Di banyak fasilitas produksi dan laboratorium, fokus pengendalian proses sering tertuju pada parameter air, bahan baku, atau kualitas produk akhir. Namun di balik itu, kondisi lingkungan—khususnya suhu dan kelembapan udara—diam-diam ikut menentukan hasil. Ruang penyimpanan bahan baku farmasi, area fermentasi makanan dan minuman, ruang kultur bioteknologi, hingga ruang panel listrik di instalasi pengolahan air, semuanya sangat sensitif terhadap perubahan kelembapan.
Masalahnya, kelembapan sering dianggap sekadar angka di termohigrometer kecil yang ditempel di dinding. Pengukuran dilakukan manual, dibaca sepintas, lalu dicatat seadanya. Di lapangan, keluhan yang sering muncul antara lain:
-
Pembacaan sulit terlihat dari jauh, terutama di area produksi yang luas.
-
Data dari beberapa titik ruangan tercecer, sehingga sulit dianalisis sebagai tren.
-
Operator harus berkeliling hanya untuk melihat satu per satu alat, membuang waktu kerja.
-
Tidak ada integrasi dengan sistem kontrol (HVAC, BMS, atau PLC), sehingga alarm dan koreksi berlangsung terlambat.
Akibatnya cukup serius: bahan kemasan di gudang menjadi lembap, kertas label mudah rusak, kelembapan ruang produksi tablet naik di atas batas SOP, atau kondensasi di area panel listrik berpotensi memicu kerusakan. Di sektor air minum dan air limbah, kelembapan ruang blower, panel, dan ruang kimia juga memengaruhi keandalan peralatan.
Di sinilah perlunya sistem pemantauan kelembapan yang:
-
Bisa membaca dari beberapa titik sekaligus.
-
Menampilkan angka besar yang mudah dilihat.
-
Dapat diintegrasikan dengan sistem kontrol dan pencatatan data.
PCE-EMD 5 hadir sebagai salah satu solusi praktis untuk kebutuhan tersebut.
Teknologi Termo-Higrometer Industri Berbasis Sinyal 4–20 mA
PCE-EMD 5 bukan sekadar “termohigrometer dinding” biasa. Di balik panel display besar di ruang kontrol, alat ini bekerja sebagai unit indikator yang menerima sinyal dari hingga empat modul sensor suhu dan kelembapan eksternal.
Secara prinsip, sensor kelembapan modern menggunakan elemen kapasitif atau resistif yang berubah karakteristik listriknya ketika kandungan uap air di udara berubah. Modul sensor PCE-EMD-TH mengubah perubahan ini menjadi sinyal listrik terukur, kemudian dikonversi menjadi sinyal arus standar industri 4–20 mA.
Mengapa 4–20 mA penting?
-
Sinyal arus jauh lebih tahan terhadap gangguan noise dan penurunan sinyal dibanding sinyal tegangan, terutama untuk jarak kabel yang panjang.
-
Standar 4–20 mA membuat sensor mudah diintegrasikan ke perangkat lain seperti PLC, DCS, atau indikator tambahan.
-
Arus tidak turun walau ada resistansi pada kabel, sehingga hasil pembacaan tetap konsisten di berbagai kondisi instalasi.
Dalam jangka panjang, penggunaan sistem berbasis 4–20 mA memberikan keandalan dan fleksibilitas lebih tinggi daripada termohigrometer stand-alone yang hanya menampilkan angka lokal. Anda dapat menyusun jaringan sensor di beberapa titik (misalnya ruang produksi, gudang bahan baku, dan ruang QC), lalu mengirimkan semua data ke satu display besar PCE-EMD 5 yang mudah dilihat oleh operator.
Bagi laboratorium, fasilitas farmasi, atau pabrik F&B yang harus menunjukkan tren histori kelembapan saat audit, konfigurasi seperti ini jauh lebih mudah dikembangkan ke sistem logging atau SCADA dibandingkan penggunaan alat konvensional satu per satu tanpa standar sinyal.
PCE-EMD 5 sebagai Pusat Pemantauan Kelembapan Multi-Titik
PCE-EMD 5 bekerja sebagai “hub” yang mengumpulkan informasi suhu dan kelembapan dari hingga empat sensor eksternal. Begitu sensor dihubungkan, unit display ini secara otomatis mengenali dan menampilkan nilai yang diterima melalui sinyal 4–20 mA.
Rentang pengukuran yang didukung:
-
Suhu: 0,0 … 50,0 °C dengan resolusi 0,1 °C dan akurasi ±0,5 °C.
-
Kelembapan relatif: 0,0 … 99,9 % RH dengan resolusi 0,1 % RH dan akurasi ±3 % RH.
Kombinasi rentang ini sangat memadai untuk:
-
Ruang produksi dan gudang farmasi.
-
Area fermentasi makanan dan minuman.
-
Ruang kontrol instalasi pengolahan air (WTP/WWTP).
-
Laboratorium riset dan teaching lab.
Salah satu fungsi menarik adalah kemampuan menampilkan nilai rata-rata ketika beberapa sensor terhubung. Ini berguna bila Anda ingin memantau kondisi rata-rata sebuah ruang besar, misalnya gudang bahan baku atau ruang produksi dengan sirkulasi udara yang cukup homogen. Operator cukup melihat satu display besar untuk mengetahui gambaran umum kondisi lingkungan.
Selain itu, PCE-EMD 5 menyediakan suplai daya untuk modul sensor eksternal (12 atau 24 V DC, hingga 100 mA). Artinya, instalasi menjadi lebih rapi: sensor tidak perlu catu daya terpisah, cukup memanfaatkan sumber dari unit display.
Konstruksi Fisik, Dimensi, dan Ketahanan untuk Lingkungan Industri
Secara fisik, PCE-EMD 5 dirancang sebagai panel indikator dinding berukuran besar. Dimensi unit display adalah sekitar 535 x 327 x 53 mm dengan berat sekitar 4,6 kg. Ukuran ini memberikan area tampilan yang lebar, cocok dipasang di dinding ruang produksi, lorong utama, atau ruang kontrol sehingga dapat dibaca dari jarak beberapa meter.
Housing display menggunakan material aluminium yang dicat hitam, memberikan kombinasi antara kekokohan dan tampilan profesional. Layar depan dilindungi oleh lembaran methacrylate anti-reflektif, sehingga angka tetap terbaca meskipun terkena pantulan cahaya lampu atau sinar dari jendela.
Modul sensor eksternal relatif kecil, dengan dimensi sekitar 80 x 80 x 35 mm dan berat 66 g. Housing sensor menggunakan material ABS sehingga ringan dan mudah dipasang di dinding. PCE menyediakan dua bracket mounting dinding dalam paket, sehingga proses instalasi menjadi lebih praktis.
Kelas proteksi:
-
Display: IP20 – cocok untuk penggunaan di ruang dalam yang kering dan terlindung.
-
Sensor: IP30 – sesuai untuk instalasi indoor, jauh dari percikan air langsung.
Kondisi lingkungan operasi:
-
Suhu operasi: -10 … 60 °C.
-
Kelembapan operasi: 5 … 95 % RH, non-condensing.
Artinya, alat ini mampu bekerja stabil di berbagai jenis ruangan, mulai dari laboratorium ber-AC hingga area produksi yang cukup hangat dan lembap, asalkan tidak terjadi kondensasi air langsung pada permukaan alat.
Catu daya display menggunakan tegangan 110 … 220 V AC 50/60 Hz dengan konsumsi daya maksimum sekitar 18 W. Dengan kata lain, alat ini dirancang untuk penggunaan stasioner jangka panjang, bukan portabel berbasis baterai. Untuk operasi lapangan di area basah atau luar ruangan, umumnya akan digunakan pelindung tambahan atau ditempatkan di ruang panel yang kering.
Kemudahan Baca dan Navigasi pada PCE-EMD 5
Keunggulan paling pertama yang terlihat dari PCE-EMD 5 adalah tinggi digit display mencapai sekitar 100 mm (3,9″). Angka besar ini membuat operator dapat membaca suhu dan kelembapan dari jarak jauh tanpa harus mendekat. Di ruang produksi yang ramai atau di lorong fasilitas, hal ini benar-benar mengurangi kebutuhan berhenti dan mengamati alat dari dekat.
Digit berwarna putih terang di atas latar belakang gelap membantu visibilitas, sementara pelindung layar anti-reflektif mengurangi silau. Untuk fasilitas dengan SOP pemantauan berkala, display besar seperti ini membantu supervisor memeriksa sekilas apakah parameter lingkungan masih dalam batas yang diizinkan.
Antarmuka tombol pada PCE-EMD 5 relatif sederhana, umumnya berada di bagian samping atau bawah panel. Navigasi difokuskan pada:
-
Pemilihan kanal sensor yang ingin ditampilkan.
-
Pengaturan dasar seperti satuan tampilan dan parameter konfigurasi.
Karena fokusnya adalah fungsi indikator stasioner, PCE-EMD 5 tidak dibebani menu yang rumit. Bagi operator di lapangan, ini justru menguntungkan: lebih sedikit menu berarti lebih kecil risiko salah konfigurasi. Dalam praktik, sebagian besar pengaturan dilakukan sekali saat instalasi, lalu alat beroperasi terus menerus sebagai display yang mudah dibaca.
Fitur Kunci yang Membuat PCE-EMD 5 Efektif di Lapangan
Beberapa fitur PCE-EMD 5 yang relevan untuk pengguna industri dan laboratorium antara lain:
-
Koneksi hingga empat sensor eksternal
Anda dapat menempatkan sensor di beberapa titik strategis, misalnya di dekat pintu, tengah ruangan, dan area rak penyimpanan. Hal ini membantu mendeteksi adanya zona yang terlalu lembap atau terlalu kering. -
Penampilan nilai rata-rata dari beberapa sensor
Ketika dibutuhkan, operator dapat melihat nilai rata-rata untuk mendapatkan gambaran umum kondisi satu ruangan besar. Ini penting untuk validasi ruang penyimpanan atau ruang produksi yang memerlukan keseragaman kondisi lingkungan. -
Respon waktu cepat (<15 detik pada kecepatan angin <1 m/s)
Respon yang cukup cepat membantu mendeteksi perubahan kelembapan ketika terjadi gangguan pada sistem HVAC, pintu ruang yang sering dibuka, atau perubahan beban proses. -
Interval pembaruan tampilan 1 Hz
Data di display diperbarui setiap detik, sehingga perubahan kondisi langsung terlihat tanpa jeda signifikan. -
Suplai daya sensor internal
PCE-EMD 5 memberikan tegangan 12 atau 24 V DC hingga 100 mA untuk modul sensor, sehingga memudahkan desain panel dan mengurangi kebutuhan power supply terpisah.
Untuk pengguna di sektor farmasi, F&B, dan bioteknologi, kombinasi fitur ini berarti: pemantauan kelembapan ruang yang lebih andal, beban kerja operator berkurang, dan bukti objektif yang lebih kuat saat audit atau inspeksi.
Integrasi ke Sistem Kontrol dan Infrastruktur Monitoring
Walau fungsi utama PCE-EMD 5 adalah sebagai indikator dinding, arsitektur berbasis sinyal 4–20 mA membuka ruang integrasi yang luas. Modul sensor PCE-EMD-TH yang digunakan dapat dianggap seperti transmitter kelembapan dan suhu industrial. Sinyalnya dapat:
-
Masuk ke PCE-EMD 5 untuk ditampilkan secara lokal.
-
Secara paralel dibaca oleh PLC, modul input analog, atau data logger eksternal.
Dengan demikian, PCE-EMD 5 dapat dijadikan bagian dari sistem yang lebih besar, misalnya:
-
Sistem Building Management System (BMS) untuk mengontrol HVAC gedung laboratorium atau rumah sakit.
-
SCADA di instalasi pengolahan air minum atau air limbah, di mana kelembapan ruang panel dan ruang blower perlu dipantau untuk mencegah kondensasi.
-
Sistem monitor lingkungan (environmental monitoring) pada fasilitas farmasi yang harus mematuhi regulasi GMP.
Data yang dikumpulkan oleh PLC atau data logger kemudian dapat diekspor ke Excel, LIMS, atau sistem pelaporan internal perusahaan. Walaupun PCE-EMD 5 sendiri tidak memiliki memori data atau port USB bawaan (berdasarkan informasi yang tersedia), sistem berbasis 4–20 mA memberi fleksibilitas tinggi untuk dihubungkan ke perangkat pencatatan data yang sudah ada di pabrik atau laboratorium.
Rangkuman Spesifikasi Teknis PCE-EMD 5
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Jenis alat | Air humidity meter / thermo-hygrometer display dinding |
| Jumlah sensor yang dapat digunakan | Hingga 4 modul sensor eksternal |
| Rentang suhu pengukuran | 0,0 … 50,0 °C |
| Resolusi suhu | 0,1 °C |
| Akurasi suhu | ±0,5 °C |
| Rentang kelembapan relatif | 0,0 … 99,9 % RH |
| Resolusi kelembapan | 0,1 % RH |
| Akurasi kelembapan | ±3 % RH |
| Waktu respon | <15 detik pada kecepatan angin <1 m/s |
| Interval pembaruan tampilan | 1 Hz (1 kali per detik) |
| Tinggi digit | 100 mm (3,9″) |
| Warna digit | Putih |
| Tegangan suplai sensor | 12 dan 24 V DC |
| Arus suplai sensor maksimum | 100 mA |
| Tipe sinyal input sensor | Analog 4–20 mA |
| Impedansi input | <200 Ω |
| Material housing display | Aluminium dicat hitam |
| Pelindung layar | Methacrylate anti-reflektif |
| Material housing sensor | ABS |
| Kelas proteksi display | IP20 |
| Kelas proteksi sensor | IP30 |
| Catu daya display | 110 … 220 V AC, 50/60 Hz |
| Daya maksimum | 18 W |
| Metode pemasangan display | Wall mounting atau monitor stand (75 x 75 mm) |
| Metode pemasangan sensor | Wall mounting |
| Dimensi display | 535 x 327 x 53 mm |
| Berat display | Sekitar 4579 g |
| Dimensi sensor | 80 x 80 x 35 mm |
| Berat sensor | Sekitar 66 g |
| Kondisi operasi | -10 … 60 °C; 5 … 95 % RH non-condensing |
| Kondisi penyimpanan | -20 … 70 °C; 5 … 95 % RH non-condensing |
| Isi paket pengiriman | 1 unit PCE-EMD 5, 2 bracket dinding, 1 sensor PCE-EMD-TH, manual |
Bagi pengguna yang belum terbiasa membaca angka seperti akurasi ±3 % RH, analoginya seperti ini: jika kelembapan sebenarnya di ruangan adalah 60 % RH, pembacaan alat biasanya akan berada di kisaran 57–63 % RH. Ini sudah cukup untuk sebagian besar aplikasi kontrol lingkungan yang mengacu pada rentang, misalnya menjaga kelembapan antara 45–65 % RH untuk ruang penyimpanan bahan farmasi.
Memilih Sensor Tambahan dan Aksesori yang Tepat
Karena PCE-EMD 5 dapat menggunakan hingga empat sensor eksternal, penting untuk merencanakan lokasi dan jumlah sensor sesuai kebutuhan proses. Berikut contoh pendekatan pemilihannya berdasarkan zona kelembapan yang ingin dipantau.
| Rentang kelembapan target | Contoh aplikasi | Saran penempatan sensor |
|---|---|---|
| 40–60 % RH | Ruang penyimpanan bahan farmasi, ruang laboratorium | Satu sensor dekat pintu, satu di tengah ruangan |
| 50–70 % RH | Produksi makanan dan minuman, gudang kemasan | Sensor di area proses utama dan area penyimpanan |
| 55–75 % RH | Ruang kontrol instalasi pengolahan air, ruang blower | Sensor dekat panel listrik dan dekat peralatan utama |
| 60–80 % RH | Area utility basah atau ruang dengan frekuensi buka pintu tinggi | Sensor dekat sumber kelembapan dan jalur lalu lintas utama |
Aksesori yang umum dipertimbangkan antara lain:
-
Sensor tambahan PCE-EMD-TH untuk memanfaatkan semua kanal.
-
Kabel sinyal 4–20 mA berkualitas baik dengan penampang sesuai rekomendasi (misalnya 0,14–1 mm²).
-
Panel atau enclosure tambahan jika alat dipasang di lingkungan yang berdebu.
-
Data logger atau modul input analog PLC untuk pencatatan data jangka panjang.
Faktor yang memengaruhi hasil pengukuran meliputi:
-
Aliran udara di sekitar sensor; hindari lokasi tepat di depan blower atau ventilasi.
-
Kedekatan dengan sumber panas lokal (lampu, motor, oven).
-
Paparan langsung sinar matahari pada sensor atau display.
-
Kondensasi; meski alat mampu bekerja hingga 95 % RH, kondensasi langsung harus dihindari.
Dengan perencanaan posisi dan aksesori yang tepat, jaringan sensor yang terhubung ke PCE-EMD 5 dapat memberikan gambaran kelembapan ruang yang jauh lebih representatif dibanding hanya satu titik pengukuran.
Ilustrasi Penerapan PCE-EMD 5 di Berbagai Fasilitas
Studi Kasus 1: Gudang Bahan Baku Farmasi Mengurangi Risiko Rework
Sebuah perusahaan farmasi memiliki gudang bahan baku padat yang sensitif terhadap kelembapan tinggi. Sebelumnya, mereka hanya menggunakan beberapa termohigrometer kecil yang dibaca manual dua kali sehari. Pada audit internal, ditemukan beberapa batch bahan yang menyerap kelembapan berlebihan, sehingga memerlukan pengeringan ulang dan menunda jadwal produksi.
Perusahaan kemudian memasang satu unit PCE-EMD 5 di dekat meja operator gudang dan menambahkan empat sensor kelembapan PCE-EMD-TH: dua di area rak tinggi, satu di area penerimaan barang, dan satu di area picking untuk produksi. Display besar menampilkan rata-rata kelembapan ruangan serta memungkinkan operator memeriksa nilai tiap sensor bila diperlukan.
Dengan pemantauan visual terus menerus, operator lebih cepat menyadari ketika kelembapan mulai naik melampaui 60 % RH, misalnya setelah beberapa pintu loading dock terlalu lama terbuka. Sistem HVAC kemudian disesuaikan lebih cepat. Dalam beberapa bulan, insiden bahan yang harus dikeringkan ulang menurun signifikan, dan laporan audit menunjukkan perbaikan kontrol lingkungan yang jelas.
Studi Kasus 2: Instalasi Pengolahan Air Menjaga Panel Listrik Tetap Kering
Di sebuah instalasi pengolahan air limbah, panel kontrol dan ruang blower ditempatkan di bangunan yang lembap. Kondensasi sering muncul pada dinding dekat panel, dan beberapa kali terjadi gangguan ringan pada peralatan listrik. Manajemen ingin memonitor kondisi kelembapan untuk mengevaluasi kebutuhan perbaikan ventilasi.
PCE-EMD 5 dipasang di ruang kontrol, dengan tiga sensor eksternal ditempatkan di: ruang panel utama, ruang blower, dan lorong penghubung. Nilai kelembapan dari tiap ruang dapat dipantau dari satu display besar, terlihat jelas bagi operator yang berjaga. Data arus 4–20 mA dari sensor juga dihubungkan ke PLC yang sudah ada, sehingga tren kelembapan tercatat bersamaan dengan parameter proses lain.
Setelah beberapa bulan, analisis tren menunjukkan bahwa kelembapan di ruang panel sering berada di atas 80 % RH pada malam hari. Berdasarkan data itu, instalasi menambah ventilasi dan mengatur ulang pengoperasian exhaust fan. Hasilnya, kelembapan turun ke kisaran 60–70 % RH dan frekuensi gangguan pada peralatan listrik ikut menurun.
Langkah Praktis Mengoperasikan PCE-EMD 5 di Lokasi
Sebagai contoh, bayangkan sebuah teaching lab di kampus teknik lingkungan yang ingin memastikan kondisi ruang praktikum tetap stabil selama praktikum analisis kualitas air. Berikut langkah umum penggunaan PCE-EMD 5:
-
Perencanaan titik sensor
-
Tentukan hingga empat titik penting: misalnya dekat pintu lab, dekat rak bahan kimia, area meja praktikum, dan ruang penyimpanan alat.
-
Pastikan titik tersebut mewakili variasi kondisi di ruangan.
-
-
Pemasangan sensor
-
Pasang modul sensor PCE-EMD-TH pada dinding dengan ketinggian kurang lebih setinggi dada orang dewasa, jauh dari sumber panas langsung.
-
Hubungkan kabel sinyal 4–20 mA ke terminal pada PCE-EMD 5 sesuai petunjuk manual, memperhatikan penampang kabel dan torsi pengencang sekrup.
-
-
Instalasi display
-
Pasang PCE-EMD 5 di dinding yang mudah terlihat dari area kerja utama, misalnya di dekat pintu masuk lab atau di depan ruang kontrol.
-
Hubungkan alat ke sumber listrik 110–220 V AC dengan instalasi yang memenuhi standar kelistrikan.
-
-
Konfigurasi awal
-
Nyalakan alat, periksa bahwa semua sensor terdeteksi dan menampilkan nilai.
-
Atur parameter tampilan jika diperlukan (misalnya format angka).
-
-
Penggunaan harian
-
Operator atau asisten lab cukup memeriksa nilai kelembapan dan suhu dari display besar sebelum praktikum dimulai.
-
Jika nilai kelembapan keluar dari rentang yang disyaratkan SOP (misalnya 40–60 % RH), operator dapat menyalakan dehumidifier atau menyesuaikan HVAC.
-
-
Dukungan dokumentasi
-
Bila dibutuhkan pencatatan jangka panjang, sinyal sensor dapat diteruskan ke data logger atau PLC untuk dibuat tren harian dan bulanan.
-
Data ini berguna saat akreditasi lab atau evaluasi kenyamanan dan keamanan lingkungan kerja.
-
Dengan pola kerja seperti ini, pengendalian kelembapan menjadi bagian natural dari rutinitas, bukan pekerjaan tambahan yang menyita waktu.
Kesimpulan
PCE-EMD 5 menempati posisi menarik di antara berbagai solusi pemantauan kelembapan. Ia bukan logger data portabel, melainkan indikator dinding berukuran besar yang dirancang untuk:
-
Menampilkan kondisi kelembapan dan suhu dari beberapa titik sekaligus.
-
Memberikan visibilitas tinggi bagi operator dan supervisor.
-
Memudahkan integrasi sinyal ke sistem kontrol dan pencatatan yang sudah ada.
Alat ini paling cocok untuk:
-
Gudang bahan baku dan ruang produksi farmasi atau F&B yang memerlukan pemantauan kelembapan ruang yang konsisten.
-
Laboratorium pengujian, teaching lab, dan fasilitas riset yang ingin menjaga kenyamanan dan stabilitas lingkungan kerja.
-
Instalasi pengolahan air dan fasilitas utility yang perlu mengontrol kelembapan ruang panel listrik, ruang blower, dan ruang kontrol.
Bagi organisasi yang sudah memiliki PLC atau sistem SCADA, PCE-EMD 5 dapat menjadi “wajah” monitoring kelembapan di lapangan—angka besar dan mudah terbaca—sementara data detail ditangani oleh sistem kontrol. Untuk pengguna yang baru memulai program pemantauan lingkungan, alat ini memberikan titik awal yang jelas dan relatif mudah diintegrasikan ke sistem yang lebih besar di kemudian hari.
Pertanyaan yang Sering Muncul tentang PCE-EMD 5
Apakah PCE-EMD 5 bisa dipasang di luar ruangan?
Tidak dianjurkan. Dengan kelas proteksi IP20 untuk display dan IP30 untuk sensor, alat ini didesain untuk penggunaan indoor yang terlindung dari hujan langsung dan kondensasi.
Berapa jumlah sensor maksimum yang bisa dihubungkan?
PCE-EMD 5 mendukung hingga empat modul sensor eksternal, yang semuanya dapat dipasok dayanya dari unit display.
Apakah alat ini memiliki memori internal untuk logging data?
Informasi yang tersedia menunjukkan fungsi utama PCE-EMD 5 adalah sebagai indikator display. Untuk pencatatan data, sinyal 4–20 mA dari sensor dapat dihubungkan ke data logger atau PLC eksternal.
Bisakah saya mengganti sensor dengan merk lain?
Secara prinsip, PCE-EMD 5 membaca sinyal 4–20 mA. Namun untuk menjamin akurasi dan kompatibilitas, penggunaan sensor yang direkomendasikan pabrikan (seperti PCE-EMD-TH) biasanya lebih aman.
Apakah alat ini cocok untuk lingkungan bersih (cleanroom)?
Selama dipasang di area yang sesuai dengan batas suhu dan kelembapan operasi, serta perlindungan IP20/IP30 memadai untuk level kebersihan ruangan, PCE-EMD 5 dapat digunakan sebagai indikator kelembapan di cleanroom, dengan catatan integrasi dan validasi mengikuti prosedur kualitas fasilitas tersebut.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya humidity-meter dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti PCE-EMD 5 dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan keandalan kontrol kelembapan di gudang farmasi, ruang produksi F&B, atau ruang panel di instalasi pengolahan air, langkah praktisnya adalah mulai dengan memetakan titik pemantauan dan rentang kelembapan yang ditargetkan, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Humidity Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
Referensi
- Shidki, H., Chandra, I., & Djunaedy, E. (2022). Analisis kualitas udara dalam ruangan pada kantor terbuka di Universitas Telkom. (Telkom University)https://openlibrary.telkomuniversity.ac.id/pustaka/files/157152/jurnal_eproc/analisis-kualitas-udara-dalam-ruangan-pada-kantor-terbuka-di-universitas-telkom.pdf
- Waani, J., Lasya F., Sangkertadi, & kolega. (2023). Pengukuran dan penilaian kualitas udara dalam ruang pada hunian Rusunawa Tingkulu Manado.Corehttps://core.ac.uk/download/pdf/618153406.pdf


















