Di banyak pabrik dan laboratorium, udara bertekanan sering dianggap “utilitas yang selalu siap pakai”. Padahal, kualitas udara kering ini sangat menentukan kelancaran proses: dari pengisian minuman dalam botol, pengemasan obat steril, pengoperasian valve pneumatik, sampai instrumen analitik di laboratorium.
Masalahnya, kelembapan di jalur udara bertekanan tidak terlihat. Kondensasi baru terasa ketika:
-
Silinder pneumatik mulai berkarat
-
Filter udara cepat jenuh dan sering bocor
-
Hasil produk terkontaminasi air (misalnya tetesan air pada jalur filling minuman atau blister obat)
-
Instrumen laboratorium yang memakai udara kering sebagai carrier gas mulai tidak stabil
Banyak fasilitas masih mengandalkan cara yang kurang tepat: hanya mengecek tekanan dan mengira kalau “tekanan stabil berarti udara aman”. Ada juga yang mengukur kelembapan di ujung line setelah udara didepresurisasi, sehingga nilai titik embun tidak lagi mewakili kondisi sebenarnya di dalam sistem bertekanan.
Di sisi lain, tuntutan regulasi makin ketat. Standar kebersihan udara bertekanan seperti ISO 8573-1 menjadi rujukan untuk:
-
Farmasi & biotek (udara untuk kontak tidak langsung dengan produk)
-
Makanan & minuman (udara untuk pengemasan dan pneumatik yang dekat area produk)
-
Industri kimia & proses (instrument air untuk kontrol proses)
-
Laboratorium QA/QC yang memakai jaringan compressed air terpusat
Tanpa alat ukur titik embun yang spesifik untuk sistem bertekanan, tim QA/QC kesulitan:
-
Menentukan apakah dryer dan filter masih bekerja efektif
-
Membuktikan kepatuhan terhadap kelas udara bertekanan yang dipersyaratkan
-
Melacak tren degradasi kualitas udara sebelum terjadi downtime mahal
Di sinilah kebutuhan akan air humidity meter khusus untuk udara bertekanan menjadi sangat nyata: instrumen yang bisa mengukur titik embun dan kelembapan pada tekanan hingga 15 bar, akurat, portabel, dan mudah dicatat untuk audit.
Sensor Titik Embun Berbasis QCM: Cara Modern Mengukur Kelembapan Udara Bertekanan
PCE-DPM 10 menggunakan teknologi sensor QCM (quartz crystal microbalance) untuk mengukur titik embun dan parameter kelembapan pada udara bertekanan. Prinsip sederhananya: kristal kuarsa berosilasi pada frekuensi tertentu; ketika massa di permukaannya berubah (misalnya karena penyerapan molekul air), frekuensi ini ikut bergeser. Pergeseran frekuensi diubah menjadi informasi kuantitatif tentang kadar air dalam aliran gas.
Pada praktiknya, udara bertekanan dialirkan melalui sel sensor. Ketika suhu sensor turun mendekati titik di mana uap air mulai mengembun, sistem mendeteksi perubahan massa secara sangat sensitif. Dari sini dihitung:
-
Titik embun (dew point) pada tekanan tertentu
-
Kadar air dalam satuan g/m³, mg/m³, ppmv, atau g/kg
-
Parameter turunan lain seperti kelembapan relatif (%RH) dan temperatur udara
Pendekatan ini memiliki beberapa keunggulan jangka panjang:
-
Sensor QCM relatif stabil dan respons cepat (respon sekitar 1 detik), penting untuk pengukuran di beberapa titik sampling dalam satu sesi inspeksi.
-
Dapat mengukur rentang titik embun yang sangat lebar, dari sangat kering hingga lembap tinggi (sekitar -100 °C hingga +50 °C Td) sehingga cocok untuk berbagai jenis dryer (refrigerated, desiccant, hingga membrane dryer).
-
Cocok untuk berbagai gas industri: udara, nitrogen, argon, karbon dioksida, hingga oksigen sebagaimana didukung oleh PCE-DPM 10.
Dibandingkan pendekatan konvensional yang hanya mengandalkan hygrometer %RH di atmosfer (bukan pada tekanan operasi), pengukuran berbasis titik embun pada sistem bertekanan memberikan gambaran yang jauh lebih relevan:
-
Nilai titik embun langsung berhubungan dengan seberapa besar potensi kondensasi di dalam pipa dan peralatan pneumatik.
-
Data dapat langsung digunakan untuk evaluasi terhadap standar ISO 8573-1 yang berbasis kadar air/titik embun, bukan hanya “persentase kelembapan”.
-
Menghindari kesalahan interpretasi akibat pelepasan tekanan sebelum pengukuran.
Bagi pabrik yang ingin mengoptimalkan konsumsi energi pada sistem dryer dan kompresor, data dew point yang akurat juga membantu menyetel dryer tepat pada kebutuhan—tidak terlalu kering (boros energi) dan tidak terlalu lembap (berisiko kondensasi).
PCE-DPM 10 sebagai Solusi: Air Humidity Meter Portabel untuk Udara Bertekanan
PCE-DPM 10 adalah air humidity meter portabel yang dirancang khusus untuk pengukuran kelembapan dan titik embun pada sistem udara bertekanan hingga 15 bar. Alat ini menggabungkan beberapa fungsi dalam satu perangkat:
-
Pengukuran titik embun dalam rentang sangat luas (sekitar -100 °C sampai +50 °C Td, dengan beberapa rentang akurasi berbeda)
-
Pengukuran temperatur udara di kisaran -30 °C hingga +50 °C
-
Pengukuran tekanan diferensial hingga 15 bar dengan resolusi halus 0,01 bar
-
Pencatatan data otomatis hingga 100 juta nilai pengukuran
Keistimewaannya dibanding banyak alat sejenis adalah kombinasi antara:
-
Pengukuran di bawah tekanan: dilengkapi koneksi G1/2″ dengan quick coupling 6 mm, sehingga teknisi dapat menghubungkan alat langsung ke titik sampling di jaringan udara bertekanan tanpa instalasi rumit.
-
Antarmuka modern: layar sentuh LC 3,5 inci, tampilan satuan yang fleksibel (°C, °F, bar, psi, MPa, %RH, dew point, g/m³, mg/m³, ppmv, g/kg, dan lainnya), serta bahasa menu multibahasa termasuk Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Cina, Korea, dan Jepang.
-
Data logger besar: memori internal hingga 100 juta data dengan interval pencatatan yang dapat diatur dari 1 hingga 60 detik. Ini memudahkan pemantauan tren dew point dalam jangka panjang tanpa perlu selalu berada di lokasi.
-
Opsi Smart Features: bila di-upgrade, PCE-DPM 10 dapat melakukan evaluasi kualitas udara bertekanan mengacu ISO 8573-1 serta menyediakan fungsi prediksi titik embun akhir dan dokumentasi lokasi pengukuran melalui kamera terintegrasi.
Bagi laboratorium QA/QC, tim maintenance, maupun auditor proses, kombinasi ini membuat PCE-DPM 10 bukan sekadar “thermo-hygrometer”, tetapi instrumen analitik lengkap untuk memastikan udara bertekanan tetap kering dan andal.
Desain dan Ergonomi untuk Penggunaan Lapangan
Secara fisik, PCE-DPM 10 berbentuk perangkat genggam memanjang dengan dimensi sekitar 310 × 100 × 60 mm dan berat sekitar 775 gram. Ukuran ini cukup kokoh untuk dipegang dengan satu tangan, namun tetap stabil ketika diletakkan di atas meja kerja di ruang compressor room atau workshop.
Housing terbuat dari material ABS, umum digunakan pada instrumen industri karena ringan tetapi cukup kuat untuk kondisi pemakaian rutin. Pada bagian depan terdapat layar sentuh 3,5 inci yang menjadi pusat interaksi pengguna. Konektor G1/2″ dengan quick coupling 6 mm dihubungkan ke selang PTFE 1,5 m yang disertakan, sehingga teknisi bisa berdiri dengan jarak aman dari titik sampling yang mungkin berada di posisi sulit atau dekat pipa panas.
Dari sisi catu daya, PCE-DPM 10 menggunakan baterai lithium-ion 3.500 mAh 3,7 V yang terpasang di dalam perangkat (built-in). Pengisian dilakukan melalui port USB-C dengan adaptor 5 V DC 3 A yang juga sudah termasuk dalam paket. Dengan konfigurasi ini, alat bisa dioperasikan secara portabel selama sesi inspeksi di beberapa titik jaringan udara bertekanan, lalu diisi ulang di laboratorium atau kantor.
Kondisi operasi yang direkomendasikan berada di rentang temperatur 0–40 °C dengan kelembapan lingkungan 0–80 %RH. Kelas proteksi IP30 menunjukkan bahwa perangkat ini dirancang untuk lingkungan indoor atau area teknis yang terlindung, bukan untuk hujan langsung atau atmosfer yang sangat berdebu. Untuk menjaga keandalan, alat sebaiknya disimpan pada rentang suhu dan kelembapan yang sama dengan kondisi operasinya.
Untuk keperluan mobilitas, PCE-DPM 10 disertai tas/transport case sehingga aman dibawa keliling pabrik atau berpindah antar lokasi laboratorium. Hal ini sangat membantu tim yang menangani beberapa fasilitas sekaligus, misalnya grup pabrik minuman, jaringan rumah sakit dengan fasilitas farmasi, atau teaching lab di kampus yang memiliki banyak sistem udara bertekanan.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
PCE-DPM 10 mengandalkan layar LC touch 3,5 inci sebagai pusat kontrol. Tampilan utamanya dapat menampilkan beberapa parameter sekaligus, misalnya: titik embun, tekanan, temperatur, dan satu parameter turunan seperti kadar air dalam g/m³. Dengan pembaruan tampilan sekitar sekali per detik, pengguna dapat melihat dinamika proses pengeringan atau respon dryer secara real-time.
Navigasi menu berbasis ikon dan teks, dengan opsi bahasa menu: Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Cina, Korea, dan Jepang. Walaupun bahasa Indonesia belum tersedia, kebanyakan tim teknis di industri sudah familiar dengan menu berbahasa Inggris, sehingga tidak menjadi kendala besar.
Beberapa fitur kualitas hidup yang mempermudah pekerjaan sehari-hari:
-
Fungsi averaging/average value: alat dapat menampilkan nilai rata-rata dalam periode tertentu, membantu meredam fluktuasi sesaat ketika tekanan atau aliran belum stabil.
-
Pengaturan interval pencatatan: dari 1 hingga 60 detik, memungkinkan pengguna memilih antara resolusi data tinggi atau durasi logging lebih lama.
-
Memori hingga 100 juta data: cukup untuk studi tren jangka panjang pada satu line atau kampanye pengukuran di banyak titik.
-
Auto power-off: waktu mati otomatis dapat diatur antara 10 hingga 60 menit, dan dapat dinonaktifkan bila diperlukan untuk logging panjang.
Data log dapat diunduh melalui antarmuka USB-C ke komputer dengan bantuan software yang disediakan. Selain itu, sebuah USB-C stick disertakan sehingga data dapat disalin atau dipindahkan dengan cepat tanpa selalu bergantung pada PC tertentu. Bagi tim yang harus berpindah antar site, fasilitas ini sangat membantu.
Fitur Pengukuran yang Menjawab Tantangan Lapangan
Beberapa fitur utama PCE-DPM 10 yang relevan dengan pengguna industri dan laboratorium:
-
Rentang titik embun sangat lebar
-
Sekitar -100 °C hingga +50 °C dew point, dengan beberapa rentang akurasi (±1 °C, ±2 °C, ±3 °C tergantung kisaran). Ini berarti alat tetap relevan untuk sistem udara standar hingga jaringan udara ultra-kering (misalnya nitrogen untuk instrumen analitik atau proses farmasi).
-
-
Pengukuran tekanan diferensial hingga 15 bar
-
Resolusi 0,01 bar dengan akurasi sekitar 0,5% nilai ukur. Hal ini memungkinkan pengguna mengonfirmasi tekanan kerja aktual di titik sampling dan memastikan perbandingan antar titik dilakukan pada kondisi yang setara.
-
-
Evaluasi mengacu ISO 8573-1 (dengan Smart Features)
-
PCE-DPM 10 dapat ditingkatkan dengan paket tambahan sehingga hasil pengukuran bisa dievaluasi langsung terhadap persyaratan standar ISO 8573-1. Bagi pabrik yang harus membuktikan kualitas udara ke auditor, fungsi ini menghemat banyak waktu analisis manual.
-
-
Fungsi alarm dan batas setel
-
Pengguna dapat mengatur batas alarm untuk parameter penting, misalnya titik embun maksimum yang diizinkan. Begitu nilai terlampaui, alat memberi peringatan sehingga teknisi dapat segera memeriksa dryer atau kebocoran pada sistem.
-
-
Data logger kapasitas besar
-
Dengan memori sampai 100 juta nilai, alat ini sanggup merekam data selama berhari-hari atau berminggu-minggu bergantung pada interval. Ini penting untuk mengidentifikasi pola: misalnya, apakah dew point naik setiap kali kompresor tertentu aktif, atau ketika shift tertentu beroperasi.
-
-
Opsi dokumentasi visual (melalui kamera pada Smart Features)
-
Fasilitas ini membantu QA/QC mendokumentasikan kondisi titik sampling dan label line, sehingga laporan pengukuran menjadi lebih mudah ditelusuri pada audit berikutnya.
-
Secara keseluruhan, fitur-fitur tersebut tidak hanya fokus pada “angka yang akurat”, tetapi juga pada workflow nyata: dari pengukuran, pencatatan, evaluasi, hingga pelaporan.
Integrasi Data ke Sistem dan Workflow Digital
Bagi banyak fasilitas modern, data dew point tidak berhenti di layar alat; data ini harus mengalir ke berbagai sistem: Excel untuk analisis sederhana, software pemantauan energi, atau bahkan LIMS dan sistem manajemen kualitas.
PCE-DPM 10 menyediakan antarmuka USB-C sebagai jalur utama transfer data. Dengan software yang disertakan, pengguna dapat:
-
Mengunduh data dari memori internal ke PC atau laptop.
-
Mengonversi data ke format umum (misalnya CSV) yang mudah diimpor ke Excel atau software analisis statistik.
-
Menggabungkan data dew point dengan parameter lain (misalnya konsumsi energi kompresor, jadwal maintenance filter) untuk studi korelasi.
Bagi laboratorium yang ingin mengintegrasikan hasil pengukuran ke LIMS, file data yang diekspor dapat dijadikan sumber import. Dengan demikian, rekam jejak kalibrasi dan pemantauan sistem udara bertekanan terdokumentasi dengan baik, memudahkan pemenuhan persyaratan audit ISO maupun regulasi sektoral (misalnya BPOM untuk farmasi dan F&B).
Spesifikasi Teknis PCE-DPM 10
Parameter pengukuran
| Parameter | Rentang Ukur | Resolusi | Akurasi (typ.) |
|---|---|---|---|
| Tekanan diferensial | 0 … +15 bar | 0,01 bar | ±0,5 % dari nilai ukur |
| Titik embun (dew point) | -100 … +50 °C (beberapa rentang) | 0,1 °C | ±1 °C / ±2 °C / ±3 °C tergantung kisaran |
| Temperatur udara | -30 … +50 °C | 0,1 °C | ±0,3 °C |
Rentang titik embun dan akurasi terperinci
| Kisaran titik embun | Resolusi | Akurasi kira-kira |
|---|---|---|
| 0 … +20 °C | 0,1 °C | ±1 °C |
| -60 … +50 °C | 0,1 °C | ±2 °C |
| -100 … -60 °C | 0,1 °C | ±3 °C |
Data umum dan fungsi
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Fungsi pengukuran | Nilai rata-rata (average value) dan tampilan langsung |
| Satuan yang tersedia | °C, °F, bar, psi, MPa, °C Td, %RH, g/m³ atm, mg/m³ atm, ppmv, g/kg, °C Td atm |
| Media yang diukur | Udara, nitrogen, argon, karbon dioksida, oksigen |
| Sensor | QCM (quartz crystal microbalance) |
| Waktu respon | Sekitar 1 s |
| Interface | USB-C |
| Memori internal | Hingga 100 juta nilai |
| Interval pencatatan | 1 … 60 s |
| Layar | LC Touch Display 3,5 inci |
| Frekuensi pembaruan tampilan | 1 kali per detik |
| Bahasa menu | Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Cina, Korea, Jepang |
| Auto power-off | 10 … 60 menit, dapat dinonaktifkan |
| Standar terkait | ISO 8573-1 (evaluasi dengan opsi Smart Features) |
Mekanik dan lingkungan
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Koneksi proses | G1/2″ dengan quick coupling 6 mm |
| Selang | PTFE 1,5 m |
| Material housing | ABS |
| Dimensi (P × L × T) | 310 × 100 × 60 mm |
| Berat perangkat | Sekitar 775 g |
| Kelas proteksi | IP30 |
| Kondisi operasi | 0 … 40 °C, 0 … 80 %RH |
| Kondisi penyimpanan | 0 … 40 °C, 0 … 80 %RH |
Catu daya dan baterai
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Jenis baterai | Lithium-ion, built-in |
| Kapasitas | 3.500 mAh |
| Tegangan | 3,7 V |
| Jumlah baterai | 1 |
| Pengisian daya | 5 V DC, 3 A melalui USB-C |
Isi paket pengiriman
| Item | Keterangan |
|---|---|
| PCE-DPM 10 | Air humidity meter |
| Selang PTFE dengan quick coupling | Panjang sekitar 1,5 m |
| Adaptor power USB dengan kepala adaptor | Untuk pengisian via USB-C |
| Kabel USB-C | Koneksi ke PC/charger |
| USB-C stick | Media penyimpanan tambahan |
| Tas/transport case | Untuk penyimpanan & transport |
| Software (unduhan) | Untuk transfer & analisis data |
| Buku petunjuk | Bahasa Jerman |
Bagi pengguna pemula, angka-angka di atas bisa dibayangkan seperti ini: titik embun -40 °C artinya udara sangat kering—air di dalamnya hanya akan mengembun bila pipa sedingin freezer industri. Semakin rendah angka titik embun, semakin kecil risiko kondensasi dan korosi di dalam jaringan udara bertekanan. Rentang hingga -100 °C memberi margin yang sangat luas untuk berbagai jenis aplikasi, dari pabrik minuman hingga proses farmasi yang memerlukan udara ultra-kering.
Panduan Memilih Rentang Pengukuran dan Komponen Tambahan
Walaupun PCE-DPM 10 sudah hadir sebagai paket lengkap, pengguna tetap perlu mempertimbangkan: rentang titik embun yang relevan, opsi Smart Features, dan konfigurasi titik sampling.
Contoh rentang titik embun dan aplikasi
| Kebutuhan proses | Titik embun yang umum ditargetkan | Contoh aplikasi |
|---|---|---|
| Udara umum untuk peralatan pneumatik | -20 … -40 °C | Industri umum, bengkel, pabrik makanan untuk peralatan non-kontak |
| Udara untuk instrumen dan kontrol proses | -40 … -60 °C | Industri kimia, oil & gas, sistem kontrol pada F&B dan farmasi |
| Udara/nitrogen ultra-kering | < -60 °C | Farmasi steril, biotek, laboratorium analitik, proses pengeringan sensitif |
Aksesori dan opsi yang perlu dipertimbangkan
-
Smart Features (opsi evaluasi ISO 8573-1 dan fungsi tambahan) bila fasilitas harus menunjukkan bukti kepatuhan regulasi secara formal.
-
Titik sampling permanen dengan quick coupling di beberapa area jaringan; semakin banyak titik sampling tetap, semakin mudah teknisi memindahkan PCE-DPM 10 dari satu titik ke titik lain tanpa modifikasi pipa.
-
Sistem penandaan dan label di sekitar titik sampling agar dokumentasi pengukuran (termasuk foto bila memakai kamera pada Smart Features) lebih mudah ditelusuri.
Faktor yang memengaruhi hasil pengukuran
-
Stabilitas tekanan dan aliran: pastikan kompresor dan dryer berada pada kondisi operasi normal sebelum pengukuran.
-
Kebersihan selang dan konektor: kontaminasi minyak atau air di selang bisa memengaruhi pembacaan titik embun.
-
Waktu stabilisasi: beri waktu beberapa menit setelah menghubungkan alat ke titik sampling agar sensor mencapai kondisi stabil dengan gas yang diukur.
-
Suhu lingkungan: hindari pengukuran di lokasi dengan fluktuasi suhu ekstrem yang bisa menimbulkan kondensasi di luar sensor.
Cerita Penerapan di Lapangan
1. Pabrik Minuman Mengurangi Downtime karena Kelembapan Udara
Sebuah pabrik minuman kemasan menggunakan udara bertekanan untuk aktuator pneumatik pada mesin filling dan capping. Mereka sering mengalami penghentian produksi mendadak karena valve macet dan sensor pneumatik error. Setelah investigasi, ditemukan adanya kondensasi air di beberapa titik jalur udara, terutama saat beban produksi tinggi dan dryer bekerja keras.
Sebelumnya, tim maintenance hanya mengandalkan indikasi tekanan dan temperatur pada dryer, tanpa data titik embun yang jelas. Setelah menggunakan PCE-DPM 10, mereka mulai memetakan profil titik embun di beberapa titik: setelah dryer, setelah filter utama, dan dekat mesin filling.
Data logger PCE-DPM 10 menunjukkan bahwa pada jam-jam tertentu titik embun naik dari -35 °C menjadi sekitar -15 °C, cukup untuk menimbulkan kondensasi di bagian jalur yang lebih dingin. Berdasarkan temuan ini, pabrik menjadwalkan penggantian filter yang lebih ketat dan penyesuaian setpoint dryer.
Dalam beberapa bulan, frekuensi downtime akibat macetnya aktuator pneumatik turun signifikan (sekitar 20% lebih rendah dibanding periode sebelumnya), dan jumlah klaim kerusakan peralatan karena korosi juga berkurang. Bagi tim QA, data dew point yang terdokumentasi dengan baik menjadi bukti penting saat audit keamanan pangan.
2. Laboratorium Farmasi Memvalidasi Udara Bertekanan Sesuai ISO 8573-1
Di sebuah fasilitas farmasi, udara bertekanan dipakai untuk membersihkan vial, menggerakkan sistem pengemasan, dan sebagai instrument air untuk beberapa peralatan analitik. Regulasi internal mewajibkan pemeriksaan berkala kualitas udara bertekanan dan pembuktian kepatuhan terhadap standar ISO 8573-1 untuk kadar air.
Laboratorium QA/QC memilih PCE-DPM 10 sebagai alat utama pengukuran dew point. Dengan opsi Smart Features, mereka dapat memasukkan parameter proses dan langsung mendapatkan evaluasi terhadap kelas udara sesuai ISO 8573-1.
Dalam praktiknya, tim melakukan pengukuran di titik sampling yang sudah diberi label di beberapa zona: area produksi steril, area pengemasan sekunder, dan ruang utilitas. Data dari PCE-DPM 10 diunduh dan diarsipkan sebagai bagian dari dokumen validasi tahunan.
Ketika suatu kali dryer mengalami gangguan dan tim produksi melaporkan adanya kondensasi ringan, historis data dew point dari PCE-DPM 10 membantu QA menunjukkan kapan tepatnya kualitas udara mulai menyimpang. Informasi ini mempercepat proses root cause analysis dan perbaikan, sekaligus menjadi bahan peningkatan prosedur preventive maintenance.
Panduan Penggunaan PCE-DPM 10 Langkah demi Langkah
Sebagai contoh, bayangkan skenario di pabrik minuman yang ingin mengecek titik embun udara bertekanan di dekat mesin filling:
-
Persiapan
-
Pastikan kompresor dan dryer sudah beroperasi pada kondisi normal selama minimal 30–60 menit.
-
Siapkan PCE-DPM 10 yang sudah terisi penuh, selang PTFE, dan pastikan konektor quick coupling sesuai dengan titik sampling.
-
-
Pengaturan awal alat
-
Nyalakan PCE-DPM 10 melalui tombol power.
-
Di menu pengaturan, pilih satuan yang diinginkan, misalnya titik embun dalam °C Td dan tekanan dalam bar.
-
Bila ingin merekam data tren, aktifkan fungsi logging dan atur interval (misalnya 5 detik).
-
-
Menghubungkan ke titik sampling
-
Sambungkan selang PTFE ke konektor G1/2″ di alat.
-
Hubungkan ujung lain ke titik sampling di jalur udara bertekanan dekat mesin filling. Pastikan sambungan terkunci dan tidak bocor.
-
-
Menunggu stabilisasi
-
Biarkan udara mengalir melalui sensor selama beberapa menit.
-
Amati tampilan titik embun dan tekanan. Ketika nilai mulai stabil, catat atau pastikan logging telah berjalan.
-
-
Evaluasi data
-
Bandingkan nilai titik embun yang diperoleh dengan target internal pabrik (misalnya minimal -30 °C untuk area ini).
-
Bila memakai Smart Features, gunakan fungsi evaluasi ISO 8573-1 untuk melihat apakah udara memenuhi kelas yang dipersyaratkan.
-
-
Dokumentasi dan pelaporan
-
Setelah sesi selesai, hentikan logging dan lepaskan sambungan dari titik sampling.
-
Transfer data dari PCE-DPM 10 ke PC menggunakan USB-C atau USB-C stick.
-
Import data ke Excel atau software analisis, lalu susun laporan trend dew point untuk periode tersebut.
-
-
Tindak lanjut
-
Bila titik embun lebih tinggi dari batas, jadwalkan pemeriksaan dryer, filter, atau kemungkinan kebocoran pada jalur tertentu.
-
Ulangi pengukuran setelah perbaikan untuk memastikan masalah teratasi.
-
Dengan alur kerja seperti ini, PCE-DPM 10 membantu teknisi dan QA/QC bergerak dari pendekatan reaktif (“memperbaiki setelah rusak”) menuju pendekatan preventif berbasis data.
Kesimpulan dan Rekomendasi
PCE-DPM 10 bukan sekadar pengukur kelembapan, tetapi instrumen khusus untuk mengendalikan kualitas udara bertekanan di berbagai sektor kritis: farmasi, makanan & minuman, industri kimia, laboratorium riset, hingga fasilitas pendidikan yang ingin mengajarkan praktik pemantauan utilitas modern.
Keunggulan utamanya:
-
Mampu mengukur titik embun pada tekanan hingga 15 bar dengan rentang sangat luas (sekitar -100 … +50 °C Td).
-
Teknologi sensor QCM dengan respon cepat dan mendukung berbagai gas industri.
-
Data logger besar hingga 100 juta nilai, dengan interval pencatatan fleksibel.
-
Antarmuka layar sentuh 3,5 inci dengan berbagai satuan dan bahasa.
-
Kemampuan ekspor data via USB-C dan opsi evaluasi ISO 8573-1 melalui Smart Features.
PCE-DPM 10 paling cocok untuk:
-
Tim QA/QC di pabrik farmasi dan F&B yang harus membuktikan kualitas udara kering pada audit.
-
Departemen maintenance di pabrik proses dan kimia yang ingin menekan downtime akibat kondensasi di sistem pneumatik.
-
Laboratorium pengujian dan teaching lab yang membutuhkan alat demonstrasi nyata untuk konsep dew point dan kualitas udara bertekanan.
Bila kebutuhan Anda mencakup pemantauan kontinu 24/7 yang terintegrasi dengan PLC/SCADA, mungkin diperlukan kombinasi dengan sensor stasioner. Namun sebagai alat inspeksi portabel dan verifikasi periodik, PCE-DPM 10 memberikan keseimbangan yang baik antara kemampuan teknis, mobilitas, dan kemudahan dokumentasi.
FAQ Singkat
1. Apakah PCE-DPM 10 bisa digunakan untuk mengukur kelembapan udara ruangan biasa (bukan bertekanan)?
Bisa, selama tekanan berada di sekitar tekanan atmosfer dan rentang operasi suhu/kelembapan terpenuhi. Namun, keunggulan utamanya memang pada pengukuran titik embun di sistem udara bertekanan hingga 15 bar.
2. Seberapa sering PCE-DPM 10 perlu dikalibrasi?
Interval kalibrasi biasanya mengikuti kebijakan mutu internal (misalnya satu tahun sekali). Pengguna dapat menyimpan data kalibrasi di alat, sehingga penyesuaian terhadap kondisi atmosfer atau standar rujukan dapat didokumentasikan dengan baik.
3. Gas apa saja yang bisa diukur?
Alat ini dirancang untuk udara, nitrogen, argon, karbon dioksida, dan oksigen. Untuk gas lain, perlu dikonfirmasi terlebih dahulu apakah sesuai dengan spesifikasi sensor dan material kontak gas.
4. Apakah PCE-DPM 10 tahan terhadap percikan air atau debu berat?
Dengan kelas proteksi IP30, perangkat ini dimaksudkan untuk lingkungan indoor yang relatif bersih. Hindari penggunaan di area yang sangat berdebu atau terkena percikan air langsung.
5. Bisakah data dari PCE-DPM 10 dimasukkan ke LIMS atau sistem manajemen mutu?
Ya, data yang diekspor melalui USB-C biasanya berbentuk file yang dapat diimpor ke Excel atau software lain. Dari sana, integrasi ke LIMS bisa dilakukan menggunakan prosedur import yang tersedia di sistem masing-masing.
6. Apakah Smart Features wajib dibeli?
Tidak wajib. PCE-DPM 10 sudah dapat mengukur titik embun dan parameter lain dengan lengkap. Smart Features menambah kemudahan untuk evaluasi sesuai ISO 8573-1 dan dokumentasi lanjutan; cocok bila Anda sering menghadapi audit formal.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium dan instrumen proses, CV. Java Multi Mandiri memahami bahwa kualitas udara bertekanan memengaruhi langsung keandalan mesin, keamanan produk, dan efisiensi energi di pabrik Anda. Kami menyediakan instrumen seperti PCE-DPM 10 Air Humidity Meter dan perangkat pendukung lain untuk membantu tim QA/QC, maintenance, dan riset mengendalikan titik embun udara secara konsisten.
Jika Anda ingin:
-
Memetakan kualitas udara bertekanan di seluruh jaringan pabrik,
-
Menyusun program pemantauan dew point yang memenuhi standar ISO 8573-1,
-
Atau mencari solusi pengukuran yang terintegrasi dengan sistem pemantauan energi dan kualitas,
mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami. Dengan memahami detail proses dan regulasi yang Anda hadapi, kami dapat merekomendasikan konfigurasi PCE-DPM 10, titik sampling, dan workflow data yang paling efektif untuk fasilitas Anda.
Rekomendasi Humidity Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
Referensi
-
Deni, D., & Saepudin, A. (2020). Analisa Volume Air Hasil Pemampatan Udara Kompresor Torak Puma PK-50-160A Terhadap Waktu Loading. Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi, 3(1), 11–15. Retrieved from https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/RMME/article/download/4523/4010
-
Permana, D. S., & Kusuma, Y. (2021). Analisis Kinerja Sistim Kompresor Udara di Jalur Produksi PT. X Melalui Audit Energi. Jurnal Teknik Mesin, 10(2), 91–97. Retrieved from https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/jtm/article/download/11893/4719


















