Di banyak laboratorium dan fasilitas produksi, isu kualitas udara dalam ruangan sering muncul “belakangan” setelah masalah lain terjadi terlebih dulu. Padahal, terlalu lembap atau terlalu kering bisa memicu deretan konsekuensi: sampel uji menjadi tidak stabil, kertas label mengelupas, timbul kondensasi di panel listrik, bahkan jamur tumbuh di area penyimpanan bahan baku. Di fasilitas farmasi, kelembaban yang tidak terkontrol bisa memengaruhi stabilitas tablet dan kapsul. Di pabrik makanan dan minuman, fluktuasi suhu dan kelembaban dapat mengganggu proses pengeringan, fermentasi, maupun umur simpan produk.
Pada sisi lain, tim HVAC (Heating, Ventilation, Air Conditioning) dan QA sering bekerja dengan data yang minim. Banyak gedung dan pabrik hanya mengandalkan sensor tetap di AHU atau BMS, tanpa punya alat portabel yang bisa dibawa langsung ke titik kritis: ruang produksi, gudang penyimpanan, teaching lab, atau ruang pengujian. Akibatnya:
-
Investigasi keluhan “ruangan pengap” atau “produk sering lembap” berjalan lama.
-
Validasi ruangan untuk keperluan audit (ISO, HACCP, CPOB, ISO/IEC 17025) menjadi tidak efisien.
-
Tidak ada data dew point dan wet-bulb yang sebenarnya sangat penting untuk analisis risiko kondensasi dan efisiensi sistem pendingin.
Teknisi di lapangan pun sering mengeluh: alat ukur lama sulit dibaca, respon lambat, dan butuh beberapa instrumen berbeda untuk membaca kelembaban relatif, suhu, dew point, dan parameter lain. Ketika harus berpindah dari ruang produksi dairy ke ruang penyimpanan bahan baku, membawa banyak alat jelas tidak praktis.
Di sinilah kebutuhan akan satu thermo hygrometer portabel yang ringkas, cepat, dan mampu menampilkan parameter iklim ruangan secara menyeluruh menjadi sangat nyata. PCE-HVAC 3 dirancang tepat untuk menjawab kebutuhan ini: dari inspeksi HVAC di gedung perkantoran hingga pemantauan lingkungan di lab riset dan pabrik farmasi.
Pengukuran Kelembaban dan Suhu yang Digunakan PCE-HVAC 3
PCE-HVAC 3 menggabungkan dua teknologi sensor yang sudah teruji di industri: sensor kapasitif untuk kelembaban dan thermistor untuk suhu. Kombinasi ini memungkinkan pengukuran yang cepat, stabil, dan cukup presisi untuk kebutuhan QA/QC maupun pemeliharaan sistem HVAC.
Pada sensor kapasitif, lapisan higroskopis akan menyerap uap air dari udara. Ketika kandungan air berubah, nilai kapasitansi sensor juga berubah. Perubahan ini dikonversi oleh elektronik internal menjadi nilai kelembaban relatif (%RH) dengan resolusi 0,1%. Prinsip ini terkenal stabil untuk pemakaian jangka panjang dan memiliki respon yang relatif cepat terhadap perubahan kelembaban.
Thermistor yang terintegrasi digunakan untuk mengukur suhu udara (dry-bulb temperature). Thermistor memiliki karakteristik perubahan resistansi yang tajam terhadap perubahan suhu sehingga cocok untuk pengukuran suhu ruangan dengan akurasi tinggi pada rentang terbatas. Data suhu ini kemudian menjadi dasar perhitungan dew point, wet-bulb, dan bahkan absolute humidity.
Mengapa penting punya satu alat yang langsung memberi dew point dan wet-bulb?
Untuk HVAC dan pengendalian iklim ruangan, dew point merupakan indikator utama risiko kondensasi di permukaan dingin (pipa, dinding, panel). Sedangkan wet-bulb banyak digunakan untuk perhitungan beban pendinginan dan efisiensi sistem. Dengan PCE-HVAC 3, teknisi tidak perlu lagi menghitung manual atau membuka spreadsheet terpisah; alat akan menghitung otomatis berbasis algoritma psikrometrik.
Pendekatan pengukuran elektronik seperti ini jauh lebih praktis dibanding metode konvensional seperti psychrometric chart manual atau sling psychrometer. Di lapangan, teknisi bisa langsung fokus pada interpretasi data dan tindakan korektif, bukan lagi menghabiskan waktu dengan perhitungan rumit. Untuk jangka panjang, penggunaan instrumen digital seperti PCE-HVAC 3 membantu membangun tren data yang konsisten dan memudahkan pembuktian compliance saat audit.
PCE-HVAC 3 sebagai Alat Monitoring Ruang
PCE-HVAC 3 adalah thermo hygrometer multifungsi yang mengukur:
-
Kelembaban relatif (%RH)
-
Suhu udara/dry-bulb (°C/°F)
-
Dew point (°C/°F)
-
Wet-bulb (°C/°F)
-
Absolute humidity (g/m³, gr/ft³)
-
Satuan khusus HVAC seperti grains per pound (GPP), g/kg
Semua fungsi ini digabung dalam satu instrumen portabel dengan sensor internal. Tidak perlu probe terpisah atau modul tambahan.
Keistimewaannya dibanding banyak hygrometer standar di pasaran terletak pada beberapa hal:
-
Rentang ukur lebar
Suhu udara bisa diukur mulai dari -30 hingga 100°C, sementara kelembaban hingga 100%RH. Ini menjadikannya relevan untuk ruang cold storage, area produksi ber-AC, maupun inspeksi saluran udara hangat. -
Presisi yang disesuaikan dengan rentang
Pabrikan memberikan akurasi berbeda untuk setiap segmen rentang kelembaban, sehingga pengguna mendapat informasi yang realistis, bukan satu angka “generik” untuk semua kondisi. Ini penting dalam konteks QA. -
Fitur min/max dan hold
Untuk inspeksi cepat, fungsi hold membantu “mengunci” nilai di layar ketika posisi baca sulit. Fitur extreme value (nilai minimum dan maksimum) memudahkan analisis fluktuasi saat pemantauan lebih lama. -
Form factor lapangan
Desain memanjang dengan layar besar dan enam tombol jelas dibuat untuk penggunaan satu tangan oleh teknisi yang sering bergerak dari titik ke titik.
Bagi laboratorium pengujian, teaching lab, hingga tim maintenance pabrik, PCE-HVAC 3 dapat menjadi “alat bersama” yang digunakan lintas departemen, terutama untuk survei kondisi ruangan dan pengecekan berkala sistem HVAC.
Desain dan Ergonomi untuk Pengukuran
Secara fisik, PCE-HVAC 3 memiliki bentuk mirip remote panjang dengan dimensi sekitar 300 x 75 x 50 mm dan berat hanya 400 gram. Ukuran ini cukup besar untuk memuat layar dual LCD yang jelas, tetapi tetap ringan saat digenggam maupun dibawa di tas alat.
Bagian depan didominasi oleh layar di atas dan deretan tombol di bawahnya. Enam tombol utama mengatur fungsi pengukuran, pemilihan satuan, pengaktifan backlight, serta fitur hold/min/max. Tata letaknya dibuat agar ibu jari dapat menjangkau semua tombol ketika alat dipegang dengan satu tangan, sehingga pengguna tetap bisa menulis catatan atau membuka panel akses dengan tangan lainnya.
Pada bagian belakang terdapat ulir untuk pemasangan tripod. Fitur sederhana ini sangat membantu ketika diperlukan pemantauan lebih lama di satu titik, misalnya di ruang penyimpanan bahan farmasi atau ruang server data center. Alih-alih memegang alat terus-menerus, teknisi bisa memasangnya di tripod dan mencatat perubahan nilai kelembaban dan suhu secara periodik.
PCE-HVAC 3 menggunakan catu daya dari baterai blok 9V dengan estimasi waktu operasi sekitar 48 jam. Untuk pemakaian lapangan, ini cukup untuk beberapa hari kerja sebelum perlu diganti. Bagi tim yang sering melakukan inspeksi rutin, disarankan menyiapkan baterai cadangan dan mematikan backlight ketika tidak diperlukan untuk menghemat daya. Fungsi auto-off bawaan juga membantu mencegah baterai habis karena lupa mematikan alat.
Kondisi operasi yang disarankan adalah 0 sampai 50°C dengan kelembaban di bawah 80%RH non-kondensing. Artinya, perangkat tidak disarankan digunakan di lingkungan ekstrem seperti sauna, area sangat basah yang berembun, atau ruang proses panas di atas 50°C. Untuk penyimpanan, alat masih aman pada rentang -40 hingga 85°C dengan kelembaban hingga 99%RH non-kondensing, sehingga relatif aman ketika disimpan di gudang alat atau dibawa dalam perjalanan antar lokasi.
Pabrikan tidak mencantumkan rating IP khusus, sehingga pengguna perlu memperlakukannya sebagai instrumen elektronik biasa: hindari paparan air langsung, jangan digunakan di area dengan cipratan kimia, dan simpan di carrying case yang sudah disertakan ketika berpindah lokasi.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
PCE-HVAC 3 dilengkapi layar dual LCD dengan backlight, sehingga dapat menampilkan dua parameter sekaligus. Misalnya, baris atas menampilkan suhu, sedangkan baris bawah menampilkan kelembaban relatif, atau kombinasi lain sesuai mode pengukuran. Bagi teknisi di ruangan yang pencahayaannya kurang atau di area belakang AHU, backlight sangat membantu membaca data tanpa perlu lampu tambahan.
Navigasi fungsi dilakukan melalui tombol-tombol fisik yang jelas diberi label. Secara umum, alur penggunaannya seperti ini:
-
Menyalakan alat, alat akan langsung menampilkan suhu dan kelembaban.
-
Menggunakan tombol mode/func untuk beralih ke tampilan dew point, wet-bulb, absolute humidity, atau unit lain seperti GPP.
-
Menggunakan tombol hold untuk membekukan nilai ketika titik ukur sulit dijangkau.
-
Menggunakan tombol min/max untuk menampilkan nilai ekstrem yang tercatat sejak pengukuran dimulai.
-
Tombol backlight dapat diaktifkan saat diperlukan dan dimatikan untuk menghemat baterai.
Menu di PCE-HVAC 3 dibuat sederhana tanpa banyak submenu bertingkat. Hal ini menguntungkan bagi tim lapangan yang tidak punya waktu banyak untuk “belajar menu”. Pengguna cukup familiar dengan 2–3 kombinasi tombol, setelah itu alat sangat intuitif.
Fitur auto-off dapat diaktifkan maupun dinonaktifkan. Saat mode auto-off aktif, alat akan mati otomatis setelah beberapa waktu tidak digunakan, membantu menghemat baterai. Ketika dibutuhkan pemantauan jangka panjang (misalnya diletakkan di tripod selama beberapa jam), auto-off bisa dimatikan agar alat tetap menyala dan terus menunjukkan nilai aktual.
PCE-HVAC 3 tidak dilengkapi memori penyimpanan data atau logger internal. Artinya, semua pencatatan masih mengandalkan pembacaan manual atau foto layar. Kelebihannya, antarmuka tetap sederhana dan responsif tanpa menu manajemen data yang rumit. Kekurangannya, untuk analisis tren jangka panjang pengguna mungkin perlu mengombinasikan alat ini dengan sistem pencatatan eksternal atau datalogger khusus di titik-titik kritis.
Fitur Kunci yang Mendukung Monitoring Ruang Konsisten
Beberapa fitur PCE-HVAC 3 sangat relevan untuk kebutuhan audit, validasi, dan pemeliharaan berkala:
-
Fungsi hold
Bermanfaat saat mengukur di titik yang sulit dijangkau, misalnya di dalam duct atau dekat plafon. Pengguna dapat menekan hold saat probe berada di titik target, lalu menarik alat dan membaca nilai dengan tenang. -
Min/Max (extreme value)
Fitur ini merekam nilai minimum dan maksimum sejak awal pengukuran. Pada inspeksi ruang penyimpanan bahan farmasi atau ruang fermentasi, teknisi bisa memantau apakah suhu dan kelembaban sempat keluar dari batas yang diizinkan selama periode observasi. -
Perhitungan dew point dan wet-bulb otomatis
Menghemat waktu teknisi HVAC yang biasanya harus menghitung menggunakan chart atau software terpisah. Ini sangat berguna saat melakukan balancing sistem, mengevaluasi risiko kondensasi di saluran udara, atau menetapkan setpoint yang realistis di ruang produksi. -
Satuan grains per pound (GPP) dan g/kg
Satuan ini populer di dunia HVAC karena menggambarkan jumlah uap air dalam udara kering. Sangat membantu ketika membandingkan kondisi udara sebelum dan sesudah coil pendingin atau dehumidifier, terutama untuk optimasi konsumsi energi. -
Respon < 15 detik
Kecepatan respon ini membuat survei ruangan menjadi lebih efisien. Teknisi tidak perlu menunggu lama agar nilai stabil, sehingga inspeksi banyak titik dalam satu shift kerja menjadi lebih realistis. -
Backlight dengan layar dual
Mengurangi risiko salah baca ketika bekerja di area gelap seperti ruang plenum, ruang mesin, atau area belakang AHU. Secara praktis, ini juga mengurangi kebutuhan membawa senter tambahan.
Secara keseluruhan, fitur-fitur ini lebih berfokus pada kemudahan kerja teknisi dan keandalan data lapangan, bukan “gimmick” yang jarang terpakai.
Integrasi dengan Sistem Dokumentasi dan Workflow QA
Berbeda dengan beberapa instrumen laboratorium yang memiliki port USB atau antarmuka PC, PCE-HVAC 3 dirancang sebagai alat ukur lapangan yang sederhana tanpa konektivitas digital ke komputer. Tidak ada port komunikasi atau software khusus yang disediakan pabrikan.
Konsekuensinya:
-
Pencatatan data dilakukan secara manual ke lembar inspeksi, aplikasi spreadsheet, atau sistem LIMS perusahaan.
-
Untuk keperluan dokumentasi visual, beberapa tim memilih memotret layar alat sebagai bukti pembacaan saat audit.
Walau tidak ada koneksi digital, PCE-HVAC 3 tetap dapat diintegrasikan ke workflow QA melalui prosedur kerja yang disiplin. Misalnya:
-
Membuat form inspeksi standar yang berisi kolom lokasi, waktu, suhu, kelembaban, dew point, dan operator.
-
Menetapkan titik ukur tetap di fasilitas (misal: ruang formulasi, ruang filling, penyimpanan bahan baku) dan menjadwalkan inspeksi berkala.
-
Menyimpan catatan tersebut dalam sistem dokumentasi resmi (dokumen terkontrol, LIMS, atau software maintenance).
Bagi banyak fasilitas yang baru memulai program monitoring iklim ruangan, pendekatan manual seperti ini justru memberikan fleksibilitas dan investasi awal yang lebih rendah dibanding langsung memasang jaringan sensor tetap di seluruh gedung.
Spesifikasi PCE-HVAC 3
Spesifikasi utama
| Parameter | Nilai / Rentang |
|---|---|
| Rentang pengukuran kelembaban relatif | 0 … 100% RH |
| Akurasi 0 … 20% RH | ±4% RH |
| Akurasi 20 … 40% RH | ±3% RH |
| Akurasi 40 … 60% RH | ±2% RH |
| Akurasi 60 … 80% RH | ±3% RH |
| Akurasi 80 … 100% RH | ±4% RH |
| Resolusi kelembaban | 0,1% RH |
| Rentang suhu udara/dry-bulb | -30 … -20°C / -22 … -4°F (±1,0°C / 1,8°F) |
| -20 … 60°C / -4 … 140°F (±0,5°C / 0,9°F) | |
| 60 … 100°C / 140 … 212°F (±1,0°C / 1,8°F) | |
| Resolusi suhu | 0,1°C / 0,18°F |
| Parameter yang dapat diukur | %RH, suhu (°C/°F), dew point (°C/°F), wet-bulb (°C/°F), absolute humidity (g/m³, gr/ft³), GPP, g/kg |
| Sensor kelembaban | Kapasitif presisi |
| Sensor suhu | Thermistor |
| Waktu respon | < 15 detik |
| Rentang absolute humidity | 0 … 500 g/m³ / 0 … 218,5 gr/ft³ |
| Rentang dew point | -30 … 100°C / -22 … 212°F |
| Rentang wet-bulb | 0 … 80°C / 32 … 176°F |
| Kondisi operasi | 0 … 50°C / 32 … 122°F, < 80%RH non-kondensing |
| Kondisi penyimpanan | -40 … 85°C / -40 … 185°F, < 99%RH non-kondensing |
| Tampilan | Dual LCD dengan backlight |
| Catu daya | Baterai blok 9V |
| Lama pakai baterai | Sekitar 48 jam |
| Dimensi | 300 × 75 × 50 mm |
| Berat | 400 g (< 1 lb) |
| Aksesori standar (delivery scope) | PCE-HVAC 3, baterai 9V, manual pengguna, carrying case |
Secara sederhana, tabel di atas memberi gambaran bahwa PCE-HVAC 3 mampu mengukur hampir semua kondisi ruangan yang umum ditemui di gedung, pabrik, dan laboratorium. Akurasi yang bervariasi menurut rentang kelembaban menunjukkan bahwa alat ini paling presisi pada kisaran 40–60%RH, yaitu rentang kenyamanan termal dan banyak spesifikasi ruangan produksi farmasi maupun F&B. Resolusi 0,1% dan 0,1°C berarti perubahan kecil masih bisa diamati, misalnya saat menyesuaikan setpoint AC atau dehumidifier.
Panduan Memilih Rentang Ukur dan Aksesori Pendukung
Walaupun PCE-HVAC 3 hanya satu model, cara memanfaatkannya bisa dioptimalkan dengan mempertimbangkan rentang kerja yang dominan di fasilitas Anda.
Contoh rentang ukur dan aplikasi
| Aplikasi | Rentang suhu dominan | Rentang kelembaban target | Catatan penggunaan PCE-HVAC 3 |
|---|---|---|---|
| Ruang produksi farmasi (non-steril) | 20 – 25°C | 40 – 60%RH | Fokus pada akurasi tinggi di 40–60%RH |
| Gudang bahan baku makanan kering | 25 – 30°C | 50 – 65%RH | Pantau risiko kondensasi via dew point |
| Cold storage dairy | 2 – 8°C | 50 – 85%RH | Pastikan sensor stabil dengan waktu respon <15 s |
| Laboratorium kampus / teaching lab | 22 – 27°C | 50 – 70%RH | Cocok untuk praktikum HVAC dan kenyamanan termal |
| Data center / ruang server | 18 – 27°C | 40 – 60%RH | Pantau kelembaban untuk mencegah statis/kondensasi |
| Area pengolahan air (ruang kontrol) | 20 – 30°C | 50 – 75%RH | Cek pengaruh kelembaban pada panel listrik |
Aksesori yang direkomendasikan
-
Tripod kamera ringan untuk pemasangan alat saat pemantauan jangka panjang.
-
Baterai blok 9V cadangan untuk memastikan alat siap digunakan kapan saja.
-
Kotak silika gel tambahan di dalam carrying case untuk mengurangi risiko kelembaban ekstrem saat penyimpanan.
-
Larutan garam jenuh standar (misal NaCl) jika ingin melakukan verifikasi berkala terhadap pembacaan kelembaban relatif.
Faktor yang memengaruhi hasil pengukuran
-
Aliran udara: pengukuran di dekat diffuser atau exhaust bisa menghasilkan nilai ekstrem; idealnya alat ditempatkan di zona kerja manusia.
-
Radiasi panas: hindari mengarahkan alat langsung ke sumber panas seperti lampu kuat atau panel mesin.
-
Stabilitas waktu: berikan beberapa detik hingga nilai stabil, terutama ketika berpindah dari lokasi sangat dingin ke hangat atau sebaliknya.
-
Kondensasi: jangan gunakan alat di lingkungan yang sudah jelas berembun, karena sensor kapasitif dirancang untuk kondisi non-kondensing.
Penerapan PCE-HVAC 3 di Industri: Dua Contoh Nyata
Studi kasus 1 – Validasi Ruang Produksi Farmasi
Sebuah pabrik farmasi skala menengah melakukan renovasi sistem HVAC di area formulasi tablet. Setelah sistem baru berjalan, tim QA menemukan bahwa beberapa batch menunjukkan variasi kadar air yang tidak biasa pada uji stabilitas. Diduga ada fluktuasi kelembaban yang tidak tertangkap oleh sensor tetap di AHU.
Tim kemudian menggunakan PCE-HVAC 3 untuk melakukan mapping kelembaban dan suhu di seluruh ruang produksi. Titik pengukuran ditetapkan di beberapa posisi: dekat pintu masuk, atas mesin granulator, area pengemasan, dan zona penyimpanan bahan antara proses. Selama beberapa hari, tim melakukan pembacaan berkala sambil mencatat min/max yang terbaca di setiap titik.
Hasilnya, ditemukan bahwa di dekat pintu yang sering terbuka ke koridor, kelembaban sesekali naik hingga di atas 65%RH saat shift pergantian operator. Sensor tetap di AHU tidak pernah “melihat” fluktuasi lokal ini. Berdasarkan temuan tersebut, perusahaan menambahkan tirai udara dan memperbaiki prosedur buka-tutup pintu. Setelah tindakan korektif, nilai min/max yang direkam dengan PCE-HVAC 3 berada dalam batas spesifikasi, dan variasi kadar air tablet pada batch berikutnya menurun.
Studi kasus 2 – Teaching Lab HVAC di Kampus Teknik
Di sebuah kampus teknik, teaching lab HVAC digunakan untuk praktikum mahasiswa terkait psikrometrik dan kenyamanan termal. Sebelumnya, mahasiswa belajar dari diagram di papan tulis tanpa alat praktis untuk melihat hubungan langsung antara suhu, kelembaban, dew point, dan wet-bulb.
Laboratorium kemudian mengadopsi PCE-HVAC 3 sebagai instrumen utama praktikum. Mahasiswa diminta mengukur kondisi udara di beberapa lokasi: dalam ruangan, luar ruangan, dekat coil pendingin mini, dan di saluran udara setelah humidifier. Dengan satu alat, mereka bisa melihat perubahan %RH, suhu, dew point, dan wet-bulb secara real-time.
Pendekatan ini membuat konsep psikrometrik yang abstrak menjadi jauh lebih konkret. Dosen cukup menjelaskan bahwa alat sudah melakukan perhitungan psikrometrik di dalamnya, sementara mahasiswa fokus pada interpretasi: apa artinya dew point turun, bagaimana perbedaan GPP sebelum dan sesudah coil, dan sebagainya. Lab melaporkan peningkatan pemahaman mahasiswa dan kualitas laporan praktikum setelah penggunaan PCE-HVAC 3.
Panduan Menggunakan PCE-HVAC 3 Langkah demi Langkah
Sebagai ilustrasi, bayangkan tim QA di pabrik minuman ingin mengecek apakah ruang fermentasi dan area filling sudah berada pada rentang kelembaban dan suhu yang aman untuk mencegah kontaminasi mikroba dan kondensasi.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan:
-
Persiapan
-
Pastikan baterai 9V terpasang dan memiliki daya cukup.
-
Keluarkan alat dari carrying case dan biarkan beradaptasi dengan suhu ruangan selama beberapa menit jika sebelumnya disimpan di tempat yang jauh berbeda suhunya.
-
-
Menentukan titik ukur
-
Tentukan beberapa titik representatif: dekat tank fermentasi, area operator, pintu masuk, dan dekat saluran udara.
-
Jika ingin monitoring lebih lama di satu titik, siapkan tripod dan pasang alat dengan ulir di bagian belakang.
-
-
Pengukuran awal
-
Nyalakan alat.
-
Biarkan beberapa detik hingga pembacaan stabil.
-
Catat nilai suhu dan kelembaban pada setiap titik, gunakan fungsi hold jika posisi baca sulit.
-
-
Analisis dew point dan risiko kondensasi
-
Di titik yang dicurigai berisiko kondensasi (misalnya dekat permukaan dingin), ubah tampilan ke mode dew point.
-
Bandingkan nilai dew point dengan suhu permukaan pipa atau dinding (bisa diukur dengan termometer kontak).
-
Jika suhu permukaan mendekati atau lebih rendah dari dew point, risiko kondensasi tinggi dan perlu tindakan korektif.
-
-
Pemantauan fluktuasi
-
Aktifkan fungsi min/max di titik yang ingin diamati selama beberapa jam, misalnya di area filling.
-
Tinggalkan alat terpasang di tripod, kembali setelah periode tertentu, lalu baca nilai minimum dan maksimum yang tercatat.
-
-
Dokumentasi
-
Catat semua pembacaan di lembar inspeksi beserta waktu dan lokasi.
-
Jika diperlukan, foto layar saat nilai tertinggi/terendah sebagai bukti pendukung untuk laporan QA.
-
-
Setelah selesai
-
Matikan backlight dan alat.
-
Lepas dari tripod, bersihkan permukaan luar dengan kain kering, dan simpan kembali ke carrying case.
-
Dengan pola kerja seperti ini, PCE-HVAC 3 menjadi alat yang cukup lengkap untuk survei kondisi ruangan tanpa harus mengganggu proses produksi secara signifikan.
Kesimpulan dan Rekomendasi
PCE-HVAC 3 posisinya jelas sebagai thermo hygrometer portabel untuk monitoring iklim ruangan di berbagai sektor: laboratorium QA/QC, pabrik farmasi dan F&B, fasilitas pengolahan air, hingga teaching lab di kampus. Kombinasi pengukuran kelembaban relatif, suhu, dew point, wet-bulb, dan absolute humidity dalam satu perangkat memudahkan teknisi dan peneliti untuk mengambil keputusan berbasis data.
Keunggulan utamanya meliputi:
-
Rentang ukur luas dan akurasi yang memadai untuk kebutuhan audit dan validasi.
-
Desain ergonomis dengan layar dual backlight dan operasi satu tangan.
-
Fitur praktis seperti hold, min/max, dan auto-off yang mendukung kerja lapangan.
-
Perhitungan otomatis parameter psikrometrik yang penting bagi dunia HVAC.
Bagi organisasi yang memerlukan pencatatan otomatis dan integrasi langsung ke komputer, mungkin diperlukan kombinasi PCE-HVAC 3 dengan sistem datalogger lain di titik-titik permanen. Namun sebagai alat inspeksi portabel, PCE-HVAC 3 menawarkan keseimbangan yang baik antara fungsi, kecepatan kerja, dan kemudahan penggunaan.
Instrumen ini sangat cocok untuk:
-
Tim QA/QC yang melakukan inspeksi rutin ruangan kritis.
-
Teknisi HVAC yang menangani commissioning, balancing, dan troubleshooting sistem.
-
Laboratorium pendidikan yang ingin mengajarkan psikrometrik secara praktis.
-
Fasilitas industri yang ingin meningkatkan program monitoring lingkungan sebelum berinvestasi ke sistem sensor tetap yang lebih mahal.
FAQ PCE-HVAC 3
1. Apakah PCE-HVAC 3 bisa digunakan di ruang bersih (cleanroom)?
Bisa digunakan untuk survei kondisi suhu dan kelembaban, sepanjang mengikuti prosedur kebersihan setempat (pembersihan alat, penggunaan cover, dsb.). Namun, untuk monitoring kontinu cleanroom umumnya digunakan sensor tetap yang terhubung ke sistem monitoring.
2. Seberapa sering PCE-HVAC 3 perlu dikalibrasi?
Interval kalibrasi ditentukan oleh kebijakan mutu masing-masing fasilitas. Banyak laboratorium memilih interval 1 tahun untuk instrumen kelembaban dan suhu. Jika alat sering digunakan di kondisi ekstrem, interval bisa diperpendek.
3. Apakah alat ini bisa merekam data secara otomatis seperti datalogger?
Tidak. PCE-HVAC 3 tidak memiliki memori internal untuk menyimpan deret data. Pengguna perlu mencatat secara manual atau memotret layar pada waktu tertentu.
4. Apa yang harus dilakukan jika pembacaan terasa tidak masuk akal?
Pastikan alat sudah beradaptasi dengan lingkungan beberapa menit, tidak digunakan di area kondensasi, dan baterai masih kuat. Jika tetap meragukan, lakukan verifikasi menggunakan sumber referensi (misal larutan garam jenuh) atau bandingkan dengan instrumen terkalibrasi lain.
5. Apakah PCE-HVAC 3 cocok untuk area produksi makanan yang lembap?
Cocok untuk inspeksi dan verifikasi, selama kelembaban tidak menyebabkan kondensasi langsung pada alat dan suhu berada dalam rentang operasi. Untuk area yang terus-menerus sangat basah, pertimbangkan perlindungan tambahan dan prosedur kerja yang hati-hati.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengendalian suhu dan kelembaban ruangan dalam mendukung berbagai proses penelitian dan produksi Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-HVAC 3 dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan kinerja sistem HVAC, menjaga stabilitas produk, dan memenuhi standar regulasi yang ketat. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemantauan iklim ruangan di fasilitas Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Humidity Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
Referensi
- IdA Ayu Made Sri Arjani. (2011). Kualitas Udara Dalam Ruang Kerja. Jurnal Skala Husada, 8(2), 178-183. Retrieved from https://poltekkes-denpasar.ac.id/files/JSH/V8N2/Ida%20Ayu%20Made%20Sri%20Arjani1%20JSH%20V8N2.pdf
- Syafrina Idha Jumaila & Sarah Maulida. (2017). Pemantauan Suhu dan Kelembaban di Laboratorium Kalibrasi Tekanan dan Volume Berbasis Web secara Real Time. Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi, 9(1). Retrieved from https://www.neliti.com/publications/485826/pemantauan-suhu-dan-kelembaban-di-laboratorium-kalibrasi-tekanan-dan-volume-berb

















