Teknisi Indonesia memeriksa panel air humidity meter PCE-G1A dengan display LED besar yang menampilkan suhu dan kelembaban di dinding ruang produksi farmasi bersih.

PCE-G1A: Panel Kelembaban Dinding Untuk Kontrol Lingkungan Ruang Produksi Dan Laboratorium

Daftar Isi

Di banyak fasilitas industri dan laboratorium, kelembaban udara sering dianggap “sekadar angka” di layar. Padahal, sedikit saja perubahan kelembaban bisa memicu rangkaian masalah: tablet obat yang mudah rapuh, bubuk susu yang menggumpal, label kemasan yang mengelupas, hingga jamur di ruang penyimpanan bahan baku. Di sisi lain, tim QA/QC dan engineering dituntut menyajikan data lingkungan yang rapi, dapat diaudit, dan siap ditelusuri kapan saja.

Di industri farmasi dan biotek, misalnya, ruangan granulasi dan ruang penyimpanan bahan aktif harus dijaga dalam rentang suhu dan kelembaban tertentu agar stabilitas produk terjaga. Pada pabrik makanan dan minuman, area pengisian dan pengemasan membutuhkan kelembaban terkendali untuk mencegah kondensasi, korosi, dan pertumbuhan mikroba. Begitu pula di laboratorium riset atau teaching lab, perbedaan kelembaban yang terlalu besar antar-ruang bisa mengganggu validitas hasil uji.

Masalah lain muncul dalam hal visibilitas data. Banyak fasilitas masih menggunakan thermo-hygrometer portable yang ditempel seadanya, lalu dibaca manual beberapa kali sehari. Di ruang produksi yang luas, operator sering kesulitan melihat angka kecil di layar. Dalam audit, data lingkungan seringkali tersebar di logbook kertas, tanpa keterhubungan dengan sistem kontrol seperti PLC atau SCADA. Akibatnya:

  • Waktu respon terhadap deviasi menjadi lambat.

  • Bukti dokumentasi untuk audit menjadi tidak konsisten.

  • Pemeliharaan sistem HVAC dan dehumidifier berjalan dengan dugaan, bukan data tren yang jelas.

Di sinilah perangkat pemantau kelembaban yang permanen, mudah dibaca dari jauh, dan mampu mengeluarkan sinyal analog 4–20 mA menjadi sangat relevan. Alih-alih bergantung pada pembacaan manual, fasilitas dapat memiliki indikator lingkungan yang selalu menyala, terpasang di dinding, dan terkoneksi ke sistem kontrol. Salah satu contoh instrumen yang dirancang khusus untuk kebutuhan ini adalah Air Humidity Meter PCE-G1A.

Prinsip Pengukuran Kelembaban Berbasis Sensor Elektronik dan Sinyal 4–20 mA

PCE-G1A bekerja dengan menggabungkan dua teknologi utama: sensor kelembaban dan suhu berbasis elemen elektronik, serta konversi hasil ukur ke sinyal arus 4–20 mA. Keduanya dirancang untuk pemantauan berkelanjutan di lingkungan industri.

Pada sisi sensor, PCE-G1A menggunakan kombinasi sensor kelembaban kapasitif tipe HC1000 dan sensor suhu Pt1000. Sensor kelembaban kapasitif memanfaatkan perubahan kapasitas listrik sebuah material ketika menyerap uap air. Ketika kelembaban udara meningkat, konstanta dielektrik material berubah, sehingga kapasitansinya berubah. Perubahan ini kemudian dikonversi oleh rangkaian elektronik menjadi nilai persen kelembaban relatif (%RH). Sensor Pt1000, di sisi lain, adalah resistor platina yang nilai resistansinya berubah seiring kenaikan suhu, sehingga memungkinkan pengukuran suhu dengan presisi yang baik.

Hasil pengukuran ini kemudian diolah menjadi dua keluaran utama: tampilan digital pada layar LED besar, dan sinyal analog 4–20 mA pada dua kanal terpisah. Satu kanal mewakili kelembaban (0–100% RH diskalakan menjadi 4–20 mA), dan kanal lainnya mewakili suhu (0–100 °C diskalakan menjadi 4–20 mA). Sinyal 4–20 mA ini dipilih karena stabil terhadap gangguan dan dapat ditransmisikan jarak jauh tanpa banyak terpengaruh noise atau penurunan tegangan.

Dibandingkan metode konvensional seperti hygrometer analog jarum atau pengukuran manual dengan alat portabel, pendekatan berbasis sensor elektronik dengan sinyal 4–20 mA ini menawarkan sejumlah keunggulan jangka panjang:

  • Pengukuran kontinu setiap 5 detik, tanpa bergantung pada operator.

  • Integrasi mudah dengan PLC, data logger, atau sistem SCADA yang sudah ada.

  • Skalabilitas: satu sinyal 4–20 mA dapat dihubungkan ke banyak kanal input di berbagai perangkat monitoring.

  • Konsistensi kalibrasi: sensor yang sama digunakan terus-menerus, memudahkan validasi berkala.

Untuk fasilitas yang mengandalkan kontrol lingkungan sebagai bagian dari kepatuhan regulasi (misalnya farmasi, F&B, dan laboratorium akreditasi), pendekatan seperti ini mempermudah pembuatan tren jangka panjang dan pelacakan deviasi, dibandingkan catatan manual yang rentan human error.

PCE-G1A sebagai Panel Indikator Kelembaban dan Suhu untuk Area Kritis

PCE-G1A adalah air humidity meter berbasis panel display besar yang dirancang untuk dipasang di dinding. Instrumen ini secara simultan mengukur dan menampilkan kelembaban relatif dan suhu udara, dengan pembacaan yang bergantian pada layar LED besar setinggi 100 mm. Dengan ukuran digit tersebut, nilai pengukuran masih terbaca dari jarak sekitar 50 meter, sehingga cocok untuk produksi atau gudang luas.

Yang membuat PCE-G1A menonjol dibanding banyak hygrometer dinding sederhana adalah kombinasi antara tampilan besar dan adanya dua kanal keluaran analog 4–20 mA. Banyak panel display kelembaban hanya bertindak sebagai indikator lokal tanpa sinyal proses, sementara PCE-G1A dapat berfungsi sekaligus sebagai:

  • Indikator visual untuk operator di lantai produksi.

  • Sumber sinyal proses untuk sistem kontrol kelembaban, dehumidifier, atau BMS/HVAC.

Selain itu, unit ini memiliki housing dengan perlindungan IP54, sehingga tahan terhadap debu dalam jumlah terbatas dan percikan air dari berbagai arah. Ini relevan untuk area produksi minuman, gudang bahan baku, sampai ruang mixing yang lembap. PCE-G1A juga dilengkapi sensor kelembaban dan suhu terpisah yang dihubungkan dengan kabel sepanjang 1 meter, memberikan fleksibilitas dalam penempatan sensor di titik yang paling representatif.

Dengan rentang pengukuran 10–95% RH dan 0 hingga +60 °C, PCE-G1A menutup kebutuhan umum untuk pemantauan ruang produksi, gudang, laboratorium, ruang fermentasi, hingga ruang penyimpanan bahan raw material yang sensitif.

Desain Fisik, Dimensi, dan Ketahanan di Lingkungan Industri

Secara fisik, PCE-G1A terdiri dari dua bagian utama: unit display dan sensor eksternal. Unit display berbentuk kotak dengan dimensi sekitar 175 x 175 x 75 mm. Ukuran ini cukup kompak untuk dipasang di dinding atau panel, namun tetap memberikan area display yang besar. Sensor eksternal memiliki dimensi sekitar 50 x 70 x 20 mm dan dihubungkan ke unit display melalui kabel sepanjang kurang lebih 1 meter. Konfigurasi ini memungkinkan pemasangan display di lokasi yang mudah terlihat, sementara sensor dapat ditempatkan di posisi dengan aliran udara yang representatif, misalnya dekat zona kerja atau jalur airflow utama.

Unit display menggunakan housing yang dirancang untuk pemasangan dinding dan menawarkan perlindungan IP54. Artinya, perangkat terlindungi dari debu dalam jumlah terbatas yang tidak mengganggu operasi, serta tahan percikan air dari segala arah. Hal ini sangat membantu pada area yang kerap dibersihkan dengan semprotan air ringan atau memiliki kelembaban tinggi, seperti area pencucian kontainer, ruang filling, atau gudang produk jadi.

Dari sisi catu daya, PCE-G1A bekerja dengan suplai listrik 230 V AC, 50–60 Hz, sehingga langsung kompatibel dengan jaringan listrik standar di banyak fasilitas industri. Konsumsi arusnya sekitar 20 mA, relatif rendah untuk panel display ukuran besar. Tidak ada penggunaan baterai internal sebagai sumber utama; ini justru menguntungkan untuk instalasi permanen karena tidak memerlukan penggantian baterai dan risiko alat tiba-tiba mati karena daya habis menjadi sangat kecil.

Dengan berat sekitar 1,3 kg (termasuk sensor dan kabel), unit ini cukup ringan untuk dipasang di dinding dengan dudukan standar. Dalam praktik lapangan, teknisi umumnya akan memasang PCE-G1A di titik yang mudah terlihat dari area kerja utama, misalnya di atas pintu ruang produksi atau di dekat panel kontrol. Sensor dapat ditempatkan di zona yang mewakili rata-rata kondisi ruangan, tidak terlalu dekat dinding atau sumber panas langsung.

Lingkungan kerja ideal untuk PCE-G1A adalah ruangan dalam gedung dengan rentang suhu yang masih dalam batas pengukuran 0–60 °C. Di luar itu, akurasi sensor bisa terganggu. Pada area yang sangat basah (semprotan air bertekanan tinggi) atau lingkungan korosif berat, biasanya diperlukan proteksi tambahan berupa housing pelindung atau penempatan di area yang sedikit terlindungi.

Pengalaman Pengguna: Tampilan LED Besar dan Pembacaan Setiap 5 Detik

Salah satu daya tarik utama PCE-G1A ada pada layar LED-nya yang sangat besar. Digit setinggi 100 mm menjadikan angka suhu dan kelembaban mudah dibaca bahkan dari jarak sekitar 50 meter. Untuk ruang produksi yang luas atau gudang tinggi, ini membuat operator tidak perlu mendekat hanya untuk memastikan kondisi lingkungan masih dalam batas aman.

Display menampilkan nilai suhu dan kelembaban secara bergantian (alternating display) dengan interval pembaruan data setiap sekitar 5 detik. Data dari sensor diproses dan diperbarui secara periodik, sehingga tim engineering maupun QA dapat memantau perubahan lingkungan dengan cukup real-time tanpa tampilan yang terlalu “berkedip”.

Secara desain, antarmuka pengguna PCE-G1A relatif sederhana. Tidak banyak menu kompleks atau konfigurasi rumit di sisi depan. Hal ini sengaja dibuat karena PCE-G1A berperan lebih sebagai indikator proses yang stabil dan jarang diubah setelannya, bukan sebagai instrument portabel multi-mode. Operator yang bekerja di lantai produksi hanya perlu memperhatikan angka yang tampil di layar dan, bila diperlukan, memantau respons sistem HVAC atau dehumidifier terhadap perubahan tersebut.

Dari sisi fitur “kenyamanan”, PCE-G1A tidak mengandalkan fungsi seperti memori internal besar atau ekspor data langsung ke PC, tetapi mengutamakan sinyal analog 4–20 mA sebagai jalur utama pencatatan dan integrasi data. Fungsi seperti auto-off tidak diterapkan, karena alat ini memang dirancang untuk menyala terus-menerus selama sistem berjalan. Dengan demikian, tidak ada risiko alat masuk mode hemat daya dan membuat tampilan mati di saat krusial.

Bagi laboratorium teaching atau QA yang ingin memberikan visualisasi kondisi lingkungan kepada mahasiswa atau operator, kehadiran display besar ini juga memudahkan proses edukasi. Kelembaban dan suhu yang berubah ketika pintu ruangan sering dibuka, misalnya, dapat langsung terlihat di layar tanpa perlu mendekat atau membaca angka kecil.

Fitur Kunci yang Mendukung Monitoring Kelembaban 24/7

Meskipun terlihat sederhana, PCE-G1A menyimpan beberapa fitur teknis yang relevan untuk pemantauan kelembaban dan suhu secara berkelanjutan di lingkungan industri dan laboratorium.

Pertama, pengukuran dilakukan secara kontinu dengan waktu respon sensor sekitar 4 detik (T90). Artinya, sekitar 90% perubahan nilai kelembaban akan terbaca dalam waktu sekitar 4 detik, yang cukup cepat untuk aplikasi ruang produksi, gudang, atau ruang laboratorium. Kombinasi dengan pembaruan tampilan setiap 5 detik memberikan kompromi yang baik antara kecepatan respon dan kestabilan tampilan.

Kedua, rentang pengukuran kelembaban 10–95% RH dan suhu 0 hingga +60 °C mencakup sebagian besar kebutuhan proses indoor. Untuk laboratorium mikrobiologi, ruang penyimpanan bahan kimia, hingga area pengolahan makanan dan minuman, rentang ini sudah memadai untuk deteksi deviasi kelembaban kamar yang berpotensi mengganggu kualitas produk atau stabilitas reagen.

Ketiga, dua kanal analog 4–20 mA pasif memberi fleksibilitas bagi tim instrumentasi. Kanal pertama bisa ditujukan ke PLC untuk kendali dehumidifier berdasarkan kelembaban, sedangkan kanal kedua ke sistem BMS untuk pemantauan suhu. Atau keduanya sekaligus masuk ke data logger terpusat untuk pembuatan tren historis dan kebutuhan audit. Karena skala arus diatur 0–100 untuk kedua parameter (0–100% RH dan 0–100 °C), interpretasi sinyal menjadi lebih sederhana.

Keempat, perlindungan IP54 dan desain siap pasang dinding membuat PCE-G1A praktis untuk implementasi di lingkungan yang tidak sepenuhnya kering dan bersih, seperti ruang produksi minuman, area fermentasi, atau gudang bahan baku berdebu. Kombinasi ini mengurangi kebutuhan perlindungan tambahan yang rumit.

Bagi tim QA/QC, kombinasi fitur-fitur ini berarti:

  • Data lingkungan lebih konsisten karena alat bekerja 24/7.

  • Risiko salah baca berkurang berkat tampilan digital besar.

  • Pencatatan data otomatis bisa diatur lewat sistem kontrol, bukan melalui catatan manual.

Integrasi dengan PLC, SCADA, dan Sistem Data Logger

Walaupun PCE-G1A tidak menyediakan koneksi digital langsung seperti USB atau Ethernet, instrumen ini justru mengandalkan pendekatan yang sangat umum dan kompatibel di dunia industri: sinyal analog 4–20 mA. Keluaran analog ini dapat dengan mudah dihubungkan ke berbagai jenis perangkat:

  • PLC untuk kontrol HVAC atau dehumidifier.

  • Data logger analog untuk pencatatan jangka panjang.

  • Sistem BMS (Building Management System) atau SCADA melalui modul input analog.

  • Panel indikator tambahan atau recorder chart.

Dalam praktiknya, sinyal 4–20 mA dari PCE-G1A akan masuk ke modul input analog. Dari sana, data dikonversi ke nilai digital dan kemudian bisa disimpan, divisualisasikan, atau diintegrasikan dengan sistem lain. Format ekspor data ke PC (misalnya CSV, Excel, atau integrasi ke LIMS) akan bergantung pada jenis data logger atau software SCADA yang digunakan, bukan pada unit PCE-G1A itu sendiri.

Pendekatan seperti ini memberikan beberapa keuntungan:

  • Fleksibilitas: pengguna bebas memilih kombinasi PLC, data logger, atau SCADA yang sesuai standar internal.

  • Skalabilitas: ketika kebutuhan pemantauan bertambah, cukup menambahkan kanal input analog pada sistem yang sudah ada.

  • Konsistensi: sinyal 4–20 mA adalah “bahasa umum” di hampir semua industri proses, sehingga integrasi lintas vendor menjadi lebih mudah.

Bagi fasilitas yang sedang bertransisi dari pemantauan manual ke sistem terintegrasi, PCE-G1A bisa menjadi titik awal yang baik: mulai dari indikator visual yang jelas, lalu secara bertahap menghubungkan sinyal analog ke data logger dan akhirnya ke SCADA atau BMS penuh.

Spesifikasi Teknis PCE-G1A

Parameter Nilai / Keterangan
Parameter terukur Kelembaban relatif (%RH) dan suhu udara (°C)
Rentang pengukuran kelembaban 10 hingga 95 % RH
Rentang pengukuran suhu 0 hingga +60 °C
Resolusi 1 % RH / 1 °C
Akurasi ±2 % RH / ±1 °C
Waktu respon T90 Sekitar 4 detik
Interval pembaruan tampilan Setiap 5 detik
Tipe sensor kelembaban HC1000
Tipe sensor suhu Pt1000
Panjang kabel sensor Sekitar 1 m antara sensor dan display
Tipe display LED merah, tinggi digit 100 mm (display bergantian)
Jarak baca maksimum Sekitar 50 m
Keluaran analog Dua kanal 4–20 mA pasif
Skala keluaran suhu 0–100 °C setara 4–20 mA
Skala keluaran kelembaban 0–100 % RH setara 4–20 mA
Catu daya 230 V AC, 50–60 Hz
Konsumsi arus Sekitar 20 mA
Dimensi unit display 175 x 175 x 75 mm
Dimensi sensor 50 x 70 x 20 mm
Kelas perlindungan IP54
Berat Sekitar 1,3 kg (termasuk sensor dan kabel)
Konfigurasi pemasangan Pemasangan dinding (wall-mount)
Interval tampilan parameter Bergantian antara %RH dan °C

Bagi pengguna yang belum akrab dengan spesifikasi, tabel di atas bisa dibaca seperti ini: rentang 10–95% RH berarti alat ini mampu memantau hampir semua kondisi ruang indoor, dari cukup kering hingga sangat lembap. Resolusi 1% dan akurasi ±2% RH sudah mencukupi untuk pemantauan lingkungan umum yang tidak memerlukan ketelitian ultra-tinggi seperti dalam kalibrasi standar primer. Tinggi digit 100 mm kira-kira setara dengan tinggi kartu nama kecil yang dibalik, sehingga dari kejauhan angka tetap jelas.

Sinyal 4–20 mA yang diskalakan 0–100 memudahkan interpretasi: ketika arus menunjukkan 12 mA, misalnya, artinya nilai berada di tengah skala (sekitar 50% RH atau 50 °C, tergantung kanal). Pendekatan ini sangat membantu teknisi yang terbiasa membaca sinyal proses di PLC atau panel kontrol.

Memilih Konfigurasi dan Aksesori PCE-G1A yang Tepat

Meskipun PCE-G1A hadir sebagai paket yang relatif lengkap, penting untuk mempertimbangkan bagaimana ia akan ditempatkan dalam keseluruhan sistem pemantauan lingkungan.

Secara umum, rentang kelembaban ruang dan tipe aplikasi bisa digambarkan seperti berikut:

Rentang Kelembaban Target Contoh Aplikasi Catatan Integrasi
30–50 % RH Ruang produksi farmasi, ruang formulasi, cleanroom Hubungkan ke PLC/BMS untuk kendali dehumidifier
40–60 % RH Pabrik makanan dan minuman, ruang pengemasan Gunakan data logger untuk tren dan audit lingkungan
50–70 % RH Gudang bahan baku umum, gudang kemasan kertas Fokus pada alarm visual dan monitoring berkala
60–80 % RH Area fermentasi, beberapa proses biotek tertentu Perhatikan penempatan sensor agar representatif

Beberapa aksesori atau komponen tambahan yang sering dipertimbangkan pengguna:

  • Data logger dengan input analog 4–20 mA untuk pencatatan jangka panjang.

  • PLC atau modul kontrol sederhana untuk mengaktifkan dehumidifier atau kipas berdasarkan sinyal kelembaban.

  • Housing pelindung tambahan bila area memiliki risiko percikan air yang lebih tinggi dari IP54.

  • Bracket pemasangan tambahan jika unit dipasang di struktur non-standar.

Faktor yang memengaruhi kualitas hasil pengukuran antara lain:

  • Penempatan sensor: hindari terlalu dekat dinding dingin, pintu yang sering dibuka, atau sumber panas langsung.

  • Sirkulasi udara: posisi sensor sebaiknya berada di aliran udara representatif, bukan di sudut mati ruangan.

  • Pemeliharaan berkala: bersihkan sensor dari debu dan lakukan kalibrasi atau verifikasi berkala sesuai SOP internal.

  • Stabilitas listrik: suplai 230 V harus stabil agar display dan rangkaian analog bekerja optimal.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini sejak awal, PCE-G1A dapat memberikan data kelembaban dan suhu yang lebih mencerminkan kondisi nyata di ruang proses.

Ilustrasi Penerapan: Dari Ruang Produksi Farmasi hingga Gudang F&B

Studi kasus 1: Ruang granulasi farmasi mengurangi deviasi kelembaban

Sebuah pabrik farmasi memiliki masalah berulang: batch granulasi tertentu menunjukkan variasi kadar air yang lebih tinggi dari spesifikasi, terutama pada musim hujan. Audit internal menemukan bahwa kelembaban ruang granulasi sering naik di atas batas, tetapi operator tidak segera menyadarinya karena higrometer portabel yang digunakan tidak terlihat dari area kerja utama dan pembacaan hanya dicatat beberapa kali sehari.

Solusi yang diambil adalah memasang PCE-G1A di dinding ruang granulasi, tepat berhadapan dengan area kerja operator. Sensor ditempatkan di lokasi yang mewakili kondisi udara di sekitar equipment. Dua sinyal 4–20 mA kemudian dihubungkan ke PLC yang mengendalikan dehumidifier dan sistem HVAC.

Setelah beberapa bulan, data tren menunjukkan bahwa sistem dapat merespons kenaikan kelembaban dengan lebih cepat. Operator juga lebih waspada karena angka besar di display langsung terlihat ketika mereka memasuki ruangan. Hasilnya, frekuensi deviasi kelembaban ruang yang tercatat di laporan QA menurun signifikan, dan variasi kadar air granul ikut berkurang. Secara operasional, waktu rework turun dan jadwal produksi menjadi lebih stabil.

Studi kasus 2: Gudang bahan baku F&B menekan risiko kondensasi dan jamur

Sebuah pabrik minuman kemasan memiliki gudang bahan baku yang menyimpan gula, kemasan karton, dan bahan tambahan lain. Pada periode tertentu, tim QA sering menemukan tanda-tanda jamur pada palet tertentu dan kemasan karton yang mulai lembek. Penyebab utamanya adalah kelembaban tinggi di beberapa sudut gudang yang jarang terpantau.

Perusahaan kemudian memasang beberapa unit PCE-G1A di area berbeda gudang. Display besar membantu operator gudang mengetahui zona mana yang kelembabannya mendekati batas atas. Sinyal 4–20 mA dihubungkan ke sistem BMS bangunan yang memantau kondisi lingkungan dan mengatur kombinasi exhaust fan serta unit dehumidifier portabel.

Setelah implementasi, tim engineering dapat menganalisis tren kelembaban per zona gudang dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan ventilasi atau isolasi termal. Dalam satu tahun, klaim internal terkait kerusakan kemasan dan produk yang terkait dengan kelembaban berlebih menurun, dan layout gudang dapat dioptimalkan berdasarkan data nyata, bukan sekadar asumsi.

Langkah Penggunaan PCE-G1A di Ruang Produksi Farmasi

Menggunakan PCE-G1A sebenarnya cukup sederhana, tetapi untuk mendapatkan data yang benar-benar representatif, ada beberapa langkah yang sebaiknya diikuti. Berikut contoh alur penggunaan di ruang produksi farmasi atau laboratorium yang mengandalkan kontrol kelembaban ketat.

  1. Perencanaan titik pemasangan
    Tim QA dan engineering terlebih dahulu menentukan titik pemasangan display dan sensor. Display dipilih di bagian dinding yang mudah terlihat oleh operator saat bekerja. Sensor diarahkan ke posisi yang mewakili rata-rata kondisi ruangan, tidak terlalu dekat pintu, AC, atau supply air langsung dari ducting.

  2. Pemasangan mekanis dan listrik
    Unit display dipasang di dinding menggunakan bracket dan baut sesuai instruksi pemasangan. Kabel sensor dihubungkan ke konektor yang tersedia pada unit display. Kemudian, teknisi listrik memasang kabel suplai 230 V AC dan memastikan sambungan aman serta sesuai standar keselamatan. Jika sinyal 4–20 mA akan digunakan, kabel analog ditarik menuju PLC, data logger, atau panel indikator.

  3. Pemeriksaan awal dan pengujian fungsi
    Setelah daya dinyalakan, display akan menampilkan nilai suhu dan kelembaban. Bandingkan pembacaan PCE-G1A dengan alat referensi yang sudah dikalibrasi untuk verifikasi awal. Pastikan sensor merespons perubahan, misalnya dengan membuka pintu ruangan beberapa saat dan melihat apakah nilai kelembaban berubah.

  4. Integrasi dengan sistem kontrol
    Jika sinyal 4–20 mA digunakan untuk mengendalikan dehumidifier atau memberikan alarm ke PLC, lakukan konfigurasi di sisi PLC atau data logger. Tetapkan batas alarm, misalnya alarm peringatan saat kelembaban melebihi 60% RH dan alarm kritis pada 65% RH. Pastikan juga skala 4–20 mA di software sudah sesuai dengan skala 0–100 pada spesifikasi PCE-G1A.

  5. Penetapan SOP pemantauan
    QA menyusun SOP yang menjelaskan bagaimana petugas harus memantau display PCE-G1A, kapan mencatat nilai, dan apa yang harus dilakukan bila angka melewati batas. Misalnya, operator wajib memeriksa display setiap awal dan akhir shift, dan melaporkan bila angka di atas batas untuk jangka waktu tertentu.

  6. Kalibrasi dan pemeliharaan berkala
    Secara berkala, misalnya setahun sekali atau sesuai kebutuhan regulasi, sensor PCE-G1A diverifikasi atau dikalibrasi. Ruang di sekitar sensor dibersihkan dari debu yang bisa mengganggu pembacaan. Dokumentasi kalibrasi disimpan sebagai bagian dari rekam jejak sistem lingkungan.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, PCE-G1A bukan sekadar display angka di dinding, tetapi menjadi bagian dari sistem mutu yang terstruktur, terutama di fasilitas yang menerapkan GMP atau standar ISO.

Ringkasan Keunggulan dan Rekomendasi Penggunaan

Secara garis besar, PCE-G1A menawarkan kombinasi yang menarik untuk pemantauan kelembaban dan suhu di fasilitas industri dan laboratorium:

  • Display LED besar setinggi 100 mm yang mudah dibaca dari jarak jauh, hingga sekitar 50 meter.

  • Pengukuran kelembaban dan suhu dengan sensor HC1000 dan Pt1000 dalam rentang umum ruang indoor.

  • Dua kanal keluaran analog 4–20 mA pasif yang memudahkan integrasi ke PLC, data logger, atau SCADA.

  • Desain dinding dengan perlindungan IP54 yang cocok untuk banyak lingkungan proses.

  • Operasi kontinu tanpa fungsi auto-off, ideal untuk pemantauan 24/7.

Instrumen ini sangat cocok untuk:

  • Laboratorium QA/QC dan teaching lab yang ingin menampilkan kondisi lingkungan secara jelas.

  • Industri farmasi dan biotek yang membutuhkan pemantauan kelembaban ruang produksi, ruang pengemasan, atau gudang bahan baku.

  • Pabrik makanan dan minuman yang ingin mengendalikan kondensasi dan jamur di area produksi dan gudang.

  • Industri proses dan kimia, termasuk pelapisan dan galvanis, yang membutuhkan pengendalian kelembaban untuk melindungi peralatan dan kualitas permukaan.

  • Gudang logistik, fasilitas penyimpanan bahan sensitif, dan area HVAC yang memerlukan indikator kelembaban permanen.

Jika kebutuhan Anda mencakup pencatatan data langsung di instrumen atau koneksi digital khusus seperti USB atau Ethernet, mungkin diperlukan kombinasi PCE-G1A dengan data logger digital, atau mempertimbangkan model lain yang dilengkapi antarmuka tersebut. Namun bila fokus utama adalah indikator visual besar di area kerja yang terintegrasi dengan sistem kontrol via sinyal 4–20 mA, PCE-G1A adalah kandidat yang sangat relevan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  1. Apakah PCE-G1A bisa menyimpan data pengukuran di dalam alat?
    PCE-G1A tidak memiliki memori internal untuk menyimpan data historis. Untuk pencatatan jangka panjang, sinyal 4–20 mA dapat dihubungkan ke data logger, PLC, atau sistem SCADA yang kemudian menyimpan dan mengolah data tersebut.

  2. Bisakah PCE-G1A mengukur suhu dalam Fahrenheit?
    PCE-G1A menampilkan suhu dalam derajat Celsius saja. Konversi ke Fahrenheit dapat dilakukan di tingkat sistem kontrol atau software yang membaca sinyal 4–20 mA, bila memang diperlukan.

  3. Bagaimana cara mengintegrasikan PCE-G1A dengan sistem PLC yang sudah ada?
    Kedua kanal 4–20 mA dari PCE-G1A dihubungkan ke input analog PLC. Di sisi PLC, atur skala sinyal sehingga 4 mA mewakili 0 dan 20 mA mewakili 100 (untuk %RH atau °C). Dari sini, Anda bisa membuat logika alarm, pengendalian dehumidifier, atau pencatatan data.

  4. Seberapa sering PCE-G1A perlu dikalibrasi?
    Interval kalibrasi bergantung pada kebijakan internal dan regulasi yang berlaku, misalnya satu tahun sekali atau lebih sering untuk area kritis. Yang penting adalah melakukan verifikasi berkala dengan alat referensi dan mendokumentasikan hasilnya.

  5. Apakah PCE-G1A cocok untuk lingkungan outdoor?
    PCE-G1A memiliki perlindungan IP54 yang lebih cocok untuk lingkungan indoor atau area terlindung. Untuk aplikasi benar-benar outdoor yang terpapar hujan langsung atau sinar matahari intens, biasanya dibutuhkan housing pelindung tambahan atau instrumen dengan rating perlindungan lebih tinggi.

  6. Bisakah PCE-G1A digunakan di ruang bersih (cleanroom)?
    Ya, selama pemasangan memperhatikan persyaratan kebersihan permukaan dan aliran udara, PCE-G1A dapat digunakan di cleanroom sebagai indikator kelembaban dan suhu. Sensor eksternal memberi fleksibilitas untuk menempatkan titik pengukuran secara optimal.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium dan instrumen proses, CV. Java Multi Mandiri memahami bahwa kontrol kelembaban bukan sekadar angka di layar, tetapi bagian dari sistem mutu dan efisiensi operasi. Air Humidity Meter PCE-G1A membantu menjembatani kebutuhan antara indikator visual di lantai produksi dan sinyal proses yang siap diintegrasikan dengan PLC, data logger, atau SCADA.

Jika Anda ingin meningkatkan keandalan pemantauan kelembaban dan suhu di ruang produksi, gudang, atau laboratorium, sekaligus menyiapkan sistem yang siap diaudit dan berkembang, PCE-G1A bisa menjadi salah satu komponen kunci dalam solusi tersebut. Mari diskusikan kebutuhan spesifik fasilitas Anda bersama tim CV. Java Multi Mandiri agar dapat dipilih konfigurasi instrumen, titik pemasangan, dan integrasi sistem yang paling tepat untuk proses yang Anda jalankan.

Rekomendasi Humidity Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.