Di banyak fasilitas farmasi, F&B, kosmetik, hingga rumah sakit, standar kebersihan udara makin ketat. Namun di lapangan, menjaga udara tetap “aman mikrobiologis” bukan perkara sederhana. Partikel debu bisa dilihat dengan mata, tapi bakteri, kapang, dan ragi yang beterbangan dalam bentuk bioaerosol tidak terlihat. Padahal, satu titik kontaminasi kecil di area pengisian obat steril atau produk minuman siap minum bisa berujung pada batch reject, komplain konsumen, bahkan recall produk.
Tim QA/QC sering menghadapi beberapa masalah berulang:
-
Sampling udara yang tidak konsisten: volume berbeda-beda, waktu sampling tidak seragam, dan posisi titik sampling kurang terkontrol.
-
Perangkat sampling yang rumit, berat, atau sulit dibawa ke area produksi yang sempit dan tinggi lalu lintasnya.
-
Data yang sulit ditelusuri kembali: pencatatan manual, formulir kertas terselip, atau volume sampling tidak tercatat dengan baik saat audit.
-
Waktu downtime panjang saat validasi lingkungan karena persiapan alat dan pergantian media yang tidak praktis.
Selain itu, regulasi seperti GMP, ISO 14698 untuk kontrol biokontaminasi di cleanroom, serta standar internal perusahaan menuntut bukti objektif bahwa udara di sekitar proses benar-benar terkontrol. Di sisi lain, tim produksi berharap sampling tidak mengganggu alur kerja dan tidak membutuhkan banyak adaptor khusus yang merepotkan.
Di sinilah kebutuhan akan air sampler portabel yang ringkas, mudah dipindahkan dari satu titik sampling ke titik lainnya, namun tetap memberikan kontrol volume udara yang presisi. PCE-AS1 hadir tepat di persimpangan kebutuhan tersebut: mendukung akurasi data untuk QA/QC, tetapi tetap bersahabat bagi operator lapangan.
Prinsip Impaksi Aerosol pada PCE-AS1 dan Pentingnya untuk Higiene Udara
PCE-AS1 menggunakan prinsip impaksi aerosol (sering juga dikaitkan dengan prinsip tabrakan Andersen). Udara di sekitar titik sampling disedot melalui kepala kolektor yang berisi 589 mikropori. Setiap pori berdiameter sekitar 0,8 mm. Udara yang melewati pori-pori ini dipercepat dan diarahkan ke permukaan agar dalam cawan petri.
Partikel-partikel yang membawa mikroorganisme (bakteri, jamur, ragi, spora) akan “menabrak” permukaan agar dan tertahan di sana. Setelah proses inkubasi di laboratorium mikrobiologi, koloni yang tumbuh dapat dihitung sebagai CFU/m³, sehingga memberikan gambaran kuantitatif tentang tingkat kontaminasi udara.
Pendekatan impaksi punya beberapa keunggulan jangka panjang:
-
Volume udara dapat dikontrol dengan baik (di PCE-AS1: 10–6000 liter per siklus), sehingga perbandingan antar titik sampling dan antar hari menjadi lebih valid.
-
Media yang digunakan berupa cawan petri standar, sehingga mudah disesuaikan dengan jenis mikroorganisme target (Total plate count, yeast & mold, bakteri tertentu, dsb.).
-
Prosedur interpretasi hasil sudah dikenal luas di laboratorium mikrobiologi, sehingga mudah diintegrasikan ke SOP yang ada.
Dibandingkan metode konvensional seperti settle plate pasif (cawan agar dibiarkan terbuka), impaksi aktif seperti pada PCE-AS1 jauh lebih representatif. Settle plate hanya menangkap partikel yang kebetulan mengendap pada periode tertentu, sedangkan air sampler aktif “memaksa” udara melewati media secara terkontrol. Bagi fasilitas yang mengejar kepastian mutu dan butuh bukti kuat saat audit regulatori, pendekatan ini memberikan dasar data yang lebih kuat dan reproducible.
PCE-AS1 sebagai Solusi Praktis Monitoring Mikrobiologi Udara
PCE-AS1 Air Sampler adalah perangkat portabel dengan laju alir 100 liter per menit yang dirancang khusus untuk pemantauan higienis udara dan analisis mikrobiologi aerosol. Alat ini banyak digunakan di rumah sakit, clean room farmasi, fasilitas kosmetik, pabrik makanan dan minuman, serta laboratorium produksi dan R&D yang membutuhkan pengawasan kualitas udara secara berkala.
Beberapa hal yang membuat PCE-AS1 menonjol di kelasnya:
-
Volume sampling otomatis 10–6000 liter: pengguna cukup memilih volume target, alat akan mengatur waktu sampling berdasarkan laju alir 100 L/menit.
-
Kompatibel dengan cawan petri standar Ø 70–90 mm, sehingga tidak “mengunci” pengguna pada satu brand media.
-
Kepala kolektor dapat disterilisasi melalui autoklaf (121 °C selama 30 menit) atau diseka dengan alkohol 75%, memudahkan penerapan SOP higienis yang ketat.
-
Memori internal yang mampu menyimpan hingga 99 parameter dan 2000 nilai pengukuran, sehingga histori sampling mudah ditelusuri.
Bagi laboratorium QA/QC, PCE-AS1 membantu menjembatani kebutuhan data yang rapi dan terdokumentasi dengan kenyataan operasional di lapangan yang serba cepat. Bagi tim produksi, bentuknya yang ringkas memudahkan untuk dibawa dari ruang mixing ke ruang filling, atau dari area pengemasan ke gudang bahan baku tanpa perlu perangkat tambahan yang rumit.
Desain, Dimensi, dan Ergonomi untuk Penggunaan Lapangan
Secara fisik, PCE-AS1 dirancang sebagai air sampler portabel berbentuk silinder dengan dimensi sekitar Ø 120 x 300 mm. Beratnya hanya sekitar 2,6 kg, cukup kokoh agar stabil saat diletakkan di meja atau trolley, namun masih nyaman dibawa berpindah-pindah oleh satu orang operator.
Kepala kolektor di bagian atas berisi 589 mikropori. Di bawah kepala ini, cawan petri ditempatkan pada plate khusus dengan dimensi yang dapat menyesuaikan diameter 70–90 mm dan tinggi sekitar 15 mm. Penggunaan plate ini memastikan cawan berada pada posisi yang sama setiap kali sampling, sehingga kecepatan impaksi udara ke permukaan agar tetap konsisten.
Panel kontrol dan layar LCD dengan backlight berada di bagian badan alat yang mudah dijangkau. Tombol-tombol diatur secara logis untuk:
-
Menyalakan/mematikan alat
-
Mengatur volume udara (liter)
-
Mengakses dan menelusuri data yang tersimpan
-
Mengatur parameter lain seperti waktu, tanggal, dan konfigurasi dasar
PCE-AS1 menggunakan baterai berkapasitas 6400 mA (mAh), yang cukup mendukung beberapa siklus sampling di berbagai titik sebelum perlu diisi ulang. Dalam paketnya, disertakan juga adaptor catu daya utama untuk pengisian atau penggunaan di dekat stopkontak. Bagi fasilitas dengan jadwal monitoring ketat (misalnya cleanroom dengan rute sampling harian), kombinasi baterai dan adaptor ini memberi fleksibilitas: sampling bisa dilakukan portabel, sementara pengisian ulang dapat dijadwalkan di luar jam sibuk.
Untuk transportasi, PCE-AS1 dilengkapi tas/carrying case sehingga alat, adaptor, dan aksesori tersusun rapi dan terlindungi saat berpindah ruangan atau lokasi. Desain ini penting bagi laboratorium yang memiliki beberapa site produksi atau lokasi satelit, misalnya pabrik F&B yang terpisah antara area produksi basah dan kering.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
Layar LCD dengan backlight membuat informasi pengukuran tetap mudah dibaca meski di area produksi dengan pencahayaan terbatas. Di layar ini, operator dapat melihat:
-
Volume udara yang diprogram
-
Volume yang sudah tersampling
-
Status operasi (running/stop)
-
Parameter waktu dan identifikasi dasar pengukuran
Navigasi menu dilakukan melalui tombol fisik yang responsif. Struktur menu dirancang sederhana sehingga operator baru dapat belajar dalam waktu relatif singkat, biasanya setelah satu atau dua kali pendampingan.
Beberapa fitur yang membantu kenyamanan penggunaan:
-
Memori internal yang menyimpan hingga 99 parameter dan sekitar 2000 nilai pengukuran. Parameter ini bisa berupa kombinasi ID titik sampling, tanggal, jam, dan volume.
-
Fungsi kontrol otomatis volume: ketika volume yang diset sudah tercapai, PCE-AS1 akan berhenti sendiri. Operator tidak perlu menghitung manual durasi berdasarkan laju alir, sehingga mengurangi potensi kesalahan.
-
Informasi di layar yang jelas selama proses sampling, membantu operator memastikan alat bekerja dan volume bertambah sebagaimana mestinya.
Bagi laboratorium yang sering menerima audit, kemampuan menelusuri kembali log pengukuran menjadi nilai tambah. Data digital dari PCE-AS1 membuat pencocokan antara catatan laboratorium, batch record, dan titik sampling di lapangan lebih mudah dibanding pencatatan manual semata.
Fitur Kunci yang Membuat PCE-AS1 Efisien dalam Monitoring Udara
Beberapa fitur PCE-AS1 yang paling relevan bagi QA/QC dan tim validasi lingkungan antara lain:
-
Laju alir tetap 100 L/menit
Laju alir yang stabil penting agar perhitungan CFU/m³ dapat diandalkan. Dengan laju 100 liter per menit, operator mudah mengingat korelasinya dengan volume: 1000 liter = 10 menit, 2000 liter = 20 menit, dan seterusnya. -
Rentang volume otomatis 10–6000 liter
Rentang ini cukup luas untuk berbagai kebutuhan:-
Monitor rutin di area produksi: 1000–2000 liter per titik.
-
Validasi atau investigasi: hingga 4000–6000 liter untuk memperoleh sensitivitas lebih tinggi.
-
-
Kepala kolektor dapat diautoklaf
Kepala kolektor bisa disterilisasi di autoklaf pada 121 °C selama 30 menit. Ini sangat penting bagi fasilitas farmasi dan rumah sakit yang menerapkan SOP sterilisasi ketat antara satu sesi pemakaian dan berikutnya. Alternatifnya, permukaan juga dapat diseka dengan alkohol 75% jika autoklaf tidak tersedia di lokasi sampling. -
Kompatibel dengan cawan petri standar
Penggunaan cawan Ø 70–90 mm membuat laboratorium bebas memilih merk dan jenis media. Inilah salah satu faktor yang mengurangi biaya jangka panjang dan memudahkan integrasi dengan metode yang sudah ada. -
Penyimpanan data yang luas
Dengan kapasitas 99 parameter dan 2000 nilai, satu alat dapat mendukung program monitoring udara berkala tanpa harus segera memindahkan data setiap hari. Ini membantu fasilitas dengan tim kecil agar tetap rapi secara dokumentasi. -
Software pendukung gratis via QR (iOS/Android)
Di paket penjualannya, tersedia akses software/ aplikasi melalui QR untuk ponsel pintar. Kehadiran aplikasi ini memudahkan pengelolaan dan visualisasi data, misalnya untuk membuat tren sederhana atau laporan berkala.
Gabungan fitur-fitur ini tidak hanya memudahkan pekerjaan operator di lapangan, tetapi juga mengurangi potensi error yang sering memicu diskusi saat audit: volume tidak tercatat, titik sampling tertukar, atau dokumentasi tidak lengkap.
Integrasi Data PCE-AS1 dalam Sistem dan Workflow QA/QC
Dalam praktiknya, data hasil monitoring udara harus terhubung dengan sistem dokumentasi yang lebih besar: laporan validasi, tren mikrobiologi bulanan, hingga sistem LIMS atau ERP perusahaan. PCE-AS1 mendukung integrasi ini melalui:
-
Memori internal yang dapat dikaitkan dengan software pendamping, sehingga data dapat diekspor ke format digital yang mudah diolah (misalnya spreadsheet).
-
Kemampuan mencatat parameter seperti ID titik sampling dan waktu, yang memudahkan penggabungan data dengan catatan inkubasi dan hasil hitung koloni di laboratorium.
Setelah diekspor, data dapat:
-
Dipetakan menjadi tren CFU/m³ per titik sampling.
-
Dianalisis untuk melihat kecenderungan naik-turun terkait perubahan proses (misalnya setelah pemasangan HEPA filter baru atau perubahan prosedur sanitasi).
-
Digunakan sebagai bahan bukti dalam laporan validasi atau requalifikasi ruangan.
Dengan workflow yang tepat, PCE-AS1 bukan hanya “alat sampling” tetapi bagian dari sistem manajemen kualitas udara yang lengkap, mulai dari pencuplikan, analisis, hingga pelaporan.
Spesifikasi Teknis PCE-AS1
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Nama produk | PCE-AS1 Air Sampler |
| Laju alir sampel | 100 liter per menit (l/min) / ± 3,53 cfm |
| Volume pengukuran otomatis | 10 – 6000 liter |
| Jumlah mikropori di kepala kolektor | 589 |
| Diameter lubang mikropori | 0,8 mm (± 0,03″) |
| Laju alir di kepala pengukuran | 0,38 l/min (sesuai data pabrikan) |
| Diameter cawan petri yang kompatibel | Ø 70 – 90 mm, tinggi ± 15 mm |
| Media sampling | Cawan petri standar dengan agar mikrobiologi |
| Baterai | 6400 mA |
| Penyimpanan data | Maks. 99 parameter dan 2000 nilai pengukuran |
| Standar yang dirujuk | ISO 14698-1 |
| Dimensi alat | Ø 120 x 300 mm (± Ø 4,72 x 11,81 inch) |
| Berat | 2,6 kg / 5,73 lb |
| Sterilisasi kepala kolektor | Autoklaf 121 °C / 30 menit atau lap dengan alkohol 75% |
| Catu daya tambahan | Adaptor listrik utama (mains power adapter) |
| Aksesori bawaan | Adapter cawan petri kaca dengan alat kalibrasi, tas, adaptor daya, manual |
| Platform software | Akses via QR untuk iOS / Android |
Bagi pengguna baru, angka-angka di atas bisa dibayangkan seperti ini: laju alir 100 L/menit berarti dalam 10 menit alat “mengumpulkan” udara setara 10 bak mandi kecil kapasitas 100 liter. Semakin besar volume, semakin besar peluang mikroorganisme yang kebetulan lewat untuk tertangkap di permukaan agar, sehingga sensitivitas deteksi meningkat.
Panduan Memilih Media dan Aksesori Tambahan
PCE-AS1 sudah cukup lengkap untuk langsung digunakan, tetapi pemilihan media dan aksesori akan menentukan keberhasilan program monitoring. Tabel berikut memberikan gambaran:
Contoh kombinasi media kultur dan aplikasi
| Jenis media / konfigurasi | Aplikasi tipikal |
|---|---|
| Plate Count Agar (PCA) | Total aerobic count di ruang produksi F&B, farmasi non-steril |
| Sabouraud Dextrose Agar (SDA) | Yeast & mold di area penyimpanan bahan baku organik |
| Tryptic Soy Agar (TSA) | Monitoring umum ruang bersih farmasi & rumah sakit |
| Media selektif spesifik (mis. MacConkey, Cetrimide) | Investigasi kontaminasi bakteri spesifik dalam studi root cause |
| Cawan petri plastik sekali pakai | Program rutin skala besar, mengurangi risiko kontaminasi silang |
| Cawan petri kaca | Aplikasi laboratorium riset dengan siklus autoklaf berulang |
Aksesori yang umum digunakan
-
Cawan petri standar Ø 90 mm (paling umum di laboratorium).
-
Media dehidrat dan autoklaf, atau media siap pakai dalam cawan siap pakai.
-
Penanda titik sampling (stiker atau label) agar mudah mencocokkan data alat dengan lokasi lapangan.
-
Timer cadangan (meski alat sudah otomatis, timer eksternal kadang dipakai sebagai cross-check SOP).
Faktor yang memengaruhi hasil
-
Ketinggian alat dari lantai (biasanya 1–1,5 m untuk representasi “zona pernapasan”).
-
Posisi terhadap aliran udara (dekat diffuser udara, pintu, atau lini produksi).
-
Waktu sampling (sebelum produksi, saat produksi aktif, atau setelah pembersihan).
-
Pengaturan volume (volume terlalu kecil dapat melewatkan kontaminasi tingkat rendah).
Dengan pengaturan yang tepat, PCE-AS1 mampu menjadi tulang punggung program environmental monitoring yang konsisten dan mudah diaudit.
PCE-AS1 dalam Praktik: Dua Contoh Aplikasi Nyata
Studi Kasus 1 – Cleanroom Farmasi: Mengurangi Investigasi Deviation
Sebuah fasilitas farmasi steril menghadapi masalah berulang berupa peningkatan hasil mikroba di settle plate setelah aktivitas aseptik tertentu. Namun data yang ada sulit dianalisis karena sampling udara aktif tidak dilakukan secara rutin dan volume sampling tidak konsisten.
Setelah mengadopsi PCE-AS1, tim QA menetapkan rute sampling baru di area:
-
Ruang persiapan bahan
-
Ruang pengisian (filling)
-
Ruang penutup (capping) dan ruang inspeksi visual
Mereka menetapkan volume 1000 liter untuk titik risiko rendah dan 2000–3000 liter untuk titik risiko tinggi. Kepala PCE-AS1 diautoklaf secara teratur dan cawan petri TSA digunakan sebagai media umum.
Dalam beberapa bulan, tren data mulai terbentuk. Pola peningkatan kontaminasi ternyata berkorelasi dengan jadwal perawatan AHU tertentu. Dengan bukti data yang lebih kaya, tim teknik dapat melakukan penyesuaian jadwal perawatan dan pembersihan filter. Hasilnya, jumlah deviation mikrobiologi dari area kritis menurun dan waktu yang dihabiskan untuk investigasi berkurang signifikan.
Studi Kasus 2 – Pabrik Minuman: Validasi Efektivitas Prosedur Sanitasi Ruang Produksi
Di sebuah pabrik minuman ringan, tim QA ingin memastikan bahwa prosedur pembersihan ruang filling dan packing cukup efektif sebelum peningkatan kapasitas produksi. Mereka menggunakan PCE-AS1 untuk membandingkan level kontaminasi udara:
-
Sebelum pembersihan harian
-
Setelah pembersihan reguler
-
Setelah penerapan prosedur sanitasi baru dengan disinfektan yang lebih ramah lingkungan
Monitoring dilakukan pada tiga titik: dekat conveyor botol kosong, dekat mesin filling, dan dekat mesin capper. Volume sampling diset 1000 liter per titik. Media PCA digunakan untuk total plate count.
Data yang terkumpul selama beberapa minggu menunjukkan bahwa prosedur lama hanya menurunkan CFU/m³ sekitar 30–40%, sementara prosedur baru dengan disinfektan berbeda menghasilkan penurunan hingga >60% dibanding kondisi sebelum pembersihan. Informasi ini menjadi dasar kuat untuk mengadopsi prosedur baru secara resmi, dan dilampirkan dalam dokumen validasi higienis ruang produksi.
Langkah-langkah Menggunakan PCE-AS1 di Lapangan
Berikut contoh alur penggunaan di area produksi minuman yang ingin memantau kebersihan udara di ruang filling:
-
Persiapan di laboratorium
-
Siapkan cawan petri berisi agar yang sesuai (misalnya PCA atau TSA).
-
Labeli cawan dengan ID titik sampling, tanggal, dan volume target.
-
-
Persiapan alat
-
Pastikan kepala kolektor PCE-AS1 dalam kondisi bersih atau telah disterilisasi.
-
Cek status baterai; jika kurang, sambungkan ke adaptor listrik saat penggunaan jika memungkinkan.
-
Nyalakan alat dan pastikan tanggal serta waktu sudah benar.
-
-
Penempatan di titik sampling
-
Bawa alat ke ruang filling menggunakan tas/carrying case.
-
Letakkan PCE-AS1 di tripod atau permukaan datar pada ketinggian ±1–1,2 m dari lantai, mendekati zona pernapasan operator.
-
-
Memasang cawan petri
-
Buka kepala kolektor sesuai petunjuk manual.
-
Letakkan cawan petri di plate penyangga dengan posisi rata.
-
Tutup kembali kepala kolektor hingga terkunci.
-
-
Mengatur volume sampling
-
Gunakan tombol untuk memilih volume yang diinginkan, misalnya 1000 liter.
-
Pastikan pengaturan tercermin di layar.
-
-
Menjalankan sampling
-
Tekan tombol start.
-
Biarkan alat bekerja; laju alir 100 L/menit akan menghisap udara melalui mikropori ke permukaan agar.
-
Pantau indikator di layar hingga volume tercapai dan alat berhenti otomatis.
-
-
Mengakhiri dan memindahkan cawan
-
Setelah selesai, buka kepala kolektor dan segera tutup kembali cawan petri.
-
Catat nomor pengukuran atau ID yang muncul di layar untuk dicocokkan dengan label cawan.
-
-
Inkubasi dan pembacaan
-
Bawa cawan ke laboratorium mikrobiologi.
-
Inkubasi sesuai SOP (misalnya 30–35 °C selama 48 jam untuk bakteri aerob).
-
Hitung jumlah koloni, konversi ke CFU/m³ berdasarkan volume udara yang disampling, dan masukkan hasil ke laporan.
-
Dengan kebiasaan kerja yang konsisten, prosedur di atas dapat diselesaikan dengan cepat, sehingga monitoring udara tidak menjadi beban tambahan yang berat bagi tim produksi maupun QA.
Kesimpulan dan Rekomendasi
PCE-AS1 Air Sampler menghadirkan kombinasi penting untuk program kontrol biokontaminasi udara: portabilitas, kemudahan operasi, dan dokumentasi yang rapi. Dengan laju alir 100 L/menit, volume sampling 10–6000 liter, kepala kolektor yang dapat disterilisasi, serta dukungan terhadap cawan petri standar, alat ini sangat cocok untuk:
-
Laboratorium QA/QC farmasi, F&B, dan kosmetik yang membutuhkan monitoring rutin dan studi tren.
-
Rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan yang melakukan pemantauan kualitas udara di ruang operasi, ICU, atau ruang isolasi.
-
Fasilitas riset dan teaching lab yang ingin mengenalkan praktik pemantauan mikrobiologi udara kepada mahasiswa dengan alat yang modern namun mudah dipahami.
Jika organisasi Anda sedang meningkatkan standar GMP, memperkuat program environmental monitoring, atau mempersiapkan diri menghadapi audit, PCE-AS1 layak dipertimbangkan sebagai air sampler utama. Integrasinya dengan media kultur yang fleksibel dan kemampuan penyimpanan data membuatnya siap masuk ke SOP yang sudah ada tanpa banyak penyesuaian.
FAQ Singkat
1. Apakah PCE-AS1 hanya bisa digunakan dengan media tertentu?
Tidak. PCE-AS1 kompatibel dengan cawan petri standar Ø 70–90 mm. Anda bisa menggunakan berbagai jenis media agar, baik media umum maupun selektif, sesuai kebutuhan pengujian.
2. Seberapa sering kepala kolektor perlu disterilisasi?
Frekuensi sterilisasi bergantung pada SOP internal. Untuk fasilitas dengan persyaratan higienis tinggi, biasanya kepala kolektor diautoklaf secara berkala, misalnya sebelum dan sesudah rangkaian sampling penting atau ketika berpindah area berisiko berbeda.
3. Apakah data dari PCE-AS1 bisa diekspor ke komputer?
Ya. PCE-AS1 dilengkapi memori internal dan akses software melalui QR untuk mengelola data. Data dapat diekspor ke format yang mudah diolah lebih lanjut (misalnya spreadsheet) untuk analisis tren dan pembuatan laporan.
4. Apakah PCE-AS1 dapat digunakan di luar ruangan?
Secara umum, air sampler ini dirancang untuk lingkungan laboratorium dan ruang produksi. Penggunaan outdoor dimungkinkan untuk studi tertentu, tetapi perlu mempertimbangkan perlindungan terhadap cuaca, debu berlebih, dan keamanan alat.
5. Berapa lama waktu sampling yang dibutuhkan?
Dengan laju 100 L/menit, volume 1000 liter memerlukan sekitar 10 menit, 2000 liter sekitar 20 menit, dan seterusnya. Alat akan berhenti otomatis setelah mencapai volume yang diatur.
6. Apakah dibutuhkan pelatihan khusus untuk mengoperasikan PCE-AS1?
Struktur menu yang sederhana membuat operator dapat belajar dengan cepat. Namun, pelatihan singkat tetap dianjurkan untuk memastikan prosedur pemasangan cawan, sterilisasi, dan pencatatan data dilakukan konsisten sesuai SOP.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami betapa pentingnya pemantauan kualitas udara dalam menjaga keamanan produk dan keselamatan pasien maupun konsumen. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-AS1 Air Sampler serta perangkat laboratorium lainnya untuk mendukung program environmental monitoring Anda.
Jika Anda ingin meningkatkan akurasi, konsistensi dokumentasi, dan efisiensi proses pemantauan mikrobiologi udara di fasilitas farmasi, F&B, rumah sakit, atau laboratorium riset, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan konfigurasi solusi yang paling sesuai.
Rekomendasi Air Sampler Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Air Sampler PCE-MPC 10
Lihat Produk★★★★★ -

Air Sampler PCE-RCM 12
Lihat Produk★★★★★ -

Air Sampler PCE-CPC 50
Lihat Produk★★★★★ -

Air Sampler PCE-RCM 11
Lihat Produk★★★★★ -

Air Sampler PCE-CPC 100
Lihat Produk★★★★★ -

Air Sampler PCE-PCO 2
Lihat Produk★★★★★ -

Air Sampler PCE-AS1-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Air Sampler PCE-PCO 1
Lihat Produk★★★★★
Referensi
-
Delinda, C. E., Margana, D. B., & Riad, I. C. J. (2025). Pemantauan dan pengendalian udara dalam ruangan berbasis IoT dengan metode fuzzy logic. JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga), 5(2), 89–100. Retrieved from https://jitel.polban.ac.id/jitel/article/download/496/109/1462
-
Suryantoro, H., & Kusriyanto, M. (2023). Sistem Monitoring Partikel (PM2.5) Air Purifier untuk Mengetahui Kualitas Udara Berbasis Sensor PMS5003 dan Arduino. Indonesian Journal of Laboratory, 6(Edisi Khusus 2023), 88–(beberapa halaman). Retrieved from https://journal.ugm.ac.id/ijl/article/view/88043














