Di banyak lini produksi dan workshop otomotif, ketebalan lapisan (cat, varnish, lacquer, plastik pelapis, hingga anodizing) bukan sekadar angka—ia menjadi indikator proses finishing yang stabil, perlindungan korosi yang memadai, dan konsistensi mutu antarkomponen. Automotive Tester PCE-CT 80-FN2D5 adalah alat ukur ketebalan coating yang dirancang untuk pengukuran non-destruktif pada substrat feromagnetik (Fe seperti baja/iron) dan non-feromagnetik (NFe seperti aluminium/copper) melalui sensor/probe eksternal. Fokus utamanya: membantu inspeksi cepat dan dapat diulang (repeatable) di lapangan maupun di area QC pabrik.
Varian FN2D5 mengacu pada paket PCE-CT 80 dengan probe FN2 yang memiliki rentang 0–2000 µm untuk Fe dan 0–2000 µm untuk NFe. Secara praktis, rentang ini cocok untuk kebutuhan inspeksi ketebalan cat kendaraan, coating pelindung di manufaktur, dan pemeriksaan hasil proses finishing yang umumnya berada pada skala puluhan hingga ratusan mikron—dengan tetap memberi ruang untuk aplikasi yang lebih tebal.
Keunggulan yang terasa di kerja harian adalah kombinasi mode probe otomatis (mendeteksi Fe/NFe), penyimpanan data berbasis grup, statistik ringkas (mean/min/max/standar deviasi), dan komunikasi USB 2.0 untuk pemindahan data. Dengan demikian, PCE-CT 80-FN2D5 bukan hanya alat “baca angka”, tetapi perangkat kerja QC untuk membangun keputusan berbasis data di workshop dan produksi.
Fungsi & Kegunaan Produk
Jenis pengukuran yang didukung
PCE-CT 80 pada dasarnya dipakai untuk mengukur ketebalan lapisan non-magnetik di atas material Fe (misalnya cat di atas baja/iron) dan lapisan non-konduktif di atas material NFe (misalnya cat di atas aluminium/copper). Dalam praktik inspeksi, “lapisan” dapat berupa:
Cat, lacquer, varnish (finishing otomotif dan manufaktur)
Plastik pelapis atau coating polimer
Enamel, lapisan pelindung tertentu
Anodized layer pada aluminium (sesuai konteks penggunaan coating thickness pada aluminium)
Kondisi penggunaan yang relevan
Karena probe eksternal, titik ukur yang sempit atau sulit dijangkau (misalnya sudut panel bodi, area dekat lipatan, atau komponen dengan geometri rumit) lebih mudah diakses dibanding alat dengan probe menyatu pada bodi. Deskripsi produk juga menekankan pemakaian untuk kontrol produksi, workshop, dan quality assurance.
Ada batasan geometri dan material yang penting untuk memastikan hasil ukur tetap kredibel:
Radius kelengkungan minimum: konveks 5 mm, konkaf 25 mm
Diameter area ukur minimum: 17 mm
Ketebalan substrat minimum: 0,2 mm (magnetik) dan 0,05 mm (non-magnetik)
Parameter seperti ini sering luput dibaca, padahal sangat menentukan apakah pembacaan alat representatif, khususnya saat mengukur komponen tipis, radius kecil, atau tepi tajam.
Masalah yang diselesaikan di lapangan
Beberapa masalah praktis yang umum:
Mengidentifikasi panel yang pernah dicat ulang atau mengalami perbaikan bodywork pada kendaraan (indikasi accident repair). Datasheet PCE-CT 80 menyebutkan kesesuaian untuk mendeteksi dan menilai kerusakan akibat kecelakaan pada kendaraan secara cepat.
Mengontrol konsistensi hasil pengecatan/finishing (ketebalan terlalu tipis berisiko proteksi korosi rendah, terlalu tebal berisiko cacat visual/retak rambut/biaya cat membengkak).
Memastikan proses coating di manufaktur memenuhi target proses (misalnya spesifikasi internal, SOP, atau persyaratan pelanggan).
Mempermudah incoming/outgoing inspection: pemeriksaan barang masuk/keluar dan material testing di produksi.
Contoh penggunaan sehari-hari yang sejalan dengan fitur alat:
Mengukur ketebalan cat kendaraan (panel pintu, kap mesin, fender) untuk inspeksi unit baru/bekas
Inspeksi lapisan coating pada komponen logam (bracket, housing, panel)
Quality control hasil finishing di line produksi atau vendor incoming
Bidang / Industri Pengguna
PCE-CT 80-FN2D5 relevan untuk pengguna yang membutuhkan inspeksi coating cepat, non-destruktif, dan bisa ditelusuri datanya (traceable) lewat penyimpanan dan pemindahan data USB.
Industri dan fungsi yang paling sering membutuhkan pola seperti ini:
Industri otomotif: inspeksi ketebalan cat bodi, verifikasi perbaikan panel, audit vendor pengecatan (konteks accident assessment disebut di datasheet).
Manufaktur & fabrikasi: kontrol kualitas coating pada komponen baja/aluminium, pemeriksaan hasil finishing part
Maintenance & inspection: pemeriksaan berkala kondisi coating pada aset produksi (misalnya guard, enclosure, panel logam)
Quality control dan quality assurance: sampling ketebalan coating untuk menjaga stabilitas proses, terutama ketika ada perubahan batch cat, perubahan setting spray, atau pergantian operator
Keunggulan / Highlights
Berikut highlight yang bernilai praktis untuk tim QC, teknisi, dan engineer (berbasis fitur yang tercantum di manual/datasheet):
Pengukuran non-destruktif pada substrat Fe dan NFe, dengan mode probe otomatis serta mode khusus Fe atau NFe
Probe eksternal, membantu mencapai titik ukur yang sulit dijangkau (workshop dan produksi)
Kalibrasi zero-point dan multi-point hingga 4 titik per grup, cocok untuk meningkatkan akurasi pada rentang kerja yang diharapkan
Penyimpanan data berbasis grup: 1 grup volatile (DIR) dan 4 grup tersimpan (GEN) hingga 2000 pembacaan
Statistik bawaan per grup: jumlah data, mean, minimum, maksimum, standar deviasi
Alarm batas atas/bawah (limit) untuk screening cepat di inspeksi
Transfer data via USB 2.0 (micro USB) untuk pengolahan data di PC
Portabel dengan daya 3x baterai AAA, serta auto power off untuk efisiensi baterai
Catatan perbandingan kompetitor (tingkat kategori): dibanding coating thickness gauge portabel sekelasnya, nilai pembeda PCE-CT 80-FN2D5 ada pada kombinasi probe eksternal, manajemen memori berbasis grup dengan statistik per grup, serta opsi mode Fe/NFe/Auto yang membantu mengurangi salah pilih metode saat tim lapangan berpindah antara baja dan aluminium.
Spesifikasi Teknis
Spesifikasi probe FN2 (paket FN2D5)
Probe FN2:
Diameter probe: 17 mm
Rentang ukur Fe: 0–2000 µm
Rentang ukur NFe: 0–2000 µm
Akurasi: ±(2% dari pembacaan + 1 µm)
Spesifikasi meter
Beberapa parameter berlaku pada meter (terlepas dari probe, kecuali rentang/akurasi yang bergantung probe):
Resolusi: 0,1 µm untuk <100 µm dan 1 µm untuk >100 µm
Material terukur: lapisan non-magnetik pada Fe; lapisan non-konduktif pada NFe
Radius kelengkungan minimum: konveks 5 mm; konkaf 25 mm
Minimum area ukur: diameter 17 mm
Ketebalan substrat minimum: 0,2 mm (magnetik) dan 0,05 mm (non-magnetik)
Mode probe: Auto (Fe+NFe), Magnetic (Fe), Eddy current (NFe)
Mode ukur: single measurement
Kalibrasi: multi-point (1–4 titik per grup) dan zero-point
Satuan: µm / mm / mils
Transfer data: USB 2.0
Memori: DIR (volatile) dan GEN (4 grup) hingga 2000 pembacaan
Statistik: count, mean, min, max, standar deviasi
Alarm limit: indikasi ketika batas atas/bawah terlewati
Catu daya: 3 x 1,5 V AAA
Display: LCD 128 x 128
Kondisi operasi: 0 hingga 50 °C; 20–90% RH non-kondensasi
Kondisi penyimpanan: -10 hingga 60 °C; 20–90% RH non-kondensasi
Dimensi: 143 x 71 x 37 mm
Berat termasuk probe: sekitar 271 g
Tabel ringkas spesifikasi
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Model paket | PCE-CT 80-FN2D5 |
| Probe | FN2, Ø 17 mm |
| Rentang ukur (Fe) | 0–2000 µm |
| Rentang ukur (NFe) | 0–2000 µm |
| Akurasi (probe FN2) | ±(2% pembacaan + 1 µm) |
| Resolusi | 0,1 µm (<100 µm); 1 µm (>100 µm) |
| Mode probe | Auto (Fe+NFe), Fe, NFe |
| Kalibrasi | Zero-point dan multi-point 1–4 titik per grup |
| Memori | DIR (volatile) + GEN (4 grup), max 2000 pembacaan |
| Statistik | count, mean, min, max, standar deviasi |
| Transfer data | Micro USB 2.0 |
| Display | LCD 128 x 128 |
| Daya | 3x AAA 1,5 V |
| Dimensi / berat | 143×71×37 mm; ±271 g (dengan probe) |
Tata Cara Pemakaian
Berikut versi ringkas 6 langkah yang mengikuti alur kerja manual (persiapan → kalibrasi → ukur → simpan/olah data):
Persiapan alat
Pastikan baterai terpasang (3x AAA) dan alat dalam kondisi bersih.Pasang probe FN2
Hubungkan probe ke socket probe pada meter, pastikan konektor terpasang dengan posisi yang benar. (Manual mencontohkan pemasangan probe bawaan; prinsipnya sama untuk probe lain.)Pilih mode probe dan pengaturan dasar
Gunakan mode Auto untuk penggunaan campuran Fe/NFe, atau pilih Fe/NFe bila Anda ingin mengunci metode. Atur unit (µm/mm/mils) sesuai format pelaporan.Lakukan zero-point calibration
Zero-point calibration dilakukan pada permukaan referensi tanpa coating (uncoated). Manual merekomendasikan melakukan zero-point calibration, terutama ketika akurasi target berada di kisaran ±(2% + 1 µm).Lakukan multi-point calibration (bila diperlukan)
Gunakan foil standar dan pelat kalibrasi, lalu lakukan kalibrasi 1–4 titik, dengan nilai kalibrasi sedekat mungkin dengan rentang ketebalan yang akan Anda ukur.Proses pengukuran dan penyimpanan
Letakkan probe tegak lurus pada permukaan, angkat ketika terdengar bunyi beep untuk menyelesaikan pembacaan. Pilih mode grup DIR atau GEN sesuai kebutuhan: DIR untuk kerja cepat (data hilang saat mati), GEN untuk menyimpan ke 1 dari 4 grup yang tidak hilang saat meter dimatikan.
Catatan penting yang sering membantu di lapangan:
Ikuti batas radius kelengkungan, area ukur minimum, dan ketebalan substrat minimum agar hasil tidak bias.
Jika Anda mempercepat “speed”, manual mencatat bahwa semakin tinggi speed, semakin rendah akurasi. Untuk QC final, cenderung aman memakai pengaturan normal.
Untuk pelaporan, manfaatkan statistik per grup agar keputusan QC tidak hanya mengandalkan satu titik baca.
Cara Kerja / Metode Pengukuran
PCE-CT 80 bekerja dengan dua prinsip utama, dipilih berdasarkan jenis substrat:
Magnetic mode (Fe): digunakan saat substrat feromagnetik (baja/iron). Secara konsep, perubahan medan magnet/reluktansi yang “dirasakan” probe akan berubah seiring jarak efektif antara probe dan substrat—jarak ini adalah ketebalan coating non-magnetik.
Eddy current mode (NFe): digunakan saat substrat non-feromagnetik (misalnya aluminium/copper) dengan lapisan non-konduktif di atasnya. Pada substrat konduktif, probe membangkitkan arus eddy; responsnya berubah seiring jarak (ketebalan lapisan non-konduktif) yang memisahkan probe dan logam konduktif.
Mode Auto pada PCE-CT 80 membantu memilih Fe atau NFe secara otomatis melalui material recognition, sehingga risiko salah-metode berkurang ketika teknisi berpindah dari panel baja ke panel aluminium.
Kaitannya dengan praktik industri: riset-riset instrumentasi di Indonesia juga sering membahas eddy current sebagai pendekatan pengukuran ketebalan berbasis perubahan induktansi/impedansi terhadap jarak/ketebalan, karena sifatnya cepat dan cocok untuk inspeksi permukaan tanpa merusak.
Kelengkapan Produk
Kelengkapan standar PCE-CT 80 (berdasarkan manual) meliputi:
1 unit coating thickness gauge PCE-CT 80
1 probe (probe FN1.5 sebagai paket standar; untuk varian FN2D5, probe yang relevan adalah FN2 sesuai model paket)
3 baterai AAA
1 carrying case
1 set standard foils
1 set calibration plates (Fe dan NFe)
1 ISO-calibration certificate
1 user manual
Manfaat bagi Pengguna
“Kenapa harus pakai produk ini?” dari sudut kerja teknis dan keputusan operasional.
Meningkatkan konsistensi quality control
Dengan memori berbasis grup (GEN) dan statistik per grup, Anda dapat memantau stabilitas proses coating dalam satu batch produksi atau satu area kerja, tanpa harus memindahkan data setiap saat.Mengurangi kesalahan inspeksi akibat salah metode dan salah material
Mode Auto (material recognition) membantu menghindari kesalahan memilih prinsip ukur ketika teknisi berpindah antara substrat Fe dan NFe.Mempercepat keputusan di lapangan
Alarm limit (batas atas/bawah) memberi sinyal cepat ketika nilai keluar dari toleransi, membantu screening tanpa menghitung manual satu per satu.Menghemat biaya inspeksi melalui pendekatan non-destruktif
Karena tidak perlu mengupas coating atau membuat kupon uji untuk setiap part, inspeksi bisa dilakukan pada produk jadi tanpa merusaknya. Ini penting untuk audit vendor, incoming inspection, dan inspeksi kendaraan.Membantu dokumentasi dan traceability
Data dapat dipindahkan melalui USB 2.0 ke PC, sehingga pelaporan QC lebih rapi (terutama untuk audit internal atau pelanggan).
FAQ
Untuk apa alat ini digunakan?
Untuk mengukur ketebalan lapisan (cat/coating/plastik pelapis) pada logam Fe (baja/iron) dan NFe (misalnya aluminium/copper) tanpa merusak permukaan.Apakah pengukurannya merusak material?
Tidak. Pengukuran dilakukan secara non-destruktif; probe ditempelkan ke permukaan dan pembacaan diambil tanpa mengupas coating.Bisa digunakan untuk material apa saja?
Untuk substrat feromagnetik seperti baja/iron dan substrat non-feromagnetik seperti aluminium/copper, dengan ketentuan jenis lapisannya sesuai (non-magnetik di Fe dan non-konduktif di NFe).Apakah perlu kalibrasi?
Ya. Manual menyarankan kalibrasi (zero-point dan multi-point) setiap kali mengukur sampel baru agar hasil lebih akurat, terutama jika material atau radius kelengkungannya berbeda.Apa beda mode Auto, Fe, dan NFe?
Auto mendeteksi material substrat otomatis (Fe/NFe). Fe mengunci pengukuran pada material magnetik, dan NFe mengunci pada material non-magnetik.Berapa banyak data yang bisa disimpan?
Ada 4 grup GEN dengan auto-save hingga total maksimum 2000 pembacaan, serta mode DIR yang bersifat volatile (hilang saat meter dimatikan).Apakah alat ini cocok untuk inspeksi kendaraan (cek panel pernah dicat ulang)?
Cocok. Datasheet menyebutkan penggunaannya untuk mendeteksi dan menilai kerusakan akibat kecelakaan pada kendaraan secara cepat, yang dalam praktik biasanya berkaitan dengan ketidakkonsistenan ketebalan cat antar panel.Apa yang perlu diperhatikan untuk menghindari hasil bias?
Perhatikan radius kelengkungan minimum, area ukur minimum, dan ketebalan substrat minimum. Mengukur pada komponen terlalu tipis atau radius terlalu kecil dapat menurunkan kualitas hasil.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran ketebalan coating dalam mendukung inspeksi kualitas di workshop otomotif dan proses produksi industri. Kami melayani klien bisnis dan aplikasi industrial testing & measurement, menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-CT 80-FN2D5 serta perangkat pengujian lainnya untuk membantu perusahaan Anda meningkatkan konsistensi quality control, mempercepat inspeksi non-destruktif, dan membangun pelaporan yang lebih rapi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pengujian ketebalan cat/coating di proses Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan konfigurasi probe dan alur kerja inspeksi yang tepat.
Rekomendasi Automotive Tester Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Automotive Tester PCE-LES 103UV-365-CTA-KIT
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-CT 80-FN3
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-CT 80-FN0D5
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-VE 800N4 1.5 m / 4-way-head / Ø 2.8 mm
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-CT 22BT-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-VE 1500-22190
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-MCM 10-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-LES 308UV-365
Lihat Produk★★★★★
Referensi
Ferdiansyah, N. F., Utama, F. Y., Ganda, A. N. F., & Puspitasari, D. (2025). Pengaruh Jarak Penyemprotan Terhadap Ketebalan Lapisan Cat Menggunakan Spray Booth Multifungsi. Jurnal Rekayasa Mesin (Universitas Negeri Surabaya). Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-rekayasa-mesin/article/download/67304/52379/183738
Emrinaldi, T., Defrianto, Fiddunya, S., Wati, A., Setiadi, R. N., & Umar, L. (2019). Peningkatan Sensitivitas Sensor Koil Datar Mempergunakan Soft Magnetic Vitrovac (sensor eddy current untuk pengukuran ketebalan logam non-magnetik). JoP (Universitas Jambi). Retrieved from https://online-journal.unja.ac.id/jop/article/download/7986/9799
























