuk mendokumentasikan kondisi PM2.5 dan CO₂ di area pengemasan dan gudang siap kirim. Mereka menetapkan interval logging 10 detik selama jam produksi.
Data menunjukkan bahwa pada saat mesin pengemasan bekerja dengan kapasitas penuh, PM2.5 melonjak hingga mendekati 200 µg/m³, terutama di dekat titik transfer produk. Berdasarkan data ini, perusahaan menambahkan sistem penyedot debu lokal dan menyusun SOP pembersihan yang lebih sering. Setelah beberapa minggu, pengukuran ulang menunjukkan penurunan PM2.5 rata-rata hingga di bawah 80 µg/m³ pada jam sibuk. Hasil ini membantu perusahaan menjawab pertanyaan auditor terkait pengendalian debu dan higienitas produk, sekaligus meningkatkan kenyamanan kerja operator.
Panduan Penggunaan Langkah demi Langkah
Bayangkan sebuah laboratorium QA di pabrik farmasi yang ingin memonitor CO₂, suhu, dan kelembaban di ruang penimbangan bahan baku. Langkah-langkah berikut dapat digunakan sebagai panduan:
-
Persiapan awal
-
Pastikan baterai AA terpasang atau adaptor 9 V tersambung dengan stopkontak yang stabil.
-
Masukkan kartu SD yang sudah diformat dengan benar.
-
Letakkan alat di posisi representatif: bukan tepat di bawah AC, bukan terlalu dekat pintu, dan tidak menempel pada dinding agar aliran udara sekitar sensor cukup baik.
-
-
Pengaturan parameter dan interval logging
-
Nyalakan alat dan periksa tampilan parameter utama.
-
Melalui menu, atur interval penyimpanan data (misalnya 60 detik untuk pemantauan rutin). Interval lebih pendek bisa dipilih jika ingin melihat dinamika cepat, misalnya saat pintu sering dibuka-tutup.
-
Jika diperlukan batas alarm (misalnya kelembaban maksimal 60% rh), atur nilai ambang pada menu alarm.
-
-
Mulai pengukuran
-
Biarkan alat beradaptasi beberapa menit hingga pembacaan stabil.
-
Mulai fungsi logging pada menu. Alat akan menyimpan data ke kartu SD sesuai interval yang ditetapkan.
-
Selama pengukuran, operator dapat sewaktu-waktu melihat nilai Max/Min untuk mengetahui fluktuasi parameter tanpa menghentikan logging.
-
-
Pemantauan harian
-
Pada akhir shift atau periode pengamatan, akhiri logging sesuai prosedur pada menu.
-
Matikan alat jika tidak digunakan, terutama bila sumber daya berasal dari baterai.
-
Catat posisi dan tanggal pengukuran di logbook agar file data mudah ditelusuri kembali.
-
-
Pengunduhan dan analisis data
-
Lepaskan kartu SD, masukkan ke komputer, dan buka file XLS.
-
Lakukan pengecekan cepat: tanggal, interval waktu, dan rentang nilai.
-
Buat grafik sederhana untuk CO₂, suhu, dan kelembaban guna melihat tren harian atau mingguan.
-
Gunakan data ini sebagai dasar penyusunan laporan QA, perbaikan ventilasi, atau pembaruan SOP lingkungan.
-
Dengan alur seperti ini, PCE-AQD 20-ICA membantu laboratorium dan pabrik beralih dari “pengukuran sesekali” menjadi “pemantauan sistematis” yang bisa dipertanggungjawabkan saat audit.
Kesimpulan dan Rekomendasi
PCE-AQD 20-ICA menempatkan lima parameter kualitas udara yang penting—suhu, kelembaban, CO₂, PM2.5, dan tekanan udara—dalam satu instrumen yang ringkas, portabel, dan mudah diintegrasikan ke workflow digital. Kombinasi data logger kartu SD dengan format XLS, sertifikat kalibrasi ISO, dan opsi alarm internal/eksternal menjadikannya alat yang menarik bagi laboratorium QA/QC, fasilitas riset, pabrik farmasi dan F&B, serta pengelola gedung yang ingin mengelola kualitas udara secara lebih serius.
Instrumen ini paling cocok untuk:
-
Laboratorium dan teaching lab yang membutuhkan dokumentasi kondisi lingkungan selama eksperimen.
-
Industri farmasi dan F&B yang memerlukan bukti objektif kondisi ruang produksi dan penyimpanan.
-
Fasilitas pengolahan air, ruang kontrol, atau kantor teknis yang ingin memastikan kenyamanan dan keselamatan operator.
Bagi organisasi yang membutuhkan integrasi penuh dengan sistem SCADA dan jaringan sensor permanen di banyak titik, mungkin diperlukan kombinasi PCE-AQD 20-ICA dengan sistem pemantauan tetap yang lebih kompleks. Namun sebagai titik awal yang kuat, terutama untuk survei, studi kelayakan, atau pemantauan ruang kritis dalam jumlah terbatas, PCE-AQD 20-ICA menawarkan keseimbangan yang baik antara fungsi, kepraktisan, dan akuntabilitas data.
FAQ Singkat
1. Apakah PCE-AQD 20-ICA cocok untuk pemantauan outdoor?
Alat ini dirancang terutama untuk penggunaan indoor pada rentang suhu 0–50 °C dan kelembaban hingga 80% rh. Untuk penggunaan outdoor, terutama yang terpapar hujan atau sinar matahari langsung, diperlukan housing pelindung khusus.
2. Berapa lama data dapat direkam di kartu SD?
Lama perekaman tergantung kapasitas kartu SD dan interval logging. Dengan kartu beberapa gigabyte dan interval menit, perekaman bisa dilakukan berhari-hari hingga berminggu-minggu. Karena formatnya XLS, ukuran file tetap mudah dikelola.
3. Apakah sertifikat kalibrasi ISO berlaku selamanya?
Tidak. Sertifikat kalibrasi menunjukkan kondisi alat pada saat kalibrasi. Pengguna tetap perlu menjadwalkan kalibrasi ulang sesuai kebijakan internal (misalnya setiap 1–2 tahun atau berdasarkan jam penggunaan).
4. Bisakah data PCE-AQD 20-ICA digunakan sebagai bukti audit?
Ya, selama alat dikalibrasi dan digunakan sesuai prosedur. File XLS dengan stempel waktu dan dokumentasi penempatan alat biasanya cukup untuk mendukung audit K3, QA, atau sertifikasi lainnya.
5. Apakah alat ini bisa terhubung ke sistem alarm gedung?
Keluaran alarm open collector 24 V / 70 mA memungkinkan alat dihubungkan ke buzzer, lampu indikator, atau sistem alarm sederhana. Integrasi ke sistem gedung yang lebih kompleks mungkin memerlukan modul tambahan atau bantuan integrator.
6. Cocokkah PCE-AQD 20-ICA untuk pengajaran di kampus?
Sangat cocok, karena mahasiswa dapat belajar konsep CO₂, kelembaban, PM2.5, dan tekanan udara sekaligus, serta mempraktikkan analisis data berbasis file Excel.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium dan industri, CV. Java Multi Mandiri memahami bahwa kualitas udara di ruang kerja sama pentingnya dengan kualitas air atau produk yang Anda hasilkan. Instrumen seperti PCE-AQD 20-ICA membantu tim QA/QC, HSE, dan riset menjaga kondisi lingkungan tetap terkendali, mendukung kenyamanan operator, dan memenuhi tuntutan dokumentasi audit. Jika Anda sedang merencanakan sistem pemantauan kualitas udara di laboratorium, ruang produksi, atau ruang kuliah, mari diskusikan kebutuhan perusahaan atau institusi Anda bersama kami untuk menemukan konfigurasi PCE-AQD 20-ICA dan aksesori pendukung yang paling sesuai dengan workflow Anda.
Rekomendasi Humidity Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
Referensi
-
Sari, D. A., Budiyono, B., & Darundiati, Y. H. (2019). Hubungan antara Kualitas Udara dalam Ruang dengan Kejadian Pneumonia pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(3), 12–18. Retrieved from https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkmi/article/view/23233
-
Dewi, W. C., Raharjo, M., & Wahyuningsih, N. E. (2022). Analisis Risiko Mikrobiologi Udara Dalam Ruang di Kantor Kesehatan Pelabuhan Semarang Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(2), 162–169. Retrieved from https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jkli/article/view/45448


















