Kalau Anda pernah menangani inspeksi cat bodi kendaraan, coating pelindung pada komponen logam, atau lapisan hasil plating/galvanis, Anda pasti akrab dengan satu masalah klasik: “Kelihatannya rapi, tapi apakah ketebalannya benar?” Di lapangan, tampilan visual sering menipu. Cat bisa terlihat mulus namun terlalu tipis (rawan korosi dini), atau terlalu tebal (berisiko retak rambut, orange peel, atau pemborosan bahan). Dalam audit kualitas, ketebalan yang “melenceng sedikit” juga bisa menjadi temuan besar—terutama saat ada spesifikasi internal, SOP customer, atau standar proses yang harus dipenuhi.
Masalahnya, pengukuran ketebalan coating tidak selalu mudah. Banyak tim QA/QC menghadapi kombinasi pain point berikut:
-
Sulit melakukan inspeksi cepat saat unit sedang antre rilis (banyak titik ukur, waktu mepet).
-
Data tidak konsisten karena alat berbeda-beda, operator berbeda, atau permukaan melengkung.
-
Kebingungan saat material substratnya berubah (besi/baja vs aluminium) sehingga metode ukur harus menyesuaikan.
-
Risiko salah keputusan: menerima produk yang seharusnya ditahan (undercoating), atau menahan produk yang sebenarnya aman (overcoating yang masih dalam toleransi).
-
Biaya berulang: rework, repaint, atau klaim pelanggan karena coating gagal di lapangan.
Di area otomotif, persoalan ini terasa nyata—misalnya saat inspeksi mobil bekas untuk mendeteksi panel yang pernah dicat ulang, atau saat quality gate di pabrik karoseri dan bengkel pengecatan. Di industri proses seperti plating/galvanis, ketebalan lapisan sangat berkaitan dengan ketahanan korosi dan umur pakai. Bahkan di teaching lab kampus, pengukuran ketebalan coating jadi latihan yang bagus untuk memahami kontrol proses, variabilitas material, dan pentingnya kalibrasi.
Di sinilah alat ukur ketebalan yang ringkas, cepat, dan cukup akurat menjadi “penjembatan” antara dugaan visual dan keputusan berbasis data. PCE-CT 25FN dirancang untuk kebutuhan seperti itu: membantu operator dan analis QA/QC melakukan pengukuran ketebalan lapisan pada logam dengan cepat dan praktis, tanpa mempersulit alur kerja.
Prinsip Ukur Ketebalan Coating: Gabungan Metode untuk Logam Ferrous dan Non-Ferrous
Pada dasarnya, pengukur ketebalan coating seperti PCE-CT 25FN bekerja dengan prinsip non-destruktif: Anda tidak perlu menggores atau memotong sampel. Untuk substrat logam, pendekatan paling umum adalah:
-
Metode induksi magnetik untuk logam ferromagnetik (misalnya baja/besi).
-
Metode arus eddy (eddy current) untuk logam non-ferromagnetik (misalnya aluminium).
Penjelasan simpelnya begini. Untuk baja/besi, sensor memanfaatkan perubahan respons medan magnet ketika ada jarak antara probe dan substrat—jarak ini “diisi” oleh lapisan cat/coating. Makin tebal lapisan, respons yang terbaca akan berubah dan dikonversi menjadi angka ketebalan.
Untuk aluminium, medan magnet tidak “menempel” seperti pada besi, jadi tekniknya biasanya memakai arus eddy: sensor membangkitkan medan yang memunculkan arus pusar pada logam, lalu karakter arus itu berubah tergantung jarak (ketebalan lapisan di atasnya). Lagi-lagi, perubahan respons itu diterjemahkan menjadi ketebalan.
Mengapa pendekatan ini penting untuk jangka panjang? Karena dunia nyata jarang “seragam”. Dalam inspeksi otomotif, Anda bisa bertemu panel baja dan aluminium dalam satu kendaraan. Dalam produksi, pemasok bisa berganti material atau ada variasi batch. Metode non-destruktif yang mampu bekerja pada ferrous dan non-ferrous membantu menjaga konsistensi SOP dan mengurangi “drama” saat jenis substrat berubah.
Berdasarkan informasi pabrikan pada materi yang Anda kirim, PCE-CT 25FN disebut tidak perlu membedakan ferrous dan non-ferrous secara manual. Artinya, alat ini ditujukan untuk mempermudah kerja operator ketika titik ukur berpindah-pindah pada jenis logam yang berbeda. Dalam praktik QA/QC, kemudahan ini sering berarti satu hal: lebih sedikit salah prosedur, lebih sedikit pengukuran ulang, dan laporan lebih cepat selesai.
PCE-CT 25FN sebagai Alat Kerja QA/QC: Apa yang Membuatnya Menonjol
PCE-CT 25FN adalah automotive material thickness tester untuk pengukuran ketebalan lapisan (layer thickness) pada permukaan logam. Fokusnya bukan “alat lab yang ribet”, melainkan perangkat ringkas untuk inspeksi cepat namun tetap terukur.
Yang membuatnya terasa “tepat guna” untuk QA/QC dan inspeksi lapangan adalah kombinasi fitur yang langsung berkaitan dengan kebiasaan kerja inspector:
-
Pengoperasian satu tangan (one-hand operation) untuk pengukuran cepat saat berdiri, di line produksi, atau saat inspeksi kendaraan.
-
Tampilan nilai MIN, MAX, dan MEAN (rata-rata) dari serangkaian pengukuran—berguna untuk menilai sebaran data tanpa harus menghitung manual di luar alat.
-
Pilihan satuan µm, mm, dan mils, sehingga mudah mengikuti format spesifikasi (misalnya cat otomotif sering dibahas dalam µm, sementara beberapa industri menggunakan mils).
-
Indikator baterai dan fitur auto shutdown (auto-off) untuk mengurangi risiko alat mati mendadak atau baterai terkuras saat disimpan.
Dalam konteks kompetisi, banyak thickness gauge mampu mengukur ketebalan. Tetapi yang membedakan alat yang “dipakai setiap hari” dari alat yang “jarang disentuh” biasanya bukan hanya range, melainkan kenyamanan workflow: cepat menyala, mudah dipakai, hasil terbaca jelas, dan punya ringkasan statistik sederhana. PCE-CT 25FN menempatkan fitur-fitur itu sebagai bagian dari paketnya, sehingga cocok untuk tim yang butuh keputusan cepat: lulus/tahan/rework.
Desain dan Ergonomi
Untuk pekerjaan inspeksi, desain bukan sekadar estetika—ini soal alat yang nyaman dibawa, tidak bikin pegal, dan tidak mengganggu ritme kerja.
Berdasarkan spesifikasi resmi pada gambar yang Anda kirim:
-
Dimensi: 143 × 85 × 39 mm
-
Berat: sekitar 100 g
-
Catu daya: baterai blok 9 V
-
Kondisi operasi: -10 … 50 °C; 20 … 90% RH non-condensing
-
Kondisi penyimpanan: -10 … 60 °C; 20 … 90% RH non-condensing
Secara praktis, bobot sekitar 100 g itu terasa ringan untuk inspeksi berulang. Bentuk yang relatif kompak juga mendukung pengukuran di area yang tidak terlalu lapang (misalnya dekat sudut panel, permukaan komponen, atau area kerja yang ramai). Karena menggunakan baterai 9 V, perangkat ini cocok untuk mobilitas—Anda tidak bergantung pada adaptor atau stop kontak. Untuk penggunaan lapangan, saran yang masuk akal adalah selalu menyimpan baterai cadangan 9 V di tas inspeksi, terutama jika Anda melakukan audit panjang.
Soal ketahanan lingkungan, rentang -10 hingga 50 °C cukup relevan untuk banyak skenario indoor dan semi-outdoor (gudang, bengkel, area inspeksi). Namun, informasi IP rating (ketahanan debu/air) tidak tercantum pada materi spesifikasi yang Anda berikan. Karena itu, cara aman memperlakukan alat ini adalah menghindarkan dari semprotan air langsung, hujan, dan debu berat tanpa pelindung. Jika Anda bekerja di area blasting, sanding, atau wet process, pertimbangkan prosedur tambahan: gunakan pouch pelindung, bersihkan alat setelah dipakai, dan hindari meletakkan alat di permukaan yang basah/berminyak.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
Pengalaman pengguna (UX) pada thickness tester biasanya ditentukan oleh dua hal: bagaimana angka ditampilkan dan bagaimana operator mengulang pengukuran tanpa repot. Dari deskripsi pabrikan pada gambar, PCE-CT 25FN memiliki tampilan MIN, MAX, dan MEAN. Ini penting karena inspeksi jarang cukup dengan satu titik ukur. Umumnya, Anda akan mengambil beberapa titik di satu panel/komponen lalu melihat kecenderungan hasilnya.
Contoh sederhana: pada satu panel pintu, Anda ukur 8 titik. Kalau alat membantu menampilkan nilai terkecil, terbesar, dan rata-rata, Anda bisa cepat menilai apakah ada “spot” yang terlalu tipis (indikasi sanding berlebihan atau coverage cat yang kurang), atau terlalu tebal (indikasi repaint lokal atau penumpukan lapisan).
Perangkat ini juga mendukung beberapa unit (µm, mm, mils). Dari sudut pandang UX, pilihan unit yang fleksibel mengurangi risiko salah komunikasi angka di laporan. Dalam audit, kesalahan “unit” termasuk yang paling sering terjadi—angka 120 µm bisa terbaca sebagai 0,12 mm, dan kalau operator tidak teliti, itu bisa jadi sumber kekacauan dokumen.
Fitur auto shutdown juga termasuk UX, walau sering dianggap “sepele”. Banyak alat lapangan gagal bukan karena rusak, tapi karena baterai habis saat diperlukan. Auto-off membantu menjaga baterai, terutama saat operator lupa mematikan alat setelah serangkaian pengukuran.
Catatan penting: informasi seperti backlight, kapasitas memori data, bahasa menu, atau ekspor data tidak dicantumkan pada materi spesifikasi/deskripsi yang Anda kirim. Maka, artikel ini tidak mengasumsikan fitur-fitur tersebut ada.
Fitur yang Paling Berguna untuk Inspeksi Cepat dan Audit Ketebalan
Berikut fitur yang disebutkan pada materi resmi Anda, beserta manfaat praktisnya di lapangan:
-
Pengoperasian satu tangan
Manfaat: operator bisa tetap memegang komponen kecil, clipboard, atau menjaga posisi stabil saat mengukur pada permukaan vertikal. Ini mempercepat inspeksi ketika titik ukur banyak. -
Tampilan MIN, MAX, MEAN
Manfaat: membantu kontrol kualitas berbasis sebaran data. Anda tidak hanya tahu “rata-rata”, tapi juga tahu apakah ada outlier yang berbahaya. Untuk audit internal, ini membantu membuat keputusan cepat tanpa kalkulasi manual. -
Pilihan satuan µm, mm, mils
Manfaat: fleksibel mengikuti standar laporan dan kebiasaan industri. Bengkel cat sering bicara dalam µm, sedangkan beberapa industri coating menggunakan mils. -
Indikator baterai
Manfaat: mengurangi risiko alat mati mendadak di tengah inspeksi. Ini hal kecil yang dampaknya besar terhadap kelancaran kerja tim QA/QC. -
Auto shutdown (auto-off)
Manfaat: menjaga daya baterai dan memperpanjang masa pakai baterai 9 V, terutama pada alat yang sering dipakai “sebentar-sebentar”. -
Kemampuan mengukur pada ferrous dan non-ferrous tanpa perlu dibedakan manual (sesuai deskripsi pabrikan)
Manfaat: memperkecil salah prosedur ketika material berubah. Cocok untuk inspeksi otomotif modern yang bisa memadukan baja dan aluminium.
Kalau ditarik ke manfaat yang lebih “manajerial”, kombinasi fitur di atas membantu tiga hal: kecepatan inspeksi, konsistensi hasil antar operator, dan keterlacakan data dasar (melalui statistik sederhana MIN/MAX/MEAN). Untuk organisasi yang sedang memperketat audit kualitas, alat seperti ini sering menjadi “perpanjangan tangan” SOP di lapangan.
Kontrol Eksternal dan Integrasi Sistem
Dalam workflow QA/QC modern, kemampuan transfer data ke PC atau integrasi ke sistem (misalnya LIMS/Excel) bisa menjadi nilai tambah. Namun, pada materi spesifikasi/deskripsi yang Anda kirim, tidak ada informasi tentang konektivitas USB, software, format ekspor, atau memori internal.
Karena itu, pendekatan yang realistis untuk integrasi sistem dengan PCE-CT 25FN adalah workflow manual yang tetap rapi:
-
Gunakan template form inspeksi (kertas atau spreadsheet) dengan kolom titik ukur, nilai, MIN/MAX/MEAN, dan catatan kondisi permukaan.
-
Dokumentasikan jenis substrat (Fe atau NFe), lokasi pengukuran, dan kondisi permukaan (kering, bersih, ada kontaminasi).
-
Jika diperlukan untuk audit, tambahkan foto lokasi pengukuran (misalnya panel pintu kiri, dekat handle) agar titik ukur bisa diulang.
Dengan cara ini, meskipun transfer data otomatis tidak dinyatakan, Anda tetap bisa membangun proses yang scalable: data konsisten, bisa ditrending, dan mudah diaudit.
Spesifikasi Teknis Lengkap
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Rentang ukur | 0 … 1500 µm |
| Akurasi pengukuran | ± (3% + 1 µm) |
| Resolusi | 0,1 µm pada rentang 0 … 100 µm; 1 µm pada rentang > 100 µm |
| Satuan | µm, mm, mils |
| Kelengkungan minimum | convex 5 mm; concave 25 mm |
| Area ukur minimum | Ø 20 mm |
| Ketebalan minimum substrat | Fe: 0,3 mm; NFe: 0,05 mm |
| Kecepatan ukur | Maks. 2 Hz |
| Catu daya | Baterai blok 9 V |
| Kondisi operasi | -10 … 50 °C; 20 … 90% RH non-condensing |
| Kondisi penyimpanan | -10 … 60 °C; 20 … 90% RH non-condensing |
| Dimensi | 143 × 85 × 39 mm |
| Berat | ± 100 g |
| Isi pengiriman (delivery scope) | 1× PCE-CT 25FN; 5× calibration foil reference; 1× Fe zero standard; 1× NFe zero standard; 1× baterai 9 V; 1× instruction manual |
Agar angka-angka ini mudah dibayangkan, pakai analogi sederhana. Rentang 0–1500 µm itu setara dengan 0–1,5 mm. Ketebalan cat kendaraan penumpang sering berada pada kisaran puluhan hingga ratusan µm (tergantung sistem lapisan). Jadi rentang alat ini mencakup kebutuhan inspeksi cat/coating umum, termasuk coating yang relatif tebal.
Resolusi 0,1 µm pada rentang tipis (0–100 µm) membantu saat Anda memeriksa lapisan yang memang tipis, sedangkan resolusi 1 µm pada area lebih tebal masih memadai untuk inspeksi proses yang umumnya memakai toleransi puluhan µm.
Ketebalan minimum substrat (Fe 0,3 mm dan NFe 0,05 mm) penting karena jika substrat terlalu tipis, respons sensor bisa tidak stabil atau bias. Ini seperti menimbang barang di timbangan yang mejanya goyang—alatnya baik, tetapi kondisi fisiknya membuat bacaan tidak optimal.
Panduan Memilih Komponen Tambahan
Karena isi pengiriman sudah mencakup elemen penting untuk pengukuran dan pengecekan dasar (calibration foil, Fe zero standard, NFe zero standard), fokus “komponen tambahan” lebih ke perlengkapan pendukung agar hasil konsisten.
Tabel ringkas berikut membantu memilih titik target ketebalan dan contoh aplikasinya (berdasarkan praktik umum inspeksi coating, bukan klaim pabrikan):
| Target ketebalan (perkiraan) | Contoh aplikasi inspeksi | Catatan praktik |
|---|---|---|
| 20–80 µm | Lapisan tipis tertentu pada komponen, inspeksi proses coating tipis | Sangat sensitif terhadap kebersihan permukaan dan teknik penempelan probe |
| 80–180 µm | Banyak panel cat otomotif (bervariasi tergantung sistem) | Cocok untuk screening ketidakwajaran ketebalan antar panel |
| 180–500 µm | Coating lebih tebal, potensi repaint/repair lokal, beberapa protective coating | Perhatikan kelengkungan dan area ukur minimum |
| 500–1500 µm | Coating sangat tebal / beberapa sistem pelapis khusus | Pastikan substrat memenuhi ketebalan minimum dan permukaan cukup rata |
Aksesori/perlengkapan yang relevan (tanpa mengasumsikan produk pabrikan tertentu):
-
Lap mikrofiber dan cairan pembersih ringan untuk menghilangkan debu/oli sebelum pengukuran.
-
Spidol non-permanen atau masking tape untuk menandai titik ukur (agar repeatability bagus).
-
Buku catatan inspeksi atau template form (kertas/spreadsheet) untuk pencatatan multi titik.
-
Baterai 9 V cadangan untuk pekerjaan lapangan.
Faktor yang memengaruhi hasil (penting untuk QA/QC):
-
Kebersihan permukaan: debu halus dapat menambah “jarak” dan membuat ketebalan terbaca lebih besar.
-
Kekasaran/tekstur: permukaan kasar bisa menghasilkan variasi bacaan antar titik.
-
Kelengkungan: patuhi batas kelengkungan minimum convex 5 mm dan concave 25 mm.
-
Area ukur: jangan memaksakan pengukuran pada area terlalu kecil dari Ø 20 mm.
-
Substrat tipis: ikuti batas minimum substrat (Fe 0,3 mm; NFe 0,05 mm).
-
Teknik operator: tekanan probe, sudut penempelan, dan stabilitas tangan memengaruhi repeatability.
Dua Skenario Nyata: Dari Bengkel Cat hingga Plating Line
Studi kasus 1: Audit cepat panel kendaraan untuk deteksi repaint dan konsistensi finishing
Sebuah tim inspeksi kendaraan (misalnya untuk appraisal, quality gate internal, atau penerimaan unit) sering menghadapi kondisi: unit terlihat mulus, tetapi ada kecurigaan panel tertentu pernah diperbaiki atau dicat ulang. Tanpa alat, keputusan mengandalkan pantulan cahaya dan “feeling”. Masalahnya, cat ulang lokal yang rapi bisa lolos dari mata.
Dengan thickness tester seperti PCE-CT 25FN, tim bisa menerapkan prosedur sederhana: ukur beberapa titik di setiap panel, lalu bandingkan pola ketebalan antar panel. Jika satu panel menunjukkan rentang MIN–MAX yang jauh lebih tinggi dari panel lain, atau rata-ratanya “menyimpang”, itu menjadi sinyal untuk investigasi lanjutan (misalnya cek sambungan, sealant, atau dokumentasi perbaikan). Fitur MIN/MAX/MEAN membantu mempercepat analisis di tempat: inspector tidak perlu menghitung rata-rata manual untuk tiap panel.
Dampaknya dalam workflow: inspeksi lebih objektif, laporan lebih defensible, dan diskusi dengan pihak lain (vendor/bengkel/customer) berbasis data. Ini bukan soal “mencari kesalahan”, tetapi mengurangi risiko salah keputusan yang ujungnya bisa menjadi komplain.
Studi kasus 2: Kontrol proses coating/plating untuk mengurangi rework
Di proses plating/galvanis atau protective coating, ketebalan lapisan berkaitan langsung dengan ketahanan korosi dan performa. Misalnya, bila lapisan terlalu tipis, produk rentan gagal saat uji kabut garam atau uji lingkungan. Bila terlalu tebal, bahan kimia terbuang dan biaya naik, bahkan dapat mengganggu toleransi dimensi.
Dalam skenario kontrol proses, operator QA/QC bisa melakukan sampling berkala: ambil beberapa komponen per batch, ukur beberapa titik, catat MIN/MAX/MEAN, dan bandingkan dengan target proses. Kecepatan ukur maksimum 2 Hz membantu melakukan banyak titik dalam waktu singkat. Dengan data ini, tim proses bisa mengambil tindakan lebih cepat—misalnya menyesuaikan waktu celup, parameter arus (untuk plating tertentu), atau kondisi bath—sebelum satu batch besar terlanjur out-of-spec.
Catatan jujur: klaim angka efisiensi seperti “downtime turun 20%” sangat bergantung pada kondisi pabrik dan tidak disebutkan oleh pabrikan. Namun, secara operasional, inspeksi cepat dan konsisten memang biasanya menurunkan volume rework karena masalah terdeteksi lebih dini.
Panduan Cara Menggunakan PCE-CT 25FN Langkah demi Langkah
Berikut panduan praktis yang menyesuaikan masalah utama di pendahuluan: inspeksi ketebalan cat/coating secara cepat dan konsisten di lapangan.
-
Siapkan permukaan
Bersihkan area ukur dari debu, pasir halus, oli, atau air. Gunakan lap mikrofiber. Permukaan yang kotor bisa membuat bacaan meleset. -
Identifikasi material substrat secara praktis
Jika Anda di otomotif, panel bisa baja atau aluminium. Informasi pabrikan menyebut alat ini tidak perlu membedakan ferrous dan non-ferrous secara manual, tetapi tetap baik mencatat jenis panel (Fe/NFe) di form inspeksi untuk keperluan audit. -
Lakukan pengecekan awal dengan zero standard
Gunakan Fe zero standard untuk substrat ferrous dan NFe zero standard untuk substrat non-ferrous sesuai paket delivery scope. Langkah ini membantu memastikan sistem pembacaan stabil sebelum mengukur produk. -
Gunakan calibration foil bila perlu verifikasi cepat
Calibration foil reference (5 buah) membantu memeriksa apakah pembacaan mendekati ketebalan foil. Ini berguna saat memulai shift, setelah alat terbentur, atau saat ada keraguan terhadap hasil. -
Pastikan syarat geometri terpenuhi
Hindari area terlalu kecil dari Ø 20 mm. Perhatikan kelengkungan: untuk permukaan sangat melengkung, bacaan bisa tidak stabil jika melewati batas convex 5 mm atau concave 25 mm. -
Lakukan pengukuran multi titik
Untuk satu panel/komponen, lakukan beberapa titik (misalnya 5–10 titik) menyebar. Ini lebih bermakna daripada satu angka tunggal karena coating biasanya tidak seragam sempurna. -
Gunakan MIN/MAX/MEAN untuk keputusan cepat
Setelah serangkaian pengukuran, lihat nilai terkecil, terbesar, dan rata-rata. Jika MIN terlalu rendah, pertimbangkan risiko undercoating. Jika MAX terlalu tinggi, pertimbangkan potensi overbuild atau area repair. -
Catat hasil dan kondisi lapangan
Tulis angka, lokasi titik ukur, dan catatan (misalnya “permukaan sedikit bertekstur” atau “dekat tepi panel”). Catatan kecil sering menyelamatkan Anda saat audit. -
Kelola daya baterai
Perhatikan indikator baterai. Gunakan auto-off sebagai kebiasaan baik, dan simpan baterai cadangan untuk pekerjaan lapangan panjang. -
Simpan alat dengan aman
Karena IP rating tidak disebutkan pada materi yang tersedia, simpan alat di tempat kering, jauh dari air dan debu berat. Hindari menyimpan alat bersama cairan kimia yang bisa bocor.
Kesimpulan dan Rekomendasi
PCE-CT 25FN adalah thickness tester yang dirancang untuk kebutuhan inspeksi ketebalan lapisan pada logam secara cepat, praktis, dan cukup terukur. Dari spesifikasi resmi yang Anda lampirkan, alat ini menawarkan rentang ukur 0–1500 µm, akurasi ±(3% + 1 µm), resolusi halus pada lapisan tipis, serta dukungan unit µm/mm/mils. Fitur ringkas seperti MIN/MAX/MEAN, indikator baterai, dan auto shutdown membuatnya terasa cocok sebagai “alat kerja harian” di QA/QC lapangan—bukan sekadar alat yang dipakai sesekali.
Siapa yang paling diuntungkan?
-
QA/QC pabrik coating/cat, bengkel pengecatan, karoseri, dan inspeksi otomotif yang butuh screening cepat dan konsisten.
-
Industri proses seperti plating/galvanis yang membutuhkan kontrol ketebalan untuk menjaga performa dan mengurangi rework.
-
Teaching lab kampus dan laboratorium pengujian yang ingin perangkat praktis untuk demonstrasi dan praktik inspeksi non-destruktif pada coating.
Jika organisasi Anda membutuhkan integrasi data otomatis ke PC/LIMS, fitur tersebut tidak dinyatakan pada materi yang Anda kirim. Namun, dengan disiplin pencatatan manual dan pemanfaatan statistik MIN/MAX/MEAN, Anda tetap bisa membangun workflow audit yang rapi dan dapat dipertanggungjawabkan.
FAQ singkat
-
Apakah PCE-CT 25FN bisa mengukur di logam besi dan aluminium?
Berdasarkan deskripsi pabrikan pada materi yang Anda kirim, alat ini digunakan untuk ferrous dan non-ferrous serta tidak perlu membedakannya secara manual. -
Berapa rentang ukur maksimalnya?
0 sampai 1500 µm. -
Seberapa cepat alat ini bisa mengukur?
Kecepatan ukur maksimum tercantum 2 Hz. -
Apa arti MIN, MAX, dan MEAN pada layar?
Itu ringkasan nilai pengukuran: paling kecil, paling besar, dan rata-rata dari serangkaian pengukuran. -
Apakah alat ini cocok untuk permukaan melengkung?
Bisa, selama masih dalam batas kelengkungan minimum: convex 5 mm dan concave 25 mm (sesuai spesifikasi). -
Apa saja yang termasuk dalam paket pengiriman?
1× PCE-CT 25FN, 5× calibration foil reference, 1× Fe zero standard, 1× NFe zero standard, 1× baterai 9 V, dan 1× instruction manual.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran ketebalan coating yang konsisten untuk mendukung kontrol kualitas, audit, dan peningkatan proses di industri otomotif maupun manufaktur. Kami melayani kebutuhan klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-CT 25FN dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu organisasi Anda meningkatkan akurasi inspeksi, mempercepat pengambilan keputusan di lapangan, dan menjaga kepatuhan pada standar proses. Jika Anda ingin meningkatkan efisiensi inspeksi ketebalan cat/coating dan menyusun workflow QA/QC yang lebih rapi, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Automotive Material Thickness Unggulan untuk Kebutuhan Anda
Referensi
-
Sariffudin, M., Winardi, Y., Winangun, K., Sudarno, & Putra, W. T. (2023). PENGARUH VARIASI WAKTU CELUP HOT DIP GALVANIZING PADA ROCKBOLT (BAJA SS540) TERHADAP KETEBALAN LAPISAN DAN LAJU KOROSI. AutoMech: Jurnal Teknik Mesin, 3(2), 12–17. Retrieved from https://journal.umpo.ac.id/index.php/JTM/article/download/7676/2938
-
Aji, A. B., Santosa, A. W. B., & Mulyatno, I. P. (2024). Analisa Pengaruh Variasi Ketebalan Serta Jenis Coating Pada Pelat Baja SS400 Terhadap Laju Korosi dan Uji Adhesi. Jurnal Teknik Perkapalan, 12(2). Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval/article/download/45395/31494















