Di pabrik manufaktur komponen otomotif, proses coating—baik cat, powder coating, maupun pelapisan protektif lain—sering menjadi “penentu akhir” sebelum part dilepas ke perakitan atau ke pelanggan. Masalahnya, ketebalan lapisan (dry film thickness/DFT) tidak selalu mudah dijaga konsisten. Variasi kecil pada jarak semprot, sudut aplikasi, setting oven, sampai kebersihan permukaan bisa membuat ketebalan melenceng: ada area terlalu tipis (rawan korosi/under-protection) atau terlalu tebal (berisiko retak rambut, orange peel, waktu curing bertambah, bahkan potensi gagal fit pada komponen presisi).
Jika variasi ini tidak ditangani, risikonya bukan hanya estetika. Di lapangan, ketebalan yang tidak sesuai dapat memicu rework, scrap, klaim pelanggan, serta ketidakstabilan proses (process capability turun) karena inspeksi menjadi “tebak-tebakan”—terutama ketika pengukuran masih mengandalkan metode manual atau inspeksi visual. Di titik ini, kebutuhan alat ukur ketebalan coating yang cepat, non-destruktif, dan bisa dipakai operator QC/line engineer tanpa prosedur rumit menjadi sangat relevan.
Deskripsi Singkat PCE-CT 65-ICA
PCE-CT 65-ICA adalah alat ukur ketebalan coating yang dirancang untuk mengukur ketebalan lapisan dan DFT secara non-destruktif pada substrat logam ferrous (mis. baja) maupun non-ferrous (mis. aluminium). Prinsip kerja sensornya memanfaatkan magnetic induction untuk ferrous dan eddy current untuk non-ferrous, sehingga inspeksi bisa dilakukan langsung di part tanpa merusak coating.
Di lingkungan manufaktur otomotif, perangkat seperti ini biasanya dipakai untuk verifikasi hasil pengecatan/powder coating, audit kualitas incoming/outgoing, hingga troubleshooting ketika ada indikasi laju korosi meningkat atau adhesion bermasalah. Varian PCE-CT 65-ICA umumnya dipasarkan sebagai paket yang dapat disertai ISO Calibration Certificate—berguna saat pabrik membutuhkan traceability kalibrasi untuk audit kualitas dan sistem manajemen mutu.
Fungsi & Kegunaan Produk
Fungsi utama alat
Mengukur ketebalan lapisan coating/DFT pada permukaan logam secara non-destruktif (tanpa memotong, mengamplas, atau merusak lapisan).
Membantu pemilihan mode pengukuran sesuai material: ferrous (Fe) atau non-ferrous (No-Fe), termasuk mode AUTO untuk pemilihan otomatis berdasarkan substrat.
Menyimpan data pengukuran per “working mode/group” dan memindahkan data melalui USB untuk analisis di PC (tabel, filtering, statistik min/max/average).
Kegunaan spesifik di lapangan (manufaktur komponen otomotif)
Audit ketebalan pada part yang sudah dicat/powder-coated sebelum proses assembly (mencegah isu fit/clearance pada area presisi).
Verifikasi hasil proses repaint/rework: memastikan perbaikan tidak menambah lapisan berlebihan.
Kontrol proses berkala di area painting line: sampling cepat untuk memantau drift proses (mis. perubahan viskositas cat atau performa spray gun).
Pemeriksaan pada part aluminium/steel dalam satu alat, tanpa perlu ganti probe eksternal, sehingga lebih praktis untuk lini yang memproses mixed material.
Skenario sebelum / saat / sesudah pekerjaan
Sebelum: QC sering mengandalkan inspeksi visual dan check point terbatas. Variasi ketebalan baru “ketahuan” setelah muncul defect (blister, peel, korosi dini) atau setelah uji adhesion/korosi yang memakan waktu.
Saat: Operator QC melakukan pengukuran cepat di beberapa titik kritis (edge, radius, flat area) dan mencatat hasil per kelompok produksi/shift.
Sesudah: Data dipindahkan ke PC untuk melihat pola (mis. group tertentu konsisten lebih tipis), lalu dipakai sebagai dasar koreksi proses (jarak semprot, setelan oven, jumlah pass).
Mode kerja / metode pengukuran yang relevan
Mode sensor: AUTO / Fe / No-Fe (pemilihan prinsip pengukuran sesuai substrat).
Working mode/group: perangkat menyediakan banyak mode kerja; group tertentu dapat menyimpan data dan group0 tidak menyimpan (berguna untuk cek cepat tanpa “mengotori” log).
Bidang / Industri Pengguna
Target pengguna (contoh) dan alat ini berfungsi sebagai apa:
Pabrik komponen otomotif (stamping, machining, die casting): alat verifikasi ketebalan coating/DFT untuk QC final dan audit proses.
Painting line & powder coating shop: alat kontrol proses harian untuk memastikan aplikasi lapisan sesuai target.
Supplier tier-1/tier-2 yang memasok part berlapis: alat bukti objektif ketebalan lapisan saat inspeksi bersama pelanggan.
Laboratorium QA internal: alat pengukuran cepat sebelum pengujian lanjutan (adhesion, salt spray, cross-cut).
Keunggulan / Highlights
Membantu teknisi QC bekerja lebih aman dan rapi karena pengukuran bersifat non-destruktif; part tidak perlu dipotong atau disiapkan secara agresif untuk sekadar cek ketebalan.
Mempercepat persiapan kerja: mode AUTO/Fe/No-Fe memudahkan penyesuaian ke material yang berbeda tanpa prosedur panjang.
Meminimalkan risiko salah baca akibat pencatatan manual yang berulang: data dapat disimpan per group dan ditarik via USB ke PC untuk analisis (filtering dan statistik).
Lebih nyaman untuk inspeksi lapangan: desain handheld dan operasi satu tangan memudahkan pengukuran pada part besar, rak gantung, atau area dengan akses terbatas.
Mendukung kebutuhan traceability saat audit: varian “ICA” lazim dipasarkan bersama ISO Calibration Certificate, membantu pabrik yang mensyaratkan rekam kalibrasi berbasis standar.
Perbandingan / Posisi Produk
Di manufaktur, pengukuran ketebalan coating biasanya “berkompetisi” dengan tiga pendekatan: metode manual/estimasi, alat konvensional yang minim fitur data, atau pendekatan destruktif yang lambat. Tabel di bawah menempatkan PCE-CT 65-ICA secara kategori.
| Metode | Dampak ke material | Kecepatan | Repeatability | Kesesuaian commissioning |
|---|---|---|---|---|
| Estimasi visual / checklist proses (tanpa ukur) | Tidak merusak | Cepat, tetapi tidak kuantitatif | Rendah, sangat tergantung operator | Rendah untuk start-up line baru; sulit “membuktikan” capaian |
| Alat konvensional tanpa penyimpanan data/PC | Tidak merusak | Cepat | Sedang; data sering tercecer karena manual | Sedang; cukup untuk spot-check, terbatas untuk analisis tren |
| Metode destruktif (mis. potong/cross-section) | Merusak part/sampel | Lambat (prep + mikroskopi) | Tinggi pada sampel, tapi biaya tinggi | Baik untuk validasi khusus, kurang efisien untuk kontrol harian |
| PCE-CT 65-ICA (NDT Fe/No-Fe + group data + USB) | Tidak merusak | Cepat untuk inspeksi rutin | Lebih stabil karena pembacaan langsung dan manajemen data | Baik untuk commissioning & kontrol harian, terutama saat perlu trend dan bukti data |
Spesifikasi Teknis
| Parameter | Ferrous (Fe) | Non-ferrous (No-Fe) |
|---|---|---|
| Prinsip kerja | Magnetic induction | Eddy-current principle |
| Rentang ukur | 0 … 1350 µm; 0 … 53.1 mils | 0 … 1350 µm; 0 … 53.1 mils |
| Akurasi | 0 … 1000 µm: ±(2.5% + 2 µm); 1000 … 1350 µm: ±3.5%; 0 … 39.3 mils: ±(2% ± 0.08 mils); 39.3 … 53.1 mils: ±3.5% | 0 … 1000 µm: ±(2.5% + 2 µm); 1000 … 1350 µm: ±3.5%; 0 … 39.3 mils: ±(2% ± 0.08 mils); 39.3 … 53.1 mils: ±3.5% |
| Resolusi | 0 … 100 µm: 0.1 µm; 100 … 1000 µm: 1 µm; 1000 … 1350 µm: 0.01 mm; 0 … 10 mils: 0.01 mils; 10 … 53.1 mils: 0.1 mils | 0 … 100 µm: 0.1 µm; 100 … 1000 µm: 1 µm; 1000 … 1350 µm: 0.01 mm; 0 … 10 mils: 0.01 mils; 10 … 53.1 mils: 0.1 mils |
| Minimum radius of curvature | 1.5 mm | 3 mm |
| Diameter of minimum area | 7 mm | 5 mm |
| Smallest detectable thickness (substrat minimum) | 0.5 mm | 0.3 mm |
| Kondisi operasi | 0 … +40 °C; 20 … 90% RH | 0 … +40 °C; 20 … 90% RH |
| Unit | µm, mils | µm, mils |
| Memori | 30 storage groups × 50 measurements = 1500 total | 30 storage groups × 50 measurements = 1500 total |
| Antarmuka | USB | USB |
| Catu daya | 2 × 1.5V AAA batteries | 2 × 1.5V AAA batteries |
| Fungsi (umum) | Alarm function, display lighting, automatic shutdown, calibration, memory function | Alarm function, display lighting, automatic shutdown, calibration, memory function |
Tata Cara Pemakaian
Berikut versi ringkas (praktis) untuk inspeksi ketebalan coating di area produksi/QC, mengacu pada alur operasi dan kalibrasi perangkat.
Persiapan alat
Pastikan baterai terpasang benar. Nyalakan dengan menekan dan menahan tombol Select/Power. Jika indikator baterai muncul, ganti baterai agar hasil ukur tidak bias.Jaga area bebas logam saat start
Saat menyalakan alat, jaga jarak minimal 10 cm dari benda logam di sekitar agar pembacaan awal stabil.Pilih mode sensor sesuai material
Gunakan AUTO bila material campuran, atau pilih Fe untuk baja dan No-Fe untuk aluminium (melalui menu).Pilih working mode/group untuk pencatatan
Jika pengukuran perlu disimpan per lot/shift, pilih group yang sesuai. Group0 dipakai untuk cek cepat tanpa penyimpanan.Lakukan zero calibration
Letakkan alat pada pelat kalibrasi yang sesuai (ferrous atau non-ferrous) dan jalankan kalibrasi dari menu Calibration, atau gunakan tombol Zero sesuai mode yang dipakai.Proses pengukuran
Tempelkan sensor tegak lurus pada area yang akan diukur. Ambil beberapa titik pada area kritis (flat, radius, edge) sesuai plan inspeksi.Penyimpanan dan pemindahan data
Tinjau data di menu View bila perlu, lalu hubungkan via USB ke PC untuk membaca data dan melihat statistik (min/max/average) per group.
Catatan penting: bila analisis data di PC berlangsung lama, pertimbangkan menonaktifkan auto power-off agar alat tidak terputus saat transfer/analisis.
Cara Kerja / Metode Pengukuran
Secara praktis, PCE-CT 65 membaca “respon” medan/sinyal dari permukaan logam dan mengonversinya menjadi ketebalan lapisan non-konduktif/konduktif tertentu di atas substrat.
Pada substrat ferrous (baja), alat memakai magnetic induction: sensor menghasilkan medan magnet dan membaca perubahan karakteristik medan saat ada jarak (lapisan coating) antara sensor dan logam. Ketebalan lapisan memengaruhi kuat-lemahnya kopling magnetik yang terbaca.
Pada substrat non-ferrous (mis. aluminium), alat memakai eddy current: sensor membangkitkan arus eddy pada logam dan membaca perubahan responsnya. Lapisan di atas logam mengubah jarak efektif sensor terhadap permukaan konduktif, sehingga sinyal berubah mengikuti ketebalan.
Mode AUTO membantu alat memilih prinsip yang tepat berdasarkan apakah permukaan bersifat magnetik (ferrous) atau tidak (non-ferrous).
Batasan praktis yang perlu diingat (berdasarkan spesifikasi minimum area/kurvatur dan ketebalan substrat minimum):
Untuk permukaan kecil/sempit, perhatikan diameter minimum area (Fe 7 mm, No-Fe 5 mm) agar sensor “mendapat” area cukup untuk pembacaan stabil.
Pada radius kecil, patuhi minimum radius of curvature (Fe 1.5 mm, No-Fe 3 mm) karena kurvatur ekstrem dapat memengaruhi stabilitas kontak/medan.
Pastikan substrat memenuhi ketebalan minimum (Fe 0.5 mm, No-Fe 0.3 mm) agar respons sinyal sesuai karakter material yang diasumsikan alat.
Kelengkapan Produk
Isi paket yang tercantum pada dokumen:
Unit coating thickness tester PCE-CT 65
5 foil/shim kalibrasi
Kalibrasi standard aluminium
Kalibrasi standard iron/Fe
2 baterai AAA 1.5V
Kabel USB
Manual
Carrying case/tragekoffer
Manfaat bagi Pengguna
Efisiensi kerja
Pengukuran cepat di titik-titik kritis membuat inspeksi lebih “ringan” tanpa menunggu uji destruktif atau evaluasi visual yang subjektif.Peningkatan kualitas
Kontrol ketebalan yang lebih konsisten membantu menjaga proteksi korosi dan kualitas finishing, sekaligus mengurangi variasi antar shift.Penghematan biaya
Rework dan scrap dapat ditekan karena masalah ketebalan terdeteksi lebih awal, bukan setelah part masuk proses berikutnya.Pengurangan kesalahan
Penyimpanan data per group dan analisis di PC membantu QC melihat tren dan menghindari salah catat, terutama saat sampling banyak.
FAQ
Apakah alat ini bisa mendeteksi kabel aktif?
Tidak. Alat ini khusus untuk mengukur ketebalan lapisan coating pada substrat logam (ferrous/non-ferrous), bukan pendeteksi kabel atau tegangan.Apakah bisa digunakan pada dinding beton?
Tidak untuk tujuan ketebalan coating, karena alat ini dirancang untuk substrat logam. Beton bukan ferrous/non-ferrous metal sehingga prinsip ukurnya tidak sesuai.Seberapa dalam ketebalan yang bisa terukur?
Rentang ukur ketebalan lapisan adalah 0 sampai 1350 µm (0 sampai 53.1 mils) pada ferrous maupun non-ferrous.Apakah aman digunakan pada instalasi hidup?
Ini bukan alat listrik untuk instalasi bertegangan. Dalam konteks pabrik, gunakan sesuai prosedur keselamatan area kerja (mis. hindari area berisiko ledakan, dan pastikan kondisi lingkungan sesuai batas operasi).Apakah perlu kalibrasi rutin?
Ya, praktik yang umum adalah melakukan zero calibration sebelum sesi pengukuran (terutama saat pindah material atau setelah alat dinyalakan), dan menjaga jadwal kalibrasi berkala sesuai kebutuhan audit/traceability pabrik. Alat menyediakan prosedur zero calibration untuk Fe dan No-Fe.
Hubungi kami. Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium dan instrumen pengukuran untuk aplikasi industri, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya kontrol ketebalan coating dalam menjaga kualitas komponen otomotif. Kami melayani kebutuhan pabrik dan tim QC/engineering dengan instrumen yang relevan untuk inspeksi lapangan maupun analisis kualitas. Jika Anda ingin meningkatkan konsistensi pengukuran DFT, mempercepat inspeksi, dan memperkuat traceability kalibrasi (termasuk opsi ISO calibration certificate), mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan konfigurasi yang tepat.
Rekomendasi Car Measuring Device Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Car Measuring Device PCE-VE 1500-60500
Lihat Produk★★★★★ -

Car Measuring Device PCE-CT 80-FN3-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Car Measuring Device PCE-VE 1014N-F
Lihat Produk★★★★★ -

Car Measuring Device PCE-CT 80-FN0D5-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Car Measuring Device PCE-LES 500
Lihat Produk★★★★★ -

Car Measuring Device PCE-LES 308
Lihat Produk★★★★★ -

Car Measuring Device PCE-LES 108UV-385-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Car Measuring Device PCE-VE 370HR
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Ferdiansyah, N. F., Utama, F. Y., Ganda, A. N. F., & Puspitasari, D. (2025). Pengaruh Jarak Penyemprotan Terhadap Ketebalan Lapisan Cat Menggunakan Spray Booth Multifungsi. Jurnal Rekayasa Mesin (UNESA). Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-rekayasa-mesin/article/download/67304/52379/183738
- (2021). Efek Ketebalan Terhadap Ketahanan Korosi Lapisan Cat Pada Baja Galvanis. Jurnal TURBO (UM Metro). Retrieved from https://ojs.ummetro.ac.id/index.php/turbo/article/download/3232/pdf
- (2021). Analisis Pengaruh Suhu terhadap Kuat Lekat Powder Coating Baja ASTM A36. Jurnal TURBO (UM Metro). Retrieved from https://ojs.ummetro.ac.id/index.php/turbo/article/download/4195/pdf

























