Bayangkan tim K3 kampus hendak melakukan audit keselamatan di teaching lab. Salah satu cek paling krusial ialah memastikan kecepatan aliran udara pada bukaan lemari asam (face velocity) tetap dalam rentang aman agar uap berbahaya tidak bocor ke ruang kerja. Skenarionya sederhana tapi sering terjadi: teknisi perlu mengukur cepat, berulang, dan berpindah titik pengukuran di grid tanpa membawa alat besar. Solusinya adalah anemometer saku yang responsif dan mudah dibaca di tempat.
Di sinilah PCE-MAM 2 berperan: meteran kecepatan udara portabel dengan baling-baling (impeller) yang menampilkan kecepatan aliran dan suhu, lengkap dengan fungsi Max/Min serta pilihan satuan. Untuk pekerjaan audit harian—dari fume hood, ducting HVAC kecil, hingga inspeksi ventilasi ruangan—alat ini menghadirkan kepraktisan dan keandalan yang dibutuhkan.
Teknologi anemometer baling-baling
PCE-MAM 2 menggunakan prinsip anemometer baling-baling (vane anemometer). Udara yang mengalir memutar impeller; kecepatan putar ini diubah menjadi sinyal listrik yang dikalkulasi menjadi kecepatan aliran (misalnya m/s atau km/h). Sensor juga membaca suhu udara di lokasi, sehingga kita memperoleh dua parameter lapangan paling sering dibutuhkan dalam satu perangkat.
Mengapa pendekatan ini penting jangka panjang? Dalam audit ventilasi dan HVAC, angka kecepatan udara yang konsisten membantu:
-
menjaga keselamatan kerja (terutama di lemari asam dan ruang kimia),
-
menilai efisiensi sistem (kecepatan terlalu tinggi berarti energi boros; terlalu rendah berarti kontrol kontaminan tidak memadai),
-
mendokumentasikan tren performa untuk keperluan akreditasi dan audit berkala.
Dibanding “metode konvensional” yang kasat mata seperti uji kertas tisu atau smoke tube tanpa angka kuantitatif, anemometer baling-baling memberikan nilai terukur, berulang, dan dapat dibandingkan antar titik serta antar waktu. Hasilnya lebih defendable saat audit dan troubleshooting.
Spesifikasi dan fitur produk PCE-MAM 2
PCE-MAM 2 adalah air flow meter genggam berukuran saku untuk pengukuran cepat kecepatan angin/udara dan suhu. Ia menampilkan hasil pada layar berwarna dengan lampu latar (backlight), mendukung lima satuan kecepatan (m/s, km/h, mph, knots, ft/min), serta menyediakan fungsi Max/Min untuk menangkap variasi.
Apa yang membuatnya istimewa di kelas “pocket anemometer”?
-
pilihan satuan lengkap sehingga tidak perlu konversi manual,
-
interval pengukuran cepat (300 ms) yang membantu membaca fluktuasi aliran,
-
baterai AAA yang mudah ditemukan dengan daya tahan sekitar 60 jam pemakaian kontinu,
-
bobot sangat ringan (≈84 g) dan housing plastik yang tahan penggunaan lapangan,
-
pengukuran suhu sekaligus—berguna untuk penilaian kenyamanan termal, kompensasi proses, atau catatan kondisi pengujian.
Untuk pengguna lab yang sering mobile, kombinasi portabilitas, respons, dan tampilan yang mudah dibaca adalah keunggulan praktis utama.
Desain dan ergonomi
Secara fisik, PCE-MAM 2 mengusung form factor ramping dengan impeller di bagian kepala dan layar berwarna di badan alat. Dimensinya 178.5 × 56 × 30.5 mm—pas di saku jaket teknisi atau pouch toolkit. Beratnya sekitar 84 g, sehingga tidak membebani saat digunakan dalam satu tangan sambil memegang clipboard.
Tata letak tombol dibuat sederhana: tombol fungsi berada tepat di bawah layar untuk mengakses pemilihan satuan, pencatatan Max/Min, dan pengaktifan lampu latar. Bahan bodi plastik yang kokoh cukup aman untuk pemakaian harian di lapangan atau pabrik.
Catu daya menggunakan 3 baterai AAA 1.5 V (termasuk di paket), dengan ketahanan sekitar 60 jam pemakaian kontinu. Ada fitur auto-off setelah kurang lebih 15 menit tanpa aktivitas untuk menghemat baterai—berguna ketika alat lupa dimatikan saat berpindah lokasi.
Batas lingkungan kerja resmi: suhu operasi −20…60 °C (−4…140 °F) dan kelembapan 10…90 %RH. Informasi rating IP tidak disebutkan oleh pabrikan; artinya, perlakukan instrumen ini sebagai perangkat elektronik non-kedap air—hindari paparan hujan langsung atau semprotan proses.
Saran lapangan:
-
gunakan wrist strap/pouch agar tidak terjatuh saat pengukuran di ketinggian,
-
hindari debu sangat pekat atau percikan cairan proses,
-
simpan impeller tetap bersih agar respons tetap akurat.
Antarmuka dan pengalaman pengguna
Layar berwarna dengan backlight membuat hasil terbaca jelas di area redup (ducting, plant room). Angka besar memudahkan pembacaan cepat. Menu sederhana: pengguna dapat mengganti satuan kecepatan, melihat nilai Max/Min, dan mengaktifkan lampu latar. Indikator baterai memberi peringatan sebelum daya benar-benar habis.
Untuk alur kerja audit, berikut tip praktis:
-
gunakan satuan m/s untuk face velocity fume hood atau balancing HVAC,
-
gunakan ft/min untuk mengikuti standar/lembar kerja yang masih berbasis imperial,
-
aktifkan fungsi Min saat memindai grid—nilai terendah sering mewakili kondisi paling kritis.
Catatan: perangkat ini tidak menyebutkan adanya memori internal ataupun ekspor data. Dengan demikian, pencatatan hasil dilakukan manual pada lembar kerja atau aplikasi spreadsheet di ponsel/tablet. Fungsi Max/Min membantu menangkap ekstrim selama sesi pembacaan.
Fitur-fitur unggulan yang relevan
-
Pengukuran kecepatan udara rentang luas 0.4…30 m/s: cukup untuk evaluasi ventilasi ruangan, hood, hingga aliran udara di sekitar peralatan proses ringan.
-
Pilihan satuan (m/s, km/h, mph, knots, ft/min): memudahkan kesesuaian dengan SOP dan standar.
-
Fungsi Max/Min: merekam nilai puncak dan terendah tanpa perlu menghitung manual; berguna untuk menilai stabilitas aliran.
-
Pembaruan cepat (measuring interval 300 ms): membantu menangkap fluktuasi.
-
Pengukuran suhu udara: menambahkan konteks kondisi lingkungan saat pengukuran.
-
Auto-off ±15 menit & indikator baterai: menghemat waktu dan biaya operasional.
-
Housing plastik ringan & layar berwarna dengan backlight: nyaman dibawa dan mudah dibaca.
Manfaat langsung untuk pengguna:
-
hemat waktu saat traverse banyak titik,
-
mengurangi salah baca karena angka jelas dan satuan bisa dipilih,
-
konsistensi audit melalui fungsi Max/Min,
-
efisien untuk sampling cepat pada inspeksi rutin.
Kontrol eksternal dan integrasi sistem
PCE-MAM 2 tidak menyertakan antarmuka transfer data ke PC (mis. USB/Bluetooth) maupun perangkat lunak. Bagi banyak audit cepat, ini justru menyederhanakan workflow. Untuk pelaporan harian, rekomendasi praktis:
-
catat hasil ke spreadsheet (Excel/Google Sheets) dengan kolom lokasi, waktu, satuan, Max/Min, dan suhu,
-
gunakan template grid untuk face velocity agar tren antar titik mudah di-plot,
-
integrasikan ke LIMS/CMMS secara manual melalui impor CSV dari spreadsheet.
Jika organisasi membutuhkan pencatatan otomatis (data logging kontinu atau integrasi langsung), pertimbangkan melengkapi portofolio alat dengan anemometer yang memiliki konektivitas—PCE-MAM 2 tetap ideal sebagai unit inspeksi cepat dan verifikasi spot-check.
Spesifikasi teknis lengkap
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Rentang kecepatan udara | 0.4 … 30 m/s (≈ 0.9 … 67 mph) |
| Resolusi kecepatan | 0.1 |
| Akurasi kecepatan | ± (3% + 0.3 m/s) |
| Satuan kecepatan | m/s, km/h, mph, knots, ft/min |
| Interval pengukuran | 300 ms |
| Suhu (rentang) | −20 … 70 °C (−4 … 158 °F) |
| Resolusi suhu | 0.1 ° |
| Akurasi suhu | ± 1.5 °C (nilai sesuai keterangan pabrikan) |
| Catu daya | 3 × 1.5 V baterai AAA |
| Umur baterai | ± 60 jam pemakaian kontinu |
| Auto-off | ± 15 menit tanpa aktivitas |
| Kondisi operasi | −20 … 60 °C; 10 … 90 %RH |
| Dimensi | 178.5 × 56 × 30.5 mm (≈ 7 × 2 × 1 in) |
| Berat | ± 84 g |
| Isi paket | 1 unit PCE-MAM 2, buku manual, 3 baterai AAA |
Penjelasan awam:
-
Akurasi ±(3% + 0.3 m/s) berarti pada aliran 10 m/s, ketidakpastian sekitar ±(0.3 + 0.3) = ±0.6 m/s. Ini sudah memadai untuk audit ventilasi harian dan pemantauan tren.
-
Interval 300 ms membuat tampilan terasa “hidup”, sehingga saat Anda menggeser alat di grid hood, perubahan angka responsif.
Panduan memilih rentang & contoh aplikasi
Meski PCE-MAM 2 hanya memiliki satu rentang (hingga 30 m/s), tabel berikut membantu memetakan kecocokan aplikasi:
| Kisaran kecepatan tipikal | Contoh aplikasi | Kecocokan PCE-MAM 2 |
|---|---|---|
| 0.3 – 0.8 m/s | Face velocity lemari asam, cleanroom low-flow | Sangat cocok (resolusi 0.1) |
| 1 – 5 m/s | Ventilasi ruangan, exhaust fan, intake AHU kecil | Cocok |
| 5 – 15 m/s | Ducting proses ringan, outlet blower kecil | Cocok |
| > 15 – 30 m/s | Ujung nozzle, pengujian kipas berdaya | Masih terjangkau |
| > 30 m/s | Jet kuat, aplikasi aerodinamika khusus | Di luar rentang |
Aksesori yang berguna (umum, tidak spesifik paket):
-
pouch/wrist strap untuk mobilitas,
-
tripod kecil atau bracket improvisasi untuk pengukuran titik tetap,
-
lembar kerja grid cetak untuk fume hood traverse.
Faktor yang memengaruhi hasil:
-
turbulensi tinggi membuat angka berfluktuasi—ambil rata-rata beberapa detik,
-
sudut datang udara terhadap impeller; usahakan tegak lurus aliran,
-
kebersihan impeller dan bebas halangan,
-
stabilitas tangan—pegang kokoh atau gunakan penyangga.
Panduan langkah demi langkah: audit face velocity lemari asam
Skenario mengikuti masalah di pendahuluan (teaching lab/kampus).
-
Persiapan
-
Pastikan sash/penutup lemari asam pada ketinggian operasi standar. Nyalakan exhaust minimal 5–10 menit agar aliran stabil.
-
Siapkan PCE-MAM 2, periksa baterai, pilih satuan m/s, dan nyalakan backlight bila area redup.
-
Penentuan grid
-
Bagi bukaan lemari asam menjadi grid (misal 3 × 3 atau 3 × 5 titik, tergantung ukuran). Tandai titik pada pita kertas di tepi bukaan agar konsisten.
-
Pengukuran titik per titik
-
Pegang PCE-MAM 2 dengan impeller menghadap tegak lurus ke aliran masuk (mengarah ke dalam lemari).
-
Diamkan 2–3 detik di tiap titik; catat angka stabil atau gunakan fungsi Min/Max selama 5–10 detik untuk menangkap variasi.
-
Pindah ke titik berikutnya hingga seluruh grid selesai.
-
Perhitungan dan evaluasi
-
Hitung rata-rata seluruh titik (average face velocity).
-
Bandingkan dengan kriteria internal/standar (banyak institusi mengacu pada sekitar 0.5 m/s sebagai titik acuan; sesuaikan SOP Anda).
-
Perhatikan titik terendah—itulah area potensi kebocoran/masalah aliran. Dokumentasikan nilai Min/Max sebagai gambaran stabilitas.
-
Tindak lanjut
-
Jika rata-rata rendah, minta tim fasilitas memeriksa set-point exhaust atau sumbatan filter.
-
Jika variasi antartitik tinggi, telusuri penyebab: penghalang di dalam lemari, turbulensi dari peralatan, atau kebocoran di sekeliling.
-
Arsipkan data (tanggal, operator, kondisi sash, suhu) di spreadsheet/LIMS.
-
Penutupan
-
Matikan alat; PCE-MAM 2 akan auto-off jika terlupa. Simpan di pouch dan hindari menekan impeller saat penyimpanan.
Kesimpulan dan rekomendasi
Untuk kebutuhan inspeksi dan audit cepat pada ventilasi, fume hood, dan HVAC skala kecil, PCE-MAM 2 menawarkan kombinasi penting: portabel, mudah dibaca, responsif (300 ms), dan akurat untuk kelasnya, plus pengukuran suhu. Tanpa kompleksitas konektivitas, alat ini sangat cocok untuk QA/QC lab, teknisi kampus, tim K3, serta teknisi fasilitas di pabrik F&B, farmasi/biotek, hingga pengolahan air (WTP/WWTP) yang butuh verifikasi aliran udara di ruang panel, blower, atau kabinet peralatan.
Jika organisasi Anda memerlukan pencatatan otomatis dan integrasi langsung ke PC, Anda bisa melengkapinya dengan anemometer ber-data logging. Namun untuk inspeksi spot-check harian yang cepat dan hemat, PCE-MAM 2 adalah pilihan praktis dan andal.
FAQ singkat
-
Apakah PCE-MAM 2 bisa menyimpan data bacaan?
Tidak. Ia tidak memiliki memori internal atau ekspor data. Catat hasil secara manual di lembar kerja atau spreadsheet. -
Bisakah alat ini mengukur aliran pada duct besar?
Bisa untuk spot-check kecepatan lokal (hingga 30 m/s). Untuk penentuan laju alir volumetrik duct besar, gunakan metode traverse dengan banyak titik dan perhitungan luas penampang (dilakukan manual). -
Seberapa sering perlu kalibrasi?
Ikuti kebijakan mutu internal Anda. Untuk audit K3 dan QA/QC, banyak organisasi melakukan verifikasi tahunan atau setelah kondisi ekstrem (jatuh, impeller rusak). -
Apakah alat tahan air?
Pabrikan tidak menyebut rating IP. Hindari paparan hujan langsung/percikan cairan. Gunakan pelindung atau lakukan pengukuran dari lokasi aman. -
Nilai akurasi ±(3% + 0.3 m/s) artinya apa?
Gabungan kesalahan relatif dan absolut. Misal pada 5 m/s, ketidakpastian sekitar ±(0.15 + 0.3) = ±0.45 m/s. -
Kapan sebaiknya menggunakan ft/min atau knots?
Gunakan ft/min bila mengikuti standar/lembar kerja imperial (mis. beberapa pedoman HVAC lama). Knots biasanya untuk aplikasi kelautan/meteorologi.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan ventilasi yang andal bagi keselamatan kerja dan efisiensi energi. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-MAM 2 Air Flow Meter dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan inspeksi ventilasi, menjaga konsistensi audit, dan memenuhi standar tertinggi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengukuran kecepatan udara pada utilitas dan proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Air Flow Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 45
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 45
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-AM 30
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter Flow Hoods PCE-VA 20-SET-ICA incl. ISO Calibration
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter Flow Hoods PCE-VA 20-SET-ICA incl. ISO Calibration
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-HVAC 2-ICA with ISO Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Multifunction Air Flow Meter PCE-HVAC 2
Lihat Produk★★★★★ -

Air Flow Meter PCE-WSAC 50-210
Lihat Produk★★★★★
Referensi
-
Mutiah, N. (2020). TINJAUAN ASPEK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA LABORATORIUM KESEHATAN. HIGEIA Journal of Public Health Research and Development, 4(Special 1). Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/download/40333/17913
-
Suastika, K. G., Nawir, M., & Yunus, P. (2013). SENSOR ULTRASONIK SEBAGAI ALAT PENGUKUR KECEPATAN ALIRAN UDARA DALAM PIPA (DIBANDINGKAN ANEMOMETER). Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 9. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JPFI/article/download/3036/3072














