Di dunia industrial testing & measurement, kegagalan komponen berputar jarang terjadi “tiba-tiba”. Hampir selalu ada gejala awal: getaran naik, suara berubah, temperatur bearing meningkat, atau kualitas hasil proses menurun karena putaran tidak stabil. Di lini otomotif (misalnya pengujian fan, pulley, alternator, motor listrik, roller conveyor, dinamometer) dan di pabrik (pompa, blower, mixer, spindle), perubahan kecil pada kecepatan putar dan pola gerak bisa menjadi sinyal awal ketidakseimbangan (unbalance), misalignment, mechanical looseness, hingga keausan bearing. Jika gejala ini tidak tertangkap sejak dini, risikonya nyata: downtime tidak terencana, scrap meningkat, dan keselamatan kerja ikut terancam karena potensi kegagalan mekanis pada RPM tinggi.
Masalahnya, inspeksi komponen berputar sering dilakukan “sekilas” dan mengandalkan feeling, atau harus menghentikan mesin untuk memastikan kondisi. Padahal, menghentikan mesin bukan selalu pilihan—terutama saat produksi berjalan, saat commissioning, atau ketika inspeksi dilakukan di area terbatas. Di titik inilah kebutuhan alat ukur non-kontak yang bisa “membekukan” gerakan secara visual menjadi sangat relevan. Stroboskop industri seperti PCE-LES 303 dirancang untuk membantu teknisi, engineer, dan QC mengamati gerakan rotasi secara presisi, cepat, dan tanpa menyentuh objek yang sedang berputar.
Deskripsi Singkat PCE-LES 303
PCE-LES 303 adalah stroboskop portabel berbasis LED berintensitas tinggi yang membantu analisis gerakan mesin berputar dengan cara mengatur frekuensi kilatan cahaya (flash frequency) pada satuan FPM maupun Hz. Dengan pengaturan yang tepat, objek yang bergerak cepat dapat terlihat “diam” atau “slow motion”, sehingga detail seperti wobble, run-out, ketidaksejajaran, slip belt, atau pola getaran dapat diamati lebih mudah.
Perangkat ini menggunakan 3 high-power LEDs dan menawarkan intensitas cahaya tinggi untuk pengamatan di jarak kerja yang umum di lapangan (contoh 11.730 lux pada 20 cm @ 1000 Hz, dan 6.160 lux pada 30 cm @ 1000 Hz). Selain itu, tersedia fitur phase shift (−360° hingga +360°) untuk “menggeser” titik observasi tanpa mengubah RPM mesin, serta pengaturan pulse width untuk mengatur durasi kilatan (yang memengaruhi ketajaman visual dan intensitas efektif).
Fungsi & Kegunaan Produk
Jawaban praktisnya: PCE-LES 303 dipakai untuk “melihat” perilaku komponen berputar secara non-kontak, sekaligus membantu verifikasi kecepatan putar berbasis sinkronisasi visual.
Jenis pengukuran / observasi yang didukung
Pengaturan frekuensi kilatan dalam FPM dan Hz untuk menyamakan kilatan dengan kecepatan putar mesin.
Mode slow motion untuk mempermudah analisis gerak dinamis dan perubahan kecil pada pola rotasi.
Phase shift untuk memindahkan “posisi visual” pengamatan (misalnya melihat sisi lain pulley/gear pada momen yang berbeda) tanpa mengubah setting utama.
Pulse width untuk mengatur durasi kilatan (lebih sempit biasanya membantu tampilan lebih tajam pada RPM tinggi; lebih lebar membantu peningkatan terang sesuai kebutuhan lapangan).
Kondisi penggunaan yang umum
Inspeksi mesin yang tidak boleh dihentikan (running inspection).
Area dengan akses terbatas: mesin di balik guard (selama tetap aman), ruang panel uji, atau line produksi.
Kebutuhan dokumentasi inspeksi berbasis rute (route measurement) untuk pemantauan berkala.
Masalah lapangan yang diselesaikan (contoh aplikasi)
Verifikasi kestabilan putaran pada motor listrik, alternator, atau kipas radiator saat uji fungsional.
Pemeriksaan slip pada belt/chain drive: pola “diam” yang tidak stabil sering mengindikasikan slip atau ketidaksejajaran.
Observasi run-out/wobble pada pulley, coupling, atau rotor fan tanpa menyentuh komponen.
Konfirmasi perubahan putaran akibat beban (misalnya saat start-up, ramp-up, atau load change) dengan observasi yang konsisten.
Audit visual kualitas putaran roller conveyor dan spindle proses (misalnya pada proses finishing, machining, atau packaging) untuk mengurangi reject.
Bidang / Industri Pengguna
Industri otomotif (produksi komponen, perakitan, bengkel fleet, test bench, dyno, motor listrik)
Manufaktur & fabrikasi (rotating equipment di line produksi)
Maintenance & inspection (preventive maintenance, condition monitoring)
Pembangkit & utilitas (pompa, blower, fan, motor penggerak)
Food & beverage (mixer, conveyor, rotary equipment)
Petrochemical & process industry (rotating assets kritikal)
Konstruksi & perkapalan (inspeksi fan, pump, dan rotating auxiliaries)
Keunggulan / Highlights
3 LED berdaya tinggi dengan intensitas cahaya tinggi untuk inspeksi dekat hingga menengah; contoh 11.730 lux pada 20 cm @ 1000 Hz dan 6.160 lux pada 30 cm @ 1000 Hz.
Rentang pengaturan frekuensi luas (hingga 300.000 FPM) untuk kebutuhan dari putaran rendah hingga aplikasi RPM tinggi.
Resolusi halus untuk setelan presisi (0,01 FPM pada rentang tertentu dan 0,01 Hz pada mode Hz), mendukung repeatability saat inspeksi rutin.
Phase shift −360° hingga +360° memudahkan “menggeser” titik observasi tanpa intervensi ke mesin.
Pulse width 0,01 hingga 1% (dengan resolusi 0,01%) untuk mengatur karakter kilatan sesuai kebutuhan ketajaman vs terang.
Pocket size, baterai isi ulang 2200 mAh, dan waktu operasi sekitar 4,5 jam (kondisi referensi tertentu) untuk kerja lapangan.
Trigger input/output untuk sinkronisasi dengan sinyal eksternal (NPN 24 V DC, open-drain output), membantu integrasi dengan sensor/rig uji.
Perlindungan perangkat IP52 untuk penggunaan lapangan yang realistis (debu ringan dan percikan terbatas).
Memenuhi aspek kompatibilitas elektromagnetik sesuai deklarasi kesesuaian CE (Directive 2014/30/EU dan EN IEC 61326-2:2021).
Perbandingan & Posisi Produk
Di lapangan, inspeksi komponen berputar biasanya jatuh ke tiga pendekatan: metode visual biasa, metode kontak (misalnya tachometer kontak), atau metode non-kontak optik. Stroboskop berada pada kategori non-kontak yang unik karena bukan hanya “mengukur angka”, tetapi membuat gerak menjadi bisa diamati secara visual sehingga diagnosis lebih kaya.
Dibanding metode manual/konvensional
Visual biasa tanpa alat: pada RPM menengah–tinggi, mata sulit membedakan run-out kecil, slip intermittency, atau pola getaran yang periodik.
Menghentikan mesin untuk inspeksi: aman untuk beberapa kasus, tetapi tidak selalu representatif (karena gejala sering muncul saat beban/kecepatan tertentu), dan menambah downtime.
Tachometer saja: memberi angka RPM, tetapi tidak selalu membantu menjawab “mengapa” (apakah ada wobble, belt slip, misalignment, atau unbalance).
Posisi PCE-LES 303 dalam kategori stroboskop portabel sekelasnya
PCE-LES 303 masuk kelas stroboskop portabel industri dengan fokus pada:
Intensitas LED tinggi untuk inspeksi jarak dekat–menengah.
Rentang frekuensi luas hingga 300.000 FPM (berguna untuk aplikasi RPM tinggi dan multi-harmonic observation).
Fitur lanjutan untuk diagnosis (phase shift, pulse width, trigger I/O, dan route measurement).
Tabel ringkas perbandingan pendekatan inspeksi
| Kebutuhan lapangan | Visual biasa | Tachometer (angka RPM) | Stroboskop portabel (PCE-LES 303) |
|---|---|---|---|
| Melihat wobble/run-out pada pulley/rotor | Sulit di RPM tinggi | Tidak terlihat | Terlihat dengan efek “diam/slow motion” |
| Deteksi slip belt/chain | Subjektif | Indikasi tidak langsung | Lebih mudah mengamati pola slip periodik |
| Inspeksi saat mesin berjalan | Bisa, tapi terbatas | Bisa | Bisa, tanpa kontak |
| Sinkronisasi dengan rig/sinyal eksternal | Tidak | Tergantung alat | Ada trigger input/output |
Spesifikasi Teknis
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Jenis perangkat | Stroboskop LED portabel (3 high-power LEDs) |
| Rentang frekuensi (FPM) | 60 … 9.999,99 FPM; resolusi 0,01 FPM; akurasi ±0,003% dari setelan atau ±1 LSD |
| Rentang frekuensi (FPM) tinggi | 10.000 … 300.000 FPM; resolusi 0,1 FPM; akurasi ±0,003% dari setelan atau ±1 LSD |
| Rentang frekuensi (Hz) | 1 … 5.000 Hz; resolusi 0,01 Hz; akurasi ±0,003% dari setelan atau ±1 LSD |
| Intensitas cahaya | 11.730 lux @ 20 cm @ 1000 Hz (1%); 6.160 lux @ 30 cm @ 1000 Hz (1%); 2.650 lux @ 50 cm @ 1000 Hz (1%) |
| Warna cahaya | 6200 K |
| Phase shift | −360 … +360° |
| Pulse width | 0,01 … 1% dari durasi pulsa; resolusi 0,01% (juga setara 0,01° … 3,60° dari 360°; resolusi 0,01°) |
| Display | LC colour display, 2,8 inch |
| Media penyimpanan | Internal memory |
| Route measurement | Hingga 15 rute, 10 mesin per rute, 5 titik per mesin |
| Trigger input/output | Input: sinyal NPN, 24 V DC; suplai sensor 24 V / 100 mA. Output: open-drain hingga 24 V, 50 mA |
| Waktu operasi | 4,5 jam (referensi: flash 100 Hz, 1%, brightness 70%) |
| Auto power-off | 2 … 10 menit, dapat dinonaktifkan |
| Kelas proteksi | IP52 |
| Daya | 5 V DC, 2 A; pengisian via USB-C (disebutkan kabel USB-C pada paket) |
| Kapasitas baterai | 2200 mAh |
| Kondisi operasi | −20 … 60 °C; 35 … 85% RH |
| Dimensi | 165 × 90 × 35 mm |
| Berat | 284 g |
| Kepatuhan EMC (CE) | Directive 2014/30/EU; EN IEC 61326-2:2021 |
Tata Cara Pemakaian
Berikut alur ringkas yang umum dipakai teknisi saat inspeksi komponen berputar:
Persiapan area kerja
Pastikan area aman, gunakan APD, dan pastikan tidak ada bagian tubuh/alat masuk ke zona berbahaya komponen berputar.Nyalakan perangkat dan pilih satuan
Tentukan apakah akan bekerja dalam FPM atau Hz sesuai kebutuhan inspeksi.Setel frekuensi awal
Mulai dari perkiraan RPM (misalnya dari nameplate/inverter setting), lalu setel mendekati nilai tersebut. Jika belum yakin, lakukan pencarian bertahap.Fine tuning dengan tombol cepat
Gunakan fungsi penyesuaian cepat (x2 dan ÷2) untuk mendekati sinkron, lalu lakukan penyesuaian halus sampai objek tampak “diam” atau stabil.Atur pulse width dan brightness sesuai kondisi
Jika objek masih blur, sempitkan pulse width untuk ketajaman; jika terlalu gelap, kompromikan pulse width atau jarak kerja, dan atur brightness display sesuai kebutuhan kerja.Gunakan phase shift untuk menggeser titik observasi
Saat butuh melihat sisi lain dari pola rotasi, gunakan phase shift tanpa mengubah frekuensi utama.Dokumentasi hasil (bila diperlukan)
Manfaatkan internal memory dan route measurement untuk inspeksi berkala per rute/mesin/titik, terutama untuk program condition monitoring.
Catatan penting: pastikan memahami efek stroboskop (aliasing). Objek bisa tampak diam pada kelipatan/harmonik tertentu. Praktiknya, lakukan verifikasi dengan menggeser sedikit frekuensi: kondisi “diam” yang benar biasanya stabil dan konsisten, sedangkan aliasing sering berubah cepat saat frekuensi digeser kecil.
Cara Kerja / Metode Pengukuran
Secara prinsip, stroboskop bekerja dengan kilatan cahaya periodik. Ketika frekuensi kilatan disamakan dengan frekuensi putaran objek (atau dengan rasio tertentu yang relevan), mata menangkap objek pada fase yang sama berulang-ulang, sehingga tampak seperti berhenti. PCE-LES 303 menyediakan pengaturan frekuensi dalam FPM dan Hz untuk menyetel kilatan dengan presisi.
Dua fitur yang sangat berguna di lapangan:
Phase shift (−360° hingga +360°)
Ini memungkinkan pengamatan bergeser di “fase” yang berbeda—misalnya untuk menilai satu putaran penuh dan melihat perilaku di posisi tertentu (titik sambungan belt, tanda pada rotor, atau area yang dicurigai).Pulse width (0,01–1%)
Pulse width mengatur lama kilatan dalam satu periode. Semakin sempit, umumnya tampilan gerak menjadi lebih tajam pada objek cepat, karena “waktu pencahayaan” lebih singkat. Namun, terlalu sempit dapat menurunkan terang efektif, jadi perlu penyesuaian sesuai jarak kerja dan kondisi pencahayaan.
Selain itu, adanya trigger input/output memungkinkan sinkronisasi dengan sinyal eksternal (misalnya sensor proximity atau output rig), sehingga frekuensi kilatan dapat mengikuti sinyal rujukan tertentu saat mode trigger diaktifkan.
Kelengkapan Produk
Berdasarkan informasi paket pada lembar produk dan rujukan halaman produk PCE, kelengkapan umumnya mencakup:
Unit stroboskop PCE-LES 303
Kabel pengisian USB-C
Quick start guide
Service bag / tas
Catatan: varian tertentu di pasar juga tersedia dengan sertifikat kalibrasi ISO (opsional, tergantung paket).
Manfaat bagi Pengguna
Efisiensi kerja inspeksi
Mengurangi kebutuhan stop mesin untuk sekadar verifikasi visual pola rotasi, sehingga inspeksi bisa dilakukan saat running (dengan prosedur keselamatan yang benar).Peningkatan kualitas diagnosis
Bukan hanya mendapatkan angka, tetapi melihat perilaku: wobble, slip, run-out, dan respons terhadap perubahan beban.Penghematan biaya perawatan
Deteksi lebih awal biasanya menekan biaya akibat kegagalan lanjutan (bearing rusak merembet ke housing/shaft, belt putus merusak komponen lain, atau rotor unbalance mempercepat keausan).Pengurangan kesalahan inspeksi
Pengaturan resolusi halus dan fitur phase shift/pulse width membantu inspeksi lebih repeatable dibanding “melihat dengan mata” di RPM tinggi.Mendukung program condition monitoring berbasis rute
Route measurement (hingga 15 rute) membuat inspeksi berkala lebih terstruktur, terutama untuk aset kritikal dan audit berkala QC/maintenance.
FAQ
Untuk apa alat ini digunakan?
Untuk inspeksi dan analisis visual gerakan komponen berputar. Dengan mengatur frekuensi kilatan, objek yang bergerak cepat bisa tampak diam atau slow motion sehingga gejala seperti wobble, slip, dan run-out lebih mudah terlihat.
Apakah pengukuran merusak material?
Tidak. Pengamatan dilakukan secara non-kontak menggunakan cahaya kilat, sehingga tidak menyentuh objek.
Bisa digunakan untuk material apa saja?
Pada praktiknya, stroboskop tidak bergantung pada jenis material (logam, plastik, karet) karena prinsipnya visual. Yang penting adalah objek memiliki fitur/marking yang bisa diamati (misalnya garis, titik, atau pola) dan area pengamatan aman.
Apakah perlu kalibrasi?
Untuk fungsi pengaturan frekuensi, perangkat mengandalkan akurasi setelan (±0,003% atau ±1 LSD, sesuai rentang). Untuk kebutuhan audit tertentu, tersedia paket dengan sertifikat kalibrasi ISO (opsional tergantung varian/paket pembelian).
Siapa yang cocok menggunakan alat ini?
Teknisi maintenance, engineer reliability, QC/inspector, teknisi test bench otomotif, dan tim commissioning yang perlu inspeksi cepat, repeatable, dan aman pada rotating equipment.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya instrumen pengukuran yang andal dalam inspeksi mesin berputar dan quality assurance di lingkungan industri. Kami mengkhususkan diri melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti PCE-LES 303 dan perangkat pengujian lainnya untuk membantu tim Anda mempercepat inspeksi, memperkuat kontrol kualitas, dan menurunkan risiko downtime akibat masalah pada rotating equipment. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi inspeksi putaran mesin di fasilitas Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Automotive Tester Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Automotive Tester PCE-LES 103UV-365-CTA-KIT
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-CT 80-FN3
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-CT 80-FN0D5
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-VE 800N4 1.5 m / 4-way-head / Ø 2.8 mm
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-CT 22BT-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-VE 1500-22190
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-MCM 10-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-LES 308UV-365
Lihat Produk★★★★★
Referensi
Tauvana, A. I., Rachmanu, F., Widodo, Nulhakim, L., & Mulyani, Y. Predictive Maintenance Mechanical Looseness pada Poros Berputar Berbasis Lab View. (PDF). https://ejournal.pei.ac.id/index.php/JRT1/article/download/66/44/50
Jurnal ROTASI (Universitas Diponegoro). Artikel terkait penyeimbangan/balancing rotor untuk mengurangi getaran pada komponen mesin berputar (PDF). https://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi/article/download/47573/22389
























