Teknisi laboratorium Indonesia memantau kualitas udara menggunakan PCE-CMM 10-ICA; layar menampilkan CO₂, suhu, dan kelembapan dengan backlight putih di ruang praktikum.

PCE-CMM 10-ICA: Monitor CO₂, Suhu, dan Kelembapan untuk Kualitas Udara Dalam Ruang

Daftar Isi

Di banyak ruang laboratorium dan kelas, rasa kantuk tiba-tiba di siang hari sering disalahkan pada kopi yang kurang kuat. Padahal, penyebabnya kerap sederhana: ventilasi yang tidak memadai sehingga kadar CO₂ melonjak di atas ambang aman. Di ruang rapat tertutup 12 orang selama satu jam, level CO₂ bisa cepat menembus 1.500 ppm—cukup untuk menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko penularan aerosol. Solusinya bukan menebak-nebak kapan jendela perlu dibuka, melainkan memantau CO₂, suhu, dan kelembapan secara objektif lalu bertindak: tingkatkan ventilasi, nyalakan exhaust, atau kurangi okupansi.

Di sinilah sebuah pengukur CO₂ praktis dengan alarm visual-audio sangat membantu. PCE-CMM 10-ICA, sebuah aerosol measuring device dengan sertifikat kalibrasi ISO untuk kanal CO₂, menghadirkan pemantauan yang mudah dibaca, akurat, dan siap audit—ideal untuk laboratorium QA/QC, teaching lab, fasilitas F&B, area produksi farmasi/biotek, kantor pabrik, hingga ruang pengolahan air yang memerlukan kontrol lingkungan kerja yang konsisten.

Mengenal teknologi dari produk tersebut

Teknologi inti PCE-CMM 10-ICA adalah sensor CO₂ berbasis NDIR (Non-Dispersive Infrared). Secara sederhana, udara ruangan dialirkan melewati ruang optik kecil. Sinar inframerah pada panjang gelombang spesifik disorot melalui ruang tersebut; molekul CO₂ menyerap sebagian cahaya itu. Semakin banyak CO₂, semakin besar cahaya yang diserap. Elektronika mengukur “berapa banyak cahaya yang hilang”, lalu mengonversinya menjadi nilai konsentrasi CO₂ (ppm). Di saat yang sama, sensor terintegrasi mengukur suhu dan kelembapan relatif (RH) untuk memberi konteks kenyamanan termal dan potensi pembentukan kondensasi.

Mengapa NDIR penting untuk jangka panjang? Pertama, ia selektif terhadap CO₂ dan stabil, sehingga drift jangka panjang relatif rendah dibanding beberapa pendekatan elektrokimia. Kedua, konsumsi daya efisien—cocok untuk perangkat meja bertenaga baterai. Ketiga, PCE-CMM 10-ICA dilengkapi ABC (automatic baseline correction) yang secara berkala menyesuaikan titik nol saat perangkat terpapar udara bersih (mis. malam hari), menjaga akurasi tanpa intervensi rumit.

Dibanding metode konvensional seperti tabung indikator sekali pakai atau menghitung ventilasi dari laju alir teoretis, pengukuran NDIR real-time memberikan:

  • pembacaan kontinu per 3 detik,

  • alarm ketika melampaui ambang,

  • jejak kalibrasi (sertifikat ISO untuk kanal CO₂),

  • dan konteks lingkungan (suhu/RH) dalam satu unit.

Hasilnya: keputusan ventilasi lebih cepat, pendampingan audit K3 lebih rapi, dan kenyamanan ruangan meningkat konsisten.

Spesifikasi Dan Fitur Produk

PCE-CMM 10-ICA adalah alat meja (table housing) untuk memantau kualitas udara dalam ruangan: CO₂ (400–5.000 ppm), suhu (-10 hingga 50 °C), dan kelembapan (0–99 %RH). Ciri kuncinya meliputi layar LC 3 inci, alarm visual (backlight memerah) dan audio (buzzer), ambang batas alarm yang sudah diprogram pabrikan, serta pengisian daya via USB. Paket ini sudah termasuk Sertifikat Kalibrasi ISO untuk kanal CO₂—nilai tambah penting bagi lingkungan yang diaudit.

Apa yang membuatnya istimewa di kelasnya?

  • Sensor CO₂ NDIR dengan ABC untuk kestabilan jangka panjang.

  • Alarm visual-audio yang jelas, sehingga staf segera bertindak saat ambang tercapai.

  • Layar 3 inci dengan indikator baterai empat level—mudah dipantau dari jauh.

  • Rentang suhu luas (-10…50 °C) dan RH 0…99 % untuk gambaran menyeluruh iklim ruangan.

  • Berat hanya ±195 g dengan dimensi kompak, nyaman dipindah di meja lab/ruangan.

  • Sertifikat kalibrasi ISO untuk CO₂ sudah termasuk (PCE-CMM 10-ICA), mengurangi overhead kalibrasi awal.

Sumber spesifikasi dan fitur merujuk halaman resmi PCE Instruments untuk PCE-CMM 10/10-ICA.

Desain dan ergonomi

Secara fisik, PCE-CMM 10-ICA hadir dalam bodi meja berwarna biru kecil yang mudah ditempatkan di workstation. Dimensinya 75 × 55 × 130 mm (sekitar 3 × 2,2 × 5,1 inci), dengan berat ±195 g—cukup ringan untuk dipindahkan dari ruang rapat ke ruang kultur atau dari ruang pengujian sensor ke ruang persiapan sampel. Permukaan depan didominasi layar LC 3 inci yang menampilkan CO₂ secara utama, serta suhu dan kelembapan sebagai parameter pendamping. Indikator baterai empat level berada di area display untuk memastikan kesiapan penggunaan.

Tata letak tombol dirancang sederhana agar staf non-teknis mudah mengoperasikan. Saat nilai melampaui ambang, backlight berubah merah sebagai peringatan visual, sementara buzzer berbunyi sebagai alarm audio. Untuk tenaga, perangkat menggunakan baterai DC 3,7 V terpasang (rechargeable) yang diisi melalui port USB. Pengisian via USB memudahkan penggunaan di meja PC—bahkan dapat dilakukan sambil alat tetap menyala untuk pemantauan kontinu.

Lingkungan operasi: bekerja pada 0…50 °C dan 0…85 %RH. Rentang pengukuran suhu perangkat sendiri adalah -10…50 °C, sehingga nilai suhu yang ditampilkan tetap relevan di ruang dingin moderat hingga hangat. Data IP rating tidak disebutkan pabrikan; karena itu pengguna sebaiknya menempatkan alat di area kering dalam ruang, jauh dari semprotan cairan, uap kimia korosif, atau debu berlebihan yang dapat mengganggu optik sensor.

Antarmuka dan pengalaman pengguna

Layar LC 3 inci menjadikan angka CO₂ mudah terbaca dari jarak beberapa meter. Backlight standar berwarna putih dan akan berubah menjadi merah saat alarm—kontras tinggi ini membantu pengambilan keputusan cepat. Pembaruan data terjadi setiap 3 detik, memberi rasa “real-time” tanpa berkedip terlalu cepat.

Navigasi tombol ringkas; perangkat dirancang untuk penggunaan harian tanpa banyak pengaturan. Alarm limit sudah diprogram dari pabrikan untuk memudahkan pemula; pengguna dapat menjadikannya baseline kebijakan ventilasi. Fitur kenyamanan lain:

  • auto-off setelah 2 jam untuk menghemat baterai ketika lupa mematikan (matikan fitur jika butuh monitoring terus-menerus sembari mengisi daya via USB),

  • indikator baterai empat level,

  • backlight yang membantu pembacaan di ruangan redup.

Pabrikan tidak menyebut adanya memori internal, fungsi hold, atau ekspor data otomatis. Karena itu, untuk keperluan catatan audit, pengguna disarankan melakukan pencatatan manual berkala atau memasang alat dekat workstation agar mudah difoto/log oleh operator sesuai SOP.

Fitur-fitur cerdas/unggulan

  • Sensor NDIR dengan ABC (Automatic Baseline Correction): menjaga akurasi titik nol CO₂ secara otomatis seiring paparan udara bersih periodik. Manfaatnya—perawatan lebih sederhana dan kestabilan jangka panjang, cocok untuk fasilitas dengan rotasi ruangan.

  • Alarm visual dan audio: backlight merah dan buzzer memberi sinyal ganda. Ini mengurangi salah baca dan mempercepat respons ventilasi (buka damper, nyalakan exhaust, kurangi okupansi).

  • Layar 3 inci dan pembaruan tiap 3 detik: angka besar mudah dilihat tim lab tanpa harus mendekat, memperlancar keputusan operasional.

  • Desain meja dengan pengisian USB: fleksibel ditempatkan di ruang rapat, lab kultur, ruang sensor, hingga area persiapan; pengisian mudah dari port PC atau adaptor standar.

  • Sertifikat Kalibrasi ISO untuk kanal CO₂ (model -ICA): memudahkan kepatuhan audit internal/eksternal tanpa biaya kalibrasi awal.

Catatan: pabrikan tidak menyatakan fitur data logging, koneksi Bluetooth/Wi-Fi, atau kompensasi tekanan barometrik internal (spesifikasi akurasi CO₂ dirinci pada 1013 mbar). Jika fitur tersebut diperlukan, pertimbangkan model lain dalam lini PCE atau integrasi monitor tambahan.

Kontrol eksternal dan integrasi sistem

Port USB pada PCE-CMM 10-ICA berfungsi untuk pengisian daya. Dokumentasi pabrikan tidak menyebut kemampuan transfer data ke PC maupun software pendamping. Strategi integrasi data yang disarankan:

  • gunakan protokol pencatatan manual terjadwal (mis. setiap 15 menit) dengan spreadsheet,

  • foto layar pada saat alarm untuk bukti tindakan korektif cepat,

  • tempatkan alat dekat workstation agar operator mudah menyalin data ke Excel/LIMS.

Pendekatan ini tetap memadai untuk banyak kebutuhan pemantauan ventilasi harian, terutama saat tujuan utamanya adalah tindakan cepat ketika ambang terlampaui.

Spesifikasi teknis lengkap

Parameter Nilai
Rentang ukur CO₂ 400 … 5.000 ppm
Resolusi CO₂ 1 ppm
Akurasi CO₂ ±(5% + 50 ppm) antara 400 … 2.000 ppm pada tekanan atmosfer 1013 mbar
Rentang ukur suhu -10,0 … 50,0 °C (14 … 122 °F)
Resolusi suhu 0,1 °C / 0,18 °F
Akurasi suhu ±1 °C / 1,8 °F (dapat terpengaruh oleh panas internal alat)
Rentang ukur kelembapan 0 … 99 %RH
Resolusi kelembapan 1 %RH
Akurasi kelembapan ±5 %RH (pada 25 °C) antara 10 … 90 %RH
Sensor CO₂ Prinsip NDIR
Koreksi baseline Automatic Baseline Correction (ABC)
Alarm audio Buzzer
Alarm visual Backlight merah
Display Layar LC 3 inci
Indikator baterai Empat level
Frekuensi pembaruan 3 detik
Auto-off Mati otomatis setelah ±2 jam
Backlight normal Putih
Kondisi kerja 0 … 50 °C; 0 … 85 %RH
Kondisi penyimpanan -20 … 60 °C; 0 … 95 %RH
Catu daya Baterai DC 3,7 V terpasang; pengisian via USB
Berat ±195 g (< 1 lb)
Dimensi 75 × 55 × 130 mm (±3 × 2,2 × 5,1 inci)
Sertifikasi Sertifikat Kalibrasi ISO untuk kanal CO₂ (model -ICA)
Cakupan pengiriman Unit PCE-CMM 10-ICA, kabel USB, manual, sertifikat ISO (CO₂)

Penjelasan awam: pikirkan CO₂ seperti “asap tak terlihat” dari napas kita. NDIR itu ibarat senter inframerah yang melewati kabut; makin pekat kabut (CO₂), makin redup cahaya yang sampai ke sensor. Resolusi 1 ppm berarti alat bisa membedakan perubahan sangat kecil. Akurasi ±(5% + 50 ppm) pada 400–2.000 ppm berarti jika layar menunjukkan 1.000 ppm, nilai sebenarnya diperkirakan berada sekitar 900–1.100 ppm—cukup untuk keputusan praktis ventilasi.

Panduan memilih komponen tambahan

Walau PCE-CMM 10-ICA adalah unit lengkap, beberapa aksesori dapat meningkatkan kenyamanan penggunaan.

Aksesori yang umum:

  • adaptor USB 5 V untuk pengisian kontinu,

  • kabel USB cadangan,

  • dudukan meja atau rak kecil guna menempatkan alat setinggi pandang,

  • layanan re-kalibrasi ISO berkala khusus kanal CO₂ (melanjutkan jejak kalibrasi).

Faktor yang memengaruhi hasil:

  • sirkulasi udara: letakkan alat pada ketinggian napas (±1–1,5 m) jauh dari ventilasi langsung,

  • sumber panas lokal: hindari menaruh persis di atas PC/inkubator (bisa memengaruhi suhu terukur),

  • paparan alkohol/solven kuat: uap kimia tertentu dapat mengganggu pembacaan sementara,

  • tekanan atmosfer: akurasi CO₂ didefinisikan pada 1013 mbar; lokasi ketinggian ekstrem dapat memerlukan perhatian interpretasi.

Contoh rentang ambang CO₂ yang sering dipakai (bukan batas legal, melainkan pedoman praktik):

Kategori ruangan Ambang tindakan umum
Ruang kelas/rapat > 1.000 ppm: tingkatkan ventilasi; > 1.500 ppm: istirahat sirkulasi udara
Laboratorium pengajaran > 1.000 ppm: buka exhaust/tingkatkan make-up air
Produksi F&B / QC pertahankan < 1.000 ppm untuk kenyamanan operator
Farmasi/biotek (ruang non-cleanroom) target ketat < 800–1.000 ppm sesuai SOP keselamatan

Sesuaikan dengan kebijakan K3 internal dan panduan lokal.

Panduan cara menggunakan produk langkah demi langkah

Contoh kasus: teaching lab kimia di kampus dengan kelas 25 mahasiswa. Tujuan: memastikan CO₂ tetap di bawah 1.000 ppm selama praktikum 90 menit.

Langkah-langkah:

  1. Penempatan awal
    Letakkan PCE-CMM 10-ICA di meja instruktur pada ketinggian ±1,2 m dari lantai. Jauhkan dari inlet/outlet AC langsung dan dari sumber panas seperti hotplate. Pastikan area kering.

  2. Daya dan stabilisasi
    Isi daya via USB 15–30 menit sebelum kelas dimulai atau biarkan tersambung selama operasi untuk monitoring berkelanjutan. Nyalakan alat dan biarkan menstabilkan pembacaan beberapa menit.

  3. Briefing operator
    Jelaskan kepada asisten: ketika backlight memerah dan buzzer berbunyi, itu tanda CO₂ melampaui ambang; segera buka jendela, tingkatkan exhaust, atau batasi jumlah orang di ruangan.

  4. Monitoring rutin
    Selama praktikum, amati angka di layar (update tiap 3 detik). Catat nilai setiap 15 menit pada lembar Excel: waktu, CO₂, suhu, RH, dan tindakan yang diambil jika ada.

  5. Tindakan korektif
    Jika layar memerah (alarm), segera:

    • buka pintu/jendela selama 3–5 menit,

    • tingkatkan kecepatan exhaust,

    • kurangi pembakaran nyala terbuka bila tidak esensial.

  6. Dokumentasi
    Untuk audit, foto layar saat terjadi alarm dan setelah tindakan. Simpan di folder kelas sebagai bukti peningkatan ventilasi.

  7. Setelah kelas
    Matikan alat. Jika lupa, auto-off akan menonaktifkan setelah ±2 jam. Simpan pada suhu ruang kering. Untuk menjaga akurasi ABC, sesekali paparkan alat pada udara segar (mis. ruang kosong malam hari).

Kesimpulan dan rekomendasi

PCE-CMM 10-ICA memadukan sensor CO₂ NDIR yang stabil, alarm visual-audio yang gamblang, dan sertifikat kalibrasi ISO untuk kanal CO₂ dalam bodi meja yang ringkas. Ia dirancang untuk satu hal: membantu Anda membuat keputusan ventilasi cepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Kelebihan utamanya—kemudahan baca, akurasi praktis untuk ambang operasional, pengisian USB, dan minim pengaturan—membuatnya cocok bagi:

  • laboratorium QA/QC dan teaching lab yang membutuhkan indikator kualitas udara langsung,

  • area produksi F&B serta fasilitas farmasi/biotek non-cleanroom untuk kenyamanan operator,

  • ruang rapat, kantor pabrik, dan ruang kontrol proses yang padat personel,

  • fasilitas pengolahan air (WTP/WWTP) indoor untuk memantau kualitas udara ruang kerja.

Jika kebutuhan Anda meliputi pencatatan otomatis atau integrasi LIMS, pertimbangkan menambah prosedur pencatatan manual atau mengevaluasi model lain dengan data logging. Namun untuk pemantauan harian yang andal dan siap audit, PCE-CMM 10-ICA adalah solusi yang praktis.

FAQ singkat

  1. Apakah PCE-CMM 10-ICA bisa menyimpan data otomatis?
    Tidak disebutkan fitur memori internal atau ekspor data. Gunakan pencatatan manual atau foto layar untuk dokumentasi.

  2. Seberapa sering perlu kalibrasi?
    Model -ICA sudah dilengkapi sertifikat kalibrasi ISO untuk kanal CO₂. Periode re-kalibrasi mengikuti kebijakan mutu internal (umumnya 12 bulan) dan pola penggunaan.

  3. Apakah alat bisa dipakai di luar ruangan?
    Disarankan untuk penggunaan dalam ruangan (kondisi kerja 0…50 °C, 0…85 %RH). Paparan langsung hujan/embun tidak dianjurkan.

  4. Mengapa angka CO₂ naik cepat saat kelas penuh?
    Napas manusia adalah sumber CO₂ utama di dalam ruangan. Tanpa ventilasi memadai, konsentrasi cepat meningkat sehingga alarm akan aktif.

  5. Apa manfaat alarm visual merah?
    Memberi sinyal instan yang mudah dilihat dari jauh agar tindakan korektif dapat langsung dilakukan tanpa menunggu pencatatan.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya water hardness meter dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti PCE CMM 10 ICA dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kekerasan air, memastikan kontrol yang konsisten, dan memenuhi standar tertinggi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengujian hardness pada utilitas dan proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.

Rekomendasi Adhesion Tester Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.